Claim Missing Document
Check
Articles

Implementasi Restorative Justice terhadap Kepercayaan Masyarakat terhadap Polri: Studi di Polres Aceh Singkil Muhammad Naufal Asyrof; Bambang Suheryadi; Prawitra Thalib
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 6 No. 9 (2026): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia (Issue in Progress)
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v6i9.3727

Abstract

Penelitian ini mengkaji pengaruh penerapan restorative justice terhadap tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Kepolisian Republik Indonesia (Polri) di wilayah Polres Aceh Singkil. Restorative justice merupakan pendekatan penyelesaian perkara yang menitikberatkan pada pemulihan hubungan antara korban, pelaku, dan masyarakat melalui dialog dan musyawarah, bukan sekadar penegakan hukum secara konvensional. Studi ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana penerapan restorative justice mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri, yang selama ini menjadi tantangan utama dalam menjaga legitimasi dan citra institusi kepolisian. Metode penelitian yang digunakan adalah campuran (mixed methods), meliputi pengumpulan data primer melalui wawancara mendalam dengan para pihak terkait seperti anggota polisi, korban, pelaku, dan masyarakat serta survei kuantitatif untuk mengukur persepsi dan tingkat kepercayaan masyarakat. Analisis data dilakukan untuk mengidentifikasi hubungan antara penerapan restorative justice dan perubahan sikap masyarakat terhadap Polri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan restorative justice memberikan dampak positif yang signifikan terhadap peningkatan kepercayaan masyarakat. Masyarakat merasa lebih dilibatkan dalam proses penyelesaian kasus, merasa keadilan lebih terpenuhi secara subjektif, dan mampu melihat Polri sebagai institusi yang mengedepankan pendekatan kemanusiaan. Temuan ini memiliki implikasi penting bagi kebijakan Polri dalam mengembangkan strategi pelayanan yang lebih humanis dan memperkuat hubungan dengan masyarakat. Penelitian ini merekomendasikan perluasan program restorative justice sebagai bagian integral dari sistem penegakan hukum di Polri guna meningkatkan kepercayaan dan legitimasi institusi kepolisian.
Implementasi Elektronik Manajemen Penyidikan dalam Optimalisasi Penyidikan Tindak Pidana oleh Sub Direktorat Kejahatan dan Kekerasan Polda Kalimantan Timur Fabiola Umaida; Septi Ariadi; Prawitra Thalib
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 6 No. 9 (2026): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia (Issue in Progress)
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v6i9.3818

Abstract

Penelitian ini membahas implementasi Elektronik Manajemen Penyidikan dalam mengoptimalkan proses penyidikan tindak pidana oleh Sub Direktorat Kejahatan dan Kekerasan Polda Kalimantan Timur. Di era digital saat ini, teknologi menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan efisiensi dan efektivitas penyidikan, terutama dalam pengumpulan, analisis, dan pengamanan bukti digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi untuk menggali bagaimana perangkat digital serta perangkat lunak forensik diintegrasikan ke dalam aktivitas penyidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Elektronik Manajemen Penyidikan, seperti komputer berperforma tinggi, tablet dan smartphone khusus, serta peralatan forensik digital, secara signifikan mempercepat proses investigasi dan meningkatkan akurasi pengumpulan bukti. Namun, adopsi teknologi tersebut lebih banyak dipelopori oleh inisiatif individu penyidik daripada kebijakan institusional formal, menandakan perlunya penguatan budaya organisasi dan kebijakan yang mendukung. Selain itu, pelatihan berkelanjutan dan manajemen teknologi menjadi faktor kunci untuk memastikan pemanfaatan optimal perangkat digital. Studi ini menyimpulkan bahwa Elektronik Manajemen Penyidikan memberikan kontribusi penting dalam peningkatan kualitas penyidikan tindak pidana dan merekomendasikan pengembangan kebijakan institusional yang sistematis serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia untuk menghadapi tantangan kejahatan di era digital.
Gen-Z Police Officers' Ethical Compliance in Social Media Use: A PLS-SEM Study Adrianus Adhiwira Yoga Pradana; Prawitra Thalib; Mohammad Fakhruddin Mudzakkir; Syafri Sasmito Sangaji
Jurnal Ilmu Kepolisian Vol 20 No 2 (2026): Jurnal Ilmu Kepolisian Volume 20 Nomor 2 Tahun 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35879/jik.v20i2.735

Abstract

This study examines the effects of attitude, subjective norms, and self-efficacy on motivation to comply with the professional code of ethics, and the effect of that motivation on self-reported ethical compliance in social media use among Generation Z members of the Indonesian National Police (Polri) under the East Java Regional Police. A quantitative, cross-sectional explanatory survey was conducted with 769 active personnel aged 18-28 years who use social media, drawn through voluntary-response (convenience) sampling from 38,861 active personnel recorded in the Sistem Informasi Personel Polri (SIPP, 2026). Data were analysed using Partial Least Squares Structural Equation Modelling (PLS-SEM) with SmartPLS 3. Attitude did not significantly affect motivation to comply with the code of ethics (β = -0.010, t = 0.347, p = .728). Subjective norms (β = 0.328, t = 4.108, p < .001) and self-efficacy (β = 0.598, t = 7.057, p < .001) had positive and significant effects on motivation, while motivation positively and significantly affected self-reported compliance (β = 0.738, t = 18.697, p < .001). The findings indicate that ethical compliance in digital environments is associated more strongly with social pressure and perceived behavioural control than with personal attitude. Polri should therefore strengthen peer- and supervisor-based ethical norms alongside confidence-building digital-ethics training. Because the study is cross-sectional and based on self-report data, the results should be interpreted as associational rather than strictly causal.
Co-Authors Adhika Ginanjar Widhisana Adrianus Adhiwira Yoga Pradana Agus Yudha Hernoko Agus yudha Hernoko Akbar, Rizky Aldhi, Ian Firstian Aldiansyah, Komari Aliansa, Wahyu Amalia Rizki Amelia Bellatrix Pantjo’u Angelica Milano Aryani Wibisono Anjani, Thifal Arif, Mochamad Shamsul Arvin Razzan Pratama Bagus Oktafian Abrianto Bambang Suheriyadi Bart Jansen Bhayangkara, Ikhlasul Amal Daniel Julian Tangkau Darwati, Yulin Dina Kusuma Ratih Dinda Ajeng Puspanita Dona Budi Kharisma Dwi Hardaningtyas Dwi Hardaningtyas Elvia Rahmawati Erna Setijaningrum Erni Agustin Eva Diana Fabiola Umaida Fahrian Saleh Siregar Faizal Kurniawan Faizal Kurniawan Fendy Suhariadi Gananta, M. Geigiansyah Aulia Putra Hilda Yunita Sabrie Ian Firstian Aldhi Ibtisam @ Ilyana Ilias Karnadji Karnadji Kholiq, Mochamad Nur Kholiq Nur Kholiq, S.H., M.Si., Mohamad Nur Komari Aldiansyah Komari Aldiansyah Kurniawan, Faisal M. Gananta M. Hadi Subhan Maradona Maradona Maradona, Maradona Marta Christina Marpaung Mas Rahmah, Mas Maulani, Atiqoh Farhah Mochamad Shamsul Arif Mohamad Nur Kholiq Mohammad Fakhruddin Mudzakkir Mohammad Fayshalhadi Ishomul Falah Muhammad Naufal Asyrof Nady Kinanti Purwanto Nugraha, Xavier Nur Utari Setiawati Nuryadi, Fredy Oktafiyana Oktafiyana Pamoro, Giza’a Jati Panjaitan, Selvy Permanasari, Tyasning Putra, Nurwahyu Dimas Rahmawati, Elvia Rizky Amalia Rizky Amalia Septi Ariadi Sri Hajati Sri Hajati Sri Winarsi Suheriyadi, Bambang Suheryadi, Bambang Suparto Wijoyo Sutinah Sutinah Syafri Sasmito Sangaji Theo Jornada Natanael Sianipar Tonic Tangkau Tri Vena Putri Tri Vena Putri Tri Veny Putri Trisadini Prasastinah Usanti Umar Haris Sanjaya W Lesawengen, Roinardes Wahyu Agha Ari Wimboko Wimboko Windy Agustin Wisudanto Wisudanto Yuniarti Yuniarti Zuhairah Ariff Binti Abd Ghadas