Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Penggunaan Taman Aktif Berdasarkan Aktivitas di Kota Manado Maulana S. Sumaryono; Andy M. Malik; Esli D. Takumansang
SPASIAL Vol. 11 No. 1 (2023): Volume 11 no.1 2023
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dinamika kehidupan komunal bergantung pada adanya ruang terbuka. Masyarakat bisa mendapatkan keuntungan dari adanya area publik ini dengan menggunakannya untuk memfasilitasi acara yang mendorong interaksi antar penduduk setempat. Sebagai salah satu fasilitas publik yang juga merupakan komponen ruang terbuka hijau, taman kota berfungsi sebagai representasi ruang terbuka kota yang esensial, Taman kota memberikan banyak manfaat (multifungsi) yang terkait dengan kegiatan hidrologi, ekologi, Kesehatan, estetika, sosial, dan rekreasi, selain sebagai area terbuka hijau. Taman kota memberikan banyak manfaat (multifungsi) yang terkait dengan kegiatan hidrologi, ekologi, kesehatan, estetika, sosial, dan rekreasi, selain sebagai area terbuka hijau. Taman kota sendiri diklasifikasikan lagi menjadi 2 (dua) bagian yaitu terdiri dari taman aktif dan taman pasif. Taman aktif dan taman pasif adalah dua kategori di mana taman kota dibagi. Yang dimaksud dengan “taman aktif” adalah taman yang berfungsi sebagai lokasi kegiatan seperti olahraga, relaksasi, bermain, dan kegiatan sejenis lainnya serta dilengkapi dengan fitur pendukung taman. Taman pasif, di sisi lain, adalah taman yang hanya berfungsi sebagai fitur dekoratif. Kata Kunci: Ruang Terbuka, Taman Kota, Taman Aktif
PENENTUAN CENTRAL PLACE KAWASAN AGROPOLITAN KLABAT Nissia E.M. Kaunang; Loudy M.B. Kalalo; Esli D. Takumansang
SPASIAL Vol. 11 No. 1 (2023): Volume 11 no.1 2023
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Minahasa Utara sebagai salah satu wilayah yang memiliki potensi pertanian yang besar ditandai dengan kontribusinya pada Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Minahasa Utara dan Provinsi Sulawesi Utara. Potensi pertanian ini didukung dengan penetapan suatu Kawasan Agropolitan yaitu Kawasan Agropolitan Klabat yang ditetapkan pada Peraturan Daerah Kabupaten Minahasa Utara nomor 01 Tahun 2013 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Minahasa Utara Tahun 2013 – 2033 yang meliputi 5 Kecamatan yaitu Kecamatan Kalawat, Kecamatan Dimembe, Kecamatan Kauditan, Kecamatan Talawaan dan Kecamatan Likupang Selatan. Penetapan Kawasan Agropolitan perlu ditindaklanjuti dengan menentukan central place yang berfungsi sebagai tempat perdagangan dan jasa bagi hasil olahan komoditas unggulan yang ada. Penelitian ini menentukan central place pada desa pusat pertumbuhan yang ada pada kecamatan pusat pertumbuhan menggunakan metode analisis aksesbilitas, indeks sentralitas dan skoring berdasarkan standar Kawasan Terpilih Pusat Pengembangan Desa (KTP2D). Analisis aksesbilitas dan indeks sentralitas dilakukan untuk menentukan kecamatan pusat pertumbuhan dengan melakukan perangkingan kecamatan ditinjau dari jarak tempuh, kualitas transportasi dan ketersediaan fasilitas agropolitan, selanjutnya desa pada kecamatan pusat pertumbuhan dilakukan skoring ditinjau dari potensi unggulan, sarana prasarana, kepadatan penduduk, kelembagaan masyarakat dan aksesbilitas untuk menentukan desa sentral yang menjadi central place. Kata Kunci: Kawasan Agropolitan Klabat;Central Place;Kabupaten Minahasa Utara.
HOTEL RESORT di TAHUNA. Arsitektur Metafora Juneyver Lemeng; Esli D. Takumansang; Hendriek H. Karongkong
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 8 No. 1 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 1, Mei 2019
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v8i1.24616

Abstract

Tahuna Baraat merupakan salah satu kecamatan yang terletak di wilayah Kabupaten Kepulauan Sangihe Propinsi Sulawesi Utara. Pariwisata di Tahuna Barat mempunyai prospek yang baik dan masih dapat dikembangkan secara lebih optimal. Objek wisata yang beragam menjadi salah satu potensi dalam sektor pariwisata di Tahuna Barat sehingga tergolong primadona dalam menghasilkan devisa Negara. Keindahan yang menakjubkan dari pulaupulau dan pantai-pantai yang terdapat di Kabupaten Kepulauan Sangihe diprediksi akan semakin diminati wisatawan domestik maupun mancanegara. Penekanan desain pada hotel resort ini adalah arsitektur metafora yang mengambil ide-ide bentukan dari makhluk hidup di alam yang kemudian diterapkan pada denah, ornament, bentuk jendela atau pintu, bentuk atap, material dan warna. Kajian diawali dengan mempelajari pengertian dan hal-hal mendasar mengenai Hotel Resort, tipe dan syarat hotel, sejarah dan perkembangan hotel, pedoman perencanaan hotel resort dan tinjauan arsitektur metaforaa. Akhirnya, seluruh hasil kajian dituangkan dalam bentuk program ruang dan konsep-konsep perancangan yang diaplikasikan ke dalam desain yang dipresentasikan ke dalam bentuk gambar-gambar arsitektur.Kata Kunci : Metafora , Hotel, Tahuna, Resort.
ARBORETUM GALLERY OF PLANTS DI TAMAN RAYA HUTAN GUNUNG TUMPA. Outdoor - Enclusure Rikha C. Sinampu; Alvin J. Tinangon; Esli D. Takumansang
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 8 No. 1 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 1, Mei 2019
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v8i1.24619

Abstract

Perkembangan jaman semakin pesat, membuat kehidupan masyarakat juga ikut terpengaruh dengan pemikiran kepentingan diri sendiri. Memetik bunga, menebang pohon sembarangan tanpa tahu apa akibat dari perbuatan yang diperbuat. Dengan hal itu membuat tumbuhan menjadi suatu hal yang tak lagi dipandang indah dan berguna bagi kelangsungan hidup manusia.Dengan menerapkan tema Outdoor enclosure dan merekreasikan edukasi tentang tumbuhan, membuka kemungkinan tentang wadah untuk memperluas wawasan serta ilmu pengetahuan akan tumbuhan bagi masyarakat. Arboretum “The gallery of plants” menjadi suatu wadah yang tepat bagi masyarakat di berbagai kalangan usia untuk dapat lebih mendalami arti penting tumbuhan dalam kehidupan di bumi.Metode desain generasi II yang sistematis dimulai dari pengumpulan data, menganalisis data yang ada, serta menghasilkan sintesis, bahkan melakukan beberapa proses perputaran transformasi bentuk dengan mempertimbangkan beberapa keadaan lingkungan yang ada, bahkan sampai menyelesaikan akhir proses Arboretum “The gallery of plants” dengan tema Outdoor enclosure untuk menjadi wadah kebutuhan bagi masyarakat di tengah-tengah kondisi kritis bumi saat ini. Kata kunci : Outdoor, Enclosure, Arboretum, Gallery, Plants, Taman Hutan Raya Gunung Tumpa.
HOTEL RESORT DI PULAU LEMBAH. Genius Loci Meytti Y. Sabarofek; Dwight M. Rondonuwu; Esli D. Takumansang
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 8 No. 2 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 2, November 2019
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v8i2.27808

Abstract

Hotel resort merupakan sarana berupa fasilitas untuk menginap bagi pengunjung yang berlibur di tempat-tempat wisata yang biasaanya berada di luar kota yang menawarkan pemandangan yang indah di sekitarnya. Kecamatan paudean lembeh selatan di  bitung memiliki karekterrustik wisata pesisir yang has dan banyak di minati turis lokas dan tusir asing. Namun sarana wisata  yang terdapat di pulau lemh masi sangat minim dan terbatas bahkan kurang representatif diliahat dari aspek arsitektyr. tujuan perancangan ini adalah merencanakan hotel resort yang representatif dengan pendekatan genius loci .metode perancangan mengacu pada teori John Zeizel dan menggunakan pendekatan tipologi,temati serta lokasi tapak. Sedangkan proses perancangan di mulai dari pengumpulan data, analisi, sintesis, dan konsep perancangan . adapun hasil perancangan berupa transformasi konsep  ke dalam perancangan arsitektur seperti siteplan,layout,denah,tapak,potongan,prespektif dan gambar tambahan lainnya... penerapan tema genius loci terdapat pada tampilan arsitektur atap,dinding luar interior, dan desdain ruang luar.  Kata Kunci: Hotel Resort, Genius Loci,Pulau Lembeh
PUSAT PELATIHAN DAN EKSIBISI TATA BUSANA DI MANADO. Arsitektur Metafora Christanty Srirejeki; Cynthia E. V. Wuisang; Esli D. Takumansang
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 9 No. 1 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 1, Mei 2020
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v9i1.31152

Abstract

Perkembangan fashion yang pesat pada masa kini memberikan dampak pada bidang tata busana, dimana pelaku dan peminat tata busana semakin banyak bermunculan. Di Indonesia sendiri khususnya Kota Manado merupakan salah satu kota yang dengan cepat bisa mengikuti perkembangan fashion, namun industri fashionnya belum cukup terlihat. Oleh karena itu, diperlukan suatu wadah pendidikan yang bisa mengembangkan bakat dan minat dalam membuat busana serta mendesain model sampai cara memadukan karya mereka sendiri. Dimana tersedia fasilitas lengkap untuk menciptakan karya, memberikan informasi rancangan dan mempromosikan rancangan, memperagakan berbagai mode, serta mengembangkan diri seperti pembentukan mental dan kepercayaan diri, etika dan sikap professional. Dengan adanya Pusat Pelatihan dan Eksibisi Tata Busana ini diharapkan bisa menjadi wadah bagi masyarakat yang ingin mempelajari ilmu dan perancangan fashion dari awal dan lebih dalam lagi, yang tidak hanya melahirkan desainer dan model yang berkualitas dan professional dan juga membantu meningkatkan perkembangan mode dan perekonomian di Indonesia, khususnya di Manado. Dan juga bisa memfasilitasi setiap acara berupa pameran tata busana, maupun pesta pernikahan. Tema perancangan yang digunakan untuk bangunan ini yaitu Arsitektur Metafora. Konsep yang diterapkan adalah Metafora Tangible, yang mengambil bentuk dari kepompong ulat sutera.Kata Kunci: Fashion, Pusat Pelatihan dan Eksibisi Tata Busana, Arsitektur Metafora
PUSAT EKSIBISI DIGITAL DAN MALL DI MANADO, Eko Futuristik Zefanya Saerang; Esli D. Takumansang; Steven Lintong
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 9 No. 2 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 2, November 2020
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v9i2.34533

Abstract

Revolusi Industri 4.0 memberi pengaruh besar dalam kehidupan saat ini diantaranya adalah mendorong penggunaan teknologi digital dalam skala besar, saling ketergantungannya aktivitas ekonomi, mempengaruhi aspek demogafi suatu negara dan melahirkan konsep Society 5.0 (Masyarakat 5.0) yang mana manusia berperan besar mentransformasi teknologi bagi kemanusiaan. Di Indonesia pesatnya kemajuan teknologi digital diberbagai sektor seiring tumbuhnya pengguna teknologi memicu munculnya Startup (Perusahaan Rintisian Teknologi). Pada sumber data Indonesia Digital Creative Industry Society tahun 2018, Sulawesi berada diperingkat ke-6 untuk Jumlah Startup Terbanyak di Indonesia. Pulau Sulawesi khususnya Kota Manado dengan pertambahan penduduk yang meningkat, petumbuhan ekonomi dan peluang pengolahan bisnis Startup, membuat perekonomian kota menjadi salah satu prioritas. Oleh sebab itu, pengadaan wadah aktivitas perdagangan serta kebutuhan fasilitas dampak Revolusi industry 4.0 serta merupakan bentuk antisipasi dari kondisi demografi Kota Manado mendatang, maka perancangan Pusat Perbelanjaan/Mall yang berfungsi sebagai tempat aktivitas  jual dan beli, sarana pemenuhan kebutahan primer serta tempat hiburan juga rekreasi dan merupakan bangunan multi fungsi Pusat Eksibisi Digital yang merupakan wadah perekonomian yang hasil produknya menggunakan media teknologi, pusat pengajaran dan pelatihan bidang teknologi, pameran yang mewadahi berbagai macam aspirasi dan inovasi dan sebagai jendela perkembangan dunia. Konsep utama dari objek ini adalah “Eko-Futuristik” untuk memberikan pemahaman karena walaupun di tengah proses global mempersiapkan antisipasi dan transformasi Revolusi Industri 4.0, permasalah yang dihadapi tidak hanya berpusat pada manusia tetapi juga tantangan terhadap perubahan iklim dan lingkungan yang mana kita sebagai makhluk sosial bertanggung jawab untuk tetap melestarikan lingkungan.Kata Kunci: Revolusi Industri 4.0, Kota Manado, Mall, Pusat Eksibisi Digital, Eko-Futuristik
PUSAT REHABILITASI PENGGUNA NARKOTIKA DI MANADO, Arsitektur Holistik Juningsih T. A. Karaeng; Fela Warouw; Esli D. Takumansang
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 9 No. 2 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 2, November 2020
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v9i2.34559

Abstract

Narkoba dan Psikotropika (NAPZA) merupakan zat adiktif yang marak dipersalahgunakan oleh penggunanya. Penggunakan zat narkotika secara berlebihan dapat menyebabkan ketergantungan terhadap obat tersebut. Tingginya jumlah pengguna narkotika menjadi salah satu pusat konsentrasi pemerinta Indonesia, karena itu dilakukan rehabilitasi sebagai upaya utama dalam mengurangi tingkat pengguna narkotika. Provinsi Sulawesi Utara merupakan wilayah dengan tingkat prevelensi yang tergolong tinggi dengan 1,71% dari 1,7 juta penduduk terindikasi norkoba (Kepala BNNP Sulawesi Utara, Drs. Utomo Heru Cahyono, M.Si - Rabu, 31 Juli 2019) dengan fasilitas rehabilitasi yang sangat sedikit, tercatat hanya terdapat 2 fasilitas rawat inap dan 11 fasilitas rawat jalan serta 1 gedung rehab wajib lapor. Hal ini menjadi dorongan dalam merancang Pusat Rehabilitasi Pengguna Narkotika di Manado sebagai wadah rehabilitasi yang memadahi dan sesuai dengan standar yang berlaku di Indonesia. Rancangan desain pusat rehabilitasi mengggunakan metode perancangan dengan pendekatan tipologis dengan tema holistic yang memberikan lingkungan yang menyembuhkan yang secara langsung berhubungan dengan struktur tubuh manusia serta dapat memberikan efek menenangkan dengan suasana lingkungan yang manusiawi serta penampilan bangunan yang mendukung konsep rehabilitasi tanpa mengabaikan kondisi psikologis serta semua aspek diri yaitu fisik, mental, emosional, dan spiritual rehabilitant yang pada dasarnya bertujuan untuk melakukan penyembuhan. melalui lingkungan binaan kemudian dapat mempercepat kebutuhan pecandu dalam proses pemulihan. Teknik pengumpulan data yaitu survey langan, studi literatur, serta Analisa data yang telah didapatkan. Menggunakan Menggunakan metode perancangan Glass Box oleh J. Christoper Jones. Hasil dari objek ini yaitu untuk menggambarkan bangunan teknik yang merupakan fasilitas rehabilitasi yang memberikan dampak baik terhadapap lingkungan, terdapat sebuah keharmonisasian antara bangunan dengan lingkungan keseluruhan, berkelanjutan serta sesuai dengan prinsip holistik sehingga memberikan efek dan rasa nyaman, aman, serta tenang yang dapat menstimulasi rehabilitant agar proses penyembuhan diri dapat berlangsung dengan baik agar dapat kembali menjalankan fungsi sosial di masyarat. Kata Kunci: Pusat Rehabilitasi, Pengguna Narkotika, Arsitektur Holistik
KANTOR SEWA DAN SARANA EKSIBISI DI MANADO, Arsitektur Modular Monica C. K. Tanod; Esli D. Takumansang; Ricky M. S. Lakat
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 9 No. 2 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 2, November 2020
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v9i2.34584

Abstract

Sulawesi Utara mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 5,48% pada kuartal II/2019 dan berdasarkan harga yang berlaku PDRB Sulut pada kuartal II/2019 mencapai Rp 31,37 triliun. Semakin meningkatnya perekonomian di Sulawesi Utara khususnya di Kota Manado ini memberikan efek yang positif bagi sektor perdagangan, perindustrian, dan pariwisata. Dapat dilihat perkembangan perekonomian di Kota Manado mengalami peningkatan di setiap tahunnya, perkembangan perekonomian ini akan berpengaruh terhadap bertambahnya kebutuhan akan ruang pemasaran perkantoran dan industri. Hal ini dikarenakan para pembisnis akan membutuhkan ruang dan fasilitas untuk menaungi aktivitas pekerjaan. Manado merupakan kota yang menjadi pusat dan daya tarik pengusaha, oleh sebab itu dibutuhkan sebuah wadah aktivitas atau bangunan sarana dan prasarana untuk menunjang kebutuhan-kebutuhan dalam melakukan aktivitas berbisnis. Dengan perancangan bangunan kantor sewa dan sarana eksibisi ini maka dapat menjadi fasilitas yang dibutuhkan oleh masyarakat khususnya pelaku bisnis dan juga sarana ekibisi yang nantinya akan berfungsi sebagai bangunan multifungsi yang saling menguntungkan. Hal ini dapat memberikan alternatif yang menjadi kemudahan bagi masyarakat pelaku bisnis, yang ingin menggunakan pelayanan jasa dari perusahaan-perusahaan yang bergerak dibidang sesuai dengan kebutuhan dari masyarakat itu sendiri, hal ini dapat menopang pertumbuhan perdagangan dan perekonomian di Kota Manado. Perencanaan kantor sewa dan sarana eksibisi ini menggunakan pendekatan tema yaitu arsitektur modular.Kata Kunci: Sulawesi utara, Manado, Kantor sewa, Sarana eksibisi, Arsitektur Modular
MALL AGRIKULTUR DI TOMOHON: Green Architecture Christiana P. Bonde; Linda Tondobala; Esli D. Takumansang
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 10 No. 1 (2021): DASENG Volume 10, Nomor 1, Mei 2021
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Usaha untuk meningkatkan kualitas perekonomian dan rekreasi akan semakin bersinergi apabila dilakukan sejalan dengan pelestarian alam dan potensi mata pencaharian penduduk daerah tersebut. Kota Tomohon identik dengan budaya bercocok tanam, serta memiliki iklim yang mendukung. Penduduk Kota Tomohon mayoritas petani bunga dan sayur hingga buah – buahan. Perkembangan kota Tomohon secara fungsional sebagai pusat pelayanan dari wilayah sekitarnya, menuntut untuk kota ini memiliki pusat perekonomian serta rekreasi yang melayani kebutuhan masyarakat. Kecamatan Tomohon Tengah melalui beberapa kriteria, terpilih sebagai lokasi diselenggarakannya objek Mall Agrikultur, yang merupakan pengadaan gabungan sifat kegiatan sebagai wadah perekonomian dan rekreasi yaitu; mall, sebagai fasilitas perdagangan yang mewadahi budaya mata pencaharian penduduk Kota Tomohon yakni; pertanian / agrikultur yang dilengkapi dengan unsur rekreasi. Sinergitas antara perdagangan dan agrikultur digabungkan dalam perancangan dengan tujuan dapat selain memberi timbal balik, baik bagi pelestarian budaya dan alam daerah serta meningkatkan potensi ekonomi daerah juga mengangkat identitas Kota Tomohon. Green Architecture atau Arsitektur Hijau dipilih sebagai konsep tema objek rancangan dengan tujuan mengajak masyarakat peduli lingkungan dengan desain yang ramah lingkungan, meminimalkan pemakaian energi dan berkontribusi dalam meminimalisir pemanasan global. Hal ini sejalan dengan tujuan yang ingin dicapai yaitu lebih ekonomis dan semakin bersinergi dengan ciri lokasi hingga tujuan objek rancangan. Kata Kunci: Agrikultur, Mall, Arsitektur Hijau, Rekreasi Pertanian Modern
Co-Authors Aldwin F. Lompoliuw Alvin J. Tinangon Alvin J. Tinangon Andy M. Malik Aristotulus E. Tungka, Aristotulus E. Artahsasta B. P. Binilang, Artahsasta B. P. Bonde, Christiana P. Brawid Sutrisno, Brawid Buangsampuhi, Ria Ch. Tarore, Raymond Christanty Srirejeki Christiana P. Bonde Christie G. Tooy Christofel Jacob Claudia S. Punuh, Claudia S. Cynthia E. V. Wuisang Da Costa, Alarico David Singal Djalil, Soepratman Abd Duwila, Rifandi Dwight M. Rondonuwu Eko Soegiarto, Eko Faizah Mastutie Febrian Rumambi Fela Warouw Fela Warouw Fella Warouw Ferdinand Sagisolo Firstnoel N. Wowor Folasimo, Desriyati H. Fransisca J. Bawembang Frits O. P. Siregar Frits O. P. Siregar Hendriek H. Karongkong Indradjaja Makainas Ingerid L. Moniaga Ingerid L. Moniaga Jacobus, Adrian Jefrey I. Kindangen Johannes Van Rate Johansen C. Mandey Joseph Rengkung Judy O. Waani Judy O. Waani Julianus A. R. Sondakh Julianus A. R. Sondakh Julianus A.R. Sondakh Juneyver Lemeng Juningsih T. A. Karaeng Kandouw, Sheren Gloria Kawahe, Imanuel H. A. Kerin M. Karisoh Lakat, Ricky M. S. Laras Pitaloka, Dyah Leidy M. Rompas Leon S. P. Kondoy Leonardy V. Wuaten Linda Tondobala Linda Tondobala Longaris, Sendy Loudy M.B. Kalalo Lucy J. Wagey Manorek, Heski Maulana S. Sumaryono Meylita, Watuseke M. Meytti Y. Sabarofek Missah, Rizkyanto Efraim Monica C. K. Tanod Nissia E.M. Kaunang Octavianus Hendrik Alexander Rogi Oscar V. Tatengkeng Patrycia A. J. Sandil Peggy Egam Pialandang, Vilia G. S. Pierre H. Gosal Pilat, Christhalia D. P. Rahmat Qadri Adipu Raymond Ch. Tarore Raymond Ch. Tarore Reksy Ch. Sambuaga Ricky M. S. Lakat Ricky S. M. Lakat Rieneke L. E. Sela Rikha C. Sinampu Rombon, Orlando R. Rompas, Jufri H. Roosje J. Poluan Rumambi, Febrian Rumengan, Michael Rinaldi Clipper Runita Rasyid Sembiring, Ririn E. V. Sonny Tilaar Steven Lintong Stevi Buloglabna Suawah, Alya Graciela Rahmadini Surijadi Supardjo Suryono Sutrisni Napu, Sutrisni Tangkere, Yosua Trajuman, Rendi W. Umamit, Praditia Supanji Uniplaita, Andre E. Waleleng, Deofishart Ch. Windy Mononimbar Woy, Tesalonika Miranda Wuntu, Brinda H. Wuritimur, Kasawuri Y. A. L. F Yakobus Sumallea, Yakobus Zefanya Saerang