Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Self-Esteem dan Self-Efficacy terhadap Kecenderungan Postpartum Depression pada Ibu Primipara Kusumawati, Candra; Surjaningrum, Endang Retno
Buletin Riset Psikologi dan Kesehatan Mental Vol 1 No 2 (2021): BULETIN RISET PSIKOLOGI DAN KESEHATAN MENTAL
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.684 KB) | DOI: 10.20473/brpkm.v1i2.28682

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adakah pengaruh self-esteem dan self-efficacy terhadap kecenderungan Postpartum Depression pada ibu primipara di Kecamatan Ngrayun. Self-esteem merupakan penilaian diri yang tercermin dalam sikap positif atau negatif terhadap diri sendiri, sedangkan self-efficacy mengacu pada keyakinan terhadap kemampuan mereka dalam bertindak atau berperilaku. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang melibatkan 60 ibu primipara dalam masa postpartum di Kecamatan Ngrayun. Alat ukur yang digunakan adalah Coopersmith Self Esteem Inventory for Adult (CSEI-A), Perceived Maternal Parental Self-Efficacy (PMP S-E) dan Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS) versi Bahasa Indonesia. Analisis data menggunakan teknik statistik regresi dengan bantuan SPSS versi 22 for Windows. Berdasarkan hasil analisis diperoleh nilai p untuk variabel self-esteem sebesar 0,007, sedangkan nilai p variabel self-efficacy sebesar 0,172.  Hal ini menunjukkan bahwa variabel yang secara signifikan berpengaruh terhadap variabel PPD adalah variabel self-esteem dengan besar pengaruh sebesar 11,9%.
Pengalaman Depresi Postpartum pada Ibu Usia Remaja Chanora, Rivenno; Surjaningrum, Endang Retno
Buletin Riset Psikologi dan Kesehatan Mental Vol 2 No 1 (2022): BULETIN RISET PSIKOLOGI DAN KESEHATAN MENTAL
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (743.864 KB) | DOI: 10.20473/brpkm.v2i1.34646

Abstract

Periode postpartum menjadi periode yang penuh tantangan bagi seorang ibu. Periode ini ditandai dengan berbagai perubahan yang membutuhkan penyesuaian diri. Bagi ibu yang kurang berhasil melakukan penyesuaian diri dengan baik akan rentan terkena depresi postpartum. Depresi postpartum merupakan episode depresi mayor dengan onset gejala 4 minggu pasca persalinan. Tidak hanya pada ibu usia dewasa, pada ibu usia remaja justru depresi postpartum memiliki prevalensi yang lebih tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi lebih lanjut terkait pengalaman kehamilan, melahirkan dan pasca melahirkan pada ibu usia remaja yang mengalami depresi postpartum, dan strategi menghadapi depresi postpartum. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi dengan teknik analisis fenomenologi Giorgi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ibu usia remaja yang mengalami kecenderungan depresi postpartum mengalami kehamilan yang tidak inginkan, tidak siap secara finansial dan mental, kekurangan dukungan dari lingkungan sekitar, tidak siap dengan perubahan peran dan kurang mampu menyesuaikan diri dengan baik.
Specific coping behaviours related to depression in adolescents with a divorced parent Dianovinina, Ktut; Surjaningrum, Endang Retno; Wulandari, Primatia Yogi
International Journal of Public Health Science (IJPHS) Vol 12, No 3: September 2023
Publisher : Intelektual Pustaka Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/ijphs.v12i3.23272

Abstract

Parents’ divorce is one of the life events that elicit pressure in adolescents, to such an extent that parents’ divorce is a predictor of depressive disorder in adolescents. Coping strategy plays an important role in the relationship between pressure and depression. This research aimed to examine coping strategies (problem-focused, emotion-focused, and dysfunctional coping) and specific coping behaviours which affect adolescents with divorced parents’ depressive symptoms. Participants are 80 adolescents with divorced parents from several cities in Indonesia, aged between 13 to 19 years old (mean=16.6 years, SD=1.62 with 76% female and 24% male). Depressive symptoms were measured using the children’s depression inventory, and specific coping behaviour was measured with Brief-COPE or coping orientation to problems experienced. In this research, it was found that 38% of the adolescents had depression. On the multiple linear regression, only problem-focused coping and dysfunctional coping significantly affected depression and not emotion-focused coping. Furthermore, among 14 specific coping behaviours, only instrumental support and behaviour disengagement affect depressive symptoms. These findings indicate that intervention focused on increasing the utilization of problem-focused coping and reducing dysfunctional coping might be beneficial to minimize depressive symptoms in adolescents with divorced parents.
Acceptance and Commitment Therapy untuk Meningkatkan Kemampuan Adaptasi Kelompok dengan Skizofrenia dalam Menghadapi Ketidakpastian Kepulangan di Pondok Sosial Agniwijaya, Andrea Maria; Surjaningrum, Endang Retno
JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN, PSIKOLOGI DAN KESEHATAN (J-P3K) Vol 6, No 1 (2025): J-P3K
Publisher : Yayasan Mata Pena Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/j-p3k.v6i1.656

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas Acceptance and Commitment Therapy (ACT) dalam meningkatkan fleksibilitas psikologis pada kelompok dewasa dengan Skizofrenia yang tinggal di Pondok Sosial. Fleksibilitas psikologis, yang merupakan kemampuan untuk menerima pengalaman internal yang sulit sambil tetap berfokus pada tindakan bermakna, merupakan prediktor penting kualitas hidup pada populasi ini. Penelitian menggunakan desain one group pretest-posttest pada empat partisipan. Tingkat psychological inflexibility diukur menggunakan skala Acceptance and Action Questionnaire-II (AAQ-II) sebelum dan sesudah intervensi. Hasil uji paired sample t-test menunjukkan penurunan signifikan skor AAQ-II (p0,05), mengindikasikan penurunan psychological inflexibility. Analisis effect size menghasilkan nilai rγλ = 0.97, yang menunjukkan efek yang besar. Observasi dinamika kelompok menunjukkan peningkatan inisiatif, partisipasi aktif, pemahaman konsep ACT, dan komitmen terhadap aksi yang selaras dengan nilai pribadi, seperti membantu petugas dan mengembangkan keterampilan baru. Temuan ini mengindikasikan bahwa ACT kelompok efektif dalam meningkatkan fleksibilitas psikologis dan kemampuan adaptasi pada populasi rentan ini, serta berpotensi meningkatkan kualitas hidup mereka.
Optimalisasi Kesehatan Mental Orang Tua & Anak Usia Dini Melalui Psikoedukasi Gerakan Rumah Ramah Anak pada Masyarakat Gili Iyang Kabupaten Sumenep Nawangsari, Nur Ainy Fardana; Surjaningrum, Endang Retno; Suminar, Dewi Retno; Herdiana, Ike; Palupi, Listyati Setyo; Tappi, Melisa Nurcahya; Khawarizmi, Arif Rahman
Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara (JPMN) Vol. 5 No. 1 (2025): Februari - Juli 2025
Publisher : Lembaga Otonom Lembaga Informasi dan Riset Indonesia (KITA INFO dan RISET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35870/jpmn.v5i1.3533

Abstract

This research aims to optimise the mental health of parents and early childhood in Gili Iyang, Sumenep, through psychoeducation for the ‘Child Friendly Home’ movement. The programme uses psychoeducation and joyful learning methods to increase parents' motivation and positive attitudes in creating a nurturing environment that supports children's development. The participants were 50 parents, children, and early childhood educators from Bancamara and Banraas villages. Participants were selected by purposive sampling, based on the purpose of the activity, which is to optimise the mental health of parents and early childhood. The results of the pretest and posttest evaluations showed a significant increase in knowledge with a note that there was a need for re-evaluation in the preparation of the questions. However, through observation, discussion, and question and answer, positive attitudinal changes related to child-friendly parenting were observed. These findings indicate the importance of community-based interventions to improve family mental health in rural areas. This study recommends that further development is needed so that similar programmes can be implemented in other communities.
Autism Odyssey: Program Psikoedukasi Autisme Melalui Media Sosial Instagram Wahyuningtyas, Nadylla Puteri; Hidayat, Ulayya Hanifa; Ulum, Amelia Rosikhotul; Hanifaturrohmah; Surjaningrum, Endang Retno
BANTENESE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 7 No. 1 (2025): Bantenese: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Pusat Studi Sosial dan Pengabdian Masyarakat Fisipkum Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/ps2pm.v7i1.10820

Abstract

Autisme merupakan gangguan perkembangan yang ditandai dengan adanya hambatan dalam komunikasi, interaksi sosial, perilaku terbatas dan berulang. Kurangnya pemahaman masyarakat khususnya calon orang tua menjadi tantangan dalam pengasuhan anak dengan Autism Spectrum Disorder (ASD). Program “Autism Odyssey” merupakan psikoedukasi berbasis media sosial Instagram yang bertujuan menyajikan informasi melalui berbagai format konten seperti postingan feeds,video reels, wawancara bersama psikolog dan dosen, serta sesi Ask the Expert. Evaluasi dilakukan menggunakan pendekatan formatif dan sumatif dengan post test yang diikuti oleh 24 partisipan. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman, dimana 95,8% peserta menjawab benar kriteria diagnosis autisme dan 83,3% memahami perbedaan antara Autism Spectrum Disorder (ASD) dan Autism Spectrum Condition (ASC). Mayoritas peserta menilai konten mudah dipahami (62,5%), menarik (58,3%), dan bermanfaat (66,7%). Tidak hanya berdampak secara kognitif, program ini juga mendorong perubahan sikap audiens dari rasa kasihan menjadi empati serta meningkatkan motivasi untuk mendukung individu dengan autisme. Tingginya interaksi yang ditunjukkan melalui jumlah likes, views, dan respon positif mengindikasikan bahwa media sosial dapat menjadi sarana efektif untuk menyampaikan informasi psikologis secara menarik, ringkas, dan inklusif. Selain itu, penyampaian konten secara berkala dan melibatkan narasumber profesional turut meningkatkan kepercayaan audiens terhadap validitas informasi. Program psikoedukasi ini terbukti menjadi sarana tepat dalam menjangkau masyarakat luas, membangun kesadaran, serta mengurangi stigma terhadap individu dengan autisme dalam lingkungan sosial.
Cognitive Behavior Therapy to Improve Positive Body Image in Late Adolescents Jannah, Arini Miftahul; Surjaningrum, Endang Retno
Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 12, No 4 (2024): Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikoborneo.v12i4.16161

Abstract

Adolescent girls frequently face body dissatisfaction due to the physical changes during puberty, leading to a negative body image that can impact eating behaviors, sexual function, self-esteem, and overall quality of life. To address these issues, this study employed cognitive-behavioral therapy (CBT), recognized for its effectiveness in altering unrealistic beliefs and maladaptive behaviors associated with negative body image. The study used a pre-experimental design with pre-test and post-test measurements in a single group. Four late adolescents aged 19-22 years, with low body image scores as measured by the Multidimensional Body Self Relations Questionnaire (MBSRQ), participated in the study. The CBT intervention consisted of five online group sessions, adapted from Thomas F. Cash’s model. The effectiveness of the therapy was evaluated using Cohen's d, which yielded a coefficient of 0.913, indicating a high level of effectiveness. The findings suggest that cognitive-behavioral therapy is effective in enhancing positive body image among late adolescents. Remaja perempuan sering mengalami ketidakpuasan tubuh akibat perubahan fisik selama pubertas. Ketidakpuasan tersebut dapat menyebabkan citra tubuh yang negatif, mempengaruhi perilaku makan, fungsi seksual, harga diri, hingga kualitas hidup. Oleh karena itu, terapi perilaku kognitif-perilaku yang telah diidentifikasi sebagai pendekatan psikologis yang efektif untuk mengatasi citra tubuh negatif dengan mengubah keyakinan yang tidak realistis dan perilaku maladaptif, digunakan pada penelitian ini. Metode penelitian menggunakan desain pra-eksperimental dengan mengukur pre-test post-test pada satu kelompok. Empat remaja akhir (usia 19-22 tahun) dengan skor citra tubuh rendah yang diukur dengan Multidimensional Body Self Relations Questionnaire (MBSRQ) dipilih sebagai partisipan. Terapi kognitif-perilaku melibatkan lima sesi kelompok yang dilakukan secara daring, yang telah diadaptasi dari model Thomas F. Cash. Analisa data menggunakan uji efektivitas Cohen untuk melihat efektivitas terapi kognitif-perilaku, dan didapatkan nilai koefisien Cohen's d adalah 0,913 yang masuk dalam kategori tinggi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa terapi kognitif-perilaku efektif dalam meningkatkan citra tubuh positif pada remaja akhir.
Pengaruh Dukungan Sosial terhadap Kualitas Hidup pada Individu Autistik Dewasa Surjaningrum, Endang Retno; Mujahadah, Husnul
Sosio Konsepsia: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol. 11 No. 3 (2022): Sosio Konsepsia: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial
Publisher : Pusat Pendidikan, Pelatihan, dan Pengembangan Profesi Kesejahteraan Sosial (Pusdiklatbangprof Kesos), Kementerian Sosial RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gangguan Spektrum Autisme merupakan gangguan perkembangan yang ditandai dengan hambatankomunikasi dan interaksi sosial. Gangguan ini berlangsung sepanjang usia hingga dewasa. Indikatorkeberhasilan layanan intervensi pada individu dengan disabilitas dapat diketahui melalui kualitas hidup. Penelitian sebelumnya menemukan kualitas hidup individu autistik dewasa cenderung lebih rendah. Salah satu upaya meningkatkan kualitas hidup individu autistik dewasa melalui identifikasi faktor-faktor prediktor kualitas hidup. Namun, di Indonesia belum ada penelitian terkait konteks tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas hidup individu autistik dewasa di Indonesia dan peranan dukungan sosial. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif. Kualitas hidup diukur dengan kuesioner WHOQoL-BREF, Disability Module dan ASQoL. Dukungan sosial diukur dengan ISEL-12. Jumlah partisipan 31 orang yang berusia 18-30 tahun tersebar di beberapa daerah di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan dukungan sosial berkorelasi positif dengan kualitas hidup. Hal ini menunjukkan meningkatnya dukungan sosial sejalan dengan meningkatnya kualitas hidup pada individu autistik dewasa. Sumber dukungan sosial yang dirasakan paling menguntungkan bagi individu autistik dewasa berasal dari keluarga, teman, dan profesional (terapis, guru,psikolog). Bantuan yang diberikan mencakup bantuan informasi, bantuan emosional, dan bantuan langsung. Upaya meningkatkan kesejahteraan hidup bagi individu autistik dewasa memerlukan kerjasama dari berbagai elemen mulai dari pembuat kebijakan hingga masyarakat. Temuan ini menambah wawasan pengetahuan mengenai gambaran kehidupan individu autistik dewasa di Indonesia untuk pengembangan program-program selanjutnya.
Penganiayaan Masa Kecil dan Gangguan Stress Pasca Trauma Pada Perempuan Dewasa Imanina, Rizikita; Surjaningrum, Endang Retno
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 11, No 4 (2022): Psikostudia : Jurnal Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v11i4.9564

Abstract

Post-traumatic stress disorder (PTSD) is a chronic disorder that harms individuals psychologically and physically. 38% of PTSD onset in girls occurs in childhood before the age of 12 years, most of them develop PTSD symptoms after experiencing domestic violence and/or sexual violence. This article aims to describe PTSD’s case in TR, adult, women, aged 21 years, by interviews, observations, and psychological tests i.e graphic test (DAP, BAUM & HTP), The Thematic Apperception Test (TAT), Sacks Sentence Completion Test (SSCT), and informal test. The result showed that PTSD criteria on TR met the criteria based on the DSM-5. Childhood maltreatment occurs during parenting from the mother, as well as the experience of sexual violence by her brother, develop negative self-worth and insecurity that impact self-appreciation. TR’s condition develops the discrepancy between ideal self and real self, that impact on TR’s daily functions. Gangguan stres pasca trauma (PTSD) merupakan gangguan kerusakan kronik yang membahayakan individu secara psikologis dan fisik. 38% onset PTSD pada perempuan terjadi pada masa kanak-kanak sebelum usia 12 tahun, sebagian besar mengembangkan simtom PTSD setelah mengalami kekerasan domestik dan atau kekerasan seksual. Artikel ini bertujuan mendeskripsikan kasus PTSD pada TR, dewasa, perempuan, usia 21 tahun, mulai dari wawancara, observasi dan tes psikologi yang terdiri dari tes grafis (DAP, BAUM & HTP), The Thematic Apperception Test (TAT), Sacks Sentence Completion Test (SSCT), dan tes informal. Hasil menunjukkan bahwa TR memenuhi kriteria PTSD berdasarkan DSM-5. Kekerasan yang terjadi selama pengasuhan dari ibu, serta pengalaman pelecehan seksual yang dilakukan oleh kakak kandung, mengembangkan rasa ketidakberhargaan diri serta rasa aman yang memengaruhi penghayatan kehidupan diri pada TR di usia dewasa. Kondisi ini kemudian memengaruhi pembentukan konsep diri yang negatif, kesenjangan antara diri yang ideal dengan diri yang sesungguhnya, yang berdampak pada keberfungsian TR sehari-hari.
Peningkatan Kapasitas Guru dalam Literasi Digital melalui Edukasi Keterampilan Digital dan Pemanfaatan Kecerdasan Buatan dalam Pembelajaran Surjaningrum, Endang Retno; Yudanagara, Bani Bacan Hacantya; Widayat, Iwan Wahyu; Putri, Anggita Aryo; Annisa, Nafika Siti Nur
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i9.16151

Abstract

ABSTRAK      Penggunaan gadget dan internet pada anak usia sekolah atau generasi Z saat ini menunjukkan angka yang tinggi. Tingginya penggunaan gadget dan media sosial mencerminkan transformasi signifikan dalam teknologi informasi dan komunikasi, mempengaruhi berbagai aspek kehidupan manusia, salah satunya pendidikan. Selain itu, Dalam lingkup pendidikan, kecerdasan buatan/ Artificial Intelligence (AI) telah digunakan oleh tenaga pendidik dan siswa untuk membantu proses pembelajaran. Namun muncul tantangan di era digital yang perlu diperhatikan, seperti cyberbullying dan penggunaan AI yang tidak bijak oleh siswa. Kegiatan edukasi literasi digital diperlukan bagi guru dan praktisi pendidikan yang mendampingi proses belajar siswa di sekolah. Kegiatan ini dilaksanakan untuk membekali guru dan praktisi pendidikan dengan literasi digital, keterampilan digital, dan pemanfaatan AI dalam kegiatan sekolah. Edukasi dilakukan secara daring melalui platform Zoom pada tanggal 4 Mei 2024. Pemaparan berlangsung selama 2 jam 28 menit dan dibagi ke dalam dua sesi dengan dua materi dan narasumber yang berbeda. Sesi pertama membahas tentang pentingnya literasi digital bagi guru dalam konteks pendidikan. sesi kedua membahas tentang penggunaan artificial intelligent (AI) dalam dunia pendidikan. Kegiatan ini dapat meningkatkan pengetahuan peserta secara signifikan dalam hal literasi digital dan penggunaan AI di konteks pendidikan. Evaluasi 94% peserta merasa kegiatan ini bermanfaat bagi pekerjaan mereka. Kata Kunci: Literasi Digital, Kecerdasan Buatan, Peningkatan Kapasitas Guru  ABSTRACT The use of gadgets and the internet among school-age children or Generation Z currently shows high numbers. The high use of gadgets and social media reflects a significant transformation in information and communication technology, affecting various aspects of human life, one of which is education. Apart from that, in the scope of education, artificial intelligence (AI) has been used by educators and students to assist the learning process. However, challenges arise in the digital era that need to be taken into account, such as cyberbullying and the unwise use of AI by students. Digital literacy educational activities are needed for teachers and educational practitioners who accompany students' learning processes at school. This activity is carried out to equip teachers and education practitioners with digital literacy, digital skills, and the use of AI in school activities. Education was carried out boldly via the Zoom platform on May 4, 2024. The presentation lasted 2 hours 28 minutes and was divided into two sessions with two different materials and sources. The first session discussed the importance of digital literacy for teachers in the educational context. the second session discussed the use of artificial intelligence (AI) in the world of education. This activity can significantly increase participants' knowledge in terms of digital literacy and the use of AI in educational contexts. Evaluation: 94% of participants felt this activity was useful for their work.  Keywords: Digital Literacy, Artificial Intelligence, Teacher Capacity Building
Co-Authors Achmad Chusairi Agniwijaya, Andrea Maria Ahmad Fathan Abidi Alifia Ardhani, Dea Alto Kusumo Yondrian Anang Arief Abdillah Andini Damayanti Annisa, Nafika Siti Nur B. Primandini Yunanda Harumi Bani Bacan Hacantya Yudanagara Cahyanti, Ika Yuniar Chanora, Rivenno Cholichul Hadi Cika Humaira Dewa Ayu Aristya Prabadewi Dewi Retno Suminar Dhian Kusumastuti Dinie Ratri Desiningrum Dulce Elda Ximenes Dos Reis Dwi Yuwono Puji Sugiharto, Dwi Yuwono Puji DYP Sugiharto Eldatia Utari Putri Eldatia Utari Putri Emqi, Zahrah Humaidah Erizza Farizan Adani Esti Yunitasari Farisandy, Ellyana Dwi Fendy Suhariadi Fitri Andriani Fitria Anjani Djatmiko Fitrotul Mahfudhoh, Laili Ganesha Bayua Putra Grudug, Putu Dida Dirana Hana Dian Ramadanthi Hanifaturrohmah Hidayat, Ulayya Hanifa Ho, Yi Ming Husnul Mujahadah Ichwan Cahyono Ike Herdiana Imanina, Rizikita Irfananda Devalia Nifatul Imamah istiqomah istiqomah Jannah, Arini Miftahul Karananeethi, Abirami Khawarizmi, Arif Rahman Ktut Dianovinina Ktut Dianovinina Ktut Dianovinina Kusumawati, Candra Lantip Muhammad Dewabrata Listyati Setyo Palupi Lucia Tri Suwanti, Lucia Tri Lutfi Agus Salim Luthfah Naily Faradisa Mayenrisari Arifin A. Pasinringi Monisha Sonia Selvan Mujahadah, Husnul Nawangsari, Nur Ainy Fardana Nesan, Gaayatri Ni Made Ari Wilani Nono Hery Yoenanto Nur Ainy Fardana N. Nur Alfian, Ilham Nurul Hartini Padmi Dhyah Yulianti Padmi Dhyah Yulianti Pradiri, Adismara Putri Pradnyadari, Ni Made Dyah Sathya Prihadi, Kususanto Ditto Putri, Anggita Aryo Qothrun Nada Ridwan Budi Pramono, Ridwan Budi Shinta Priyangga Sesarwati Shoba, Cynthia Sosialita, Tiara Diah Suryanto, Suryanto Syamikar Baridwan Syamsir Tappi, Melisa Nurcahya Tino Leonardi Tyas Anastasya Pratiwi Ulum, Amelia Rosikhotul Valina Khiarin Nisa Wahyuningtyas, Nadylla Puteri Widayat, Iwan Wahyu Wiwin Hendriani Wulandari, Primatia Yogi