Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Debit Puncak dengan Membandingkan Penutupan Lahan Eksisting dan Rencana Tata Ruang di DAS Sario Laras Pitaloka, Dyah; Ch. Tarore, Raymond; Takumansang, Esli D.
Sabua : Jurnal Lingkungan Binaan dan Arsitektur Vol. 13 No. 2 (2024): SABUA : JURNAL LINGKUNGAN BINAAN DAN ARSITEKTUR
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/sabua.v13i2.59239

Abstract

AbstrakBanjir merupakan peristiwa yang disebabkan oleh meluapnya air dari batas tebing sungai dalam waktu singkat, mengakibatkan kerugian bagi banyak pihak. Di Indonesia, banjir terjadi secara berulang setiap tahun, terutama saat curah hujan meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor penyebab banjir, dengan fokus pada debit puncak di Daerah Aliran Sungai (DAS) Sario, Kota Manado. Tiga unsur utama yang memicu bencana banjir adalah faktor meteorologi, karakteristik fisik DAS, dan aktivitas manusia. Debit puncak, yang merupakan volume maksimum air di aliran sungai dalam periode tertentu, menjadi indikator penting dalam memahami risiko banjir. DAS Sario, dengan luas ± 2.968 Ha dan kondisi topografi berbukit, berpotensi mengalami banjir bandang akibat faktor-faktor seperti penyempitan sungai dan curah hujan ekstrem. Penelitian ini menggunakan metode rasional untuk mengukur debit puncak dan menganalisis dampak perubahan penggunaan lahan terhadap aliran sungai dan risiko banjir. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan wawasan untuk perencanaan tata guna lahan yang lebih baik dan langkah-langkah yang tepat dalam mengurangi risiko bencana banjir di wilayah ini.Kata kunci: Debit Puncak, DAS Sario, Metode Rasional AbstractFlood is an event caused by overflowing water from the edge of a river bank in a short time, causing losses to many parties. In Indonesia, floods occur repeatedly every year, especially when rainfall increases. This study aims to analyze the factors causing floods, focusing on the peak discharge in the Sario River Basin (DAS), Manado City. The three main elements that trigger flood disasters are meteorological factors, physical characteristics of the watershed, and human activities. Peak discharge, which is the maximum volume of water in the river flow in a certain period, is an important indicator in understanding flood risk. The Sario watershed, with an area of ± 2,968 Ha and hilly topography, has the potential to experience flash floods due to factors such as river narrowing and extreme rainfall. This study uses a rational method to measure peak discharge and analyze the impact of land use changes on river flow and flood risk. The results of the study are expected to provide insight for better land use planning and appropriate steps to reduce the risk of flood disasters in this area.Keyword: Peak Discharge, Sario Rational Method.Watershed
AMFITEATER DAN KONSER HAL DI PULAU TIDORE. Folasimo, Desriyati H.; Warouw, Fela; Takumansang, Esli D.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 6 No. 2 (2017): DASENG Volume 6, Nomor 2, November 2017
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v6i2.17088

Abstract

Amfiteater merupakan sebuah rancangan teater terbuka yang di fungsikan sebagai sarana dalam mendukung kegiatan kesultanan serta konser hal yang juga merupakan sebuah rancangan gedung pertunjukan yang di fungsikan sebagai sarana pertunjukan seni maupun pertunjukan musik. Tema Perancangan yang digunakan ialah Arsitektur akustik dimana sebuah ruangan dengan perhitungan akustik ruang sehingga tidak mengakibatkan cacat akustik yang disebabkan oleh pantulan suara dari sumber suara (stage) maupun suara yang berasal dari penonton, pengulangan suara akibat pantulan suara yang berulang-ulang maka dibuat berdasarkan konsep akustik pada material ruang berdasarkan fungsinya. Sesuai dengan fungsi kegiatan yaitu untuk melestarikan kesenian daerah yang diselenggarakan  Kesultanan Tidore dan masyarakat maka lokasi pengembangan diarahkan ke Kelurahan Soasio, area kawasan Kesultanan Tidore sebagai pusat pemerintahan Kesultanan Tidore. Dan fungsi ruang dengan bangunan utama ruang konser untuk menyalurkan bakat seni yang ada serta melestarikan kesenian daerah sesuai dengan visi Kota Tidore menuju Kota Budaya. Konsep bangunan utama konser hal menggunakan bentuk kerang laut yang juga merupakan alat music tradisional Maluku yaitu terompet kerang dengan berdasarkan pada perhitungan akustik ruang. Dengan adanya Amfiteater dan Konser Hal ini diharapkan mampu mewadahi kegiatan didalamnya sehingga menghasilkan sumber daya manusia yang mempertahankan nilai budaya daerahnya. Kata kunci : Amfitheater,  Konser Hal,  Arsitektur Akustik,  Arsitektur.
GRAHA SENI RUPA DI MANADO (EKSPRESIONISME DALAM ARSITEKTUR) Sembiring, Ririn E. V.; Takumansang, Esli D.; Rompas, Leidy M.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 6 No. 2 (2017): DASENG Volume 6, Nomor 2, November 2017
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v6i2.17089

Abstract

Kota Manado adalah ibukota dari Sulawesi Utara dan juga pintu gerbang dari Sulawesi Utara untuk wisatawan lokal maupun mancanegara. Kota Manado sangat kurang dengan kegiatan yang menyangkut seni rupa, sehingga dibutuhkannya wadah yang dapat memberikan fasilitas edukasi serta rekreasi secara bersamaan. Karena di Kota Manado sangat mudah tertarik dengan suatu kegiatan yang berbentuk rekreatif.Graha Seni Rupa adalah objek rancangan yang di dalamnya terdapat berbagai kegiatan yang berkaitan dengan seni rupa. Fasilitas yang disediakan di dalam adalah fasilitas untuk kegiatan edukasi, ekshibisi, rekreasi dan juga profisi (pemasaran).Tema Ekspresionisme dalam Arsitektur adalah tema yang menerapkan ciri dan nilai dari ekspresionisme ke dalam rancangan. Tema akan diterapkan pada tapak, bentuk, fasad, material, ruang dalam maupun ruang luar. Konsep yang diterapkan adalah cat yang terjatuh sehingga terlihat bercak-bercak yang menyebar. Sehingga menunjukkan pola-pola yang berbeda warna dan juga besar namun terlihat ekspresif dan menyatu. Kata Kunci : Kota Manado, Graha Seni Rupa, Ekspresionisme, Arsitektur
GRAHA REHABILITASI DISABILITAS FISIK DI MANADO. Prosemik dalam Arsitektur Jacobus, Adrian; Takumansang, Esli D.; Mandey, Johansen C.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 6 No. 2 (2017): DASENG Volume 6, Nomor 2, November 2017
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v6i2.17473

Abstract

Disabilitas fisik merupakan gangguan pada tubuh yang membatasi fungsi fisik salah satu anggota badan bahkan lebih atau kemampuan motorik seseorang. Disabilitas fisik lainnya  termasuk sebuah gangguan yang membatasi sisi lain dari kehidupan sehari-hari. Penyandang disabilitas fisik mempunyai kebutuhan biologis, kepribadian, sosial, dan budaya yang diekspresikan dalam lingkungannya. Dalam memuaskan kebutuhannya, ruang komunikasi merupakan dimensi  tersembunyi dalam perilaku dan melalui itu mereka berhubungan satu dengan lain. Berdasarkan hal tersebut, diterapkan teori proksemik sebagai pengamatan mengenai faktor ruang dalam interaksi antarpersonal. Edward T.Hall sebagai bapak dari studi prosemik menjelaskan bagaimana seorang secara tidak sadar terlibat dalam struktur ruang atau jarak fisik antara manusia sebagai sesuatu keteraturan sebagai sesuatu keteraturan tertib pergaulan setiap harinya. Dengan adanya graha rehabilitasi  disabilitas fisik di Manado yang menjadi wadah interaksi bersama antar disabilitas fisik serta wadah interaksi bersama antara disabilitas fisik dengan masyarakat sehingga mereka dapat hidup berdampingan bersama sebagai bekal hidup mandiri di masyarakat. Adapun tujuan dari perancangan ini adalah merancang bangunan  graha rehabilitasi disabilitas fisik dengan menggunakan  teori proksemik sebagai tema yang sesuai dengan karakter dan perilaku penyandang disabilitas untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan mengembangkan kreativitas. Kata Kunci: Disabilitas, Proksemik, Rehabilitasi
MANADO DESAIN CENTER. Semiotika Arsitektur Tangkere, Yosua; Mastutie, Faizah; Takumansang, Esli D.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 6 No. 2 (2017): DASENG Volume 6, Nomor 2, November 2017
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v6i2.17624

Abstract

Kebutuhan masyarakat  akan fasilitas penunjang kegiatan  merupakan salah satu kebutuhan yang mendasar. Kebutuhan  desain, informasi tentang desain dan hasil desain dapat ditunjang melalui sarana dan prasarana atau wadah  yang bukan hanya terbatas pada satu jenis desain pada gedung, melainkan beberapa desain yang digabungkan dan menjadi sesuatu yang terpusat. Bangunan Desain Center di Manado mewadahi beberapa jenis desain.Manado Desain Center merupakan sebuah aset berharga bagi sebuah kota atau negara yang menjadikan sebagai salah satu daya tarik wisatanya dan bisa menjadi brand imagenya sebuah kota.  Melalui tampilan visual bangunan, orang awam akan mampu mengidentifikasi apa makna yang terdapat pada desain bangunan tersebut, dan fungsi dari bangunan tersebut. Jika kita memaknai arsitektur sebagai sebuah bahasa yang digunakan para perancang untuk bekomunikasi dengan masyarakat awam, maka tampilan visual bangunan itulah yang menjadi media pertama perancang dalam berkomunikasi. Semiotika merupakan ilmu yang mempelajari tentang bagaimana mengidentifikasi sebuah tanda. Di dalam semiotika arsitektur terdapat tiga unsur yaitu sintaksis, pragmatik, dan semantik. Untuk menelusuri makna dalam sebuah desain arsitektur maka digunakan pendekatan melalui unsur semiotika. Melalui pendekatan semiotika arsitektur terhadap tanda – tanda visual pada sebuah desain Manado Desain Center, diketahui bahwa desain sebuah bangunan Desain center merupakan gambaran dari nilai – nilai lokal dan gambaran bentang alam dari lokasi bangunan tersebut berada yang terwujud dalam pengaplikasian desain, terutama pada struktur bangunan tersebut.  Kata Kunci: Manado Desain Center, Semiotika Arsitektur
NORTH SULAWESI ART GALLERY IN MANADO. Sustainable Architecture Waleleng, Deofishart Ch.; Tungka, Aristotulus E.; Takumansang, Esli D.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 7 No. 1 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 1, Mei 2018
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v7i1.19213

Abstract

Pembangunan Galeri Seni rupa di Provisnsi Sulawesi Utara bertujuan untuk memfasilitasi kegiatan  seni rupa di Provinsi Sulawesi Utara  yang berlokasi di Kota Manado , Alasan utama dibangunnya galeri di kota Manado ini karena kota Manado belum memiliki galeri seni rupa yang layak untuk mewadahi kegiatan seni di Provinsi Sulawesi Utara mulai dari pameran karya seni, pembuatan karya seni, hingga pendidikan  seni itu sendiri, tetapi juga sebagai pusat perkembangan seni rupa  di kota Manado. Dengan menerapkan konsep perancangan Sustainable Architecture atau Arsitektur Berkelanjutan, diharapkan memberikan manfaat dalam pemeliharaan lingkungan dan bisa meningkatkan minat seni di Provinsi Sulawesi Utara.Kata kunci : Galeri, Seni Rupa, Manado,Sulawesi Utara Sustainable Architecture
STREET SHOPPING MALL DI MANADO. Arsitektur Nusantara Wuritimur, Kasawuri Y. A. L. F; Tarore, Raymond Ch.; Takumansang, Esli D.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 7 No. 2 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 2, November 2018
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v7i2.21269

Abstract

Manado sebagai salah satu kota di Indonesia timur yang menjadi pusat segala aktifitas ekonomi, pariwisata, perdagangan, jasa dan industri yang dalam perkembangannya cukup pesat. Sebagai ibukota provinsi Sulawesi Utara tentunya Manado mempunyai daya tarik para investor dan para wisatawan untuk berkunjung dan menanamkan saham di kota ini. Dalam perkembangan ekonomi, peningkatan cukup signifikan disektor perdagangan dan Jasa yang mana  munculnya Pusat Perbelanjaan modern di kota Manado sebagai salah satu gaya hidup dan perkembangan sebuah kota. Manado telah memiliki beberapa pusat perbelanjaan modern (shopping mall) namun, kebanyakan berkonsep enclosed mall. Enclosed mall adalah sebuah pusat perbelanjaan modern yang tertutup, dimana para pengunjung akan terlindung dari panas matahari maupun air hujan. Pada perkembangannya, pusat perbelanjaan dimulai dari konsep terbuka, dalam artian tanpa penutup atap. Karakteristik mall ini yang diangkat sebagai pusat perbelanjaan pertama kali muncul yang akan di kembangkan sebagai pedestrian mall atau juga street shopping mall. Konsep Street Shopping Mall adalah sebuah pusat perbelanjaan yang mengorientasikan pejalan kaki ketika sedang berjalan-jalan atau rekreasi. Pusat perbelanjaan terbuka yang diharapkam sebagai transformasi baru sebuah shopping mall di Kota Manado. Arsitektur Nusantara sendiri dipilih karena akan memberikan sebuah nuansa baru dalam shopping mall dengan mengangkat keragaman budaya lokal Indonesia dengan ciri khasnya.                                         Kata Kunci: Street, Shopping Mall, Manado, Arsitektur Nusantara
MALL AGRICULTURE KOTA TOMOHON. Green Architecture Rombon, Orlando R.; Egam, Pingkan P.; Takumansang, Esli D.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 7 No. 2 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 2, November 2018
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v7i2.21305

Abstract

Kota Tomohon memiliki banyak keunggulan dibidang agriculture, salah satunya dibidang Holtikultura, sehingga tidak salah jika Tomohon dijuluki  Kota Bunga. Kota Tomohon sendiri belum memiliki sebuah mall, sehingga maksud dari perancangan ini yaitu menghadirkan mall yang dikhususkan untuk menjual keunggulan-keunggulan Kota Tomohon dibidang agriculture menggunakan tema green architecture. Metode yang digunakan untuk menyususun perancangan ini yaitu studi literatur, untuk menghimpun data-data atau sumber-sumber yang berhubungan dengan topic yang diangkat dalam suatu penelitian. Adapun metode perancangan menggunakan proses desain dua fase yaitu fase pertama develepoe the comprehensive knowledge of the designer, dan fase kedua yaitu siklus image-present-test. Metode ini dapat memudahkan untuk merancang Mall Agriculture di Kota Tomohon dengan pendekatan green architecture.Kata kunci : Agriculture, holticultura, green architecture
STADION SEPAK BOLA DI TOBELO. Ekspresi Struktur pada Bangunan Trajuman, Rendi W.; Rate, Johannes Van; Takumansang, Esli D.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 7 No. 2 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 2, November 2018
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v7i2.21876

Abstract

Olahraga adalah salah satu kegiatan manusia untuk menjaga kebugaran tubuh. Pada era sekarang ini olahraga sepak bola pun mulai diminati kembali. Dapat dilihat dari perkembangan yang ada dibeberapa daerah saat ini termasuk Kabupaten Halmahera Utara. Kota Tobelo yang merupakan ibukota Kabupaten Halmahera Utara, sebagai kota yang sedang berkembang, yaitu bertambahnya jumlah penduduk dan semakin berkembangnya pembangunan maka bertambahnya juga pemain-pemainnya atau peminat olahraga sepak yang ada di Tobelo. Maka tentunya harus diimbangi dengan menghadirkan fasilitas-fasilitas untuk Masyarakat sebagai pelengkap ataupun sebagai sarana bagi masyarakatnya untuk bisa mengembangkan potensi diri serta berkreasi dan sebagai fasilitas-fasilitas yang di banggakan. Dalam bidang olahraga, tentunya juga harus ditingkatkan kualitas dan mutu dari sarana dan prasarana dari olahraga itu sendiri. Perancangan stadion sepak bola di Kota Tobelo dengan mengankat tema “Ekspresi struktur pada bangunan” diharapkan bangunan ini menjadi icon yang modern di kota Tobelo. Kata kunci: Stadion Sepak Bola, Tobelo, Ekspresi Struktur pada bangunan..
PUSAT REHABILLITASI NARKOBA DI MANADO. Biophilic Architecture Meylita, Watuseke M.; Takumansang, Esli D.; Punuh, Claudia S.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 8 No. 1 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 1, Mei 2019
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v8i1.23683

Abstract

Peringkat penggunaan narkoba di Sulawesi Utara pada tahun 2017 sudah masuk di posisi 15 dari 34. Hal ini dikarenakan kurangnya pengawasan dari berbagai pihak. Bantuan rehabilitasi bagi para korban penyalahgunaan narkoba di Indonesia merujuk pada Peraturan Bersama tentang Penanganan Korban Penyalahgunaan Narkoba ke dalam Lembaga Rehabilitasi yang diterbitkan pada tahun 2014. Bantuan rehabilitasi juga merujuk pada UU No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika dan Peraturan Pemerintah No. 25 tahun 2011. Arsitektur Biophilia adalah arsitektur ramah lingkungan yang bertujuan untuk menyembuhkan menentramkan psikologis penghuni bangunan dengan melibatkan alam, baik dalam ruang maupun luar ruang. Sementara Rehabilitasi Narkoba merupakan tempat pemulihan untuk pengguna narkoba yang psikologisnya terganggu, sehingga para pengguna narkoba dapat sembuh dengan cepat baik secara fisik maupun mental.Dengan pendekatan tema tidak hanya memperhatikan estetika dan fungsional ruang namun juga dapat membantu proses rehabilitasi atau pemulihan terhadap pengguna narkoba. Biophilic Architecture merupakan konektor dalam interaksi timbal balik antara manusia dengan alam dan sistem kehidupan untuk meningkatkan kualitas hubungan manusia fisiologis maupun psikologis dalam sebuah perancangan arsitektural. Kata kunci: Narkoba, Pusat Rehabilitasi, Biophilic Architecture, Manado
Co-Authors Aldwin F. Lompoliuw Alvin J. Tinangon Alvin J. Tinangon Andy M. Malik Aristotulus E. Tungka, Aristotulus E. Artahsasta B. P. Binilang, Artahsasta B. P. Bonde, Christiana P. Brawid Sutrisno, Brawid Buangsampuhi, Ria Ch. Tarore, Raymond Christanty Srirejeki Christiana P. Bonde Christie G. Tooy Christofel Jacob Claudia S. Punuh, Claudia S. Cynthia E. V. Wuisang Da Costa, Alarico David Singal Djalil, Soepratman Abd Duwila, Rifandi Dwight M. Rondonuwu Eko Soegiarto, Eko Faizah Mastutie Febrian Rumambi Fela Warouw Fela Warouw Fella Warouw Ferdinand Sagisolo Firstnoel N. Wowor Folasimo, Desriyati H. Fransisca J. Bawembang Frits O. P. Siregar Frits O. P. Siregar Hendriek H. Karongkong Indradjaja Makainas Ingerid L. Moniaga Ingerid L. Moniaga Jacobus, Adrian Jefrey I. Kindangen Johannes Van Rate Johansen C. Mandey Joseph Rengkung Judy O. Waani Judy O. Waani Julianus A. R. Sondakh Julianus A. R. Sondakh Julianus A.R. Sondakh Juneyver Lemeng Juningsih T. A. Karaeng Kandouw, Sheren Gloria Kawahe, Imanuel H. A. Kerin M. Karisoh Lakat, Ricky M. S. Laras Pitaloka, Dyah Leidy M. Rompas Leon S. P. Kondoy Leonardy V. Wuaten Linda Tondobala Linda Tondobala Longaris, Sendy Loudy M.B. Kalalo Lucy J. Wagey Manorek, Heski Maulana S. Sumaryono Meylita, Watuseke M. Meytti Y. Sabarofek Missah, Rizkyanto Efraim Monica C. K. Tanod Nissia E.M. Kaunang Octavianus Hendrik Alexander Rogi Oscar V. Tatengkeng Patrycia A. J. Sandil Peggy Egam Pialandang, Vilia G. S. Pierre H. Gosal Pilat, Christhalia D. P. Rahmat Qadri Adipu Raymond Ch. Tarore Raymond Ch. Tarore Reksy Ch. Sambuaga Ricky M. S. Lakat Ricky S. M. Lakat Rieneke L. E. Sela Rikha C. Sinampu Rombon, Orlando R. Rompas, Jufri H. Roosje J. Poluan Rumambi, Febrian Rumengan, Michael Rinaldi Clipper Runita Rasyid Sembiring, Ririn E. V. Sonny Tilaar Steven Lintong Stevi Buloglabna Suawah, Alya Graciela Rahmadini Surijadi Supardjo Suryono Sutrisni Napu, Sutrisni Tangkere, Yosua Trajuman, Rendi W. Umamit, Praditia Supanji Uniplaita, Andre E. Waleleng, Deofishart Ch. Windy Mononimbar Woy, Tesalonika Miranda Wuntu, Brinda H. Wuritimur, Kasawuri Y. A. L. F Yakobus Sumallea, Yakobus Zefanya Saerang