Claim Missing Document
Check
Articles

Meningkatkan Keaktifan Mahasiswa Pendidikan Matematika Dalam Diskusi Kelompok Dengan Pengaturan Tempat Duduk Dan Penilaian Antar Teman Pada Mata Kuliah Telaah Kurikulum Matematika Sri Winarni
Edumatica : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 4 No 02 (2014): Edumatica: Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Program Studi Pendidikan Matemarika PMIPA FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/edumatica.v4i02.2071

Abstract

Diskusi kelompok sangat sering sekali digunakan dosen sebagai metode dalam proses pembelajaran. Tetapi dalam diskusi kelompoMENINGKATKAN KEAKTIFAN MAHASISWA PENDIDIKAN MATEMATIKA DALAM DISKUSI KELOMPOK DENGAN PENGATURAN TEMPAT DUDUK DAN PENILAIAN ANTAR TEMAN PADA MATA KULIAH TELAAH KURIKULUM MATEMATIKA Meningkatkan Keaktifan Mahasiswa Pendidikan Matematika Dalam Diskusi Kelompok Dengan Pengaturan Tempat Duduk Dan Penilaian Antar Teman Pada Mata Kuliah Telaah Kurikulum Matematikak yang terjadi hanya mahasiswa yang pintar saja yang aktif, sedangkan mahasiswa yang lain hanya mengikuti saja apa yang telah dikerjakan teman kelompoknya. Untuk itu kita sebagai dosen harus mencari solusi mengatasi permasalahan ini. Dalam penelitian ini peneliti mencoba diskusi kelompok dengan pengaturan tempat duduk dan penilaian antar teman pada mata kuliah Telaah Kurikulum Matematika. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Sumber data adalah Mahasiswa Kelas B program studi pendidikan matematika yang mengontrak mata kuliah Telaah Kurikulum Matematika pada semester genap tahun ajaran 2013/2014. Pelaksanaan tindakan dalam penelitian ini dilaksanakan 2 siklus. Persentase penilaian antar teman masing-masing kelompok pada siklus I dan II > 90%, sedangkan persentase penilaian antar teman seluruh mahasiswa pada siklus I 96,9% dan siklus II 99,3%. Persentase aktifitas mahasiswa dalam diskusi masing-masing kelompok > 90%, sedangkan persentase aktifitas mahasiswa dalam diskusi secara keseluruhan pada pada siklus I 98,6% dan sikuls II 99,5%. Hal ini menunjukkan bahwa penerapan diskusi kelompok dengan menggunakan penilaian antar teman dan pengaturan tempat duduk dapat membuat masing-masing mahasiswa berperan dalam diskusi kelompok, sehingga mereka aktif dalam proses pembelajaran. Kata Kunci: Diskusi Kelompok, Penilaian antar Teman, Pengaturan Tempat Duduk
Comparative Understanding of Traditional Architecture based on Literature Review: Refining the Definition of Traditional Architecture Hamka; Sri Winarni
International Journal of Architecture and Urbanism Vol. 5 No. 3 (2021): International Journal of Architecture and Urbanism
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (421.972 KB) | DOI: 10.32734/ijau.v5i3.7219

Abstract

Traditional architecture is often a topic of discussion in the literature as well as in academic discussions and the architect's profession. However, sometimes we also encounter differences in understanding due to different points of view and the literature used. Therefore, this paper aims to re-find the definition of traditional architecture by comparing literature review. The research method used is qualitative descriptive analysis method with comparative approach to journal literature reviews. There are 10 national journals and 9 international journals that passed through the selection process and become research samples. The results show that the majority of journals explain that traditional architecture is closely related to the culture of the people in a place that identical to the region or ethnicity. Residential houses as a form of architecture are one of the cultural products of hereditary heritage which are motivated by cultural aspects such as religion, customs, beliefs, philosophies, building process rules, and social aspects to show the social stratification of society through symbols and ornaments. Architectural physical aspects studied in traditional architecture include spatial patterns, structures, materials, main access, space boundaries (walls, roofs, floors), window door openings, orientation, and ornament symbols. In addition, there are also some differences in perception between the contents of the journal in several ways that can be discussed further.
EDU WISATA DESA SUMBEREJO DI KOTA BATU TEMA: ARSITEKTUR KONTEKSTUAL AL Maulana Salong; Ghoustanjiwani Adi Putra; Sri Winarni
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 6 No 02 (2022): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Didukung dengan potensi di bidang pertanian atau hortikultura, pemerintah kota batu melakukan pergerakan dengan penyiasatan mewujudkan kota batu menjadi Kawasan wisata Agropolitan. Penyiasatan tersebut membutuhkan dorongan dengan mengembangkan tiap tiap desa di kota batu sebagai potensi wisata dengan pengonsepan ramah lingkungan. Salah satu Desa yag kini termasuk dalam pengembangan tersebut ialah Desa Sumberejo yang dimana memiliki potensi perihal pertanian tanaman pangan seperti krisan, brokoli, mawar, seldri, dan lain sebagainya. Potensi inilah yang membangun ide untuk perancangan agrowisata yang memungkinkan wisatawan mengenali lebih dalam perihal bercocok tanam. Adapun limbah pertanian yang tak terkelola dengan baik dapat diselesaikan dengan rekayasa teknologi pengolahan limbah yang diintegrasikan dengan penciptaan energi terbarukan seperti pembuatan pupuk cair dan padat non kimia. Dengan dipadukan dengan elemen arsitektur kontekstual dimana fungsi wisata sendiri sebagai penunjang dari lingkungan sekitar serta penggunaan bentuk bangunan yang mecocokan dengan gaya arsitektur setempat. konsep dari perancangan Edu wisata ini difungsikan untuk pengenalan dan edukasi berupa pertanian dan perkebunan dengan pemanfaatan SDA yang telah ada. dimana tentunya dapat meningkatkan kesejahteraan warga desa dengan penerapan Arsitektur kontekstual untuk rancangan sebagai bentuk pemanfaatan potensi lingkungan secara optimal antara objek rancangan dengan lingkungannya.
SEASIDE GLAMPING RESORT & WEDDING VENUE DI KEK (KAWASAN EKONOMI KHUSUS) MANDALIKA LOMBOK TENGAH TEMA: ARSITEKTUR TROPIS Lukman Hakim; Gatot Adi Susilo; Sri Winarni
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 6 No 02 (2022): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Glamping Resort merupakan inovasi baru di bidang akomodasi dan pariwisata yang sedang marak belakangan ini. Selain menjadi akomodasi tamu atau penonton perlombaan internasional di KEK (Kawasan Ekonomi Khusus) Mandalika, glamping resort tentunya bisa menjadi pilihan menarik bagi wisatawan lokal atau mancanegara untuk menikmati suasana menginap di tenda atau berkemah dengan fasilitas lengkap dan mewah. Rancangan glamping resort ini juga memiliki fasilitas Weeding Venue yaitu untuk melangsungkan sebuah pernikahan, baik akad, pemberkatan atau resepsi. Proses perancangan Glamping Resort & Weeding Venue berdasarkan isu-isu terkini pada lingkungan tapak dan dilakukan melalui 3 tahap yaitu analisa, skematik desain, dan pengembangan desain. Pendekatan Tema yang digunakan adalah Arsitektur Tropis melalui konsep “tropical tranquillity” yaitu ketenteraman di iklim tropis, untuk memaksimalkan potensi alam tanpa merusak kelestarian lingkungan. Hasil perancangan ini diharapkan memfasilitasi akomodasi wisatawan yang datang ke KEK Mandalika terlebih ke Pulau Lombok.
RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK DI KOTA SAMARINDA TEMA: ECO FRIENDLY Farhan Abidin; Gatot Adi Susilo; Sri Winarni
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 6 No 02 (2022): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Samarinda memiliki perkembangan yang cukup pesat dengan semakin banyaknya pembangunan dan juga peningkatan sumber daya manusia, hal ini membuat populasi penduduk semakin bertambah dan juga kebutuhan akan fasilitas juga meningkat salah satunya adalah fasilitas Kesehatan. Kota Samarinda tercatat hanya memiliki satu Rumah sakit khusus Ibu dan Anak, maka dapat dikatakan masih kurangnya fasilitas Kesehatan dan juga dengan naiknya angka kematian bagi Ibu hamil dan juga anak-anak di Indonesia. Metode pearncangan yang digunankan dalam perancangan ini berasal dari isu dan penyusunan data yang kemudian data diolah dengan menggunakan pendekatan konsep Arsitektur Eco Friendly yang akan diterapkan pada rumah sakit ini, dimana konsep ini diharapkan dapat menekankan dan meminimalisir penggunaan energi selain itu juga memanfaatkan penggunaan material yang ramah lingkungan pada bangunan dan meningkatkan kenyamanan penguna dengan desain dan penataan ruang yang tepat agar dapat mengurangi tingkat strees tehadap pengguna khususnya untuk anak-anak, ibu hamil dan setelah kelahiran. Rumah Sakit Ibu dan Anak ini menghasilkan konsep rancangan dengan tema Eco Friendly yang dapat memberikan kenyamanan dengan penerapan skylight sebagai aspek pencahayaan, pengguaan solar panel dan pemanfaatan air hujan sebagai aspek hemat energi, penataan ruang dan bangunan yang Sustainable dengan memaksimalkan potensi lingkungan agar desain dapat memenuhi kebutuhan masyarakat khususnya Ibu dan Anak di kota Samarinda.
KONSEP ARSITEKTUR LANSEKAP BERKELANJUTAN PADA DESAIN TAMAN JINGGA RT.02 RW. 09 KELURAHAN MERJOSARI, KOTA MALANG Sri Winarni; Hamka; Suryo Tri Harjanto
Pawon: Jurnal Arsitektur Vol 7 No 1 (2023): PAWON: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/pawon.v7i1.6110

Abstract

Permukiman RW.09 Kelurahan Merjosari memiliki beberapa ruang terbuka aktif yang tersebar di beberapa titik di masing-masing RT. Salah satu ruang terbuka yang berada di RT. 02, yaitu Taman Jingga, taman tematik yang keberadaannya belum termanfaatkan dengan maksimal sehingga perlu penataan desain taman yang sesuai dengan kebutuhan warga setempat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan konsep arsitektur landskap berkelanjutan pada desain taman jingga. Metode yang digunakan adalah metode analisis deskriptif berdasarkan studi literatur, observasi lapangan, dan informasi narasumber. Hasil Penelitian menunjukkan desain taman jingga ini terbagi menjadi 3 zona, zona sosial budaya yaitu dengan penataan ruang bersama untuk mempererat hubungan sosial warga, zona budidaya-ekonomi yaitu penataan taman dengan jenis tanaman budidaya dan pendukungnya, dan zona ekonomi yaitu pemanfaatan lahan parkir yang disewakan dengan memberikan retribusi dan pemeliharaan. Dengan penataan Taman Jingga yang baru ini diharapkan dapat meningkatkan ekonomi produktif warga, dapat menjadi wadah kegiatan sosial budaya warga dan juga dapat meningkatkan kualitas lingkungan hidup yang mendukung ekologi dan kesehatan warga.
PRA DESAIN GEDUNG TPQ YAYASAN BAITUL MA’MUR KOTA MOJOKERTO Amar Rizqi Afdholy; Bayu Teguh Ujianto; Sri Winarni
Pawon: Jurnal Arsitektur Vol 7 No 1 (2023): PAWON: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/pawon.v7i1.6115

Abstract

Masa kanak-kanak merupakan bagian dari fase paling dominan dalam perkembangan setiap individu manusia. Pada fase ini terbuka lebar potensi seorang anak untuk mendapat masukan bagi tumbuh kembangnya, sehingga kita dapat menanamkan norma-norma yang mapan dan arahan yang bersih dalam dirinya. Dengan realita ini, maka kebutuhan sebuah wadah untuk mendukung proses pembinaan dan Pendidikan yang tepat adalah dalam bentuk Taman Pendidikan Al-Quran. Perkembangan jumlah santri TPQ yang meningkat pesat memberikan sebuah permasalahan bagi Yayasan Baitul Ma’mur untuk memfasilitasi proses belajar mengajar pendidikan Al-Quran. Hal tersebut mendorong pengurus Yayasan untuk mulai mengembangkan sebuah wadah dengan merencanakan sebuah Gedung TPQ. Dengan Batasan perancangan berupa luas lahan, dana dan pengguna bangunan dari kalangan anak-anak, maka rancangan desain tidak hanya focus pada pemilihan material bangunan saja akan tetapi harus memperhatikan karakter/perilaku anak-anak. Metode pengabdian kepada masyarakat ini adalah bersifat kualitatif, yaitu dengan pendekatan observasi dan diskusi mendalam. Bentuk partisipasi Yayasan dalam pelaksanaan kegiatan adalah bertugas membantu mengumpulkan data-data tentang kondisi wilayah dan penempatan titik sarana prasarana yang akan dibangun. Hasil dari pra desain ini adalah mendapatkan sebuah gambar rencana bangunan dengan tema arsitektur tropis yang dapat menyesuaikan dengan kondisi lingkungan sekitar.
KOMPENSASI MEMENGARUHI MOTIVASI KERJA PERAWAT PELAKSANA : Compensation Affects the Work Motivation of Nurses Yustina Kristianingsih; Sri Winarni; Ignata Yuliati; Indarti
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 9 No. 1 (2023): JIKep | Februari 2023
Publisher : LPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikep.v9i1.1335

Abstract

Pendahuluan : Motivasi kerja sangat penting dalam membentuk kinerja seorang perawat. Motivasi kerja dipengaruhi oleh banyak fakor salah satunya adalah kompensasi. Kompenasi yang diberikan oleh rumah sakit kepada perawat bisa berupa gaji/upah, insentif maupun tunjangan. Kompensasi yang diberikan secara adil akan meningkatkan motovasi kerja perawat. Fenomena yang didapatkan di salah satu rumah sakit swasta di Surabaya, masih ada perawat yang kurang termotivasi dalam bekerja seperti datang terlambat, main game saat bekerja, kurang semangat. Tujuan: Tujuan Penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan kompensasi dengan motivasi kerja perawat pelaksana. Metode: Penelitian ini menggunakan desain korelasi dengan pendekatan crossectional. Teknik samping mengunakan simple random sampling pada perawat pelaksana diruang rawat inap yang memenuhi kriteria iklusi. Jumah sampel 48 perawat pelaksana. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner kompensasi  dan motivasi kerja yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Hasil: Kompensasi yang diterima perawat di RS Swasta Surabaya mayoritas dalam kategori cukup (91,6%), motivasi kerja perawat dalam kategori tinggi (58,3%). Terdapat hubungan antara kompensasi dan motivasi kerja perawat dengan kekuatan hubungan rendah. Kesimpulan: Penting bagi penelitia selanjutnya untuk meneliti faktor-faktor lain yang memengaruhi motivasi kerja perawat agar semakin meningkatkan kinerja perawat serta kepuasan pasien
FIRST YEAR UNIVERSITY STUDENTS’ CONCEPTUAL UNDERSTANDING OF PHYSICAL AND CHEMICAL CHANGES (A Preliminary Research) Syahrial Syahrial; Sri Winarni
Chimica Didactica Acta Vol 9, No 1: June 2021
Publisher : FKIP USK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.182 KB) | DOI: 10.24815/jcd.v9i1.21210

Abstract

The purpose of this study is to identify first year university students' understanding of the concepts of physical and chemical changes. This study involved 43 students from the 2019 batch of the Chemical Education Study Program (PSPK) of the Faculty of Science and Education (FKIP) of the Syiah Kuala University (USK) which was dominated by women (only 2 men). According to the objectives, the study used a survey method and used an instrument in the form of a questionnaire containing 15 statements. Participants were asked to provide responses via google form by choosing true or false for each statement item on the questionnaire. The results of the analysis show that the understanding of the majority of students is quite good for macroscopic markers or indicators and low for sub-microscopic markers or indicators. Therefore, chemistry teachers need to use molecular (sub-microscopic) images when teaching materials or topics of physical and chemical changes.
CHEMISTRY TEACHER'S PERCEPTION TOWARD SCIENTIFIC LITERACY Zulharveni Zulharveni; Sri Winarni; Erlidawati Erlidawati
Chimica Didactica Acta Vol 10, No 1: June 2022
Publisher : FKIP USK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.478 KB) | DOI: 10.24815/jcd.v10i1.26700

Abstract

Education has a very important role in the development of Indonesian people as a whole. Based on this, it is necessary to develop various sciences in order to improve the quality of learning and intelligence for a nation. Therefore a research has been conducted entitled Perceptions of Chemistry Teachers Against Science Literacy. This study aims to analyze the perceptions of chemistry subject teachers on scientific literacy in several high schools in Aceh. The sample of this research is chemistry subject teachers in Aceh. The approach used in this research is descriptive qualitative. The data collection technique is in the form of an online questionnaire. Based on the results of data analysis and discussion in this study, of the 26 chemistry teachers who filled out a questionnaire, the majority of chemistry teachers had applied scientific literacy to the teaching and learning process after the implementation of the 2013 curriculum. Before the implementation of the 2013 curriculum teachers still often used direct learning. /lecture. Teachers in several areas in Aceh strongly support the application of scientific literacy in chemistry learning. Teachers are eager to take part in the training on scientific literacy that will be held. Professional Learning Community (MGMP) strongly supports the implementation of scientific literacy, especially chemistry lessons.
Co-Authors Achmad Ubaidillah Ade Kumalasari Adhi Widyarthara Afrenanda Bayu Aditya Agus Khoirul Anam, Agus Khoirul Ahla Hulaila Aina’ul Mardliyyatun Nisa AL Maulana Salong Alif Nurhayan Alifiah Jihan Nazihah Amar Rizqi Afdholy Andi Hayyun Abiddin Andri Putra Naftali Andriyana Permana Aji Rohman Ani Margawati Anna Uswatun Qoyimah Ar Rafi Maulana Ari Wibowo Arif Ahmadi M. Ashar Asrina Bambang Joko Wiji Utomo Bayu Teguh Ujianto Breeze Maringka Cahya Tri Purnami Chintia Putri Wulandari Daim Triwahyono Debby Budi Susanti Defia Dea Amanda Dimas Dwi Yoga Dina Silvi Sakinah Dwianto, Ignatius Heri Elena Suci Rahmawati Elfiati Elfiati Emil Nahdiyah Erlidawati Erlidawati Fachrizal Hendro Prasodjo Fakhri Shafiyuddin Farhan Abidin Farid Agushybana Farida Halis Fatiru Duratu Rasidah Fiashriel Lundy Lundy Gabrina Selvi Yanuarista Gaguk Sukowiyono Ganif Djuwadi Gatot Adi Susilo Gatot Adi Susuilo Gaudensius Saputra Ghoustanjiwani Adi Putra Haddid Salsabila Hamka Hamka Hamka Hamka Hamka Hamka Hamka Hari Eko Prasetiyo Husni Sabil Ignata Yuliati IM. Hambali Imam Darma Aji Inas Muthia Afifi INDARTI Jannatul Lutfiah Binti Khamani Javier Ardy Dwinovian Jessica Jeane Putri Purnama Kemas Welly Angga Permana Krisfa Rizky Agung Pambudi Kurniawaty, Yuni Kusumawardani, Nindy Putri Lalu Mulyadi Latifah Hanum Lukman Hakim M.J Maulana Aliansyah Mahdalena Lasma Siregar Mahdi Hendrich Mahmudah Khurotul Aini Maria Istiqoma Marlina Marlina Marlina Marlina Marlina Maulana Ishak Mochammad Rafli Firmansyah Muhamad Miladi Muhammad Deni, Muhammad Muhammad Nasir Muhammad Nazilul Badri Muhammad Robi Mujito Mujito Nastiti Kurniasari Nida Selina Fadhila Nila Astria Novianti, Suci Tiara Nurbaity Julianti Paulo da Silva Freitas Putri Herlia Pramitasari Qoyimah, Anna Uswatun Redi Sigit Febrianto Rice Osviarni Ricky Yoga Pratama Rilisty Maulidya Roesmin Rissa Aprillia Rizki Gunawan Rizky Adibrata Hermawanto Rohati - Rohati Rohati Rohati Rohati Salsabila, Hanin Fahriyyah Sekar Mayang Hapsari Septo Pawelas Arso Sri Mugianti Sri Yanti Sugianto Hadi Suryo Tri Harjanto Syahrial, Syahrial Titin Uswatun Hasanah Tomi Karmawan Tri Cahyo Sepdianto Wafiatul Fuaddiyah Yohanes Andrian Eka Prasetya Hendra Putra Yudha Prasetya Hukom Yustina Kristianingsih Zahroh Shaluhiyah Zulharveni Zulharveni Zuraini Zuraini