Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Mitigasi Gempa dan Tsunami melalui Flipped dan Online Class pada Organisasi Wanita se-Sumatera Barat Laila Isrona; Westi Permata Wati; Yulistini Yulistini; Nur Afrainin Syah; Hardisman Hardisman
JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat) VOL. 6 NOMOR 1 MARET 2022 JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat)
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (480.299 KB) | DOI: 10.30595/jppm.v6i1.12483

Abstract

Provinsi Sumatera Barat berada diantara pertemuan Lempeng Eurasia, Lempeng Indo-Australia dan patahan (sesar) Semangko. Ketiganya merupakan daerah seismik aktif sehingga ada dua bencana yang mengintai Sumatera Barat terutama Kota Padang yakni gempa dan tsunami. Hal yang disayangkan adalah masih banyak masyarakat yang kurang memahami apa yang harus dipersiapkan dan dilakukan ketika bencana ini terjadi dan saat ini pun Indonesia juga dihadapkan pada pandemi Covid-19 sehingga terdapat tendensi bahwa daerah cenderung terlalu fokus pada pencegahan penyebaran COVID-19 dan tidak menyertakan mitigasi bencana alam dalam strategi penanganan COVID-19. Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai mitigasi gempa dan tsunami dengan menggunakan metode flipped class dan online class pada organisasi wanita se-Sumatera Barat. Kegiatan ini dibagi menjadi 2 sesi. Sesi 1 dihadiri 103 peserta dan sesi 2 dihadiri 80 peserta. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa pengetahuan peserta mengenai mitigasi gempa dan tsunami mengalami peningkatan setelah seminar ditandai dengan peningkatan nilai post-test. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk berpatisipasi aktif dalam membagi ilmunya terutama dalam keluarga sehingga risiko yang ditimbulkan oleh bencana dapat diminimalkan.
Hubungan antara Kualitas Tidur dengan Daya Konsentrasi Belajar pada Mahasiswa Kepaniteraan Klinik Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Nadhila Shafira Fitri; Nur Afrainin Syah; Asterina Asterina
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol 1 No 2 (2020): Juli 2020
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1103.083 KB) | DOI: 10.25077/jikesi.v1i2.98

Abstract

Setiap orang memerlukan kadar tidur yang cukup agar tubuh dapat berfungsi normal. Kurangnya kebutuhan tidur akan berdampak pada menurunnya kemampuan untuk berkonsentrasi, membuat keputusan, dan berpartisipasi dalam aktivitas sehari-hari. Dewasa muda banyak yang mengalami hambatan dalam proses belajar yang disebabkan oleh rasa mengantuk dan lelah akibat kurang tidur. Mahasiswa kedokteran adalah salah satu subkelompok dari populasi yang sangat rentan terhadap kualitas tidur yang buruk. Hal ini diduga karena tuntutan akademis yang tinggi, tugas klinis, pilihan gaya hidup, sampai pekerjaan yang menantang secara emosional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kualitas tidur terhadap konsentrasi belajar mahasiswa kepaniteraan klinik FK Unand. Jenis penelitian yang digunakan adalah secara analitik dengan metode cross sectional. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara stratified random sampling dengan total sampel didapatkan sebanyak 222 orang. Dengan menggunakan kuesioner PSQI dan kuesioner konsentrasi belajar yang kemudian hasilnya dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square, didapatkan sebanyak 65,32% mahasiswa mengalami gangguan tidur dan 77,48% mahasiswa memiliki tingkat konsentrasi yang tergolong kurang. Dari hasil uji Chi-Square (p=0,000) dapat disimpulkan bahwa terdapat bermakna antara kualitas tidur dengan tingkat konsentrasi belajar mahasiswa. Kata kunci: kualitas tidur, konsentrasi belajar, mahasiswa kepaniteraan klinik, koas Everyone needs enough sleep so the body can function normally. Lack of sleep will result in decreased ability to concentrate, make decisions, and participate in daily activities. Most of the difficulties young adults experience in their learning process are caused by drowsiness and fatigue due to lack of sleep. Medical students are a subgroup of the population who are vulnerable to poor sleep quality. This is thought to be due to high academic demands, clinical assignments, lifestyle choices, and emotionally challenging work. This study aims to determine the relationship between sleep quality and the concentration level of clinical clerkship students from Faculty of Medicine, Andalas University. This is a cross-sectional study. The sampling technique was carried out by stratified random sampling with a total sample of 222 people. By using the PSQI questionnaire and the learning concentration questionnaire which were then analyzed univariately and bivariately using the Chi-Square test, the results obtained were as many as 65.32% of students experiencing sleep disturbances and 77.48% of students had relatively poor concentration levels. From the Chi-Square test results (p=0,000) it can be concluded that there is a significant correlation between the quality of sleep and the students’ concentration level. Keyword: sleep quality, concentration level, clinical clerkship students
ANALISIS KETERLAMBATAN PEMBAYARAN KLAIM BPJS RAWAT INAP DI RSUD PARIAMAN: (STUDI KASUS) Novia Putri; Rima Semiarty; Nur Afrainin Syah
Berita Kedokteran Masyarakat (BKM) Vol 36, No 12 (2020)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (140.847 KB) | DOI: 10.22146/bkm.61240

Abstract

Latar Belakang : RSUD Pariaman merupakan rumah sakit tipe B Pemerintah yang wajib melayani peserta BPJS Kesehatan. Dalam pengajuan klaim terjadinya keterlambatan pembayaran klaim akibat ketidaklengkapan persyaratan yang diajukan sehingga terjadinya klaim pending, Tujuan untuk mengetahui apa saja penyebab keterlambatan pembayaran klaim BPJS Kesehatan Rawat Inap di RSUD Pariaman dari segi Input dan Process.Metode :.Penelitian menggunakan metode kualitatif melalui wawancara semi terstruktur, observasi dan telaah dokumenHasil :.Penyebab dari komponen input SDM : masih kurangnya ketelitian koder dalam melakukan pengkodean diagnosa, masih kurangnya pemahaman dan skill tenaga verifikator internal dalam melakukan verifikasi berkas klaim, SPO: tidak adanya pedoman dalam melakukan pekerjaan terkait pengklaiman berkas Klaim BPJS dan  SPO pengkodean penyakit. Faktor penyebab utama adalah Kebijakan; Implementasi kebijakan yang belum berjalan. Hal ini  disebabkan faktor internal dan eksternal. Faktor internal; tidak adanya penanggung jawab bagian casemix sehingga berdampak pada input, proses, dan output yang dihasilkan salah satunya tidak adanya kejelasan uraian tugas atau pembagian tugas, belum adanya monitoring dan evaluasi. Faktor eksternal adalah adanya peraturan presiden nomor 18 tahun 2016 yang menghambat perubahan pembentukan ulang struktur organisasi RSUD Pariaman dari tipe C ke tipe B, karena harus menunggu terbitnya peraturan presiden yang mengatur tentang kelembagaan rumah sakit daerah
Faktor yang Berhubungan dengan Kepuasan Pasien Peserta JKN terhadap Pelayanan Poli Penyakit Dalam RSUD Prof. MA. Hanafiah Batusangkar Suci Yaumi Syahdati; Nur Afrainin Syah; Ida Rahmah Burhan
JURNAL BIDANG ILMU KESEHATAN Vol 12, No 3 (2022): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jbik.v12i3.2292

Abstract

Rumah sakit memiliki tanggung jawab memberikan pelayanan kesehatan berkualitas sehingga kepuasan pasien tercapai. Terdapat beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kepuasan pasien peserta JKN yang berkunjung ke Poli Penyakit Dalam RSUD Prof. MA. Hanafiah Batusangkar. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan uji statistik chi-square (p≤0,05). Sebanyak 112 responden yang datang berkunjung diwawancara dengan menggunakan kuesioner penelitian. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat hubungan karakteristik responden (jenis kelamin, umur, tingkat pendidikan, pekerjaan, dan status kepesertaan) dengan kepuasan pasien. Prosedur pelayanan pendaftaran, pelayanan SDM, pelayanan obat, dan fasilitas yang dimiliki RS berhubungan dengan kepuasan pasien. Faktor yang mempengaruhi kepuasan tersebut perlu ditingkatkan kualitasnya sehingga pasien puas dan ingin berkunjung kembali ketika mereka membutuhkan pelayanan.
Pengaruh Pemberian Mesenchymal Stem Cell Wharton’s Jelly terhadap Kadar Malondialdehid (MDA) Serum Tikus Model Osteoartritis Siti Utari Agustina; Endrinaldi Endrinaldi; Nur Afrainin Syah
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol 2 No 3 (2021): September 2021
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jikesi.v2i3.313

Abstract

Latar Belakang: Osteoartritis (OA) merupakan penyakit degeneratif sendi yang disebabkan oleh faktor biomekanik dan biokimia (stress oksidatif). Stres oksidatif dapat meningkatkan terjadinya kerusakan pada kartilago sendi. Malondialdehid merupakan biomarker stres oksidatif. Objektif: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian mesenchymal stem cell Wharton’s Jelly terhadap kadar MDA serum tikus model osteoartritis Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan posttest-only control group design. Sebanyak 24 ekor tikus dibagi menjadi empat kelomok, yaitu P1, P2, P3, dan P4. Semua kelompok diinduksi monosodium iodoacetate (MIA) secara intra-artikular pada lutut kiri tikus dan dibiarkan selama 21 hari sehingga mengalami OA. P1 dan P3 adalah kelompok tikus OA tanpa diterapi MSC-WJ selama 4 minggu dan 8 minggu. P2 dan P4 adalah kelompok tikus OA yang diterapi MSC-WJ selama 4 minggu dan 8 minggu. Pengukuran kadar MDA serum dilakukan dengan metode thiobarbituric acid reactive substances (TBARS). Analisis data menggunakan One way ANOVA dan Post Hoc Bonferroni. Hasil: Rerata kadar MDA serum pada kelompok P1 (2,78 nmol/ml), kelompok P2 (2,03 nmol/ml), kelompok P3 (3,66 nmol/ml), dan kelompok P4 (1,77 nmol/ml). Terdapat perbedaan yang bermakna pada tiap kelompok dengan p= 0,000 (p<0,05). Kesimpulan: Pemberian mesenchymal stem cell Wharton’s Jelly berpengaruh terhadap penurunan rerata kadar MDA serum tikus model osteoartritis.
Hubungan Jumlah Leukosit dengan Trombosit pada Infeksi Dengue Primer dan Dengue Sekunder Wendy Syafutra; Almurdi Almurdi; Nur Afrainin Syah
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol 2 No 3 (2021): September 2021
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jikesi.v2i3.326

Abstract

Latar Belakang: Demam Berdarah Dengue (DBD) masih merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang utama di Indonesia. Leukopenia dan trombositopenia merupakan dua temuan laboratorium yang sering ditemukan pada perjalanan penyakit DBD. Objektif: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara jumlah leukosit dengan trombosit pada infeksi dengue primer dan sekunder. Metode: Penelitian ini merupakan analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian adalah pasien yang didiagnosis DBD di RSUP Dr.M.Djamil Padang dan RST Solok yang terdiri dari 2 kelompok data yaitu infeksi dengue primer dengan 24 sampel dan infeksi dengue sekunder 30 sampel. Waktu penelitian periode Januari - Juli 2020. Hasil: Penelitian didapatkan infeksi dengue primer dengan rata-rata trombosit adalah 68.250 /mm3 dan rata-rata leukosit 3.922,5/mm3, infeksi dengue sekunder dengan rata-rata trombosit adalah 54.000 /mm3 dan rata-rata leukosit 4.272 /mm3. Terdapat korelasi tidak bermakna antara jumlah leukosit dengan trombosit pada infeksi dengue primer maupun sekunder dan koefisien regresi jumlah leukosit sebesar 0,484 pada infeksi dengue primer dan 0,010 pada infeksi dengue sekunder. Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan antara jumlah leukosit dengan trombosit pada infeksi dengue primer dan dengue sekunder.
Relationship Of Maternal Nutrition Status And Mother's Height Of Stunting Events In Tolls At Puskesmas Pagambiran Annisa Namirah Nasution; Vaulinne Basyir; Rinang Mariko; Nur Afrainin Syah; Yusri Diannne Jurnalis; Hudila Rifa Karmia
Contagion: Scientific Periodical Journal of Public Health and Coastal Health Vol 5, No 1 (2023): CONTAGION
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/contagion.v5i1.14973

Abstract

Abstract Stunting is a chronic malnutrition problem characterized by height for age which is <-2 SD according to the median standard of child growth. Stunting causes poor quality of human resources, which will reduce productivity. The factor causing the problem of stunting In Tools AtPagambiran Health Center, Padang City is the lack of clean water sanitation. The purpose of this study was to determine the relationship between the nutritional status of the mother, the height of the mother, and the mother's knowledge of the incidence of stunting in toddlers at the Pagambiran Health Center, Padang City.This research is an observational analytic study with a cross-sectional design. This research was conducted at the Pagambiran Health Center in Padang City with 3457 populations in November 2021-December 2022. The research sample was 174 mothers and children aged 24-59 months. Sampling using Stratified Random Sampling and Simple Random Sampling. Data collection used a questionnaire and the MCH handbook. The statistical tests used are Chi-square and Logistic Regression.The results of the univariate study found that 55 mothers (31.6%) had a history of chronic energy deficiency, and 12 mothers (6.9%) had a height < 150 cm. The results of the bivariate study using chi-square analysis obtained the p-value of each variable, namely the mother's nutritional status (p=0.005) and mother's height (p=0.018). The study concludes that there is a relationship between the mother's nutritional status and the mother's height in the incidence of stunting in toddlers at the Pagambiran Health Center, Padang City. Researchers suggest that counseling related to stunting can be carried out for pregnant women and prospective brides as an initial preventive measure. Keywords: Chronic Energy Deficiency, Mother's Height, Stunting.
Bacterial Profile and Antimicrobial Resistance Patterns of Pleural Empyema in Pekanbaru Hospitals Yovi, Indra; Safari, Dodi; Syah, Nur Afrainin; Anggraini, Dewi; Hanifah, Zulfa Nur; Shapira, Vanesya Zahrani; Elliyanti, Aisyah
Jurnal Respirologi Indonesia Vol 44, No 1 (2024)
Publisher : Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI)/The Indonesian Society of Respirology (ISR)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36497/jri.v44i1.590

Abstract

Background: Empyema is a problem worldwide due to its high incidence, mortality, and morbidity rates. So, administering antibiotics is mandatory to treat the disease. It should be sensitive to the causal microorganisms and avoid resistant ones for treatment efficacy. This research aimed to determine bacterial profile and antimicrobial resistance, which can be fundamental foundations for clinical practices in the treatment of patients, especially in Pekanbaru.Methods: This was a cross-sectional study from medical records at Arifin Achmad and Eka Hospitals from January 1, 2015, to December 31, 2022, including culture and antibiotic resistance test results with samples from pleural fluid and antibiotic susceptibility test using VITEK 2.0.Results: A total of 197 pleural fluid specimens were obtained. Gram-negative bacteria were found to be the most prevalent at 79.7%, namely Klebsiella pneumoniae (18.5%), Escherichia coli (12.0%), and Pseudomonas aeruginosa (11.0%). Gram-positive bacteria were found at 12.2%, the most common being Staphylococcus aureus (6.1%) and Enterococcus faecalis (2.0%). Antibiotic sensitivity tests for Gram-negative bacteria showed that amikacin and tigecycline were the most sensitive, and Gram-positive bacteria showed the most sensitivity to linezolid, tigecycline, and vancomycin. The resistance of Klebsiella pneumoniae and Escherichia coli to cephalosporins was 18.5% and 75.0%, respectively. The resistance of Klebsiella pneumoniae, Escherichia coli, and Pseudomonas aeruginosa to carbapenems was 8.0%, 13.0%, and 53.0%, respectively.Conclusion: Gram-negative is the most common microorganism found in pleural empyema. The resistance of multiresistant bacteria to antibiotics is high and requires supervision to apply appropriate antibiotic administration based on local antimicrobial patterns and the need to strengthen antimicrobial stewardship programs. 
Community Attitude Toward The Behavior Of Reducing and Handling Plastic Waste In Water Sweet Beach Area, Padang City Hasibuan, Rira Fauziah; Syah, Nur Afrainin; Burhan, Ida Rahmah
EKSAKTA: Berkala Ilmiah Bidang MIPA Vol. 22 No. 2 (2021): Eksakta : Berkala Ilmiah Bidang MIPA (E-ISSN : 2549-7464)
Publisher : Faculty of Mathematics and Natural Sciences (FMIPA), Universitas Negeri Padang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (775.466 KB) | DOI: 10.24036/eksakta/vol22-iss2/256

Abstract

The aim of the study was to describe people's attitudes towards the behavior of reducing and handling plastic waste in the Air Manis Beach area of Padang City. This research method uses a qualitative approach in the form of grounded theory. The data were analyzed in two stages, namely concept formation and concept development. The results of the study describe people's attitudes towards the behavior of reducing and handling plastic waste as seen from: (1) the degree of public knowledge about plastic waste reduction and management; (2) public understanding of the impact of plastic waste; (3) cultural values believed by the community.
SKRINING PENYAKIT KECACINGAN DAN GANGGUAN VISUS PADA SISWA SD DI KELURAHAN SUNGAI PISANG KECAMATAN BUNGUS TELUK KABUNG KOTA PADANG Cimi Ilmiawati; Siti Nurhajjah; Nur Afrainin Syah; Mohamad Reza; Efrida Efrida; Eka Nofita; Hasmiwati Hasmiwati; Selfi Renita Rusjdi; Nuzulia Irawati; Sukri Rahman; Elmatris Elmatris; Desmawati Desmawati; Nur Indrawaty Lipoeto; Afriwardi Afriwardi
BULETIN ILMIAH NAGARI MEMBANGUN Vol. 2 No. 4 (2019)
Publisher : LPPM (Institute for Research and Community Services) Universitas Andalas Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/bina.v2i4.114

Abstract

Sungai Pisang Village is a village that has only been accessible by smooth road roads in the past year in Padang City. Previously this village was only accessible by sea and by lousy road. This condition causes the Pisang River community to lag in socio-economic and health aspects. This activity aims to screen for worms in elementary school students in Sungai Pisang village because worms are closely related to environmental health and affect the quality of human resources experiencing growth and development. Screening for worms is carried out by examining fecal preparations. This activity also aims to check visual acuity in elementary students and make references for sharp vision correction to learn well. Visual acuity checks were carried out using a Snellen card. The results of the examination showed that 3/143 students had worms and 3/273 students had visual disturbances. Students with worms are recommended to go to the Puskesmas to be given deworming medicine, and students with visual impairments are facilitated for examination by an ophthalmologist and given glasses if needed.