Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Penarikan naskah: Efek diuretik ekstrak daun alpukat (Persea americana Mill.) pada kadar kalium dan natrium urine tikus Sprague-Dawley Madyastuti, Rini; Nisa, Nunik Nida Choerun; Wientarsih, Ietje
Current Biomedicine Vol. 1 No. 1 (2023): January
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/currbiomed.1.1.10-18

Abstract

Announcement of manuscript withdrawal: The author has voluntarily submitted a request for retraction of the published manuscript. Based on these considerations, the editorial board decided to permanently withdraw this manuscript from circulation, both in print and online.
Analisis In Silico Senyawa Flavonoid Kayu Secang (Caesalpinia sappan L.) pada Reseptor α-Amilase Sebagai Antihiperglikemik Indah Kurnia Klara; Purwono, Rini Madyastuti; Achmadi, Pudji
Acta VETERINARIA Indonesiana Vol. 11 No. 3 (2023): November 2023
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avi.11.3.210-219

Abstract

Pengujian in vitro dan in vivo kayu secang (Caesalpinia sappan L.) sebagai antihiperglikemik sudah dilakukan sebelumnya dan memberikan hasil yang efektif, namun mekanismenya pada hewan belum diketahui. Penelitian ini bertujuan menganalisis mekanisme senyawa metabolit kayu secang (Caesalpinia sappan L.) yang dapat menghambat enzim α-amilase pada hewan melalui penambatan molekuler secara in silico. Profil farmakokinetik ligan diprediksi berdasarkan aturan Lipinski. Prediksi toksisitas dilakukan menggunakan admetSAR. Reseptor diperoleh dari basis data PDB (ID 1OSE). Ligan pembanding yang digunakan adalah akarbosa. Penambatan molekuler dilakukan dengan menambatkan ligan uji brazilin, protosappanin B, protosappanin C, dan sappanchalcone pada enzim α-amilase menggunakan Autodock Vina. Penambatan molekuler dianalisis dengan energi ikatan (ΔG), konstanta inhibisi, serta ikatan kimia. Hasil penambatan molekuler menunjukkan semua ligan uji memiliki potensi sebagai antihiperglikemik. Ligan uji brazilin memiliki aktivitas penghambatan enzim α-amilase lebih baik daripada akarbosa berdasarkan nilai ΔG dan %BSS.
Potensi daun kumis kucing dalam meningkatkan hematopoiesis pada kondisi kerusakan ginjal Satyaningtijas, Aryani; Pamungkas, Joko; Sa’diah, Siti; Wientarsih, Ietje; Purnawarman, Trioso; Rini Madyastuti Purwono; Nisa, Khoirun; Nugroho, Radhitya Aryo; Hadiyanti, Cresensia Rara; Tarigan, Ronald
Acta VETERINARIA Indonesiana Vol. 11 No. 3 (2023): November 2023
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avi.11.3.189-195

Abstract

Kerusakan ginjal berdampak pada proses eritropoiesis karena ginjal merupakan organ utama penghasil eritropoietin (EPO). Tanaman kumis kucing secara turun-temurun sudah digunakan untuk pengobatan gangguan saluran kemih, hipertensi, dan diabetes mellitus. Tanaman ini diketahui mengandung berbagai zat aktif yang bersifat nefroprotektif, seperti flavonoid, tannin, saponin, phenol, serta terpenoid. Penelitian ini bertujuan untuk melihat potensi tanaman kumis kucing untuk memperbaiki profil eritosit pada kondisi kerusakan ginjal yang diinduksi oleh etilen glikol. Sebanyak 35 ekor tikus galur Sprague Dawley jantan berumur 7 bulan dibagi ke dalam 7 kelompok perlakuan dengan pemberian etilen glikol dan atau ekstrak kumis kucing dengan lama permberian yang berbeda. Pemberian ekstrak daun kumis kucing mampu meningkatkan jumlah eritrosit pada tikus serta menekan penurunan jumlah eritrosit saat dan setelah pemberian etilen glikol. Selain itu, pemberian ekstrak kumis kucing juga mampu menurunkan jumlah leukosit serta rasio neutrofil: limfosit yang meningkat akibat induksi etilen glikol. Ekstrak kumis kucing memiliki potensi untuk memperbaiki proses eritropoiesis dan menekan peradangan pada kasus kerusakan ginjal.
Palatabilitas Makanan Fungsional yang Mengandung Ekstrak Jintan Hitam (Nigella sativa) pada Kucing Domestik Bulu Pendek (Felis catus) Kusumawati, Nina Tri; Purwono, Rini Madyastuti; Kusumawati, Nina; Priosoeryanto, Bambang Pontjo; Esfandiari, Anita
Acta VETERINARIA Indonesiana Vol. 12 No. 2 (2024): Juli 2024
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avi.12.2.133-140

Abstract

Plant extract is one of the functional ingredients to support health and immune system. Black cumin (Nigella sativa) is known to have a strong effect on immunomodulatory function. Its bitter taste and characteristic smell will affect the palatability of a final product. The palatability is important for product development in the pet food industry. The palatability defines cat’s preference and acceptance of a product. This research was aimed to determine the palatability of functional foods containing black cumin’s extract in domestic shorthair cats (Felis catus). The modified two bowl test was used in this study. Domestic shorthair cats aged 1-6 years, 7 spayed females and 2 neutered males, unvaccinated, and clinically healthy were participated in the study. Three bowls of food containing 89,1 mg; 222,75 mg; and 445,5 mg concentration of black cumin extract were offered to cats simultaneously. The first choice consumed, the duration of food consumed, and the amount of food intake were evaluated. A significant difference (p<0,05) was observed in the first choice consumed. The duration of food consumed, and the amount of food consumed were not found a significant difference. Based on all observations, this study indicates the food containing 222,75 mg concentration of black cumin is more palatable compared with other foods. The result of this study will be the foundation of the next research. Keywords: black cumin, cats, food, palatability
Nilai RBC dan RDW Tikus Model Sepsis yang Diterapi dengan Ekstrak Kecoa Periplaneta americana Aritonang, Erfan Andrianto; Gunanti; Rini Madyastuti Purwono; Supriyono
Jurnal Veteriner dan Biomedis Vol. 2 No. 2 (2024): September
Publisher : Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jvetbiomed.2.2.74-78.

Abstract

Red Blood Cell (RBC) dan Red blood cell Distribution Width (RDW) merupakan variabel hematologi yang banyak dikaji sebagai biomarker sepsis dan prediktor mortalitas pasien sepsis yang dirawat secara intensif. Penelitian ini bertujuan untuk menanalisis potensi EKP sebagai terapi sepsis tikus model melalui variabel nilai RBC dan RDW. Ekstraksi kecoa P. americana menggunakan metode maserasi dengan etanol 70%. Induksi sepsis pada tikus model menggunakan metode bedah cecal ligation and puncture. Tikus model sepsis dibagi menjadi empat kelompok terapi yaitu NaCl 0,9%, deksametason 0,75 mg/kg, EKP 50 mg/kg, dan EKP 100 mg/kg. Terapi dilakukan secara per oral 24 dan 36 jam setelah bedah CLP. Rataan nilai RBC setelah induksi sepsis dan diterapi masing-masing sebesar 6,76; 7,82; 8,01; dan 6,80. Persentase nilai RDW setelah induksi sepsis dan diterapi masing-masing sebesar 14,7; 13,75; 13,88; dan 14,26. Hasil penelitian menunjukan tidak adanya perbedaan signifikan antara setiap kelompok (P > 0,05), namun nilai RBC dan RDW lebih baik pada kelompok yang diterapi dengan deksametason dan EKP 50 mg/kg. Kesimpulan dari penelitian ini adalah EKP 50 mg/kg berpotensi sebagai terapi sepsis berdasarkan nilai RBC dan RDW tikus model sepsis.
Efektivitas Infusa Jintan Putih (Cuminum cyminum) sebagai Antidiare pada Mencit (Mus musculus) Putri, Fadiela Salima; Mustika, Aulia Andi; Purwono, Rini Madyastuti; Sutardi, Lina Novianti
Jurnal Veteriner dan Biomedis Vol. 2 No. 2 (2024): September
Publisher : Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jvetbiomed.2.2.86-92.

Abstract

Jintan putih (Cuminum cyminum) merupakan tanaman yang sudah sejak lama dikonsumsi sebagai bahan masakan dan obat, namun belum terdapat penelitian terkait manfaat jintan putih sebagai antidiare. Penelitian ini bertujuan mengetahui efektivitas infusa jintan putih sebagai antidiare dan menentukan konsentrasi yang memiliki efek antidiare paling efektif. Penelitian ini juga bertujuan mengetahui kandungan metabolit sekunder pada jintan putih melalui penapisan fitokimia. Pengujian antidiare dilakukan dengan menggunakan metode proteksi intestinal dengan pemberian sediaan secara peroral. Parameter yang diamati pada metode proteksi intestinal yaitu frekuensi defekasi, konsistensi feses, dan durasi diare. Penelitian ini menggunakan 30 ekor mencit yang dibagi menjadi 5 kelompok terdiri dari kelompok kontrol negatif (Tween-80 [1%]), kontrol positif (Loperamide HCl), dan tiga kelompok perlakuan infusa jintan putih dengan konsentrasi 25%, 50%, dan 100%. Konsentrasi 25% merupakan konsentrasi jintan putih yang paling efektif, karena menghasilkan durasi diare paling pendek dibandingkan kelompok perlakuan lainnya. Penapisan fitokimia infusa jintan putih menunjukkan bahwa terdapat senyawa metabolit sekunder meliputi alkaloid, saponin, flavonoid, tanin, dengan tanin sebagai senyawa yang paling berpotensi sebagai antidiare.
AKTIVITAS ANTIINFLAMASI SENYAWA AKTIF DAUN JAWER KOTOK (Plectranthus scutellarioides (L.)R.Br.) MELALUI INHIBISI Siklooksigenase-2 SECARA IN SILICO Maharani, Alya Rizqi; Purwono, Rini Madyastuti; Siswandi, Riki; Nurkarimah, Dona Astari; Farhamzah
Jurnal Buana Farma Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Buana Farma : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/jbf.v5i1.1343

Abstract

Inflammation is the body’s response to harmful stimuli, and it plays a crucial role in boosting immunity. However, if inflammation is not managed properly, it can lead to degenerative diseases. This research aims to analyze the potential of Plectranthus scutellarioides (L.) R. Br. leaves as an anti-inflammatory agent. The study employs an in silico molecular docking method, using the active compound from the plant as the test ligand and the COX-2 receptor as the target. The results indicate that the test ligand, Antosianin, shows the best interaction as an inhibitor of the target receptor, as demonstrated by its superior affinity energy value compared to the other test ligands.
Efektivitas Infusa Jintan Putih (Cuminum cyminum) sebagai Antidiare pada Mencit (Mus musculus) Fadiela Salima Putri; Aulia Andi Mustika; Rini Madyastuti Purwono; Lina Novianti Sutardi
Jurnal Veteriner dan Biomedis Vol. 3 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jvetbiomed.3.1.44-50.

Abstract

Jintan putih (Cuminum cyminum) merupakan tanaman yang sudah sejak lama dikonsumsi sebagai bahan masakan dan obat, namun belum terdapat penelitian terkait manfaat jintan putih sebagai antidiare. Penelitian ini bertujuan mengetahui efektivitas infusa jintan putih sebagai antidiare dan menentukan konsentrasi yang memiliki efek antidiare paling efektif. Penelitian ini juga bertujuan mengetahui kandungan metabolit sekunder pada jintan putih melalui penapisan fitokimia. Pengujian antidiare dilakukan dengan menggunakan metode proteksi intestinal dengan pemberian sediaan secara peroral. Parameter yang diamati pada metode proteksi intestinal yaitu frekuensi defekasi, konsistensi feses, dan durasi diare. Penelitian ini menggunakan 30 ekor mencit yang dibagi menjadi 5 kelompok terdiri dari kelompok kontrol negatif (Tween-80 [1%]), kontrol positif (Loperamide HCl), dan tiga kelompok perlakuan infusa jintan putih dengan konsentrasi 25%, 50%, dan 100%. Konsentrasi 25% merupakan konsentrasi jintan putih yang paling efektif, karena menghasilkan durasi diare paling pendek dibandingkan kelompok perlakuan lainnya. Penapisan fitokimia infusa jintan putih menunjukkan bahwa terdapat senyawa metabolit sekunder meliputi alkaloid, saponin, flavonoid, tanin, dengan tanin sebagai senyawa yang paling berpotensi sebagai antidiare.
Potensi Kombinasi Rosemari (Rosemarinus officinalis), Eucalypytus (Eucalyptus pellita), dan Minyak Peppermin (Mentha piperita L.) pada Waktu Kematian Caplak Prasetyo, Bayu Febram; Purwono, Rini Madyastuti; Saragih, Adrian
Jurnal Sain Veteriner Vol 43, No 2 (2025): Agustus
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jsv.91468

Abstract

Caplak menjadi faktor penyebab gangguan kulit yang banyak terjadi pada anjing. Resiko akibat caplak membuat kulit anjing mengalami kerusakan jaringan dan reaksi inflamasi sehingga penampilan terlihat jelek. Berbagai metode penaggulangan infeksi caplak telah berkembang. Namun, perlu adanya penyediaan obat baru yang lebih efektif. Penelitian ini bertujuan menguji waktu kematian caplak terhadap kombinasi rosemari, eucalyptus, dan minyak peppermin. Caplak Rhipicephalus sanguineus diperoleh melalui teleskopik dari anjing yang positif terinfeksi caplak di Asrama Mahasiswa Papua Dramaga Bogor. Perlakukan yang digunakan dengan komposisi rosemari 2 ml, eucalypytus 2 ml, dan minyak peppermin 1 ml; rosemari 2 ml, eucalypytus 2 ml, dan minyak peppermin 1,5 ml; serta rosemari 2 ml, eucalypytus 2 ml, dan minyak peppermin 2 ml dengan berlipat ganda sebanyak tiga kali. Analisis data dilakukan dengan melihat jumlah mortalitas akibat pengaruh paparan konsentrasi yang berbeda pada kombinasi rosemari, eucalyptus, dan minyak peppermin terhadap mortalitas caplak. Komposisi rosemari 2ml, eucalypytus 2 ml, dan minyak peppermin 2 ml pada hasil penelitian merupakan kombinasi paling efektif membunuh caplak dibandingkan 2 kombinasi lainnya.
PELATIHAN PEMBUATAN JAMU TERNAK UNTUK DOMBA DI AL-BAROQAH FARM KECAMATAN DRAMAGA, KABUPATEN BOGOR: Jamu Ternak Prasetyo, Bayu Febram; Purwono, Rini Madyastuti; Sutardi, Lina Noviyanti; Rahma, Anisa; Rasyid, Baharun
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 4 (2025): Volume 6 No 4 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i4.48460

Abstract

Kesehatan ternak merupakan aspek krusial dalam mendukung keberhasilan usaha peternakan, khususnya pada sektor peternakan domba. Namun ketergantungan peternak terhadap obat-obatan sintetis masih tinggi, yang berdampak pada biaya produksi dan risiko resistensi antimikroba. Untuk mengatasi permasalahan ini, dilakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa pelatihan pembuatan jamu ternak berbahan herbal lokal sebagai alternatif pengobatan alami. Kegiatan dilaksanakan secara partisipatif bersama peternak mitra Al-Baroqah Farm di Kecamatan Dramaga, Bogor. Materi pelatihan meliputi pengenalan bahan herbal (kunyit, kayu manis, lada, sambiloto, dan indigofera), teknik formulasi jamu fermentasi, serta praktik aplikasi pada domba. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peternak sangat antusias dan mampu mengikuti seluruh tahapan pelatihan dengan baik. Jamu yang diformulasikan terbukti dapat meningkatkan nafsu makan, imunitas, serta produktivitas domba, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap obat sintetis. Pelatihan ini berhasil memperkenalkan model pemeliharaan peternakan yang sehat, ekonomis, dan berkelanjutan berbasis kearifan lokal.
Co-Authors A.S. Satyaningtijas Andriyanto Andriyanto ANGGARA ALDOBRATA Anggraeni, Henny Endah Anisa Rahma, Anisa Anisa, Rahma Anita Esfandiari Aritonang, Erfan Andrianto Aulia Andi Mustika Bachmid, Salma Safitri Baharun, Rasyid Bambang Pontjo Priosoeryanto Bayu Febram Prasetyo Bayu Febran Prasetyo Budiono, Novericko Ginger Daniel Happy Putra Dea Khalissa Anidya Deny Setyo Wibowo Dian Firnanda Diaz, Fariz Arrachman DIMAS ANDRIANTO Erni H Purwaningsih Erni H Purwaningsih Eva Harlina Fadiela Salima Putri Farhamzah Fitri, Arni Diana Gunanti Hadiyanti, Cresensia Rara Hikmarizky, Firda IETJE WIENTARSIH Ikrar Trisnaning Hardi Utami Indah Kurnia Klara Isnaini, Nyimas Syifa Amira Joko Pamungkas Khoirun Nisa Kusumawati, Nina Tri LAKSMI AMBARSARI Lina Novianti Sutardi Lina Novianti Sutardi, Lina Novianti Lina Noviyanti Sutardi Maharani, Alya Rizqi May, Ng U Mufida, Anis Arifatu Muhammad Agung Nulhakim Nabila Nur Nafiati Nina Kusumawati Nina Tri Kusumawati Nisa, Nunik Nida Choerun Nugraha, Salma E.P Nugroho, Radhitya Aryo Nurdiansyah, Rio Dwi Haryadi Nurhidayat Nurhidayat Nurkarimah, Dona Astari Nursaumawati, Siti Parameshtya, Sadhira Pudji Achmadi Putri, Fadiela Salima Rasyid, Baharun Riki Siswandi Rizal Arifin Akbari Saragih, Adrian Sa’diah, Siti Setyo Widodo Setyo Widodo Sugeng Santoso SUPRIYONO Supriyono, Supri Tannya, Prieske Tarigan, Ronald Tarisa, Hasnah TATI NURHAYATI Trioso Purnawarman Vadivellan, Srivaen Vetnizah Juniantito Wasmen Manalu Wilujeng, Retno Wulandari, Nenis Rahma