Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : JTM

UPAYA PENINGKATAN PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN MAHASISWA BERDASARKAN HASIL ANALISIS METODE SERVQUAL DAN REGRESI LINIER BERGANDA (STUDI KASUS JURUSAN TEKNIK MESIN UNIVERSITAS DI MALANG) Sujatmiko, Sujatmiko
Jurnal Teknik Mesin Vol 2, No 02 (2013): Jurnal Teknik Mesin
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (141.692 KB)

Abstract

Tercatat lebih kurang 27 Perguruan Tinggi di Kota malang ini merupakan situasi persaingan yang semakin ketat dari waktu ke waktu, menyebabkan banyak perguruan tinggi swasta sulit untuk meningkatkan jumlah mahasiswa yang masuk [1]. Pada Jurusan Teknik Mesin Perguruan Tinggi Universtas yang terdapat di Malang belum diidentifikasi kualitas pelayanan dan strategi yang menunjang terhadap tingkat kepuasan dari mahasiswa sehingga dapat meningkatkan kualitas dari Mahasiswa. Pada penelitian ini dilakukan penggabungan metode Servqual dan Regresi linier berganda untuk menganalisis hasil kuesioner. Pengolahan ini menghasilkan nilai Gap dan analisis regresi linier maka dapat dihitung Servqual terbobotnya sehingga diketahui kriteria-kriteria yang akan diprioritaskan untuk ditingkatkan kualitas pelayanannya. Sehingga didapat kesimpulan dan rekomendasi upaya perbaikan peningkatan kualitas pelayanan dari kriteria-kriteria yang diprioritaskan untuk ditingkatkan kualitas pelayanannya.Berdasarkan pengolahan data dengan menggunakan analisis regresi linier berganda hanya dimensi tangible yang berpengaruh secara signifikan untuk meningkatkan kepuasan secara keseluruhan. Untuk perbaikan kondisi fisiknya dilakukan prioritas perbaikan sebagai berikut perbaikan kelengkapan sarana dan prasarana dalam media informasi (internet), perbaikan kelengkapan sarana dan prasarana dalam perkuliahan, penambahan Sarana informasi penunjang, perbaikan Kondisi tempat duduk dan meja kelas nyaman, kebersihan ruang kelas, perbaikan kelengkapan sarana dan prasarana dalam perpustakaan, perbaikan Sirkulasi udara ruang kelas nyaman, suhu ruang kelas nyaman, pencahayaan ruang kelas nyaman
ANALISA PENGARUH PEMASANGAN POMPA CENTRIFUGAL SECARA TUNGGAL,SERI DAN PARALEL TERHADAP HEAD (KETINGGIAN) Sujatmiko, Sujatmiko
Jurnal Teknik Mesin Vol 7, No 02 (2016): Jurnal Teknik Mesin
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.967 KB)

Abstract

Pompa Centrifugal salahsatu jenis pompa yang sering digunakan untuk memindahkan fluida secara aliran paksa, dengan kecepatan tinggi oleh putaran Impeler. Penelitian ini untuk mengetahui besar tekanan yang dihasilkan oleh ketiga pemasangan pompa secara tunggal, seri dan paralel. Penelitian dilakukan di Laboratorium Teknik Mesin Universitas Islam Malang, pengujian ini dilakukan dengan mengubah kedudukan Valve pada Instalasi perpipaan. Hasil yang didapat menunjukkan dari pompa tunggal bahwa semakin besar variasi bukaan Valve maka akan semakin besar pula Head yang dihasilkan dimana bukaan Valve 900 dan head 17,21 m. Untuk pompa seri bukaan Valve 900 dan Head 70,18 m. Untuk Pompa Paralel bukaan Valve 900 dan Headnya menurun 46,4 m.
ANALISA PENGARUH JENIS MATERIAL TERHADAP FREKUENSI PERBAIKAN PADA BELT CLEANER Kurnianto, Dedi; Hartono, Priyagung; Sujatmiko, Sujatmiko
Jurnal Teknik Mesin Vol 6, No 01 (2016): Jurnal Teknik Mesin
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.339 KB)

Abstract

Belt conveyor merupakan salah satu tipe dari beragam unit tansport handling. Fungsi peralatan ini adalah untuk mentransport baik untuk material proses maupun hasil produksi clinker maupun semen. Belt conveyor tersebut tersebar di berbagai area proses produksi PT. Semen Indonesia (Persero)Tbk Pabrik Semen Gresik Tuban mulai Crusher hingga Packer dan pelabuhan. Berdasarkan track record mengoperasikan peralatan tersebut, material yang dibawa masih banyak menempel di permukaan Belt Conveyor, sehingga dibersihkan menggunakan Belt Cleaner, Akan tetapi Belt Cleaner buatan pabrik masih cepat aus, jika hal ini tidak segera diatasi Belt Conveyor akan keluar lintasan dan akan mengakibatkan kerusakan yang lebih besar atau bahkan putus. Untuk mengatasi masalah tersebut digunakan Belt Cleaner modifikasi. Setelah dibuat Belt Cleaner modifikasi dipasang pada belt conveyor, sebagai tempat penelitian dalam penyambungan tersebut adalah pada Crusher Tuban 1. Sehingga diteliti frekuensi perbaikan terhadap jenis material dengan metode statistik. Ada pengaruh variasi jenis material terhadap frekuensi perbaikan untuk uji F (Fhitung 9,52, Ftabel 3,49). Ada pengaruh antara hasil sebelum dan sesudah modifikasi Belt Cleaner terhadap frekuensi perbaikan untuk uji T. Pada jenis material: Caly didapat Thitung=8,33>Ttabel=3,18, Claylimestone didapat Thitung=5,1>Ttabel=3,18, Limestone didapat Thitung=3,88>Ttabel=3,18, Coal didapat Thitung=3,25>Ttabel=3,18.
PENGARUH VARIASI POSISI PENGELASAN SHIELD METAL ARC WELDING Raviko, Johansyah; Hartono, Priyagung; Sujatmiko, Sujatmiko
Jurnal Teknik Mesin Vol 6, No 01 (2016): Jurnal Teknik Mesin
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.603 KB)

Abstract

Dengan adanya kemajuan dibidang teknik logam maka teknik pengelasan logam merupakan suatu cara penyambungan logam yang sangat penting untuk membuat konstruksi. Pentingnya penggunaan teknik pengelasan logam disebabkan karena adanya bangunan dan pemesinan yang dibuat dengan mempergunakan teknik pengelasan, maka kontruksi ini menjadi lebih ringan dan sederhana dalam proses pembuatannya.Pada penelitian ini menggunakan metode eksperimen, dan dalam penelitian ini menggunakan baja karbon sedang S45C dengan Komposisi: C=0,42-0,48, Si=0,15-0,35, Mn=0,60-0,90, P=0,030 S=0,035. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh kekuatan tarik setelah dilakukan pengelasan ,dari hasil penelitian menunjukan bahwa nilai kekuatan tarik pada peak load dengan menggunakan pengelasan G2 lebih tinggi dibanding pengelasan G1 dan G3. Pada pengelasan G2 memiliki kekuatan tarik sebesar 6290,051 (kgf), sedangkan pada pengelasan G1 menghasilkan kekuatan tarik yang lebih baik dibandingkan dengan pengelasan G3 yaitu sebesar 6115,252 (kgf) dan 5957,202 (kgf) untuk G3, dan untuk nilai kekuatant arik pada break dengan menggunakan pengelasan G1 lebih tinggi dibanding pengelasan G3 dan G2. Pada pengelasan G1 memiliki kekuatan tarik sebesar4659,300 (kgf),sedangkan pada pengelasan G3 menghasilkan kekuatan tarik yang lebih baik dibandingkan dengan pengelasan G2 yaitu sebesar 4607,954 (kgf) dan 4433,873 (kgf) untuk G2.sedangkan untuk nilai kekuatan tarik pada yield strength dapat diketahui pengelasan G3 lebih tinggi dibanding pengelasan G1 dan G2. Pada pengelasan G3 memiliki kekuatan tarik sebesar 3646,280 (kgf), sedangkan pada pengelasan G1 menghasilkan kekuatan tarik yang lebih baik dibandingkan dengan pengelasan G2 yaitu sebesar 3302,020 (kgf) dan 3227,545 (kgf) untuk G2.
ANALISA PENGARUH SUHU PADA MEDIA PENDINGIN TERHADAP SIFAT MEKANIS (KEKERASAN) BAJA S45C PADA PROSES HARDENING Hidayat, Taufik; Hartono, Priyagung; Sujatmiko, Sujatmiko
Jurnal Teknik Mesin Vol 6, No 02 (2016): Jurnal Teknik Mesin
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.259 KB)

Abstract

Peranan baja dalam dunia industri saat ini sangatlah penting terutama dalam hal pembuatan komponen yang berhubungan dengan kekerasan seperti roda gigi, mata silet, mata gergaji dan lain sebagainya,Alasan yang mendasari untuk mengambil Baja S 45C karena baja tersebut banyak dipergunakan dalam bidang teknik atau industri. Baja ini memiliki kekerasan sehingga cocok untuk komponen yang membutuhkan kekerasan, keuletan maupun ketahanan terhadap gesekan.Untuk mendapatkan kekerasan dan ketahanan pada baja maka perlu proses perlakuan panas menggunakan proses quenching.Bahan penelitian ini adalah baja karbon S45C dengan jumlah spesimen 4, 1 spesimen untuk uji kekerasan sebelum perlakuan dan 3 spesimen sesudah perlakuan dengan uji vickers, proses pengujian dilakukan di Laboratorium Teknik Brawijaya Malang. Proses perlakuan panas (heattreatment) yang dilakukan suhu hardening 850?, Dari hasil analisa perbandingan uji T pada baja S45C sebelum dan sesudah perlakuan hardening didapatkan kekerasan yang mengalami peningkatan. Ini dapat dilihat dari analisa uji T diketahui bahwa T hitung >T tabel yaitu, 31,577 > 2,920 maka maka H1 diterima dan H0,di tolak berarti nilai kekerasan baja S45C setelah perlakuan lebih keras dari pada sebelum mengalami perlakuan.dari hasil variasi menggunakan pendingin 20,50,80? menunjukan adanya peningkatan kekerasan pada baja S45C dengan nilai kekerasan rata-rata 1698,875 HVN, 764,075 HVN, dan 583,05 HVN
ANALISA PENGARUH PANJANG BELT CONVEYOR TERHADAP FREKUENSI REPAIR SEBELUM DAN SESUDAH MENGGUNAKAN LOCKING BOLT PADA SAMBUNGAN COLD SPLICING Widodo, Ach. Hadi; Hartono, Priyagung; Sujatmiko, Sujatmiko
Jurnal Teknik Mesin Vol 5, No 01 (2015): Jurnal Teknik Mesin
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.31 KB)

Abstract

Belt conveyor merupakan salah satu tipe dari beragam unit tansport handling. Fungsi peralatan ini adalah untuk mentransport baik untuk material proses maupun hasil produksi clinker maupun semen. Belt conveyor tersebut tersebar di berbagai area proses produksi PT. Semen Indonesia (Persero)Tbk Pabrik Semen Gresik Tuban mulai Crusher hingga Packer dan pelabuhan. Berdasarkan track record mengoperasikan peralatan tersebut, intensitas kerusakan masih sangat tinggi, karena pada sambungan cold splicing belt conveyor biasa perlahan mengelupas dan apabila tidak segera dilakukan repair akan mengakibatkan kerusakan yang lebih besar atau bahkan putus. Untuk mengatasi masalah tersebut digunakan locking bolt (fastener yang sudah di modifikasi). Setelah dibuat locking bolt dipasang pada sambungan belt conveyor, sebagai tempat penelitian dalam penyambungan tersebut adalah pada packer Tuban 1. Sehingga diteliti frekuensi repair terhadap variasi panjang belt conveyor dengan metode statistik. Dari berbagai pengamatan didapatkan hasil bahwa Ada pengaruh variasi panjang Belt Conveyor sebelum menggunakan Locking Bolt terhadap frekuensi repair untuk uji F (Fhitung=11,15>Ftabel=3,49), dan ada pengaruh antara hasil penyambungan Belt Conveyor Cold Splicing sebelum dan sesudah menggunakan Lockig Bolt terhadap frekuensi repair untuk uji T. Pada Lbelt=9,10 M didapat Thitung=5,17>Ttabel=3,18, Pada Lbelt=12,95 M didapat Thitung=5,14>Ttabel=3,18, Pada Lbelt=17,85 M didapat Thitung=3,83>Ttabel=3,18, Pada Lbelt=24,84 M didapat Thitung=27,78>Ttabel=3,18. .
Co-Authors Abdul Samad Abdul Wahab Agung Iriantoro Agus Surono Al Kausar, Al Kausar Amelia, Reski Amir, Yurni Sari Amriyeny, Ulya Fajri Anshar, Muh ashary Anshar, Muh.Ashary Asrul Asrul Chaerudin, Yudhi Deliana, Dian Delli Lefiana, Delli DWI CAHYONO Eko Noer Kristiyanto, Eko Noer Engki Zelpina Eny Boedi Orbawati Fadlurrahman, Fadlurrahman Fatmawati, Suci Nur Fauzi, Faris Hasan Fauziah Fauziah Firadausi, Akmal Rizki Gratiano Mali, Matheus Hamdat, Amiruddin Hatta, Moh Ikhsanul Fikri, Faishal Kartina, Endah Krisnanto, Budhi Kurnianto, Dedi Lutfi, Ulva Mohtar Makkuradde, Syahrul Maryati Maryati Mashur Razak Mattarima Mattarima Muhaimin Muhaimin Mukmilatul Khasanah Hisyam Mukti, Ari Munawarah Munawarah, Munawarah Murni Murni Muspa, Muspa Nasta'in, Andi Firni Nelzi Fati Noer Komari Noor, Prima Silvia Nur Rohman, Ana Bela Safitri Nurcahya, Dian Nurcahya Nurfadilah Nurfadilah Nurqalbi, Nurqalbi Nursalam . Oki Wahju Budijanto, Oki Wahju Panus, Panus Pratiwi AR, Dhita Priyagung Hartono Purbosaputro, Erwin Rahim, Alhafid Septia Rahmat Saleh Ramond Siregar Rangsimanop, Pattharawadee Rauf, Nur Fatimah Raviko, Johansyah RINI RINI Romita, Romita Rosanti, Novita Said, Sabery Salam, Karta Negara Sasmita, Halida Saudi, Nurdwiana Sari Siregar, Ramond Sufaidah, Siti Sukardi Sukardi Sumarsono, Edy Sunyoto Sunyoto Suyamto Suyamto Syamil, Muhammad Taufik Hidayat Taufik Taufik Tiffani Ramadhani Pribadi Tizrah, Afrinda Tony Yuri Rahmanto, Tony Yuri Wibowo, Willy Widodo, Ach. Hadi Winata, Tirta Pandu Yuliyanto Yuliyanto Yuni Kurniasih, Yuni Yuniati, Anita Tyas