Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Impact of lumbar support on pain reduction in low back pain patients: A systematic review and meta-analysis of randomized control trials Akbar, Muh. S; Syafar, Muhammad; Thamrin, Yahya; Aras , Djohan; Maidin, Alimin; Arsyad, Muhammad
Narra J Vol. 5 No. 1 (2025): April 2025
Publisher : Narra Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52225/narra.v5i1.2165

Abstract

Low back pain (LBP) is a global health concern, affecting millions and contributing significantly to disability and economic burden. Various non-pharmacological interventions, including lumbar support, have been explored for LBP management. However, its efficacy remains debated due to inconsistent findings. The aim of this study was to evaluate the impact of lumbar support on pain reduction in individuals with LBP and compare its effectiveness to alternative interventions. A systematic search was conducted across multiple databases (PubMed, ScienceDirect, Scopus, SpringerLink, Google Scholar, and ProQuest) for studies published up to 2023. Data from six search engines were searched using inclusion criteria based on the PICO framework. Search terms included low back pain, lumbar support, lumbar orthose and randomized controlled trial, combined using Boolean operators. Sixteen randomized controlled trials (RCTs) were included in the systematic review, with eight studies analyzed in the meta-analysis. Eligible studies focused on adults with non-specific LBP, assessing pain levels using the Visual Analog Scale (VAS). The meta-analysis was assessed using the standardized mean difference (SMD) in the Visual Analog Scale (VAS). The meta-analysis revealed a statistically significant pain reduction with lumbar support compared to other interventions (SMD: 1.33; 95%CI: -2.09–(-0.57)); p=0.0006), though with high heterogeneity (I²=97%). The findings indicated that lumbar support effectively reduces pain and improves health-related quality of life, particularly in physically demanding occupations or among individuals with severe pain. While efficacy may depend on specific conditions, lumbar support represents a viable non-pharmacological option for LBP management.
PENGARUH PENGGUNAAN KB SUNTIK TERHADAP PENINGKATAN BERAT BADAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BUMIWONOREJO KABUPATEN NABIRE PROVINSI PAPUA TENGAH Mahmud, Siti Hawa; Rahmawati; Syafar, Muhammad
Bina Generasi : Jurnal Kesehatan Vol 16 No 2 (2025): Bina Generasi : Jurnal Kesehatan
Publisher : LPPM STIKES BINA GENERASI POLEWALI MANDAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35907/bgjk.v16i2.347

Abstract

Background The National Family Planning Movement is primarily focused on controlling the population growth rate and planning human resources. Preventing successive pregnancies is one of the objectives of using contraceptives. Injectable contraception is a practical and effective method of contraception. It is one of the most widely used contraceptive methods in Indonesia. However, one of the side effects of injectable contraception is the potential increase in body weight. Objective The purpose of this research is to determine the impact of injectable contraceptive use on weight change in the working area of the Bumiwonorejo Public Health Center, Nabire Regency, Central Papua Province in 2024. Method (The research method employed is quantitative, aiming to collect numerical data that can be statistically analyzed. This study uses a cross-sectional research design. The collected data are analyzed using the Chi-square test. The Chi-square test is a statistical test used to examine the relationship between two nominal variables. Result From the results we obtained, it appears that out of the seven variables we studied, not all of them have significant values. The variables that show significance are age and physical activity. Therefore, it can be concluded that age is the most influential variable. Conclusion There are two variables that have a significant influence, namely the age variable and the physical activity variable. Meanwhile, the variables of type of contraception, duration of contraceptive use, level of knowledge, parity, and diet of the acceptor, did not indicate a significant influence.
PERILAKU PERNIKAHAN DINI PADA REMAJA DI DESA PUNCAK KECAMATAN SINJAI SELATAN KABUPATEN SINJAI Efi; Nining Ade Ningsih; Muhammad Syafar
Public Health and Medicine Journal Vol 3 No 2 (2025): PAMA Edisi Juni
Publisher : Institute Laboratory of Research and Statistics Centre

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Pernikahan dini merupakan permasalahan sosial yang masih banyak terjadi di Indonesia. Pernikahan dini di Desa Puncak sebanyak 42 orang. Pernikahan yang dilakukan oleh remaja di bawah usia 19 tahun memiliki dampak yang signifikan terhadap kesehatan, pendidikan, serta perkembangan psikologis dan sosial remaja. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku pernikahan dini pada remaja ditinjau dari aspek pengetahuan, sikap, dan dukungan keluarga. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Informan terdiri dari remaja yang menikah dini, orang tua, serta tokoh masyarakat dan agama sebanyak 8 orang. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan observasi. Data dianalisis secara deskriptif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas remaja memiliki pengetahuan yang rendah mengenai pernikahan dini dan dampaknya. Sikap remaja terhadap pernikahan dini cenderung permisif karena pengaruh lingkungan dan budaya. Dukungan keluarga terhadap pernikahan dini bersifat pasif bahkan cenderung mendukung karena alasan menjaga nama baik keluarga dan menghindari aib sosial. Kurangnya edukasi dan pola asuh yang longgar menjadi faktor pendukung yang memperkuat terjadinya pernikahan dini. Implikasi penelitian: Tingkat pengetahuan remaja di Desa Puncak mengenai penikahan dini masih rendah disebabkan karna rendahnya tingkat pendidikan sehingga mempengaruhi keterbatasan pengetahuan yang dimiliki. Sikap remaja cenderung setuju untuk melalukan pernikahan dini. Dukungan keluarga (orang tua) terpaksa memberikan persetujuan kepada anaknya untuk menikah dini hal ini terjadi karna orang tua yang melihat anaknya berpacaran dan melebihi batas takut terjadi akan hal yang tidak di inginkan. Rekomendasi: Penelitian ini merekomendasikan perlunya edukasi intensif tentang kesehatan reproduksi dan peran aktif keluarga dalam pengawasan serta pembinaan remaja untuk menekan angka pernikahan dini.
PERFORMANCE MODELING OF PRECONCEPTION POSYANDU IN BANGGAI REGENCY Sutadi Lanyumba, Fitrianty; Syafar, Muhammad; Darmawansyah, Darmawansyah; Indarty Moedjiono, Apik; S. Otoluwa, Anang; Jihadi, M
Mulawarman International Conference on Tropical Public Health Vol. 1 No. 1 (2025): The 3rd MICTOPH
Publisher : Faculty of Public Health Mulawarman University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background : Measuring the performance of the Preconception Posyandu is an obligation in maintaining the existence of these services because it is part of the role in solving the current problems of AKI, AKB and stunting Objective : The purpose of this study is to model the performance of Preconception Posyandu in Banggai Regency using indicators from the Europan Foundation Quality Management (EFQM) performance assessment framework Research Methods/ Implementation Methods : This type of research is analytics using SEM analysis for modeling. The sample in this study is Village Midwives and Preconception Women with a total of 255 each who were selected using the purposive sampling technique Results : The results of the study show that in the outer model, 4 indicators are known to be invalid and reliable because the AVE value < 0.50 and the CA value < 0.70. The indicators in question are indicators of information systems (TSI), indicators of SOPs (TSOP), indicators of increasing TT immunization coverage (CITT) and indicators of decreasing the prevalence of nutritional anemia (AG). Meanwhile, in the inner model, it is known that there are 2 paths that are insignificant because the t-value statistically < 1.96 and the p value > 0.05, namely the variable path of customer satisfaction to the variable of performance results and the variable of impact on society on the variable of performance results Conclusion/Lesson Learned : From the results of the study, it can be concluded that although the variables of customer satisfaction and the impact on the community do not have a direct effect on the performance results of the preconception Posyandu, these two variables will still be supportive factors in achieving the overall performance of the Preconception Posyandu.
GAMBARAN PENGETAHUAN SIKAP DAN KEBIASAAN MAKAN IKAN ASIN DI DESA BONTOSUNGGU KECAMATAN BONTOHARU KABUPATEN KEPULAUAN SELAYAR Puji, Bau; Amiruddin, Fitriyah; Muhammad Syafar
Jurnal Kesehatan Masyarakat Celebes Vol 6 No 02 (2025): JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT CELEBES VOLUME 06 NO 02
Publisher : Pengurus Daerah Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ikan asin merupakan salah satu makanan hasil pengawetan yang umum dikonsumsi oleh masyarakat pesisir karena daya simpan yang lama, harga yang terjangkau, serta memiliki nilai budaya tersendiri. Di Desa Bontosunggu, ikan asin telah menjadi bagian dari pola konsumsi masyarakat seharihari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan, sikap, dan kebiasaan makan ikan asin pada masyarakat Desa Bontosunggu. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan lima orang informan yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui wawancara dan observasi langsung, kemudian dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan masyarakat masih terbatas pada proses pengolahan tradisional dan risiko kesehatan seperti hipertensi, namun sebagian informan tetap mengonsumsi ikan asin karena faktor kemudahan, harga yang murah, dan ketersediaan yang tinggi. Selain itu, kebiasaan makan ikan asin sudah berlangsung sejak zaman nenek moyang, dikenal dengan istilah “jaman totoa riolo,” dan hingga kini tetap dipertahankan. Kesimpulannya, meskipun masyarakat menyadari potensi risiko dari konsumsi ikan asin, mereka tetap memilih untuk mengonsumsinya karena pertimbangan ekonomi dan tradisi yang telah mengakar kuat dalam kehidupan mereka.
Perilaku Pekerja Seks Komersial Terhadap Potensi Penularan Penyakit (Hiv/Aids) Di Tanjung Bira Kabupaten Bulukumba Hadjar, Siti; Syafar, Muhammad; Yusuf , Andi; Ade Ningsih, Nining
Diagnosis Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 19 No. 3 (2024): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35892/jikd.v19i2.1830

Abstract

Pekerja seks komersial (PSK)  disebut sebagai pelacur, yaitu perempuan yang menyediakan layanan seksual berdasarkan permintaan dan berusaha memuaskan penggunanya dengan imbalan uang atau barang. Dalam praktiknya, PSK tidak bekerja sendiri, namun juga melibatkan pihak-pihak seperti mucikari, konsumen, dan calo atau perantara. Pada tahun 2021 jumlah kasus HIV sebanyak 732 kasus , pada tahun 2022 sebanyak 834 kasus dan pada tahun 2023 sebanyak 1.477 kasus di Kabupaten Bulukumba. Penelitian ini menganalisis perilaku pekerja seks komersial (PSK) dalam kaitannya dengan potensi penularan penyakit HIV/AIDS di Tanjung Bira, Kabupaten Bulukumba. Metode penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus, dimana informan keseluruhan berjumlah 7 orang. Pemilihan informan ditentukan dengan teknik purposive sampling dan snowball sampling. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa pengetahuan PSK tentang HIV/AIDS cukup beragam, namun masih banyak yang belum memahami sepenuhnya risiko dan cara pencegahannya. Sikap PSK terhadap HIV/AIDS cenderung acuh tak acuh karena berbagai alasan, termasuk tekanan ekonomi dan ketergantungan pada pekerjaan mereka. Aktivitas selain menjadi PSK yang dilakukan oleh beberapa informan mencakup pekerjaan informal lainnya, namun tidak sepenuhnya mengurangi risiko penularan. Dalam upaya pencegahan, penggunaan kondom masih rendah dan tidak konsisten.
Perilaku Merokok Remaja Sekolah Menengah Pertama Rachmat, Muhammad; Thaha, Ridwan Mochtar; Syafar, Muhammad
Kesmas Vol. 7, No. 11
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini, perilaku merokok semakin merata, bukan hanya perilaku orang dewasa, tetapi juga telah menjadi gaya hidup para remaja. Penelitian ini bertujuan menilai hubungan antara tingkat pengetahuan, interaksi kelompok sebaya, interaksi keluarga, iklan rokok, dan sikap dengan perilaku merokok remaja di kota Makassar. Penelitian ini menggunakan desain studi observasional cross sectional. Teknik sampling menggunakan multistage random sampling dengan jumlah sampel 471 responden. Data dianalisis dengan uji kai kuadrat, koefisien phi(f) dengan α = 0,05. Responden perokok sekitar 25,3%, sementara responden yang berpengetahuan rendah 16,6%, berinteraksi negatif dengan kelompok sebaya 24,2%, berinteraksi negatif dengan keluarga 47,8%, respons negatif iklan rokok 4,9%, dan sikap negatif 3,4%. Uji kai kuadrat menunjukkan ada hubungan antara interaksi kelompok sebaya (nilai p = 0,000), interaksi keluarga (nilai p = 0,010), iklan rokok (nilai p = 0,000), dan sikap merokok (nilai p = 0,001) dengan perilaku merokok remaja. Tidak ada hubungan antara tingkat pengetahuan dengan perilaku merokok remaja (nilai p = 0,056). Kelompok sebaya dan iklan rokok berpengaruh paling bermakna pada perilaku merokok remaja. Sekolah perlu dilibatkan lebih intensif pada upaya pencegahan dan intervensi perilaku merokok pada anak dan remaja. Nowadays, Smoking not only the behavior of adults, but it has become a way of life for most of teenagers. The study aimed to analyze the correlation between knowledge, peer group interaction, family interaction, cigarette advertisement, and attitude of smoking between smoking behavior among teenagers in Makassar city. Observational cross sectional study was performed in this study. There were 471 respondents selected by applying multistage random sampling. Data was analyzed with chi square test, phi coefficient (f) with α = 0.05. Number of smokers were 25.3% of respondents, meanwhile, low knowledge of respondents were 16.6%, a negative interaction within a peer group of 24.2%, a negative interaction with family 47.8%, the negative response to cigarette advertising 4.9%, and a negative attitude 3.4%. Chi square test showed there was a correlation between peer group interaction (p value = 0.000), family interaction (p value = 0.010), cigarette advertisement (p value = 0.000), and smoking attitude (p value = 0,001), and smoking behavior of the teenagers. However, no correlation between the level of knowledge (p value = 0.056) and smoking behavior among the teenagers. Peer group and cigarette advertisement most significant affect smoking behavior of teenagers. It is recommended that schools need to be involved to provide prevention and intervention on smoking behavior of teenagers are more intensive.
Dampak Rehabilitasi Medis pada Penyandang Disabilitas Kusta Nasution, Sylvia; Ngatimin, M. Rusli; Syafar, Muhammad
Kesmas Vol. 6, No. 4
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada periode tahun 2004 _ 2007, penderita baru disabilitas kusta tingkat II kerusakan syaraf sebanyak 8,6% _ 8,7% kemudian mengalami peningkatan pada tahun 2008 (9,6%) dan 2009 (10,27%) jauh di atas target (< 5%). Hal ini mengindikasikan keterlambatan penemuan kasus. Penelitian bertujuan untuk menilai dampak kondisi fisik, psikologi, sosial, dan ekonomi pascatindakan rehabilitasi medis di Rumah Sakit Dr. Tadjuddin Chalid Makassar. Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif dan rancangan studi kasus bermula dari kasus penyandang disabilitas kusta yang menjalani tindakan medis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rehabilitasi medis dapat mengatasi luka kronis, memperbaiki tampilan fisik, fungsi, dan meningkatkan kemampuan anggota tubuh untuk aktivitas sehari-hari. Secara psikologis, mereka merasa senang, puas, rasa percaya diri meningkat, tetapi ada juga yang merasa sedih, malu, dan minder karena kehilangan anggota tubuh. Mereka dapat diterima oleh keluarga dan lingkungan sekitar, tetapi ada juga yang memilih hidup dalam koloni kusta. Mereka melakukan perubahan dan kekuatan bekerja yang lama sesuai dengan kondisi kecacatan, kemampuan, dan keterampilan pascarehabilitasi medis. Kondisi psikologis, sosial, dan ekonomi masih dipengaruhi oleh stigma yang telah ada sejak menderita kusta. This aim of the study was to assess the impact of a variety of physical, psychological, sosial and economic after medical rehabilitation measures in Dr. Tadjuddin Chalid hospital Makassar. This study used qualitative methods with case study design, which departed from cases of leprosy disabled patients who had undergone medical treatment. The results showed that medical rehabilitation can overcome chronic wounds, improve physical appearance, function and increase the ability of the body for daily activities. Psychologically, people with leprosy disabilities feel happy, satisfied, selfconfidence increases, there is also feeling sad, ashamed and insecure due to loss of limbs disabled leprosy patients can be accepted by the family and the environment, sosial shame because there is loss of limbs, some choose to live in leper colonies. Leprosy disability person had changed the way to work and earn money, length of working and strength adapted to the conditions of disability, ability and skills of post-medical rehabilitation. Psychological condition, sosial and economic disability post-medical rehabilitation of leprosy is still influenced by the stigma that has existed since suffered from leprosy.
Efek Samping Obat terhadap Kepatuhan Pengobatan Antiretroviral Orang dengan HIV/AIDS Latif, Fachri; Maria, Ida Leida; Syafar, Muhammad
Kesmas Vol. 9, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tingkat kepatuhan pengobatan antiretroviral di Indonesia sangat rendah, yaitu 40 - 70%, yang masih di bawah target nasional dengan tingkat kepatuhan 95%. Berbeda dengan rata-rata nasional, Puskesmas Jumpandang Baru justru memiliki tingkat kepatuhan pengobatan antiretroviral pasien HIV/AIDS di atas 95%. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor yang paling berpengaruh terhadap kepatuhan pengobatan antiretroviral orang dengan HIV/AIDS (ODHA). Jenis penelitian bersifat observasional analitik dengan pendekatan potong lintang. Populasi penelitian adalah 121 ODHA yang aktif menjalani pengobatan antiretroviral di Puskesmas Jumpandang Baru yang dipilih dengan menggunakan teknik exhaustive sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah 121 sampel. Penelitian dilakukan pada 22 April hingga 28 Juni 2014 di klinik Voluntary Counseling and Test Puskesmas Jumpandang Baru Makassar. Analisis data menggunakan uji kai kuadrat dan regresi logistik. Hasil uji kai kuadrat menunjukkan ada hubungan antara pengetahuan, persepsi, riwayat efek samping obat, dukungan keluarga dan teman, serta interaksi antara pasien dengan petugas layanan antiretroviral terhadap kepatuhan pengobatan antiretroviral ODHA. Analisis regresi logistik menunjukan bahwa pengetahuan yang baik, persepsi positif terhadap pengobatan, serta efek samping obat yang tidak dirasakan adalah faktor yang berhubungan dengan kepatuhan pengobatan antiretroviral. Penelitian ini menunjukkan ODHA yang tidak merasakan efek samping obat memiliki kecenderungan terbesar untuk patuh terhadap pengobatan antiretroviral dengan OR sebesar 13,452. The rate of adherence to antiretroviral treatment in Indonesia is very low, at 40 - 70%, which is still below our national target (95%). Different phenomena happens at Jumpandang Baru Primary Health Care, whose level of antiretroviral treatment adherence above 95%. This study aimed to analyze factors that influence the adherence to antiretroviral treatment of people li- Efek Samping Obat terhadap Kepatuhan Pengobatan Antiretroviral Orang dengan HIV/AIDS Drug Side Effects on Adherence to Antiretroviral Treatment among People Living with HIV/AIDS Fachri Latif, Ida Leida Maria, Muhammad Syafar ving with HIV/AIDS (PLWH). This study used observational analytic with cross-sectional approach. The population, 121 PLWH are people who actively undergoing antiretroviral treatment in Jumpandang Baru Primary Health Care. By exhaustive sampling technique, the sample size of the study was counted 121 people. The research was conducted on April 22 until June 28 2014 at Voluntary Counseling and Test Clinic of Jumpandang Baru Primary Health Care, Makassar. Data was analyzed using chi square and logistic regression test. Chi square test showed the relationship between knowledge, perception, drug side effects, family and friends support, and well interaction between PLWH with antiretroviral providers to antiretroviral treatment adherence among PLWH. The logistic regression analysis indicated that high level of knowledge, positive perceived to treatment, and no drug’s side effects were the related factors influenced antiretroviral adherence. This result showed that PLWH who do not feel the drug side effects has the greatest propensity to adherence to antiretroviral treatment with an OR of 13.452.
Efektivitas Media Edukasi pada Kader Pendamping dan Kontak Erat Pasien TB Paru di Kabupaten Pangkep: The Effectiveness of Educational Media for Pulmonary TB Companion Cadres and Close Contacts in Pangkep District Muhammad Syafar; Rizky Chaeraty Syam; Iva Hardi Yant
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 7 No. 4: APRIL 2024 - Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v7i4.4836

Abstract

Latar belakang: Permasalahan TB Paru hingga saat ini belum dapat terselesaikan sepenuhnya, namun keberhasilan program terus diupayakan para professional kesehatan, sebagai upaya mendukung peningkatan derajat kesehatan penderita dan perlindungan bagi komunitas sekitar, olehnya dibutuhkan upaya komprehensif yang massif dalam mendukung keberhasilan program menuju eliminasi TB Paru 2030. Tujuan: Pengkajian ini bertujuan untuk meninjau efektifitas penggunaan media edukasi buku saku terhadap pengetahuan kader PMO (Pendamping Minum Obat) dan kontak erat pasien TB paru di Kabupaten Pangkep Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan quasi-eksperimen dalam mempelajari efektifitas pemberian intervensi pasca uji atau pada rancangan Pretest-Posttest design, sedangkan metode pengukuran dalam meninjau tingkat keberhasilan menggunakan instrument terstruktur, yang dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Test untuk mengetahui adanya perbedaan sebelum dan sesudah pemberian intervensi buku saku. Hasil: Temuan menunjukkan 50% responden yang menjadi subjek riset merupakan kelompok pekerja Petani/Wiraswasta/BUMN/BUMD dan 44% ibu rumah tangga, dengan latar belakang pendidikan terakhir dominan pada kelompok SMA/Sederajat, sedangkan terkait kelompok umur keikutsertaan lebih tinggi pada usia ?40 tahun. Adapun melalui pemanfaatan edukasi dengan media buku saku ditemukan bahwasanya terdapat peningkatan nilai rata-rata pengetahuan dan sikap responden (p<0.05) terkait pencegahan penularan tuberkulosis paru pada kontak keluarga. Kesimpulan: Terdapat pengaruh pemberian intervensi melalui edukasi pada kader pendamping dan kontak erat pasien atas upaya pencegahan penularan tuberkulosis paru pada kontak keluarga.
Co-Authors Akbar, Muh. S Alimin Maidin Amanda, Madhania Fitri Amiruddin, Fitriyah Amran Razak Andi Andahwaty Andi Hardianti Andi Selvi Yusnitasari, Andi Selvi Andi Yusuf Andriani Andriani Aras , Djohan Arsunan Arsin Asmawati Asmawati Asrijun Juhanto Aulia, Hilda Marsyawa AYU LESTARI Azis, Rahmawati Dalimunthe, Dessy Yuliana Darmawansyah Darmawansyah Efi Eha Sumantri Esther Sanda Manapa Fachri Latif, Fachri Fachry Abda El Rahman Hadjar, Siti Hadju, Novaldi Helmy Faizi Bahrul Ulumi Ida Leida M.Thaha Ida Leida Maria Indarty Moedjiono, Apik Iva Hardi Yant Jayadi, Nasrah Jayawarsa, A.A. Ketut Jerniati, Jerniati Jihadi, Muhammad Jumrah Sudirman Jusuf, Elizabet Catherine K, Rahayu Eryanti Lagu, Abdul Majid HR M Furqaan Naiem M. Rusli Ngatimin Mahmud, Siti Hawa Mardhatillah Masyitha Muis MIFTAHUL JANNAH Muh. Khaerisman Muhammad Alwy Arifin Muhammad Ilyas Muhammad Rachmat Muhammad Tahir Abdullah Nambie Kobak Ningsih, Andi Pramesti Ningsih, Nining Ade Nining Ade Ningsih Nunik Sulistyaningtyas Nurambiya, Nurambiya Nurhikmah Baharuddin Petrus Petrus Puji, Bau Rahmatia Rahmatia, Rahmatia Rahmawati Rahmawati Azis Ridwan Amiruddin Ridwan Mochtar Thaha Rizky Chaeraty Syam S. Otoluwa, Anang Sahrul Sahrul Salsabila, Unik Hanifah Saru, Amaliah Amriani Amran SHARVIANTY ARIFUDDIN, SHARVIANTY Shavira, Novenda Sitti Aisyah Stang Stang Suci Rahmadani Sukri Palutturi Sukri Palutturi sukri Sukri, sukri Suriah Suriah Sutadi Lanyumba, Fitrianty Syahfitri, Delia Syamsuddin, Saidah Sylvia Nasution Taurisa, Almaida Thamrin, Halida Werna Nontji, Werna Wulandari, Jenny Yahya Thamrin Yusuf , Andi