p-Index From 2021 - 2026
6.817
P-Index
This Author published in this journals
All Journal ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Semantik Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Ilmu Ekonomi Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Managament Insight: Jurnal Ilmiah Manajemen Qistie: Jurnal Ilmu Hukum PENDIPA Journal of Science Education Journal EVALUASI Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal) Jurnal Bisnis Dan Kajian Strategi Manajemen Jurnal Imam Bonjol : Kajian Ilmu Informasi dan Perpustakaan Bionatural: Jurnal Ilmiah Pendidikan Biologi Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal): Humanities and Social Sciences PROFICIO: Jurnal Pengabdian Masyarakat Al-MIKRAJ: Jurnal studi Islam dan Humaniora KOMMAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Khuluqiyya: Jurnal Kajian Hukum dan Studi Islam International Journal of Health Science (IJHS) Safari : Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Saintek: Jurnal Sains Teknologi dan Profesi Akademi Angkatan Laut Diagnosa: Jurnal Ilmu Kesehatan dan Keperawatan Kreativitas Pada Pengabdian Masyarakat (Krepa) Maeswara: Jurnal Riset Ilmu Manajemen dan Kewirausahaan Ihsanika : Jurnal Pendidikan Agama Islam Jurnal Staika: Jurnal Penelitian dan Pendidikan Peksos: Jurnal Ilmiah Pekerjaan Sosial Jurnal Staika: Jurnal Penelitian dan Pendidikan Harmoni Pendidikan: Jurnal Ilmu Pendidikan Natural: Jurnal Pelaksanaan Pengabdian Bergerak Bersama Masyarakat Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Wissen: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Jurnal Praba: Jurnal Rumpun Kesehatan Umum Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal) JABI: Jurnal Abdimas Bhakti Indonesia Usrotuna: Journal of Islamic Family Law Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Journey: Journal of English Language and Pedagogy Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya Bibliotheca: Journal of Philosophy ALFABETA
Claim Missing Document
Check
Articles

Menulis Pentigraf Menggunakan Kekayaan Kuliner Lokal untuk Melestarikan Warisan Budaya Tak Benda Umi Salamah; Rokhyanto
Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya Vol. 32 No. 1 (2026): Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya
Publisher : Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/paradigma.v32i1.2864

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan produk ajar berupa modul penulisan pentigraf berbasis kuliner lokal untuk melestarikan warisan budaya tak benda. Pentigraf, sebagai genre sastra kontemporer yang ringkas namun padat makna, memiliki potensi besar untuk mendokumentasikan pengetahuan, memori, dan nilai-nilai kultural yang terkandung dalam kuliner tradisional. Penelitian ini menggunakan metode pengembangan pendidikan model Borg dan Gall, yang disesuaikan menjadi empat tahapan: penelitian awal dan pengumpulan informasi, pengembangan produk, uji coba produk, dan revisi produk. Penelitian ini dilaksanakan di SMAN 1 Malang pada Semester Ganjil 2025, dengan melibatkan siswa kelas XI.1 sebagai subjek uji coba. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan analisis produk berupa modul dan karya-karya pentigraf yang dihasilkan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul penulisan pentigraf yang dikembangkan efektif meningkatkan kemampuan menulis pentigraf dan meningkatkan kesadaran siswa terhadap warisan budaya tak benda. Melalui proses ini, siswa tidak hanya belajar menulis, tetapi juga menggali cerita, sejarah, dan filosofi di balik makanan tradisional. Penelitian ini menyimpulkan bahwa produk modul penulisan pentigraf ini efektif untuk mengajarkan literasi sekaligus mempromosikan pelestarian budaya di lingkungan sekolah. Modul ini berfungsi sebagai jembatan antara tradisi lisan dan ekspresi tertulis, bahwa kekayaan kuliner tidak hanya dinikmati sebagai hidangan, tetapi juga sebagai narasi yang terus hidup.
PELATIHAN JOYFULL LEARNING DAN INTEGRASI TEKNOLOGI DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA BAGI GURU-GURU SMA/SMK/MA MUHAMMADIYAH DI KABUPATEN SRAGEN Nurcahyo, Adi; Nuqthy Faiziyah; Ryan Rizki Adhisa; Elis Setyowati; Umi Salamah; Fayza Putri Chalistha
Jurnal Pengabdian Masyarakat FKIP UTP Vol 7 No 1 (2026): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : FKIP UNIVERSITAS TUNAS PEMBANGUNAN SURAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jpf.v7i1.5577

Abstract

Metode pembelajaran konvensional yang cenderung tidak bervariasi dan kurang interaktif sering kali memperkuat pandangan bahwa pelajaran matematika merupakan pelajaran yang sulit dan kurang menarik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengenalkan joyfull learning dan pengintegrasian teknologi dalam pembelajaran matematika pada guru-guru SMA/SMK/MA Muhammadiyah di Kabupaten Sragen. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian ini dilaksanakan dalam 3 tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Kegiatan pengabdian dilaksanakan dalam dua sesi, yaitu sesi pertama penyampaian materi dan pendampingan penyusunan pembejaran dengan pendekatan joyfull learning dan dilanjutkan pada sesi kedua yaitu penyampaian materi tentang pemanfaatan dan pengintegrasian teknologi dalam pembelajaran, khususnya pada pembelajaran matematika. Pendampingan dan pelatihan penyusunan pembelajaran dengan pendekatan joyfull learning dan pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran dengan menggunakan media Nearpod dan CapCut memberikan dampak positif kepada guru dengan persentase 92%.
IMPLEMENTASI MODEL COLLABORATIVE LEARNING PADA MATA PELAJARAN FIQIH DAN IMPLIKASINYA TERHADAP HASIL BELAJAR SANTRIWATI MA'HAD TAHFIDZUL QUR'AN ANNISA MALANG Roikhatul Janah; Zaenu Zuhdi; Umi Salamah
Jurnal Staika: Jurnal Penelitian dan Pendidikan Vol 9 No 1 (2026): Februari
Publisher : STAI Muhammadiyah Paciran Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62750/staika.v9i1.154

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis implementasi model collaborative learning dan implikasinya terhadap mata pelajaran fiqih di Ma’had Tahfidzul Qur’an Annisa Malang. Penelitian dilakukan di Ma’had Tahfidzul Qur’an Annisa Malang pada santriwati KMA al-wustha II setara kelas VIII SMP sebanyak 22 orang, menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Model collaborative learning diterapkan agar pembelajaran tidak terasa monoton dan para santriwati menjadi aktif dengan saling berdiskusi untuk mencapai pemahaman yang mendalam. Data terkumpul melalui teknik wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi model collaborative learning melalui tiga tahapan: 1. Perencanaan; 2. Pelaksanaan, melalui 5 tahapan (Orientasi siswa, pembentukan kelompok, pengaturan tugas belajar, memfasilitasi kolaborasi siswa, memberikan nilai dan mengevaluasi); 3. Evaluasi. Implikasi dari implementasi model ini adalah peningkatan hasil belajar yang ditinjau dari 3 aspek yaitu aspek kognitif, afektif dan psikomotorik.
Menulis Karangan Argumentasi Dalam Pembelajaran Model Jigsaw-Elliot Aronson di SMK Multimedia Tumpang Rokhyanto; Umi Salamah; Nurwakhid Muliyono
Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya Vol. 32 No. 1 (2026): Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya
Publisher : Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/paradigma.v32i1.3012

Abstract

This research was motivated by the need to improve the argumentative writing skills of students at SMK Multimedia Tumpang. Writing is an activity that requires active and creative thinking. A model that can foster this activity and creativity is the jigsaw cooperative learning method. The jigsaw technique emphasizes collaboration, focusing on learning in small groups of four to six students, whose members are selected heterogeneously. Students work together in a positive, interdependent manner and assume independent responsibility. The method used in this research was a quasi-experimental method, with a trial of the jigsaw cooperative learning method in teaching paragraph writing for argumentative essays. The results of the study demonstrate that the jigsaw learning model is effective in teaching argumentative essay writing. This model can also improve the argumentative writing skills of SMK Multimedia Tumpang students.
Philosophy of Education in Madrasah Ibtidaiyah: Ontological, Epistemological, and Axiological Analysis and Practical Implications for Teachers Umi Salamah; De Gigin Herdiana; Sofi Mutiatuzzahra; Tamsik Udin
Bibliotheca: Journal of Philosophy Vol. 2 No. 1 (2026)
Publisher : Penerbit Hellow Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61166/bibliotheca.v2i1.41

Abstract

Madrasah Ibtidaiyah plays a strategic role in shaping students’ basic personality, faith, and intellectual development. Educational philosophy functions as a conceptual foundation that determines the direction, objectives, and practices of Islamic education at the elementary level. This article aims to examine the philosophy of education in Madrasah Ibtidaiyah through ontological, epistemological, and axiological perspectives, as well as to analyze its practical implications for Madrasah Ibtidaiyah teachers. This study employs a qualitative literature review approach based on classical and contemporary Islamic educational philosophy sources. The findings reveal that Islamic educational philosophy provides a holistic framework for curriculum development, instructional methods, and Islamic character building. Practically, it requires Madrasah Ibtidaiyah teachers to act not only as instructors but also as moral guides and role models of Islamic values.
Pelembagaan Hukum Keluarga Islam dan Implikasinya terhadap Perlindungan Hak Perempuan dan Anak di Indonesia Hasbi Umar; Husin Bafadhal; Umi Salamah; Novi Dian Pratiwi
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 10 No. 1 (2026): Al-Iman Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
Publisher : STID Raudlatul Iman Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The institutionalization of Islamic family law in Indonesia constitutes a transformation of Sharia norms into a formal and binding state legal framework. This research is grounded in the significant urgency of protecting vulnerable groups, particularly women and children, who frequently experience imbalanced rights in family life due to limited legal literacy and suboptimal enforcement of existing regulations. The institutionalization of Islamic family law holds a strategic position as an instrument to ensure these fundamental rights are fulfilled through official, standardized, and enforceable legal mechanisms. This study aims to analyze the concrete forms of Islamic family law institutionalization and examine its implications for the protection of the rights of women and children. A normative legal research method was employed, incorporating statutory and conceptual approaches. Data were collected through a comprehensive literature review of primary and secondary legal sources, including the Marriage Law, the Compilation of Islamic Law, and relevant scholarly works. The findings reveal that institutionalization proceeds through three main channels: formal legislation, the religious court system, and state administrative mechanisms. This institutionalization positively impacts women and children, though implementation challenges persist, including unregistered marriages and interpretive bias in legal application. Pelembagaan hukum keluarga Islam di Indonesia merupakan transformasi norma-norma syariat ke dalam kerangka hukum negara yang bersifat formal dan mengikat. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh signifikannya urgensi perlindungan terhadap kelompok rentan, khususnya perempuan dan anak, yang kerap mengalami ketimpangan hak dalam praktik kehidupan keluarga sebagai dampak rendahnya literasi hukum masyarakat dan belum optimalnya implementasi regulasi yang ada. Pelembagaan hukum keluarga Islam menempati posisi strategis sebagai instrumen untuk memastikan terpenuhinya hak-hak fundamental tersebut melalui mekanisme hukum yang resmi, terstandarisasi, dan memiliki daya paksa. Penelitian ini bertujuan menganalisis wujud pelembagaan hukum keluarga Islam serta mengkaji dampaknya bagi perlindungan hak perempuan dan anak. Metode yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Data dihimpun melalui studi kepustakaan terhadap sumber-sumber hukum primer dan sekunder, meliputi Undang-Undang Perkawinan, Kompilasi Hukum Islam, serta literatur ilmiah yang relevan. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa pelembagaan hukum keluarga Islam diwujudkan melalui tiga jalur utama, yakni regulasi formal, lembaga peradilan agama, dan sistem administrasi kenegaraan. Pelembagaan ini memberi dampak positif bagi perempuan dan anak, namun masih menghadapi kendala implementatif seperti perkawinan tidak tercatat dan bias penafsiran hukum.
Pelembagaan Hukum Keluarga Islam dan Implikasinya terhadap Perlindungan Hak Perempuan dan Anak di Indonesia Hasbi Umar; Husin Bafadhal; Umi Salamah; Novi Dian Pratiwi
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 10 No. 1 (2026): Al-Iman Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
Publisher : STID Raudlatul Iman Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The institutionalization of Islamic family law in Indonesia constitutes a transformation of Sharia norms into a formal and binding state legal framework. This research is grounded in the significant urgency of protecting vulnerable groups, particularly women and children, who frequently experience imbalanced rights in family life due to limited legal literacy and suboptimal enforcement of existing regulations. The institutionalization of Islamic family law holds a strategic position as an instrument to ensure these fundamental rights are fulfilled through official, standardized, and enforceable legal mechanisms. This study aims to analyze the concrete forms of Islamic family law institutionalization and examine its implications for the protection of the rights of women and children. A normative legal research method was employed, incorporating statutory and conceptual approaches. Data were collected through a comprehensive literature review of primary and secondary legal sources, including the Marriage Law, the Compilation of Islamic Law, and relevant scholarly works. The findings reveal that institutionalization proceeds through three main channels: formal legislation, the religious court system, and state administrative mechanisms. This institutionalization positively impacts women and children, though implementation challenges persist, including unregistered marriages and interpretive bias in legal application. Pelembagaan hukum keluarga Islam di Indonesia merupakan transformasi norma-norma syariat ke dalam kerangka hukum negara yang bersifat formal dan mengikat. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh signifikannya urgensi perlindungan terhadap kelompok rentan, khususnya perempuan dan anak, yang kerap mengalami ketimpangan hak dalam praktik kehidupan keluarga sebagai dampak rendahnya literasi hukum masyarakat dan belum optimalnya implementasi regulasi yang ada. Pelembagaan hukum keluarga Islam menempati posisi strategis sebagai instrumen untuk memastikan terpenuhinya hak-hak fundamental tersebut melalui mekanisme hukum yang resmi, terstandarisasi, dan memiliki daya paksa. Penelitian ini bertujuan menganalisis wujud pelembagaan hukum keluarga Islam serta mengkaji dampaknya bagi perlindungan hak perempuan dan anak. Metode yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Data dihimpun melalui studi kepustakaan terhadap sumber-sumber hukum primer dan sekunder, meliputi Undang-Undang Perkawinan, Kompilasi Hukum Islam, serta literatur ilmiah yang relevan. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa pelembagaan hukum keluarga Islam diwujudkan melalui tiga jalur utama, yakni regulasi formal, lembaga peradilan agama, dan sistem administrasi kenegaraan. Pelembagaan ini memberi dampak positif bagi perempuan dan anak, namun masih menghadapi kendala implementatif seperti perkawinan tidak tercatat dan bias penafsiran hukum.
Intelegensi Para Tokoh Dalam Novel Sastra Indonesia: Sebuah Pendekatan Atribut Personal (Soft Skill) Rokhyanto; Umi Salamah; Endang Setyowati; Lis Susilawati
ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol. 5 No. 1 (2022): ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/alfabeta.v5i1.1203

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini, yakni: bagaimanakah relasi tokoh dalam novel sastra Indonesia melalui pendekatan atributpersonal?; Bagaimanakah bentuk intelegensi yang dilakukan para tokoh dalam novel sastra Indonesia berkaitan denganpendekatan soft skill (atribut personal)? Bagaimanakah jabaran apa terwujud dari para tokoh dalam novel sastra Indonesia berkaitan dengan pendekatan soft skill? melalui pendekatan atribut personal?; bagaimanakah jabaran secara rinci konsepilmu tersebut dalam novel sastra Indonesia. Tujuan kajian ini ingin mengkaji secara rinci; relasitokoh dalam novel sastra Indonesia melalui pendekatan atribut personal; ingin mengetahui secara detail permasalahan yang ada, dan ingin mengetahui jabaran secara rinci. Manfaat dari hasil kajian ini sebagai bahan bacaan atau tambahan pengetahuandalam menelaah dan memahami karya sastra. Metode dalam kajian ini menggunakan kualitatif, data penelitian berupa kata- kata, frase, kalimat, di dialog para tokoh dalam cerita novel sastra Indonesia dan sumber data yakni teks dalam novel berjumlahdelapan buku. Teknik ini digunakan dalam prosedur pengumpulan data yang dilakukan untuk memperoleh data. Hasil kajian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai landasan tambahan konsep rujukan bagi peneliti yang tertarik untuk lebih mendalami tentang sastra terutama disiplin ilmu psikologi. Tulisan ini menghasilkan sosok tokoh yang peduli kepada kaum miskin, seorang Kiai yang selalu sabar dan tidak mempunyai raup muka yang sedih, Romo yang pedulian kepada masyarakat miskin, gambaran perempuan yang jahat kepada majikan, perselingkuhan perempuan yang sudah bersuami, sosok ibu yang kurang bertanggung jawab, suami-istri yang berceraiberai karena nafsu angkara-murka, seorang anak yang kurang balas budi, dan seorang ibu yang tidak jujur.
Gagasan W.S. Rendra tentang Sistem Pendidikan Indonesia: Resistensi terhadap Sistem Pendidikan Kekuasaan Orde Baru Umi Salamah
ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol. 2 No. 1 (2019): ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/alfabeta.v2i1.1234

Abstract

Gagasan W.S. Rendra tentang pendidikan merupakan wujud keprihatinan terhadap carut-marutnya pendidikan akibat sistem pendidikan penyeragaman dan kepatuhan oleh kekuasaan Orde Baru. Teori yang mendasari kajian ini adalah teori hegemoni Gramsci, sedangkan metode analisisnya menggunakan analisis wacana kritis Michel Foucault. Sumber data berupa semua karya W.S. Rendra termasuk dialog dan pidato kebuayaannya. Berdasarkan analisis data disimpulkan bahwa gagasan sistem pendidikan W.S. Rendra adalah sistem pendidikan yang berkebudayaan Indonesia, yaitu pendidikan yang berbasis riset, lingkungan, humanis, sejarah, dan kebudyaan. Melalui riset, pendidikan membiasakan peserta didik untuk menghormati fakta objektif dan hukum alam. Melalui pemahaman potensi dan masalah di lingkungannya, membiasakan peserta didik untuk belajar mengatasi masalah-masalah faktual yang ada di lingkungannya. Melalui pemahaman nilai-nilai humanis, melatih kepekaan peserta didik terhadap ketidakadilan dan kekerasan kemanusiaan. Melalui pemahaman sejarah, memberikan semangat nasionalisme dan menghargai pahlawan bangsa. Melalui kebudayaan, mengokohkan kepribadian dalam kebudayaan sendiri. Gagasan W.S. Rendra tersebut relevan dengan cita-cita pendidikan dalam preambul dan pasal 31 UUD 1945, yaitu “mencerdaskan kehidupan bangsa” melalui pendidikan yang berkarakter Pancasila dan tidak memisahkan peserta didik dengan lingkungannya.
Pendekatan Monodisipliner: Sosok Tokoh dalam Pemahaman Novel Sastra Indonesia Rokhyanto; Umi Salamah; Nurwakhid M
ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol. 4 No. 2 (2021): ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/alfabeta.v4i2.1322

Abstract

Novel Sastra Indonesia ini berisi berbagai macam peristiwa kejadian, seperti layaknya kejadian manusia sungguhan yang hidup di dunia baik bersifat fiksi belaka maupun realitas. Setiap karya sastra yang baik, selalu mengemban pesan etis dan moral, sehingga sastra yang baik selalu menyuarakan himbauan etis, moral, dan penuh dengan amanah. Permasalahan dalam tulisan ini, yakni: bagaimanakah sosok tokoh dalam novel sastra Indonesia?; apa saja permasalahan yang ada dalam sosok tokoh pada novel sastra Indonesia?; (3) bagaimanakah jabaran secara rinci dari kedua permasalahan dalam novel sastra Indonesia?. Tujuan tulisan ini yakni: ingin mengkaji secara rinci ingin mengkaji secara rinci sosok tokoh dalam novel sastra Indonesia dan ingin mengetahui secara detail permasalahan yang ada dalam sosok tokoh serta ingin mengetahui jabaran secara rinci menurut kedua permasalahan dalam novel sastra Indonesia. Tulisan ini menggunakan pendekatan kualitatif, yang datanya berupa kata-kata, frase, kalimat, di dialog para tokoh dalam cerita novel sastra Indonesia. Teknik pengumpulan data dalam tulisan ini yakni: analisis teks yang berupa paparan bahasa dalam novel. Hasil tulisan ini menghasilkan tokoh yang peduli kepada kaum miskin, seorang Kiai yang selalu sabar dan tidak mempunyai raup muka yang sedih. Sosok ibu yang kurang bertanggung jawab, suami-istri yang berceraiberai karena nafsu angkara- murka, seorang anak yang kurang balas budi, dan seorang ibu yang tidak jujur.
Co-Authors Abd. Haris Abdillah Kurni P Aef Eka S Agus Budianto Agus Muttaqin Ainun Rahman Alif Wisageni Andreas Andy Wijaya Angga Pandu Wijaya, Angga Pandu Ari Tri Jurini Ari Trijurini As'ari, Hasyim Asep Purwo Yudi Utomo Ayu Pratiwi Bangun Putra Prasetya Benget Cris D.A Clarissa Putri Amanda Cut Eka P Dani Ari Sasongko De Gigin Herdiana Devi Safitri Dewi Sumiati Diah Utaminingsih Didi Pramono Dirgahayu Donwill Panggabean Elfi Yanti Ritonga Eli Mantika Elis Setyowati Eliyanto Eliyanto Emil Syam Endang Setyowati Endang Sumarti Esti Suryani Fatma Gusti Azzahra Fauzi Iskandar Fayza Putri Chalistha Ghozali Maski Hanifitria Ningrum Hasbi Umar Helfi Eka Saputra Herman, Welly Heru Dwi Prasetya Hesti Ambarwati Hidayat Nur Wahid Hilma Nur Ashlakha Husin Bafadhal Imam Saguh M Indah Fitrianingrum Indrawati Pusparini Johanes Parasian Kamaliah Kamaliah Kasuwi Saiban Khaerul Anwar Khaerul Anwar Khairil Hadi Kustianing Sekar Dijastuti Laily Maftuhah Lannasari Lannasari Latifah Maulina Lis Nuraisyah Lis Susilawati Lula Nadia Lutfiyah Lutfiyah Mailin Mailin marki marki Maryanto Maryanto Masluroh Mentari Mentari Muhammad, Syafik Muhyar Fanani Mukarom Mukhamad Suharto NINING WAHYUNINGSIH Novi Dian Pratiwi Novi Panca Wardani Nuqthy Faiziyah Nurcahyo, Adi Nurhakim Yudi Wibowo Nurul Muchlis Nurwakhid M Nurwakhid Muliyono Nurwakhid Mulyono Nyoman S. Degeng Patih Riau Agung Purba Ratna Widhiastuti Repidawati Sinaga Restika Muji C Rian Fahrijin Rinda - Noviyanti Rini Anggrainingsih Risnanto Risnanto Rita Dona M Roikhatul Janah Rokhyanto Rufa Hera Ryan Rizki Adhisa Saida Ulfa Salwaa ‘Aziizah Sancka Stella G. Sihura Sarngadi Palgunadi Yohanes Setyaningrum, Ikawati Siti Robeatul Adawiyah Sofi Mutiatuzzahra Syamsiah Depalina Tamara Azhuri, Rizka Tamsik Udin Tegar Arenanda Misbachar Tinah Purwaningsih Tri Wahyuni Vania Ophira Simorangkir Wiharto Wiharto Wisnu Widyantoro Woro Hapsari Yaqut Elok Romlah Faiqoh Yusmansyah Yusmansyah Zaenu Zuhdi