Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

BUDAYA PEMBERIAN NAMA ANAK PADA MASYARAKAT ADAT MANGGARAI DI DESA BULAN KECAMATAN RUTENG KABUPATEN MANGGARAI Maria Bribin
Jurnal Gatranusantara Vol. 21 No. 1 (2023): Edisi April
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan proses pelaksanaan budaya pemberian nama anak pada masyarakat adat Manggarai di Desa Bulan, Kecamatan Ruteng, Kabupaten Manggarai, dan untuk mengetahui makna upacara budaya pemberian nama anak pada masyarakat adat Manggarai di Desa Bulan, Kecamatan Ruteng, Kabupaten Manggarai. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan(verifikasi). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa budaya pemberian nama anak pada masyarakat adat Manggarai di Desa Bulan, Kecamatan Ruteng, Kabupaten Manggarai dilakukan dengan beberapa tahapan ritus adat, mulai dari memukul dinding kamar saat bayi lahir, pemotongan tali plasenta menggunakan lampek atau pisau bedah tradisional, kemudian setelah tali plasenta bayi dipotong bayi dibungkus dengan kain lampin, tempat tidur ibu dan bayi diatur dekat perapian selama tujuh hari untuk proses penghangatan bayi dan pemulihan ibu setelah melahirkan, pemilihan satu nama dari lima nama yang disiapkan dan proses pengukuhan nama menggunakan hewan kurban ayam jantan putih, dan darah ayam jantan putih dioleskan dikepala dan jari kaki jempol bayi. Makna upacara pemberian nama anak pada masyarakat adat Manggarai adalah agar anak yang lahir itu kehidupannya akan dijaga oleh Tuhan Yang Maha Esa dan leluhur nenek moyang, selain itu makna upacara pemberian nama anak itu juga sebagai ungkapan rasa syukur dan pengharapan agar anak tersebut dijauhkan dari segala bentuk sakit dan malapetaka.
Model Pendidikan Kewarganegaraan Sebagai Pendidikan Hukum Nurgiansah, T Heru; Sapriya, Sapriya; Bribin, Maria Bribin; Mulyani, Heny; Prayogi, Ryan; Suriaman, Suriaman
Jurnal Basicedu Vol. 7 No. 6 (2023)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v7i6.6578

Abstract

Pendidikan hukum merupakan salah satu pendekatan dari Pendidikan Kewarganegaraan yang memiliki fungsi untuk menjadikan warga negara yang taat hukum dan berperilaku sesuai peraturan yang berlaku. Penelitian ini penting dilakukan karena bertujuan untuk mengetahui bagaimana Pendidikan Kewarganegaraan dapat dijadikan sebagai pendidikan hukum. Pendidikan hukum diharapkan dapat membekali setiap generasi menjadi individu yang tahu, faham, mengerti dan berperilaku sesuai dengan norma. Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah dengan literatur review yang mengacu pada sumber primer berupa artikel ilmiah. Hasil penelitian menunjukan bahwa Pendidikan Kewarganegaraan dapat diintegrasikan dengan pendidikan hukum melalui beberapa cara diantaranya: Pengenalan terhadap Sistem Hukum, Pengajaran tentang Hak dan Kewajiban, Studi Kasus dan Simulasi Hukum, Diskusi Etika dan Moral dalam Konteks Hukum, Pengajaran tentang Proses Hukum dan Sistem Peradilan, Pelatihan dalam Keterampilan Hukum Praktis dan Pengintegrasian dengan Mata Pelajaran Lain. Penelitian ini berdampak pada perubahan mindset setiap orang bahwa Pendidikan Kewarganegaraan tidak hanya soal teoritis tetapi juga membahas aspek praktis bagi kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Transformasi Pendidikan Kewarganegaraan Global di Era Abad 21: Analisis Implementasi dan Tantangan Mulyani, Heny; Komalasari, Kokom; Permatasari, Mitra; Bribin, Maria Lufransiya; Suriaman, Suriaman
Jurnal Kewarganegaraan Vol 21, No 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Department of Pancasila and Civic Education, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jk.v21i1.55115

Abstract

AbstractThis research discusses the implementation and challenges of Global Citizenship Education (GCED) in the 21st century. The purpose of this study is to explore the importance of GCED in preparing individuals to face global challenges, as well as to identify the main challenges faced in the implementation of GCED. The research method used includes a literature review of various articles and research papers related to GCED obtained through the Google Scholar database. The results showed that GCED is an important concept to equip individuals with the knowledge, skills, and values needed to face global challenges. The implementation of GCED in various countries has been widely done, but in practice there are still obstacles and challenges such as lack of understanding of the concept, curriculum limitations, cultural barriers, and lack of resources and funds. GCED is important to prepare learners to be active and responsible global citizens. To overcome the challenges of GCED implementation, strategies such as raising awareness and advocacy, providing training and capacity, curriculum reform, creating partnerships and networks, and utilizing technology are needed. Thus, GCED has a crucial role in fulfilling the needs of global citizenship education in the 21st century.----------------AbstrakPenelitian ini membahas implementasi dan tantangan Pendidikan Kewarganegaraan Global (GCED) di abad ke-21. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi pentingnya GCED dalam mempersiapkan individu menghadapi tantangan global, serta untuk mengidentifikasi tantangan utama yang dihadapi dalam implementasi GCED. Metode penelitian yang digunakan meliputi tinjauan literatur dari berbagai artikel dan paper penelitian terkait dengan GCED yang diperoleh melalui database Google Scholar . Hasil penelitian menunjukkan bahwa GCED adalah konsep penting untuk membekali individu dengan pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai yang diperlukan untuk menghadapi tantangan global. Implementasi GCED di berbagai negara telah banyak dilakukan, namun dalam praktiknya masih ditemukan hambatan dan tantangan seperti kurangnya pemahaman akan konsep tersebut, batasan kurikulum, hambatan budaya, dan kurangnya sumber daya dan dana. Mengingat GCED penting untuk mempersiapkan peserta didik menjadi warga global yang aktif dan bertanggung jawab. Untuk mengatasi tantangan implementasi GCED, diperlukan strategi seperti meningkatkan kesadaran dan advokasi, memberikan pelatihan dan kapasitas, reformasi kurikulum, membuat kemitraan dan jaringan, serta memanfaatkan teknologi. Dengan demikian, GCED memiliki peran yang krusial dalam memenuhi kebutuhan pendidikan kewarganegaraan global di abad ke-21.
Model Pendidikan Kewarganegaraan Sebagai Pendidikan Hukum Nurgiansah, T Heru; Sapriya, Sapriya; Bribin, Maria Bribin; Mulyani, Heny; Prayogi, Ryan; Suriaman, Suriaman
Jurnal Basicedu Vol. 7 No. 6 (2023)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v7i6.6578

Abstract

Pendidikan hukum merupakan salah satu pendekatan dari Pendidikan Kewarganegaraan yang memiliki fungsi untuk menjadikan warga negara yang taat hukum dan berperilaku sesuai peraturan yang berlaku. Penelitian ini penting dilakukan karena bertujuan untuk mengetahui bagaimana Pendidikan Kewarganegaraan dapat dijadikan sebagai pendidikan hukum. Pendidikan hukum diharapkan dapat membekali setiap generasi menjadi individu yang tahu, faham, mengerti dan berperilaku sesuai dengan norma. Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah dengan literatur review yang mengacu pada sumber primer berupa artikel ilmiah. Hasil penelitian menunjukan bahwa Pendidikan Kewarganegaraan dapat diintegrasikan dengan pendidikan hukum melalui beberapa cara diantaranya: Pengenalan terhadap Sistem Hukum, Pengajaran tentang Hak dan Kewajiban, Studi Kasus dan Simulasi Hukum, Diskusi Etika dan Moral dalam Konteks Hukum, Pengajaran tentang Proses Hukum dan Sistem Peradilan, Pelatihan dalam Keterampilan Hukum Praktis dan Pengintegrasian dengan Mata Pelajaran Lain. Penelitian ini berdampak pada perubahan mindset setiap orang bahwa Pendidikan Kewarganegaraan tidak hanya soal teoritis tetapi juga membahas aspek praktis bagi kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Civic Education as an Integrated Knowledge System in the 21st Century: A Reform Approach Suriaman, Suriaman; Komalasari, Kokom; Nurgiansah, T Heru; Prayogi, Ryan; Bribin, Maria Lufransiya
JED (Jurnal Etika Demokrasi) Vol 9, No 3 (2024): JED (Jurnal Etika Demokrasi)
Publisher : Universitas of Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jed.v9i3.14577

Abstract

The 21st century demands a cutting-edge Civic Education that transcends traditional boundaries and empowers individuals to become active, informed and responsible citizens. The problem is that the current state of civic education as an integrated knowledge system in the 21st century recognizes the importance of preparing individuals to be active participants in an open democratic society. By embracing an integrated knowledge system, through Civic Education, it can equip future generations of the nation with the systems and understanding necessary to build a more just, equal and sustainable world. The purpose of this study is to provide an overview of efforts in equipping students with the knowledge, skills and attitudes necessary for civic engagement, this approach seeks to create informed and responsible citizens who contribute positively to the students' community. This research uses a qualitative approach with a literature review method. The results of this analysis show that there needs to be an effort to reform the approach in learning Civic Education to prepare students as citizens who grow and develop in the 21st century starting from knowledge, skills, and attitudes as an integrated part in today's social complexity. Citizens must be prepared with a more reformist approach through 21st century skills-based education.
“Overview of the Managerial Functions and Competencies of Human Resource Management in Local Female The Biak Berek Ikat Weaving Group” Burin, Stefanie Noviega Bribin; Mau, Ignatia Thomasita Bau; Firmansyah, Mariano
Kontigensi : Jurnal Ilmiah Manajemen Vol 13 No 1 (2025): Kontigensi: Jurnal Ilmiah Manajemen
Publisher : Program Doktor Ilmu Manajemen, Universitas Pasundan, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56457/jimk.v13i1.747

Abstract

The Bia Berek Group is a business unit that produces and sells weaving in Belu Regency. In this research, the managerial function factors of human resource management (HR) and human resource competence (HR) will be looked at. The managerial function of human resource management consists of planning, organizing, directing and controlling. Meanwhile, HR competencies consist of skills, knowledge, abilities and personal characteristics. This research uses qualitative methods, based on interviews and observations. Interviews were conducted with 10 members of the Bia Berek ikat weaving group. The results of this research are different from the proposition that has been proposed, namely that managerial function and human resource (HR) competence are important factors in the success of the Bia Berek weaving group business.
Pengelolaan keuangan keluarga dalam kehidupan sehari-hari: pendekatan praktis untuk petani dan peternak Mau, Ignatia Thomasita Bau; Wutun, Maria Bernadethe Mawarni Gelu; Lejap, Hedwigh Hendrikus Temai; Seran, Adiutrix Maria Irayanti; Burin, Stefanie Noviega Bribin; Watu, Engelbertus Gloria Christy; Irianto, Eugenius Dwi Ardhika; Amaral, Maria Augustin Lopes
Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M) Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jp2m.v5i2.21934

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini berfokus pada peningkatan kesejahteraan masyarakat Desa Bani-bani, Kecamatan Io Kufeu, Kabupaten Malaka, melalui edukasi dan pelatihan pengelolaan keuangan. Mayoritas penduduk desa ini bekerja sebagai petani dan peternak dengan penghasilan yang tidak tetap, dan saat ini hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan sehari-hari tanpa perencanaan untuk menabung atau investasi. Kondisi sosial yang menuntut pengeluaran tambahan untuk adat dan kegiatan sosial memperparah situasi finansial mereka.Kegiatan pengabdian ini mencakup edukasi finansial, pelatihan keterampilan kewirausahaan, akses terhadap layanan keuangan mikro, dan peningkatan literasi digital. Selain itu, program ini juga mengembangkan infrastruktur penunjang dan akses pasar untuk produk lokal. Implementasi asuransi pertanian dan perlindungan sosial juga diberikan untuk manajemen risiko. Melalui pendekatan ini, masyarakat diajak untuk aktif berpartisipasi dalam program-program yang dirancang, menciptakan komunitas yang kuat dan mendukung diversifikasi penghasilan. Diharapkan bahwa dengan adanya pelatihan dan bimbingan ini, masyarakat dapat mengelola keuangan mereka dengan lebih baik, menciptakan sumber penghasilan baru, dan meningkatkan kualitas hidup mereka secara berkelanjutan. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan peningkatan kesadaran finansial dan kemampuan pengelolaan keuangan yang lebih baik di kalangan masyarakat Desa Bani-bani.
Merekonstruksi Badan Usaha Milik Desa (BUMdes): Pengembangan usaha dan pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan perekonomian masyarakat desa Burin, Stefanie Noviega Bribin; Goetha, Selfiana; Paridy, Anggraeny; Mau, Ignatia Thomasita Bau; Fallo, Apryanus; Manafe, David; Firmansyah, Mariano
Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M) Vol. 5 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jp2m.v5i3.21935

Abstract

Tujuan adanya kegiatan ini untuk membangun kembali BUMdes Nitneo Kecamatan Kupang Barat dengan mengembangkan jenis usaha melalui pemanfaatan potensi dan kondisi di desa. Berdasarkan hasil wawancara awal dengan perangkat desa dan beberapa masyarakat Desa Nitneo, bahwa sebelumnya Desa Nitneo memiliki BUMDes, namun karena rendahnya potensi alam dan SDM yang dimiliki, maka BUMDes tersebut sudah tidak beroperasi lagi. Unit usaha yang dimiliki hanya satu, perlu adanya sosialisasi tentang unit usaha lain, yang dapat dikembangkan masyarakat desa atau minimnya inovasi produk. Kurangnya promosi melalui iklan baik media masa dan cetak juga tidak aktif dilakukan karena pengurus kesulitan menggunakan aplikasi pendukung aktivitas promosi seperti aplikasi pembuatan pamflet, banner dan poster promosi. Untuk menjawab permasalahan yang dialami mitra, maka tim Pelaksana Pengabdian menyusun Program Sosialisasi tentang pengembangan model bisnis atau unit usaha, pelatihan penggunaan aplikasi dalam mendesain, dan pelatihan penggunaan media sosial demi meningkatkan kualitas SDM dan menghidupkan kembali BUMDes di Desa Nitneo. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini metode Penelitian Tindakan Partisipatif (PAR). Hasil akhir yang diharapkan adalah peningkatan pengetahuan dan pemahaman tentang jenis usaha dan pemanfaatan teknologi demi meningkatkan perekonomian masyarakat Desa Nitneo.
Analisis Faktor yang Mempengaruhi Motivasi Kerja Calon Pelamar atau Pencari Kerja Di Kota Kupang Paineon, Marianus; Bribin Burin, Stefanie Noviega; Firmansyah, Mariano
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 4 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i4.11780

Abstract

Generasi Z saat ini memiliki preferensi yang berbeda dalam memotivasi diri untuk bekerja. Hal ini dapat dipengaruhi oleh beberapa hal, seperti perubahan zaman yang berkaitan dengan digitaslisasi atau teknologi. Untuk itu tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi motivasi kerja calon pelamar kerja di Kota Kupang. Faktor-faktor tersebut terdiri atas, e-rekruitmen, lingkungan kerja, kompensasi, flexibel work dan peluang pengembangan karir. Penelitian ini menggunakan alat analisis SEM PLS. Populasi dan sampel adalah mahasiswa/i tingkat akhir yang menjadi calon pelamar atau pencari kerja di Kota Kupang. Hasil penelitian ini menunjukkan bawah kompensasi dan peluang pengembangan karir berpengaruh secara signifikan terhadap motivasi kerja calon pelamar, sedangkan e-rekruitmen, flexible work dan lingkungan kerja tidak berpengaruh terhadap motivasi kerja calon pelamar kerja di Kota Kupang.
Transformasi Pendidikan Kewarganegaraan Global di Era Abad 21: Analisis Implementasi dan Tantangan Mulyani, Heny; Komalasari, Kokom; Permatasari, Mitra; Bribin, Maria Lufransiya; Suriaman, Suriaman
Jurnal Kewarganegaraan Vol. 21 No. 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Department of Pancasila and Civic Education, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jk.v21i1.55115

Abstract

AbstractThis research discusses the implementation and challenges of Global Citizenship Education (GCED) in the 21st century. The purpose of this study is to explore the importance of GCED in preparing individuals to face global challenges, as well as to identify the main challenges faced in the implementation of GCED. The research method used includes a literature review of various articles and research papers related to GCED obtained through the Google Scholar database. The results showed that GCED is an important concept to equip individuals with the knowledge, skills, and values needed to face global challenges. The implementation of GCED in various countries has been widely done, but in practice there are still obstacles and challenges such as lack of understanding of the concept, curriculum limitations, cultural barriers, and lack of resources and funds. GCED is important to prepare learners to be active and responsible global citizens. To overcome the challenges of GCED implementation, strategies such as raising awareness and advocacy, providing training and capacity, curriculum reform, creating partnerships and networks, and utilizing technology are needed. Thus, GCED has a crucial role in fulfilling the needs of global citizenship education in the 21st century.----------------AbstrakPenelitian ini membahas implementasi dan tantangan Pendidikan Kewarganegaraan Global (GCED) di abad ke-21. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi pentingnya GCED dalam mempersiapkan individu menghadapi tantangan global, serta untuk mengidentifikasi tantangan utama yang dihadapi dalam implementasi GCED. Metode penelitian yang digunakan meliputi tinjauan literatur dari berbagai artikel dan paper penelitian terkait dengan GCED yang diperoleh melalui database Google Scholar . Hasil penelitian menunjukkan bahwa GCED adalah konsep penting untuk membekali individu dengan pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai yang diperlukan untuk menghadapi tantangan global. Implementasi GCED di berbagai negara telah banyak dilakukan, namun dalam praktiknya masih ditemukan hambatan dan tantangan seperti kurangnya pemahaman akan konsep tersebut, batasan kurikulum, hambatan budaya, dan kurangnya sumber daya dan dana. Mengingat GCED penting untuk mempersiapkan peserta didik menjadi warga global yang aktif dan bertanggung jawab. Untuk mengatasi tantangan implementasi GCED, diperlukan strategi seperti meningkatkan kesadaran dan advokasi, memberikan pelatihan dan kapasitas, reformasi kurikulum, membuat kemitraan dan jaringan, serta memanfaatkan teknologi. Dengan demikian, GCED memiliki peran yang krusial dalam memenuhi kebutuhan pendidikan kewarganegaraan global di abad ke-21.
Co-Authors - Sapriya Adisza Yendri Ramadita Akbar Nursad, Mohhamad Al Rafni Amelia Agustina Andin Auriel Natasya Anggraeny Paridy Apryanus Fallo Arbania, Septiani Ariani Songli Ariani Songli Asep Mahpudz Bhakti Prima Findiga Hermutaqien Bunga Triana Lalus Chatryen Bire Dadang Sundawa Daud Yefkanius Nassa David Manafe Dina Sianipar Dorkas Yufice Ariyanti Kale Elnast Agatha Yadha Atawuwur Eufrasia Bolo Eugenius Dwi Ardhika Irianto Fadil Mas’ud Firmansyah, Mariano Fitri Rahmatullaila Fitriah Artina G. Ch. Watu, Engelbertus H.T Lejap, Hedwigh Hambali Harpen Silitonga Hedwigh Hendrikus Temai Lejap Hendrikus T. Lejap, Hedwigh Herodian Suni, Yohana Heronsius Sani Ritan Hubi, Zindan Baynal Insani, Nisrina Nurul Irvan Siahaan Isnarmi Janes Selly Jawatir Pardosi Junaidi Indrawadi Kokom Komalasari Loda, Adelheid Elisabet Maria Augustin Lopes Amaral Maria Delastrada Namang Maria Odriana Veronica Moi Marsi Devid Setyawan Bani Mau, Ignatia Thomasita Bau Melania Mely Novriani Mitra Permatasari Muhammad Alpharabie Zulwin Putra Muhammad Amin Mulyani, Heny Nesi Rosalinda Kenjam Nurgiansah, T Heru Nurlaili Handayani Paineon, Marianus Permatasari, Mitra Petrus Ly Randi Adesaputra Ranita Eka Desti Rahmawati Ranita Eka Desti Rahmawati Ryan Prayogi Samsuri Samsuri Sarah Manalu Selfiana Goetha Seran, Adiutrix Maria Irayanti Simon Sia Niha Sri Artati Waluyati Sriance Manalu Supri Hartanto Hartanto Suriaman Suriaman Susi Fitria Susi Fitria Dewi Suyato Suyato Thomasita Bau Mau, Ignatia Tiara Tarihoran Tiara Wulandari Umi Chotimah Watu, Engelbertus Gloria Christy Wutun, Maria Bernadethe Mawarni Gelu