Claim Missing Document
Check
Articles

Manajemen dan Resolusi Konflik Tanah antara Desa Bugalima dan Ile Pati di Pulau Adonara: Analisis Peran Tokoh Adat dan Pemerintah Daerah Tahun 2024 Riangtobi, Yohana Damiana Uto; Andim, Wensensiana Yasinta; Subandi, Yeyen
Jurnal Ilmiah Multidisipin Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Multidisiplin, Januari 2026
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/jim.v4i1.1445

Abstract

Konflik tanah antara Desa Bugalima dan Ile Pati di Kecamatan Adonara Barat, Provinisi Nusa Tenggara Timur, Kabupaten Flores Timur, merupakan konflik berulang yang dipicu oleh sengketa kepemilikan lahan dan faktor-faktor yang telah ada sejak lama dan diwariskan dari generasi ke generasi. Penelitian ini menganalisis peran para tokoh adat dan pemerintah daerah dalam mengelola dan menyelesaikan konflik tanah di Desa Bugalima dan Ile Pati pada tahun 2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan memanfaatkan analisis dokumen sebagai sumber data. Temuan menunjukkan bahwa para tokoh adat memainkan peran sentral sebagai mediator, menggunakan mekanisme hukum tradisional dan proses konsultasi untuk menyelesaikan sengketa, sementara pemerintah daerah bertindak sebagai mediator, penjamin legitimasi, dan penjaga stabilitas sosial. Kerja sama antara para tokoh adat dan pemerintah daerah terbukti efektif dalam mengurangi ketegangan, mencapai kesepakatan damai, dan mencegah eskalasi konflik lebih lanjut.
Dampak Depresi Terhadap Kasus Bunuh Diri di Korea Selatan Pada Tahun 2021-2023 Thahany, Bilqis Salsabilla; Anora, Esti Theda; Subandi, Yeyen
Jurnal Ilmiah Multidisipin Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Multidisiplin, Januari 2026
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/jim.v4i1.1447

Abstract

Penelitian ini membahas dampak depresi terhadap kasus kematian di Korea Selatan antara tahun 2021 hingga 2023. Tindakan bunuh diri menjadi salah sau penyebab utama di kalangan remaja, dengan tingkat kejadian yang tinggi di negara Korea Selatan, terutama di kalangan individu yang mengalami depresi. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif dan kajian kepustakaan, penelitian ini menganalisis fenomena depresi, penyebabnya, serta hubungannya dengan peningkatan kasus bunuh diri. Hasil menunjukan bahwa depresi berfungsi sebagai factor pemicu utama, sebanyak 90% kasus bunuh diri berkaitan dengan masalah gangguan mental. Tekanan sosial, bullying, dan stress ekonomi diakui sebagai kontributor signifikan terhadap depresi. Dengan demikian, depresi tidak hanya berkontribusi terhadap peningkatan angka bunuh diri, tetapi juga mencerminkan tantangan kesehatan mental yang lebih luas dalam masyarakat Korea Selatan. Penelitian ini memberikan wawasan penting tentang kebutuhan akan intervensi yang lebih efektif untuk menangani masalah kesehatan mental dan mencegah bunuh diri.
Analisis Dampak Konflik India-Pakistan (Kashmir) Terhadap Stabilitas Keamanan Kawasan Asia Selatan Thahany, Bilqis Salsabilla; Anora, Esti Theda; Subandi, Yeyen
Jurnal Ilmiah Multidisipin Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Ilmiah Multidisiplin, Februari 2026
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/jim.v4i2.1448

Abstract

Konflik India–Pakistan yang berakar pada sengketa wilayah Kashmir telah berlangsung sejak tahun 1947 dan menjadi salah satu konflik paling kompleks di kawasan Asia Selatan. Konflik ini tidak hanya memicu empat kali perang bersenjata, tetapi juga melahirkan krisis kemanusiaan yang ditandai dengan pelanggaran hak asasi manusia, kekerasan terhadap warga sipil, serta instabilitas politik yang berkelanjutan. Ketegangan semakin meningkat pasca pencabutan Pasal 370 oleh Pemerintah India pada tahun 2019, yang menghapus status otonomi khusus Jammu dan Kashmir. Dampak konflik tersebut melampaui batas teritorial kedua negara dan berimplikasi langsung terhadap stabilitas keamanan kawasan Asia Selatan, termasuk meningkatnya perlombaan senjata nuklir, modernisasi militer, serta eskalasi terorisme dan aktivitas kelompok militan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak konflik Kashmir terhadap arsitektur keamanan regional Asia Selatan serta mengkaji tantangan dalam upaya resolusi konflik yang telah dilakukan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui studi kepustakaan terhadap berbagai sumber sekunder, seperti artikel ilmiah, buku, laporan lembaga internasional, dan pemberitaan media. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegagalan resolusi konflik, baik melalui mekanisme bilateral, organisasi regional seperti SAARC, maupun intervensi Perserikatan Bangsa-Bangsa, disebabkan oleh sikap politik India dan Pakistan yang saling berseberangan dan tidak kompromistis. Konflik Kashmir hingga saat ini tetap menjadi faktor utama yang mengancam stabilitas keamanan kawasan Asia Selatan.
Diplomasi Kesehatan Global Indonesia Pasca Pandemi COVID-19 Dalam Forum Multilateral: Studi Komparatif G20 dan World Health Organization Balqis, Isha; Alam, Muhammad Dipo; Rohmawari, Aninda Wulan; Subandi, Yeyen
Jurnal Ilmiah Multidisipin Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Ilmiah Multidisiplin, Februari 2026
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/jim.v4i2.1457

Abstract

Diplomasi kesehatan global menjadi semakin krusial pasca pandemi COVID-19 seiring terungkapnya kerentanan sistem kesehatan lintas batas, ketimpangan akses vaksin, serta lemahnya solidaritas global dalam respons awal pandemi. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran diplomasi kesehatan global Indonesia dalam forum multilateral G20 dan World Health Organization (WHO) pasca pandemi COVID-19. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode studi kasus komparatif, yang berfokus pada proses diplomasi, aktor yang terlibat, serta hasil yang dicapai Indonesia di kedua forum tersebut. Data diperoleh melalui studi dokumentasi terhadap dokumen resmi G20, WHO, World Health Assembly (WHA), International Health Regulations (IHR), serta sumber kebijakan dan publikasi terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Indonesia memanfaatkan Presidensi G20 2022 dan partisipasi aktifnya di WHO untuk mendorong penguatan arsitektur kesehatan global, peningkatan akses vaksin yang lebih adil, serta harmonisasi protokol kesehatan bagi negara berkembang. Di G20, Indonesia menjalankan diplomasi yang bersifat presidensial dan cepat melalui agenda ketahanan sistem kesehatan, pembentukan Financial Intermediary Fund (FIF), serta kerja sama transfer teknologi vaksin. Sementara itu, diplomasi Indonesia di WHO berlangsung melalui mekanisme negosiasi yang lebih normatif dan mengikat, tercermin dalam pengesahan Pandemic Agreement dengan 35 pasal serta revisi International Health Regulations. Kombinasi peran Indonesia di kedua forum tersebut berimplikasi pada pemenuhan kepentingan nasional melalui penguatan kapasitas Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), peningkatan produksi farmasi lokal, dan sistem surveilans kesehatan, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai bridge-builder antara negara maju dan berkembang serta aktor penting dalam agenda dekolonisasi kesehatan global pasca pandemi.
Militerisasi Perbatasan dan Dampaknya Terhadap Stabilitas Kawasan: Studi Kasus Thailand-Kamboja Alam, Muhammad Dipo; Rohmawati, Aninda Wulan; Balqis, Isha; Subandi, Yeyen
Jurnal Ilmiah Multidisipin Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Ilmiah Multidisiplin, Februari 2026
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/jim.v4i2.1458

Abstract

Militerisasi perbatasan ialah fenomena yang sering muncul dalam sengketa wilayah antarnegara, terlebih di kawasan yang memiliki sejarah konflik yang panjang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak militerisasi perbatasan melalui studi kasus konflik perbatasan Thailand-Kamboja. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa militerisasi perbatasan bukan hanya sebagai instrumen pertahanan negara, tapi juga memiliki potensi memperbesar eskalasi konflik akibat munculnya security dilemma dan kecurigaan antarnegara. Di sisi lain, peningkatan intensitas militer di wilayah yang disengketakan berdampak negatif terhadap stabilitas kawasan Asia Tenggara dan juga menghambat peran ASEAN dalam penyelesaian konflik secara damai. Penelitian ini menyerukan pentingnya pendekatan keamanan non-militer, diplomasi bilateral, serta penguatan peran ASEAN guna menjaga stabilitas dan perdamaian kawasan.
Upaya Litigasi Dalam Penyelesaian Sengketa Desain Industri antara Crocs, Inc. dan Liberty Shoes Ltd. di India Tahun 2018-2019 Annisa, Nur; Aisyiyah, Siti; Wulandari, Yeni; Subandi, Yeyen
Jurnal Ilmiah Multidisipin Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Ilmiah Multidisiplin, Februari 2026
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/jim.v4i2.1459

Abstract

Penelitian ini menganalisis upaya litigasi dalam penyelesaian sengketa desain industri antara Crocs, Inc. dan Liberty Shoes Ltd. di India pada periode 2018–2019, dengan menyoroti implementasi ketentuan Trade-Related Aspects of Intellectual Property Rights (TRIPs) dalam hukum domestik India. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan kualitatif-deskriptif melalui studi literatur terhadap peraturan perundang-undangan, putusan pengadilan, serta doktrin hukum yang relevan. Kerangka analisis yang digunakan adalah teori dualisme dalam hukum internasional dan konsep TRIPs. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pengadilan Tinggi Delhi menolak gugatan Crocs, Inc. dengan mendasarkan putusannya pada ketentuan The Designs Act 2000, khususnya terkait prinsip kebaruan (novelty), orisinalitas, dan estetika desain industri. Pengadilan menilai bahwa desain yang diklaim Crocs tidak memenuhi persyaratan hukum karena telah dipublikasikan sebelumnya dan bersifat fungsional. Putusan ini mencerminkan penerapan prinsip dualisme oleh India, di mana hukum internasional tidak berlaku secara langsung, melainkan harus diadopsi dan ditransformasikan ke dalam hukum nasional. Penelitian ini menegaskan bahwa meskipun TRIPs menjadi standar internasional, penegakan perlindungan desain industri tetap sangat bergantung pada norma dan mekanisme hukum domestik negara anggota WTO.
Upaya World Food Programme (WFP) Dalam Menangani Kerawanan Pangan di Haiti Tahun 2021- 2024 Klerista, Telma; Kuang, Eugenius; Subandi, Yeyen
Jurnal Ilmiah Multidisipin Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Ilmiah Multidisiplin, Februari 2026
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/jim.v4i2.1460

Abstract

Penelitian ini membahas upaya yang dilakukan oleh World Food Programme (WFP) dalam menangani kerawanan pangan di Haiti pada periode 2021–2024. Krisis pangan di Haiti yang bersifat kronis dan multidimensional mendorong keterlibatan aktor internasional, khususnya organisasi internasional pemerintah (IGO), dalam merespons keterbatasan kapasitas negara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran dan bentuk intervensi WFP dalam menghadapi kerawanan pangan tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi pustaka melalui jurnal ilmiah, laporan organisasi terkait, dan buku. Analisis penelitian ini menggunakan teori humanitarian intervention dan konsep food security sebagai kerangka analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa WFP berperan sebagai aktor kemanusiaan utama dalam menyediakan bantuan pangan dan menopang ketahanan pangan masyarakat Haiti. Namun, penelitian ini juga menemukan adanya keterbatasan intervensi kemanusiaan dalam konteks krisis yang berlarut-larut, di mana ketergantungan berkelanjutan terhadap bantuan internasional berpotensi menormalisasi kegagalan negara dalam memenuhi kebutuhan dasar warganya.
Peran WHO Dalam Mengatasi Dampak Kecanduan Media Sosial Terhadap Kesehatan Mental Remaja di Indonesia Pasca-Pandemi COVID-19 Tahun 2020-2025 Tamimi, Bintang Nurmaharani; Nufninu, Jian Aleyska; Subandi, Yeyen
Jurnal Ilmiah Multidisipin Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Ilmiah Multidisiplin, Februari 2026
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/jim.v4i2.1466

Abstract

Pandemi COVID-19 periode 2020-2021 memicu krisis kecanduan media sosial pada remaja Indonesia (usia 10-19 tahun) akibat PSBB dan PJJ, dengan screen time melonjak dari 3,1 jam/hari menjadi 6,5-8,2 jam/hari. Riskesdas 2023 mencatat prevalensi kecanduan gadget naik dari 9,8% (2018) menjadi 24,7%, kecemasan meningkat 41% (12,5%→17,6%), dan depresi 32% (9,8%→13%), dengan disparitas gender (perempuan 2,1x rentan gangguan citra tubuh) dan regional (31% Jakarta vs 18% Yogyakarta). Beban nasional mencapai 1,5-2 juta kasus berisiko tinggi. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan kualitatif dengan analisis isi (content analysis) terhadap 87 dokumen primer WHO (mhGAP 2.0, CCS 2023-2027) dan data sekunder Riskesdas/I-NAMHS periode 2020-2025, mengidentifikasi pola, tema, dan hubungan konsep melalui pengkodean tematik (NVivo 14, Kappa 0.87). Hasil penelitian menunjukkan WHO efektif melalui: pelatihan mhGAP 12.000 tenaga kesehatan (deteksi 1,5 juta kasus via Sehat Jiwa, akurasi 87%), kampanye 800 sekolah (screen time turun 1,8 jam/hari), hibah €12 juta WHO-EU untuk 250 puskesmas NTT-Papua (BSMAS -72%), dan Digital Wellbeing Task Force (kepatuhan platform 75%). Prevalensi kecanduan turun 15,4% di wilayah intervensi (vs 3,2% non-intervensi), hemat Rp 2,3 triliun. Intervensi WHO mengurangi dampak epidemiologi signifikan, menjadikan soft diplomacy model efektif untuk krisis kesehatan mental remaja di negara berkembang.
Strategi Diplomasi Indonesia Dalam Merespons Sengketa Maritim di Laut Natuna Utara dengan Tiongkok (2019–2020) Veronika, Yosefina; Balawanga, Paulina Sriyati Magi; Subandi, Yeyen
Jurnal Ilmiah Multidisipin Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Ilmiah Multidisiplin, Februari 2026
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/jim.v4i2.1467

Abstract

Penelitian ini menganalisis strategi diplomasi Pemerintah Indonesia dalam merespons sengketa maritim di Laut Natuna Utara dengan Tiongkok pada periode 2019–2020. Kawasan Natuna Utara memiliki signifikansi strategis yang tinggi karena posisinya sebagai jalur pelayaran internasional serta kekayaan sumber daya alam berupa hidrokarbon dan perikanan, sehingga menjadikannya wilayah vital bagi kedaulatan dan keamanan ekonomi nasional. Eskalasi ketegangan dipicu oleh klaim sepihak nine-dash line Tiongkok yang tumpang tindih dengan Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia (ZEEI) sebagaimana diatur dalam UNCLOS 1982, yang dimanifestasikan melalui aktivitas illegal, unreported, and unregulated (IUU) fishing serta kehadiran China Coast Guard di perairan Natuna Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kepustakaan, melalui analisis dokumen kebijakan, nota diplomatik, pernyataan resmi pemerintah, serta literatur ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Indonesia mengadopsi strategi diplomasi preventif yang dikombinasikan dengan diplomasi pertahanan dan diplomasi multilateral sebagai upaya menghindari eskalasi konflik bersenjata. Strategi tersebut diwujudkan melalui penegasan posisi hukum di forum internasional, pengiriman nota diplomatik ke Perserikatan Bangsa-Bangsa, penguatan peran Bakamla dan TNI Angkatan Laut, serta optimalisasi peran ASEAN dalam mendorong penyusunan Code of Conduct (CoC) di Laut China Selatan. Meskipun konsistensi hukum Indonesia memperoleh legitimasi internasional, efektivitas kebijakan ini masih dihadapkan pada tantangan berupa ketergantungan ekonomi terhadap Tiongkok, ketimpangan kapabilitas militer, dan fragmentasi kepentingan di internal ASEAN. Penelitian ini menyimpulkan bahwa diplomasi preventif merupakan instrumen strategis yang efektif bagi Indonesia sebagai negara menengah dalam mengelola konflik asimetris, namun memerlukan penguatan melalui diversifikasi kemitraan strategis dan modernisasi kapasitas maritim guna menjaga integritas teritorial secara berkelanjutan.
Tantangan Pemerintah Daerah Dalam Penyelesaian Konflik Tanah Ulayat di Mimika Papua Tengah Fangohoi, Anastasia; Nauyagir, Jenny Ivana; Subandi, Yeyen
Jurnal Ilmiah Multidisipin Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Ilmiah Multidisiplin, Februari 2026
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/jim.v4i2.1471

Abstract

Tanah ulayat merupakan hak kolektif masyarakat hukum adat yang memiliki nilai ekonomi, sosial, budaya, dan spiritual. Di Kabupaten Mimika, Papua Tengah, konflik tanah ulayat muncul seiring dengan meningkatnya pembangunan dan pengelolaan sumber daya alam yang sering kali tidak disertai penyelesaian hak adat secara adil. Konflik tersebut tidak hanya melibatkan masyarakat adat dan pihak swasta, tetapi juga pemerintah daerah, khususnya dalam pengadaan tanah untuk pembangunan infrastruktur publik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tantangan yang dihadapi pemerintah daerah dalam penyelesaian konflik tanah ulayat di Kabupaten Mimika. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan yuridis-sosiologis dan studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemerintah daerah menghadapi berbagai tantangan, antara lain lemahnya pemetaan tanah adat, kurangnya koordinasi antar lembaga, keterbatasan kewenangan pemerintah daerah, belum optimalnya peran lembaga adat, serta rendahnya kepercayaan masyarakat adat terhadap pemerintah. Selain itu, kepentingan ekonomi dan pembangunan sering kali mengesampingkan perlindungan hak ulayat.
Co-Authors Achmad Nurmandi Adrian Roderica Fachrawa Adrianus Juan Sebastio Alam, Muhammad Dipo Alisyamsujen, Maulana Amirunnaufal, Mohamad Ananda Dewin Ikhtiarin Ananda Dewin Ikhtiarin Andim, Wensensiana Yasinta Anggraini, Ine Annahar, Na’imullah Anora, Esti Theda Aprianti, Yesi Tri Ardha Restu Fauzi R Ariel Nethan Ariel Nethan Arif Hidayat Astri Wulandari Ayu Munandar Alam Azijah, Izattul Babuno, Renny Novalin Bagus Subekti Nurwantoro Bagus Subekti Nuswantoro Balawanga, Paulina Sriyati Magi Balawangga, Paulina Sriyati Magi Balqis, Isha Bengan, Rosa Raimona Ina Bernadetha Nadeak Bintang, Karin Natasya Pamela Bustamil, Fahrur Rozi Cornellisen, Palmer Wilibald Beking Damayanti, Elok Devi Maryati Cahyaningsih Diansari Solihah Amini Duisa, Hawind Nada Putri Eclesia, Ketrina Antonia Fadhlurrahman, Dzaky Fahrizal, Roni Fangohoi, Anastasia Gie, Verikson Hady Sofyan Hargen, Dionisius Hartanto, Andrie Husain, Faisal Ida Farhanisa Ida Rosita Ida Rosita Imsawati, Auny Vidiyan Joys Merry Gaite Jubba, Hasse Jupita Fatma Sari Kaka, Agrenia Susanti Kalla, Dwi Amelinda Ketrina Antonia Eclesia Khaliza, Sri Nur Khalizah, Sri Nur Khusumasari, Riza Killet, Mai Delfia Klerista, Telma Kokomakingi, Honorius Kia Korbaffo, Yohanes Fresh Putra Korwa, Ana Marsbin Kuang, Eugenius Kurnia Santi Lape, Florentina Maria Iness Oematan Leni Cahyani Lilosona, Niel Segah Anugrah Mahuze, Alfelyus Babu Manalu, Santa Elisabeth Maria Henderlina Bau Maria Veri Diana B.Y Maria Veri Diana Baun Yue Maria Veri Diana Baun Yuel Maria Veri Diana Baun Yuel Maria Vianey Gunu Gokok Marselina Endah Hiswati Mbali, Chyntya Damayanti Rambu Mohamad Amirunnaufal Mohammad Diqi Muhammad Nuryadin Ash-Shabirin Nauyagir, Jenny Ivana Nila Sari Nope, Lady Imelda Nufninu, Jian Aleyska Nur Annisa Nurgiyanti, Tanti Nurgiyanti, Tanty Nuswantoro, Bagus Subekti Orocomnal, Alfonsina Melissa Pamungkas, Putra Galang Akbar Pitaloka, Zuria Pote, Eunike Irene Purwaningsih, Titin Rahayu, Lilik Puja Rahmawati, Sherly Widya Ramadani, Nuri Salsa Bella Ramdhoni, Dimas Ratna Rintaningrum Renleeuw, Jihad Riangtobi, Yohana Damiana Uto Riswandi, Riswandi Riswandi Rohmawari, Aninda Wulan Rohmawati, Aninda Wulan Rosalinda Rosalinda Rosalinda Rosalinda Rumpumbo, Darwin Mezhak Loduwik Sepry Bertus Wahyu Rahaldy Simanullang, Sanco Simeon Berakmans Lasol Siti Aisyiyah, Siti Subekti, Bagus Tamimi, Bintang Nurmaharani Tandirerang, Vanesia Bintang Taneo, Vivi Marlianti Taneo, Vivy Marlianti Tanti Nurgiyani Tanti Nurgiyanti Tanti Nurgiyanti Thahany, Bilqis Salsabila Thahany, Bilqis Salsabilla Tokan, Anastasia E Andinny Goran Tri Hastuti Nur Rochima Tri Septa Nurhantoro, Tri Septa Utami, Cahyaning Bhakti Veronika, Yosefina Villia, Loveryna Gustri Villia, Loveryna Gusty Viola Marsela Agustin Viola Marsela Agustin Vironika, Vira Vitria Wiratma, Harits Dwi Wonda, Nadia Natasya Wulandari, Yeny Yanti, Eka Riski Yeni Wulandari Yuyun Fajar Nur Prihatin Zuly Qodir