p-Index From 2021 - 2026
8.547
P-Index
This Author published in this journals
All Journal International Journal of Public Health Science (IJPHS) Media Kesehatan Masyarakat Indonesia JURNAL PROMOSI KESEHATAN INDONESIA Media Kesehatan Masyarakat Indonesia Jurnal Kesehatan Masyarakat VISIKES Disease Prevention and Public Health Journal Jurnal Kesehatan Masyarakat Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya LINK Jurnal Kesehatan Masyarakat (JKM) CENDEKIA UTAMA Global Medical and Health Communication Jurnal Kebidanan Jurnal Preventia Jurnal Kesehatan Masyarakat Jurnal Penelitian Kesehatan Suara Forikes Jurnal Profesi Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Jurnal Penelitian Pendidikan IPA (JPPIPA) Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia Jurnal Kesehatan Komunitas Journal of Public Health for Tropical and Coastal Region Al-sihah: The Public Health Science Journal Journal of Maternal and Child Health Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat UNSIQ Manuju : Malahayati Nursing Journal Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Jurnal Kesehatan Global Unnes Journal of Public Health Public Health Perspective Journal Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat Jurnal Ners Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesian Journal of Global Health research Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Journal of Community Development Indonesian Journal of Health Community Jurnal CREPIDO: Jurnal Mengenai Dasar-Dasar Pemikiran Hukum Filsafat dan Ilmu Hukum Cermin Dunia Kedokteran Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Jurnal Riset Kesehatan Masyarakat Berita Kedokteran Masyarakat DUNIA KEPERAWATAN: JURNAL KEPERAWATAN DAN KESEHATAN Eduvest - Journal of Universal Studies JMMR (Jurnal Medicoeticolegal dan Manajemen Rumah Sakit) Malahayati International Journal of Nursing and Health Science Holistik Jurnal Kesehatan Cermin Dunia Kedokteran Jurnal Info Kesehatan Kesmas: Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional (National Public Health Journal)
Claim Missing Document
Check
Articles

IMPLEMENTASI KEBIJAKAN SISTEM PELEPASAN INFORMASI MEDIS KEPADA PIHAK KETIGA DI RSUD X MADURA Dimas Aulia Savitri; Antono Suryoputro; Farid Agushybana
Jurnal LINK Vol 18, No 1 (2022): MEI 2022
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1013.456 KB) | DOI: 10.31983/link.v18i1.8303

Abstract

Pelepasan informasi medis kepada pihak ketiga merupakan tanggung jawab fasilitas kesehatan untuk melindungi informasi kesehatan yang terdapat didalamnya dari rusak, hilang, pemalsuan data dan akses illegal. Oleh karena itu fasilitas kesehatan harus memiliki kebijakan yang mengatur sistem pelepasan informasi medis kepada pihak ketiga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan sistem pelepasan informasi medis kepada pihak ketiga di RSUD X Madura. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif, melalui teknik wawancara mendalam dan observasi. Informan dalam penelitian ini berjumlah 15 orang, yaitu pimpinan RSUD, manajer pelayanan medik, kepala bagian rekam medis, dan DPJP. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa RSUD X sudah memiliki kebijakan terkait sistem pelepasan informasi medis kepada pihak ketiga namun di kegiatan pelepasan di lapangan belum sesuai kebijakan. Hal tersebut dikarenakan karena sosialisasi dari pimpinan masih kurang sehingga pelaku kebijakan masih belum mengetahui tentang kebijakan tersebut. Belum pernah melakukan monitoring dan evaluasi terkait kegiatan pelepasan tersebut sehingga pimpinan tidak mengetahui ada faktor-faktor lain yang menyebabkan kebijakan tersebut tidak berjalan.
Obesity as Risk Factor of Type 2 Diabetes Mellitus in Women of Reproductive Age Hanifah Ardiani; Soeharyo Hadisaputro; Djoko Trihadi Lukmono; Heri Nugroho; Antono Suryoputro
Global Medical & Health Communication (GMHC) Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1839.548 KB) | DOI: 10.29313/gmhc.v6i2.2708

Abstract

Women of childbearing age with type 2 diabetes mellitus (DM) are more at risk of having pregnancy complication (in both the mother and the baby) at twice the risk for sexual dysfunction and three times more likely to die than women of childbearing age without DM. The purpose of this study was to prove obesity as the risk factor of type 2 DM in women of childbearing age. The study design was a case-control and a qualitative analysis using the in-depth interview. This study conducted in Internal Medicine Polyclinic and Eye Polyclinic in Regional General Hospital Madiun, June–July 2017. The population in this study was women of childbearing age 20–49 years old and married who check blood sugar in Regional General Hospital Madiun. The samples of this study were 54 cases and 54 controls using consecutive sampling. Data analyzed by chi-square and logistic regression. The results showed that obese women of childbearing age had risk 2.63 times greater for type 2 DM than non-obese (p=0.016, 95% CI=1.06–6.53). In conclusion, obesity was a risk factor of type 2 DM in the women of reproductive age. OBESITAS SEBAGAI FAKTOR RISIKO DIABETES MELITUS TIPE 2 PADA WANITA USIA SUBURWanita usia subur (WUS) dengan diabetes melitus (DM) tipe 2 lebih berisiko mengalami komplikasi kehamilan (baik pada ibu maupun bayinya), berisiko 2 kali lebih besar untuk menderita gangguan fungsi seksual, dan 3 kali lebih besar untuk mengalami kematian dibanding dengan WUS tanpa DM. Tujuan penelitian ini membuktikan obesitas sebagai faktor risiko DM tipe 2 pada WUS. Desain studi dalam penelitian ini adalah kasus kontrol yang diperdalam dengan analisis kualitatif menggunakan wawancara mendalam. Penelitian ini dilakukan di poliklinik penyakit dalam dan poliklinik mata RSUD Kota Madiun Juni–Juli 2017. Populasi dalam penelitian ini adalah WUS berusia 20–49 tahun dan sudah menikah yang diperiksa gula darah di RSUD Kota Madiun. Sebanyak 54 kasus dan 54 kontrol dipilih menggunakan consecutive sampling. Data dianalisis dengan chi square dan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa WUS yang obesitas memiliki risiko 2,63 kali lebih besar untuk mengalami DM tipe 2 dibanding dengan yang tidak obesitas (p=0,016; 95% IK=1,06−6,53). Simpulan, obesitas merupakan faktor risiko DM tipe 2 pada WUS.
PENCAPAIAN INDEKS KELUARGA SEHAT PROGRAM INDONESIA SEHAT PENDEKATAN KELUARGA (PIS – PK) : LITERATURE REVIEW Romdhonah Romdhonah; Antono Suryoputro; Sutopo Patria Jati
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 12, No 2 (2021): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v12i2.980

Abstract

AbstrakPembangunan kesehatan program utamanya adalah program Indonesia sehat yang pencapaiannya direncanakan melalui Rencana strategis Kementrian Kesehatan Tahun 2015-2019 yang ditetapkan melalui Kemenkes RI Nomor HK.02.02/Menkes/52/2015.  Program Indonesia sehat adalah salah satu program agenda ke -5 Nawa Cita yaitu meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia. Indikator keluarga sehat antara lain: 1) keluarga mengikuti program Keluarga Berencana (KB), 2) ibu melakukan persalinan di fasilitas kesehatan, 3) bayi mendapat imunisasi dasar lengkap, 4) bayi mendapat air susu ibu (ASI) eksklusif, 5) balita mendapatkan pematauan pertumbuhan, 6) penderita tuberkulosis paru mendapatkan pengobatan sesuai standar, 7) penderita hipertensi melakukan pengobatan secara teratur, 8) penderita gangguan jiwa mendapatkan pengobatan dan tidak ditelantarkan, 9) anggota keluarga tidak ada yang merokok, 10) keluarga sudah menjadi anggota Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), 11) keluarga mempunyai akses sarana air bersih, 12) keluarga mempunyai akses atau menggunakan jamban sehat.. Tujuan dari literature review ini adalah untuk mengetahui konsep, model atau teori yang efektif digunakan untuk mengeketahui gambaran indeks keluarga sehat di beberapa daerah Indonesia. Metode yang digunakan dengan cara melakukan pencarian beberapa studi yang diterbitkan melalui database Google Scholar. Studi yang dipilih diterbitkan dari tahun 2017-2021. Setelah dilakukan pencarian artikel dengan kata kunci tersebut maka total artikel yang di review dalam tinjauan literatur ini sebanyak 5 (lima) artikel. Berdasarkan hasil uji Univariat terhadap data penelitian menunjukan bahwa sebagian besar klasifikasi indeks keluarga sehat (IKS) terdapat pada status pra-sehat, yaitu di Desa Suguling 80%, di daerah terpencil di Kabupaten Sikka sebesar 52%, dan di Desa Nulle sebesar 56.49%. Kata Kunci: Pencapaian, Program, Indonesia Sehat AbstractThe main health development program is the Healthy Indonesia program, the achievement of which is planned through the Ministry of Health's Strategic Plan for 2015-2019 which is stipulated by the Indonesian Ministry of Health Number HK.02.02 / Menkes / 52/2015. The Healthy Indonesia Program is one of Nawa Cita's 5 years programs agenda, namely improving the quality of life of Indonesian people. Healthy family indicators include: 1) the family follows the Family Planning program, 2) the mother gives birth at a health facility, 3) the baby gets complete basic immunization, 4) the baby gets exclusive breast breastfeeding, 5) the toddler gets monitoring growth, 6) patients with pulmonary tuberculosis receive treatment according to standards, 7) patients with hypertension receive regular treatment, 8) people with mental disorders receive treatment and are not neglected, 9) family members do not smoke, 10) the family is a member of the Health Insurance National, 11) families have access to clean water facilities, 12) families have access or use healthy latrines. The purpose of this literature review is to find out concepts, models or theories that are effectively used to determine the description of the index of healthy families in several areas. Indonesia. The method used is by searching for several published studies through the Google Scholar database. Selected studies were published from 2017-2021. After searching for articles with these keywords, the total number of articles reviewed in this literature review was 5 (five) articles. Based on the results of the Univariate test on research data, it shows that most of the classifications of healthy family index are in pre-healthy status, namely in Suguling Village 80%, in remote areas in Sikka Regency at 52%, and in Nulle Village at 56.49%.Keywords: Attainment, Program, Healthy Indonesian
DETERMINAN PERILAKU TERHADAP KEAKTIFAN KUNJUNGAN LANSIA KE POSYANDU LANSIA : LITERATUR REVIEW AGNES FRIDOLIN; Syamsul Huda; ANTONO SURYOPUTRO
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 12, No 2 (2021): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v12i2.1028

Abstract

AbstrakLanjut usia atau yang lebih dikenal dengan lansia adalah seseorang yang telah mencapai usia 60 (enam puluh) tahun ke atas. Populasi lansia tumbuh lebih cepat dibandingkan penduduk usia lebih muda dan diprediksi jumlah penduduk lansia di Indonesia tahun 2020 meningkat menjadi 27,08 juta. Meningkatnya jumlah lansia perlu terus diantisipasi karena akan membawa implikasi luas dalam kehidupan keluarga, masyarakat, dan negara. Oleh karena itu, lansia perlu mendapatkan peningkatan jenis dan kualitas pelayanan kesehatan yang dilakukan oleh lansia itu sendiri maupun oleh keluarga atau lembaga lain seperti posyandu lansia. Posyandu lansia merupakan sebuah program puskesmas yang ditujukan untuk memberikan pelayanan kesehatan dengan melibatkan peran serta masyarakat dan berbagai sektor. Berdasarkan UU No. 36 tahun 2009 tentang kesehatan, dimana upaya pemeliharaan kesehatan bagi usia lanjut harus ditujukan untuk menjaga agar lansia tetap hidup mandiri dan produktif. Tujuan dari literature review ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi keaktifan kunjungan lansia ke posyandu lansia. Metode yang digunakan dengan cara melakukan pencarian beberapa studi yang diterbitkan melalui database Google Scholar. Studi yang dipilih diterbitkan dari tahun 2017-2021. Setelah dilakukan pencarian artikel dengan kata kunci terakait maka total artikel yang di review dalam tinjauan literatur ini sebanyak 7 (Tujuh) artikel. Berdasarkan hasil analisis berbagai jurnal ataupun artikel yang terkait dengan faktor yang mempengaruhi keaktifan kunjungan lansia di posyandu lansia, didapatkan 7 (tujuh) faktor yang berpengaruh yakni dukungan keluarga, pengetahuan/pendidikan, sikap, peran kader dan tenaga kesehatan, pekerjaan, jarak, motivasi, serta kondisi kesehatan lansia. Dimana faktor yang paling dominan adalah faktor pengetahuan/pendidikan serta peran kader ataupun tenaga kesehatan.Kata Kunci: Lansia, Posyandu Lansia AbstractElderly is someone who has reached the age of 60 (sixty) years and over. The elderly population is growing faster than the younger population and it is predicted that the number of elderly people in Indonesia by 2020 will increase to 27.08 million. The increasing number of elderly needs to be anticipated because it will have broad implications in family life, society and the country as well. Therefore, the elderly need to improve the types of health service quality that provided by the elderly themselves, families or other institutions such as elderly Integrated Services Post (Posyandu). Ederly Posyandu is a health center program that provides health services by involving the participation of the community and various sectors. Based on the Law no. 36 of 2009 concerning about health, where the health care efforst for the elderly must be aimed at keeping the elderly living independently and productively. The purpose of this literature revies is to determine the factors that influence the activeness of elderl visits to the elderly Posyandu. The methode used is by searching for several published studies through the Google Scholat database. The selected studies were published from 2017-2021. After searching for the articles with related keywords, the total number of articles reviewed in this literature review was 7 (seven) articles.  Based on the results of the analysis of various journals/articles related to the factors that influence the activeness of elderly visits to the elderly Posyandu, there are seven influencing factors that found, namely family support, knowledge/education, attitudes, the role of cadres/health workers, job, distance, motivation, as well as the health condition of elderly. Where the most dominant factor is knowledge/education and the role of cadres or health workers. Keywords: Elderly, Elderly Integrated Services Post
EVALUASI PELAKSANAAN PREVENTION OF MOTHER TO CHILD TRANSMISSION (PMVCT) : LITERATURE REVIEW Siti Waghisatul Astutik; Antono Suryoputro; Zahroh Shaluhiyah
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 12, No 2 (2021): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v12i2.981

Abstract

AbstrakAIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome) merupakan kumpulan penyakit yang disebabkan oleh Virus HIV (Human Immunodeficiency Virus) yang menular dan mematikan. Berdasarkan data Kementrian Kesehatan pada tahun 2015 jumlah anak usia ≤ 4 tahun yang terinfeksi HIV sebanyak 795, meningkat pada tahun 2016 menjadi 903. Pencegahan Penularan HIV dari Ibu ke Anak dapat dilakukan melalui 4 (empat) prong/kegiatan, yaitu : 1) Pencegahan penularan HIV pada perempuan usia reproduksi, 2) Pencegahan kehamilan yang tidak direncanakan pada ibu HIV positif, 3) pencegahan penularan HIV dari ibu hamil HIV positif ke bayi yang dikandung, dan 4) pemberian dukungan psikologis, sosial dan perawatan kepada ibu HIV positif beserta anak dan keluarganya. Pencegahan Penularan HIV dari Ibu ke Anak (PPIA) atau Prevention Mother to Child Transmission (PMTCT) merupakan program pemerintah untuk mencegah penularan virus HIV/AIDS dari ibu ke bayi yang dikandungnya. Tujuan dari literature review ini adalah untuk mengetahui konsep, model atau teori yang efektif digunakan untuk mengeketahui gambaran indeks keluarga sehat di beberapa daerah Indonesia. Metode yang digunakan dengan cara melakukan pencarian beberapa studi yang diterbitkan melalui database Google Scholar, Science direct, dan Scopus. Studi yang dipilih diterbitkan dari tahun 2017-2021. Setelah dilakukan pencarian artikel dengan kata kunci tersebut maka total artikel yang di review dalam tinjauan literatur ini sebanyak 5 (lima) artikel. Faktor yang mempengaruhi pelaksanaan PMTCT adalah kelengkapan data, kualitas SDM, gender, serta dukungan keluarga. Kata Kunci: Evaluasi, Implementsi, PMTCT AbstractAIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome) is a collection of diseases caused by the infectious and deadly HIV Virus (Human Immunodeficiency Virus). Based on data from the Ministry of Health in 2015 the number of children aged ≤ 4 years infected with HIV as many as 795, increased in 2016 to 903. Prevention of HIV transmission from Mother to Child can be done through 4 (four) activities, namely: 1) Prevention of HIV transmission in women of reproductive age, 2) Prevention of unplanned pregnancy in HIV-positive mothers, 3) prevention of HIV transmission from HIV-positive pregnant women to conceived babies, and 4) providing psychological, social and care support to HIV-positive mothers and their children and families. Prevention of HIV Transmission from Mother to Child (PPIA) or Prevention Mother to Child Transmission (PMTCT) is a government program to prevent transmission of HIV/AIDS virus from mother to baby. The purpose of this literature review is to know the concept, model or theory that is effectively used to know the picture of healthy family index in some areas of Indonesia. The method is used by searching for several studies published through the Google Scholar, Science direct, and Scopus databases. Selected studies are published from 2017-2021. After searching for articles with these keywords, the total articles reviewed in this literature review as many as 5 (five) articles. Factors that affect the implementation of PMTCT are the completeness of data, the quality of human resources, gender, and family support.Keywords: Evaluation, Implementation, PMTCT 
EVALUASI PELAYANAN PREVENTION OF MOTHER TO CHILD HIV TRANSMISSION PADA IBU HAMIL HIV SELAMA MASA PANDEMI COVID – 19 DI KABUPATEN DEMAK Siti Waghisatul Astutik; Antono Suryoputro; Zahroh Shaluhiyah
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 13, No 1 (2022): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v13i1.1229

Abstract

AbstrakBerdasarkan data jumlah kasus HIV/ AIDS pada ibu hamil dari Dinas Kesehatan Kabupaten Demak pada tahun 2020 yaitu dari 21.980 ibu hamil yang dilakukan pemeriksaan sebanyak 17.045 (77%). Didapatkan hasil bahwa Jumlah kasus HIV/ AIDS pada ibu hamil di Kabupaten Demak tahun 2020 adalah sebanyak 13 orang (16,3%). Sejak masa pandemi COVID-19 tahun 2019 kasus HIVAIDS pada ibu hamil sebanyak 5 orang (9,8%) dan tahun 2020 lebih banyak menjadi 13 orang (16,3%) yang tersebar di 9 Puskesmas. Sedangkan pada tahun 2021 dalam kurun waktu 5 bulan pertama ditemukan kasus baru HIV pada ibu hamil sebanyak 5 orang yang tersebar di 4 puskesmas. Berdasarkan data penularan HIV pada ibu kepada bayi diperoleh bahwa terdapat penularan HIV pada ibu kepada bayi pada tahun 2020 terdapat 2 bayi. program PMTCT di Kabupaten Demak dilakukan melalui 4 prong. Selama masa pandemi Covid-19 ini, dalam kurun waktu tahun 2019 hingga 2021 kurang maksimal, sehingga diperlukan penguatan program baik dari segi health promotion, konteks, input, proses, dan output. Tujuan penelitian ini menjelaskan untuk mengevaluasi Pelaksanaan Pelayanan Kegiatan PMTCT Pada Ibu Hamil dengan HIV di wilayah kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Demak. Metode dalam penelitian ini adalah studi kualitatif dengan rancangan studi kasus. Subjek dalam penelitian ini merupakan petugas yang terlibat dalam pelayanan PMTCT pada ibu hamil dengan HIV dan sudah mendapatkan pelatihan PDP meliputi 6 Puskesmas yang terdapat kasus ibu hamil HIV positif dalam kurun waktu 2020 hingga 2021. Pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam pada informan utama pemegang program HIV dari 6 puskesmas, dan informan triangulasi Kepala puskesmas, Pemegang program HIV Dinas Kesehatan Kabupaten Demak, pemegang program Kesehatan Ibu Dinas Kesehatan, Bidan Koordinator Rumah Sakit, dan ibu hamil HIV. Hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan sebagian besar pelayanan PMTCT masih berjalan meskipun ditemukan beberapa kendala, hal ini dapat dilihat berdasarkan variabel health promotion, media promosi yang kurang menarik dan belum maksimalnya kunjungan rumah oleh petugas di masa pandemi dalam melakukan promosi kesehatan sehingga ibu hamil kurang mengerti. Pada variabel konteks masih adanya stigma negative terhadap ibu hamil HIV. Pada variabel input yang terdiri dari sumber daya manusia masih ditemukannya petugas yang berpindah tempat kerja sehingga petugas yang baru belum mendapatkan pelatihan, pada aspek money berasal dari dana BOK yang penganggarannya tergabung dengan program TB dan penyerapannya belum maksimal, pada aspek sarana dan prasarana mengenai ketersediaan reagen mengalami keterlambatan dalam pendistribusiannya, pada aspek method masih ditemukan pada beberapa puskesmas yang belum memiliki SOP. Pada aspek pencatatan dan pelaporan sering terjadi keterlambatan dalam mengirimkan laporan selama masa pandemi Covid – 19. Pada variabel produk masih ditemukan adanya penularan HIV dari ibu ke anak sebanyak 1 orang. Dengan demikian, perlu adanya perencanaan pelayanan PMTCT baik dari tingkat puskesmas maupun Dinas Kesehatan kabupaten Demak sehingga tidak ditemukan adanya penularan HIV dari ibu ke anak.Kata Kunci: Evaluasi, PMTCT, ibu hamil, Pandemi COVID – 19 AbstractBased on data on the number of HIV/AIDS cases in pregnant women from the Demak District Health Office in 2020, from 21,980 pregnant women, 17,045 (77%). The results showed that the number of HIV/AIDS cases in pregnant women in Demak Regency in 2020 was 13 people (16.3%). Since the 2019 COVID-19 pandemic, there were 5 cases of HIV-AIDS in pregnant women (9.8%) and in 2020 there were 13 people (16.3%) spread over 9 public health centers. Meanwhile, in 2021, within the first 5 months, 5 new cases of HIV were found in pregnant women spread over 4 public health centers. Based on data on HIV transmission from mother to baby, it was found that there were 2 babies transmitting HIV from mother to baby in 2020. PMTCT program in Demak Regency is carried out through 4 prongs. During the Covid-19 pandemic, the period from 2019 to 2021 was not optimal, so program strengthening is needed both in terms of health promotion, context, input, process, and output. The purpose of this study is to evaluate the implementation of PMTCT activities for pregnant women with HIV in the working area of the Demak District Health Office. The method in this research is a qualitative study with a case study design. The subjects in this study were officers who were involved in PMTCT services for pregnant women with HIV and had received PDP training covering 6 public health centers with cases of HIV positive pregnant women from 2020 to 2021. Data collection used in-depth interviews with key informants holding HIV programs from 6 public health centers, and triangulation informants from the Head of public health centers, HIV program holders from the Demak District Health Office, holders of the Maternal Health program at the Health Office, Hospital Coordinator Midwives, and HIV pregnant women. The results of the research conducted showed that most of the PMTCT services were still running even though several obstacles were found, this could be seen based on the health promotion variable, promotional media that were less attractive and home visits by officers during the pandemic were not maximal in conducting health promotion so that pregnant women did not understand. In the context variable, there is still a negative stigma against HIV pregnant women. In the input variable consisting of human resources, there are still officers who change places of work so that new officers have not received training, in the money aspect it comes from BOK funds whose budgeting is combined with the TB program and the absorption has not been maximized, in the aspect of facilities and infrastructure regarding the availability of reagents experienced delays in its distribution, in the method aspect it was still found in several health centers that did not yet have SOPs. In the aspect of recording and reporting, there are often delays in submitting reports during the Covid-19 pandemic. In the product variable, it is still found that there is 1 person transmitting HIV from mother to child. Thus, there is a need for planning for PMTCT services from both the public health centers level and the Demak district health office so that there is no mother-to-child transmission of HIV. Keywords: Evaluation, PMTCT, pregnant women, Covid-19 pandemic
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KUNJUNGAN IBU BALITA KE POSYANDU: LITERATUR REVIEW Emilia Yunritati Rehing; Antono Suryoputro; Sakundarno Adi
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 12, No 2 (2021): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v12i2.1003

Abstract

AbstrakPosyandu merupakan suatu kegiatan pelayanan kesehatan masyarakat yang dikelola bersama sebagai upaya dalam peningkatan kesehatan. Kegiatan posyandu salah satunya yakni untuk memantau pertumbuhan dan perkembangan balita. Posyandu balita dilakukan secara rutin sesuai dengan yang jadwalkan dan perlunya peran aktif ibu yang memiliki anak balita untuk melakukan kunjungan guna mendapat penyuluhan terkait kesehatan, pemantauan tumbuh kembang anak, pemberian vitamin, dan imunisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kunjungan balita ke Posyandu. Hasil penelitian menunjukan factor kunjungan posyandu antara lain pengetahuan, pekerjaan ibu, peran kader dan petugas kesehatan, dukungan keluarga, jarak posyandu, pendidikan ibu, sikap, motivasi, kepemilikan KMS. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan literature riview yaitu sebanyak 10 artikel dan dipublikasikan 5 tahun terakhir yaitu tahun 2017-2021. Pencarian artikel dengan menggunakan google scolar dan science direct. Kata Kunci: Kunjungan Posyandu, Ibu, Balita Abstract Posyandu is a community health service activity that is jointly managed as an effort to improve health. One of the posyandu activities is for the growth and development of children under five. Posyandu for toddlers are carried out regularly as scheduled and the need for an active role for mothers with children under five to make visits to get health-related education, warnings on child development, offer vitamins, and immunization. This study aims to determine the factors associated with under-five visits to Posyandu. The results showed that the posyandu visit factors included knowledge, maternal occupation, the role of cadres and health workers, family support, distance of posyandu, mother's education, attitudes, motivation, ownership of KMS. This research was conducted using a literature review of 10 articles and published in the last 5 years, namely 2017-2021. Search for articles using google scolar and science direct. Keywords: Posyandu visits, mothers, toddlers
Analisis Hubungan Persepsi Manfaat Yang Dirasakan Terhadap Konsistensi Penggunaan Kondom Pada Waria Pekerja Seks Dalam Pencegahan HIV AIDS di Kota Makassar Dian Ardyanti Rauf; Antono Suryoputro; Zahroh Shaluhiyah
Al-Sihah : The Public Health Science Journal Volume 10, Nomor 2, July-December 2018
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (567.524 KB) | DOI: 10.24252/as.v10i2.6051

Abstract

Waria menjadi kelompok dengan risiko tinggi penularan HIV AIDS disebabkan banyaknya daerah pangkalan bagi waria untuk melakukan transaksi seksual dengan pasangan seks. Risiko penularan HIV AIDS besar terjadi pada waria pekerja seks, sehingga untuk mencegah penularan HIV AIDS dapat dilakukan melalui seks yang sehat dengan pemakaian kondom dan pelicin secara rutin dan benar. Perubahan perilaku dikalangan waria pekerja seks masih sangat sulit karena masih rendahnya pemakaian kondom dikalangan waria. Tujuan penelitian adalah menganalisis hubungan persepsi manfaat yang dirasakan dengan konsistensi penggunaan kondom pada Waria Pekerja Seks untuk pencegahan HIV AIDS di kota Makassar. Jenis penelitian ini adalah penelitian mix methods dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif menggunakan desain sequential explanatory (model kombinasi). Teknik pengumpulan data kuantitatif menggunakan desain penelitian cross sectional dan data kualitatif menggunakan wawancara mendalam dengan rancangan penelitian menggunakan studi kasus untuk memperkuat hasil kuantitatif yang diperoleh dari Waria Pekerja Seks yang HIV positif. Jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 60 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan persepsi manfaat yang dirasakan (p=0,013) dengan konsistensi penggunaan kondom pada Waria Pekerja Seks. Dapat disimpulkan bahwa persepsi manfaat yang dirasakan berhubungan dengan konsistensi penggunaan kondom pada Waria Pekerja Seks untuk pencegahan HIV AIDS.Kata Kunci: Konsistensi, HIV AIDS, Waria Pekerja Seks.
Kinerja Petugas Kesehatan Program Penanggulangan Filariasis Pada Kegiatan Pemberian Obat Pencegahan Secara Massal (POPM) Filariasis Di Kabupaten Nagekeo Nusa Tenggara Timur Sorpiyani Munthe; Antono Suryoputro; Ani Margawati
Al-Sihah : The Public Health Science Journal Volume 11, Nomor 1, January-June 2019
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/as.v11i1.7483

Abstract

Kinerja adalah hasil atau hasil yang dicapai dalam melaksanakan tugas dengan standar hasil, target, sasaran atau kriteria yang telah disepakati untuk pelaksanaan suatu program. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kinerja program filariasis limfatik petugas kesehatan untuk pengobatan obat massal di nagekeo distrik nusa tenggara timur.Jenis penelitian kualitatif adalah metode analitik deskriptif wawancara mendalam dan catatan ulasan. Subjek penelitian ini terdiri dari 4 pusat kesehatan berdasarkan cakupan pelaksanaan tertinggi obat filariasis 2 dan 2 terendah di distrik nagekeo Nusa Tenggara Timur. Penelitian dilakukan kepada dokter / paramedis dan manajer program sebagai informan utama di Pusat Kesehatan Boawae, Pusat Kesehatan Maunori, Pusat Kesehatan Danga dan Pusat Kesehatan Masyarakat Jawakisa dengan 25 informan yang terdiri dari 8 informan utama dan 17 informan triangulasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa petugas kesehatan yang berpartisipasi dalam kegiatan filariasis obat massal tidak memahami tujuan mengambil obat filariasis dan kompetensi petugas kesehatan perlu dipertimbangkan dan diberikan pelatihan pada saat pemberian obat.Saran untuk penelitian ini ditujukan agar Dinas Kesehatan Kabupaten Nagekeo dapat lebih memperhatikan tujuan dan kompetensi tenaga kesehatan tidak hanya terkait dengan cakupan pelaksanaan kegiatan obat massal Filariasis.
Factors Influencing the Intention of Catholic Brides and Grooms to do the Premarital HIV Test as an Attempt to Prevent HIV/AIDS in Semarang City Hillary Jeany Alfaresedes; Zahroh Shaluhiyah; Antono Suryoputro
Jurnal Profesi Medika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 15, No 2 (2021): Jurnal Profesi Medika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Kedokteran UPN Veteran Jakarta Kerja Sama KNPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33533/jpm.v15i2.3589

Abstract

Semarang Health Office in 2019 recorded the age group of 25-49 years old as the most group of people with HIV. Ironically, the productive age group is the asset of the nation, also considered as the ideal group for marriage so that premarital preparation is required to result in a healthy household. On the other hand, Catholic Church has a requirement for brides and grooms to participate in Wedding Preparation Course (KPP) and is expected to increase knowledge about the household readiness as well as encourage a willingness to do the premarital HIV test as a step of wedding preparation. This study aims to analyse factors influencing the intention of catholic brides and grooms to do the premarital HIV test. The results of the study showed that the variables that influenced the intention to do premarital HIV test were knowledge (α=0.005), behavioural beliefs (α=0.004), attitude (α=0.002), subjective norms (α=0.002), and behaviour control (α=0.007). The results of multivariate analysis showed that the most influential variables were knowledge (OR=5.222), continued by subjective norms (OR=4.631), and behavioural beliefs (OR=3.825). It is suggested that KPP can collaborate with Health Office, AIDS Commission (KPA), or Non-Governmental Organization (LSM) by conducting a sharing session. 
Co-Authors Abdullah, Rabiya Achadi Nugraheni, Sri Achmat Luthfi Yakim Adi, Matheus Sakundarno Aditya Kusumawati, Aditya Adiz, Matheus Sakundarno AGNES FRIDOLIN Agnes Fridolin Ani Margawati Anna Maulina L. Annisa, Aulia Any Setyawati Aprianti, Aprianti Arnia Dian Kusuma Devi Arrohmah, Munib Astriyani, Sri Ayu Fitriani Ayun Sriatmi Ayun Sriatmi Bagoes Widjanarko Besar Tirto Husodo BUDIYONO Budiyono Budiyono Cahya Tri Purnami Dewi Puspitaningrum Dewi, Eltanin Kumala Dewi, Miralda Septri Dian Ardyanti Rauf Dimas Aulia Savitri Dina Apriana Dinda Nestelita Djoko Trihadi Lukmono Dwi Ayu Tirtaningrum Dwi Rizky Novianto Edi Siswanto Einurkhayatun, Biyanda Eka Yunila Fatmasari Eka Yunila Fatmasari, Eka Yunila Emilia Yunritati Rehing Emilia Yunritati Rehing Erliana, Nina Erlin Friska Ernawati Ernawati Farid Agushybana Farid Farid Agushybana Fatwa Firdhaus, Oki Ino Firdha Rahma Nurbadlina Firdhaus, Oki Ino Fatwa Fitri, Tari Adelia Frederikus Feribertus Nikat Gunawan Widiyanto Gunchmaa Nyam Handayani, Novia Hanifah Ardiani Hapsari, Ariska Tri Hati, Konstantinus Herdiyanti, Annisa Maghfira Heri Winarno Herlin Fitriana Kurniawati Hestyani Kelananingrum Hillary Jeany Alfaresedes K. Heri Nugroho HS, K. Heri Kurnia Ramadhani, Kurnia Laksmono Widagdo Laksmono Widagdo Larasati, Nurina Dyah Lina Dwi Yoga Pramana Lina Dwi Yoga Pramana Maria Ulfa Maria Ulfa Mat Zudi Mateus Sakundarno Adi, Mateus Sakundarno Maya Chrisdita Mela Nofitri Mela Notri Meliantha Asmarani Kusumawardani Murni Murni Mustalia, Mustalia Muthmainnah M, Muthmainnah Nicholas J Ford Nicholas J. Ford Nidya Diah Prameswati Niken Meilani Noby Winarsa Nofitri, Mela Nurhasmadiar Nandini Nurmalitasari, Rahma Adinda Oktavianti, Theresia Anggita Paramesthi, Prasasya Paramytha Magdalena Sukarno Putri Penggalih Mahardika Herlambang Pertiwi, Dian Ratna Pratiwi, Nastiti Bandari Priyadi Nugraha P Purnamawati, Rifka Putri Asmita Wigati Rahayu, Lintang Kemuning Mustikaning Rahma, Fanny Pradila Rani Tiara Desty Rani Tiyas Budiyanti Ratih Indraswari Ratih Indraswari Rochwati, Siti Romdhonah Romdhonah Romdhonah Romdhonah Ryna Mahdalena Ambarita Safira Ika Putri Sakundarno Adi Sakundarno Adi Satar Satar, Satar Satria Bhirawa Anuraga, Pandjie Septian Emma Dwi Jatmika, Septian Emma Dwi Septo Pawelas Arso Setyoningsih, Rr. Devi Noviana Sholichat, Baqiatus Siti Helmyati Siti Waghisatul Astutik Soeharyo Hadisaputro Sofie Astri Risanty Sorpiyani Munthe Sri Achadi Nugraheni Sudarwati Nababan Sudrisman, Sudrisman Sukenty, Ninik Trisnawati Suryono, Lucky Aris Susilaksmi, Ida Sutopo Patria Jati Sutopo Patria Jati Syamsuhuda Budi Musthofa Syamsul Huda Syamsulhuda BM Syamsulhuda Budi Musthofa Tanjung Anitasari Indah Kusumaningrum Titi Legiati PS Tri Yuni Kuswandari, Tri Yuni Ulya, Siti Afuzal Wahyu Andriyanto Widiastuti, Indiyah Widyastuti, Rachma Dwi Wulan Kusumastuti Wulan Kusumastuti Y Warella Yayang Khairunnisa Agusti Yohanes Sugiarto, Yohanes Yudhanto, Yoga Yuliani Setyaningsih Yuliati, Erni Yulis Muktafi'ah Yulis Muktafiah Yuliyanti, Fitria Yuningsih, Silvia Anita Yuslana, Yuslana Zahroh Shaluhiyah