Claim Missing Document
Check
Articles

RUMAH SUSUN SINDULANG MANADO: Arsitektur Perilaku Leon S. P. Kondoy; Ingerid L. Moniaga; Esli D. Takumansang
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 11 No. 2 (2022): DASENG Volume 11, Nomor 2, November 2022
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daerah aliran sungai adalah satu hal yang seringkali dikesampingkan dari fokus pemerintah. Daerah sungai hanya menjadi sebuah hal yang terabaikan dari beberapa aspek.. Dampaknya kawasan kumuh terus berkembang secara ganas di pinggir sungai. Kota Manado, mempunyai bahkan memiliki pertumbuhan masa yang semakin bertambah per tahunnya. Seiring dengan hal itu, Kota Manado mempunyai daerah permukiman kumuh yang masuk dalamkategori kumuh ringan, sedang bahkanpun berat . Kawasan sungai Tondano menjadi yang paling sering diperhatikan karena dominan. permukiman kumuh yang ada mengakibatkan area ini pun pernah mengalami banjir bandang. Perilaku yang sering muncul pada beberapa aktifitas permukiman di daerah bantaran sungai adalah masyarakat yang memanfaatkan lahan sebagai tempat bermain anak- anak, melakukan interaksi sosial, sebagai aktivitas ekonomi (berjualan), mencuci di luar unit hunian, serta pembuangan limbah yang dilakukan di sungai. Akibatnya, pola kehidupan mereka terlihat semerawut, mulai dari pola penataan hunian atau rumah tinggal, sistem drainase (air bersih- air kotor), sistem penghawaan dalam ruang hunian, sistem buangan limbah, sampai pada sistem utilitas dan sarana dan prasarana lingkungan yang tidak sedap dipandang mata. Kalau tidak segera dilakukan penataan permukiman, maka dampak buruknya selain fungsi sungai yang hilang dan citra kota menjadi buruk, juga jiwa masyarakat bantaran sungai dapat terancam ketika suatu waktu terjadi banjir. Sehingga dari permasalahan yang ada inilah maka diadakanlah perencanaan perancangan Rumah susun pada kawasan aliran sungai Tondano di Manado dengan menerapkan pendekatan tema “Arsitektur Perilaku” pada desain. Kata Kunci : Rumah Susun, Sindulang Manado, Arsitektur Perilaku
SHOPPING MALL DI MINAHASA UTARA. “ARSITEKTUR BIOMORFIK” Febrian Rumambi; Frits O. P. Siregar; Esli D. Takumansang
MEDIA MATRASAIN Vol. 17 No. 1 (2020)
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35792/matrasain.v17i1.37028

Abstract

Minahasa utara merupakan salah satu kabupaten diprovinsi Sulawesi Utara yang sedang berkembang pesat dalam pembangunan baik dari segi perekonomian dan sosial dengan jumlah penduduk yang semakin meningkat pada tiap tahunnya. Perkembangan masyarakat akan kemudahan akses teknologi dan informasi merupakan hal yang paling pesat saat ini diaman gaya hidup masyarakat mulai berubah, perilaku konsumtif yang akan semakin meningkat sehingga kebutuhan masyarakat akan semakin berfariasi seiring berjalannya waktu dengan diperkenalannya berbagai produk baru dari luar. Berdasarkan pertimbangan tersebut saat ini merupakan kesempatan dimana dengan menghadirkan Shopping Mall khususnya di Minajasa Utara diharapkan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat dimana tidak hanya menjadi fasilitas yang menyediakan fungsi perdagangan, namun juga fungsi rekreasi. Pembangunan Shopping Mall di Minahasa Utara juga diharapkan dapat menjadi suatu daya tarik baru bagi penduduk luar Minahasa Utara dimana dengan menyediakan suatu icon baru yang dapat memperkenalkan produk-produk lokal diharapkan dapat memberi nilai lebih terhadap Minahasa Utara. Arsitektur Biomorfik sebagai tema perancangan dimana arsitektur sebagai bangunan dilihat sebagai suatu objek yang memiliki penampilan sifat-sifat makhluk hidup dimana arsitektur biomorfik berkemampuan  untuk  berkembang  dan tumbuh, dimana mampu beradaptasi dengan kebutuhan dan lingkungannya, hal ini berpengaruh terhadap dampak timbal balik Shopping Mall terhadap lingkungan lokasi didirikannya. Diharapkan dapat saling menguntungkan untuk kelangsunan pertumbuhan perekonomian Minahasa Utara
MEETING INCENTIVE CONFERENCE EXHIBITION (MICE) BUILDING DI MANADO: Metafora Kombinasi David Singal; Suryono; Esli D. Takumansang
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 12 No. 1 (2023): DASENG Volume 12, Nomor 1, Januari 2023
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konvensi berhubungan erat dengan istilah MICE. Kepanjangan MICE sebagai meeting, incentive, conference and exhibition telah dikenal secara Iuas di dunia dan menjadi istilah umum dalam industri pariwisata. Industri MICE merupakan industri yang masih muda, di kenal di Eropa dan Amerika Utara sekitar 50 tahun yang lalu, dan konsep ini masih cenderung baru dan belum tereksplorasi di negara-negara dunia ketiga namun perkembangan industri ini sangat diminati di negara-negara berkembang, karena sangat efektif memberikan dampak ekonomi surplus. Kegiatan bisnis MICE berpotensi membuka lapangan kerja baru, tidak hanya membuka lapangan kerja baru, tetapi juga menciptakan pekerjaan yang tetap bagi masyarakat yang memiliki kemampuan tidak berbeda dengan bisnis pariwisata yang banyak diciptakan di negara-negara dengan GDP sedang dan tinggi. Kegiatan MICE merupakan bisnis yang lebih ramah lingkungan apabila dibandingkan dengan turisme massal, karena pelaku bisnis ini cenderung minim yang dengan sendirinya mengurangi kebutuhan transportasi sehingga terjadi penurunan volume emisi karbon dan angka kemacetan (Rogers, 2003). Dalam tahapan perencanaan ini, lahan sebagai lokasi terpilih bertempat di Kota Manado tepatnya di area Kecamatan Mapanget dengan alasan kedekatan area Mapanget dengan bandar udara Sam Ratulangi sehingga mempermudah aksesibilitas bagi tamu-tamu dari luar wilayah kota Manado. Selain itu area Mapanget juga dicanangkan oleh pemerintah provinsi sebagai pusat kawasan ekonomi yang sebelumnya berada di area Boulevard. Pendekatan metafora menjadi tema terpilih dimana pendekatan ini mengacu pada simbol daerah dan budaya Minahasa dimana dalam aplikasinya, gubahan bangunan ini memberi penegasan (focal point) akan identitas daerah dan destinasi wisata daerah. Kata Kunci: Ekshibisi, konferensi, metafora
TOMOHON AGRIKULTUR CITYWALK: Arsitektur Organik Firstnoel N. Wowor; Pierre H. Gosal; Esli D. Takumansang
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 12 No. 1 (2023): DASENG Volume 12, Nomor 1, Januari 2023
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Tomohon merupakan Kota yang memiliki berbagai macam keragaman dari segi Lifestyle serta terkenal akan berbagai macam Budaya Agrikultur serta olahannya di provinsi Sulawesi Utara. Oleh karena itu, Hadirnya objek Citywalk bermaksud untuk mewadahi aktivitas urban pada segi lifestyle serta dari segi edukasi serta jual beli di bidang budidaya Hortikultura untuk hadir di Kota Tomohon. Penerapan Prinsip-Prinsip Arsitektur Organik pada desain ruang luar serta ruang dalam untuk mencapai tujuan diaman objek dapat membaur dengan lingkungan sekitar tapak. Gaya Arsitektur Organik memicu kepada alam sekitar sebagai acuan dan pedoman untuk mengatasi masalah pada perancangan objek Tomohon Agrikultur Citywalk. Dengan hadirnya Tomohon Agrikultur Citywalk diharapkan agar dapat memberikan fasilitas bagi aktivitas perbelanjaan barang dan jasa serta rekreasi yang ada di Sulawesi Utara Khususnya di Kota Tomohon dan juga dapat memberikan lapangan kerja bagi petani-petani sekitar untuk mencapai kepada sector Pertanian yang Cemerlang. Kata kunci :Penelitian, Lifestyle, Agrikultur, Kota Tomohon, Sulawesi Utara
PUSDIKLAT DAMKAR DI KOTA MANADO: Lingkungan Binaan Responsif Christofel Jacob; Dwight M. Rondonuwu; Esli D. Takumansang
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 12 No. 2 (2023): DASENG Volume 12, Nomor 2, April 2023
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu bencana yang dapat menjadi ancaman bagi manusia adalah kebakaran. Tata letak bangunan di Kota Manado yang cenderung tidak beraturan dan saling berdekatan dengan batas tembok yang saling menempel menjadi salah satu pemicu terjadinya kebakaran yang cepat merambat dan menimbulkan kerusakan yang lebih besar dan fatal. Dalam penanganannya, dibutuhkan tenaga profesional seperti petugas pemadam kebakaran (damkar) yang terlatih dan teredukasi dengan baik. Adanya kantor pemadam kebakaran di kota Manado sangat membantu penanganan kebakaran yang bisa terjadi kapanpun. Namun, fasilitas kantor sendiri tidak banyak menjawab perihal kinerja para petugas damkar yang dituntut profesional; terlatih dan teredukasi dengan baik. Oleh karena itu, objek seperti Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Damkar dinilai penting untuk dihadirkan. Dalam merancang objek ini, tema yang diangkat ialah Lingkungan Binaan Responsif yang dapat menjembatani kehidupan sosial pengguna dengan tata lingkungan sekitarnya melalui implementasi beberapa prinsip-prinsip tema tersebut sehingga respon pengguna terhadap bangunan bahkan terhadap lingkungan luar dapat tercipta. Kata Kunci : Pusdiklat Damkar, Lingkungan Binaan Responsif
MIX-USE TERMINAL DAN PUSAT PERBELANJAAN DI TAHUNA: Arsitektur Neo Vernakular Oscar V. Tatengkeng; Cynthia E. V. Wuisang; Esli D. Takumansang
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 12 No. 2 (2023): DASENG Volume 12, Nomor 2, April 2023
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Terminalimerupakan tempat berpusatnyaitransportasi yangisangat dibutuhkanioleh masyarakat berkaitanidengan transportasi darat . Terminali termasukisalah satu unit pelayananiumum dalam hal transportasi yaitu dalam pergerakan serta perpindahan manusia dan barang dari suatu tempat ke tempat lainiyang merupakan simpulidari sistem jaringanitransportasi. Pusat perbelanjaan dalm parawisata merupakan wadahi bagi perdagangan, pasari yang asli setempat (indigenous, native) yang berlangsung isejak lama. Menurut Max Waber,memandang suatu tempatiitu kota jikaipenghuninya sebagian besar telah mampu memenuhi kebutuhannyailewat pasar setempat. Oleh sebab itu pasaribisa di katakan dapat menjadiisebuah ciri khas dan meningkatkanicitra suatuikawasan menjadiilebih baik. Terkaitidenganiakses suatu kawasan parawisata, moda transportasi termasuk elemen yang penting dalam parawisata yang berperan dalam memudahkaniakses dalam keterjangkauanitempat wisata. Sementara fasilitas yangidibutuhkan lebih disarankan kedalam pembangunan dan perbaikan fasilitas umum seperti angkutan umum dan wadah bagi angkutan umum. Kondisi transportasi di Kabupaten Tahuna saat ini terdiri atas angkutanitradisionalibecak, dan taksi sebagai angkutanitransportasi umum yang dapat mengantaripenumpang ke seluruh tujuan tanpa pembagian rute atau jaluriarah kendaraan. Kondisi – kondisiiini menyebabkan terjadi ketidakaturan dalam lalu lintasikendaraan umum di Kabupaten Tahuna yang menimbulkan masalah kecelakaan akibat kacaunya lintasanikendaraan umum. Konsep Perancangan MIX-USE Terminal dan Pusat Perbelanjaan KabupateniKepulauan Sangiheikhususnya KotaiTahuna menerapkanitema ArsitekturiNeo Vernakularipada bangunan, yang memunculkaniikon baruidengan tetap mempertahankan unsur-unsuritradisional di kotaiTahuna. Kata Kunci: terminal, perbelanjaan, neo vernakular
VILLA RESORT KAKI GUNUNG KLABAT DI KABUPATEN MINAHASA UTARA: Arsitektur Neo Vernakular Christie G. Tooy; Judy O. Waani; Esli D. Takumansang
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 13 No. 1 (2024): DASENG Volume 13 Nomor 1, Februari 2024
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Minahasa Utara adalah salah satu kabupaten di Provinsi Sulawesi Utara yang sedang berkembang, dan memiliki beragam destinasi wisata baik wisata alam, sejarah, budaya, religi dan kuliner yang cukup terkenal dan mampu menarik berbagai wisatawan untuk datang berkunjung. Merujuk pada data yang didapatkan dari Dinas Pariwisata, adanya peningkatan jumlah wisatawan di Kabupaten Minahasa Utara dari tahun 2017 sampai 2019 sehingga diperlukan penambahan sarana akomodasi dan rekreasi baru. Villa Resort Kaki Gunung Klabat adalah sebuah wujud rancangan untuk menjawab kebutuhan sarana akomodasi dan rekreasi tersebut. Villa Resort ini merupakan suatu destinasi wisata yang baru yang berada di pegunungan, mengingat destinasi wisata yang berada di pegunungan Kabupaten Minahasa Utara masih terbilang sedikit dibandingkan dengan destinasi yang berlokasi di pantai atau kepulauan, dan dengan adanya penerapan tema Arsitektur Neo Vernakular pada perancangan Villa Resort ini diharapkan bisa menjadi salah satu pengenalan budaya Minahasa bagi para wisatawan. Villa Resort Kaki Gunung Klabat ini juga diharapkan bisa ikut meramaikan kegiatan perekonomian maupun kegiatan pariwisata di Kabupaten Minahasa Utara. Kata Kunci: Villa Resort, Kabupaten Minahasa Utara, Arsitektur Neo Vernakular
EVALUASI PEMANFAATAN RUANG KAWASAN KESELAMATAN OPERASIONAL PENERBANGAN BANDARA INTERNASIONAL SAM RATULANGI MANADO Kandouw, Sheren Gloria; Gosal, Pierre H.; Takumansang, Esli D.
MEDIA MATRASAIN Vol. 20 No. 2 (2023): MEDIA MATRASAIN
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/matrasain.v20i2.52695

Abstract

ABSTRAK Kawasan Keselamatan Operasional Penerbangan (KKOP) adalah wilayah daratan dan/atau perairan serta ruang udara di sekitar bandar udara yang digunakan untuk kegiatan operasi penerbangan dalam rangka menjamin Keselamatan Penerbangan. Pertumbuhan penduduk Kota Manado dan Kabupaten Minahasa Utara yang signifikan, dan dengan banyaknya destinasi wisata yang ada di Provinsi Sulawesi Utara maka dapat banyak menarik wisatawan dari luar Provinsi Sulawesi Utara untuk datang berkunjung dan menyebabkan kebutuhan akan ruang di kawasan perkotaan semakin meningkat. Dengan ketersediaan lahan yang relatif tetap dan meningkatnya kebutuhan akan ruang, maka perluasan pemukiman atau pembangunan cenderung mendekati kawasan-kawasan disekitar landasan pacu bandara Internasional Sam Ratulangi Manado. Penelitian ini dilakukan dilakukan pada kawasan keselamatan oprasi penerbangan Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado khususnya kawasan Kemungkinan Bahaya Kecelakaan dengan wilayah studi yaitu Kota Manado pada Kecamatan Mapanget di kelurahan Lapangan, kelurahan Mapanget Barat dan Kabupaten Minahasa Utara Kecamatan Talawaan yaitu di desa Wusa. Teknik analisis yang digunakan peneliti yaitu analisis spasial berupa overlay peta dan pembuatan peta tematik, analisis penggunaan lahan dan analisis deskriptif kualitatif dengan fokus variabel yaitu ketentuan kegiatan dan pemanfaatan ruang. Sampel dari penelitian ini sebanyak 85 responden dari masyarakat yang tinggal atau mempunyai lahan di kawasan kemungkinan bahaya kecelakaan.Setelah dilakukan analisis, didapati hasil bahwa bahwa terdapat ketidaksesuaian peruntukan dan pemanfaatan ruang pada kawasan KKOP Khususnya pada Kawasan Kemungkinan Bahaya Kecelakaan. Kata Kunci: Kawasan Keselamatan Operasional Penerbangan, Lahan, dan Pemanfaatan Ruang. ABSTRACT The Aviation Operational Safety Area (KKOP) is the land and water area as well as the airspace around the airport used for flight operations in order to ensure Aviation Safety. The significant population growth of Manado City and North Minahasa Regency, and the many tourist destinations in North Sulawesi Province, can attract many tourists from outside North Sulawesi Province to come to visit and cause the need for space in urban areas to increase. With the relatively fixed availability of land and the increasing need for space, the expansion of settlements or development tends to approach the areasaround the runway of Sam Ratulangi Manado International airport. This research was conducted in theflight operation safety area of Sam Ratulangi Manado International Airport, especially the Possible Accident Hazard area with the study area namely Manado City in Mapanget Sub-district in Lapangan village, West Mapanget village and North Minahasa Regency Talawaan Sub-district, namely in Wusa village. The analysis technique used by researchers is spatial analysis in the form of map overlay and thematic map making, land use analysis and qualitative descriptive analysis with variable focus on activity provisions and space utilization. The sample of this study was 85 respondents from people who live or own land in the accident hazard area. After the analysis, the results showed that there was a mismatch in the designation and utilization of space in the KKOP area, especially in the Possible Accident Hazard Area. Keywords: Aviation Operational Safety Areas, Land and Space Utilization.
PERPUSTAKAAN UMUM DAN TAMAN BACA MANADO: Arsitektur Futuristik Pialandang, Vilia G. S.; Lakat, Ricky M. S.; Takumansang, Esli D.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 13 No. 4 (2024): Daseng Volume 13 Nomor 4, November 2024
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini SDM di Indonesia masih belum memiliki kualitas yang dapat mendukung laju pertumbuhan ekonomi secara maksimal. Hal ini disebabkan oleh berbagai hal, dari masalah pendidikan, kesejahteraan, sosial, ketenagakerjaan, dan lain sebagainya. Indonesia memang sudah dikatakan kaya akan pendidikan. Tetapi pendidikan di Indonesia semakin hari kualitasnya semakin rendah. Banyak desa pelosok yang menjadikan sumber daya manusia rendah sehingga pendidikan generasi muda sangat berpengaruh. Sebab, ada banyak faktor yang mempengaruhi rendahnya kualitas SDM, tetapi faktor yang dominan yaitu pendidikan, karakter manusia itu sendiri, dan kesehatan. (kompasiana.com,2017). Sumber daya manusia yang unggul dapat dibangun melalui budaya literasi yang kuat. Perpustakaan memiliki peran dalam penguatan literasi ini karena menjadi pusat sumber informasi dan pusat sosial budaya untuk memberdayakan masyarakat. Kehadiran perpustakaan yang melayani hingga ke daerah terpencil sebagai tempat pembelajaran sepanjang hayat, bisa dimanfaatkan masyarakat dalam mengembangkan potensi diri.Peningkatan kualitas SDM dilakukan perpustakaan dengan menyediakan sumber bacaan dan memfasilitasi masyarakat dengan berbagai pelatihan dan keterampilan. Selain peningkatan kualitas SDM, hal ini memberdayakan sosial-ekonomi masyarakat. (perpusnas.go.id, 2020) Kata Kunci: Perpustakaan Umum, Taman Baca, Arsitektur Futuristik
EVALUASI PEMANFAATAN RUANG KAWASAN KESELAMATAN OPERASIONAL PENERBANGAN BANDARA INTERNASIONAL SAM RATULANGI MANADO Kandouw, Sheren Gloria; Gosal, Pierre H.; Takumansang, Esli D.
MEDIA MATRASAIN Vol. 20 No. 2 (2023): MEDIA MATRASAIN
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/matrasain.v20i2.52695

Abstract

ABSTRAK Kawasan Keselamatan Operasional Penerbangan (KKOP) adalah wilayah daratan dan/atau perairan serta ruang udara di sekitar bandar udara yang digunakan untuk kegiatan operasi penerbangan dalam rangka menjamin Keselamatan Penerbangan. Pertumbuhan penduduk Kota Manado dan Kabupaten Minahasa Utara yang signifikan, dan dengan banyaknya destinasi wisata yang ada di Provinsi Sulawesi Utara maka dapat banyak menarik wisatawan dari luar Provinsi Sulawesi Utara untuk datang berkunjung dan menyebabkan kebutuhan akan ruang di kawasan perkotaan semakin meningkat. Dengan ketersediaan lahan yang relatif tetap dan meningkatnya kebutuhan akan ruang, maka perluasan pemukiman atau pembangunan cenderung mendekati kawasan-kawasan disekitar landasan pacu bandara Internasional Sam Ratulangi Manado. Penelitian ini dilakukan dilakukan pada kawasan keselamatan oprasi penerbangan Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado khususnya kawasan Kemungkinan Bahaya Kecelakaan dengan wilayah studi yaitu Kota Manado pada Kecamatan Mapanget di kelurahan Lapangan, kelurahan Mapanget Barat dan Kabupaten Minahasa Utara Kecamatan Talawaan yaitu di desa Wusa. Teknik analisis yang digunakan peneliti yaitu analisis spasial berupa overlay peta dan pembuatan peta tematik, analisis penggunaan lahan dan analisis deskriptif kualitatif dengan fokus variabel yaitu ketentuan kegiatan dan pemanfaatan ruang. Sampel dari penelitian ini sebanyak 85 responden dari masyarakat yang tinggal atau mempunyai lahan di kawasan kemungkinan bahaya kecelakaan.Setelah dilakukan analisis, didapati hasil bahwa bahwa terdapat ketidaksesuaian peruntukan dan pemanfaatan ruang pada kawasan KKOP Khususnya pada Kawasan Kemungkinan Bahaya Kecelakaan. Kata Kunci: Kawasan Keselamatan Operasional Penerbangan, Lahan, dan Pemanfaatan Ruang. ABSTRACT The Aviation Operational Safety Area (KKOP) is the land and water area as well as the airspace around the airport used for flight operations in order to ensure Aviation Safety. The significant population growth of Manado City and North Minahasa Regency, and the many tourist destinations in North Sulawesi Province, can attract many tourists from outside North Sulawesi Province to come to visit and cause the need for space in urban areas to increase. With the relatively fixed availability of land and the increasing need for space, the expansion of settlements or development tends to approach the areasaround the runway of Sam Ratulangi Manado International airport. This research was conducted in theflight operation safety area of Sam Ratulangi Manado International Airport, especially the Possible Accident Hazard area with the study area namely Manado City in Mapanget Sub-district in Lapangan village, West Mapanget village and North Minahasa Regency Talawaan Sub-district, namely in Wusa village. The analysis technique used by researchers is spatial analysis in the form of map overlay and thematic map making, land use analysis and qualitative descriptive analysis with variable focus on activity provisions and space utilization. The sample of this study was 85 respondents from people who live or own land in the accident hazard area. After the analysis, the results showed that there was a mismatch in the designation and utilization of space in the KKOP area, especially in the Possible Accident Hazard Area. Keywords: Aviation Operational Safety Areas, Land and Space Utilization.
Co-Authors Aldwin F. Lompoliuw Alvin J. Tinangon Alvin J. Tinangon Andy M. Malik Aristotulus E. Tungka, Aristotulus E. Artahsasta B. P. Binilang, Artahsasta B. P. Bonde, Christiana P. Brawid Sutrisno, Brawid Buangsampuhi, Ria Ch. Tarore, Raymond Christanty Srirejeki Christiana P. Bonde Christie G. Tooy Christofel Jacob Claudia S. Punuh, Claudia S. Cynthia E. V. Wuisang Da Costa, Alarico David Singal Djalil, Soepratman Abd Duwila, Rifandi Dwight M. Rondonuwu Eko Soegiarto, Eko Faizah Mastutie Febrian Rumambi Fela Warouw Fela Warouw Fella Warouw Ferdinand Sagisolo Firstnoel N. Wowor Folasimo, Desriyati H. Fransisca J. Bawembang Frits O. P. Siregar Frits O. P. Siregar Hendriek H. Karongkong Indradjaja Makainas Ingerid L. Moniaga Ingerid L. Moniaga Jacobus, Adrian Jefrey I. Kindangen Johannes Van Rate Johansen C. Mandey Joseph Rengkung Judy O. Waani Judy O. Waani Julianus A. R. Sondakh Julianus A. R. Sondakh Julianus A.R. Sondakh Juneyver Lemeng Juningsih T. A. Karaeng Kandouw, Sheren Gloria Kawahe, Imanuel H. A. Kerin M. Karisoh Lakat, Ricky M. S. Laras Pitaloka, Dyah Leidy M. Rompas Leon S. P. Kondoy Leonardy V. Wuaten Linda Tondobala Linda Tondobala Longaris, Sendy Loudy M.B. Kalalo Lucy J. Wagey Manorek, Heski Maulana S. Sumaryono Meylita, Watuseke M. Meytti Y. Sabarofek Missah, Rizkyanto Efraim Monica C. K. Tanod Nissia E.M. Kaunang Octavianus Hendrik Alexander Rogi Oscar V. Tatengkeng Patrycia A. J. Sandil Peggy Egam Pialandang, Vilia G. S. Pierre H. Gosal Pilat, Christhalia D. P. Rahmat Qadri Adipu Raymond Ch. Tarore Raymond Ch. Tarore Reksy Ch. Sambuaga Ricky M. S. Lakat Ricky S. M. Lakat Rieneke L. E. Sela Rikha C. Sinampu Rombon, Orlando R. Rompas, Jufri H. Roosje J. Poluan Rumambi, Febrian Rumengan, Michael Rinaldi Clipper Runita Rasyid Sembiring, Ririn E. V. Sonny Tilaar Steven Lintong Stevi Buloglabna Suawah, Alya Graciela Rahmadini Surijadi Supardjo Suryono Sutrisni Napu, Sutrisni Tangkere, Yosua Trajuman, Rendi W. Umamit, Praditia Supanji Uniplaita, Andre E. Waleleng, Deofishart Ch. Windy Mononimbar Woy, Tesalonika Miranda Wuntu, Brinda H. Wuritimur, Kasawuri Y. A. L. F Yakobus Sumallea, Yakobus Zefanya Saerang