p-Index From 2021 - 2026
6.283
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Infobesitas Terhadap Partisipasi Politik Mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia Rachman, Naufal Rizkia; Suryadi, Karim; Tanshzil, Sri Wahyuni
AURELIA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 4, No 2 (2025): July 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/aurelia.v4i2.6849

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh infobesitas terhadap partisipasi politik mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Infobesitas, sebagai kondisi kelebihan informasi yang kompleks dan tidak selalu relevan, diduga memengaruhi tingkat dan kualitas keterlibatan mahasiswa dalam aktivitas politik, baik electoral maupun non-electoral. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Sampel terdiri atas 400 mahasiswa aktif dari berbagai fakultas di UPI yang dipilih melalui teknik stratified random sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner daring yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman dan regresi linier sederhana dengan bantuan software SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan antara infobesitas dan partisipasi politik mahasiswa. Nilai korelasi Spearman sebesar 0,815 (p 0,01) menunjukkan hubungan yang kuat, sementara hasil regresi menunjukkan bahwa infobesitas berkontribusi sebesar 75,2% terhadap variasi partisipasi politik mahasiswa (R² = 0,752). Meskipun demikian, temuan deskriptif menunjukkan bahwa infobesitas juga berpotensi menurunkan kualitas partisipasi, ditandai dengan kebingungan informasi dan ketergantungan terhadap narasi viral. Oleh karena itu, penting untuk membekali mahasiswa dengan literasi digital dan kemampuan berpikir kritis agar mampu berpartisipasi secara reflektif dalam kehidupan politik.
Strategi Komunikasi Pariwisata Halal Studi Kasus Implementasi Halal Hotel di Indonesia dan Thailand Rachmiatie, Atie; Fitria, Rahma; Suryadi, Karim; Ceha, Rahmat
Amwaluna: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Syariah Vol. 4 No. 1 (2020): Amwaluna : Jurnal Ekonomi dan Keuangan Syariah
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah UNISBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/amwaluna.v4i1.8083

Abstract

Indonesia menempati rangking pertama pada sepuluh destinasi favorit untuk liburan, dengan indeks 78 pada GMTI 2019. Pemerintah gencar mencanangkan pengembangan pariwisata halal. Namun perkembangan Hotel Halal di Indonesia tidak semarak di Thailand, yang diduga ada permasalahan komunikasi antara pemerintah dengan industri.Tujuan penelitian ini untuk mengkaji strategi komunikasi yang efektif dalam menyosialisasikan konsep hotel halal.Metode kualitatif menggunakan pendekatan studi kasus, dan teknik purposive sampling, pada pengelola hotel Halal di Bandung dan Bangkok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi dari pemerintah penting dalam memperkuat persepsi tentang product value dan benefit dari pariwisata halal. Latar belakang ada hotel halal karena faktor intrinsic yaitu agama dari pemilik dan exstrinsic yaitu, permintaan wisatawan dan biaya. Perbedaan perkembangan hotel halal, di Bangkok minat wisatawan muslim sangat tinggi, sehingga inisiatif datang dari pengusaha,sedangkan di Bandung, standar dasar halal dianggap sudah menyatu dalam kehidupan masyarakat, sehingga tidak urgent untuk menerapkan “branding” hotel halal. Untuk itu Model strategi komunikasi pariwisata efektif diperlukan pemerintah dalam pengembangan wisata halal.
Transformative Citizenship Education: Strengthening Civic Engagement to Empower People with Disabilities Nanggala, Agil; Suryadi, Karim; Darmawan, Cecep; Saepudin, Epin
JISPO Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol. 15 No. 1 (2025): JISPO Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Publisher : Faculty of SociaI and Political Sciences (FISIP), Universitas Islam Negeri (UIN) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jispo.v15i1.45598

Abstract

Disability in Indonesia and globally remains closely associated with systemic discrimination, as legal protections alone have not been sufficient to dismantle stigma rooted in ableism, isolation, and exclusion. Citizenship education, when integrated with disability studies, offers a constructive framework for promoting inclusivity and civic participation in line with the social model of disability, which challenges the medical and charity models that perpetuate marginalization. This study aims to analyse how disability studies can be integrated into non-formal citizenship education to strengthen civic engagement that empowers people with disabilities and reflects transformative citizenship and civic empowerment. This research used a qualitative descriptive method with purposive and snowball sampling. Data were collected through interviews and observations with people with disabilities and their families, philanthropic communities, election officials, disability service units in higher education, and experts in citizenship education, health, public policy, and Pancasila studies. The findings show that empowerment initiatives—such as philanthropic programs, service learning, and inclusive election practices—are present but remain fragmented, ceremonial, and constrained by weak inter-sectoral collaboration. Nonetheless, the integration of service learning and pentahelix collaboration strengthens civic competence, youth leadership, and inclusive participation in communities. This study concludes that Indonesia’s Pancasila citizenship model provides a strong normative foundation for embedding disability empowerment in citizenship education. Its contribution lies in expanding citizenship education theory through disability perspectives while offering practical strategies for cross-sectoral collaboration. The implication is the need for sustainable policies and civic practices to transform legal guarantees into inclusive social justice.  Disabilitas di Indonesia maupun global masih terkait dengan diskriminasi sistemik, karena perlindungan hukum belum cukup untuk menghapus stigma yang berakar pada ableisme, isolasi, dan eksklusi. Pendidikan kewarganegaraan yang terintegrasi dengan kajian disabilitas menawarkan kerangka untuk memperkuat inklusivitas dan partisipasi kewargaan sesuai model sosial disabilitas, yang menolak model medis dan amal yang sering melanggengkan marginalisasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana kajian disabilitas dapat diintegrasikan ke dalam pendidikan kewarganegaraan non-formal untuk memperkuat keterlibatan kewargaan yang memberdayakan penyandang disabilitas serta merefleksikan kewargaan transformatif. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik purposive dan snowball sampling. Data diperoleh melalui wawancara dan observasi terhadap penyandang disabilitas dan keluarga, komunitas filantropi, penyelenggara pemilu, unit layanan disabilitas di perguruan tinggi, serta para ahli pendidikan kewarganegaraan, kesehatan, kebijakan publik, dan Pancasila. Hasil menunjukkan bahwa inisiatif pemberdayaan—seperti program filantropi, service learning, dan praktik pemilu inklusif—sudah ada, namun masih terfragmentasi, seremonial, dan terkendala lemahnya kolaborasi lintas sektor. Meski demikian, integrasi service learning dan kolaborasi pentahelix terbukti memperkuat kompetensi kewargaan, kepemimpinan pemuda, dan partisipasi inklusif di masyarakat. Kesimpulannya, model kewarganegaraan Pancasila memberi dasar normatif kuat untuk mengintegrasikan pemberdayaan disabilitas dalam pendidikan kewarganegaraan. Kontribusi penelitian ini adalah memperluas teori pendidikan kewarganegaraan melalui perspektif disabilitas serta menawarkan strategi praktis kolaborasi lintas sektor. Implikasinya, diperlukan kebijakan berkelanjutan dan praktik kewargaan kolaboratif untuk mewujudkan keadilan sosial yang inklusif.
Transformasi Civic Virtue Mahasiswa Melalui Kebijakan Kampus Merdeka Nanggala, Agil; Suryadi, Karim
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 8 No 1 Maret 2021
Publisher : Prodi PPKn FKIP Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/jpkn.v8i1.y2021.p70-80

Abstract

Membentuk mahasiswa sebagai warga negara muda yang beradab, perlu menjadi orientasi atas kolaborasi keilmuan Pendidikan Kewarganegaraan dengan kebijakan kampus merdeka, sebagai upaya  konkret dalam mengefektifkan pengelolaan bonus demografi Indonesia, karena berdampak pada modern dan komprehensifnya konsep serta praksis mengenai pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan pada kampus merdeka. Terlebih fakta keilmuan Pendidikan Kewarganegaraan memiliki kajian yang luas, baik secara sempit (civic education) maupun secara luas (citizenship education), sehingga memiliki relevansi untuk berkolaborasi dengan kebijakan kampus merdeka, karena mengakomodir pembelajaran di kelas serta bersifat langsung dimasyarakat, yang mengarah pada upaya transformasi keadaban mahasiswa (civic virtue). Penelitian ini dilaksanakan melalui pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur, proses analisis data dalam penelitian ini, tentu berfokus pada reduksi data, display data dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Pada konteks hasil penelitiannya adalah: 1) bentuk pebelajaran kampus merdeka, mampu dioptimalkan untuk membentuk keadaban mahasiswa, karena memiliki relevansi dengan dimensi keilmuan Pendidikan Kewarganegaraan, khususnya pada dimensi kurikuler dan sosio-kultural, 2) orientasi Pendidikan Kewarganegaraan dalam kebijakan kampus merdeka, perlu mengakomodir upaya memperkuat kompetensi kewarganegaraan mahasiswa, sehingga menjadi langkah strategis dalam membentuk mahasiswa sebagai warga negara yang beradab. 
Analysis Of The Concept Of Fulfilling The Political Rights Of Disabled People Reviewed From The Perspective Of Civic Education Nanggala, Agil; Suryadi, Karim
Jurnal Pendidikan PKN (Pancasila dan Kewarganegaraan) Vol 5, No 1 (2024): April
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jppkn.v5i1.76765

Abstract

This research aims to analyze the concept of providing political rights for disabled people from a holistic Civics perspective so that it includes the impression of providing political rights that are limited to channelling political votes in elections, and limited to making disabled people political subjects. This research was carried out based on a qualitative approach, using literature study methods, namely data analysis, reduction, display and verification. The results of the research, namely, the concept of containing political rights in a Civics perspective based on a citizenship education approach and citizenship education containing political education, political empowerment, and political involvement of disabled people, so it becomes a political subject, to increase the capacity of civil competence and political literacy of disabled people. The conclusion is that the analysis of the concept that includes the political rights of disabled people from a Civics perspective, not only aims to realize equality for disabled citizens by holistically overcoming stereotyping but also to increase students' civic competence, through philanthropic actions based on civic education for disabled people.
Pilkada Dalam Pandemic: Bagaimana Warga Negara Memaknai Demokrasi Indonesia Romdani, Lisda Nurul; Suryadi, Karim
Jurnal Kewarganegaraan Vol. 18 No. 2 (2021): September 2021
Publisher : Department of Pancasila and Civic Education, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jk.v18i2.23416

Abstract

AbstractLocal election in 2020 is a form of democracy for the Indonesian people, with this aim, namely to see how citizens interpret the concept of democracy in Indonesia during the elections held during the Pandemic. This research was conducted using the method of literature study (library research) or research with literature studies, namely research data and information from scientific journals and books as well as research results. Such is the data process obtained that the holding of regional head elections in a Pandemic reaps pros and cons. The media is a public space that is used by citizens in realizing their participation, and the manifestation of a citizen's democratic attitude can be seen from his role through the public space in his decision-making process. Thus, the media as a means of political discussion in the community, this can be said as the meaning of democracy that can be seen by every individual in the practice of citizenship.------------- AbstrakPemilihan Kepala Daerah serentak yang diselenggarakan pada tahun 2020 merupakan wujud demokrasi bagi bangsa Indonesia, tujuan penulisan ini yaitu untuk mengetahui bagaimana warga negara memaknai konsep demokrasi di Indonesia saat pilkada yang dilaksanakan saat Pandemic. Penelitian ini dilakukan dengan metode studi literatur (library research) atau penelitian dengan studi pustaka, yaitu pengumpulan data dan informasi dari jurnal ilmiah dan buku serta hasil penelitian. Demikian proses data yang didapatkan bahwa penyelenggaraan pemilihan kepala daerah dalam Pandemic menuai pro dan kontra. Media menjadi ruang public yang digunakan warga negara dalam mewujudkan partisipasinya, dan perwujudan sikap demokratis seorang warga negara dapat dilihat dari peran dirinya melalui ruang public dalam proses pengambilan keputusannya. Demikian, media sebagai sarana diskusi politik di kalangan masyarakat, hal ini dapat dikatakan sebagai makna demokrasi yang dapat dilihat setiap individu dalam praktek kewarganegaraan. 
Tantangan Pemenuhan Hak-Hak Mahasiswa Dan Penguatan Kompetensi Kewarganegaraan Melalui Kebijakan Kampus Merdeka Nanggala, Agil; Suryadi, Karim
JPK (Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan) Vol 6 No 1 (2021): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/jpk.v6i1.3309

Abstract

Kebijakan kampus merdeka merupakan kebijakan aktual pada bidang pendidikan tinggi, karena menghendaki terjadinya modernisasi dan demokratisasi pendidikan tinggi, sehingga adaptif terhadap realitas kemajuan zaman, juga pada aspek pembelajarannya berdampak nyata bagi mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tantangan kebijakan kampus merdeka dalam memenuhi hak-hak mahasiswa, serta memberikan rasionalisasi pentingnya orientasi pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan pada kampus merdeka yang mengarah pada penguatan kompetensi kewarganegaraan mahasiswa, agar menjadi warga negara yang beradab, penelitian ini dilakukan melalui pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur, proses analisis data dalam penelitian ini meliputi: reduksi data, display data, verifikasi dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian yang diperoleh adalah 1) tantangan yang dihadapi oleh kebijakan kampus merdeka, dalam memenuhi hak-hak mahasiswa, umumnya karena belum meratanya kualitas pendidikan, realitas daya saing bangsa dan inovasi nasional, serta kualitas pelayanan dan perlidungan hukum bagi mahasiswa, 2) penguatan kompetensi kewarganegaraan mahasiswa, perlu menjadi orientasi umum dari Pendidikan Kewarganegaraan pada kebijakan kampus merdeka, karena komprehensif, guna mewujudkan mahasiswa yang beradab dan mampu diandalkan oleh negara. Upaya mengatasi tantangan yang berpotensi menghambat berjalan optimalnya kebijakan kampus merdeka, bisa melalui komitmen dan konsistensi berbagai pihak terlebih pemerintah dan pimpinan perguruan tinggi untuk memajukan pendidikan bangsa dan menjamin perlindungan hukum yang adil dan bantuan pendidikan yang tidak diskriminatif. Challenges of Fulfilling Student Rights and Strengthening Citizenship Competence through the Independent Campus Policy. The independent campus policy is an actual policy in the field of higher education, because it requires the modernization and democratization of higher education, so that it is adaptive to the realities of the progress of the times, as well as the aspects of learning which have a real impact on students. This study aims to analyze the challenges of independent campus policies in fulfilling student rights, as well as provide rationalization of the importance of Citizenship Education learning orientation on independent campuses which leads to strengthening student citizenship competencies, in order to become civilized citizens. This research was conducted through a qualitative approach with methods literature study, the data analysis process in this study includes: data reduction, data display, verification and conclusion. The results obtained are 1) the challenges faced by the independent campus policy, in fulfilling the rights of students, generally due to the unequal quality of education, the reality of national competitiveness and national innovation, as well as the quality of services and legal protection for students, 2) strengthening competence Student citizenship needs to become a general orientation of Citizenship Education on an independent campus policy, because it is comprehensive, in order to create civilized students and can be relied on by the state. Efforts to overcome challenges that have the potential to hinder the optimal running of the independent campus policy, can be through the commitment and consistency of various parties, especially the government and university leaders, to advance national education and guarantee fair legal protection and non-discriminatory educational assistance
Telaah Kritis Carpon Sirakéan Silihwangih dalam Menumbuhkan Civic Engagement (Studi Kasus pada Komunitas “Dongeng Sunda” Facebook) Kurnia, Anggi Nesta; Suryadi, Karim; Syaifullah
Jaladri : Jurnal Ilmiah Program Studi Bahasa Sunda Vol 11 No 1 (2025): Jaladri
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/jaladri.v11i1.4517

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengidentifikasi nilai-nilai yang terdapat pada carpon Sirakéan Silihwangih . Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Partisipan merupakan anggota aktif Komunitas “Dongeng Sunda” Facebook dan tempat penelitian juga dilaksanakan langsung pada laman tersebut. Hasil utama penelitian ini adalah nilai-nilai yang disajikan dalam karpon Sirakéan Silihwangih tersebut yang meliputi Sunda dalam perspektif karpon Sirakéan Silihwangih , sumber ditemukannya nilai-nilai Sunda, ciri-ciri masyarakat Sunda berdasarkan perilaku dan tindakan, serta bentuk keterlibatan anggota komunitas dalam isu pelestarian budaya Sunda ( Civic Engagement ). Berdasarkan hasil analisis ditemukan bahwa karpon Sirakéan Silihwangih itu sendiri merupakan karya sastra berbentuk cerita pendek yang memuat nilai-nilai berupa isu sosial dan budaya terutama dalam pelestarian budaya Sunda ditengah peruban zaman dan arus modernisasi.
School Climate and Bullying Prevention A Civic Education Perspective Damayanti, Siska; Suryadi, Karim; Tanshzil, Sri Wahyuni
Journal of Education Research Vol. 5 No. 4 (2024)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v5i4.1369

Abstract

Persoalan perundungan masih menjadi perhatian serius dalam bidang pendidikan. Penelitian ini mengkaji teori iklim sekolah dan perannya dalam pencegahan perundungan, serta bagaimana prinsip-prinsip Pendidikan Kewarganegaraan dapat berkontribusi dalam menciptakan iklim sekolah yang positif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur. Tujuan dari studi literatur ini adalah untuk mengidentifikasi elemen-elemen kunci iklim sekolah yang efektif dalam mengurangi perundungan dan mengeksplorasi integrasi Pendidikan Kewarganegaraan sebagai alat untuk memperkuat perilaku sosial yang konstruktif di kalangan siswa. Hasil kajian menunjukkan bahwa iklim sekolah yang ditandai dengan keamanan, dukungan emosional, dan hubungan interpersonal yang sehat dapat secara signifikan mengurangi frekuensi dan dampak perundungan. Selain itu, Pendidikan Kewarganegaraan berperan penting dalam membangun kesadaran sosial siswa, mempromosikan nilai-nilai kebajikan, dan meningkatkan partisipasi mereka dalam upaya pencegahan perundungan. Pendidikan Kewarganegaraan membantu siswa memahami hak dan tanggung jawab mereka, yang selanjutnya mendorong pembentukan lingkungan sekolah yang inklusif dan mendukung.
Pendidikan Politik di Partai Politik yang Impoten: Kajian Kritis Fenomena Calon Tunggal pada Pilkada Aba, Akbar; Suryadi, Karim; Matang, Matang
PINUS: Jurnal Penelitian Inovasi Pembelajaran Vol 8 No 2 (2023): Volume 8 Nomor 2 Tahun 2023
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/pn.v8i2.19593

Abstract

The single candidate for regional elections continues to increase. This study aims to describe the factors that cause the occurrence of a single candidate, theories and models that can explain this phenomenon, and the position of democracy in the election of a single candidate. Using Harzing's Publish or Perish software, 195 articles were obtained from 2013-2022. Through the Systematic Literature Review method, 50 journal articles were then analyzed. The results of the study explain that political education in political parties fails to cause a single candidate. Pragmatism of political parties, high political dowries, and failure of regeneration. Finally, make political parties form a grand coalition with a single candidate. Several theories can explain this phenomenon, such as Coalition Theory, Exchange Theory, Interest Groups Theory, Oligarchy Theory, Hegemony Theory, Deliberative Democracy, and others. In the study of democracy, a single candidate ultimately has an impact on the quality of democracy. This research opens up space for further research discussed in this article.