p-Index From 2021 - 2026
5.524
P-Index
This Author published in this journals
All Journal e-CliniC Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha AGROTEKBIS Journal on Mathematics Education (JME) Intuisi TEKMAPRO Journal of Industrial Engineering and Management Persona: Jurnal Psikologi Indonesia Journal of the Indonesian Mathematical Society JIPM (Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika) Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Al-Jabar : Jurnal Pendidikan Matematika Prosiding SI MaNIs (Seminar Nasional Integrasi Matematika dan Nilai-Nilai Islami) MaPan : Jurnal Matematika dan Pembelajaran JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi PRISMA JOHME: Journal of Holistic Mathematics Education Jurnal Organisasi Dan Manajemen Jurnal Pendidikan Terbuka Dan Jarak Jauh JCES (Journal of Character Education Society) Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Fidei: Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika Jurnal Math Educator Nusantara: Wahana Publikasi Karya Tulis Ilmiah di Bidang Pendidikan Matematika JURNAL SILOGISME : Kajian Ilmu Matematika dan Pembelajarannya PEDULI: Jurnal Imiah Pengabdian Pada Masyarakat Psikostudia : Jurnal Psikologi Valid Jurnal Ilmiah Psychocentrum Review Abdi Masyarakat International Journal of Insights for Mathematics Teaching (IJOIMT) LEGAL BRIEF Journal of Economics and Business UBS LOGIA : Jurnal Teologi Pentakosta Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika SAGACITY : Journal of Theology and Christian Education The International Journal of Politics and Sociology Research Makara Human Behavior Studies in Asia Edumatica: Jurnal Pendidikan Matematika Psychological Research on Urban Society Prosiding Konferensi Nasional Penelitian Matematika dan Pembelajarannya Jurnal Inovasi Teknologi dan Edukasi Teknik Composite: Journal of Civil Engineering Darma Diksani: Jurnal Pengabdian Ilmu Pendidikan, Sosial, dan Humaniora Jurnal Abdimas Independen Journal on Mathematics Education
Claim Missing Document
Check
Articles

Kesulitan Siswa dalam Pemecahan Masalah Soal Cerita Matematika Dilihat dari Adversity Quotient (AQ) Bruno, Antonius; Qohar, Abd.; Susanto, Hery; Permadi, Hendro
Edumatica : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 11 No 3 (2021): Edumatica: Jurnal Pendidikan Matematika (Desember 2022)
Publisher : Department of Mathematics Education, Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (730.323 KB) | DOI: 10.22437/edumatica.v11i03.15395

Abstract

Problem solving is one of the main goals in learning mathematics and can be realized in solving story problems. The purpose of this study is to describe the difficulties of climbers, campers and quitters' students in solving mathematical problems in the form of story questions based on Polya's steps. This research uses qualitative research with a case study approach design. The instrument is the researcher himself and the supporting instruments are questionnaires, problem solving test instruments and interviews. The population in this study were students of SMPK Mardi Wiyata Malang class VIII B which were taken 6 subjects (2 Climber students, 2 Camper students and 2 Quitter students) based on the results of Adversity Response Profile (ARP) questionnaire data. The results in this study consist of the difficulty of climber students in solving problem solving, namely the difficulty in solving problems and making conclusions from the problems that have been solved. Camper students' difficulties in solving problem solving are difficulties in planning problem solving strategies, problems solving and drawing conclusions from the problems given. The difficulty of quitter students in solving problem solving is the difficulty of students in understanding problems, planning solutions, making solutions and drawing conclusions from the problems given. Based on the findings, students with the quitter category have the lowest ability in the problem-solving process. Therefore, further research is needed to increase the motivation and interest in learning of students belonging to the quitter category.
Construction of Indonesian Executive Function Self-Report Scale (IEF-SRS) Prasetya, Virginia Geraldine Hanny; Susanto, Hery
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 13, No 1 (2024): Volume 13, Issue 1, Maret 2024
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v13i1.12918

Abstract

Dementia is a cognitive disorder that can affect not only older people but also those who are still young. This condition is called early onset dementia, or EOD, and one of the cognitive functions that is being affected by EOD is executive function. During the period when this research was conducted, Indonesia was still amidst COVID-19 pandemic. This fact is one of the reasons why most people could not leave their homes. This posed a challenge for individuals who wanted to perform an early detection of EOD through cognitive assessments because most of the measurement test for executive function require the tester and the testee to meet face-to-face. Furthermore, there has not been much availability of executive function scales with a self-report format in Indonesia. Based on these phenomena, the researchers decided to develop a measurement test for executive functions for individuals aged 18 and above, to detect EOD. The test consists of 42 items written based on Lezak’s (1982) executive function model. After being tested on 497 participants aged 18-75 years old, the items exhibited high reliability (α=0.841) and strong validity evidence (RSMEA=0.071; GFI=0.99; NFI=0.99; CFI=0.99; IFI=0.99).Demensia merupakan penyakit kognitif yang dapat menyerang tidak hanya lansia, namun juga kaum muda. Penyakit tersebut dinamakan early onset dementia (EOD) dengan salah satu fungsi individu yang dapat terganggu adalah fungsi eksekutif. Pada waktu penelitian ini disusun, Indonesia masih berada pada masa pandemi COVID-19.  Hal tersebut menyebabkan banyak orang kesulitan untuk keluar rumah. Hal ini menjadi tantangan bagi individu yang ingin melakukan deteksi dini terhadap EOD karena pada umumnya alat ukur fungsi eksekutif harus dilakukan secara tatap muka. Selain itu, belum banyak alat ukur fungsi eksekutif yang berbentuk self-report. Berangkat dari hal ini, peneliti memutuskan untuk melakukan konstruksi alat ukur fungsi eksekutif untuk individu dari berbagai kalangan usia, sebagai salah satu usaha untuk mendeteksi dini gangguan fungsi kognitif pada individu. Item-item alat ukur ini disusun berdasarkan empat dimensi fungsi eksekutif menurut Lezak (1982;2012). Setelah diujikan pada 497 orang partisipan berusia 18-75 tahun, didapatkan hasil bahwa alat ukur IEF-SRS memiliki reliabilitas (α=0.841) dan bukti validitas (RSMEA=0.071; GFI=0.99; NFI=0.99; CFI=0.99; IFI=0.99) yang baik.
Validity and Reliability of Anxiety Sensitivity Index-3 (ASI-3) Indonesian Version In Clinical and Non-Clinical Samples Sadf, Fathiya Aisha; Susanto, Hery
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 13, No 2 (2024): Volume 13, Issue 2, Juni 2024
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v13i2.15249

Abstract

Anxiety Sensitivity refers to an individual’s fear of anxiety-related sensations. Anxiety Sensitivity Index-3 (ASI-3) is the latest instrument used to measure anxiety sensitivity. So far, there hasn't been any investigation into the psychometric qualities of the Indonesian version of ASI-3. The aims of this rsearch is to to explore the psychometric characteristics of the ASI-3 instrument in Indonesian. Participants in this research were 264 individuals aged 18–54 years (M=23.86, SD=4.61) in Indonesia recruited through convenience sampling. The outcomes of the psychometric assessment using Confirmatory Factor Analysis (CFA), tests for construct validity, and Cronbach’s Alpha coefficient, indicated strong validity and reliability of the ASI-3. This study found the Indonesian version of ASI-3 has a similar theoretical model to the English version. Concluded that the Indonesian version of ASI-3 is a reliable instrument can be used as an adequate measure of anxiety sensitivity in Indonesia. The Indonesian version of ASI-3 can differentiate scores between individuals with and without psychological disorders.Sensitivitas Kecemasan (Anxiety Sensitivity) merupakan rasa takut individu akan sensasi yang timbul terkait kecemasan. Anxiety Sensitivity Index-3 (ASI-3) merupakan alat ukur baru yang digunakan untuk menilai sensitivitas kecemasan, namun belum ada riset yang mengkaji kualitas psikometrik adaptasi alat ukur dan uji psikomerik ASI-3 bahasa Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi karakteristik psikometrik instrumen ASI-3 dalam bahasa Indonesia. Partisipan penelitian ini adalah 262 individu berusia 18–54 tahun (M=23.86, SD=4.61) di Indonesia yang dikumpulkan dengan convenience sampling. Hasil evaluasi psikometrik menggunakan analisis faktor konfirmatori (CFA), uji validitas konstruk, dan penghitungan Cronbach’s Alpha menunjukkan bahwa ASI-3 menunjukkan tingkat validitas dan reliabilitas yang signifikan, serta mengadopsi model teoretis yang serupa dengan versi bahasa Inggrisnya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ASI-3 layak digunakan sebagai alat ukur yang efektif untuk menilai tingkat sensitivitas terhadap kecemasan di Indonesia. ASI-3 versi bahasa Indonesia dapat membedakan skor antara individu dengan gangguan psikologis dan individu tanpa gangguan psikologis.
Adaptasi Alat Ukur Happiness At Work Scales Pada Karyawan di Indonesia Balqis Zahra, Fullah; Susanto, Hery; Aqshel Revinzky, Muhammad
Tekmapro Vol. 19 No. 1 (2024): TEKMAPRO
Publisher : Program Studi Teknik Industri Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/tekmapro.v19i1.386

Abstract

Kesejahteraan karyawan menjadi faktor krusial bagi organisasi. Karyawan yang merasakan kebahagiaan di tempat kerja cenderung berkontribusi positif pada kinerja kerja, yang pada akhirnya berdampak pada peningkatan keuntungan organisasi. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui bagaimana kebahagiaan karyawan di tempat kerja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji validitas adaptasi alat ukur Happiness At Work Scale dari Salas-Vallina (2018) dalam Bahasa Indonesia yang telah dilakukan oleh peneliti. Subjek penelitian ini adalah karyawan di Indonesia yang pernah mengalami bekerja dengan sistem Hybrid Working dengan jumlah 141 responden. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa nilai reliabel Alpha Cronbrach sebesar 0.924 (>0,7). Implikasi dari hasil CFA ini menunjukkan bahwa model fit dapat diterima karena memenuhi syarat kriteria CFI (0,908 ≥ 0,90), RMSEA (0,072 ≤ 0.08), dan SRMR (0,072 ≤ 0.08).
ANALISIS KEBUTUHAN BAHAN AJAR MATEMATIKA SISWA SMK KELAS X Mufidah, Imro'atul; Susanto, Hery; -, Sudirman
Jurnal Silogisme : Kajian Ilmu Matematika dan Pembelajarannya Vol 6 No 2 (2021): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/silogisme.v6i2.4316

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kebutuhan bahan ajar matematika siswa kelas X SMK. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X SMKN 1 Sawoo Ponorogo sebanyak 34 siswa dan 2 orang guru mata pelajaran matematika kelas X. Sampel dalam penelitian ini diperoleh dengan teknik purpose sampling. Teknik pengumpulan data antara lain teknik wawancara dan angket. Data yang diperoleh kemudian dianalisis. Data hasil wawancara adalah siswa belum aktif dalam pembelajaran, keterbatasan bahan ajar matematika, bahan ajar yang digunakan belum mendukung penemuan konsep matematika, siswa belum mampu memahami hal – hal yang bersifat abstrak dalam matematika. Data hasil angket siswa adalah  sumber belajar yang digunakan siswa  antara lain internet 9,15% , Buku teks dari pemerintah 78,81%, dan buku teks dari sumber lain 12,04%. Sedangkankan data angket kebutuhan bahan ajar yang diinginkan oleh siswa adalah buku ajar 12,41%, modul 67,16%, Handout 7,74%, dan LKPD 12,69%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan ajar matematika masih sangat terbatas , siswa membutuhkan bahan ajar yang mudah dipahami dan dapat digunakan secara mandiri.berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa perlu dikembangkan bahan ajar modul matematika berbasis realistik, dengan bahan ajar modul matematika berbasis realistik dapat menuntun siswa dalam menemukan pengetahuan secara mandiri dengan mengaitkan materi dengan kehidupan sehari-hari. 
Komunikasi Matematis Siswa pada Materi Teorema Pythagoras Ditinjau dari Gaya Belajar Siswa Abdillah, Rizka; Susiswo, Susiswo; Susanto, Hery
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 7 No 1: Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Volume 7 Nomor 1 Tahun 2023
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cendekia.v7i1.1871

Abstract

Komunikasi matematis merupakan transfer ide atau gagasan matematika dari satu pihak ke pihak lain. Ketika siswa berbagi pemikiran matematis mereka, mereka merujuk pada cara atau gaya siswa dalam menerima, memproses, dan menyusun informasi yang diperoleh selama pembelajaran. Dengan demikian perbedaan gaya belajar siswa dapat mempengaruhi kemampuan komunikasi matematisnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan komunikasi matematis tulis siswa dalam menyelesaikan soal Pythagoras ditinjau dari gaya belajar. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Peneliti merupakan instrumen utama pada penelitian ini. Pengumpulan data dilakukan dengan pemberian angket gaya belajar. tes komunikasi matematis, dan wawancara. Subjek penelitian sebanyak 3 siswa yang telah menempuh materi teorema Pythagoras. Hasil penelitian diperoleh 1) Siswa yang memiliki gaya belajar visual dapat memenuhi tiga indikator, 2) siswa yang memiliki gaya belajar auditorial dapat memenuhi dua indikator, dan 3) siswa yang memiliki gaya belajar kinestetik dapat memenuhi empat indikator. Penelitian ini memberikan informasi bahwa pentingnya untuk mengetahui gaya belajar masing-masing untuk dapat meningkatkan kemampuan komunikasi matematisnya.
Pemberdayaan Literasi Digital bagi Peserta Pelatihan Pariwisata di LPKN Training Center untuk Meningkatkan Keterampilan Digital: Empowering Digital Literacy to Enhance the Digital Skills of Tourism Trainees at LPKN Training Center Mulyawan, Ulfan; Putra, Ida Nyoman Tri Darma; Putera, Lalu Jaswadi; Susanto, Hery
DARMADIKSANI Vol 5 No 3 (2025): Edisi November (Special Edition)
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/darmadiksani.v5i3.8559

Abstract

Transformasi digital dalam dunia pendidikan menuntut peningkatan literasi digital, khususnya bagi peserta pelatihan di daerah dengan keterbatasan infrastruktur teknologi. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberdayakan keterampilan digital peserta pelatihan LPKN Training Center Mataram melalui pelatihan intensif berbasis aplikasi Google Workspace dan teknologi kecerdasan buatan (ChatGPT). Metode yang digunakan adalah pendekatan Participatory Action Research (PAR), dengan tahapan meliputi identifikasi kebutuhan, penyusunan modul kontekstual, pelatihan interaktif, dan evaluasi hasil. Pelatihan dilaksanakan dalam empat sesi yang berfokus pada kemampuan teknis dan penerapannya dalam konteks akademik dan kepariwisataan. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam keterampilan digital peserta pelatihan. Peserta juga menunjukkan peningkatan kepercayaan diri dan kesiapan dalam mengintegrasikan teknologi ke dalam proses pembelajaran dan kegiatan profesi. Kendala utama berupa keterbatasan perangkat dan akses internet diatasi melalui penggunaan materi offline dan pendampingan tambahan.
Kemampuan Pemecahan Masalah Siswa SMP Negeri 1 Papar pada Materi Bangun Ruang Arumanita, Destri Mega; Susanto, Hery; Rahardi, Rustanto
Jurnal Math Educator Nusantara: Wahana Publikasi Karya Tulis Ilmiah di Bidang Pendidikan Matematika Vol 4 No 2 (2018): JMEN : Jurnal Math Educator Nusantara
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.362 KB) | DOI: 10.29407/jmen.v4i2.12106

Abstract

Abstrak: Kemampuan pemecahan masalah adalah suatu kecakapan atau potensi yang dimiliki dalam diri individu untuk menyelesaiakan suatu masalah dari permasalahan yang berbeda-beda. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah pada tingkatan sangat baik dan kurang. Kemampuan ini diteliti terkait dengan materi bangun ruang dengan menggunakan pendekatan kualitatif, dengan sampel 4 siswa SMPN 1 Papar kelas VIII-I. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sampel berkemampuan: (1) Pada tingkat sangat baik, mengalami kesulitan dalam menstranfer pengetahuan (2) Pada tingkat baik, mengalami kesulitan dalam memahami dan memvisualisasikan konsep matematika karena terbiasa dengan soal-soal rutin (3) Pada tingkat cukup baik, mengalami kesulitan yaitu lemah dalam perhitungan (4) Pada tingkat sangat kurang, mengalami kesulitan yaitu lemah dalam melakukan perhitungan dan membuat koneksi. Kata Kunci: kemampuan pemecahan masalah, tingkat kemampuan pemecahan masalah, kesulitan, bangun ruang Abstract: The ability to solve problems is a skill or potential possessed in an individual to solve a problem from different problems. The purpose of this study is to describe problem-solving abilities at very good and poor levels. This ability was examined in relation to space building material using a qualitative approach, with a sample of 4 students of Papar 1 Junior High School class VIII-I. Data collection techniques used in this study are tests and interviews. The results showed that the sample was capable of: (1) at a very good level, having difficulty in transferring knowledge (2) At a good level, having difficulty understanding and visualizing mathematical concepts because they are familiar with routine questions (3) At a fairly good level, experiencing difficulties that is weak in calculation (4) At a very low level, having difficulties is weak in performing calculations and making connections. Keywords: problem-solving ability, level of problem-solving ability, difficulty, building space
Analisis Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis Siswa SMP Dalam Menyelesaikan Soal Adopsi ‘PISA’ Handayani, Ucik Fitri; Sa’dijah, Cholis; Susanto, Hery
Jurnal Math Educator Nusantara: Wahana Publikasi Karya Tulis Ilmiah di Bidang Pendidikan Matematika Vol 4 No 2 (2018): JMEN : Jurnal Math Educator Nusantara
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (378.237 KB) | DOI: 10.29407/jmen.v4i2.12109

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan berpikir kreatif matematis siswa kelas IX dalam menyelesaikan soal adopsi PISA di MTsN 6 Banyuwangi. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan 4 subjek penelitian sesuai dengan Tingkat Berpikir Kreatif matematis (TBKM). Pengumpulan data menggunakan instrumen soal adopsi PISA domain change and relationship dan domain space and shape dan pedoman wawancara. Indikator pengkategorian kemampuan berpikir kreatif meliputi fluency, flexibility, dan novelty. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 1 siswa tidak kreatif, 22 siswa kurang kreatif, 2 siswa kreatif, tidak ada siswa cukup kreatif dan sangat kreatif. Terdapat perbedaan karakter siswa dalam menyelesaikan soal meskipun dalam level TBKM yang sama. Secara keseluruhan siswa berada pada level kurang kreatif, karena jarangnya pemberian soal non rutin, terbiasa menggunakan satu cara dalam penyelesaian dengan jawaban tunggal dalam pembelajaran.
Co-Authors Abdillah, Rizka Abdul Jamil Abdur Rahman As’ari Achi Rinaldi Airin Triwahyuni Akbar Sutawidjaja, Akbar Akhmad Farid Amalia, Meidina Aqshel Revinzky, Muhammad Ardana Putra, I Nyoman Nugraha Arumanita, Destri Mega Baiq Reinelda Tri Yunarni Balqis Zahra, Fullah Bruno, Antonius Budi Atmaja, Tamalaqhy Diga Budiarso, Ryandi Nurwijaya Dwi Saputra Caesar Susetyo Adi, Eben Haezer Cholis Sa’dijah Dahliatul Hasanah Daniatun, Rahma Edy Bambang Irawan Endar Pituringsih endar pituringsih, endar Erry Hidayanto Evita Suwandi Fatmianeri, Yulia Gani, Ramlah H. A. Gonesya, Gonesya Guntoro, Fredy Andereas Handayani, Ucik Fitri Hesti Lestari Huda, Ristianur I Gede Beni Manuaba, I Gede Beni I Made Antara I Nengah Parta I Nyoman Nugraha Ardana Putra Ikram, Muhammad Indriati Nurul Hidayah Intan Sari Rufiana Irawati -, Irawati Junianti, Ika Wulan Karolina Lamtiur Dalimunthe Khaerul Anam Meldi, Nadia Amanda Miraji, Theodorus Mubarokah, Imro'atul Mufidah, Imro'atul Muhammad Irfan Mulia, Abigail Christina Mulyawan, Ulfan Ningtyas, Yoga Dwi Windy Kusuma Novalia Novalia Nurdin Nurdin Pangastuti, Sri Permadi, Hendro Prambudi, Saesar Adhe Prasetya, Virginia Geraldine Hanny Pupunden, Manik Purwanto Purwanto Purwanto Puspitaning Ayu, Christina Putera, Lalu Jaswadi Putra, Ida Nyoman Tri Darma Qohar, Abd. Rahman, Rizki Virtaria Rismawati, Melida Rocky Wilar Rustanto Rahardi Sadf, Fathiya Aisha Sisfahyuni B. Subanji Subanji Subanji Sudirman - Sugiarti, Teti Suhartono, Bunga Rahmasari Sujadi Sujadi Sukendri, Nengah Suryaningrum, Christine Wulandari Susanti, Eko Indah Susiswo Tjang Daniel Chandra Toto Nusantara Wedyaswari, Miryam Whisnu Yudiana Wijayanti, Brigitta Sonia Wisnuwardhani, Adelin Rizkyka Yahya, Moch Mustadz Rofani Yuliati, Ninik Catur Endah Zahirah, Afina