Claim Missing Document
Check
Articles

SIKAP ANAK PRA SEKOLAH DALAM PEMELIHARAAN KESEHATAN GIGI SETELAH EDUKASI BONEKA TANGAN DI KAWASAN RAWAN BENCANA Mujito Mujito; Aina’ul Mardliyyatun Nisa; Sri Winarni
Jurnal Pendidikan Kesehatan Vol 8 No 2 (2019): Jurnal Pendidikan Kesehatan
Publisher : Poltekkes Kemenkes Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/jpk.v8i2.1289

Abstract

Maintenance of dental health in children is important, especially by using a preventive approach, one of the efforts that can be done is education using media hand puppet education. The purpose of this research was to identifity preschool children attitudes to maintaining dental health after education using hand puppets in disaster prone areas. The types of research is description. Subject of this reasearch are 20 students on Argasiwi kinderkarten. The technique to collecting data was using questioner. Sample of respondent were taken by purposive sampling. The result of research showing if when pre test 90 percent or 18 students have positive attitudes on dental care and 10 percent or 2 students have negative attitudes on dental care. After education using hand puppets, the result of pos test 100percent or 20 students have positive attitudes on dental care. It is suggested the teacher and parent can active to give education about dental health to their child.
UPAYA KELUARGA DALAM MENCEGAH PERNIKAHAN USIA DINI Sri Mugianti; Fatiru Duratu Rasidah; Sri Winarni
Jurnal Pendidikan Kesehatan Vol 7 No 2 (2018): Jurnal Pendidikan Kesehatan
Publisher : Poltekkes Kemenkes Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/jpk.v7i2.112

Abstract

Di beberapa daerah didapatkan bahwa sepertiga dari jumlah pernikahan terdata dilakukan oleh pasangan usia di bawah 16 tahun. Jumlah kasus pernikahan dini di Indonesia mencapai 50 juta penduduk dengan rata rata usia perkawinan 19 tahun. Tujuan dari penelitian ini untuk menggambarkan upaya keluarga dalam mencegah pernikahan usia dini di Kelurahan Kanigoro, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar. Populasi dalam penelitian ini adalah keluarga yang memiliki anak remaja di Kelurahan Kanigoro, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar dengan jumlah 365 keluarga, jumlah sampel sebanyak 40 keluarga dengan menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan lembar kuisioner. Waktu pengambilan data dilakukan pada bulan Maret sampai dengan April 2016. Hasil penelitian didapatkan upaya keluarga dalam mencegah pernikahan usia dini di Kelurahan Kanigoro, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar upaya baik 2,5 persen, cukup 47,5 persen, dan kurang 50 persen. Upaya kurang disebabkan karena kurangnya pengetahuan keluarga tentang undang undang pernikahan, dan kurangnya keinginan keluarga untuk menjelaskan tentang edukasi seks serta mencari informasi kepada petugas yang berwenang mengenai pernikahan usia dini. Rekomendasi dari penelitian diharapkan dapat memberikan masukan dan informasi melalui sosialisasi terkait dengan pernikahan dini dan bekerjasama baik dengan pihak perangkat desa untuk meningkatkan waspada pernikahan dini.
UPAYA PERAWAT DALAM MENCEGAH TERJADINYA PHLEBITIS sri winarni; Nastiti Kurniasari; Tri Cahyo Sepdianto
Jurnal Pendidikan Kesehatan Vol 7 No 1 (2018): Jurnal Pendidikan Kesehatan
Publisher : Poltekkes Kemenkes Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/jpk.v7i1.95

Abstract

Sebagian besar pasien yang masuk ke rumah sakit mendapat terapi melalui intravena, dan pemberian melalui intravena beresiko terjadinya phlebitis. Disini perawat bertindak sebagai care giver dalam terapi infus. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran upaya perawat dalam mencegah terjadinya phlebitis di RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar. Metode penelitian deskriptif. Sampel penelitian sebanyak 38 perawat dengan menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner. Populasi 38 perawat di ruang Melati dan ruang Dahlia RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar. Hasil penelitian menunjukan upaya perawat 65,8 persen baik, 26,3 persen cukup dan 7,9 persen kurang. Upaya kurang disebabkan tidak menempatkan jarum dengan baik. Rekomendasi dalam penelitian ini, diharapkan perawat mengikuti pelatihan PPI atau Pencegah dan Pengendali Infeksi dan memperhatikan tanda dan gejala awal yang dapat menyebabkan terjadinya phlebitis ketika dilakukan pemasangan terapi intravena kepada pasien selama dirawat di rumah sakit.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM UPAYA MEWUJUDKAN DESA LABORATORIUM MANAJEMEN BENCANA GUNUNG BERAPI Agus Khoirul Anam; Sri Winarni; Andi Hayyun Abiddin
Jurnal IDAMAN (Induk Pemberdayaan Masyarakat Pedesaan) Vol 5 No 1 (2021): Jurnal IDAMAN (Induk Pemberdayaan Masyarakat Pedesaan)
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/j.idaman.v(5)i(1)y(2021).page:33-41

Abstract

A miniature of the community affected by volcanic disasters that occurred within a certain period of time can be used as a learning laboratory in disaster management preparedness. This community service activity aims to empower DESTANA cadres (Tangguh Bencana Village) and community leaders in realizing the village of a Volcano Disaster Management Laboratory in Dusun Candisewu, Blitar Regency. The mentoring introspective method was used in an implementation of a volcano disaster management laboratory. The results of this program demonstrated the realization of a volcano disaster management laboratory in Candisewu. The conclusion of this activity is DESTANA cadres and the community are able to actively participate in realizing a volcano disaster management laboratory, increasing the capacity of the community in mitigating volcanic eruption disasters. Suggestions need to be increased efforts to complete facilities and infrastructure related to disasters.
ARENA KARAPAN SAPI DI KOTA PAMEKASAN TEMA: NEO VERNAKULAR Hari Eko Prasetiyo; Suryo Tri Harjanto; Sri Winarni
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 7 No 01 (2023): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pulau madura dikenal dengan masyarakatnya yang memiliki rasa semangat kerja yang tinggi dan kekerabatan yang erat ini menjadikan awal terciptanya karapan sapi.Dulunya hanyalah solusi dalam masalah pertanian yang kini menjadi sebuah budaya yang melekat di kalangan masyarakat lokal maupun masyarakat luar banyak menyukai karapan,hanya melihat para sapi ini yang saling berlarian adu cepat di lapangan lintasan.Rancangan arena karapan sapi ini ditujukan untuk mewadahi kearifan local, karapan sapi adalah tradisi turun temurun dari leluhur suku madura,dengan melakukan pendekatan Arsitektur Neo vernacular sebagai tema rancangan bangunan.
GEDUNG PERTUNJUKAN MUSIK TEMA: ARSITEKTUR METAFORA Asrina; Bambang Joko Wiji Utomo; Sri Winarni
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 7 No 01 (2023): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan negara berkembang pesat dibidang permusikan. Hal ini dapat kita lihat konser musik yang sering diadakan setiap tahun diberbagai kota di Indonesia. Masyarakat Kota Malang memeliki minat dan keinginan besar untuk nonton pertunjukan musik. Hal ini dapat menimbulkan hambatan utama Kota Malang, dikarenakan belum adanya Gedungg Pertunjukan Musik yang memadai bagi penonton ataupun musisi. Di Kota Malang gedung yang biasanya di gunakan untuk pertunjukan musik yaitu gedungg Dome UMM dan gedung Graha Cakrawala UM. Namun, fasilitas gedung2 tersebut belum memadai untuk penyelenggaraan konser, sehingga dapat menghambat perkembangan konser musik di Kota Malang. Metode perancangan menggunakan metode pendekatan arsitektur metafora yang sesuai sasaran dalam Perancangan Gedung tersebut. Ide bentuk awal yang dipilih yaitu bentuk yang Melambangkan not balok musik yang akan diterapkan ke objek desain. Perancngan Gedung ini bertujuan untuk mewadahi dan memvasilitasi semua aktivitas Pertunjukkan Musik di Kota Malang. karena belum adanya kriteria Gedung Konser Musik yang baik dan memadai.
KANTOR BUPATI MANGGARAI ARISTEKTUR NEO-VERNAKULAR Gaudensius Saputra; Gatot Adi Susilo; Sri Winarni
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 7 No 01 (2023): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manggarai merupakan salah satu daerah di NTT yang memiliki dua belas kecamatan dengan enam agen yang difasilitasi oleh Pemkot Ruteng. Namun karena adanya badai seroja, banyak bangunan yang rusak parah termasuk kantor Bupati Manggarai. Jadi saya ingin merancang kembali kantor Bupati Manggarai agar dapat digunakan kembali oleh pemerintah dan masyarakat dengan aman dan nyaman. Dalam perencanaan ini, saya memanfaatkan teknik dan pengumpulan informasi yang dilakukan melalui studi tulis dan konsentrat lapangan yang terjadi di Kantor Bupati Manggarai, NTT. Studi lapangan yang berhubungan dengan Kantor Bupati berarti melihat dan memperhatikan rencana struktur, konstruksi dan pedoman terkait. Gaya struktural neo vernakularisme saat ini menggabungkan komponen dalam desain masa kini dengan komponen adat. Oleh karena itu, dipercaya bahwa kantor ini akan benar-benar ingin menjadi bantuan bagi pemerintah daerah Manggarai yang baik dan aman untuk mendorong wilayah Kabupaten Manggarai.
CITY HOTEL DI KAWASAN KAYUTANGAN TEMA: ICONIC ARCHITECTURE Arif Ahmadi M.; Suryo Tri Harjanto; Sri Winarni
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 7 No 01 (2023): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kawasan Kayutangan telah ditetapkan oleh pemerintah sebagai kawasan warisan budaya. Kayutangan menawarkan wisata edukasi peninggalan peradaban masa lalu dilihat dari area perkantoran, pertokoan serta utilitas di kawasan kayutangan. Peminat wisata kayutangan terus meningkat dalam tiga tahun terakhir, sehingga dibutuhkan fasilitas yang menunjang kegiatan menginap dan rekreasi serta ragam fasilitas yang mengupayakan pelestarian kawasan serta berdampak pada peningkatan daya jual ekonomi wisata di kawasan Kayutangan. Hal ini sesuai dengan aturan Perda RTRW Kota Malang yang berlaku. Pada upaya untuk mengimbangi peningkatan wisatawan dan mewadahi kegiatan ini maka diperlukan City Hotel yang sesuai dengan konteks Kayutangan. Metode yang digunakan dalam perancangan City Hotel adalah metode dengan pendekatan iconic architecture. Perancangan tersebut akan menjadi landmark kawasan kayutangan yang menampilkan sesuatu yang megah, atraktif, baru namun tetap menonjolkan hubungannya dengan kawasan kayutangan yang dapat mendukung fungsi perancangan sebagai akomodasi dan konvensi berupa hotel berstandar bintang empat. Perancangan ini diharapkan dapat menghasilkan perencanaan City Hotel yang akan menjadi ikon pada konteks kawasan kayutangan dan berguna sebagai peningkatan ekonomi wisata secara tepat.
PARTISIPATORI DESAIN BERKELANJUTAN PADA PERANCANGAN MUSHOLA AL-HIDAYAH RT.06 RW.05 KELURAHAN PENANGGUNGAN KOTA MALANG Sri Winarni; Putri Herlia Pramitasari; Maria Istiqoma
Pawon: Jurnal Arsitektur Vol 7 No 2 (2023): PAWON: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/pawon.v7i2.6030

Abstract

Mushola Al-Hidayah merupakan salah satu fasilitas peribadatan yang ada di permukiman RT.06 RW.05 Kelurahan Penanggungan. Keberadaan mushola tersebut sangat dibutuhkan dan belum selesai pembangunannya. Pendampingan ini merupakan keberlanjutan dari program kegiatan pengabdian masyarakat tahun kemarin yaitu mengembangkan pra rancangan mushola dengan program kegiatan pendampingan pengembangan desain muhola Al Hidayah RT.6 RW. 5 Kelurahan Penanggungan Klojen Kota Malang. Pendampingan tersebut bekerjasama antara tim panitia pembangunan mushola, RT.06 dengan tim pengusul untuk mewujudkan desain pengembangan yang lengkap agar pekerjaan di lapangan nantinya lebih jelas dan terarah. Dalam pengembangan desain ini tahapan yang dilakukan adalah dengan mendetailkan rancangan pekerjaan, sistem konstruksi dan struktur bangunan, mekanikal elektrikal dan juga penggunaan material pada bangunan. Hasil dari pengembangan desain ini berupa gambar kerja atau DED (Detail Engineering Drawing), yang nantinya dapat menjelaskan proses pelaksanaan dan pengawasan konstruksi yang akan dilakukan di lapangan.
TIPOLOGI BENTUK ARSITEKTUR RUMAH VERNAKULAR DI PULAU JAWA Hamka Hamka; Sri Winarni
NALARs Vol 23, No 1 (2024): NALARs Vol 23 No 1 Januari 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/nalars.23.1.49-58

Abstract

Vernacular architecture in each province in Indonesia is very diverse, including in Java, so it is interesting to see the typology of differences and similarities in form. Vernacular architecture in Indonesia is a cultural product of ethnic communities that inhabit an area, such as the Betawi, Sundanese, Javanese, Madurese, and Osing tribes on the island of Java. This research aims to identify and describe the differences and similarities in the typology of vernacular architectural forms according to the location and ethnic background in Java Island. The research method used is a qualitative research method of descriptive analysis based on studies of journal literature that have been done before. This study examines the typology of vernacular architectural forms in Java Island based on the essential form variables, whether or not on stilts and the shape of the roof. The study results found that the building body's basic shape is square and rectangular. The typology of the form of stilts or not stilts is generally divided into two main types, namely the low stilt type for vernacular houses of Sundanese ethnicity in the Provinces of West Java and Banten, while in the provinces in the form of dwellings without stilts or the body of the building directly attached to the ground. Only one house is of the high stilt type, namely the Panggung Betawi House in DKI Jakarta Province. The roof typology is divided into ordinary gable roofs, gables with additional sosoran roofs on several sides, and regular pyramid roofs with other sosoran and joglo roof types. Arsitektur vernakular yang ada ditiap wilayah provinsi di Indonesia sangat beragam, tidak terkecuali yang ada di Pulau Jawa, sehingga menarik untuk melihat tipologi perbedaan maupun persamaan bentuknya. Arsitektur vernakular di Indonesia merupakan produk budaya masyarakat etnis yang mendiami suatu wilayah seperti Suku Betawi, Sunda, Jawa, Madura, dan Osing yang ada di Pulau Jawa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan mengdeskripsikan perbedaan dan persamaan tipologi bentuk arsitektur vernakular sesuai dengan letak dan latar belakang kesukuan yang ada di Pulau Jawa. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif analisis deskriptif berdasarkan studi literatur jurnal yang pernah dilakukan sebelumnya. Penelitian ini mengkaji tipologi bentuk arsitektur vernakular di Pulau Jawa berdasarkan variabel bentuk dasar, panggung atau tidak panggung, dan bentuk atap. Hasil penelitian ditemukan bahwa tipologi bentuk dasar badan bangunan berupa bentuk persegi dan persegi panjang. Tipologi bentuk panggung atau tidak panggung secara umum terbagi menjadi 2 tipe utama yaitu tipe panggung rendah untuk rumah vernakular etnis sunda yang ada di wilayah Provinsi Jawa Barat dan Banten, sedangkan diwilayah provinsi berupa rumah tidak berpanggung atau badan bangunannya langsung menempel pada tanah. Hanya terdapat satu rumah yang bertipe panggung tinggi yaitu Rumah Panggung Betawi di Provinsi DKI Jakarta. Tipologi atap terbagi dalam beberapa bentuk yaitu atap pelana biasa, pelana dengan tambahan atap sosoran pada beberapa sisi, atap limasan biasa dan atap limasan dengan tambahan sosoran serta tipe atap joglo.
Co-Authors Achmad Ubaidillah Ade Kumalasari Adhi Widyarthara Aditomo, Imam Riefly Afrenanda Bayu Aditya Agus Khoirul Anam, Agus Khoirul Ahla Hulaila Ahmad Syihan Setiawan Aina’ul Mardliyyatun Nisa AL Maulana Salong Alif Nurhayan Alifiah Jihan Nazihah Amar Rizqi Afdholy Andi Hayyun Abiddin Andri Putra Naftali Andriyana Permana Aji Rohman Ani Margawati Anindya Apriliyanti Pravitasari Anisa Nur Cahyanti Anna Uswatun Qoyimah Annisa Fitriana Kusumawati Ar Rafi Maulana Ari Wibowo Arif Ahmadi M. Ashar Asrina Bambang Joko Wiji Utomo Bayu Teguh Ujianto Breeze Maringka Cahya Tri Purnami Cahya Tri Purnami Chintia Putri Wulandari Daim Triwahyono Debby Budi Susanti Defi Yusti Faidah Defia Dea Amanda Dimas Dwi Yoga Dina Silvi Sakinah Dwianto, Ignatius Heri Elena Suci Rahmawati Elfiati Elfiati Emil Nahdiyah Erlidawati Erlidawati Fachrizal Hendro Prasodjo Fakhri Shafiyuddin Farhan Abidin Farid Agushybana Farida Halis Fatiru Duratu Rasidah Fiashriel Lundy Lundy Fikriya, Aufa Gabrina Selvi Yanuarista Gaguk Sukowiyono Ganif Djuwadi Gatot Adi Susilo Gatot Adi Susuilo Gaudensius Saputra Ghiffari Naufal Fauzan Ghoustanjiwani Adi Putra Haddid Salsabila Hamka Hamka Hamka Hamka Hamka Hamka Hamka Hari Eko Prasetiyo Husni Sabil Ignata Yuliati IM. Hambali Imam Darma Aji Inas Muthia Afifi INDARTI Irlandia Ginanjar Jannatul Lutfiah Binti Khamani Javier Ardy Dwinovian Jessica Jeane Putri Purnama Kemas Welly Angga Permana Kenji Satriatama Krisfa Rizky Agung Pambudi Kurniawaty, Yuni Kusumawardani, Nindy Putri Kusumawati, Annisa Fitriana Lalu Mulyadi Latifah Hanum Lukman Hakim M.J Maulana Aliansyah Mahdalena Lasma Siregar Mahdi Hendrich Mahmudah Khurotul Aini Mahmudah Khurotul Aini Maria Istiqoma Marlina Marlina Marlina Marlina Marlina Maulana Ishak Mochammad Rafli Firmansyah Muhamad Miladi Muhammad Deni, Muhammad Muhammad Nasir Muhammad Nazilul Badri Muhammad Rifaldi Muhammad Robi Mujito Mujito Nastiti Kurniasari Nida Selina Fadhila Nila Astria Novianti, Suci Tiara Nurbaity Julianti Nursiam Oktavia Beni Kujariningrum Paulo da Silva Freitas Pinnacle Ferdyamin Putri Herlia Pramitasari Putri Linggasari Sofi Qoyimah, Anna Uswatun Rafi Amani Muflih Rahardi Raisah Zharifah Labibah Redi Sigit Febrianto Rice Osviarni Ricky Yoga Pratama Rilisty Maulidya Roesmin Rissa Aprillia Rizki Gunawan Rizky Adibrata Hermawanto Rofifatun Nisa Rohati Rohati - Rohati Rohati Salsabila, Hanin Fahriyyah Sekar Mayang Hapsari Septo Pawelas Arso Shalfa Salsabilla Sri Mugianti Sri Yanti Sugianto Hadi Suryo Tri Harjanto Susilaningdyah Mustikawati Syahrial, Syahrial Tiolina Evi Nausta Pardede Titin Uswatun Hasanah Tomi Karmawan Tri Cahyo Sepdianto Triyani Hendrawati Wafiatul Fuaddiyah Yohanes Andrian Eka Prasetya Hendra Putra Yudha Prasetya Hukom Yustina Kristianingsih Zahroh Shaluhiyah Zana Zein Hardimanto Zulharveni Zulharveni Zuraini Zuraini