This Author published in this journals
All Journal International Journal of Public Health Science (IJPHS) Media Kesehatan Masyarakat Indonesia JURNAL PROMOSI KESEHATAN INDONESIA Media Kesehatan Masyarakat Indonesia Jurnal Kesehatan Masyarakat VISIKES Disease Prevention and Public Health Journal Jurnal Kesehatan Masyarakat Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya LINK Jurnal Kesehatan Masyarakat (JKM) CENDEKIA UTAMA Global Medical and Health Communication Jurnal Promkes: The Indonesian Journal of Health Promotion and Health Education Jurnal Kebidanan Jurnal Preventia Jurnal Kesehatan Masyarakat Jurnal Penelitian Kesehatan Suara Forikes Jurnal Profesi Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Jurnal Penelitian Pendidikan IPA (JPPIPA) Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia Jurnal Kesehatan Komunitas Journal of Public Health for Tropical and Coastal Region Al-sihah: The Public Health Science Journal Journal of Maternal and Child Health Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat UNSIQ Manuju : Malahayati Nursing Journal Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Jurnal Kesehatan Global Unnes Journal of Public Health Public Health Perspective Journal Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat Jurnal Ners Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesian Journal of Global Health research Journal of Community Development Indonesian Journal of Health Community Jurnal CREPIDO: Jurnal Mengenai Dasar-Dasar Pemikiran Hukum Filsafat dan Ilmu Hukum Cermin Dunia Kedokteran Jurnal Riset Kesehatan Masyarakat Berita Kedokteran Masyarakat DUNIA KEPERAWATAN: JURNAL KEPERAWATAN DAN KESEHATAN Eduvest - Journal of Universal Studies Promotor: Jurnal Mahasiswa Kesehatan Masyarakat JMMR (Jurnal Medicoeticolegal dan Manajemen Rumah Sakit) Malahayati International Journal of Nursing and Health Science Holistik Jurnal Kesehatan Cermin Dunia Kedokteran Jurnal Info Kesehatan Kesmas: Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional (National Public Health Journal) Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan
Claim Missing Document
Check
Articles

Pemetaan Stakeholder Program Pencegahan Fraud Jaminan Kesehatan Nasional di Puskesmas Kota Semarang Arnia Dian Kusuma Devi; Antono Suryoputro; Ayun Sriatmi
MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 19, No 3 (2020): MKMI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkmi.19.3.238-245

Abstract

ABSTRAKLatar belakang: Dalam periode 2014 sampai 2017 terdapat 12 isu penyelewengan dana kapitasi di 12 daerah. Terdapat 8 dari 13 potensi Fraud yang terjadi di Puskesmas terkait dengan kapitasi dan sedikitnya terdapat 8 kasus korupsi terungkap. Fraud dapat berdampak pada pemberian pelayanan yang tidak bermutu. Penelitian ini bertujuan untuk memahami peran dan keterlibatan stakeholder dalam Program Pencegahan Fraud Jaminan Kesehatan Nasional di Puskesmas Kota Semarang supaya program dapat berjalan lebih optimal.Metode: Penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui indepth interview dengan sampel purposive dan analisis menggunakan teori stakeholder mapping. Variabel yang diteliti adalah sikap, keterlibatan, dan pengaruh. Hasil: Berdasarkan penelitian, didapatkan hasil bahwa pada variabel sikap, seluruh kelompok stakeholder mendukung terselenggaranya kegiatan Program Pencegahan Fraud JKN di Puskesmas Kota Semarang. Pada variabel keterlibatan, yaitu stakeholder provider yang paling kurang terlibat dari stakeholder lain. Dari ketiga upaya dalam program, upaya pendeteksian menempati urutan terendah keterlibatan stakeholdernya dibandingkan upaya pencegahan dan upaya penindakan. Pada variabel pengaruh, dari ketiga kelompok stakeholder, kelompok provider menjadi kelompok yang paling kurang memiliki pengaruh dalam Program Pencegahan Fraud JKN di Puskesmas Kota Semarang. Upaya pendeteksian menjadi upaya yang paling sedikit menjadi intervensi dalam program. Dalam upaya pendeteksian, hanya 3 dari 12 stakeholder yang secara signifikan berpengaruh. Simpulan: Antar stakeholder harus meningkatkan komunikasi dan koordinasi dengan lebih rutin untuk menggiatkan program. Dinas Kesehatan sebagai sleeping giant harus meningkatkan keterlibatannya sebagai decision maker dan segera menyelesaikan pembentukan pedoman Program Pencegahan Kecurangan Jaminan Kesehatan Nasional di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama Kota Semarang sebagai acuan pelaksanaan. Kata kunci: Fraud, puskesmas, pemetaan stakeholder ABSTRACTTitle: Mapping of the National Health Insurance Fraud Prevention Program Stakeholders in Semarang City Community Health Centers  Background: In the period 2014 to 2017, there were 12 issues of misappropriation of capitation funds in 12 regions. There were 8 out of 13 potential Frauds that occurred at the Community Health Centers related to capitation and at least 8 cases of corruption were revealed. Fraud can have an impact on providing quality services. This study aims to understand the role and involvement of stakeholders in the National Health Insurance Fraud Prevention Program in Semarang City Community Health Centers.Method: This research is qualitative research with a descriptive approach through in-depth interviews with purposive sampling and employed the stakeholder mapping theory. The variables studied were attitude, involvement, and influence. Result: Based on the research, the results show that the attitude variable, all stakeholder groups support the implementation of the JKN Fraud Prevention Program at the Semarang City Health Center. In the involvement variable, namely the stakeholder provider who is least involved from other stakeholders. Of the three efforts in the program, detection efforts ranked the lowest of stakeholder involvement compared to prevention and enforcement measures. On the influencing variable, of the three stakeholder groups, the provider group is the group that has the least influence in the JKN Fraud Prevention Program in the Semarang City Health Center. Detection efforts are the least intervened in the program. In the detection effort, only 3 out of 12 stakeholders have significant influence.Conclusion:. Stakeholders must improve communication and coordination periodically to improve the program. The District Health Office as a sleeping giant must intensify its involvement as a decision-maker and immediately accomplish the making of the National Health Insurance Fraud Prevention Program guideline in the as guidance for implementation. Keywords: Fraud, community health center, stakeholder mapping
Analisis Kesiapan Puskesmas Dalam Pelaksanaan Program Puskesmas Tanpa Antrian Kota Semarang (PUSTAKA) di Kota Semarang Nidya Diah Prameswati; Antono Suryoputro; Eka Yunila Fatmasari
MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 18, No 4 (2019): MKMI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.04 KB) | DOI: 10.14710/mkmi.18.4.%p

Abstract

Latar Belakang : Pemerintah Indonesia telah melakukan upaya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan layanan kesehatan. Terdapat inovasi Program yaitu Puskesmas tanpa Antrian Kota Semarang (PUSTAKA). Program ini bertujuan untuk mengurai antrian di Puskesmas. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kesiapan Puskesmas dalam Pelaksanaan Program PUSTAKA. Penelitian ini berlokasi di Puskesmas Gayamsari, Srondol, Gunungpati, dan Tlogosati Kulon.Metode : Penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan indepth interview dengan purposive sampling. Variabel yang diteliti adalah tenaga, dana, sarana prasarana, kebijakan dan SOP, sosialisasi, perencanaan, organisasi, pelaksanaan, penilaian dan lingkungan.Hasil : Puskesmas dengan pengguna layanan PUSTAKA tinggi dan rendah memiliki kesamaan dalam beberapa variabel. Untuk variabel Kebijakan yang masih belum diimplementasikan secara optimal, untuk sosialisasi hanya menggunakan metode media sosial dan informasi yang diberikan kurang rinci. Variabel perencanaan sendiri, proses perencanaan yang sesuai belum dilakukan. Terkait aspek lingkungan, telah ada dukungan dari masyarakat untuk menggunakan program ini, namun belum ada dukungan dari kader kesehatan maupun tokoh masyarakat. Kendalanya terdapat pada golongan lanjut usia yang terbatas kemampuannya dalam penggunaan teknologi.Simpulan dan Saran : Puskesmas harus mengembangkan, memperbaiki, dan membangun SOP internal, membuat perencanaan yang sesuai, memaksimalkan dan sosialisasi inovatif secara langsung atau dengan media sosial yang inovatif, dan informasi yang disampaikan lebih rinci, serta berkolaborasi dengan kader kesehatan.
Proses Sistem Rujukan dalam Pelayanan Kegawatdaruratan Obstetri dan Neonatal di Puskesmas Sayung 2 Kabupaten Demak Dinda Nestelita; Antono Suryoputro; Wulan Kusumastuti
MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 18, No 4 (2019): MKMI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.267 KB) | DOI: 10.14710/mkmi.18.4.%p

Abstract

Latar Belakang: Upaya penurunan AKI dan AKB yang dilakukan pemerintah adalah pembentukan PONED di Puskesmas dan PONEK di Rumah Sakit. Puskesmas Sayung 2 merupakan puskesmas mampu PONED di wilayah Kabupaten Demak yang memiliki jumlah kematian ibu dan bayi baru lahir yang meningkat pada tahun 2018. Kelancaran rujukan dapat menjadi faktor yang menentukan untuk menurunkan AKI terutama dalam mengatasi keterlambatan. Salah satu pusat rujukan Puskesmas Sayung 2 yaitu RSJD Dr. Amino Gondohutomo. Tujuan penelitian untuk menganalisis pelaksanaan sistem rujukan kegawatdaruratan obstetri dan neonatal di Puskesmas Sayung 2 Kabupaten Demak.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitik. Pengumpulan data dilakukan dengan metode indepth interview berdasarkan teknik purposive sampling. Subjek penelitian merupakan 6 orang tim PONED sebagai informan utama. Sedangkan informan triangulasi yaitu Kepala Puskesmas, 5 orang tim PONEK RS, serta 2 orang Pasien.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada terdapat beberapa kendala yang dihadapi antara lain keterbatasan petugas yang terlatih dan double job, kurangnya pemahaman petugas terhadap SOP, kesalahan komunikasi antar petugas kesehatan dan sistem informasi rujukan antara puskesmas dan rumah sakit yang kurang maksimal sehingga masih susah dalam mencari rumah sakit rujukan.Simpulan: Komponen proses dalam pelaksanaan sistem rujukan masih terdapat beberapa kendala dan perlu dibenahi yaitu sosialisasi SOP, kerjasama antara puskesmas dan rumah sakit lebih ditingkatkan, pengaktifan sistem informasi rujukan secara online agar lebih efektif.
Analisis Proses Pengadaan Guna Menjamin Ketersediaan Obat di RSUD Tugurejo Semarang Erlin Friska; Antono Suryoputro; Wulan Kusumastuti
MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 18, No 4 (2019): MKMI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (132.166 KB) | DOI: 10.14710/mkmi.18.4.135-139

Abstract

Latar Belakang: Jumlah kunjungan pasien rawat jalan di RSUD Tugurejo Semarang mengalami peningkatan dari tahun 2016 hingga 2018. Adanya peningkatan jumlah pasien harus diimbangi dengan peningkatan pelayanan kefarmasian dan menjamin ketersediaan obat di rumah sakit. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis proses pengadaan guna menjamin ketersediaan obat di RSUD Tugurejo Semarang.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitik. Pengumpulan data dilakukan dengan metode indepth interview yang dipilih berdasarkan teknik purposive sampling. Subjek penelitian merupakan Kepala Instalasi Farmasi Rumah Sakit, Koordinator Gudang Farmasi, Koordinator Farmasi Rawat Jalan, serta 2 orang Staf Pegadaan sebagai informan utama. Sedangkan informan triangulasi yaitu Kepala Penunjang Medik, Staf Keuangan, Dokter Rawat Jalan, serta 2 orang Pasien. Faktor yang diteliti adalah metode, prosedur, dan anggaran dalam pengadaan obat.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada proses pengadaan obat yaitu sering terjadi keterlambatan dalam penerimaan obat dari penyedia, terdapat kekosongan obat pada sistem e-catalogue, masih sering terjadi error pada sistem e-purchasing.Simpulan: Terdapat beberapa kendala dalam proses pengadaan obat di RSUD Tugurejo Semarang yang berdampak pada ketersediaan obat di rumah sakit.
Hubungan Status Akreditasi dengan Kepatuhan Pegawai dalam Pelaksanaan Standar Keselamatan Pasien Sofie Astri Risanty; Antono Suryoputro; Nurhasmadiar Nandini
MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 19, No 3 (2020): MKMI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkmi.19.3.195-200

Abstract

Latar Belakang: Puskesmas melakukan kegiatan pelayanan kesehatan yang beragam yang melibatkan berbagai tenaga profesi dan non profesi, serta melibatkan berbagai obat, tes dan prosedur dengan teknologi dan peralatan kedokteran yang memiliki risiko terjadinya kesalahan dan kecelakaan. Standar keselamatan pasien dalam Permenkes 11 tahun 2017 merupakan acuan bagi fasilitas kesehatan yang wajib diterapkan dalam melaksanakan kegiatannya. Dengan penerapan tujuh standar keselamatan pasen ini, diharapkan Puskesmas dapat menyelenggaraan asuhan pasien lebih aman dan bisa dijadikan tolok ukur keberhasilan. Penilaian pelaksanaan standar keselamatan pasien dilakukan menggunakan instrumen akreditasi yang wajib dilaksanakan secara berkala paling sedikit tiga tahun sekali. Berdasarkan hal tersebut, peneliti tertaarik untuk mengetahui hubungan status akreditasi dengan kepatuhan pegawai puskesmas dalam pelaksanaan standar keselamatan pasien.Metode: Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan kuantitatif, rancangan cross sectional. Analisis dilakukan dengan menggunakan uji Chi-Square Test. Populasi pada penelitian ini adalah pegawai puskesmas se-kota Semarang dengan teknik pengambilan Stratified and Proirtional Random Sampling sebanyak 87 pegawai. Hasil: Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa 47,1% responden memiliki kepatuhan yang tidak baik. Hasil analisis statistik dengan menggunakan Chi-Square menunjukkan bahwaa status akreditasi (p=0,257), tidak berhubungan dengan kepatuhan pegawai dalam pelaksanaan standar keselamatan pasien. Simpulan: Status akreditasi yang diperoleh puskesmas tidak mempunyai hubungan signifikan terhadap kepatuhan pegawai dalam pelaksanaan standar keselamatan pasien. Tingginya status akreditasi tidak berarti bahwa pegawai mempunyai tingkat kepatuhan yang tinggi dan bukan berarti status akreditasi rendah lalu kepatuhannya juga rendah. ABSTRACTTitle: Relationship between Puskesmas Accreditation Status and Employee Compliance in the Implementation of Patient Safety Standards  Background: Puskesmas conducts diverse health service activities, which involve a variety of drugs, tests and procedures with medical technology and equipment that are at risk of errors and accidents. Minister of Health Regulation 11 of 2017 concerning patient safety consists of seven patient safety standards are a mandatory reference for health facilities in carrying out their activities.  With the application of these seven pasent safety standards, it is hoped that Puskesmas can safeguard patient care and can be used as a benchmark for success. Assessment of the implementation of patient safety standards is carried out using accreditation instruments which must be carried out regularly at least once every three years. Based on this, the researcher was interested in finding out the relationship between accreditation status and compliance of puskesmas staff in implementing patient safety standards.Method: This was quantitative research with cross sectional design. Data Analyzed with Chi-Square Test. The population in this study were employees of health centers throughout the city of Semarang and sample was chosen by Stratified and Proirtional Random Sampling, with sample size 87 employees.Result: The results of this study showed that 47.1% of respondents had poor compliance. The results of statistical analysis using Chi-Square showed that there was no relation between accreditation status and employee compliance in implementing patient safety standards (p = 0.257).Conclusion:. The accreditation status obtained by the puskesmas does not have a significant relationship to employee compliance in implementing patient safety standards. High accreditation status does not mean that employees have a high level of compliance and does not mean low accreditation status and therefore low compliance.   Keywords: patient safety standards, puskesmas, accreditation status
Pengaruh Aplikasi "Remaja Cerdik Mobile" Terhadap Pengetahuan, Sikap dan Efikasi Diri Remaja Tentang Pencegahan Prediabetes Dwi Rizky Novianto; Antono Suryoputro; Bagoes Widjanarko
Berita Kedokteran Masyarakat (BKM) Vol 35, No 8 (2019)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (478.389 KB) | DOI: 10.22146/bkm.46954

Abstract

The influence of the application of "Clever Teen Mobile" on the knowledge, attitudes and self-efficacy of adolescents about the prevention of prediabetesPurpose: The current lifestyle of adolescents is believed to be the most dominant factor in the increasing incidence of prediabetes. This situation is at high risk of developing Diabetes Mellitus if no lifestyle changes are made. Raising health promotion by utilizing technological sophistication in the form of an android-based application can be a media for health promotion for teenagers. This study aims to determine the effect of android-based applications "Remaja Cerdik Mobile" on adolescent knowledge, attitudes and self-efficacy about prevention of Prediabetes. Method: This study uses a quasi-experimental method with a non equivalent control group design with pretest-posttest design. The number of respondents is 100 high school students in the city of Semarang. Data analysis used the One Way repeated measures ANOVA test.Results: The results of the development of application media obtained material about the knowledge and prevention of prediabetes which includes articles, images, quizzes, videos and tracker updates. Quantitative research shows that there is the influence of android-based applications "Remaja Cerdik Mobile" in increasing adolescents' knowledge, attitude and self-efficacy about prevention of prediabetes. Conclusion: This android-based applications "Remaja Cerdik Mobile" can be an alternative in the use of health promotion media as a means of educational information communication for adolescents in prediabetes prevention.
Faktor Input, Proses dan Output dalam Pengelolaan Linen di Ruang Isolasi COVID-19 Yulis Muktafiah; Antono Suryoputro; Septo Pawelas Arso
Jurnal Kesehatan Global Vol 5, No 3 (2022): Edisi September
Publisher : Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat Institut Kesehatah Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jkg.v5i3.5262

Abstract

Rumah Sakit Umum (RSU) Pembina Kesejahteraan Umat (PKU) Muhammadiyah Gubug adalah rumah sakit yang telah memperoleh akreditasi utama pada tahun 2019 dan menjadi rumah sakit yang merawat pasien Covid-19, meskipun telah terakreditasi ketersediaan linen di RSU PKU Muhammadiyah masih mengalami kekurangan serta keterlambatan dalam pendistribusian linen. Tujuan penelitian adalah untuk memperoleh informasi terkait faktor input, proses, dan output dalam pengelolaan linen di ruang isolasi Covid-19 di RSU PKU Muhammadiyah Gubug Kabupaten Grobogan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan desain studi deskriptif observatif. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara indepth interview dengan teknik purposive sampling. Subjek penelitian terdiri dari 5 informan utama dan 5 informan triangulasi. Aspek yang diteliti pada penelitian ini mulai dari input, proses, sampai pada ouput dalam pengelolaan linen. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengelolaan linen masih belum optimal pada semua aspek, pada input masih terdapat kekurangan petugas laundry, dana dan sarana prasarana serta SOP belum berjalan optimal. Pada aspek proses menunjukkan bahwa perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi belum berjalan optimal, sehingga output yang dihasilkan masih tidak sesuai dengan standar yaitu kekurangan stok linen bersih dan terjadi keterlambatan pendistribusian linen karena stok linen yang terbatas, sehingga perlu dilakukan perbaikan pada aspek input dan proses pengelolaan linen.
What’s Wrong with the Policy of Releasing Patient Medical Information at Regional Public Hospital X Dimas Aulia Savitri; Antono Suryoputro; Farid Agushybana; Gunchmaa Nyam
Disease Prevention and Public Health Journal Vol. 16 No. 2 (2022): Disease Prevention and Public Health Journal
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/dpphj.v16i2.5759

Abstract

Background: The release of medical information to third parties is the responsibility of the health facility to protect the health information contained in it from being damaged, lost, falsified data, and illegal access. Therefore, health facilities must have policies that regulate the system for releasing patient medical information to third parties. This study aims to analyze the policy of the patient's medical information release system in RSUD X. Method: This research is a descriptive study with a qualitative approach, through in-depth interviews and observation techniques. The informants in this study amounted to 12 people, namely the leadership of the hospital, the manager of medical services, the head of the medical record section, and the DPJP. Results: The results of this study indicate that RSUD X already has a policy regarding the system of releasing medical information to third parties but the release activities in the field it is not following the policy. This is because communication such as socialization from the leadership is still lacking so policy actors still do not know about the policy. The leadership has also never carried out monitoring and evaluation related to the release activity so the leadership does not know that other factors cause the policy not to work. Conclusion: The release of medical information to third parties already has a policy set out in the sop, but in its implementation, it is not following the existing sop due to the lack of socialization related to the sop to the discharge officers, the absence of monitoring and evaluation of the discharge activities that have been running at RSUD X. Also, the social attitudes of the community that are considered to have the most influence on the activities of releasing patient medical information in RSUD X.
KEPATUHAN TENAGA MEDIS DALAM MENGGUNAKAN APD DI BANGSAL COVID : STUDI KASUS DI RS X SEMARANG Ryna Mahdalena Ambarita; Antono Suryoputro; Yuliani Setyaningsih
VISIKES: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 21, No 2 (2022): VISIKES
Publisher : Dian Nuswantoro Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33633/visikes.v21i2Supp.6191

Abstract

Covid-19 spreads massively and very fast in transmission. Health workers who work in hospitals were very vulnerable to being exposed to the Covid-19 virus. The used of personal protective equipment was very important for medical personnel serving patients in the Covid Ward to minimize the risk of transmission. The purpose of this study was to determine the factors associated with compliance with the use of personal protective equipment for health workers in the Covid Ward. This study was a quantitative study with the number of samples being the total population of Health workers on duty in the Covid Ward as many as 61 respondents. Statistical analysis was carried out using the Spearman Rho test. The results showed that there was no relationship between age (p = 0.406), education (p = 0.351), years of service (p = 0.216), knowledge (p = 0.344), attitudes (p = 0.434), availability (p = 0.328), and supervision (p=0.534) with the compliance of medical personnel in using personal protective equipment in the Covid Ward of RS X Semarang City. It was necessary to carry out sudden periodic inspections by the PPI team and the OHS team of RS X. And awards are given to health workers who comply with using personal protective equipment in addition to having imposed strict sanctions if health workers do not use personal protective equipment.
Determinan Perilaku Kunjungan Ulang Ibu Balita ke Posyandu di Wilayah Kerja Puskesmas Margorejo Kabupaten Pati Emilia Yunritati Rehing; Sakundarno Adi; Antono Suryoputro
Jurnal Kesehatan Komunitas Vol 8 No 2 (2022): Jurnal Kesehatan Komunitas
Publisher : LPPM Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25311/keskom.Vol8.Iss2.1226

Abstract

Lack of health monitoring in Posyandu is one of the causes of developmental disorders in children under five in the community. The growth and development of children at the age of toddlers as a determinant of their health in the future needs to be carried out repeatedly in order to ensure that children remain healthy and those who experience health problems can be immediately addressed, it is the responsibility of parents, especially mothers. The purpose of this study was to determine the behavioral determinants of mothers' repeat visits to the Posyandu in the Margorejo Community Health Center area. This was a quantitative study with a cross-sectional approach. Sampling used a systematic sampling of 110 respondents by filling out a questionnaire. The research variabels are intention, social support, availability of health information, personal freedom, and situation of action. Data analysis using chi-square test and logistic regression. The results showed that there was a relationship between intention, social support, personal freedom, the situation of action, and an unrelated variabel, namely the availability of health information. The conclusion of this study is that the behavior of repeat visits to the Posyandu is determined by the mother in making decisions so that she can monitor her child's growth and development at the Posyandu which has been determined every month based on this study, the variabels that influence are personal freedom and situations that allow them to act.
Co-Authors Abdullah, Rabiya Achadi Nugraheni, Sri Achmat Luthfi Yakim Adi, Matheus Sakundarno Aditya Kusumawati, Aditya Adiz, Matheus Sakundarno AGNES FRIDOLIN Agnes Fridolin Ani Margawati Anna Maulina L. Annisa, Aulia Any Setyawati Apoina Kartini Aprianti, Aprianti Arnia Dian Kusuma Devi Arrohmah, Munib Astriyani, Sri Ayu Fitriani Ayun Sriatmi Ayun Sriatmi Bagoes Widjanarko Besar Tirto Husodo BUDIYONO Budiyono Budiyono Cahya Tri Purnami Dewi Puspitaningrum Dewi, Eltanin Kumala Dewi, Miralda Septri Dian Ardyanti Rauf Dian Widyahandayani Dimas Aulia Savitri Dina Apriana Dinda Nestelita Djoko Trihadi Lukmono Dwi Ayu Tirtaningrum Dwi Rizky Novianto Edi Siswanto Einurkhayatun, Biyanda Eka Yunila Fatmasari Eka Yunila Fatmasari, Eka Yunila Emilia Yunritati Rehing Emilia Yunritati Rehing Erliana, Nina Erlin Friska Ernawati Ernawati Farid Agushybana Farid Farid Agushybana Fatwa Firdhaus, Oki Ino Firdha Rahma Nurbadlina Firdhaus, Oki Ino Fatwa Fitri, Tari Adelia Frederikus Feribertus Nikat Gunawan Widiyanto Gunchmaa Nyam Handayani, Novia Hanifah Ardiani Hapsari, Ariska Tri Hati, Konstantinus Herdiyanti, Annisa Maghfira Heri Winarno Herlin Fitriana Kurniawati Hestyani Kelananingrum Hillary Jeany Alfaresedes Insani, Raudya Kamillia K. Heri Nugroho HS, K. Heri Kurnia Ramadhani, Kurnia Laksmono Widagdo Laksmono Widagdo Larasati, Nurina Dyah Lina Dwi Yoga Pramana Maria Ulfa Maria Ulfa Mat Zudi Mateus Sakundarno Adi, Mateus Sakundarno Maya Chrisdita Mela Nofitri Mela Notri Meliantha Asmarani Kusumawardani Murni Murni Mustalia, Mustalia Muthmainnah M, Muthmainnah Nicholas J Ford Nicholas J. Ford Nidya Diah Prameswati Niken Meilani Noby Winarsa Nofitri, Mela Novitasari, Nita Dewi Nurhasmadiar Nandini Nurmalitasari, Rahma Adinda Oktavianti, Theresia Anggita Paramesthi, Prasasya Paramytha Magdalena Sukarno Putri Penggalih Mahardika Herlambang Pertiwi, Dian Ratna Pratiwi, Nastiti Bandari Priyadi Nugraha P Purnamawati, Rifka Putri Asmita Wigati Rahayu, Lintang Kemuning Mustikaning Rahma, Fanny Pradila Rani Tiara Desty Rani Tiyas Budiyanti Ratih Indraswari Ratih Indraswari Rochwati, Siti Romdhonah Romdhonah Romdhonah Romdhonah Ryna Mahdalena Ambarita Safira Ika Putri Sakundarno Adi Sakundarno Adi Satar Satar, Satar Satria Bhirawa Anuraga, Pandjie Septian Emma Dwi Jatmika, Septian Emma Dwi Septo Pawelas Arso Setyoningsih, Rr. Devi Noviana Sholichat, Baqiatus Siti Helmyati Siti Waghisatul Astutik Soeharyo Hadisaputro Sofie Astri Risanty Sorpiyani Munthe Sri Achadi Nugraheni Sudarwati Nababan Sudrisman Sudrisman Sukenty, Ninik Trisnawati Suryono, Lucky Aris Susilaksmi, Ida Sutopo Patria Jati Sutopo Patria Jati Syamsuhuda Budi Musthofa Syamsul Huda Syamsulhuda BM Syamsulhuda Budi Musthofa Tanjung Anitasari Indah Kusumaningrum Titi Legiati PS Tri Yuni Kuswandari, Tri Yuni Ulya, Siti Afuzal Wahyu Andriyanto Widiastuti, Indiyah Widyastuti, Rachma Dwi Wulan Kusumastuti Wulan Kusumastuti Y Warella Yayang Khairunnisa Agusti Yohanes Sugiarto, Yohanes Yudhanto, Yoga Yuliani Setyaningsih Yuliati, Erni Yulis Muktafi'ah Yulis Muktafiah Yuliyanti, Fitria Yuningsih, Silvia Anita Yuslana, Yuslana Zahroh Shaluhiyah