Claim Missing Document
Check
Articles

PEMBIASAAN MENYANYIKAN LAGU DAERAH PADA AWAL PEMBELAJARAN SEBAGAI UPAYA PENANAMAN LITERASI BUDAYA SISWA SMP NEGERI 6 SEMARANG Istiqomah, Lina Nuril; Suneki, Sri; Karyanti, Karyanti; Maryanto, Maryanto
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 3 (2024): Vol. 7 No. 3 (2024): Volume 7 No 3 Tahun 2024 (Special Issue)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i3.32353

Abstract

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data primer dan sekunder dikumpulkan guna menggambarkan penelitian. Data diperoleh dari observasi, wawancara, dan dokumentasi. Tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan semuanya dilakukan secara induktif selama proses analisis data. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana kebiasaan menyanyikan lagu daerah di awal pembelajaran dapat menanamkan literasi budaya. Ketersediaan fasilitas yang memadai merupakan faktor penting dalam mendukung proses pembiasaan menyanyikan lagu daerah pada awal pembelajaran sebagai upaya menanamkan literasi budaya bagi siswa kelas VIII SMP Negeri 6 Semarang. Memperkenalkan literasi budaya kepada siswa sangatlah penting. Melalui literasi budaya, siswa dapat menyelami kekayaan budaya di sekitar mereka, baik budaya lokal maupun budaya global. Tantangan dalam penerapan kebiasaan menyanyikan lagu daerah muncul pada siswa yang kurang antusias saat bernyanyi. Untuk mengatasinya, strategi reward dan punishment diterapkan dengan tujuan memberikan pemahaman kepada siswa bahwa lagu daerah merupakan salah satu wujud dari literasi budaya.
IMPLEMENTASI SISTEM AMONG KI HAJAR DEWANTARA DALAM MEWUJUDKAN MERDEKA BELAJAR PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA DI SMP NEGERI 6 SEMARANG Trisnowati, Indi Depi; Suneki, Sri; Karyanti, Karyanti; Maryanto, Maryanto
PeTeKa (Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengembangan Pembelajaran) Vol 7, No 3 (2024): PeTeKa (Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengembangan Pembelajaran) Publish
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/ptk.v7i3.424-430

Abstract

Konsepsi sistem among ini merupakan suatu pemikiran yang sangat mendasar dalam bagaimana suatu proses pendidikan itu dijalankan, oleh sebab itu konsepsi sitem among ini harus diimplementasikan dalam setiap mata pelajaran oleh seorang pendidik. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana implementasi sistem among KHD dalam mewujudkan merdeka belajar pada mata pelajaran pendidikan pancasila di SMP N 6 Semarang. penelitian ini merupakan penelitian tindak kelas yang bersifat kolaboratif. Hasil dari penelitian ini yaitu sistem among telah di implementasikan sesuai dengan konsepsinya dalam mewujudkan merdeka belajar. Terdapat tiga pilar yang telah diimplementasikan dengan baik oleh peneliti, yaitu ing ngarso sung tulodho, dibuktikan dengan guru telah memberikan dan menjadi tauladan yang baik dalam segala aspek sikap, perilaku, metode pembelajaran, kedisiplinan dan keterlibatan sosial, ing madyo mangun karso dibuktikan dengan guru telah mengambil peran aktif ditengah tengah siswa untuk membangkitkan semangat, inisiatif dan kreatif mereka. Dengan membuka dialog interaktif, berkolaborasi dalam proyek, berperan sebagai narasumber dan fasilitator, dan tut wuri handayani, Guru mendorong siswa untuk mengeksplorasi potensi mereka secara penuh, baik dalam daya, cipta, rasa, karsa maupun karya.
PENERAPAN NILAI DEMOKRASI MELALUI PEMILIHAN KETUA OSIS DI SMP AGUS SALIM SEMARANG Futura, Zakki; Supriyono, Supriyono; Suneki, Sri
Civis : Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 15, No 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : FPIPSKR Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/civis.v15i1.23710

Abstract

The purpose of this study is to examine how democratic values are applied in the election of the president of the student council at SMP Agus Salim Semarang and how this affects students' perceptions of democracy. Particularly in the contemporary day, when cultural identity is under threat, democracy teaching in schools is essential for forming students' moral fiber and political consciousness. The student council election is designed as a democratic mechanism encompassing various stages, such as socialization, candidate registration, campaigning, debates, voting, and inauguration, introducing democratic principles, including active participation, freedom of expression, transparency, and accountability. Using a qualitative approach, the findings show that this election not only selects a student leader but also serves as an effective medium for democracy education. Through this activity, students improve their political awareness, communication skills, tolerance, and critical thinking abilities. Therefore, the student council election at this school proves effective in helping shape students as citizens who value democratic principles and are prepared for active participation in community life.
PENGUATAN NILAI NILAI PANCASILA DALAM MENGANTISIPASI DISKRIMINASI MELALUI KEGIATAN PRAMUKA Maharani, Agnes Julika; Suneki, Sri; Sudrajat, Rahmat
Civis : Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 15, No 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : FPIPSKR Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/civis.v15i1.24057

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana kegiatan Pramuka di SMK Pelita Nusantara 2 Semarang dapat menjadi sarana penguatan nilai-nilai Pancasila dalam mengantisipasi diskriminasi antar peserta didik. Pendidikan sebagai proses pembentukan karakter memegang peranan penting dalam mengatasi perilaku diskriminatif yang masih kerap terjadi di lingkungan sekolah. Pendekatan penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai Pancasila seperti gotong royong, toleransi, tanggung jawab, dan persatuan telah diintegrasikan secara kontekstual dalam berbagai kegiatan Pramuka seperti diskusi kelompok, perkemahan, bakti sosial, dan pentas seni. Sikap inklusif peserta didik terhadap perbedaan latar belakang agama, suku, maupun status sosial terbentuk secara bertahap melalui pembiasaan dan keteladanan dari pembina. Sekolah turut mendukung dengan kebijakan, fasilitas, dan pelatihan karakter yang sistematis. Penelitian ini menunjukkan bahwa kegiatan Pramuka tidak hanya membentuk keterampilan fisik, tetapi juga menjadi media strategis untuk internalisasi nilai-nilai kebangsaan. Penguatan nilai Pancasila melalui Pramuka efektif mencegah diskriminasi dan membentuk lingkungan pendidikan yang inklusif dan humanis.
Conflict Resolution Strategies in Establishing Minority Religious Places of Worship in Semarang, Indonesia Suneki, Sri; Yunus , Mahmud; Haryono, Haryono
JED (Jurnal Etika Demokrasi) Vol 11 No 1 (2026): JED (Jurnal Etika Demokrasi)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/b3tn0537

Abstract

The urgency of this research arises from persistent legal, social, and political resistance to the establishment of minority religious places of worship in Indonesia, which threatens constitutional guarantees of religious freedom and local social cohesion. This study aims to identify and critically analyse conflict resolution strategies employed in the process of establishing minority houses of worship in Semarang City. Adopting a qualitative, descriptive–analytical design, the research uses semi-structured interviews with minority religious leaders, community representatives, and government officials, complemented by direct observation at contentious sites and systematic document analysis of regulations, policy documents, and media reports. Data were examined using thematic analysis, and validity was enhanced through source and method triangulation. The findings reveal a set of interrelated strategies centred on sustained dialogue forums, multi-stakeholder mediation led by municipal agencies, informal negotiation at the neighbourhood level, and incremental regulatory accommodation, which together reduce escalation and create space for mutually acceptable agreements. Nonetheless, unresolved issues persist, including asymmetric power relations, ambiguous procedural standards, and the vulnerability of local agreements to broader political dynamics. The study concludes that durable conflict resolution requires institutionalised and transparent mechanisms that integrate dialogue, mediation, citizenship education, and predictable, fair licensing procedures. The novelty of this research lies in its fine-grained, context-specific mapping of how these strategies are operationalised locally within Indonesia’s regulatory regime on houses of worship. The article contributes conceptually to scholarship on the governance of religious diversity and offers concrete policy guidance for local governments and civil society actors seeking to manage conflicts around minority places of worship.
KADERISASI SANTRIPRENEUR MELALUI SEKOLAH BISNIS SANTRI DI PONDOK PESANTREN DARUS SU'ADA UNTUK BEKAL LIFE ADAPTATION SKILLS Sri Suneki; Mahmud Yunus; Haryono Haryono
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.37294

Abstract

Latar belakang pengabdian antusiasme santri dalam berwirausaha cukup tinggi namun belum ada yang mewadahi. Sementara untuk memperoleh kaderisasi santripreneur diperlukan kerjasama antara santri, pengelola pondok, tim pengabdi dan pihak lain agar lahirnya santripreneur melalui sekolah bisnis. kesepakatan berupa program kegiatan dalam bentuk pengembangan Sekolah Bisnis di Pondok Pesantren Darus Su'ada untuk bekal Life Adaptation Skills.Tujuan dari program Sekolah Bisnis Santri Pondok Pesantren Darus Suada’, yaitu melakukan kaderisasi santripreneur bagi santri Pondok Pesantren Darus Suada’, pembentukan Sekolah Bisnis Santri Pondok Pesantren Darus Suada’, pembentukan strutur pengurus dan pelaksanaan program Sekolah Bisnis Santri Pondok Pesantren Darus Suada’, Meningkatkan keterampilan produksi produk bisnis. Metode Pelaksanaan kegiatan yaitu Pendirian Sekolah Bisnis Santri Pondok Pesantren, Pembentukan Struktur pengurus Sekolah Bisnis Santri Pondok Pesantren Darus Suada dan Pelatihan dan Pendampingan Keterampilan Produksi Produk Bisnis, Luaran yang ditargetkan : Poster pengabdian, media elektronik, vidio kegiatan, artikel luaran jurnal nasional di Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat. Hasil yang diperoleh berdirinya Sekolah Bisnis Santri Pondok Pesantren Darus Suada’ untuk bekal Life Adaptation Skills, sebesar 80%. terbentuknya struktur pengurus Sekolah Bisnis Santri Pondok Pesantren Darus Suada’ sebesar 90% capaian Santri terampil dalam melakukan produksi produk bisnis sebesar 80%.
INOVASI PRODUKSI PACKAGING MANAJEMEN USAHA DAN DIGITAL MARKETING BERBASIS ENVIRONMENTAL SUSTAINABILITY BAGI PETANI GARAM JONO Ali Shodiqin; AB Prabowo KA; Sri Suneki; Mahmud Yunus; Ira Yuliana Kartika
Jurnal Pengabdian Masyarakat Multidisiplin Vol 8 No 1 (2024): Oktober
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/jpm.v8i1.5285

Abstract

Kebutuhan garam secara nasional tiap tahun selalu meningkat seiring perkembangan penduduk. Desa Jono Kecamatan Tawangharjo Grobogan Jawa Tengah sudah dikenal sebagai sentra pembuatan garam. Sumber mata air bumi berupa belik, selanjutnya oleh warga dimanfaatkan untuk membuat garam. Meskipun jauh dari laut akan tetapi air sumber itu berasa asin dan juga hangat. Pembuatan garam telah ada selama ratusan tahun. Pada tahun 1960, telah ada ratusan petani garam, kini tersisa puluhan orang. Hal ini membutuhkan perhatian dari berbagai pihak. Tujuan program pengabdian kepada masyarakat pada kelompok Tani garam Desa Jono dengan memberikan solusi berdasarkan pada analisis situasi terhadap kebutuhan, tantangan atau permasalahan yang ada di masyarakat dan melakukan kegiatan yang dapat memberdayakan masyarakat. Secara khusus dengan pengabdian dengan mitra kelompok garam diharapkan dapat meningkatkan produksi Garam tersebut, memberikan pengemasan produk garam tersebut lebih modern. Serta pengabdian ini dapat meningkatkan pemasaran garam tersebut bisa dijual di toko modern hanya bisa masuk dipasar tradisional. Berdasarkan hasil kajian menunjukkan bahwa garam Jono tersebut lebih gurih dan enak. Dari segi air belik sebelum di buat garam, air terasa hangat dan banyak mengandung mineral sehingga bagus untuk kesehatan, baik untuk penyakit kulit dan penyakit lain-lain. Metode pelaksanaan pengabdian dilaksanakan dengan melakukan sosialisasi program oleh tim pengabdi kepada mitra petani garam Jono, dengan tahapan pelatihan dan pendampingan program pengabdian. Pelatihan dan pendampingan program meliputi peningkatan produksi garam dengan metode tunel, pelatihan pengemasan dengan menggunakan Teknologi Pengemasan Mesin dan pendampingan manajemen usaha dan pendampingan pemasaran. Selanjutnya penerapan teknologi berupa metode tunnel untuk proses pengeringan garam, teknologi pengemasan menggunakan mesin pengemasan garam, pendampingan dan evaluasi serta keberlanjutan program.
Implemantasi Aplikasi Canva Dalam Mendukung Pembelajaran Interaktif Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan Pada Siswa SMPN 6 Semarang Farhan Zulhilmi; Sri Suneki
Jurnal Kewarganegaraan Vol 8 No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v8i1.6172

Abstract

Abstrak Aplikasi Canva merupakan salah satu aplikasi yang biasanya digunakan untuk membuat LKPD,Mind Maps,maupun power point. Guru di SMP N 6 Semarang telah menggunakan media ini dengan cukup sering dari pembelajaran online ke offline Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan aplikasi di dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Instrumen penelitian berupa wawancara, observasi dan dokumentasi. Sumber data dalam penelitian ini adalah guru SMP N 6 Semarang kelas VIII, dan peserta didik. Analisis data penelitian ini menggunakan reduksi data, penyajian data dan verifikasi. Berdasarkan penelitian yang dilakukan diperoleh hasil sebagai berikut: Implementasi media pembelajaran interaktif berbasis Canva di SMP N 6 Semarang berupa power point, LKPD, dan mind maps yang telah dibuat menggunakan aplikasi Canva. Kata Kunci: Implementasi, Canva, Pembelajaran Interaktif, Pendidikan Kewarganegaraan dan Kewarganegaraan Abstact The Canva application is an application that is usually used to create LKPD, Mind Maps and Power Points. Teachers at SMP N 6 Semarang have used this media quite often from online to offline learning. The aim of this research is to describe the application in learning Kewarganegaraan education. This research uses a qualitative approach. Research instruments include interviews, observation and documentation. The data sources in this research were teachers at SMP N 6 Semarang class VIII, and students. This research data analysis uses data reduction, data presentation and verification. Based on the research conducted, the following results were obtained: Implementation of Canva-based interactive learning media at SMP N 6 Semarang in the form of power points, LKPD, and mind maps which were created using the Canva application. Keywords: Implementation, Canva, Interactive Learning, Kewarganegaraan and Citizenship Education
Rekonstruksi Penguatan Ideologi Pancasila pada Ranah Penyelenggaraan Negara (Perspektif Politik) Sri Suneki; Haryono Haryono
JURNAL PENDIDIKAN DAN KEWIRAUSAHAAN Vol 13 No 1 (2025)
Publisher : STKIP PGRI SITUBONDO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47668/pkwu.v13i1.1911

Abstract

Membangun konsep jati diri ke Indonesiaan yang berkeadaban dan menjunjung tinggi pluralisme menjadi tujuan bersama yang akan di aktualisasikan. Terpaan gelombang globalisasi dan neoliberalisme memberi dampak positif dan negatif yang mengharuskan bangsa ini mencermati dan mampu melacak lapisan kultural di setiap zaman, k­­­­arena disetiap lapisan akan ditemukan karakteristik logis yang mampu menafsir dan menjelaskan fenomena di masyarakat. Good will penyelenggara negara sebagai kelas elit memiliki peran strategis dalam membangun komitmen eksistensi ideologi Pancasila melalui regulasi yang adaptif. Fenomena konflik horizontal dan vertikal di masyarakat harus di maknai sebagai realitas dampak dari perbedaan pandangan konstruksi budaya. Berdasarkan kondisi tersebut dilihat dari persepektif politik ideologi Pancasila menjadi fondamen dan sistem nilai etik yang diyakini sebagai sumber norma moral dan norma hukum dalam menjalankan kekuasaan Negaraa serta mampu mengurai dan menyelesaikan konflik. Reformasi adalah keniscayaan sehingga ada keharusan bagi penyelenggara negara dan masyarakat untuk membumikan ideologi Pancasila sebagai urat nadi bangsa dalam mempertahankan integrasi nasional. Bermuara pada visi bangsa Indonesia, diperlukan konstruksi regulasi model penguatan ideologi Pancasila yang berdasar pada nilai kearifan, gerakan dialogis yang sistematis serta partisipatoris semua elemen bangsa
Co-Authors AB Prabowo Kusumo Adi Afita Sari, Dwy Agnita Siska Pramasdyahsari, Agnita Siska Agus Sutono Ahmad Rizqul Baqi Ainaya Hanum Lutfia Alfiyah, Siska Nur Ali Shodiqin AMAR SETIADI, AMAR Aminuyati Anggaeningati, Melisa Selly Anindya, Erlen Intan Arin Herawati Aulia, Nahdiana Rizqi Ayuning Tias, Devika Azziyah, Azimatun Nor Berliana Putri, Sabila Choirul Huda Deny Susilowati Dewi Ayu Wulandari Dewi Retno Iswarii Diyah Rahayu Tunjungsari Diyah Rahayu Tunjungsari Diyah Rahayu Tunjungsari Dwi Destriani Dwi Prasetiyo Hadi Dwy Afita Sari El Frisa Yunita Anindya Elis Dwi Purbiyanti Eliyani Nur Khofifah Elma Restyana Elma Emi Yulifa Endang Larasati Endang Wuryandini Erlina Bela Ayu Diana Erlina Farhan Zulhilmi Fatinatuz Zahro Fazal Muna Febriana, Tantri Fika Erlina Nofitasari Fiky Herdianto Fitriyah Fitriyah Futura, Zakki Hajir, Said Moch Haryono Haryono Haryono Haryono Haryono Haryono Haryono, Setyo Henry Januar Hikmah, Iklimatul Husni Wakhyudin Ida Dwijayanti Indi Depi Trisnowati Intan Cahaya Kurniyawati Intan Indiati Ira Yuliana Kartika Istiqomah, Lina Nuril Jannatul Firdaussyiyah Joko Siswanto Joko Sulianto . . Joko Suliyanto Juwita Abadiyah, Nurul Karyanti Karyanti Karyanti Karyanti, Karyanti Kikit Anggreany Novitasari Lestari, Alberta Budi Lilik Poncowati Maharani, Agnes Julika Mahmud Yunus Mardarena, Claudia Apriliana Maryanto - Maryanto Maryanto Maryanto Maryanto Maryati Maryati Maslinda Mastroianni, Chiara Prima Maysiska Ruci Meda Muhammad Anggulian Melintika, Putri Mira Azizah Moch Hajir, Said Muchamad Priyo Utomo Mudzanatun Mudzanatun Muhammad Prayito Muhammad Prayito Mulyadi Mulyadi Mulyana, Ernika Sri Ngurah Ayu Nyoman Murniati Ninik Sijamtini Ninik Sijamtini Nofia, Chotimatul Noor Amalia Nurwijayanti Prasetiawati, Catur Prayitno, Muhammad PS, Supriono Puput Tri Hartanti, Puput Tri Purwanti, Yuli Purwosapuro, Supriyono Rahmat Sudrajat, Rahmat Ratna Puspitasari, Ratna Rima Rizkianida Ririn Ambarini Riski Anggita Rizky Wulandari Rochajati, Siti Saputro, Supriyono Purwo Sari Setyorini, Diyah Setyowati, Eko Siti Helmyati Sofi’atun, Sofi’atun Sukamto Sumiati Sumiati Supriyono Purwosaputro Supriyono Supriyono Susilo Adi Saputro Suwarno Widodo Titik Haryati Titik Haryati Tri Antika Indah Listiana Tri Wahyu Praharjo Trisnowati, Indi Depi Ulya Aflahah Veryliana Purnamasari Veryliana Purnamasari, Veryliana WIDIATMOKO, KUKUH AJI Widya Kusumaningsih Wiratama, Rizki Yeyen Nurtanto Yunita Anindya, El Frisa Yunita, Evi Isna Yuwanto Yuwanto