Claim Missing Document
Check
Articles

SISTEM PUSAT-PUSAT PERMUKIMAN DI KOTA MANADO MENGGUNAKAN INDEKS SENTRALITAS TERBOBOT Lucy J. Wagey; Sonny Tilaar; Esli D. Takumansang
SPASIAL Vol. 11 No. 1 (2023): Volume 11 no.1 2023
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Manado sebagai ibukota Provinsi Sulawesi Utara dijadikan sebagai Pusat Kegiatan Nasional memiliki laju pertumbuhan penduduk yang pesat sehingga dalam penentuan fungsi kawasan perlu memperhatikan kelengkapan pembangunan fasilitas. Lokasi dalam penentuan pusat permukiman terletak pada 10 Kecamatan bagian daratan Kota Manado. Tujuan dari penelitian ini adalah mengindentifikasi ketersediaan sarana untuk mengetahui sebaran permukiman, selain itu menganalisis sistem pusat-pusat permukiman. Analisis ini memakai metode spasial dan metode kombinasi (kuantitatif-kualitatif) dengan 4 analisis yaitu skalogram, indeks sentralitas, aksesibilitas, dan gravitasi. Berdasarkan penelitian ini, Kelurahan Wenang Utara dan Kelurahan Malalayang II, memiliki ketersediaan sarana yang cukup banyak dibandingkan kelurahan lain, sedangkan berdasarkan hasil 4 analisis disetiap kecamatan memiliki pusat pelayanan kawasan, pusat pelayanan lingkungan, dan beberapa sub pusat pelayanan kawasantersendiri. Kata Kunci: Pusat Permukiman, Ketersediaan, Sarana, Hirarki
Analisis Penggunaan Taman Aktif Berdasarkan Aktivitas di Kota Manado Maulana S. Sumaryono; Andy M. Malik; Esli D. Takumansang
SPASIAL Vol. 11 No. 1 (2023): Volume 11 no.1 2023
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dinamika kehidupan komunal bergantung pada adanya ruang terbuka. Masyarakat bisa mendapatkan keuntungan dari adanya area publik ini dengan menggunakannya untuk memfasilitasi acara yang mendorong interaksi antar penduduk setempat. Sebagai salah satu fasilitas publik yang juga merupakan komponen ruang terbuka hijau, taman kota berfungsi sebagai representasi ruang terbuka kota yang esensial, Taman kota memberikan banyak manfaat (multifungsi) yang terkait dengan kegiatan hidrologi, ekologi, Kesehatan, estetika, sosial, dan rekreasi, selain sebagai area terbuka hijau. Taman kota memberikan banyak manfaat (multifungsi) yang terkait dengan kegiatan hidrologi, ekologi, kesehatan, estetika, sosial, dan rekreasi, selain sebagai area terbuka hijau. Taman kota sendiri diklasifikasikan lagi menjadi 2 (dua) bagian yaitu terdiri dari taman aktif dan taman pasif. Taman aktif dan taman pasif adalah dua kategori di mana taman kota dibagi. Yang dimaksud dengan “taman aktif” adalah taman yang berfungsi sebagai lokasi kegiatan seperti olahraga, relaksasi, bermain, dan kegiatan sejenis lainnya serta dilengkapi dengan fitur pendukung taman. Taman pasif, di sisi lain, adalah taman yang hanya berfungsi sebagai fitur dekoratif. Kata Kunci: Ruang Terbuka, Taman Kota, Taman Aktif
PENENTUAN CENTRAL PLACE KAWASAN AGROPOLITAN KLABAT Nissia E.M. Kaunang; Loudy M.B. Kalalo; Esli D. Takumansang
SPASIAL Vol. 11 No. 1 (2023): Volume 11 no.1 2023
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Minahasa Utara sebagai salah satu wilayah yang memiliki potensi pertanian yang besar ditandai dengan kontribusinya pada Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Minahasa Utara dan Provinsi Sulawesi Utara. Potensi pertanian ini didukung dengan penetapan suatu Kawasan Agropolitan yaitu Kawasan Agropolitan Klabat yang ditetapkan pada Peraturan Daerah Kabupaten Minahasa Utara nomor 01 Tahun 2013 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Minahasa Utara Tahun 2013 – 2033 yang meliputi 5 Kecamatan yaitu Kecamatan Kalawat, Kecamatan Dimembe, Kecamatan Kauditan, Kecamatan Talawaan dan Kecamatan Likupang Selatan. Penetapan Kawasan Agropolitan perlu ditindaklanjuti dengan menentukan central place yang berfungsi sebagai tempat perdagangan dan jasa bagi hasil olahan komoditas unggulan yang ada. Penelitian ini menentukan central place pada desa pusat pertumbuhan yang ada pada kecamatan pusat pertumbuhan menggunakan metode analisis aksesbilitas, indeks sentralitas dan skoring berdasarkan standar Kawasan Terpilih Pusat Pengembangan Desa (KTP2D). Analisis aksesbilitas dan indeks sentralitas dilakukan untuk menentukan kecamatan pusat pertumbuhan dengan melakukan perangkingan kecamatan ditinjau dari jarak tempuh, kualitas transportasi dan ketersediaan fasilitas agropolitan, selanjutnya desa pada kecamatan pusat pertumbuhan dilakukan skoring ditinjau dari potensi unggulan, sarana prasarana, kepadatan penduduk, kelembagaan masyarakat dan aksesbilitas untuk menentukan desa sentral yang menjadi central place. Kata Kunci: Kawasan Agropolitan Klabat;Central Place;Kabupaten Minahasa Utara.
AMFITEATER DAN KONSER HAL DI PULAU TIDORE. Desriyati H. Folasimo; Fela Warouw; Esli D. Takumansang
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 6 No. 2 (2017): DASENG Volume 6, Nomor 2, November 2017
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v6i2.17088

Abstract

Amfiteater merupakan sebuah rancangan teater terbuka yang di fungsikan sebagai sarana dalam mendukung kegiatan kesultanan serta konser hal yang juga merupakan sebuah rancangan gedung pertunjukan yang di fungsikan sebagai sarana pertunjukan seni maupun pertunjukan musik. Tema Perancangan yang digunakan ialah Arsitektur akustik dimana sebuah ruangan dengan perhitungan akustik ruang sehingga tidak mengakibatkan cacat akustik yang disebabkan oleh pantulan suara dari sumber suara (stage) maupun suara yang berasal dari penonton, pengulangan suara akibat pantulan suara yang berulang-ulang maka dibuat berdasarkan konsep akustik pada material ruang berdasarkan fungsinya. Sesuai dengan fungsi kegiatan yaitu untuk melestarikan kesenian daerah yang diselenggarakan  Kesultanan Tidore dan masyarakat maka lokasi pengembangan diarahkan ke Kelurahan Soasio, area kawasan Kesultanan Tidore sebagai pusat pemerintahan Kesultanan Tidore. Dan fungsi ruang dengan bangunan utama ruang konser untuk menyalurkan bakat seni yang ada serta melestarikan kesenian daerah sesuai dengan visi Kota Tidore menuju Kota Budaya. Konsep bangunan utama konser hal menggunakan bentuk kerang laut yang juga merupakan alat music tradisional Maluku yaitu terompet kerang dengan berdasarkan pada perhitungan akustik ruang. Dengan adanya Amfiteater dan Konser Hal ini diharapkan mampu mewadahi kegiatan didalamnya sehingga menghasilkan sumber daya manusia yang mempertahankan nilai budaya daerahnya. Kata kunci : Amfitheater,  Konser Hal,  Arsitektur Akustik,  Arsitektur.
GRAHA SENI RUPA DI MANADO (EKSPRESIONISME DALAM ARSITEKTUR) Ririn E. V. Sembiring; Esli D. Takumansang; Leidy M. Rompas
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 6 No. 2 (2017): DASENG Volume 6, Nomor 2, November 2017
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v6i2.17089

Abstract

Kota Manado adalah ibukota dari Sulawesi Utara dan juga pintu gerbang dari Sulawesi Utara untuk wisatawan lokal maupun mancanegara. Kota Manado sangat kurang dengan kegiatan yang menyangkut seni rupa, sehingga dibutuhkannya wadah yang dapat memberikan fasilitas edukasi serta rekreasi secara bersamaan. Karena di Kota Manado sangat mudah tertarik dengan suatu kegiatan yang berbentuk rekreatif.Graha Seni Rupa adalah objek rancangan yang di dalamnya terdapat berbagai kegiatan yang berkaitan dengan seni rupa. Fasilitas yang disediakan di dalam adalah fasilitas untuk kegiatan edukasi, ekshibisi, rekreasi dan juga profisi (pemasaran).Tema Ekspresionisme dalam Arsitektur adalah tema yang menerapkan ciri dan nilai dari ekspresionisme ke dalam rancangan. Tema akan diterapkan pada tapak, bentuk, fasad, material, ruang dalam maupun ruang luar. Konsep yang diterapkan adalah cat yang terjatuh sehingga terlihat bercak-bercak yang menyebar. Sehingga menunjukkan pola-pola yang berbeda warna dan juga besar namun terlihat ekspresif dan menyatu. Kata Kunci : Kota Manado, Graha Seni Rupa, Ekspresionisme, Arsitektur
GRAHA REHABILITASI DISABILITAS FISIK DI MANADO. Prosemik dalam Arsitektur Adrian Jacobus; Esli D. Takumansang; Johansen C. Mandey
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 6 No. 2 (2017): DASENG Volume 6, Nomor 2, November 2017
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v6i2.17473

Abstract

Disabilitas fisik merupakan gangguan pada tubuh yang membatasi fungsi fisik salah satu anggota badan bahkan lebih atau kemampuan motorik seseorang. Disabilitas fisik lainnya  termasuk sebuah gangguan yang membatasi sisi lain dari kehidupan sehari-hari. Penyandang disabilitas fisik mempunyai kebutuhan biologis, kepribadian, sosial, dan budaya yang diekspresikan dalam lingkungannya. Dalam memuaskan kebutuhannya, ruang komunikasi merupakan dimensi  tersembunyi dalam perilaku dan melalui itu mereka berhubungan satu dengan lain. Berdasarkan hal tersebut, diterapkan teori proksemik sebagai pengamatan mengenai faktor ruang dalam interaksi antarpersonal. Edward T.Hall sebagai bapak dari studi prosemik menjelaskan bagaimana seorang secara tidak sadar terlibat dalam struktur ruang atau jarak fisik antara manusia sebagai sesuatu keteraturan sebagai sesuatu keteraturan tertib pergaulan setiap harinya. Dengan adanya graha rehabilitasi  disabilitas fisik di Manado yang menjadi wadah interaksi bersama antar disabilitas fisik serta wadah interaksi bersama antara disabilitas fisik dengan masyarakat sehingga mereka dapat hidup berdampingan bersama sebagai bekal hidup mandiri di masyarakat. Adapun tujuan dari perancangan ini adalah merancang bangunan  graha rehabilitasi disabilitas fisik dengan menggunakan  teori proksemik sebagai tema yang sesuai dengan karakter dan perilaku penyandang disabilitas untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan mengembangkan kreativitas. Kata Kunci: Disabilitas, Proksemik, Rehabilitasi
MANADO DESAIN CENTER. Semiotika Arsitektur Yosua Tangkere; Faizah Mastutie; Esli D. Takumansang
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 6 No. 2 (2017): DASENG Volume 6, Nomor 2, November 2017
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v6i2.17624

Abstract

Kebutuhan masyarakat  akan fasilitas penunjang kegiatan  merupakan salah satu kebutuhan yang mendasar. Kebutuhan  desain, informasi tentang desain dan hasil desain dapat ditunjang melalui sarana dan prasarana atau wadah  yang bukan hanya terbatas pada satu jenis desain pada gedung, melainkan beberapa desain yang digabungkan dan menjadi sesuatu yang terpusat. Bangunan Desain Center di Manado mewadahi beberapa jenis desain.Manado Desain Center merupakan sebuah aset berharga bagi sebuah kota atau negara yang menjadikan sebagai salah satu daya tarik wisatanya dan bisa menjadi brand imagenya sebuah kota.  Melalui tampilan visual bangunan, orang awam akan mampu mengidentifikasi apa makna yang terdapat pada desain bangunan tersebut, dan fungsi dari bangunan tersebut. Jika kita memaknai arsitektur sebagai sebuah bahasa yang digunakan para perancang untuk bekomunikasi dengan masyarakat awam, maka tampilan visual bangunan itulah yang menjadi media pertama perancang dalam berkomunikasi. Semiotika merupakan ilmu yang mempelajari tentang bagaimana mengidentifikasi sebuah tanda. Di dalam semiotika arsitektur terdapat tiga unsur yaitu sintaksis, pragmatik, dan semantik. Untuk menelusuri makna dalam sebuah desain arsitektur maka digunakan pendekatan melalui unsur semiotika. Melalui pendekatan semiotika arsitektur terhadap tanda – tanda visual pada sebuah desain Manado Desain Center, diketahui bahwa desain sebuah bangunan Desain center merupakan gambaran dari nilai – nilai lokal dan gambaran bentang alam dari lokasi bangunan tersebut berada yang terwujud dalam pengaplikasian desain, terutama pada struktur bangunan tersebut.  Kata Kunci: Manado Desain Center, Semiotika Arsitektur
NORTH SULAWESI ART GALLERY IN MANADO. Sustainable Architecture Deofishart Ch. Waleleng; Aristotulus E. Tungka; Esli D. Takumansang
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 7 No. 1 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 1, Mei 2018
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v7i1.19213

Abstract

Pembangunan Galeri Seni rupa di Provisnsi Sulawesi Utara bertujuan untuk memfasilitasi kegiatan  seni rupa di Provinsi Sulawesi Utara  yang berlokasi di Kota Manado , Alasan utama dibangunnya galeri di kota Manado ini karena kota Manado belum memiliki galeri seni rupa yang layak untuk mewadahi kegiatan seni di Provinsi Sulawesi Utara mulai dari pameran karya seni, pembuatan karya seni, hingga pendidikan  seni itu sendiri, tetapi juga sebagai pusat perkembangan seni rupa  di kota Manado. Dengan menerapkan konsep perancangan Sustainable Architecture atau Arsitektur Berkelanjutan, diharapkan memberikan manfaat dalam pemeliharaan lingkungan dan bisa meningkatkan minat seni di Provinsi Sulawesi Utara.Kata kunci : Galeri, Seni Rupa, Manado,Sulawesi Utara Sustainable Architecture
STREET SHOPPING MALL DI MANADO. Arsitektur Nusantara Kasawuri Y. A. L. F Wuritimur; Raymond Ch. Tarore; Esli D. Takumansang
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 7 No. 2 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 2, November 2018
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v7i2.21269

Abstract

Manado sebagai salah satu kota di Indonesia timur yang menjadi pusat segala aktifitas ekonomi, pariwisata, perdagangan, jasa dan industri yang dalam perkembangannya cukup pesat. Sebagai ibukota provinsi Sulawesi Utara tentunya Manado mempunyai daya tarik para investor dan para wisatawan untuk berkunjung dan menanamkan saham di kota ini. Dalam perkembangan ekonomi, peningkatan cukup signifikan disektor perdagangan dan Jasa yang mana  munculnya Pusat Perbelanjaan modern di kota Manado sebagai salah satu gaya hidup dan perkembangan sebuah kota. Manado telah memiliki beberapa pusat perbelanjaan modern (shopping mall) namun, kebanyakan berkonsep enclosed mall. Enclosed mall adalah sebuah pusat perbelanjaan modern yang tertutup, dimana para pengunjung akan terlindung dari panas matahari maupun air hujan. Pada perkembangannya, pusat perbelanjaan dimulai dari konsep terbuka, dalam artian tanpa penutup atap. Karakteristik mall ini yang diangkat sebagai pusat perbelanjaan pertama kali muncul yang akan di kembangkan sebagai pedestrian mall atau juga street shopping mall. Konsep Street Shopping Mall adalah sebuah pusat perbelanjaan yang mengorientasikan pejalan kaki ketika sedang berjalan-jalan atau rekreasi. Pusat perbelanjaan terbuka yang diharapkam sebagai transformasi baru sebuah shopping mall di Kota Manado. Arsitektur Nusantara sendiri dipilih karena akan memberikan sebuah nuansa baru dalam shopping mall dengan mengangkat keragaman budaya lokal Indonesia dengan ciri khasnya.                                         Kata Kunci: Street, Shopping Mall, Manado, Arsitektur Nusantara
MALL AGRICULTURE KOTA TOMOHON. Green Architecture Orlando R. Rombon; Pingkan P. Egam; Esli D. Takumansang
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 7 No. 2 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 2, November 2018
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v7i2.21305

Abstract

Kota Tomohon memiliki banyak keunggulan dibidang agriculture, salah satunya dibidang Holtikultura, sehingga tidak salah jika Tomohon dijuluki  Kota Bunga. Kota Tomohon sendiri belum memiliki sebuah mall, sehingga maksud dari perancangan ini yaitu menghadirkan mall yang dikhususkan untuk menjual keunggulan-keunggulan Kota Tomohon dibidang agriculture menggunakan tema green architecture. Metode yang digunakan untuk menyususun perancangan ini yaitu studi literatur, untuk menghimpun data-data atau sumber-sumber yang berhubungan dengan topic yang diangkat dalam suatu penelitian. Adapun metode perancangan menggunakan proses desain dua fase yaitu fase pertama develepoe the comprehensive knowledge of the designer, dan fase kedua yaitu siklus image-present-test. Metode ini dapat memudahkan untuk merancang Mall Agriculture di Kota Tomohon dengan pendekatan green architecture.Kata kunci : Agriculture, holticultura, green architecture
Co-Authors Adrian Jacobus Aldwin F. Lompoliuw Alvin J. Tinangon Alvin J. Tinangon Andy M. Malik Aristotulus E. Tungka Aristotulus E. Tungka, Aristotulus E. Artahsasta B. P. Binilang, Artahsasta B. P. Bonde, Christiana P. Brawid Sutrisno, Brawid Buangsampuhi, Ria Ch. Tarore, Raymond Christanty Srirejeki Christhalia D. P. Pilat Christiana P. Bonde Christie G. Tooy Christofel Jacob Claudia S. Punuh Cynthia E. V. Wuisang Da Costa, Alarico David Singal Deofishart Ch. Waleleng Desriyati H. Folasimo Djalil, Soepratman Abd Duwila, Rifandi Dwight M. Rondonuwu Eko Soegiarto, Eko Faizah Mastutie Febrian Rumambi Fela Warouw Fella Warouw Ferdinand Sagisolo Firstnoel N. Wowor Fransisca J. Bawembang Frits O. P. Siregar Frits O. P. Siregar Hendriek H. Karongkong Imanuel H. A. Kawahe Indradjaja Makainas Ingerid L. Moniaga Jefrey I. Kindangen Johannes Van Rate Johansen C. Mandey Joseph Rengkung Joseph Rengkung Judy O. Waani Jufri H. Rompas Julianus A. R. Sondakh Julianus A. R. Sondakh Julianus A.R. Sondakh Juneyver Lemeng Juningsih T. A. Karaeng Kandouw, Sheren Gloria Kasawuri Y. A. L. F Wuritimur Kerin M. Karisoh Lakat, Ricky M. S. Laras Pitaloka, Dyah Leidy M. Rompas Leon S. P. Kondoy Leonardy V. Wuaten Linda Tondobala Linda Tondobala Longaris, Sendy Loudy M.B. Kalalo Lucy J. Wagey Manorek, Heski Maulana S. Sumaryono Meytti Y. Sabarofek Missah, Rizkyanto Efraim Monica C. K. Tanod Nissia E.M. Kaunang Octavianus Hendrik Alexander Rogi Orlando R. Rombon Oscar V. Tatengkeng Patrycia A. J. Sandil Peggy Egam Pialandang, Vilia G. S. Pierre H. Gosal Pingkan P. Egam Rahmat Qadri Adipu Raymond Ch. Tarore Raymond Ch. Tarore Reksy Ch. Sambuaga Rendi W. Trajuman Ricky M. S. Lakat Ricky S. M. Lakat Rieneke L. E. Sela Rikha C. Sinampu Ririn E. V. Sembiring Roosje J. Poluan Rumambi, Febrian Rumengan, Michael Rinaldi Clipper Runita Rasyid Sonny Tilaar Steven Lintong Stevi Buloglabna Surijadi Supardjo Surijadi Supardjo Suryono Sutrisni Napu, Sutrisni Umamit, Praditia Supanji Uniplaita, Andre E. Watuseke M. Meylita Windy Mononimbar Woy, Tesalonika Miranda Yakobus Sumallea, Yakobus Yosua Tangkere Zefanya Saerang