Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Jurnal Agro

Keefektifan beberapa senyawa kimia sebagai agen penginduksi resistensi tanaman sawi terhadap penyakit bercak daun Curvularia Tarkus Suganda; Dinda Yulindar Wulandari
Jurnal Agro Vol 6, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Agroteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/4619

Abstract

Penyakit bercak daun Curvularia merupakan penyakit baru pada tanaman sawi. Pengendalian penyakit dengan fungisida sintetik sangat berbahaya karena daun sawi dikonsumsi sebagai sayuran mentah atau pengolahan minimal, untuk itu diperlukan alternatif cara pengendalian yang lebih aman bagi kesehatan seperti menginduksi resistensi tanaman menggunakan bahan kimia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan beberapa bahan penginduksi resistensi seperti asam salisilat, kitin, K2HPO4, dan vitamin B1. Sementara, Bion M1/48, bahan penginduksi komersial, digunakan sebagai pembanding. Bahan penginduksi diaplikasikan melalui cara perendaman benih dan disemprotkan. Pada perlakuan perendaman, benih direndam dalam suspensi bahan penginduksi selama 12 jam, sedangkan pada perlakuan penyemprotan, bahan penginduksi disemprotkan satu kali yaitu dua hari sebelum inokulasi dilakukan. Inokulasi patogen yang digunakan memiliki suspensi konidia kerapatan 5 x 105 konidia ml-1. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan empat  ulangan. Pengamatan dilakukan terhadap masa inkubasi dan intensitas penyakit. Hasil pengujian menunjukkan bahwa perendaman benih asam salisilat, kitin dan K2HPO4, mampu menunda kemunculan gejala sakit lebih lama dibandingkan Bion M 1/48. Terhadap intensitas penyakit, asam salisilat, kitin, dan K2HPO4, juga efektif menginduksi resistensi tanaman sawi terhadap penyakit bercak daun Curvularia. Ketiga senyawa kimia ini potensial untuk digunakan sebagai pengganti fungisida sintetis dalam mengendalikan penyakit bercak daun Curvularia pada tanaman sawi.ABSTRACTCurvularia leaf spot is a new disease on mustard green (Brassica juncea L.). The diseases control with synthetic fungicide is dangerous since mustard green leaves are freshly consumed or with minimum treatments. Therefore, a safer alternative method must be sought such inducing plant resistance using chemical inducers. This research aimed to evaluate effectiveness of salicylic acid, chitin, K2HPO4, vitamin B1, as resistance inducers. Meanwhile,  Bion M 1/48, a commercial inducer, was used as the check treatment. These substances were applied as either seed soaking or spraying. In the soaking treatmet, the seeds were soaked for 12 hours duration, whereas in the spraying treatment, chemicals were applied once, at two days before inoculation with conidial suspension of 5 x 105 conidia ml-1. Experimental plants were arranged in a Randomized Block Design with four replicates. Observation was carried out on incubation period and disease intensity. Results showed that soaking the seed in salicylic acid, chitin and K2HPO4 was able to delay the appearance of symptoms, better than of Bion M 1/48. Towards disease intensity, salicylic acid, chitin, and K2HPO4 were also effective in inducing resistance of mustard green leaves against Curvularia leaf spot.  The three substances were potential to be applied as an alternative to synthetic fungicide in managing Curvularia leaf spot on the mustard green.
Uji Kualitas Ubi Beberapa Klon Kentang Hasil Persilangan untuk Bahan Baku Keripik Helmi Kurniawan; Tarkus Suganda
Jurnal Agro Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : Jurusan Agroteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/79

Abstract

Penelitian ini bertujuan menguji kualitas ubi beberapa klon kentang hasil persilangan sebagai bahan baku keripik. Penelitian dilakukan mulai Bulan Mei sampai Bulan Juli 2013 di Laboratorium Pasca Panen Balai Penelitian Tanaman Sayuran.Rancangan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga ulangan. Perlakuan yang diuji terdiri dari 6 klon hasil persilangan dan 3 varietas pembanding. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan klon kentang memberikan pengaruh terhadap warna, rasa, kerenyahan, dan penampilan keripik yang dihasilkan dan klon kentang terbaik yang memenuhi persyaratan kualitas sebagai bahan baku keripik kentang adalah klon AR 08.The objective of the research was to determine the quality of potato clones derived fromcrossing for potato chips. The research was conducted from May to July 2013 in Postharvest Laboratory of Research Institute for Vegetables, and arranged in a completely randomized design with tree replications. Quality test of 6 clones derived from crossing and 3 varieties control. The results showed that the difference in potato clones give effect to the color, taste, crispyness, and the appearance of the resulting chips and potato clones that best meet the quality requirements for potato chips was cloned AR 08.UJI KUALITAS UBI BEBERAPA KLON KENTANG HASIL PERSILANGAN UNTUK BAHAN BAKU KERIPIK
Antagonisme jamur rizosfer tanaman karet terhadap Rigidoporus microporus secara in vitro dan in planta Yulia, Endah; Rahayu, Aldi; Suganda, Tarkus
Jurnal AGRO Vol 9, No 1 (2022)
Publisher : Jurusan Agroteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/17824

Abstract

Penyakit jamur akar putih (JAP) yang disebabkan oleh Rigidoporus microporus merupakan penyakit penting pada tanaman karet. Pengendalian penyakit JAP umumnya menggunakan fungisida sintetik yang berdampak buruk terhadap lingkungan dan berbiaya mahal. Salah satu cara pengendalian penyakit tular tanah yang lebih murah dan efisien adalah pemanfaatan mikroorganisme antagonis. Penelitian ini bertujuan untuk menguji antagonisme jamur rizosfer tanaman karet (JRK) terhadap R. microporus. Penelitian dilaksanakan dari November 2021 hingga Februari 2022 menggunakan metode survei di Perkebunan Karet Rakyat (PKR) Sakambangan, Kabupaten Garut, Jawa Barat serta metode eksperimental di Laboratorium Fitopatologi, Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran. Rancangan Acak Lengkap digunakan untuk dua uji antagonisme yaitu dual culture (in vitro) berupa perlakuan 17 isolat JRK dan kontrol R. microporus serta uji potongan akar (in planta) berupa perlakuan 8 isolat JRK dan dua kontrol dengan tiga kali ulangan. Dari hasil penelitian diperoleh 17 isolat jamur termasuk genus Trichoderma, Aspergillus, Penicillium, Gliocladium, Paecilomyces, Acremonium dan Cladosporium, serta empat isolat tidak teridentifikasi. Semua isolat menghambat pertumbuhan R. microporus pada uji in vitro dan kolonisasi pada uji in planta dengan penghambatan tertinggi masing-masing 86,07% dan 85,33%. Trichoderma sp., Aspergillus sp. dan Penicillium sp. merupakan jamur antagonis potensial untuk mengendalikan R. microporus asal PKR Sakambangan.ABSTRACTWhite root rot disease (WRRD) incited by Rigidoporus microporus is an important disease in rubber plants. WRRD is commonly controlled using synthetic fungicide, nevertheless it is expensive and harmful to environment. One way to control soil-borne diseases that is considered cheaper, efficient and safer is by using antagonistic microorganisms. This study aimed to examine the antagonism of rubber plant rhizosphere fungi (RRF) against R. microporus. The research was carried out from November 2021 to February 2022. Research used survey method at a rubber plantation in Sakambangan, Garut Regency, West Java, and experimental method at the Phytopathology Laboratory, Faculty of Agriculture, Universitas Padjadjaran. A Completely Randomized Design was used for the two antagonism tests, namely dual culture (in vitro) of 17 RRF isolates and R. microporus as control treatment while a rubber root piece test (in planta) was used for testing 8 RRF isolates and two control treatments with three replications. The results derived 17 fungal isolates in the genera of Trichoderma, Aspergillus, Penicillium, Gliocladium, Paecilomyces, Acremonium, Cladosporium, and four unidentified. All isolates inhibited the growth (86.07%) and colonization (85.33%) of R. microporus. Trichoderma sp., Aspergillus sp. and Penicillium sp. are potential antagonists against R. microporus of Sakambangan rubber plantation origin.
Antagonisme jamur rizosfer tanaman karet terhadap Rigidoporus microporus secara in vitro dan in planta Yulia, Endah; Rahayu, Aldi; Suganda, Tarkus
Jurnal AGRO Vol. 9 No. 1 (2022)
Publisher : Jurusan Agroteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/17824

Abstract

Penyakit jamur akar putih (JAP) yang disebabkan oleh Rigidoporus microporus merupakan penyakit penting pada tanaman karet. Pengendalian penyakit JAP umumnya menggunakan fungisida sintetik yang berdampak buruk terhadap lingkungan dan berbiaya mahal. Salah satu cara pengendalian penyakit tular tanah yang lebih murah dan efisien adalah pemanfaatan mikroorganisme antagonis. Penelitian ini bertujuan untuk menguji antagonisme jamur rizosfer tanaman karet (JRK) terhadap R. microporus. Penelitian dilaksanakan dari November 2021 hingga Februari 2022 menggunakan metode survei di Perkebunan Karet Rakyat (PKR) Sakambangan, Kabupaten Garut, Jawa Barat serta metode eksperimental di Laboratorium Fitopatologi, Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran. Rancangan Acak Lengkap digunakan untuk dua uji antagonisme yaitu dual culture (in vitro) berupa perlakuan 17 isolat JRK dan kontrol R. microporus serta uji potongan akar (in planta) berupa perlakuan 8 isolat JRK dan dua kontrol dengan tiga kali ulangan. Dari hasil penelitian diperoleh 17 isolat jamur termasuk genus Trichoderma, Aspergillus, Penicillium, Gliocladium, Paecilomyces, Acremonium dan Cladosporium, serta empat isolat tidak teridentifikasi. Semua isolat menghambat pertumbuhan R. microporus pada uji in vitro dan kolonisasi pada uji in planta dengan penghambatan tertinggi masing-masing 86,07% dan 85,33%. Trichoderma sp., Aspergillus sp. dan Penicillium sp. merupakan jamur antagonis potensial untuk mengendalikan R. microporus asal PKR Sakambangan.ABSTRACTWhite root rot disease (WRRD) incited by Rigidoporus microporus is an important disease in rubber plants. WRRD is commonly controlled using synthetic fungicide, nevertheless it is expensive and harmful to environment. One way to control soil-borne diseases that is considered cheaper, efficient and safer is by using antagonistic microorganisms. This study aimed to examine the antagonism of rubber plant rhizosphere fungi (RRF) against R. microporus. The research was carried out from November 2021 to February 2022. Research used survey method at a rubber plantation in Sakambangan, Garut Regency, West Java, and experimental method at the Phytopathology Laboratory, Faculty of Agriculture, Universitas Padjadjaran. A Completely Randomized Design was used for the two antagonism tests, namely dual culture (in vitro) of 17 RRF isolates and R. microporus as control treatment while a rubber root piece test (in planta) was used for testing 8 RRF isolates and two control treatments with three replications. The results derived 17 fungal isolates in the genera of Trichoderma, Aspergillus, Penicillium, Gliocladium, Paecilomyces, Acremonium, Cladosporium, and four unidentified. All isolates inhibited the growth (86.07%) and colonization (85.33%) of R. microporus. Trichoderma sp., Aspergillus sp. and Penicillium sp. are potential antagonists against R. microporus of Sakambangan rubber plantation origin.
Co-Authors A.M. Kalay Aep Wawan Irawan Agung Karuniawan Agus Susanto Ai Siti Santriyani Amalia Murnihati Noerrizki Amanda, Lauren Thalita Andang Purnama Andhita Nadhirah Avissa Ayuningdiyas Azhhar Hadyarrahman Bari, Ichsan Nurul Budi Irawan Ceppy Nasahi Danar Dono Danar Dono Danar Dono Debby Ustari Dinda Y Wulandari Dinda Yulindar Wulandari Endah Rismawati Endah Yulia Endah Yulia Endah Yulia Yulia Fahmi, Rahmad Bahaudin Fitri Widiantini Gabbi Andria Dwitia Putri Harlino Nandha Prayudha Helmi Kurniawan Helmi Kurniawan Hersanti - Indah Nita Chrysilla Simarmata Ineu Sulastrini Iwan Setiawan Jabbar, Muhammad Aqshal Azizil Jutti Levita Kaltsum, Rumaisha Thifaaliyah Keliat, Chrisnasari Yanti Khairul Zen Kholifah, Sisca Noor Lindung Tri Puspasari Luciana Djaya, Luciana Martua Suhunan Sianipar Maulana, Ghifari Aditya Murdaningsih H. K. Neneng Sri Widayani Nenet Susniahti Noladhi Wicaksana Noor Istifadah Pini Komalasari Puspa Radityo Putri Putri Ardhya Anindita Rahayu, Aldi Rangga Irawan Prasetyo Reginawanti Hindersah Ridwan Setiamihardja Rika Meliansyah Risma Yuniah Nur’haqi Rizky Ramdhani Rizqullah, Ahmad Fauzan Rohmah, Nanda Dea Nikmatu Sadeli Natasasmita Satriyo Restu Adhi SIska Rasiska, SIska Sofia Kholifatu Wahda Sri Hartati Sudarjat Sudarjat Sudarjat Sudarjat Syarif Hidayat Syarif Hidayat Toto Sunarto Tresna Kusuma Putri Trixie A. Ulimaz Trixie Almira Ulimaz Tualar Simarmata Tualar Simarmata Vergel Concibido Vergel Concibido Vergel Concibido Vergel Concibido Vira Kusuma Dewi Virda Aziza Virda Aziza Wahyu Daradjat Natawigena Wahyu Daradjat Natawigena, Wahyu Daradjat Wawan Kurniawan Yadi Supriyadi Yani Maharani, Yani Yulia, Endah Yulia Yunira, Alma Yusup Hidayat Yusup Hidayat