Claim Missing Document
Check
Articles

IDENTIFIKASI MIKROBA POTENSIAL FUNGI MIKORIZA ARBUSKULA (FMA) PADA LAHAN PASCATAMBANG PT. HOLCIM INDONESIA Tbk. CIBINONG, BOGOR, JAWA BARAT Ceng Asmarahman; Sri Wilarso Budi; Imam Wahyudi; Erdy Santoso
Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) Vol. 8 No. 3 (2018): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL)
Publisher : Graduate School Bogor Agricultural University (SPs IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpsl.8.3.279-285

Abstract

 Impact of mining activity on environment is very significant, especially in the form of pollution on surface water and ground water. Therefore, it is necessary to rehabilitate the damaged ecosystem in post mining land by introduction of arbuscular mycorrhizal fungi (AMF) as source of local potential inoculants. The objective of this research was identifying AMF species on the basis of size, color, and ornament of the spore. Research method comprised identification of species and number of AMF spore in shale post mining location (Site-1) and limestone post mining location (Site-2) with 4 replications for each site. Research result showed the finding of four genera of AMF, namely genera Glomus sp, Scutelospora sp, Gigaspora sp and Acaulosopra sp. Identification result in the first location showed findings of AMF Glomus-1 as many as 186 spores, Glomus-2 as many as 71 spores, Scutelospora as many as 43 spores, Acaulospora as many as 18 spores and Gigaspora as many as 8 spores. On the second site there were identified AMF spores of Glomus-1 as many as 112 spores, Glomus-2 as many as 45 spores, Scutelospora as many as 12 spores and Gigaspora as many as 9 spores. This research is useful for accelerating the success of revegetation in post mining land.
Uji Efektivitas Inokulum Fungi Mikoriza Arbuskula Terhadap Pertumbuhan Bibit Jati (Tectona Grandis Linn. F) Kartika Megawati; Sri Wilarso Budi; Irdika Mansur
Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) Vol. 9 No. 3 (2019): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan
Publisher : Graduate School Bogor Agricultural University (SPs IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpsl.9.3.587-595

Abstract

Arbuscular mycorrhizal fungi is a phylum of Glomeromycota. Arbuscular mycorrhizal fungi (AMF) propagule are spores, mycor-rhizal fungal hyphae and infected root fragments. The aims of this research were to analyze the effectivity of root inoculum of AMF to enhance teak (Tectona grandis Linn F.) seedling growth. The research was used complete randomized design (CRD)-split plot design. The main plot was root inoculum of AMF, sub plot is a media sterilization and media is not sterilized. The results showed that root inoculum of AMF and media effectively improved teak growth, especially in height, diameter, and shoot dry weight. Root inoculum of AMF is able to be used as the source of inoculum for the growth teak seedling. Fresh inoculum was found to be better than root inoculum stored at room temperature and root inoculum stored at refrigerator temperature (5°C). Storage of root inocu-lum at room temperature and refrigerator temperature (5°C) for two weeks decreased the effectiveness of inoculum. Type of mixed inoculum and inoculum of Acaulospora sp. root resulted in better growth compared with G. clarum root inoculum.
PENGARUH KOMPOS CAMPURAN AMPAS DAUN SEREH WANGI DENGAN ABU TERBANG TERHADAP PERTUMBUHAN Cananga odorata Alfi Laila Zuhriansah; Irdika Mansur; Sri Wilarso Budi R.
Jurnal Teknologi Mineral dan Batubara Vol 16, No 2 (2020): Jurnal Teknologi Mineral dan Batubara Edisi Mei 2020
Publisher : Puslitbang tekMIRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30556/jtmb.Vol16.No2.2020.1077

Abstract

Abu terbang digunakan sebagai bahan campuran alternatif dalam pengomposan ampas daun sereh wangi sebagai pengganti dolomit. Campuran ampas daun sereh wangi dengan 2%, 5%, 10%, dan 15% abu terbang, ditambah 2% dolomit maupun tanpa penambahan bahan alkali dikomposkan terlebih dahulu. Kompos ditambahkan ke dalam tanah dengan perbandingan 1:1 b/b untuk mengetahui pengaruhnya terhadap pertumbuhan Cananga odorata. Parameter pertumbuhan yang diamati yaitu pertambahan tinggi dan diameter tanaman, jumlah akar sekunder, panjang akar, berat kering pucuk dan akar, biomassa total, serapan hara, serta nisbah pucuk akar yang dianalisis 6 minggu setelah tanam. Analisis kandungan C-organik, N, P, K, Cu, Mn, Cd, Pb, dan As dilakukan pada media dan jaringan tanaman yang mendapat perlakuan tanah dengan penambahan kompos dari campuran ampas daun sereh wangi dengan 15% abu terbang (P6) dan dibandingkan dengan kandungan nutrisi yang sama pada media tanah tanpa kompos (K) maupun media dengan kompos dari campuran ampas daun sereh wangi dengan 2% dolomit (P2). Perlakuan P6 menghasilkan N, P dan K total yang cenderung tinggi, meningkatkan akumulasi dan serapan N hingga 20%, serta pH media tanam yang stabil pada kondisi netral. Perlakuan P6 juga menghasilkan konsentrasi Pb, Mn, Cu, As dan Cd dalam media tanam, serta akumulasinya dalam jaringan C. odorata yang rendah. Perlakuan P6 ke dalam tanah dapat menurunkan akumulasi Mn dan Cu dalam jaringan C. odorata. Berdasarkan hasil tersebut, kompos dengan campuran abu terbang dapat dimanfaatkan sebagai bahan alternatif pengganti kompos dengan campuran dolomit.
Peranan rizobakteri dan fungi mikoriza arbuskular dalam proses fotosintesis dan produksi gula sorgum manis (Sorghum bicolor L. Moench) Role of rhizobacteria and arbuscular mycorrhizal fungi in increasing photosynthesis process and sugar production of sweet sorghum (Sorghum bicolor L. Moench) Bedah RUPAEDAH; Iswandi ANAS; Dwi Andreas SANTOSA; Wahono SUMARYONO; Sri Wilarso BUDI
E-Journal Menara Perkebunan Vol 83, No 1: Juni 2015
Publisher : INDONESIAN RESEARCH INSTITUTE FOR BIOTECHNOLOGY AND BIOINDUSTRY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.72 KB) | DOI: 10.22302/iribb.jur.mp.v83i1.13

Abstract

AbstractDual inoculation effects of rhizobacteria andAMF as well as the addition of chemical fertilizerson photosynthesis were studied by analyzingprocess of CO2 gas exchange, chlorophyll content,nutrient uptake, sugar content and growth of sweetsorghum. AMF inoculation as a single cultureincreased carbon assimilation, stomatal conductance,intercellular CO2 concentration, phosphoruscontent, chlorophyll content, sugar content, plantheight, shoot weight and mycorrhizal colonization.Interaction of AMF and rhizobacteria increasedsugar content of sweet sorghum stems andpotassium content of sweet sorghum leaves,whereas its interaction with chemical fertilizerssignificantly increased chlorophyll content, sugarcontent and mycorrhizal colonization of sorghumplant roots. Interaction of AMF, rhizobacteria andchemical fertilizers increased sugar content, rootweight and mycorrhizal colonization. The use ofAMF solely or its interaction with rhizobacteriaand chemical fertilizers had a great potential inimproving photosynthesis process of sweetsorghum. The process is associated with increasingcrop productivity, such as sugar content ofsorghum which is potential as a source ofrenewable energy.AbstrakPengaruh inokulasi ganda rizobakteri danFMA dengan penambahan pupuk kimia dipelajaridengan cara menganalisis proses pertukaran gas CO2, kandungan klorofil, kandungan hara dan gula,pertumbuhan dan produktivitas sorgum manis.Inokulasi FMA sebagai kultur tunggal dapatmeningkatkan asimilasi karbon, konduktansistomata, konsentrasi CO2 interselular, kandunganfosfor, kandungan klorofil, kandungan gula, tinggitanaman, berat batang dan derajat kolonisasimikoriza. Interaksi antara rizobakteri dan FMAdapat meningkatkan kandungan gula batang dankalium daun sorgum manis, sedangkan interaksinyadengan pupuk kimia dapat meningkatkan kandunganklorofil dan gula serta derajat kolonisasimikoriza pada perakaran sorgum manis. Sementaraitu, interaksi FMA, rizobakteri dan pupuk kimiadapat meningkatkan kandungan gula batang, beratakar dan derajat kolonisasi mikoriza pada perakaransorgum manis. Penggunaan FMA baik sendirimaupun interaksinya dengan rizobakteri dan pupukkimia memiliki potensi besar dalam meningkatkanproses fotosintesis sorgum manis. Proses tersebutberkaitan dengan peningkatan produktivitas sorgummanis dalam hal ini kandungan gula sorgum manisyang berpotensi sebagai sumber energi terbarukan.
Peranan Burung sebagai Agen Penyebaran Benalu pada Jati di Kebun Benih Klonal (KBK) Padangan, Perum Perhutani Zainal Muttaqin; Sri Wilarso Budi R.; Basuki Wasis; Iskandar Z. Siregar; Corryanti Corryanti
ZOO INDONESIA Vol 25, No 2 (2016): Desember 2016
Publisher : Masyarakat Zoologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52508/zi.v25i2.3358

Abstract

Tujuan penelitian ini ialah untuk menelaah peranan burung sebagai agen penyebaran benalu yang menginfeksi tegakan jati di Kebun Benih Klonal (KBK) Padangan. Rancangan penelitian berupa Petak Contoh Pengamatan (PCP) terdiri atas Petak Ukur Pengamatan (PUP-PUP) berukuran 50m x 50m sebanyak empat PUP dalam unit PCP dibedakan pada tingkat serangan benalu ringan, sedang, berat dan kontrol. Metode penilaian peranan burung menggunakan focal animal sampling dengan cara pengamatan perilaku burung yang berinteraksi dengan jenis benalu dominan Dendrophthoe pentandra pada jati; dilengkapi inventarisasi jumlah, kelimpahan relatif, dan penyebarannya menggunakan metode IPA (Index ponctualle de’Abondance). Hasil pengamatan menunjukkan terdapat tiga kelompok peranan burung sebagai agen penyebaran benalu ialah: 1) specialist frugivor ialah pemakan buah yang menangani buah benalu secara lengkap dengan cara defekasi, regurgitasi, dan pecking meliputi cabai jawa (Dicaeum trochileum), cabai polos (Dicaeum concolor), cabai gunung (Dicaeum sanguinolentum), dan khusus cucak kutilang (Pynonotus aurigaster) yang menangani buah benalu secara regurgitasi dan pecking dianggap sebagai secondary dispersers, 2) generalist frugivor yang menangani buah benalu secara tidak lengkap dianggap penyebar tambahan (occasionally dispersers) meliputi madu sriganti (Nectarinia jugularis), cinenen pisang (Orthotomus sutorius), madu jawa (Aethopyga mystacalis), 3) opportunistic frugivor yang tidak menangani buah benalu atau berkaitan tidak langsung dengan penyebaran biji benalu sebanyak 13 jenis burung lainnya. Parameter populasi burung menurut jumlah, kelimpahan relatif dan penyebarannya yang luas mencakup lima urutan teratas ialah cabai jawa (D. trochileum), madu sriganti (N. jugularis), bondol jawa (Lonchura leucogastroides), sepah hutan (Pericrocotus flammeus), cucak kutilang (Pynonotus aurigaster).
Response of Eucalyptus pellita and Eucalyptus deglupta seedling growth to aluminum exposure Mohammad Agus Salim Salim; Luluk Setyaningsih; Imam Wahyudi; Sri Wilarso Budi
Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) Vol 12 No 2 (2022): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL)
Publisher : Graduate School Bogor Agricultural University (SPs IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpsl.12.2.246-258

Abstract

Aluminum (Al) is one of the problems and is a factor inhibiting plant growth on soils with acidic pH. This study aims to examine the growth response of Eucalyptus pellita and Eucalypus Deglupta seedlings to Al exposure. This study used a completely randomized design (CRD) with one factor, where the Al concentration consisted of 5 levels, namely: 0 mM (control), 2 mM, 4 mM, 6 mM, and 8 mM with 3 repetitions each and each repetition consisted of 3 units of the plant. The results showed that Al treatment had a significant effect on the growth parameters of both plant types, except for the root dry weight parameter for E. deglupta. Increasing the Al concentration can reduce almost all growth parameters. The 4 mM Al concentration was able to increase the height growth, plant dry weight (roots and shoots), and tolerance index for the E. pellita species, while the Al 2 mM concentration was able to increase the root growth of E. deglupta plants. Almost all growth parameters for E. pellita species were higher than that of E. deglupta, except for the SPAD chlorophyll index. The concentrations of 6 mM and 8 mM were toxic to E. pellita and E. deglupta.
STRUKTUR DAN METODE PERKECAMBAHAN BENIH ROTAN JERNANG (Daemonorops dransfieldii Rustiami) Eny Widajati; Nelly Fridayanti; Endah Retno Palupi; Satriyas Ilyas; Sri Wilarso Budi
Jurnal Perbenihan Tanaman Hutan Vol 10, No 1 (2022): Jurnal Perbenihan Tanaman Hutan
Publisher : Forest Tree Seed Technology Research & Development Center (FTSTRDC)/ Balai Penelitian dan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/bptpth.2022.10.1.81-99

Abstract

Buah rotan jernang merupakan hasil hutan bukan kayu bernilai ekonomi tinggi karena pada eksokarp buah terdapat resin. Buah rotan jernang dipanen sebelum benih mencapai masak fisiologis untuk mendapatkan resin kualitas tinggi sehingga tanaman tidak dapat meregenerasi secara alamiah dan rotan jernang di habitat alami semakin berkurang. Kendala dalam ketersedian benih bermutu adalah perkecambahan lama dan pertumbuhan bibit tidak seragam. Tujuan penelitian adalah untuk mendapatkan metode perkecambahan yang lebih cepat dan seragam, mempelajari proses perkecambahan, dan mengembangkan metode uji daya berkecambah. Percobaan pertama menggunakan RAL dua faktor. Faktor pertama adalah pencongkelan operkulum, terdiri atas dua taraf yaitu benih utuh dan benih tanpa operkulum. Faktor kedua adalah perendaman benih terdiri atas tiga taraf yaitu kontrol, perendaman menggunakan aquades dan KNO3 0,2%. Percobaan kedua menggunakan RAL satu faktor yaitu media perkecambahan terdiri atas media pasir dan cocopeat. Data dianalisis menggunakan SAS 9.4 dan diuji lanjut menggunakan DMRT pada taraf kepercayaan 5%. Pencongkelan operkulum dan tanpa perendaman dapat meningkatkan indeks vigor dan kecepatan tumbuh. Proses perkecambahan benih rotan jernang (benih tanpa operkulum) terdiri atas empat tahap yaitu terbentuk tangkai kotiledon, kotiledon ligule, akar dan daun. Hitungan pertama dan hitungan terakhir uji daya berkecambah adalah 72 dan 104 hari setelah tanam. Kriteria kecambah normal adalah panjang plumula minimum ±15 mm, akar berkembang dengan sempurna yaitu terdapat akar primer dan akar sekunder.  Media terbaik untuk perkecambahan benih rotan jernang adalah pasir. 
Effect of Arbuscular Mycorrhizal Inoculation and Cow Manure on the Growth of Eucalyptus Seedlings (Melaleuca cajuputi) in Postmining Lime Soil Sri Wilarso Budi; Meli Nurdiani
Jurnal Silvikultur Tropika Vol 13 No 03 (2022): Jurnal Silvikutur Tropika
Publisher : Departemen Silvikultur, Fakultas Kehutanan dan Lingkungan, Institut Pertanian Bogor (IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/j-siltrop.13.03.177-183

Abstract

Tanah pasca tambang kapur memiliki kesuburan yang rendah sehingga proses revegetasi akan terhambat. Penambahan amelioran tanah dan pemilihan tanaman yang tepat diperlukan agar revegetasi berhasil dengan baik. Penggunaan Fungi Mikoriza Arbuskular (FMA) dan pupuk kandang sapi diharapkan dapat membantu pertumbuhan tanaman pada tanah pasca tambang batu kapur. Tujuan penelitian ini adalah (1) menganalisis pengaruh interaksi FMA dan pupuk kandang sapi terhadap pertumbuhan tanaman kayu putih di tanah pasca tambang kapur, (2) menganalisis dosis pupuk kandang yang optimal dalam meningkatkan pertumbuhan kayu putih. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan dua faktor perlakuan (mikoriza dan pupuk kandang sapi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh dari interaksi antara inokulasi FMA dengan pupuk kandang sapi. Pemberian FMA secara tunggal juga tidak berpengaruh secara nyata terhadap pertumbuhan semai kayu putih. Sementara faktor tunggal pupuk kandang sapi berpengaruh nyata pada pertumbuhan semai, dosis terbaik pupuk kandang sapi yaitu 15% yang dapat meningkatkan pertumbuhan tinggi dan diameter masing-masing sebesar 28,04% dan 38,41% dibanding tanaman kontrol. Kata kunci: kayu putih, mikoriza, pupuk kandang sapi, tanah pasca tambang kapur
Physiological responses and growth of Samanea saman grown in a biodegradable seedling container filled with post-silica mined soil media in the greenhouse Sri Wilarso Budi; Andi Sukendro; Cahyo Wibowo; Khiorunnisa Rizki Dwi Jayati
Journal of Degraded and Mining Lands Management Vol 10, No 3 (2023)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15243/jdmlm.2023.103.4509

Abstract

A biodegradable seedling container was developed to minimize plastic waste in the field during post-mining land revegetation activities. Therefore, this study aims to evaluate the physiological response and growth of Samanea saman grown in a biodegradable seedling container filled with post-silica mined soil media. A factorial experimental design was used with two factors, namely (1) basic raw materials, namely recycled newspaper, compost, and cocopeat, and (2) size of raw materials, including 5 mesh, 10 mesh, and 8 mesh. The parameters measured were photosynthetic rate, leaf greenness index, transpiration rate, height, and diameter of S. saman seedlings. The results showed that the interaction between the composition and size of basic raw materials of the biodegradable seedling container significantly increased the photosynthetic rate, leaf greenness index, transpiration rate, height, and diameter of seedlings. There was also a positive correlation between the rate of photosynthetic and leaf greenness index (r = 0.838). Furthermore, the C/N ratio of the biodegradable pot varied depending on the composition of materials used. After two months, the C/N ratio decreased, indicating that decomposition processes had occurred. Analysis of the biodegradable seedling container showed that it contains less than 0.08 mg Pb kg-1, which was considered a non-toxic element for plant growth.
KEANEKARAGAMAN FLORA DI AREA PASCA TAMBANG BERAU, KALIMANTAN TIMUR, INDONESIA Ida Rosita; Sri Wilarso Budi; Imam Gozali; Jenny Rumondang; Saridi
JURNAL AGRIMENT Vol 8 No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51967/jurnalagriment.v8i1.2480

Abstract

Coal mining activities in Indonesia have a negative impact on the environment. Some vegetations are disturbed even be lost especially in mining with open mine operation. Revegetation is one of activities that can improve the quality of post mining land, which are also included in post mining land reclamation activities. The purpose of this study is to analyze the biodiversity of flora in post-coal mining revegetation area and to compare the condition of vegetation in various revegetation age classes with the condition of vegetation in natural forest. Vegetation data were collected using the plotted line method in natural forest and plot method with the systematic sampling method with random start (revegetation area). The analysis found that overall conditions of revegetation area have more diverse number of species, namely 52 species woody plant species, and 23 herbaceous plant species, compared to the natural forest, which only has 46 woody plant species and 2 herbaceous plant species. Generally, diversity index and species increment in vegetation area at age more than 4 years is higher and approaching the state of natural forest than revegetation area age 0 - 2 years.
Co-Authors , Hariyadi AAboe B. Saidi Abdurrani Muin Adisti Permatasari Putri Hartoyo Agustina Puspita Dewi Aji Nuralam Dwisutono Akhir, Jumadil Akhmad Wahyudi Al Muzahiq, Hizbullah Allaily Allaily Andi Sukendro Ani Kurniawati Arif Budi Setiawan Arifandi, Candra Pradana Arum Sekar Wulandari Atang Sutandi Bambang S. Purwoko Baskoro Rochaddi Basuki Wasis Bayu Winata, Bayu Bedah Rupaedah Berry Oktavianto Betty Purwati Cahyo Wibowo Cahyo Wibowo Ceng Asmarahman Christina, Fiona Corryanti . Corryanti Corryanti Dadan Mulyana Daniel Happy Putra Dida Syamsuwida Didy Sopandie Dona Octavia DWI ANDREAS SANTOSA Dwi Puspasari Arum Ramadhani Elis Nina Herliyana Endah Retno Palupi Endang Suhendang Eny Widajati Erdy Santoso Erdy Santoso Erlina Rahmayuni, Erlina Fadhlurrahman, Muhammad Miftah Faisal Al Asad Fatimah Nur Istiqomah Febrina, Ayudia Fiona Christina Fransisca Yosina Regina Luturmas Gunawan Gunawan Hamim Hamim Harus, Johanes S Herman, Welly Heru Bagus Pulunggono Husna Husna Husna Husna Hutami Indah Pertiwi Ida Rosita Ida Rosita Ikbal . Ikbal Ikbal Imam Gozali Imam Wahyudi Indrawan, Imam Wahyudi Intan Fajar Kemala Irdika Mansur Irmanida Batubara Iskandar . Iskandar Iskandar Iskandar Iskandar Iskandar M. Lapanjang Iskandar Z Siregar ISKANDAR ZULKARNAEN SIREGAR Istomo . Iswandi Anas JAYANI, FARADILA MEI Jenny Rumondang Jenny Rumondang Jumadil Akhir Kartika Megawati Kartini Kramadibrata Kartini Kramadibrata Khiorunnisa Rizki Dwi Jayati Khoryfatul Munawaroh Kurniati Kurniati Lina Karlinasari Luluk Setyaningsih Maman Turjaman Maman Turjaman Maman Turjaman Maman Turjaman Maman Turjaman Maryani Fatimah Putri Hardhani Maya Melati MEITY SURADJI SINAGA MEITY SURADJI SINAGA Meli Nurdiani Mohammad Agus Salim Mohammad Agus Salim Salim Muhammad Helmi Muttaqin, Zainal MZ, Karina Nelly Fridayanti Noor F Mardatin NUNANG LAMAEK MAY Nurheni Wijayanto Octaverina, Shinta Kartika Panca Dewi MH Karti Prijanto Pamoengkas Puspitasari, Sri Putri Aurum Putri Aurum Rahmatia, Citra Rahmawati Rahmawati Rumondang, Amandita Lintang Sabti Indah Purwanti Safinah S. Hakim S Hakim Safinah Surya Hakim Saridi Satriyas Ilyas Silitonga, Exsaudina Siti Hanna Ghaida Sri Muryati Sri Muryati Sri Muryati Sri Muryati Sudirman Yahya SUDIRMAN YAHYA Suharti, Sri Surono Tedi Yunanto Teuku Tajuddin Tirsa Eka Saputri Ulfah Juniarti Siregar Wahono Sumaryono Yadi Setiadi Yadi Setiadi Yadi Setiadi Yan Eka Prasetyawati YENNI BAKHTIAR YENNI BAKHTIAR YENNI BAKHTIAR Zainal Muttaqin Zuhriansah, Alfi Laila