p-Index From 2021 - 2026
6.995
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

STRATEGI KONSEPTUAL DAN SIMULASI VISUAL AUGMENTED REALITY SEBAGAI MEDIA WAYFINDING DAN EDUKASI BUDAYA DI KAMPUNG NAGA Sayogo, Dwisanto; Sunarmi; Santosa
AKSA: Jurnal Desain Komunikasi Visual Vol. 8 No. 2 (2025): AKSA : Jurnal Desain Komunikasi Visual
Publisher : LP2M Sekolah Tinggi Seni Rupa dan Desain Visi Indonesia (STSRD VISI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37505/aksa.v8i2.183

Abstract

This study aims to design a conceptual strategy and visual simulation for the use of Augmented Reality (AR) as a medium for wayfinding and cultural education in Kampung Naga, a traditional village in West Java that strictly preserves its cultural heritage. The lack of spatial and cultural information available to visitors, due to local restrictions on digital infrastructure, highlights the need for an innovative approach that respects local customs. Employing a qualitative-critical method through observation and literature review, this research proposes a simulated AR interface design featuring interactive navigation, culturally integrated non-invasive markers, and educational overlays about local architecture and performing arts such as Terbang Gembrung. The results suggest that a context-aware, adaptive, and non-intrusive AR design can enhance the visitor experience while preserving the authenticity of traditional spaces. This study recommends AR integration as an educational and navigational solution for sustainable and culturally respectful heritage tourism development. 
CAOSAN DI PADEPOKAN TJIPTA BOEDAJA LERENG MERAPI: Bentuk Aktifitas Pembelajaran Karawitan Di tengah Sajian Ritual Persembahan Gending Bagi Leluhur Widianto, Suwandi; Sunarmi; Sarwanto
Sorai: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Musik Vol. 17 No. 2 (2024): December
Publisher : Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/sorai.v17i2.7249

Abstract

Makalah ini menguraikan pertunjukan gending (komposisi musik tradisional Jawa) yang diadakan di Padepokan Tjipta Boedaja di lereng Gunung Merapi di Magelang. Kegiatan ini dikenal sebagai Caosan, sebuah pertunjukan musik yang melibatkan permainan berturut-turut sekitar sepuluh hingga sebelas gending. Meskipun pada dasarnya merupakan praktik keagamaan, Caosan juga memiliki fungsi pendidikan dalam studi karawitan (musik tradisional Jawa), yang bermula dari niat untuk mencegah tidur siang di sore hari pada malam Kamis dan Selasa Kliwon—waktu yang dianggap sakral oleh anggota Padepokan. Untuk mencegah tidur selama periode ini, sebuah klenengan (pertemuan musik gamelan) diselenggarakan, yang sekaligus mengajarkan para anggota cara memainkan gamelan. Tersirat dalam acara tersebut adalah konsep “nggendong ngindit”, yang mengacu pada penyelesaian dua tugas yang saling berhubungan secara bersamaan—di sini, pembelajaran musik terjadi bersamaan dengan sebuah ritual. Caosan dapat dianggap sebagai acara keagamaan, meskipun pelaksanaannya tidak kaku atau khidmat seperti ibadah formal. Sebaliknya, ia memungkinkan suasana santai di mana kesalahan dalam bermain dapat diterima. Dalam keadaan darurat, seperti letusan gunung berapi atau grup musisi yang tidak lengkap, Caosan dapat dibatalkan. Namun, niat untuk tetap terjaga selama malam suci berlanjut melalui percakapan informal. Romo Yoso Sudarmo memanfaatkan Caosan sebagai platform untuk membentuk kelompok pangrawit (pemain gamelan), yang terutama diambil dari pemain wayang orang tradisional. Saat ini, Caosan telah berkembang menjadi praktik budaya yang menarik, meskipun jumlah penontonnya masih sedikit. Ini bukan acara wisata religi melainkan konser karawitan yang dimaksudkan sebagai persembahan kepada para leluhur, dengan harapan membawa kedamaian, keselamatan, dan kebahagiaan bagi masyarakat Padepokan. Kata Kunci : Caosan, Nggendong ngendit, Ritual, Pembelajaran Karawitan
PROHIBITION OF TRANSACTIONS ON THE TIKTOK SHOP E-COMMERCE BASED ON THE MINISTER OF TRADE REGULATION NO. 31 CHRISTOFEL L. G. H. M SAMOSIR; Sunarmi; Robert
LEX SOCIETAS: Journal of Law and Public Administration Vol. 2 No. 2 (2025): June
Publisher : Academic Solution Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70489/lexsocietas.v2i2.849

Abstract

The rapid development of e-commerce in Indonesia, particularly through platforms like TikTok Shop, has brought various conveniences to buying and selling transactions, especially for Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs). However, this progress has also led to various legal issues, such as a lack of oversight, consumer rights violations, and unhealthy business competition practices. The government responded by prohibiting direct transactions on social media platforms like TikTok Shop and mandating a separation between social media and e-commerce functions. This research employs a normative juridical method with a statutory and analytical approach to examine e-commerce legal regulations, the impact of the prohibition, and the adjustments made by TikTok Shop. Data was obtained from primary, secondary, and tertiary legal materials. The research findings indicate that the prohibition of direct transactions on TikTok Shop has had a significant impact on MSMEs and consumer spending patterns. Although this regulation strengthens consumer protection and legal order in digital transactions, businesses face challenges in adapting to the changes. TikTok Shop itself has made various adjustments, such as seller verification and compliance education regarding the regulations. The government continues to conduct socialization and provide assistance to MSMEs in navigating regulatory changes. Furthermore, TikTok Shop and other platforms need to build more transparent and legally compliant systems to support a healthy, fair, and sustainable e-commerce ecosystem.
Eksplorasi Media Sosial Sebagai Sarana Komunikasi Kerajaan Sumedang Larang: Analisis Konten Berbasis Visual Ari, Gema; Sunarmi
CITRAWIRA : Journal of Advertising and Visual Communication Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : ISI Press Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/citrawira.v5i1.5730

Abstract

                                                                                                              Kerajaan Sumedang Larang menggunakan media sosial Instagram sebagai media informasi dan wawasan eksistensinya kepada masyarakat Indonesia, khususnya Jawa Barat. Namun, konten yang disajikan di dalam Instagram Kerajaan Sumedang Larang cenderung bersifat satu arah, menekankan pada profil kerajaan, acara keraton, dan peringatan tahunan. Maka, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran media sosial Instagram melalui analisis visual konten gambar, foto, dan video yang diterbitkan di Instagram Kerajaan Sumedang. Fokus penelitian ini adalah untuk menggamrbakan bagaimana kerajaan menggunakan media sosial sebagai alat untuk membangun citra dan eksistensi di ranah digital. Penelitian ini juga menjelaskan tentang dampak penggunaan Instagram terhadap interaksi antara masyarakat umum dan adat, serta sejauh mana hubungan antar keduanya. Hasil penelitian ini dapat digunakan untuk mengeksplorasi potensi pengembangan konten yang lebih interaktif untuk meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam upaya melestarikan dan menghargai warisan budaya Kerajaan Sumedang Larang.
IMPLEMENTASI CAPITAL ADEQUACY RATIO DAN HUMAN RESOURCE SLACK DALAM MENGOPTIMALKAN PENERAPAN SUSTAINABLE FINANCE Selly, Selly Puspita Sari; Sunarmi; Mulyono, Andi
Jurnal Riset Mahasiswa Akuntansi Vol. 11 No. 1 (2023): JURNAL RISET MAHASISWA AKUNTANSI VOLUME 11 NOMOR 1 TAHUN 2023
Publisher : Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jrma.v11i1.8344

Abstract

Abstract The research objective of this study was used to empirically examine data related to the effect of Capital Adequacy Ratio (CAR) and Human Resource Slack (HRC) on the implementation of sustainable finance implemented from 10 sub-sector sample companies in Islamic banks listed on the IDX for the period 2017- 2020. The analysis used to measure the variables to be examined uses multiple linear regression analysis to test and determine the causal relationship between the independent variables on the implementation of sustainable finance. The results of the research itself show conditions where the Capital Adequacy Ratio has no effect on the implementation of sustainable finance. In addition, a positive effect of Human Resource Slack was also found on the implementation of sustainable finance Keywords capital adequacy ratio; human resource slack; implementation of sustainable finance.
Kedudukan Otoritas Jasa Keuangan Dalam Pengawasan Kegiatan Pasar Modal Indonesia Hanssen; Bismar Nasution; Sunarmi; Mahmul Siregar
Milthree Law Journal Vol. 2 No. 1 (2025): Maret
Publisher : PT. Adikara Cipta Aksa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70565/mlj.v2i1.87

Abstract

Peran Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai lembaga independen dalam mengawasi kegiatan pasar modal memiliki posisi yang sangat strategis. Pengalihan kewenangan pengaturan dan pengawasan pasar modal dari Menteri Keuangan, Bapepam, dan lembaga keuangan lain kepada OJK berdasarkan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2011 menegaskan kedudukan OJK sebagai satu-satunya regulator, pengawas, sekaligus penegak hukum dalam sektor pasar modal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kedudukan OJK dalam pengawasan kegiatan pasar modal di Indonesia serta peran pengawas dan penyidiknya dalam penyelesaian pelanggaran pasar modal. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan sifat deskriptif-analitis, menggunakan data sekunder sebagai data utama serta data primer sebagai pelengkap. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi kepustakaan (library research), sedangkan analisis data menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan, doktrin, dan praktik hukum yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedudukan OJK dalam pasar modal sangat kuat, dengan fungsi utama sebagai pengawas, regulator, dan penegak hukum. Namun, dalam praktiknya, penyelesaian pelanggaran oleh OJK umumnya terbatas pada pemberian sanksi administratif terhadap pelaku pasar modal. Kondisi ini menimbulkan persoalan karena meskipun sanksi administratif telah banyak dijatuhkan, pelanggaran pasar modal masih terus terjadi. Hal ini memperlihatkan adanya kelemahan dalam efektivitas pengawasan dan pelaksanaan regulasi. Selain itu, keterbatasan independensi penyidik OJK yang masih berpotensi terpengaruh oleh kepentingan lembaga dan pelaku pasar modal turut menghambat fungsi penegakan hukum yang optimal. Oleh karena itu, penelitian ini menegaskan pentingnya penguatan fungsi pengawasan, independensi penyidik, dan efektivitas regulasi agar OJK dapat menjalankan perannya secara lebih maksimal dalam menjaga stabilitas dan integritas pasar modal Indonesia.
DAYA HIDUP IDENTITAS LOKAL CANDI CANGKUANG DI KAMPUNG PULO GARUT JAWA BARAT -, Prima Yustana; Sunarmi; Soewarlan, Santoso
TEXTURE Art and Culture Journal Vol. 7 No. 1 (2024)
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/texture.v7i1.5738

Abstract

Cangkuang Temple is a very unique temple, its uniqueness is found in several elements contained in the name, form and location of the temple. In discussing this article, it is necessary to use an approach that is by the material object and the existing formal object, the material object is discussed using an aesthetic approach while the formal object uses a source interview approach and sees the relevance of the notion of vitality by Dwi Marianto, this approach is used to look deeper into what potential is contained in Cangkuang Temple, Garut, West Java, tourism potential is the main potential supported by its location on a small islandthatcanonlybeaccessedusingbamboorafts.Theresearchmethodusesadescriptive qualitative method based on the potential existence of three exciting things: temples, tombs or tombstones, and traditional villages. The three elements have a solid connection because untilnowthetraditionalvillageorcommonlycalledKampungPulostillmaintainstheprinciples instilled byits ancestors who are familiarly called Mbah Dalem Arif Muhammad
Acehnese Culture-Based Artistic Experimentation in the Creation of the Artwork Imajinisan Fadhlan, Fadhlan; Guntur; Sunarmi
Mudra Jurnal Seni Budaya Vol 40 No 4 (2025)
Publisher : Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31091/mudra.v40i4.3486

Abstract

In Aceh, ancient gravestones, as well as the peusijuek ritual, are increasingly marginalized by modernization and infrastructural development. However, they contain profound symbolic, spiritual, and aesthetic values that remain underrepresented in visual arts discourse. This study aims to explore how local cultural phenomena, particularly Aceh's ancient gravestones and the peusijuek ritual, can serve as conceptual and visual inspiration in the development of contemporary painting techniques. Employing a qualitative method with hermeneutic and artistic practice approaches, the exploration process was conducted through field observations at gravestone sites, visual technique experiments using rubbing, washing, collage, and the gestural act of reutek as a form of spiritual symbolism. All stages were organized in a tiered structure, visualized through a triangular diagram, illustrating an integrative process from observation to visual affirmation. The results show that creating visual techniques based on local culture can produce an authentic and meaningful visual language, while also serving as a reflective medium on the dynamics of cultural preservation amid modernization. These findings affirm that exploratory documentation of the technique creation process plays a crucial role in shaping visual distinctiveness and strengthening the artist's identity within the landscape of contemporary Indonesian art. The study further suggests that experimental practices grounded in local cultural symbols not only enrich the discourse of contemporary painting but also offer a model for sustainable artistic innovation that bridges tradition and modernity.
Andragogy of Local Regulations for No Smoking Areas in Bagan Deli Village Suhaidi; Sunarmi
ABDIMAS TALENTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2021): ABDIMAS TALENTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (793.849 KB) | DOI: 10.32734/abdimastalenta.v6i2.5172

Abstract

Andragogy of Regional Regulation on No-Smoking Areas is focused on creating non-smoking areas in Bagan Deli Village. The process to involve adult students in a learning experience structure is certainly focused on the community in the Bagan Deli Kelurahan as a community unit that is expected to be able to understand the existence of a non-smoking area as an implementation of the No Smoking Area Regional Regulation No. 3 of 2014. Activities are based the situation in the neighborhood around Kelurahan Bagan Deli where there are still people who smoke in public places or in public facilities such as schools, hospitals, places of worship or in public transportation. The Bagan Deli Village community will be given an understanding of the existence of areas without smoking, knowing which public facilities are not allowed to smoke by attaching signs such as "no smoking" or "smoke-free area" and so forth. The public will also be informed to anyone who smokes in a non-smoking area to report to the authorized officer. From this activity it can be concluded that the lack of awareness of the Bagan Deli Village community on the existence of a No-Smoking Area can be overcome by dedication to this community. The large number of people who smoke in public places (KTR) can be overcome by attaching stickers to the signs forbidden to smoke.
Training of Trainers for Women Anti-Drug Dealers in Bagan Deli Village Sunarmi; Suhaidi
ABDIMAS TALENTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2021): ABDIMAS TALENTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (953.225 KB) | DOI: 10.32734/abdimastalenta.v6i2.5174

Abstract

This cadre is focused on housewives in Bagan Deli Village. This regeneration process will certainly give birth to cadres of housewives who are anti against drug dealers. The material in this cadre is about the importance of cadre housewives in the Bagan Deli Village so that they can avoid the effects caused as drug dealers. From this dedication activity, it can be concluded that: In Bagan Deli Village, no woman has been arrested for drug trafficking; Women in Kelurahan Bagan Deli know that many around them have become drug addicts and dealers but are still afraid to report it; and Women in Bagan Deli Sub-district have started to get information on where to report if they see, hear and know about drug addicts and distribution.
Co-Authors Adelia, Nony Adi Gunawan Ahmad Zakiy Ramadhan Alvi Syahrin Andar Indra Sastra Angreni Fajrin Dalimunthe Ari, Gema Armi Astuti Salim Asyraf, Alviami Ghina Bismar Nasution BISMAR NASUTION BUDIMAN GINTING Burhan Sidabariba Butarbutar, Amudi H. Candra W, Dicky CHRISTOFEL L. G. H. M SAMOSIR Christopher Gustikho Dedi Harianto Dian Pitaloka Priasmoro, Dian Pitaloka Ekaputra, Mohammad Elianna Gerda Pertiwi ELYSIA ZANETA Sinaga Fadhlan, Fadhlan Fazira, Aina Geby Aviqa Guntur Hanssen HASIM PURBA Hendri Tamara Yuda Heny Prasetyorini Hutagalung, Gomgomie Andrew Irianto M.Ali Isdiana Syafitri Isnaini, Maulida Jan Christian Zherman Saragih, George Jelly Leviza Lubis, M. Yamin Lumbantobing, Adianto Luqman Wahyudi M. Nur Hidayat Manurung Mahmud Mulyadi Mahmul Siregar MAHMUL SIREGAR Maria Michelle Lucky Madelene. S Muhammad Adli Fahmi Lubis Mulhadi Mulyono, Andi Musa Kevin Putratama Banjarnahor Nasution, Aulia Arif Neng Annis Fathia Nugroho, Mukhlis Anton Nuraini Obaja Capandi Saut Horas Sinaga Oemar Abdallah Popy Roza Prima Yustana Purwo Prihatin Robert Roesardhyati, Ratna Romia Hari Susanti, M.Pd Saidin Santosa Sarmini Sarwanto Sayogo, Dwisanto Selly Puspita Sari Silitonga, Elia Fransisco Sinaga, Esron Soewarlan, Santosa Soewarlan, Santoso Subarti, Dwi Suhaidi Suhendriyo Sukaraja, Detania Sukarja, Detania Syafruddin Kalo Syarifah Lisa Andriati T. Keizerina Devi T. Keizerina Devi A. T. Keizerina Devi Azwar Tan Kamello Tan Kamello Tavip Indrayana Tri Murti Lubis Utary Maharany Barus Widianto, Suwandi Widiya Fitrianda Wilson Lidjon Yesi Ansari Zamila, Adinda Syafa Nur