p-Index From 2021 - 2026
9.637
P-Index
This Author published in this journals
All Journal International Journal of Public Health Science (IJPHS) Media Kesehatan Masyarakat Indonesia JURNAL PROMOSI KESEHATAN INDONESIA Media Kesehatan Masyarakat Indonesia Jurnal Kesehatan Masyarakat VISIKES Disease Prevention and Public Health Journal Jurnal Kesehatan Masyarakat Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya LINK Jurnal Kesehatan Masyarakat (JKM) CENDEKIA UTAMA Global Medical and Health Communication Jurnal Promkes: The Indonesian Journal of Health Promotion and Health Education Jurnal Kebidanan Jurnal Preventia Jurnal Kesehatan Masyarakat Jurnal Penelitian Kesehatan Suara Forikes Jurnal Profesi Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Jurnal Penelitian Pendidikan IPA (JPPIPA) Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia Jurnal Kesehatan Komunitas Journal of Public Health for Tropical and Coastal Region Al-sihah: The Public Health Science Journal Journal of Maternal and Child Health Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat UNSIQ Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Jurnal Kesehatan Global Unnes Journal of Public Health Public Health Perspective Journal Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat Jurnal Ners Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesian Journal of Global Health research Journal of Community Development Indonesian Journal of Health Community Jurnal CREPIDO: Jurnal Mengenai Dasar-Dasar Pemikiran Hukum Filsafat dan Ilmu Hukum Cermin Dunia Kedokteran Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Jurnal Riset Kesehatan Masyarakat Berita Kedokteran Masyarakat DUNIA KEPERAWATAN: JURNAL KEPERAWATAN DAN KESEHATAN Promotor: Jurnal Mahasiswa Kesehatan Masyarakat JMMR (Jurnal Medicoeticolegal dan Manajemen Rumah Sakit) Malahayati International Journal of Nursing and Health Science Holistik Jurnal Kesehatan Cermin Dunia Kedokteran Jurnal Info Kesehatan Kesmas: Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional (National Public Health Journal) Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Preventia : The Indonesian Journal of Public Health Indonesian Journal of Global Health Research
Claim Missing Document
Check
Articles

Sensitive Interventions in Overcoming Chronic Energy Deficiency of Pregnant Women in A Northern Coastal City of Central Java Yuliati, Erni; Sriatmi, Ayun; Suryoputro, Antono
JURNAL KEBIDANAN Vol 14, No 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jkb.v14i2.12459

Abstract

Pregnant women with Chronic Energy Deficiency (CED) can cause health problems for both mother and baby. Among them are babies with low birth weight (LBW), who are at risk of stunting. The Pekalongan City Government issued Mayor Regulation Number 11 of 2023 concerning the Acceleration of Integrated Stunting Reduction, where the group of CED pregnant women is one of the targets of Stunting-prone Families who need specific and sensitive interventions. This study aimed to analyze implementation of the policy, especially sensitive interventions of CED pregnant women in Pekalongan City. This study used a descriptive qualitative method. The research was conducted from August to September 2024. The object of the study was the implementation of sensitive interventions of CED pregnant women which was analyzed with Van Metter-Van Horn policy implementation model. The research was conducted through in-depth interviews, observation and documentation. The determination of informants used a non-probability technique with a purposive method, and 11 informants were obtained. The stages in data analysis were data collection, reduction, presentation, data verification and conclusion drawn. The results of the study found that sensitive interventions in form of access to clean drinking water and sanitation, housing improvement programs, social assistance recipient programs and training facilitation for families of CED pregnant women are still not optimal. Pregnant women in CED had not been considered as a priority in obtaining the benefits of assistance programs. It needed to be improved again in policy socialization, quality and quantity of resources, coordination and communication, and improvement of the environmental situation.
Self-Efficacy About Sexual Behavior Among Islamic Boarding School Students Prabamurti, Priyadi Nugraha; Suryoputro, Antono; Shaluhiyah, Zahroh; Margawati, Ani; Kusumawati, Aditya; Indraswari, Ratih; Handayani, Novia; Husodo, Besar Tirto
Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 20, No 2 (2024)
Publisher : Department of Public Health, Faculty of Sport Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v20i2.49162

Abstract

Having premarital sexual intercourse has a broad risk impact on health. This is in accordance with the teachings of Islam that should be upheld by all Muslims, with no exception for students living in Islamic boarding schools. To Islamic values and culture, students should have strong self-efficacy to prevent them from engaging in sexual behavior. This study aims to determine the effect of self-efficacy on the sexual behavior of students living in Islamic boarding schools. This cross-sectional study sampled 150 students who lived in Islamic boarding school in Semarang, Indonesia. Students at Islamic boarding schools who had premarital sex were more likely to be found in adolescents aged 19 years (15.2%), male (9.5%), had low self-efficacy (18.2%), and ever accessed pornography (23.1%). Accessing pornography was influenced by sex (p = 0.021, OR = 0.235), while premarital sexual intercourse behavior was influenced by age (p = 0.013, OR = 10.716) and self-efficacy (p = 0.043, OR = 4.602). Younger students with low self-efficacy are more likely to practice premarital sexual intercourse. This study found that accessing pornography had no effect on the practice of sex carried out by students in Islamic boarding schools. The health ministry needs to work with the religious affairs ministry to design programs aimed at increasing self-efficacy among students in Islamic boarding schools.
Analisis Implementasi Kapitasi Berbasis Kinerja di Pusat Kesehatan Masyarakat Kabupaten Kendal Provinsi Jawa Tengah Firdhaus, Oki Ino Fatwa; Sriatmi, Ayun; Suryoputro, Antono
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v10i3.58013

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kapitasi berbasis kinerja di pusat kesehatan masyarakat Kabupaten Kendal Provinsi Jawa Tengah. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei 2024 - Januari 2025 pada Puskesmas di lingkungan Kabupaten Kendal. Materi dalam penelitian dengan pendekatan adopsi teori segitiga analisis kebijakan Walt & Gilson. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif melalui teknik observasi serta wawancara mendalam (indepth interview). Teknik pengolahan dan analisa data menggunakan metode analisa isi (content analysis) yakni pengumpulan data, reduksi dan kategorisasi, verifikasi dan penyajian data serta penarikan kesimpulan. Adapun hasil penelitian yakni: 1) Konten dalam implementasi Kapitasi Berbasis Kinerja (KBK) di Puskesmas Kabupaten Kendal mencakup tujuan, sasaran, dan strategi yang disusun untuk mencapai indikator kinerja yang ditetapkan; 2) Implementasi Kapitasi Berbasis Kinerja (KBK) di Puskesmas Kabupaten Kendal dipengaruhi oleh konteks ekonomi, sosial, dan budaya yang saling terkait. Dari aspek ekonomi, keterbatasan anggaran mendorong puskesmas untuk melakukan efisiensi dan inovasi pembiayaan dengan melibatkan dukungan lintas sektor. 3) Proses dalam Implementasi Kapitasi Berbasis Kinerja (KBK) di Puskesmas Kabupaten Kendal diawali dengan perencanaan yang melibatkan manajemen, PIC BPJS, serta pegawai terkait, melalui penetapan tujuan, sasaran indikator, dan strategi pelaksanaan seperti jemput bola, edukasi rutin Prolanis, serta inovasi layanan PTM (Penyakit Tidak menular). Penelitian ini memberikan wawasan bagi pembuat kebijakan dan pengelola Puskesmas dalam meningkatkan efektivitas Kapitasi Berbasis Kinerja (KBK). Temuan ini dapat menjadi dasar perbaikan kebijakan, mendorong inovasi pembiayaan, serta penguatan manajemen layanan untuk mencapai target kinerja. Selain itu, penelitian ini berkontribusi pada pengembangan model implementasi kebijakan dalam sistem kesehatan di Indonesia.
Evaluasi “ Sayang Ibu”: Aplikasi Kegawatdaruratan Ibu Hamil Antono Suryoputro; Rani Tiyas Budiyanti; Mela Notri
Cermin Dunia Kedokteran Vol 47 No 7 (2020): Neurologi
Publisher : PT Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v47i7.596

Abstract

Angka Kematian Ibu (AKI) merupakan salah satu indikator derajat kesehatan. Di Indonesia, AKI masih cukup tinggi. Salah satu penyebabnya adalah keterlambatan rujukan dan kurangnya informasi mengenai tanda bahaya kehamilan, terutama pada kehamilan risiko tinggi. Sayang Ibu merupakan aplikasi kegawatdaruratan ibu hamil yang dikembangkan oleh Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro. Penelitian ini mengevaluasi penggunaan aplikasi ‘Sayang Ibu’. Metode penelitian adalah survei dengan kuesioner System Usability Scale (SUS) dan User Experience Questionare (UEQ) terhadap 28 ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Rowosari, Semarang. Penelitian dilakukan pada bulan September 2019. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi Sayang Ibu dapat diterima dan berguna dengan nilai rata-rata 70,18. Nilai ketertarikan pengguna, kemudahan, efisiensi, ketergantungan, dan stimulasi penggunaan di atas rata-rata, sedangkan tingkat keterbaruan aplikasi dianggap kurang. Penggunaan aplikasi ‘Sayang Ibu’ memerlukan dukungan literasi digital ibu hamil. Maternal Mortality Rate (MMR) is one of indicator in healthcare. In Indonesia, MMR still high. Among other causes are delayed referral and lack of education on danger sign in pregnancy, especially in high risk pregnancy. Sayang Ibu is emergency call application developed by Public Health Faculty Diponegoro University. This research aims to evaluate Sayang Ibu application. The survey applied System Usability Scale (SUS) and User Experience Questionare (UEQ) to 28 pregnant mothers in Rowosari Primary Health Care area in Semarang City. This research was done in September 2019. The rate of usability was 70,18 showed that this application was useful. Based on user experience, Sayang Ibu application had attractiveness, perspicuity, efficiency, dependability, and stimulation, but no novelty. Sayang Ibu Application needs digital literacy
Keselamatan pasien sebagai pilar penting dalam mencegah kesalahan medis: Tinjauan sistematik Widyastuti, Rachma Dwi; Arso, Septo Pawelas; Suryoputro, Antono
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 2 (2025): Volume 19 Nomor 2
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i2.639

Abstract

Background: Patient safety is an effort to prevent danger during medical treatment, including medical errors that often occur in hospitals and involve various parties, such as medical personnel and patients. In Indonesia, even though there are national policies and accreditation, patient safety incidents still occur, so nurses need to play an active role in improving the patient safety system to ensure better quality of care. Purpose: To analyze patient safety as an important pillar in preventing medical errors. Method: Literature review using the Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analysis (PRISMA) guidelines. Based on the Watase-Uake site, 397 articles were obtained to be selected according to the criteria. The final result was 11 from elimination (2014-2024), with relevant text, and without language restrictions. Results: Cases of patient safety incidents, which often occur due to errors by health workers, can have serious impacts including disability and even death. Even though many hospitals have been accredited, patient safety incidents still occur. Conclusion: Patient safety is an important factor in health services that requires the attention of all parties. Medical errors can affect health and quality of care. Therefore, a good reporting system, increased competency of medical personnel and a safety culture are needed. Collaboration between medical personnel, patients and families is important to create a safe environment, which also impacts the reputation of healthcare services.   Keywords: Medical Errors; Patient Safety; Risk Management.   Pendahuluan: Keselamatan pasien adalah upaya mencegah bahaya selama perawatan medis, termasuk kesalahan medis yang kerap terjadi di rumah sakit, sehingga melibatkan berbagai pihak, seperti tenaga medis dan pasien. Di Indonesia, meskipun ada kebijakan nasional dan akreditasi, insiden keselamatan pasien tetap terjadi, sehingga perawat perlu berperan aktif dalam meningkatkan sistem keselamatan pasien untuk memastikan kualitas perawatan yang lebih baik. Tujuan: Untuk menganalisis keselamatan pasien sebagai pilar penting dalam mencegah kesalahan medis. Metode: Tinjauan literatur menggunakan panduan Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analysis (PRISMA). Berdasarkan situs Watase-Uake, didapatkan 397 artikel untuk dilakukan penyeleksian sesuai dengan kriteria. Hasil akhir 11 dari eliminasi (2014-2024), dengan teks relevan, dan tidak terbatas bahasa. Hasil: Kasus kejadian keselamatan pasien yang sering terjadi akibat oleh kesalahan tenaga kesehatan dapat membawa dampak serius termasuk kecacatan hingga kematian. Meskipun banyak rumah sakit telah terakreditasi, tingkat insiden keselamatan pasien tetap terjadi. Simpulan: Keselamatan pasien adalah faktor penting dalam pelayanan kesehatan yang memerlukan perhatian semua pihak. Kesalahan medis dapat memengaruhi kesehatan dan kualitas layanan. Oleh karena itu, diperlukan sistem pelaporan yang baik, peningkatan kompetensi tenaga medis, dan budaya keselamatan. Kolaborasi antara tenaga medis, pasien, dan keluarga penting untuk menciptakan lingkungan yang aman, juga berdampak pada reputasi layanan kesehatan.   Kata Kunci: Kesalahan Medis; Keselamatan Pasien; Manajemen Risiko.
STUDI KOMPARASI REGULASI TELEKONSULTASI ANTARA INDONESIA DENGAN SINGAPURA Budiyanti, Rani Tiyas; Suryoputro, Antono; Murni, Murni; Herlambang, Penggalih Mahardika
CREPIDO Vol 4, No 1 (2022): Jurnal Crepido July 2022
Publisher : Bagian Dasar-Dasar Ilmu Hukum & Hukum dan Masyarakat Fakultas Hukum Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/crepido.4.1.1-11

Abstract

Telekonsultasi telah berkembang di Indonesia terlebih di masa pandemi Coronavirus Disease -19 (COVID-19). Teknologi ini merupakan layanan konsultasi kesehatan jarak jauh yang merupakan bagian dari telemedisin. Indonesia telah mengatur pelaksanaan telemedisin melalui Permenkes Nomor 20 tahun 2019 mengenai Penyelenggaraan Telemedisin. Meskipun demikian,  regulasi tersebut belum spesifik mengatur tentang telekonsultasi, terutama mengenai startup telekonsultasi yang saat ini banyak bermunculan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan regulasi mengenai telekonsultasi yang ada di Indonesia dengan negara lain yaitu Singapura. Penelitian ini merupakan penelitian normatif dengan pendekatan perundang-undangan (statue approach) dan pendekatan komparatif (comparative approach). Bahan hukum primer diperoleh dari peraturan perundang-undangan maupun yurisprudensi. Sedangkan bahan hukum sekunder diperoleh dari jurnal, buku, maupun prosiding mengenai regulasi terkait konsultasi. Berdasarkan penelitian, telekonsultasi yang dilakukan di Indonesia hanya diperbolehkan jika terintegrasi dengan fasilitas pelayanan kesehatan tertentu. Selain itu, regulasi mengenai monitoring, pertanggung jawaban dan keamanan data masih belum detail dan spesifik. Sanksi bagi startup yang menyelenggarakan layanan konsultasi kesehatan mandiri pun belum jelas dan tegas. Singapura memiliki regulasi telekonsultasi yang tercantum dalam regulatory sandbox sehingga dapat menjembatani layanan konsultasi kesehatan online yang diselenggarakan oleh startup yang ada dengan syarat tertentu. Regulasi mengenai telekonsultasi di Indonesia perlu disusun lebih detail, spesifik, dan jelas sehingga masyarakat dapat memperoleh layanan konsultasi kesehatan yang aman dan dapat dipertanggungjawabkan.
Pembayaran kapitasi berbasis kinerja terhadap kualitas pelayanan pasien bpjs kesehatan di fasilitas kesehatan tingkat pertama: A scoping review Pertiwi, Dian Ratna; Suryoputro, Antono; Adiz, Matheus Sakundarno
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 5 (2025): Volume 19 Nomor 5
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i5.927

Abstract

Background: Performance-based capitation payments are an innovative approach in the health financing system implemented by the health social security administering body. Purpose: To analyze the impact and effectiveness of performance-based capitation payments in improving the quality of health services and resource management in the national health insurance system. Method: The literature review was conducted systematically through databases such as Google Scholar, PubMed Central, Researchgate, and other sources. The keywords used in the literature search were capitation, based, performance, commitment, service, and capitation-based, performance, and commitment. Results: Performance-based capitation payments have varying impacts on the quality of social security agency for health patient services at primary health facilities (PHF). Conclusion: Achievement of performance-based capitation indicators is influenced by several factors, including the availability of human resources (medical and non-medical personnel), infrastructure, information systems, governance and organization, and financing. These factors align with the primary health care capacity domain components in the WHO primary health care monitoring framework.   Keywords: Performance-Based Capitation; Quality of Health Services; Social Health Security Administration.   Pendahuluan: Pembayaran kapitasi berbasis kinerja merupakan suatu pendekatan inovatif dalam sistem pembiayaan kesehatan yang diimplementasikan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS Kesehatan). Tujuan: Untuk menganalisis dampak dan efektivitas pembayaran kapitasi berbasis kinerja dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dan pengelolaan sumber daya di dalam sistem jaminan kesehatan nasional. Metode: Penelitian literature review dilakukan secara sistematis melalui database seperti Google Scholar, PubMed Central, Researchgate, dan sumber lainnya. Kata kunci yang digunakan dalam penelusuran literatur adalah kapitasi, berbasis, kinerja, komitmen, pelayanan dan kapitasi berbasis, kinerja, dan komitmen. Hasil: Pembayaran kapitasi berbasis kinerja (P4K) memberikan pengaruh yang bervariasi terhadap kualitas pelayanan pasien BPJS kesehatan di fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP). Simpulan: Tercapainya indikator KBK dipengaruhi oleh beberapa factor, meliputi ketersediaan sumber daya manusia (tenaga medis dan non medis), ketersediaan sarana prasarana, ketersediaan sistem informasi, tata kelola dan organisasi, serta pembiayaan. Faktor-faktor ini selaras dengan komponen domain kapasitas FKTP dalam kerangka pemantauan layanan primer WHO.   Kata Kunci: BPJS Kesehatan; Kapitasi Berbasis Kinerja; Kualitas Pelayanan Kesehatan.
Implementing tuberculosis preventive therapy: a qualitative study Apriana, Dina; Nugraheni, Sri Achadi; Suryoputro, Antono
BKM Public Health and Community Medicine Vol 41 No 08 (2025)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/bkm.v41i08.21987

Abstract

Purpose: This study aims to analyze the implementation of tuberculosis preventive therapy (TPT) in Majalengka District using the Van Meter and Van Horn policy implementation model, focusing on inter-organizational communication, resources, implementer disposition, implementing agency characteristics, and economic-socio-political conditions. Methods: This qualitative study employed a case study approach involving six selected community health centers with the highest and lowest TPT coverage. Data were collected through in-depth interviews with six tuberculosis (TB) program managers, five triangulation informants, direct observations, and document reviews. Data were analyzed thematically, involving data reduction, presentation, and inductive conclusion drawing. Results: The study found that communication inconsistencies across national, provincial, and district levels led to information gaps at the community health center level. Implementation was hindered by limited human resources, diagnostic tools, and logistics, as well as the absence of clear internal regulations. However, proactive roles by TB program managers and cadres, supported by community-based outreach strategies, helped mitigate barriers. Social stigma, indirect costs, and low intersectoral coordination remained significant challenges. Conclusion: TPT implementation faced barriers such as inconsistent communication, limited resources, and unclear regulations. Effective TPT implementation requires coordination by the Ministry of Health, improved diagnostics by health facilities, empowerment of health workers and cadres, and strong support from local governments.
Nurses’ motivation, knowledge and perception on compliance with standard precautions Maria Ulfa; Mateus Sakundarno Adi; Antono Suryoputro
Malahayati International Journal of Nursing and Health Science Vol. 8 No. 3 (2025): Volume 8 Number 3
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/minh.v8i3.833

Abstract

Background: Standard precautions practice is the main action in preventing and controlling infections in hospitals. Nurse compliance with standard precautions is influenced by various factors, including knowledge, perception, and motivation. Purpose: To analyze the relationship between the level of knowledge, perception, and motivation of nurses with the practice of standard precautions. Method: A quantitative approach, specially focusing on analytical survey and cross-sectional method. The study took place from December 2024-Febuary 2025 in Islamic Hospital of Muhammadiyah Medical Care Center, Pekajangan. The independent variable was knowledge, risk perception, and motivation of nurses, dependent variable is standard precautionary practices in hospitals. Using systematic random sampling and slovin formula, 173 respondents were selected, who met specific inclusion and exclusion criteria. The analysis proceeded with a univariate test to determine the frequency distribution of respondent’s characteristics, followed by bivariate analysis using spearman rank test Results: The study revealed significant factors influencing the practice of standard precautions. It showed a gender-based difference in adherence (p = 0.008), a positive relationship between the level of perception and practice (p = 0.033), and a significant association with motivation level (p = 0.01). Conclusion: Nurses generally had good to fair levels of knowledge, perception and motivation regarding standard precautions, indicating effective implementation of patient safety. Perception and motivation significantly influenced compliance, while knowledge without significant influence.
Perilaku Ibu dalam Memberikan Pendidikan Seksualitas pada Remaja Awal Meilani, Niken; Shaluhiyah, Zahroh; Suryoputro, Antono
Kesmas Vol. 8, No. 8
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Akumulasi kasus HIV/AIDS di Provinsi Jawa Tengah, tahun 1993 _ 2008 adalah pada usia 20 _ 24 tahun sekitar 12,54% dan usia 25 _ 29 tahun sekitar 37,31% merupakan kategori remaja dan dewasa muda. Di kabupaten Magelang kasus HIV positif pada remaja mulai muncul tahun 2008 dan selalu muncul pada tahun berikutnya. Remaja sangat membutuhkan informasi tentang seksualitas dan peran ibu sangat penting. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui determinan perilaku ibu yang meliputi umur, pekerjaan, pendidikan, pengetahuan kesehatan reproduksi remaja, persepsi kemampuan diri dan sikap dalam pendidikan seksualitas. Jenis penelitian adalah survei dengan pendekatan potong lintang. Populasi terjangkau adalah ibu yang mempunyai anak remaja berusia 10 _ 14 tahun dan mengikuti program Bina Keluarga Remaja percontohan di Kabupaten Magelang. Pemilihan sampel menggunakan klaster sampling dan berjumlah 92 orang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis bivariat menggunakan uji kai kuadrat dan analisis mulitivariat menggunakan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas ibu belum memberikan pendidikan seksualitas dengan baik. Variabel yang berhubungan adalah pendidikan ibu, pengetahuan ibu tentang kesehatan reproduksi remaja, persepsi kemampuan diri ibu dan sikap ibu. Persepsi kemampuan diri ibu merupakan variabel yang paling berpengaruh terhadap perilaku ibu dalam memberikan pendidikan seksualitas. Accumulation of HIV/ AIDS cases in Central Java province in 1993 _ 2008 is at the age of 20 _ 24 years at 12.54% and aged 25 _ 29 years at 37.31% is the category of adolescent and young adults. In Magelang district HIV positive cases in adolescents began to emerge in 2008 and always appeared the following year. Adolescent need information about sexuality and the role of the mother is very important. This study aims to determine the determinant factors of mother (age, employment status, level of education, Perilaku Ibu dalam Memberikan Pendidikan Seksualitas pada Remaja Awal The Mother’s Behavior in Sexual Education for Early Adolescent Niken Meilani* Zahroh Shaluhiyah** Antono Suryoputro** level of knowledge about adolescent reproductive health, self-perception and attitude) in providing sexuality education. This study was surveyed with cross sectional model. The population is mothers of adolescents aged 10 _ 14 years and as member of Bina Keluarga Remaja program pilot in Magelang. The selection of samples using cluster sampling and numbered 92 people. Collecting data using a questionnaire. Bivariate analysis used chi squared test and multivariate used logistic regression. The results showed the majority of mother have not provided good sexuality education. There were relations between mother’s education level, mother’s level of knowledge about adolescent reproductive health, mother’s perception and mother’s attitudes with mother’s behavior in providing sexuality education. Mother’s perception is the most influential variable on mother’s behavior in providing sexuality education.
Co-Authors Abdullah, Rabiya Achadi Nugraheni, Sri Achmat Luthfi Yakim Aditya Kusumawati, Aditya Adiz, Matheus Sakundarno AGNES FRIDOLIN Agnes Fridolin Ani Margawati Anna Maulina L. Annisa, Aulia Any Setyawati Apoina Kartini Ariska Tri Hapsari Arnia Dian Kusuma Devi Arrohmah, Munib Astriyani, Sri Ayun Sriatmi Ayun Sriatmi Bagoes Widjanarko Besar Tirto Husodo BUDIYONO Budiyono Budiyono Cahya Tri Purnami Dewi, Eltanin Kumala Dian Ardyanti Rauf Dian Ratna Pertiwi Dian Widyahandayani Dimas Aulia Savitri Dina Apriana Dinda Nestelita Djoko Trihadi Lukmono Dwi Ayu Tirtaningrum Dwi Rizky Novianto Edi Siswanto Einurkhayatun, Biyanda Eka Yunila Fatmasari Eka Yunila Fatmasari, Eka Yunila Eltanin Kumala Dewi Emilia Yunritati Rehing Emilia Yunritati Rehing Erlin Friska Erni Yuliati Farid Agushybana Farid Farid Agushybana Firdha Rahma Nurbadlina Firdhaus, Oki Ino Fatwa Fitri, Tari Adelia Frederikus Feribertus Nikat Gunchmaa Nyam Handayani, Novia Hanifah Ardiani Herdiyanti, Annisa Maghfira Hestyani Kelananingrum Hillary Jeany Alfaresedes Insani, Raudya Kamillia K. Heri Nugroho HS, K. Heri Laksmono Widagdo Lina Dwi Yoga Pramana Lina Dwi Yoga Pramana Maria Ulfa Maria Ulfa Mat Zudi Mateus Sakundarno Adi, Mateus Sakundarno Matheus Sakundarno Adi Maya Chrisdita Mela Nofitri Mela Notri Meliantha Asmarani Kusumawardani Munib Arrohmah Murni Murni Nastiti Bandari Pratiwi Nicholas J. Ford Nidya Diah Prameswati Niken Meilani Noby Winarsa Nofitri, Mela Novitasari, Nita Dewi Nurhasmadiar Nandini Nurmalitasari, Rahma Adinda Oktavianti, Theresia Anggita Paramesthi, Prasasya Paramytha Magdalena Sukarno Putri Penggalih Mahardika Herlambang Pertiwi, Dian Ratna Priyadi Nugraha P Purnamawati, Rifka Putri Asmita Wigati Rahayu, Lintang Kemuning Mustikaning Rahma, Fanny Pradila Rani Tiara Desty Rani Tiyas Budiyanti Ratih Indraswari Ratih Indraswari Romdhonah Romdhonah Romdhonah Romdhonah Rr. Devi Noviana Setyoningsih Ryna Mahdalena Ambarita Safira Ika Putri Sakundarno Adi Sakundarno Adi Satria Bhirawa Anuraga, Pandjie Septo Pawelas Arso Sholichat, Baqiatus Siti Helmyati Siti Waghisatul Astutik Soeharyo Hadisaputro Sofie Astri Risanty Sorpiyani Munthe Sri Achadi Nugraheni Sudarwati Nababan Sudrisman Sudrisman Sukarno Putri, Paramytha Magdalena Sutopo Patria Jati Sutopo Patria Jati Syamsuhuda Budi Musthofa Syamsul Huda Syamsulhuda BM Syamsulhuda Budi Musthofa Tanjung Anitasari Indah Kusumaningrum Ulya, Siti Afuzal Wahyu Andriyanto Widyastuti, Rachma Dwi Wulan Kusumastuti Wulan Kusumastuti Wulan Kusumastuti Y Warella Yayang Khairunnisa Agusti Yohanes Sugiarto, Yohanes Yudhanto, Yoga Yuliani Setyaningsih Yuliati, Erni Yulis Muktafi'ah Yulis Muktafiah Yuliyanti, Fitria Zahroh Shaluhiyah