Claim Missing Document
Check
Articles

REVITALISASI PUSAT KERAJINAN MUTIARA MATARAM CRAFT CENTER (MCC) TEMA: ARSITEKTUR NEO-VERNAKULAR Muhamad Miladi; Gatot Adi Susilo; Sri Winarni
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 5 No 02 (2021): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia adalah negara yang mempunyai budaya akan kekayaan alamnya, dan dapat dihasilkan dari daerah diindonesia memiliki ciri khasnya masing-masing. Nusa Tenggara Barat merupakan provinsi dari ibu Kota Mataram. Revitalisasi Pusat Kerajinan Mutiara Mataram (MCC) oleh pemerintah kota mataram, NTB. Pemerintah kota mataram mewacanakan revitalisasi mataram craft center (MCC) sekarbela, sehingga salah satu daerah yang memiliki keberagaman budayanya merupakan Kota Mataram khususnya di kecamatan Sekarbela. Kota Mataram memiliki keindahan ragam jenis mutiaranya. Dan sekarbela merupakan tempat pusat kerajinan mutiara, emas, perak terbesar yang berada di Kota Mataram khususnya dikecamatan sekarbela. Oleh karena itu dengan adanya revitalisasi bangunan ini dapat mengembalikan nuansa yang ada pada bangunan yang sebelumnya terberdaya atau menghidupkan kembali pusat kerajinan mutiara. Metode perancangan yang perlu diketahui bangunan tradisional Lombok merupakan bangunan tradisional yang memiliki simbol budaya. salah satunya adalah bale lumbung merupakan tempat menyimpanan hasil dari tani dan juga dapat dimanfaatkan sebagai gazebo atau berkumpul masyarakat sasak. Oleh karena itu tantangan saya dalam merangkai bangunan yang unik serta menarik.
Study of Sustainable Landscape Criteria in Order to Green Open Space Planning for Settlements in RW 9 Kelurahan Merjosari - Malang Hamka Hamka; Sri Winarni; Adhi Widyarthara
ESE International Journal (Environmental Science and Engineering) Vol 3 No 1 (2020)
Publisher : Green Visioneers

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The green space in urban areas is the problem of its own for the speedy development. However, in our neighbourhood housing complex of RW 9 Joyogrand Merjosari village has potential housing facilities of empty land that could be used as green, active and productive space. The purpose of the study is to find the conceptual recommendation which relates to the development of sustainable green space benefiting the citizens and the natural environment. The methodology used is through study literature in accordance with green open space planning and sustainable landscape that includes 5 criteria; environment, economic, social and culture, an architectural aesthetic, institutional and, then conduct direct studies based on the criteria in question. Having conducted the survey, there was a space commensurate, open space for park, an open space for path and open space the island, but those potential spaces haven’t been properly used. Therefore, recommendations of sustainable green space development planning based on the sustainable landscape criteria is needed. From the environmental criteria, the physical qualities need to be increased. The economy can be increased by production activities such as productive plant cultivation and thematic space tourism development. The architectural planning for the gardens and environmental landmark can give space and attractive place experience. It also involves all agencies or group social housing in our neighbourhood RW.9 Joyogrand Merjosari urban village.
Optimization of Active Open Space Use at Al-Hidayah Musalla Design Concept Sri Winarni; Putri Herlia Pramitasari; Maria Istiqoma
ESE International Journal (Environmental Science and Engineering) Vol 4 No 1 (2021)
Publisher : Green Visioneers

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The use of active open space is one way to improve the value of environmental quality to be more optimal. It could be seen that RT. 06 RW. 05 Penanggungan Village, Malang, had an active open space in the form of contoured land that was not functioning properly. For this reason, the purpose of this study was to utilize this active open space as a forum for religious and social activities in Al-Hidayah Musalla (Islamic prayer room). The research method employed was a qualitative descriptive method with the object study approach of Musalla (Islamic prayer room) design concept. The results of this design concept were optimized for limited land use through function and space efficiency as well as optimization of green space on steep contoured land in the form of vertical gardens so that the existing land could have functioned optimally as active and contextual land with the surrounding environment.
PENERAPAN UNSUR ARSITEKTUR NUSANTARA PADA KARYA DESAIN ARSITEK YU-SING Sri Winarni; Hamka
Pawon: Jurnal Arsitektur Vol 3 No 01 (2019): PAWON : Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.34 KB) | DOI: 10.36040/pawon.v3i01.121

Abstract

Arsitektur nusantara memiliki pemaknaan yang berbeda-beda oleh berbagai kalangan, namun yang menjadi fokus dari arsitektur nusantara ini adalah bagaimana mempertahankan kearifan lokal yang terkandung didalamnya, baik secara tampilan, konsep lingkungan, sosial dan budaya didalam sebuah rancangan. Permasalahan yang muncul dalam memaknai kembali arsitektur nusantara dalam sebuah rancangan sering kali ditemui pada wujud tampilannya. Banyak desain-desain yang hanya memperhatikan tampilan saja dan melupakan unsur-unsur penting lainnya, sehingga menjadikan desain tersebut hanya meniru dan mengulang tanpa ada pembaharuan. Fokus penelitian ini adalah pada penerapan unsur-unsur arsitektur nusantara pada karya desain arsitek Indonesia Yusing yang ide-ide desainnya banyak mengangkat nilai kearifan lokal arsitektur nusantara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu metode kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi data karya desain arsitek Yusing, hasil analisis tersebut kemudian diuraikan kualitatif untuk mendapatkan sebuah kesimpulan akhir. Hasil penelitian ini adalah bahwa unsur aspek nusantara secara umum telah diterapkan pada keempat desain karya Yu-sing meskipun tidak diterapkan secara utuh. Desainnya mencoba untuk menginterpretasikan kembali dalam wujud yang baru sesuai dengan perkembangan teknologi saat ini, bukan menghadirkan kembali masa lalu ke masa kini.
KARAKTERISTIK ELEMEN LANSEKAP BUDAYA DESA KROMENGAN KABUPATEN MALANG Sri Winarni
Pawon: Jurnal Arsitektur Vol 3 No 01 (2019): PAWON : Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (432.149 KB) | DOI: 10.36040/pawon.v3i01.138

Abstract

Lansekap budaya adalah bentang alam yang berkaitan erat dengan kehidupan manusia dan budaya. Keberadaan bentang alam dan budaya Desa Kromengan sangat menarik untuk dikaji terutama pada lansekap budaya lingkungan pedesaan. Bentang alamnya didominisai lahan pertanian dan perkebunan. Penelitian ini membahas tentang karakteristik elemen lansekap budaya Desa Kromengan, Kabupaten Malang berdasarkan ke-13 komponen lansekap budaya (Page et al,1998:53). Metode yang digunakan adalah metode kualitatif naturalistik, dengan teknik pengumpulan data melalui pengamatan secara langsung. hasil analisis diuraikan secara deskriptif guna mendapatkan sebuah kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Karakteristik elemen lansekap budaya Desa Kromengan terbagi menjadi dua karakter; karakter lansekap budaya sakral (intangible) dan karakter lansekap budaya alam pedesaan (tangible).
PERENCANAAN KONSEP DESAIN KLOJEN KULINER HERITAGE DI KOTA MALANG Putri Herlia Pramitasari; Maria Istiqoma; Sri Winarni
Pawon: Jurnal Arsitektur Vol 3 No 02 (2019): PAWON : Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.841 KB) | DOI: 10.36040/pawon.v3i02.892

Abstract

Konsep wisata urban heritage pada Kelurahan Klojen layak diangkat sebagai daya tarik pariwisata Kota Malang sebagai upaya memperkuat citra kota. Banyaknya potensi fisik dan non-fisik kawasan menjadikan kawasan objek studi sangat potensial dikembangkan menjadi salah satu pilihan kawasan wisata dalam kota. Pelaksanaan pendampingan ini ditujukan sebagai upaya keberlanjutan pengembangan fisik kawasan dalam bentuk perencanaan konsep desain Klojen kuliner heritage pada area objek studi. Metode perancangan arsitektur rasional-pragmatis dijadikan sebagai pendekatan konsep desain. Penataan fisik kawasan objek studi sepanjang Jl. Trunojoyo hingga Jl. Dr. Sutomo dijadikan sebagai ruang terbuka aktif, edukatif, rekreatif, dan inovatif untuk memperkuat citra kawasan sebagai Klojen Kuliner Heritage. Strategi penataan konsep desain fisik kawasan difokuskan pada pemberian gerbang masuk destinasi wisata, shelter, billboard, elemen penanda, street furniture bernuansa heritage, perbaikan pedestrian khususnya area sepanjang Jl. Trunojoyo, serta pemberian booth kuliner dan souvenir khas Malang, spot-spot foto, dan panggung kreasi sebagai area atraksi di area Jl. Dr. Sutomo. Upaya perencanaan konsep desain Klojen kuliner heritage harus dapat memenuhi kriteria urban heritage tourism sebagai strategi memperkuat city branding Kota Malang sebagai kota pariwisata dan dapat berjalan sinergi melalui keterlibatan para stakeholders.
METODE DESAIN ARSITEK DALAM MENDESAIN RUMAH TINGGAL: STUDI OBJEK: RUMAH TINGGAL ARSITEK DI MALANG Adhi Widyarthara; Hamka; Sri Winarni
Pawon: Jurnal Arsitektur Vol 4 No 01 (2020): PAWON : Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.387 KB) | DOI: 10.36040/pawon.v4i01.2342

Abstract

Dunia Pendidikan arsitektur mengajarkan berbagai macam jenis teorimengenai metode desain arsitektur rumah tinggal. Namun, teori-teori desaintersebut perlu diuji keberlanjutannya setelah keluar dari lingkunganakademik, apakah hal tersebut sepenuhnya diterapkan didunia praktisi,mengalami penyesuaian atau justru tidak dipakai sama sekali, sehinggaobjek penelitian yang tepat untuk mengkaji hal tersebut adalah arsitek danrumah tinggalnya. Pengalaman-pengalaman desain yang didapatkan olehpara arsitek selama terlibat langsung dalam dunia kerja dan projek yangditangani, tentunya membentuk sebuah pemikiran baru mengenai cara ataumetode berarsitektur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui metodeberarsitektur arsitek di Kota Malang dalam mendesain rumah tinggal.Manfaat dari hasil penelitian dapat digunakan sebagai bahan ajarperancangan rumah tinggal bagi mahasiswa dan memberikan pengetahuanbagi masyarakat umum mengenai aspek-aspek yang perlu diperhatikandalam rancang bangun rumah tinggal. Metode yang digunakan dalampenelitian ini, yaitu metode kualitatif, dengan teknik wawancara mendalam(deep interview) dan observasi lapangan dengan variable kajian penelitian,kemudian dianalisis melalui teori-teori berdasarkan variable-variabel yangtelah ditentukan. Hasil dari analisis tersebut kemudian diuraikan kualitatifuntuk mendapatkan sebuah kesimpulan akhir. Hasil penelitian menunjukkanbahwa terdapat pengelompokan cara berarsitektur (balckbox dan glassbox)masing-masing arsitek dalam mendesain rumah tinggalnya. Aspek desainyang menjadi faktor penting dalam mendesain juga berbeda-beda, semuatergantung pada konteks, keinginan dan kebutuhan dari masing-masingarsitek.
PERANCANGAN STREET FURNITURE PADA RUANG TERBUKA PUBLIK KLOJEN KULINER HERITAGE KOTA MALANG Putri Herlia Pramitasari; Maria Istiqoma; Sri Winarni
Pawon: Jurnal Arsitektur Vol 4 No 01 (2020): PAWON : Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (395.763 KB) | DOI: 10.36040/pawon.v4i01.2349

Abstract

Elemen fisik sarana prasarana pejalan kaki memiliki peran yang vital dalamperancangan ruang terbuka publik. Tatanan elemen street furniture padakondisi eksisting kawasan Klojen Kuliner Heritage belum optimal dariaspek fungsi, tata visual, juga lingkungan dalam pemenuhan kebutuhandan kenyamanan pengguna pada ruang terbuka publik. Metodeperancangan glassbox melalui pendekatan desain yang rasional dijadikansebagai pendekatan perancangan dalam tahap pengembangan desainelemen fisik pejalan kaki pada objek studi dengan analisis deskriptif.Perancangan elemen penanda berupa gate serta jalur pedestrian menjadifokus pengembangan desain pada kajian ini. Desain elemen streetfurniture dirancang berkarakter dan edukatif untuk memperkuat citra danidentitas kawasan.
TIPOLOGI POLA TATA LETAK RUMAH PADA PERMUKIMAN TEPIAN SUNGAI KOTA BANJARMASIN Amar Rizqi Afdholy; Hamka; Sri Winarni
Pawon: Jurnal Arsitektur Vol 5 No 1 (2021): Pawon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/pawon.v5i1.3310

Abstract

Permukiman tepian sungai merupakan sebuah ciri khas dalam konteks kelokalan yang menjadi daya tarik tersendiri dari Kota Banjarmasin. Pada perkembangannya sekarang permukiman tepian sungai sudah banyak berubah, berkembangnya beragam tipe rumah dengan berbagai pola peletakannya memberikan keberagaman pada permukiman tepian sungai Kota Banjarmasin pada saat ini. Penelitian ini menganalisis bagaimana tipologi pola tata letak rumah pada permukiman tepian sungai Pulau Bromo Kota Banjarmasin. Metode yang digunakan pada penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif dengan pendekatan tipologi dan untuk teknik pemilihan sampel menggunakan purposive sampling. Hasil temuan dari 25 objek sampel rumah tepian sungai, didapatkan 3 jenis posisi peletakan rumah, yaitu di area atas sungai, bantaran sungai dan tepi sungai. Selain itu didapatkan 5 tipologi untuk pola tata letak, dengan tipe yang paling dominan, yaitu posisi rumah yang berada di tepi sungai dan berorientasi ke Sungai Martapura.
KARAKTERISTIK ARSITEKTUR HIJAU PADA TATA MASSA BANGUNAN ARSITEKTUR SASAK PERBUKITAN Putri Herlia Pramitasari; Gatot Adi Susilo; Sri Winarni
Pawon: Jurnal Arsitektur Vol 5 No 1 (2021): Pawon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/pawon.v5i1.3321

Abstract

Arsitektur Sasak di Pulau Lombok merupakan bagian dari arsitektur vernakular nusantara. Pemenuhan kriteria arsitektur hijau pada arsitektur Sasak dari aspek olah tapak dan tata massa bangunan menjadi fokus penelitian ini. Hal ini dimaksudkan sebagai dasar pengetahuan arsitektur vernakular dalam kerangka arsitektur hijau sebagai bentuk perencanaan dan pembangunan arsitektur berkelanjutan. Metode penelitian yang digunakan, yaitu deskriptif analisis kualitatif melalui pendekatan studi kasus. Objek studi penelitian terletak pada arsitektur Sasak di Desa Sade, Limbungan Timur, dan Limbungan Barat. Hasil penelitian didapatkan bahwa arsitektur Sasak perbukitan memiliki karakter desain tapak dan tata massa bangunan dengan pola pembangunan yang kompak dengan konfigurasi spasial yang teratur dan sistematis, dimana dapat dijumpai pada Desa Sade dan Limbungan Barat dalam pemenuhan karakteristik arsitektur hijau.
Co-Authors Achmad Ubaidillah Ade Kumalasari Adhi Widyarthara Afrenanda Bayu Aditya Agus Khoirul Anam, Agus Khoirul Ahla Hulaila Aina’ul Mardliyyatun Nisa AL Maulana Salong Alif Nurhayan Alifiah Jihan Nazihah Amar Rizqi Afdholy Andi Hayyun Abiddin Andri Putra Naftali Andriyana Permana Aji Rohman Ani Margawati Anna Uswatun Qoyimah Ar Rafi Maulana Ari Wibowo Arif Ahmadi M. Ashar Asrina Bambang Joko Wiji Utomo Bayu Teguh Ujianto Breeze Maringka Cahya Tri Purnami Chintia Putri Wulandari Daim Triwahyono Debby Budi Susanti Defia Dea Amanda Dimas Dwi Yoga Dina Silvi Sakinah Dwianto, Ignatius Heri Elena Suci Rahmawati Elfiati Elfiati Emil Nahdiyah Erlidawati Erlidawati Fachrizal Hendro Prasodjo Fakhri Shafiyuddin Farhan Abidin Farid Agushybana Farida Halis Fatiru Duratu Rasidah Fiashriel Lundy Lundy Gabrina Selvi Yanuarista Gaguk Sukowiyono Ganif Djuwadi Gatot Adi Susilo Gatot Adi Susuilo Gaudensius Saputra Ghoustanjiwani Adi Putra Haddid Salsabila Hamka Hamka Hamka Hamka Hamka Hamka Hamka Hari Eko Prasetiyo Husni Sabil Ignata Yuliati IM. Hambali Imam Darma Aji Inas Muthia Afifi INDARTI Jannatul Lutfiah Binti Khamani Javier Ardy Dwinovian Jessica Jeane Putri Purnama Kemas Welly Angga Permana Krisfa Rizky Agung Pambudi Kurniawaty, Yuni Kusumawardani, Nindy Putri Lalu Mulyadi Latifah Hanum Lukman Hakim M.J Maulana Aliansyah Mahdalena Lasma Siregar Mahdi Hendrich Mahmudah Khurotul Aini Maria Istiqoma Marlina Marlina Marlina Marlina Marlina Maulana Ishak Mochammad Rafli Firmansyah Muhamad Miladi Muhammad Deni, Muhammad Muhammad Nasir Muhammad Nazilul Badri Muhammad Robi Mujito Mujito Nastiti Kurniasari Nida Selina Fadhila Nila Astria Novianti, Suci Tiara Nurbaity Julianti Paulo da Silva Freitas Putri Herlia Pramitasari Qoyimah, Anna Uswatun Redi Sigit Febrianto Rice Osviarni Ricky Yoga Pratama Rilisty Maulidya Roesmin Rissa Aprillia Rizki Gunawan Rizky Adibrata Hermawanto Rohati - Rohati Rohati Rohati Rohati Salsabila, Hanin Fahriyyah Sekar Mayang Hapsari Septo Pawelas Arso Sri Mugianti Sri Yanti Sugianto Hadi Suryo Tri Harjanto Syahrial, Syahrial Titin Uswatun Hasanah Tomi Karmawan Tri Cahyo Sepdianto Wafiatul Fuaddiyah Yohanes Andrian Eka Prasetya Hendra Putra Yudha Prasetya Hukom Yustina Kristianingsih Zahroh Shaluhiyah Zulharveni Zulharveni Zuraini Zuraini