Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN SUMBER INFORMASI DENGAN PENGETAHUAN REMAJA AWAL TENTANG PENCEGAHAN KEKERASAN SEKSUAL DI SDN LEUWI BANDUNG Mutia, Gina Ummul; Maryati, Ida; Solehati, Tetti
Comm-Edu (Community Education Journal) Vol. 8 No. 1 (2025): Januari 2025
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/commedu.v8i1.26904

Abstract

The number of sexual abused in young adolescents is still relatively high. Therefore, knowledge about preventing sexual abused is very important for young adolescents to reduce their risk of becoming victims of sexual abused. Information sources play a key role in shaping young adolescents' understanding of sexual abused and how to prevent it. This study aims to determine the relationship between information sources and early adolescents' knowledge about preventing sexual abused at SDN Leuwi Bandung. The quantitative correlational research design with a cross-sectional study approach. The research sample was 36 people with a purposive sampling technique. Data collection used questionnaires and data analysis used univariate and bivariate analysis Rank Spearman test. The results showed that most early adolescents (71.2%) accessed many sources of information, most early adolescents (69.4%) had a good level of knowledge, there was a relationship between information sources and knowledge (p = 0.000 <0.05). Based on these findings, it can be concluded that the more sources of information accessed by early adolescents, the better their knowledge about preventing sexual abused. Therefore, it is important to increase awareness of young adolescents regarding the importance of choosing reliable sources of information, as well as exploring and verifying the information obtained, especially from social media. Keywords: Sexual Abused, Prevention, Knowledge, Young Adolescents, Sources of Information. Abstrak Angka kekerasan seksual pada remaja awal saat ini masih tergolong tinggi. Oleh karena itu, pengetahuan mengenai pencegahan kekerasan seksual sangat penting dimiliki remaja awal guna mengurangi resiko mereka menjadi korban kekerasan seksual. Sumber informasi memegang peranan kunci dalam membentuk pemahaman remaja awal terkait kekerasan seksual dan cara pencegahannya. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan sumber informasi dengan pengetahuan remaja awal tentang pencegahan kekerasan seksual di SDN Leuwi Bandung. Desain penelitian kuantitatif correlational dengan pendekatan cross-sectional study. Sampel penelitian sebanyak 36 orang dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan analisa data menggunakan analisa univariat dan bivariat Rank Spearman test. Hasil penelitian menunjukan sebagian besar remaja awal (71,2%) mengakses banyak sumber informasi, sebagian besar remaja awal (69,4%) memiliki tingkat pengetahuan yang baik, terdapat hubungan antara sumber informasi dengan pengetahuan (p = 0,000 < 0,05). Berdasarkan temuan ini, dapat disimpulkan bahwa semakin banyak sumber informasi yang diakses oleh remaja awal, semakin baik pula pengetahuan mereka mengenai pencegahan kekerasan seksual. Oleh karena itu, penting untuk meningkatkan kesadaran remaja awal mengenai pentingnya memilih sumber informasi yang terpercaya, serta mendalami dan memverifikasi informasi yang didapat, khususnya yang berasal dari media sosial. Kata Kunci: Kekerasan Seksual, Pencegahan, Pengetahuan, Remaja Awal, Sumber Informasi.
Hubungan Jenis Kelamin dengan Sikap Siswa tentang Pencegahan Kekerasan Seksual pada Anak Remaja Awal di SDN Dayeuhkolot Putri, Dea Sephia; Solehati, Tetti; Rosidin, Udin
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 4 (2025): Volume 7 Nomor 4 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i4.19298

Abstract

ABSTRACT The incidence of sexual abuse among adolescents had been increasing each year, with female adolescents being more likely to experience sexual abuse compared to their male counterparts. To reduce the occurrence of sexual abuse, it was essential to foster preventive attitudes among adolescents. This study aimed to analyze the relationship between gender and students' attitudes toward preventing sexual abuse among early adolescents. The study employed a quantitative analytic method with a cross-sectional approach. Data collection was conducted using questionnaires distributed to 43 students in grades 4-6 from an elementary school in Dayeuh Kolot, Bandung Regency, during August to December 2024. The data were analyzed using univariate and bivariate methods. The research findings showed that the majority of respondents were female (53.5%) and had a positive attitude (83.7%). Bivariate analysis using the Chi-Square test revealed a p-value of 0.678. These results indicated no significant influence between gender and early adolescent students' attitudes toward preventing sexual abuse. Based on the research results, there was no significant relationship between gender and early adolescent students' attitudes toward preventing sexual abuse. This could be due to other factors influencing these attitudes. Nevertheless, efforts to enhance positive attitudes toward sexual abuse prevention need to be promoted among both male and female students, considering the ongoing increase in sexual abuse incidents and the significant harm it causes to victims.  Keywords: Attitudes, Early Adolescents, Gender, Sexual Abuse Prevention  ABSTRAK Angka kejadian kekerasan seksual pada remaja dari tahun ke tahun mengalami peningkatan dengan prevalensi korban kekerasan seksual pada remaja perempuan lebih banyak daripada remaja laki – laki. Sikap pencegahan kekerasan seksual pada remaja diperlukan untuk mencegah kejadian kekerasan seksual. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara jenis kelamin dengan sikap siswa tentang pencegahan kekerasan seksual pada anak remaja awal. Penelitian menggunakan metode analitik kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Pengambilan data dilakukan melalui kuesioner yang disebarkan kepada siswa kelas 4-6 dari salah satu SDN di Dayeuh Kolot Kabupaten Bandung sebanyak 43 responden pada bulan Agustus-Desember 2024. Analisa data menggunakan univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukan bahwa mayoritas responden berjenis perempuan (53,5%) dan memiliki sikap positif (83,7%). Hasil analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square didapatkan p-value 0,678. Haisl tersebut menunukan tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara jenis kelamin dengan sikap siswa remaja awal terkait pencegahan kekerasan seksual.  Berdasarkan hasil penelitian tidak ada hubungan yang bermakna antara jenis kelamin dan sikap siswa remaja awal terhadap pencegahan kekerasan seksual. Hal ini dimungkinkan karena ada factor lain yang mempengaruhi sikap tersebut. Walaupun demikian, peningkatan sikap positif terhadap kekerasan seksual perlu ditingkatkan pada siswa berjenis kelamin perempuan maupun laki-laki, mengingat masih terus meningkatnya akan kekerasan seksual pada kedua jenis kelamin dan dampak yang sangat merugikan bagi korbannya. Kata Kunci: Jenis Kelamin, Pencegahan Kekerasan Seksual, Remaja Awal, Sikap
Program Pencegahan Kekerasan Seksual pada Remaja: Scoping Review: Sexual Abuse of Adolescents’ Prevention Program:Scoping Review Solehati, Tetti; Cecep Eli Kosasih; Ade Kirana; Anita Purnama; Dea Aulia Putri; Lidya Nazhifa Kusumah; Kinaya Vathia Zalva Niara; Nadila Vinri; Rizka Fauzia Rahmah
Journal of Holistics and Health Sciences Vol. 7 No. 1 (2025): Journal of Holistics and Health Sciences (JHHS), Maret
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jhhs.v7i1.513

Abstract

Sexual abuse of adolescents is a serious global problem and a challenge for all countries because it can cause negative physical and psychological impacts on victims. Efforts to prevent sexual abuse of adolescents are needed to reduce the incidence of abuse of adolescents. to map the sexual abuse of adolescents’ prevention program. Research method: Scoping review research design. Article search using keywords from MeSH assisted by the Scopus, PubMed, and Springer databases based on inclusion criteria such as: in English, full text published between 2014-2024, topics about sexual abuse of adolescents are primary articles with experimental research designs, clinical trials, RCTs, quasi-experiments, and pre-experiments. The initial search found 318,227 articles. After screening, eight eligible articles were found, with eight sexual abuse of adolescents’ prevention intervention programs that affect the prevention of sexual abuse in dating physically and psychologically, sexual abuse, and adolescent skills in accessing information related to sexual health and communication. The adolescent’s prevention has been proven to be effective in preventing sexual abuse. However, based on the findings, there are still minimal studies on preventing sexual abuse of adolescents in Indonesia; therefore, it is recommended that further research be conducted on the application of forms of interventions to prevent adolescent sexual violence in Indonesia.   ABSTRAK Kekerasan seksual pada remaja (KSR) merupakan masalah global yang serius dan menjadi tantangan bagi semua negara karena dapat menimbulkan dampak negatif fisik dan psikologis pada korbannya. Diperlukan usaha pencegahan KSR untuk mengurangi kejadian KSR. Untuk memetakan program pencegahan KSR. Desain penelitian scoping review. Pencarian artikel menggunakan kata kunci dari MeSH yang dibantu database Scopus, PUBMED, dan Springer berdasarkan kriteria inklusi seperti: berbahasa Inggris, fullteks yang diterbitkan antara tahun 2014-2024, topik tentang KSR merupakan artikel primer dengan desain penelitian experimental, clinical trial, RCT, quasi experiment, pra eksperimen. Pencarian awal ditemukan 318.227 artikel. Setelah dilakukan screening, ditemukan delapan artikel eligible, dengan delapan program intervensi pencegahan KSR yang mempengaruhi pencegahan kekerasan seksual dalam pacaran secara fisik dan psikologis, kekerasan seksual, serta keterampilan remaja dalam mengakses informasi terkait kesehatan seksual dan komunikasi. Program pencegahan KSR yang terbukti efektif mencegah KSR. Namun, dari hasil temuan masih minim studi pencegahan KSR di Indonesia, oleh karena itu disarankan untuk penelitian selanjutnya melakukan penelitian tentang penerapan bentuk intervensi pencegahan kekerasan seksual remaja di Indonesia. 
Pengaruh Teknik Pemijatan Terhadap Kualitas Tidur Pasien Penyakit Jantung: Scoping Review Solehati, Tetti; Hermayanti, Yanti; Eli Kosasih, Cecep; Fasya Fadillah, Jasmine; Ayu, Rahadiani; Juniar, Shafira; Nurfirdausi Islamah, Rachelya
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v7i2.134

Abstract

Latar belakang: Penyakit jantung dapat menimbulkan berbagai macam manifestasi klinis pada pasien, salah satunya pada kebutuhan istirahat tidur. Diperlukan intervensi non-farmakologi disamping garmakologi yang dapat membantu pasien mengatasi gangguan tidurnya tanpa memperberat beban pasien selama masa perawatan. Salah satunya adalah intervensi pemijitan. Tujuan: tujuan penelitian untuk memetakan bukti mengenai bagaimana teknik pemijatan tubuh dapat mempengaruhi kualitas tidur pada pasien jantung. Metode: Desain penelitian scoping review. Pencarian artikel dilakukan melalui database elektronik, meliputi: MEDLINE, PubMed, dan SCOPUS dengan memperhatikan kriteria inklusi seperti: artikel dengan topik intervensi pemijitan terhadap tidur pasien gangguan jantung dalam bahasa Inggris dan bahasa Indonesia, fullteks dipublikasikan antara tahun 2014-2024, desain randomized control trial, clinical trial, atau quasi experimental. Pencarian awal ditemukan 438 artikel, setelah dilakukan screening ditemukan ada 6 artikel eligible digunakan dalam pembahasan studi ini. Hasil: hasil penelitian menunjukkan ada tiga lokasi tubuh yang biasa digunakan dalam terapi pemijitan untuk meningkatkan kualitas tidur pasien jantung, yaitu pijitan pada kaki (n=4), pada kepala dan wajah (n=1), serta pada punggung (n=1). Hasil penelitian menunjukkan mayoritas refleksi pijat (n=5) efektif meningkatkan kualitas tidur pada pasien jantung. Kesimpulan: Terapi pemijatan terbukti efektif sebagai intervensi nonfarmakologis dalam meningkatkan kualitas tidur pada pasien dengan penyakit jantung. Refleksi pijat pada area kaki merupakan teknik yang paling sering digunakan dan menunjukkan hasil yang positif. Temuan ini mendukung penggunaan pemijatan sebagai bagian dari perawatan pendukung untuk mengatasi gangguan tidur pada pasien jantung.
Menelaah Pengaruh Terapi Musik terhadap Penurunan Tingkat Kecemasan pada Pasien dengan Gagal Jantung: Scoping Review Solehati, Tetti; Handayani, Audia; Nur’Aini , Erina; Nurul Aulia, Syifa; Islamah, Rachelya Nurfirdausi; Kosasih, Cecep Eli
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 15 No 4 (2025): Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal: Oktober 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit kardiovaskular masih menjadi penyebab utama kematian di seluruh dunia, dengan gagal jantung menjadi salah satu manifestasi penyakit yang paling serius. Gagal jantung berdampak signifikan terhadap kualitas hidup pasien, sering kali menimbulkan gejala psikologis dan fisik seperti kecemasan, kualitas tidur buruk, dan nyeri. Penatalaksanaan gagal jantung mencakup pendekatan farmakologis dan nonfarmakologis. Di antara intervensi non-farmakologis, terapi musik telah diidentifikasi sebagai metode potensial untuk meringankan gejala fisik dan psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan intervensi terapi musik yang ada yang bertujuan untuk mengurangi tingkat kecemasan pada pasien gangguan jantung. Penelitian ini menggunakan desain Scoping Review. Pencarian literatur yang komprehensif dilakukan dengan menggunakan database PubMed, CINAHL (via EBSCO), dan Scopus. Kriteria inklusi mencakup ketersediaan teks lengkap gratis, publikasi antara tahun 2014-2024, studi yang berfokus pada terapi musik untuk mengurangi kecemasan pada pasien dengan penyakit kardiovaskular, dan penelitian primer yang menggunakan uji Randomized Trial Control (RCT), uji klinis, atau desain kuasi-eksperimental. Pencarian awal menghasilkan 1.422 artikel, setelah dilakukan proses penyaringan, tersisa 7 artikel eligible untuk ditelaah menggunakan JBI aprasial tool. Temuan menunjukkan bahwa intervensi terapi musik berpengaruh dalam mengurangi kecemasan dan depresi, mengurangi rasa nyeri, meningkatkan kualitas tidur, dan meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan pada pasien dengan kondisi jantung. Terapi musik efektif mengurangi kecemasan, nyeri, gangguan tidur dan meningkatkan kualitas hidup pasien jantung. Temuan ini menunjukkan intervensi ini aman dan dapat mendukung perawatan holistik. Penelitian lanjutan dengan metode yang lebih kuat, protokol yang lebih seragam, serta evaluasi efek jangka panjang dan standar diperlukan, termasuk pemanfaatan teknologi inovatif untuk memperluas akses.
Effect of School Community Empowerment Model towards Handwashing Implementation among Elementary School Students in Dayeuhkolot Subdistrict Solehati, Tetti; Kosasih, Cecep Eli; Susilawati, Sri; Lukman, Mamat; Paryati, Sayu Putu Yuni
Kesmas Vol. 11, No. 3
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perilaku mencuci tangan dengan sabun di Indonesia masih menjadi masalah. Penyebabnya dikaitkan dengan kurangnya kesadaran dalam mencuci tangan pakai sabun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberdayaan komunitas sekolah terhadap penerapan mencuci tangan di kalangan siswa sekolah dasar di Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung. Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimental dengan pretest dan posttest serta melakukan analisis deskriptif dan inferensial. Sampel terdiri dari 24 guru, 377 siswa di kelas 4-6, dan 24 dokter kecil. Metode pendekatan dalam penelitian ini menggunakan usaha kesehatan sekolah terpadu (gabungan model fit for school dan UKS terpilih), yang terdiri dari enam tahap. Instrumen terdiri dari kuesioner pengetahuan, lembar observasi, dan lembar checklist. Cuci tangan pakai sabun dievaluasi selama tiga bulan. Hasil menemukan bahwa terdapat skor meningkat dalam kategori baik untuk keterampilan cuci tangan pakai sabun guru dari 12,5% menjadi 100%, skor dokter kecil dalam kategori baik meningkat pada keterampilan cuci tangan pakai sabun dari 0% sampai 100%, keterampilan dari cuci tangan pakai sabun pada siswa meningkat dalam kategori baik dari 0% menjadi 87,5%. Pemberdayaan komunitas sekolah memengaruhi perilaku mencuci tangan di kalangan siswa SD. Handwashing with soap behavior in Indonesia remains a problem. The cause is associated with lack of awareness in handwashing with soap. This study aimed to determine effect of school community empowerment on handwashing implementation among elementary school students in Dayeuhkolot Subdistrict, Bandung District. This study used quasi experimental design with pretest and posttest, also descriptive and inferential analysis. Samples consisted of 24 teachers, 377 students at 4th – 6th grade and 24 little doctors. The approach method in this study was using integrated school health effort (combined model of fit for school and selected school health effort) consisting of six stages. Instruments were knowledge questionnaires, observation and checklist sheets. Handwashing with soap was evaluated for three months. Results found that score of little doctors in good category increased in skill of handwashing with soap from 0% to 100%, the skill among the students improved in good category from 0% to 87.5%. School community empowerment affects on handwashing behavior among elementary school students.
The Psychological and Sleep-related Impact of Coronavirus Disease 2019 (COVID-19): A Systematic Review Solehati, Tetti; Kosasih, Cecep Eli; Hermayanti, Yanti; Mediani, Henny Suzana
Kesmas Vol. 16, No. 5
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The coronavirus disease 2019 (COVID-19) pandemic has had a global impact on mental health and sleeps quality that is unprecedented in the 21st century.This systematic review aimed to assess the psychological impact of COVID-19 and its effect on people’s sleep. Systematic searches were conducted viaPubMed, ScienceDirect, and ProQuest from 2019 to August 2020, following PRISMA guidelines. Articles were selected based on eligibility criteria such as having a cross-sectional study design, assessing the general public’s mental health status or sleep problems, medical workers and non-medical workers duringthe COVID-19 pandemic, and using standardized and validated scales for measurement. The keywords: COVID-19 OR SARS-CoV-2 AND Mental health ORPsychological health AND General population OR General public AND sleep AND Impact of Coronavirus disease 2019. A total of 23 articles were selectedafter being assessed. During the period of the COVID-19 pandemic, medical workers were found to have psychological problems such as anxiety, depression, stress, Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD), psychological distress, somatization symptoms, suicidal ideation, high risk of severe mental illness, worry, and insomnia. Non-medical workers experienced symptoms of depression. The general public experienced psychological problems: depression, anxiety, stress, bad mood, inability to stop thinking about COVID-19, panic, and experiencing sleep problems such as changing sleep patterns, sleep disturbances, sleep quality, difficulty with sleep initiation, and shortened sleep duration. The COVID-19 pandemic has been associated with psychological problems and sleep disorders for medical workers, non-medical workers, and the general public.
Pendidikan Kesehatan Mobilisasi Dini pada Ibu Post Partum di Ruang Jade RSUD Dr. Slamet Garut Hermayanti, Yanti; Widiasih, Restuning; Solehati, Tetti
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i11.23002

Abstract

ABSTRAK Masa post partum merupakan periode pemulihan penting bagi ibu setelah melahirkan, di mana mobilisasi dini menjadisalah satu intervensi utama yang dapat mempercepat proses pemulihan dan mencegah komplikasi. Kegiatan pendidikan kesehatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman ibu post partum serta pendamping pasien mengenai pentingnya mobilisasi dini, waktu pelaksanaan yang tepat, teknik mobilisasi, serta peran keluarga dalam mendukung proses tersebut. Kegiatan dilaksanakan pada 19 April 2025 di Ruang Jade RSUD dr. Slamet Garut. Metodeyang digunakan adalah ceramah, diskusi, dan demonstrasi langsung. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta yang ditunjukkan melalui skor post-test yang lebih tinggi dibanding pre-test. Selain itu, peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi selama kegiatan berlangsung. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah promotif dan preventif yang mendukung kualitas pelayanan keperawatan maternitas serta mempercepat pemulihan ibu post partum. Kata Kunci: Mobilisasi Dini, Post Partum, Keperawatan Maternitas  ABSTRACT The postpartum period is an important recovery phase for mothers after childbirth, where early mobilization is one of the main interventions that can accelerate the recovery process and prevent complications. This health education activity aims to increase the knowledge and understanding of postpartum mothers and patient companions regarding the importance of early mobilization, the appropriate timing, mobilization techniques, and the role of the family in supporting this process. The activity will be held on April 19, 2025, in the Jade Room of Dr. Slamet Garut Regional General Hospital, The methods used are lectures, discussions, and live demonstrations. The results of the activity show an increase in participants' knowledge, as indicated by higher post-test scores compared to pre-test scores.Additionally, the participants showed high enthusiasm throughout the activity. This activity is expected to be a promotional and preventive step that supports the quality of maternal nursing services and accelerates the recovery of postpartum mothers. Keywords: Early Mobilization, Postpartum, Maternity Nursing
The Description of the Body Image of Adolescent Girls During Puberty Fauzania, Syifa Nurul; Solehati, Tetti; Hidayati, Nur Oktavia
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 6 No 2 (2024): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v6i2.3029

Abstract

Physical changes during puberty are very rapid and are not balanced with psychological changes, which can cause adolescents to pay more attention to their body shape and appearance. If adolescents are unable to accept their body image, it can affect their daily behaviors such as self-confidence, eating patterns, and dietary behavior. This study aims to determine the description of the body image of adolescent girls during puberty at SDN Cingcin 01. This research design is quantitative descriptive. This study used a total sampling technique with a sample size of 55 female students at SDN Cingcin 01 who had reached puberty. Total sampling was used in this study because the population is less than 100 people. Data was collected using the Multidimensional Body Self Relations Questionnaire-Appearance Scale (MBSRQ-AS) to measure the body image with validity test results ranging from 0.438-0.795, and the reliability test results 0.922. Univariate analysis was carried out using descriptive statistics. The results showed that 28 respondents (50.9%) were in the negative body image category. Based on the dimensions, respondents had negative perceptions of appearance evaluation (56.4%) and overweight preoccupation (52.7%), positive perceptions of appearance orientation (56.4%), body area satisfaction (58.2%), and self-classified weight (78.2%). In conclusion, half of the respondents had a negative body image. It is recommended for schools to do health education to improve the body image of their female students.
Nurses’ Perception of Disaster Preparedness in Bandung Kosasih, Cecep Eli; Solehati, Tetti; Trisyani, Yanny; Budiman, Ganjar Wisnu
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 6 No 4 (2024): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v6i4.3637

Abstract

Indonesia as an archipelagic country has various natural and non-natural disasters, the preparedness of health workers, especially nurses, influences disaster management, where nurses have the largest number during disaster management. Objective to identify nurses' perceptions of nurse preparedness in the pre-disaster, disaster, and post-disaster phases in the Bandung City area. The type of research used is descriptive quantitative survey research. The population is all nurses in the West Java region who are adults. The sampling technique used in this study uses convenience sampling. Respondents were nurses in Bandung, a total of 287 people. Data was collected by filling out a questionnaire using Google Forms. The data obtained was then analyzed univariately using descriptive analysis through frequencies and percentages. The results showed that most (80.5%) of disaster education and training was lacking, and a small proportion (19.5%) were good. More than half (54.7%) of knowledge and information about disasters needs to be improved, and almost half (45.3%) is good. Handling of bioterrorism and emergency response Most (61.3%) are poor, and almost half (38.7%) are good. Nurses' response during a disaster was more than half (51.2%) poor, and almost half (48.8%) were good. During the disaster evaluation, more than half (51.2%) were poor, and almost half (48.8%) were good. Overall, the perception of disaster preparedness is more than half (50.4%) poor, and almost half (49.6%) is good. Nurses' perceptions of disaster preparedness in some aspects are still lacking, and some are good.
Co-Authors Aan Nuraeni Ade Kirana Adila, Raisa agus rahmat Agusti, Adriyan Dwi Agustin Agustin Ahmad Yamin Alfiyah, Nur Andini, Melina Rike Andriana, Shela Anggraeni, Farina Anita Purnama Ardliana, Ratna R Aulia, Dian Ayu, Rahadiani Ayuningtias, Rayinda Bilqiis A, Andini Budiman, Ganjar Wisnu Cecep Eli Kosasih Cecep Eli Kosasih chania, Astilia Darmawan, Tasya Alfainninda Putri Darmayanti Darmayanti Dea Aulia Putri Desy Indra Yani Devita Madiuw Dewi, Nadya Puspita Diana Ulfah Dinda, Arini Dyah Setyorini Efri Widianti Eldiana, Liesta Elhaqqa, Arina Elvi Juliansyah Jamari Ermiati Ermiati Fasya Fadillah, Jasmine Fauzania, Syifa Nurul Fauziyyah, Farras Gapa Fikri, Auliya Ramanda Fithriyah, Noor Fithriyah, Noor Gusgus Ghraha Ramdhanie Handayani, Audia Hariyani, Salsa Dila Fitria Hasan, Nur Bilqis Haibah Mufidah Hasna K, Nisrina Henny Suzana Mediani Herman, Regina Yasmine Hidayat, Anne Mayliani Ida Maryati Indriana, Vivi V Indriani , Dinar Iqroansyah, Rifa Ikbal Islamah, Rachelya Nurfirdausi Jamlaay, Ruth Jannah, Zakia Nurul Juniar, Shafira Kinaya Vathia Zalva Niara Komalasari, Masriyah Kosasih , Cecep Eli Kosim Kosim Laili Rahayuwati Lastari, Vina Fuji Lestari, Vina Fuji Lidya Nazhifa Kusumah Mahendra, Olga Sandrela Mahmuudah, Lu'lu N Mamat Lukman, Mamat Marlinda, Yani Mediana, Henny Suzana Miliarta, Evita R Millenika, Valencia Trie Mira Trisyani Mira Trisyani Koeryaman Mujahidah, Gita Mulya, Adelse Prima Mutia, Gina Ummul Nadila Vinri Napisah, Pipih Nur Oktavia Hidayati Nurafni, Ratu Nurfirdausi Islamah, Rachelya Nurhidayah, Ida Nurul Aulia, Syifa Nur’Aini , Erina Prastidini, Tri Pratiwi, Rery Yuliani Pratiwi, Siti Rahmiati Pravidanti, Findhya Rachma Puput Antika Sari Purwanto, Maitza Orita Savita Puspita, Nezla Puspitasari, Neneng Ratnanengsih Puspitasari, Neneng Ratnanengsih Putri, Dea Sephia Putri, Sarah Rauzana Rabbani, Hasna Rahayu, Yuliana Sri Rahmawati, Ai Rahmawati, Syoifa Rahmi, Elisa Rais, Yulia Rais, Yulia Ramdhona, Dinyatul Arba Realita, Chikita Regita, Aulia Putri Restuning Widiasih Rindiarti, Nadia Amelia Rismawati, Ima Rizka Fauzia Rahmah Sakti, Dimas Wibawa Salsabila, Azzahra Salsabila, Khalishah Salsabila, Unik Hanifah Samdjaya, Lu'lu Nadiyya Sari, Citra Windani Mambang Sayu Putu Yuni Paryati Septianah, Tri Indah Setiawan, Sobur Shabrina, Raden Maghfira Izzany Sholihah, Amalia Rizki Siti Sarah Purnamasari Solihah, Amalia Rizqi Sri Hendrawati Sri Susilawati Sukmawati Sukmawati Tanjung, Rifani Okti Putri Tantry, Yustin Usyani Taslam, Afni Faddilah Taty Hernawaty Titin Sutini, Titin Triesna, Meuthia Saulikha Udin Rosidin Winingsih, Wina Witdiawati Witdiawati, Witdiawati Wiwi Mardiah, Wiwi Yanny Trisyani Yanti Hermayanti Zaenal, Zabina Syaharani