p-Index From 2021 - 2026
6.283
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

The Concept of Democracy Education as an Effort for Developing The Political Culture of Participating Communities Randiawan, R.; Suryadi, Karim; Nur, Muhammad
International Journal Pedagogy of Social Studies Vol 8, No 1 (2023): Social, Religion and Democracy
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/ijposs.v8i1.52770

Abstract

Overcoming the concept of democratic education as an effort to develop the political culture of a participating society. This research was conducted using the method of library research (library research) by collecting information from various sources, such as books, journals with a qualitative approach. The results of the study show that the ideal concept of democratic education consists of three processes, first is the existence of political literacy for the community, second is the socialization of democracy through group discussion forums (FGD), public discussion of the community. The third is to provide political experience to the people by forming a democratic community. This political experience can be carried out through political parties, social organizations, and communities to support the direct involvement of the people in the democratic process. And forming a democratic culture of a participating society is the main agenda in the process of maturing democracy. 
Pendidikan Kewarganegaraan Berbasis Civic Philanthropy untuk Pemenuhan Hak Politik Penyandang Disabilitas Nanggala, Agil; Suryadi, Karim; Darmawan, Cecep; Saepudin, Epin; Avila, Roel V.
Jurnal Ilmiah Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 9, No 2 (2024): Juli 2024
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um019v9i2p101-111

Abstract

Kajian ini bertujuan untuk menganalisis relevansi dan konstruksi pendidikan kewarganegaraan berbasis civic philanthropy terhadap pemenuhan hak politik penyandang disabilitas. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode literature review. Pendidikan kewarganegaraan berbasis civic philanthropy relevan terhadap pemenuhan hak politik penyandang disabilitas. Pendidikan kewarganegaraan berbasis civic philanthropy dapat ditinjau berdasarkan civic education dan citizenship education. Pendidikan kewarganegaraan berbasis civic philanthropy dalam paradigma civic education mengarah pada pembelajaran tentang konsep kesetaraan, sedangkan dalam paradigma citizenship education mengarah pada penguatan sikap toleransi dalam masyarakat. Pembelajaran pendidikan kewarganegaraan berbasis civic philanthropy untuk memenuhi hak politik penyandang disabilitas dilaksanakan melalui pendekatan service learning dengan kolaborasi pentahelix antara pemerintah, akademisi, komunitas, swasta, dan media.
Realisasi Citizenship Education Melalui Program Kampus Merdeka Nanggala, Agil; Suryadi, Karim
Jurnal Ilmiah Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 7, No 1 (2022): Maret 2022
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.943 KB) | DOI: 10.17977/um019v7i1p68-76

Abstract

This study aimed to describe the realization of citizenship education in the learning practice of the Kampus Merdeka program and to analyze the involvement of various parties in the effort to realize citizenship education in the Merdeka Campus program. This study applied a qualitative approach with a literature study method carried out through several activities, namely collecting library data, reading and taking notes, and processing information according to the formulation of the problem discussed. The realization of citizenship education in the learning practice of the Kampus Merdeka program was executed through several activities that directly interact with the community, including research, entrepreneurship, humanitarian projects, independent projects, and thematic Real Work Lectures (KKN) or village building. Efforts to realize citizenship education in the Kampus Merdeka program required several parties, namely the government, academia, the community or society, the private sector, and the media.
Kampus Merdeka Dalam Perspektif Pemikiran Ki Hajar Dewantara Dan Paulo Freire Serta Perdebatan Pemikiran Aliran Filsafat Pendidikan John Dewey Vs Robert M. Hutchins Nanggalaupi, Agil; Suryadi, Karim
JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 5, No 2 (2021): JISIP (Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jisip.v5i2.1812

Abstract

Pemikiran pendidikan Ki Hajar Dewantara dan Paulo Freire mengenai kemerdekaan pada pendidikan, tentu menjadi telaah kritis bagi dunia akademik serta bahan pertimbangan pemerintah dalam memberlakukan kebijakan pendidikan. Termasuk pada penerapan kebijakan kampus merdeka yang begitu merepresentasikan perspektif pemikiran Ki Hajar Dewantara dan Paulo Freire, karena menghendaki untuk terjadinya kemerdekaan dan kebebasan dalam konsep dan praksis pendidikan, tentu substansi mengenai kebebasan dan modernisasi pendidikan, pada dasarnya diawali oleh gerakan pembaharuan pendidikan di Amerika dan Eropa Barat, sehingga perlu menganalisis perdebatan pemikiran progresivisme dan tradisional atau konservatif, melalui pemikiran John Dewey vs Robert M. Hutchins, sebagai tokoh penggagas aliran filsafat pendidikan tersebut, agar civitas akademika mengetahui posisinya pada perdebatan tersebut. Tentu penelitian ini dilakukan melalui pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur, proses analisis data pada penelitian ini berfokus pada: reduksi data, display data, verifikasi serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitiannya, sebagai berikut: 1) Kampus merdeka begitu merepresentasikan pemikiran pendidikan Ki Hajar Dewantara dan Paulo Freire, karena turut menghendaki terjadinya kemerdekaan serta kebebasan pada konsep serta praksis pendidikan, juga mengakomodir sistem among (membimbing serta melayani) bahkan pembelajaran kritis dan kreatif (hadap masalah), 2) Perdebatan pemikiran progresivisme John Dewey serta perenialisme  Robert M. Hutchins, berfokus terhadap konsep, orientasi serta praksis pembelajaran, antara progres atau regres
RADIKALISME MAHASISWA: ANALISIS FAKTOR PENYEBAB DAN MODEL RADIKALISASI Tanshzil, Sri Wahyuni; Suryadi, Karim; Komalasari, Kokom; Anggraeni, Leni
TARBAWY: Indonesian Journal of Islamic Education Vol 10, No 1 (2023): May 2023
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/t.v10i1.57271

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor penyebab dan model radikalisasi di kalangan generasi muda ditinjau dari berbagai literatur. Data hasil penelitian diolah dengan beberapa prosedur yang ditentukan, meliputi proses kompulasi, analisis, dan simpulan dari berbagai jurnal nasional dan internasional bereputasi yang relevan serta portal berita online terkait radikalisme di kalangan mahsiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa radikalisasi terbentuk dalam dua level utama, yaitu mikro dan makro. Serta secara spesifik disebabkan oleh faktor pendorong, penarik dan pribadi. Kecenderungan individu rentan (mahasiswa) berafiliasi dengan kelompok radikal karena proses radikalisasi yang terbentuk melalui fase atau tahapan-tahapan menjadi semakin radikal. Prosesnya dimulai dari fase kepekaan akan ideologi menyimpang, perubahan perilaku, bergabungnya pada kelompok radikal hingga berujung pada tindakan aski kekerasan (terorisme).
KONSTRUKSI CIVIC CAMPAIGN UNTUK KESETARAAN DIFABEL BERBASIS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DI PERGURUAN TINGGI Nanggala, Agil; Suryadi, Karim
Jurnal Paris Langkis Vol 4 No 1 (2023): Edisi Agustus 2023
Publisher : PPKn, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pengetahuan Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/paris.v4i1.12579

Abstract

Riset ini dilakukan untuk merampungkan konstruksi civic campaign untuk kesetaraan difabel berbasis pembelajaran pendidikan kewarganegaraan di perguruan tinggi. Riset ini dilakukan berbasis pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur, analisis data yaitu, reduksi, display, dan verifikasi. Hasil riset yaitu, pembelajaran PKn di perguruan tinggi adalah wahana strategis mewujudkan kesetaraan kaum difabel, karena, PKn selaku civic education memuat visi, siasat juga praktik dalam memberi pemahaman komprehensif tentang urgensi kesetaraan difabel, potensi dan keunggulan difabel, serta pentingnya civic campaign untuk kesetaraan difabel, mengingat selaku bagian integral dari warga negara Indonesia, selanjutnya PKn selaku citizenship education, menjadi aksi nyata, integratif, juga kolaboratif berbasis pentahelix untuk mengatasi diskriminasi difabel. Kesimpulan yaitu, konstruksi civic campaign untuk kesetaraan difabel berbasis pembelajaran PKn di perguruan tinggi, adalah paradigma baru dalam mengatasi diskriminasi difabel yang kompleks, karena inovatif, holistik, partisipatif, integratif, dan kolaboratif, sehingga berbasis PKn atau integrative, tidak sebatas kebijakan atau top down, maupun sebatas gerakan moral sosial warga negara atau bottom up, dengan model implementasi, yaitu, 1) relevansi landasan teoretis, 2) pembagian tugas kerja, 3) validasi dosen pembimbing, 4) penjajakan pentahelix, 5) praktik civic campaign untuk kesetaraan difabel, dan 6) sosialisasi masif.
Pilkada Dalam Pandemic: Bagaimana Warga Negara Memaknai Demokrasi Indonesia Romdani, Lisda Nurul; Suryadi, Karim
Jurnal Kewarganegaraan Vol 18, No 2 (2021): September 2021
Publisher : Department of Pancasila and Civic Education, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (23.144 KB) | DOI: 10.24114/jk.v18i2.23416

Abstract

AbstractLocal election in 2020 is a form of democracy for the Indonesian people, with this aim, namely to see how citizens interpret the concept of democracy in Indonesia during the elections held during the Pandemic. This research was conducted using the method of literature study (library research) or research with literature studies, namely research data and information from scientific journals and books as well as research results. Such is the data process obtained that the holding of regional head elections in a Pandemic reaps pros and cons. The media is a public space that is used by citizens in realizing their participation, and the manifestation of a citizen's democratic attitude can be seen from his role through the public space in his decision-making process. Thus, the media as a means of political discussion in the community, this can be said as the meaning of democracy that can be seen by every individual in the practice of citizenship.------------- AbstrakPemilihan Kepala Daerah serentak yang diselenggarakan pada tahun 2020 merupakan wujud demokrasi bagi bangsa Indonesia, tujuan penulisan ini yaitu untuk mengetahui bagaimana warga negara memaknai konsep demokrasi di Indonesia saat pilkada yang dilaksanakan saat Pandemic. Penelitian ini dilakukan dengan metode studi literatur (library research) atau penelitian dengan studi pustaka, yaitu pengumpulan data dan informasi dari jurnal ilmiah dan buku serta hasil penelitian. Demikian proses data yang didapatkan bahwa penyelenggaraan pemilihan kepala daerah dalam Pandemic menuai pro dan kontra. Media menjadi ruang public yang digunakan warga negara dalam mewujudkan partisipasinya, dan perwujudan sikap demokratis seorang warga negara dapat dilihat dari peran dirinya melalui ruang public dalam proses pengambilan keputusannya. Demikian, media sebagai sarana diskusi politik di kalangan masyarakat, hal ini dapat dikatakan sebagai makna demokrasi yang dapat dilihat setiap individu dalam praktek kewarganegaraan. 
School Climate and Bullying Prevention A Civic Education Perspective Damayanti, Siska; Suryadi, Karim; Tanshzil, Sri Wahyuni
Journal of Education Research Vol. 5 No. 4 (2024)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v5i4.1369

Abstract

Persoalan perundungan masih menjadi perhatian serius dalam bidang pendidikan. Penelitian ini mengkaji teori iklim sekolah dan perannya dalam pencegahan perundungan, serta bagaimana prinsip-prinsip Pendidikan Kewarganegaraan dapat berkontribusi dalam menciptakan iklim sekolah yang positif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur. Tujuan dari studi literatur ini adalah untuk mengidentifikasi elemen-elemen kunci iklim sekolah yang efektif dalam mengurangi perundungan dan mengeksplorasi integrasi Pendidikan Kewarganegaraan sebagai alat untuk memperkuat perilaku sosial yang konstruktif di kalangan siswa. Hasil kajian menunjukkan bahwa iklim sekolah yang ditandai dengan keamanan, dukungan emosional, dan hubungan interpersonal yang sehat dapat secara signifikan mengurangi frekuensi dan dampak perundungan. Selain itu, Pendidikan Kewarganegaraan berperan penting dalam membangun kesadaran sosial siswa, mempromosikan nilai-nilai kebajikan, dan meningkatkan partisipasi mereka dalam upaya pencegahan perundungan. Pendidikan Kewarganegaraan membantu siswa memahami hak dan tanggung jawab mereka, yang selanjutnya mendorong pembentukan lingkungan sekolah yang inklusif dan mendukung.
Implementasi penguatan pendidikan karakter melalui program bandung masagi di sekolah menengah pertama Hubi, Zindan Baynal; Suryadi, Karim; Luthfiani, Risa Safira
Jurnal Pendidikan Karakter VOL 15, NO 1 (2024)
Publisher : Directorate of Research and Community Service, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpka.v1i1.69535

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi penguatan pendidikan karakter melalui program Bandung Masagi di sekolah menengah pertama terkhusus yang ada di wilayah A khususnya SMP Negeri 25 Bandung yang dinyatakan sekolah terbaik di wilayah A. Pendekatan kualitatif dengan model studi kasus dipilih dengan teknik instrumen penelitian berupa wawancara dan observasi. Subjek dalam penelitian yaitu kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, guru serta siswa dengan total subjek wawancara 12 orang. Program pendidikan karakter Bandung Masagi dapat berkontribusi dalam penguatan karakter dan membina kebajikan siswa di SMP Negeri 25 Bandung yang berdasarkan budaya Sunda di mana memuat sistem akar dasar nilai-nilai filosofi kearifan lokal, yaitu silih asah, silih asih, silih asuh dan silih wawangi serta empat aspek keimanan, bela negara, cinta lingkungan, dan jaga budaya. Melalui program pendidikan karakter Bandung Masagi, terlihat ada perubahan karakter pada peserta didik ke arah yang lebih baik. Tetapi dalam perkembangan yang dirasakan, tidak secara langsung bergerak drastis melainkan bertahap.Abstract: This research aims to analyze the implementation of strengthening character education through the Bandung Masagi program in junior high schools, specifically in Region A, especially SMP Negeri 25 Bandung, declared the best school in Region A. A qualitative approach using a case study model was chosen using research instrument techniques in the form of interviews and observations. The subjects in the research were the principal, deputy principal for curriculum, teachers and students, and there were a total of 12 interview subjects. The Bandung Masagi character education program can contribute to strengthening character and fostering the virtues of students at SMP Negeri 25 Bandung, which is based on Sundanese culture which contains a basic root system of local wisdom and philosophical values, namely silih asah, silih asih, silih asuh and silih wawangi as well as four aspects faith, defending the country, loving the environment, and protecting culture. Through the Bandung Masagi character education program, it can be seen that there has been a change in students' character for the better. However, the development that is felt is not immediately drastic but gradual.
Penguatan Kecerdasan Kewargaan untuk Mengembangkan Nilai Demokratis di Perguruan Tinggi Rahman, Ikman Nur; Budimansyah, Dasim; Suryadi, Karim; Sundawa, Dadang
Jurnal Moral Kemasyarakatan Vol 9 No 1 (2024): Volume 9, Nomor 1 - Juni 2024
Publisher : Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jmk.v9i1.10237

Abstract

Pendidikan Kewarganegaraan merupakan sarana pendididkan demokrasi dimana nilai-nilai demokrasi diintegrasikan dalam pembelajaran agar warga negara memiliki kompetensi untuk menjadi warga negara demokratis. Penelitian ini bertujuan untuk memperkenalkan kembali konsep kecerdasan kewargaan (civic intelligence) untuk memperluas konsep kompetensi warga negara yang telah digagas sebelumnya oleh Doughlas Schuler serta Winataputra dan Somantri. Melalui desain kualitatif, penelitian ini menyajikan analisis indikator kecerdasan kewargaan sehingga dapat secara efektif memposisikannya dalam pencapaian tujuan Pendidikan Kewarganegaraan dalam menembangkan nilai demokratis. Penelitian ini menggunakan metode non-probability sampling dengan metode purposive sampling, dilakukan melalui focus discussion group dengan 13 pengajar Pendidikan Kewarganegaraan di 6 kampus yang tersebar di provinsi Banten.  Penelitian ini dilakukan dengan mempertanyakan konsepsi kecerdasan kewargaan sehingga didapatkan kerangka baik secara konseptual maupun operasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada 8 nilai-nilai demokratis yang dapat dikembangkan melalui kecerdasan kewargaan yaitu kebebasan berkelompok, kebebasan berpendapat, kebebasan berpartisipasi, kesamaan derajat, kepercayaan, taat terhadap hukum, toleransi dan saling menghormati