Claim Missing Document
Check
Articles

MUSIC PARK CENTRE DI MANADO ( Ekspresi Warna Pada Arsitektur Taman ) Napu, Sutrisni; Makainas, Indradjaja; Takumansang, Esli D.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol 4, No 1 (2015): Volume 4 No.1 Mei 2015
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Musik merupakan salah satu seni yang banyak diminati oleh semua manusia dimanapun. Musik adalah seni yang mengekspresikan dan membangkitkan emosi tertentu melalui media suara dan bunyi. Dengan musik seseorang bisa mengekspresikan kreativitas mereka melalui bunyi yang didengarkan. Seseorang akan lebih menikmati keindahan suara music bila berada disuatu tempat alam tebuka dengan lansekap yang teratur seperti taman. Arsitektur taman(park) merupakan sebuah tempat yang terencana atau sengaja direncanakan di buat oleh manusia, biasanya di luar ruangan, di buat untuk menampilkan keindahan ekspresi dari berbagai tanaman dan bentuk alami. Taman dapat di bagi dalam taman alami dan taman buatan. Taman yang sering di jumpai adalah taman botani. Di manado sendiri belum memiliki fasilitas seperti gedung music yang sudah dilengkapi dengan berbagai macam kegiatan seni music, dan juga dilengkapi dengan sebuah tempat seperti taman yang dapat memberikan suatu ekspresi atau penunjang yang melengkapi suatu area gedung music. Dan dengan taman yang diperankan oleh berbagai macam bentuk, warna, yang dapat menciptakan suatu ekspresi yang akan timbul dengan sendirinya sesuai dengan kriteria bentuk warna pada suatu gedung atau taman, sehinga warna memiliki peran penting pad ataman, selain memberikan keindahan tapi memberikan ekspresi yang berdampak positif. Kata kunci :Musik, Arsitektur, Taman(park), Manado
SHOPPING MALL DI MINAHASA UTARA. “ARSITEKTUR BIOMORFIK” Rumambi, Febrian; Siregar, Frits O. P.; Takumansang, Esli D.
MEDIA MATRASAIN Vol 17, No 1 (2020)
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Minahasa utara merupakan salah satu kabupaten diprovinsi Sulawesi Utara yang sedang berkembang pesat dalam pembangunan baik dari segi perekonomian dan sosial dengan jumlah penduduk yang semakin meningkat pada tiap tahunnya. Perkembangan masyarakat akan kemudahan akses teknologi dan informasi merupakan hal yang paling pesat saat ini diaman gaya hidup masyarakat mulai berubah, perilaku konsumtif yang akan semakin meningkat sehingga kebutuhan masyarakat akan semakin berfariasi seiring berjalannya waktu dengan diperkenalannya berbagai produk baru dari luar. Berdasarkan pertimbangan tersebut saat ini merupakan kesempatan dimana dengan menghadirkan Shopping Mall khususnya di Minajasa Utara diharapkan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat dimana tidak hanya menjadi fasilitas yang menyediakan fungsi perdagangan, namun juga fungsi rekreasi. Pembangunan Shopping Mall di Minahasa Utara juga diharapkan dapat menjadi suatu daya tarik baru bagi penduduk luar Minahasa Utara dimana dengan menyediakan suatu icon baru yang dapat memperkenalkan produk-produk lokal diharapkan dapat memberi nilai lebih terhadap Minahasa Utara. Arsitektur Biomorfik sebagai tema perancangan dimana arsitektur sebagai bangunan dilihat sebagai suatu objek yang memiliki penampilan sifat-sifat makhluk hidup dimana arsitektur biomorfik berkemampuan  untuk  berkembang  dan tumbuh, dimana mampu beradaptasi dengan kebutuhan dan lingkungannya, hal ini berpengaruh terhadap dampak timbal balik Shopping Mall terhadap lingkungan lokasi didirikannya. Diharapkan dapat saling menguntungkan untuk kelangsunan pertumbuhan perekonomian Minahasa Utara
SENTRA INDUSTRI KERAJINAN TANGAN TORAJA UTARA, Arsitektur Neo Vernakuler Runita Rasyid; Ricky M. S. Lakat; Esli D. Takumansang
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 10 No. 2 (2021): DASENG Volume 10, Nomor 2, November 2021
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v10i2.39068

Abstract

Kearifan Lokal merupakan budaya suatu masyarakat yang diwariskan secara turun-temurun dari satu generasi ke generasi yang adalah juga suatu pandangan hidup dan pengetahuan serta sebagai strategi kehidupan yang berwujud aktifitas yang di lakukan oleh masyarakat lokal dalam memenuhi kebutuhan mereka (Alfian 2013:428). Sehingga kerajinan merupakan salah satu budaya atau suatu aktifitas kebiasaan yang ada dalam masyarakat Toraja yang berkaitan dengan keterampilan tangan. Berbagai kerajinan yang di hasilkan oleh masyarakat toraja,berbagai macam pula bentuk dan rupanya, kerajinan merupakan salah satu unit industri lokal  yang mampu menggerakkan perdagangan dan perekonomian. Dalam hal ini diperlukan suatu wadah yang dapat menunjang dan mendukung kegiatan ekonomi yang diperuntukan untuk para pengrajin yang terkendala dengan fasilitas untuk memperkenalkan, memproduksi, memamerkan dan menjual hasil karya mereka bagi para wisatawan yang berkunjung ke Toraja utara.Toraja Utara merupakan salah satu daerah indonesia yang memiliki ciri khas tersendiri dan budaya yang unik diwujudkan dalam bentuk mitos, legenda, adat, tradisi, kepercayaan, relief-relief yang dipahatkan rumah adat Tongkonan, peti mati, kain tenun dan organisasi- organisasi unik lainnya, hal tersebut menjadikan tempat wisata berpotensi di indonesia sebagai daerah terkenal di dunia. Kata kunci : Sentra Industri, Kerajinan Tangan,Toraja Utara, Neo Vernakuler
ROBOTIC EXPLORER DI MANADO, Futuristic Architecture Reksy Ch. Sambuaga; Pierre H. Gosal; Esli D. Takumansang
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 11 No. 1 (2022): DASENG Volume 11, Nomor 1, Mei 2022
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v11i1.43253

Abstract

Teknologi robot sangat membantu kehidupan manusia dalam berbagai aspek, efisiensi dan fungsionalitas menjadi beberapa alasan atau faktor betapa berpengaruhnya teknologi robot ini, selain itu teknologi robot akan selalu berkembang dan atau terbarui seiring perkembangan zaman, inilah beberapa alasan dalam pengembangan ide objek. Interest akan dunia robotika di kalangan masyarakat juga dinilai sangat tinggi dan expertise akan robotika juga semakin meningkat seiring perkembangan zaman. Berbagai negara termasuk Indonesia, teknologi robotika semakin berkembang dan maju hanya saja ada beberapa permasalahan yang terjadi beberapa diantarnya adalah masih kurangnya penggunaan akan teknologi robotika dan penggunaan teknologi robotika yang tidak merata dengan baik di lingkungan masyarakat maupun di sektor industri dan lainnya salah satunya di kota Manado, yang disebabkan salah satu faktor yaitu kurangnya fasilitas atau tempat untuk pengembangan teknologi robotika, oleh karena itu dengan dihadirkannya Pusat Pengembangan Teknologi Robot atau Robotic Explorer di kota Manado diharapkan penggunaan dalam teknologi robotika semakin maksimal dan merata dengan baik penggunaan teknologi di berbagai kalangan masyarakat maupun sektor industri dan lainnya. Selain untuk industri dan kehidupan sehari-hari teknologi robot juga dapat membantu kehidupan sosial manusia seperti di fasilitas pendidikan, kesehatan, keamanan, administrasi, penginapan dan lain sebagainya inilah beberapa alasan dalam penghadiran objek. Dengan pendekatan futuristik yang memiliki nilai relevansi yang tinggi dengan Robotic Explorer di Manado seperti sama-sama memanfaatkan kemajuan teknologi objek rancangan ini nantinya akan memiliki nilai fungsional dan prospek yang tinggi.Kata Kunci: Teknologi Robot, Fasilitas Pengembangan, Pendekatan Futuristic.
TERMINAL ANGKUTAN DARAT TIPE B DI MINAHASA TENGGARA, Simplicity In Architecture Aldwin F. Lompoliuw; Raymond Ch. Tarore; Esli D. Takumansang
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 11 No. 1 (2022): DASENG Volume 11, Nomor 1, Mei 2022
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v11i1.43263

Abstract

Abstrak Kabupaten Minahasa Tenggara yang masih tergolong muda, karena belum lama dimekarkan. Sehingga sarana prasarana diMinahasa Tenggara belum semuanya bisa tersedia Pesatnya pertumbuhan pembangunan masyarakat di kawasan tersebut juga berdampak pada peningkatan jumlah wisatawan di Minahasa tenggara.Selain peningkatan jumlah wisatawan, angkutan umum juga mulai meningkat terutama angkutan darat, dan dampak peningkatan jumlah tersebut telah menimbulkan kemacetan di pusat Minahsa tenggara. transportasi memainkan peran yang sangat penting dalam strategi pembangunan dan memiliki hubungan yang erat dan saling bergantung dengan laju pertumbuhan ekonomi suatu wilayah. Mengingat pentingnya transportasi, maka perencanaan dan pengembangannya perlu disusun, perlu dibangun atau ditata terminal di tempat-tempat tertentu untuk memungkinkan lalu lintas dan transportasi jalan Untuk mengelola dan mengatur untuk kepentingan umum. Maka karena itu penulis merencanakan untuk membuat desain Terminal angkutan darat tipe B di Minahasa Tenggara dengan menerapkan tema simplicity in architecture agar transportasi umum bisa memuat dan menurutkan penumpang ataupun barang di terminal dengan aman, selain itu juga bisa memberikan kenyamanan dan keamanan bagi masyarakat dan pengunjung yang menggunakan transportasi umum.Kata Kunci: Minasaha Tenggara, Terminal angkutan darat tipe B, simplicity in architecture
ISLAMIC CONVENTION CENTRE DI MANADO : Arsitektur Biophilic Rahmat Qadri Adipu; Julianus A.R. Sondakh; Esli D. Takumansang
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 11 No. 1 (2022): DASENG Volume 11, Nomor 1, Mei 2022
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan perekonomian Kota Manado sebagian besar digerakkan oleh sektor tersier yang salah satu pendapatan terbesarnya terletak pada bidang persaingan dan jasa perusahaan, kerja sama sinergis antara pemerintah daerah, pihak swasta dan masyarakat dalam mengembangkan sektor perekonomian di daerah dapat memberikan dampak yang signifikan terhadap peningkatan perekonomian. Dengan peran pemerintah dalam penyediaan infrastruktur berupa Convention Centre dalam hal ini spesifikasinya adalah Islamic Convention Centre yang dapat memberi kontribusi kepada umat Muslim dalam meningkatkan kesejahteraan dan memenuhi harapan luas bagi seluruh komponen masyarakat khususnya masyarakat dari golongan Muslim. Salah satu factor yang mendorong penggunaan Islamic Convention Centre adalah adanya pertemuan antara para professional, negarawan, cendekiawan ataupun usahawan serta para budayawan dari golongan Muslim guna meningkatkan hasil produksi juga untuk pengembangan kebudayaan Islam. Bangunan yang melibatkan banyak orang bahkan ratusan di setiap acara memerlukan penerapan teknologi dan konsep dengan tampilan bangunan yang berbeda, unsur alam diadaptasi ke dalam bentuk analogi sesain untuk dapat mengakomodir tuntutan bagi para umat Muslim dimana dalam bangunan ini teraplikasi unsur religius dan representative, adanya simbol-simbol keislaman yang menjadikan bangunan ini memiliki ciri khusus dan menjadi satu fasilitas wisata ibadah di Kota Manado Kata Kunci: Convention Centre, Islamic, religius.
PUSAT KREATIVITAS DI MANADO: Arsitektur Dekonstruksi Patrycia A. J. Sandil; Julianus A. R. Sondakh; Esli D. Takumansang
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 11 No. 1 (2022): DASENG Volume 11, Nomor 1, Mei 2022
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aktivitas monoton masyarakat kota yang berfokus pada aktivitas dan interaksi di rumah dan di tempat bekerja / sekolah dapat memberikan tekanan kepada masyarakat dan mengurangnya waktu mengembangkan kreativitas diri individu maupun kreativitas kelompok. Pusat Kreativitas di Manado ini menjadi tempat Ketiga yang penting bagi masyarakat kota Manado untuk menyalurkan bakat dan minat mereka melalui aktivitas-aktivitas pengembangan kreativitas yang telah disediakan. Selain memberikan wadah pengembangkan minat dan bakat masyarakat melalui aktivitas kreativitas yang ada, masyarakat kota juga dapat menyalurkan aktivitas bersosialisasi, membangun komunitas, dan bersantai di dalam Pusat Kreativitas di Manado ini. Dengan adanya Pusat Kreativitas di Manado ini kiranya dapat membantu masyarakat kota Manado dalam pengembangan kreativitas diri yang mampu bersaing di era ekonomi yang sedang berkembang pesat dan dapat membantu mengurangi tekanan aktivitas melalui aktivitas sosial yang ada. Kata Kunci : Pusat Kreativitas, Arsitektur Dekonstrksi, Manado, Tempat Ketiga.
SEKOLAH TINGGI MUSIK DI MANADO: Arsitektur Simbolisme Kerin M. Karisoh; Ricky S. M. Lakat; Esli D. Takumansang
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 11 No. 1 (2022): DASENG Volume 11, Nomor 1, Mei 2022
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Musik adalahvsalah satuvindustri yang memilikivprospek yangrbesar kedepannya sehingga peminat musik bisa berasal dari golongan apa saja, baik orang dewasa, anak kecil, pria maupun wanita. Di zaman modern ini keinginan masyarakat di bidang music terus meningkat, dapat dilihat berkembangnya music di dunia terlebih khusus yang ada di Indonesia. Musik dapat memberi keuntungan unutk kehidupan masyarakat dalam segi pendidikan, kesehatan maupun karir. Manado adalah Ibu Kota Provinsi Sulawesi Utara merupakan pusat segala aktivitas masyarakat Sulawesi Utara menjadi dan juga menjadi salah satu pusat perkembangan musik yang ada di Sulawesi Utara, ditinjau dari banyaknyaakehadiran musisiddaerah karenaatidak lain sebagaiatuntutan karir sebagai ipenyanyi, pemusikddan lain sebagainya dan banyak darimmereka yangmmasih sulitmmengembangkan potensinya karena keterbatasan akan wadah untuk menampung bakat-bakat yang ada. Untuk itu perlu adanya suatu pendidikan formal dalam mewadahi kebutuhan masyarakatddalam bidangsseni khususnya seninmusik yaitu perancangannsekolah tinggimmusik di Manado. Tujuan perancangan sekolah tinggi music ini yaitu untuk memberikan sarana prasana dalam hal yang terkait segala kegiatan belajar mengajar music serta dapat mengoptimalkan kemampuan masyarakat dalam bidang seni music. Proses perancangan yang digunakan adalah metode glass box menurut Horst Rittel yaitu pengembang varietas-reduksi varietas yang kemudian dioptimalkan melalui ketiga tipe pendekatan yaitu pendekatan tipologi, lokasional dab tematik. Perancangan Sekolah Tinggi Musik menerapkan tema Arsitektur Simbolisme yang akan di bangun melalui perwujudan konsep desain, akan hadir dengan konsep yang baru, tidak hanya sebagai tempat menuntut ilmu, tapi juga memiliki jiwa dari seni itu sendiri lewat perwujudan elemen- elemen musik kedalam objek rancangan yang nantinya akan menjadi icon baru bagi dunia musik, bagi masyarakat dan bagi kota Manado. Kata Kunci : Sekolah Tinggi, Musik, Arsitektur Simbolisme
Pengembangan RTH Kota Berbasis Infrastruktur Hijau dan Tata Ruang Studi Kasus: Kota Manado Ingerid L. Moniaga; Esli D. Takumansang
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 5 No. 4 (2016): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan RTH kota yang berbasis infrastruktur hijau (infrastruktur ekologis) harus terpadu dengan RTH sebagai komponen utama pembentuk ruang. Kota Manado merupakan kota yang memiliki sumberdaya alam yang sangat indah dengan bentang alam yang topografikal yakni berbukit, bergunung, dan berombak-ombak. Karakteristik kota yang alami seperti ini membutuhkan peren-canaan tata ruang yang berbasis ekologis dan berkelanjutan. Kawasaan perbukitan yang berfungsi lindung tangkapan air (catchment area) seharusnya merupakan kawasan yang dalam perencanaan dan pengendalian ruang Kota Manado difungsikan sebagai ruang terbuka hijau (RTH). Daerah-daerah yang sensitif terhadap perubahan harusnya dipreservasi atau dikonservasi sebagai infrastruktur hijau sehingga paradigma bahwa RTH bukanlah ruang-ruang sisa diantara ruang-ruang terbangun melainkan RTH merupakan unsur utama dalam tata ruang Kota. Tujuan penelitian ini yaitu mengidentifikasi RTH pada kawasan perbukitan di Kota Manado dengan variabel analisis yakni kelerengan, topografi, jenis tanah, dan curah hujan, untuk menghasilkan penataan terintegrasi RTH dan Tata Ruang berdasarkan karakteristik wilayah Kota Manado. Metodologi penelitian ini dilakukan dengan metode analisis spasial yang menggunakan perangkat lunak ArcGIS 10.0 dan global mapper.
KETANGGUHAN WILAYAH DISTRIK SORONG DAN SORONG MANOI DI KOTA SORONG TERHADAP BENCANA BANJIR Ferdinand Sagisolo; Roosje J. Poluan; Esli D. Takumansang
SPASIAL Vol. 10 No. 1 (2023): Volume 10, No.1, Mei 2023
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Sorong merupakan salah satu kota di Papua Barat yang sering menghadapi masalah banjir. Namun, belum ada data mengenai luasan wilayah yang rentan terhadap kondisi ini. Oleh karena itu, perlu dilakukan survei untuk mengetahui sebaran tingkat ketahanan banjir di Sorong. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dan kuantitatif dengan analisis dan persebaran pola tingkat kerawanan banjir menggunakan teknik analisis data primer dan sekunder berbasis software Arc View 10.4. Akibatnya, tingkat ketahanan banjir di Kabupaten Solon dan Solon Manoi diklasifikasikan menjadi empat rangking ketahanan banjir: kerawanan tinggi, kerawanan rendah, kerawanan rendah, dan tidak kerawanan. 4,53% wilayah metropolitan Solon tergolong sangat rawan banjir, 33,65% tergolong tidak rawan banjir, 33,65%, dan tidak rawan banjir 19,71%. Akan selesai. Perlu diketahui bahwa 38,18% wilayah Sorong Sorong Manoi rawan dan rawan banjir. Daerah ini merupakan pusat pemerintahan dan termasuk daerah padat penduduk. Kata kunci: banjir, ketahanan banjir kabupaten Sorong, Sorong Manoi
Co-Authors Adrian Jacobus Aldwin F. Lompoliuw Alvin J. Tinangon Alvin J. Tinangon Andy M. Malik Aristotulus E. Tungka Aristotulus E. Tungka, Aristotulus E. Artahsasta B. P. Binilang, Artahsasta B. P. Bonde, Christiana P. Brawid Sutrisno, Brawid Buangsampuhi, Ria Ch. Tarore, Raymond Christanty Srirejeki Christhalia D. P. Pilat Christiana P. Bonde Christie G. Tooy Christofel Jacob Claudia S. Punuh Cynthia E. V. Wuisang Da Costa, Alarico David Singal Deofishart Ch. Waleleng Desriyati H. Folasimo Djalil, Soepratman Abd Duwila, Rifandi Dwight M. Rondonuwu Eko Soegiarto, Eko Faizah Mastutie Febrian Rumambi Fela Warouw Fella Warouw Ferdinand Sagisolo Firstnoel N. Wowor Fransisca J. Bawembang Frits O. P. Siregar Frits O. P. Siregar Hendriek H. Karongkong Imanuel H. A. Kawahe Indradjaja Makainas Ingerid L. Moniaga Jefrey I. Kindangen Johannes Van Rate Johansen C. Mandey Joseph Rengkung Joseph Rengkung Judy O. Waani Jufri H. Rompas Julianus A. R. Sondakh Julianus A. R. Sondakh Julianus A.R. Sondakh Juneyver Lemeng Juningsih T. A. Karaeng Kandouw, Sheren Gloria Kasawuri Y. A. L. F Wuritimur Kerin M. Karisoh Lakat, Ricky M. S. Laras Pitaloka, Dyah Leidy M. Rompas Leon S. P. Kondoy Leonardy V. Wuaten Linda Tondobala Linda Tondobala Longaris, Sendy Loudy M.B. Kalalo Lucy J. Wagey Manorek, Heski Maulana S. Sumaryono Meytti Y. Sabarofek Missah, Rizkyanto Efraim Monica C. K. Tanod Nissia E.M. Kaunang Octavianus Hendrik Alexander Rogi Orlando R. Rombon Oscar V. Tatengkeng Patrycia A. J. Sandil Peggy Egam Pialandang, Vilia G. S. Pierre H. Gosal Pingkan P. Egam Rahmat Qadri Adipu Raymond Ch. Tarore Raymond Ch. Tarore Reksy Ch. Sambuaga Rendi W. Trajuman Ricky M. S. Lakat Ricky S. M. Lakat Rieneke L. E. Sela Rikha C. Sinampu Ririn E. V. Sembiring Roosje J. Poluan Rumambi, Febrian Rumengan, Michael Rinaldi Clipper Runita Rasyid Sonny Tilaar Steven Lintong Stevi Buloglabna Surijadi Supardjo Surijadi Supardjo Suryono Sutrisni Napu, Sutrisni Umamit, Praditia Supanji Uniplaita, Andre E. Watuseke M. Meylita Windy Mononimbar Woy, Tesalonika Miranda Yakobus Sumallea, Yakobus Yosua Tangkere Zefanya Saerang