Claim Missing Document
Check
Articles

Evaluasi Peran ASEAN Dalam Menangani Konflik antara Thailand dan Kamboja Tahun 2025 Tokan, Anastasia E Andinny Goran; Lape, Florentina Maria Iness Oematan; Subandi, Yeyen
Jurnal Ilmiah Multidisipin Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Multidisiplin, Januari 2026
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/jim.v4i1.1430

Abstract

Konflik bersenjata antara Thailand dan Kamboja pada tahun 2025 sekali lagi menyoroti kerentanan situasi keamanan di Asia Tenggara, khususnya mengingat sengketa perbatasan yang berakar pada sejarah kolonial dan klaim teritorial yang belum terselesaikan. Eskalasi konflik ini tidak hanya merusak hubungan bilateral antara kedua negara tetapi juga menyebabkan krisis kemanusiaan dan secara serius menantang kredibilitas ASEAN sebagai sebuah organisasi perdamaian regional. Studi ini meneliti bagaimana peran ASEAN dalam mengelola konflik Thailand-Kamboja pada tahun 2025 dengan menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Analisis yang dilakukan menggunakan pendekatan teoretis neoliberal dan teori resolusi konflik milik Johan Galtung untuk menilai efektivitas mekanisme ASEAN dalam mempromosikan de-eskalasi dan resolusi konflik. Temuan menunjukkan bahwa ASEAN memainkan peran penting sebagai fasilitator dialog, mediator diplomatik, dan pendukung gencatan senjata melalui mekanisme ASEAN Way dan penempatan tim pengamat. Namun, peran ini masih terbatas pada pembentukan perdamaian sosial dan belum mampu mengatasi secara komprehensif penyebab struktural konflik. Studi ini menyimpulkan bahwa meskipun ASEAN tetap berupaya secara relevan sebagai aktor keamanan regional, penguatan kapasitas kelembagaan dan mekanisme respons konflik diperlukan untuk memastikan bahwa ASEAN mampu membangun perdamaian yang lebih berkelanjutan di masa depan.
Dampak Krisis Air Bersih Terhadap Penyebaran Penyakit Kolera: Studi Kasus Masyarakat Yaman Tahun 2023 Lape, Florentina Maria Iness Oematan; Tokan, Anastasia E Andinny Goran; Subandi, Yeyen
Jurnal Ilmiah Multidisipin Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Multidisiplin, Januari 2026
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/jim.v4i1.1432

Abstract

Krisis air bersih merupakan salah satu permasalahan kemanusiaan paling serius yang dihadapi Yaman akibat konflik bersenjata yang berkepanjangan, degradasi lingkungan, serta lemahnya sistem pelayanan publik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak krisis air bersih terhadap penyebaran penyakit kolera di Yaman pada tahun 2023 dengan menggunakan pendekatan keamanan kemanusiaan, khususnya pada dimensi keamanan kesehatan dan keamanan lingkungan. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur (library research) dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data diperoleh dari sumber sekunder berupa laporan organisasi internasional, dokumen resmi Perserikatan Bangsa-Bangsa, UNICEF, WHO, serta artikel jurnal ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kehancuran infrastruktur air dan sanitasi akibat konflik bersenjata telah membatasi akses masyarakat Yaman terhadap penggunaan air bersih dan aman. Kondisi ini memaksa masyarakat menggunakan sumber air yang terkontaminasi, sehingga meningkatkan risiko penularan bakteri Vibrio cholerae penyebab kolera. Dari perspektif keamanan kesehatan, wabah kolera mencerminkan kegagalan perlindungan hak dasar masyarakat atas kesehatan dan layanan publik yang memadai. Sementara itu, dari sudut pandang keamanan lingkungan, degradasi sistem air, pencemaran sumber air, dan buruknya pengelolaan limbah menciptakan lingkungan yang sangat rentan terhadap penyebaran penyakit berbasis air. Penelitian ini menyimpulkan bahwa krisis air bersih dan wabah kolera di Yaman merupakan ancaman multidimensi terhadap keamanan kemanusiaan, sehingga memerlukan penanganan komprehensif yang mencakup pemulihan infrastruktur air dan sanitasi, perlindungan lingkungan, serta penguatan sistem kesehatan masyarakat.
Optimalisasi Penggunaan Digital Untuk Kesehatan Mental Mahasiswa: Studi Inovatif Tahun 2025 Kaka, Agrenia Susanti; Villia, Loveryna Gustri; Subandi, Yeyen
Jurnal Ilmiah Multidisipin Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Multidisiplin, Januari 2026
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/jim.v4i1.1443

Abstract

Kemajuan teknologi digital membuka peluang strategis dalam upaya peningkatan kesehatan mental mahasiswa di tengah meningkatnya tekanan akademik dan sosial. Mahasiswa sebagai kelompok usia transisi rentan mengalami gangguan kesehatan mental yang dapat memengaruhi prestasi belajar, relasi sosial, dan kualitas hidup. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana ekosistem digital dapat dioptimalkan dalam mendukung ketahanan mental mahasiswa, menilai efektivitas layanan kesehatan mental berbasis digital yang telah tersedia, serta mengidentifikasi pendekatan inovatif yang terintegrasi dengan dukungan sosial dan spiritual. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi pustaka dengan menelaah berbagai sumber ilmiah, laporan penelitian, dan dokumen resmi yang relevan. Hasil analisis menunjukkan bahwa pemanfaatan platform digital seperti aplikasi kesehatan mental, konseling daring, chatbot psikologis, dan komunitas pendukung berbasis media sosial terbukti meningkatkan akses layanan, deteksi dini, serta pencegahan gangguan kesehatan mental. Integrasi teknologi digital dengan kebijakan kampus, dukungan sosial, dan nilai-nilai spiritual menjadi faktor kunci dalam membangun ekosistem kesehatan mental mahasiswa yang efektif, inklusif, dan berkelanjutan. Penelitian ini merekomendasikan penguatan sinergi antara institusi pendidikan, pengembang teknologi, dan mahasiswa dalam menciptakan inovasi digital yang ramah, aman, dan holistik guna meningkatkan kesejahteraan mental mahasiswa di era digital.
Dampak Konflik Laut Natuna Utara Terhadap Stabilitas Keamanan Indonesia Pada Tahun 2021–2023 Villia, Loveryna Gusty; Kaka, Agrenia Susanti; Subandi, Yeyen
Jurnal Ilmiah Multidisipin Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Multidisiplin, Januari 2026
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/jim.v4i1.1444

Abstract

Konflik di Laut Natuna Utara merupakan salah satu tantangan strategis bagi stabilitas keamanan maritim Indonesia, khususnya akibat klaim sepihak Republik Rakyat China (RRC) melalui nine-dash line yang bertabrakan dengan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia berdasarkan UNCLOS 1982. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika konflik Laut Natuna Utara selama periode 2021–2023 serta dampaknya terhadap stabilitas keamanan nasional Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus, yang didukung oleh data sekunder berupa dokumen resmi pemerintah, laporan organisasi internasional, artikel jurnal ilmiah, dan pemberitaan media. Analisis dilakukan dengan menggunakan teori realisme dalam hubungan internasional untuk memahami respons negara dalam sistem internasional yang bersifat anarkis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik di Laut Natuna Utara tidak hanya bersifat simbolik, tetapi telah berkembang menjadi ketegangan maritim yang berpotensi mengancam kedaulatan dan keamanan nasional Indonesia. Peningkatan kehadiran kapal penjaga pantai dan kapal nelayan RRC di wilayah ZEE Indonesia mendorong pemerintah Indonesia untuk merespons melalui penguatan patroli militer, diplomasi tegas, serta peningkatan kerja sama pertahanan regional dan internasional. Temuan ini menegaskan bahwa strategi Indonesia mencerminkan prinsip realisme, khususnya konsep self-help dan balancing, dalam menjaga kedaulatan wilayah dan stabilitas keamanan nasional. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kombinasi antara kekuatan militer, diplomasi, dan keterlibatan aktor domestik menjadi kunci utama dalam menghadapi konflik maritim di Laut Natuna Utara secara berkelanjutan.
Manajemen dan Resolusi Konflik Tanah antara Desa Bugalima dan Ile Pati di Pulau Adonara: Analisis Peran Tokoh Adat dan Pemerintah Daerah Tahun 2024 Riangtobi, Yohana Damiana Uto; Andim, Wensensiana Yasinta; Subandi, Yeyen
Jurnal Ilmiah Multidisipin Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Multidisiplin, Januari 2026
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/jim.v4i1.1445

Abstract

Konflik tanah antara Desa Bugalima dan Ile Pati di Kecamatan Adonara Barat, Provinisi Nusa Tenggara Timur, Kabupaten Flores Timur, merupakan konflik berulang yang dipicu oleh sengketa kepemilikan lahan dan faktor-faktor yang telah ada sejak lama dan diwariskan dari generasi ke generasi. Penelitian ini menganalisis peran para tokoh adat dan pemerintah daerah dalam mengelola dan menyelesaikan konflik tanah di Desa Bugalima dan Ile Pati pada tahun 2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan memanfaatkan analisis dokumen sebagai sumber data. Temuan menunjukkan bahwa para tokoh adat memainkan peran sentral sebagai mediator, menggunakan mekanisme hukum tradisional dan proses konsultasi untuk menyelesaikan sengketa, sementara pemerintah daerah bertindak sebagai mediator, penjamin legitimasi, dan penjaga stabilitas sosial. Kerja sama antara para tokoh adat dan pemerintah daerah terbukti efektif dalam mengurangi ketegangan, mencapai kesepakatan damai, dan mencegah eskalasi konflik lebih lanjut.
Dampak Depresi Terhadap Kasus Bunuh Diri di Korea Selatan Pada Tahun 2021-2023 Thahany, Bilqis Salsabilla; Anora, Esti Theda; Subandi, Yeyen
Jurnal Ilmiah Multidisipin Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Multidisiplin, Januari 2026
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/jim.v4i1.1447

Abstract

Penelitian ini membahas dampak depresi terhadap kasus kematian di Korea Selatan antara tahun 2021 hingga 2023. Tindakan bunuh diri menjadi salah sau penyebab utama di kalangan remaja, dengan tingkat kejadian yang tinggi di negara Korea Selatan, terutama di kalangan individu yang mengalami depresi. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif dan kajian kepustakaan, penelitian ini menganalisis fenomena depresi, penyebabnya, serta hubungannya dengan peningkatan kasus bunuh diri. Hasil menunjukan bahwa depresi berfungsi sebagai factor pemicu utama, sebanyak 90% kasus bunuh diri berkaitan dengan masalah gangguan mental. Tekanan sosial, bullying, dan stress ekonomi diakui sebagai kontributor signifikan terhadap depresi. Dengan demikian, depresi tidak hanya berkontribusi terhadap peningkatan angka bunuh diri, tetapi juga mencerminkan tantangan kesehatan mental yang lebih luas dalam masyarakat Korea Selatan. Penelitian ini memberikan wawasan penting tentang kebutuhan akan intervensi yang lebih efektif untuk menangani masalah kesehatan mental dan mencegah bunuh diri.
Analisis Dampak Konflik India-Pakistan (Kashmir) Terhadap Stabilitas Keamanan Kawasan Asia Selatan Thahany, Bilqis Salsabilla; Anora, Esti Theda; Subandi, Yeyen
Jurnal Ilmiah Multidisipin Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Ilmiah Multidisiplin, Februari 2026
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/jim.v4i2.1448

Abstract

Konflik India–Pakistan yang berakar pada sengketa wilayah Kashmir telah berlangsung sejak tahun 1947 dan menjadi salah satu konflik paling kompleks di kawasan Asia Selatan. Konflik ini tidak hanya memicu empat kali perang bersenjata, tetapi juga melahirkan krisis kemanusiaan yang ditandai dengan pelanggaran hak asasi manusia, kekerasan terhadap warga sipil, serta instabilitas politik yang berkelanjutan. Ketegangan semakin meningkat pasca pencabutan Pasal 370 oleh Pemerintah India pada tahun 2019, yang menghapus status otonomi khusus Jammu dan Kashmir. Dampak konflik tersebut melampaui batas teritorial kedua negara dan berimplikasi langsung terhadap stabilitas keamanan kawasan Asia Selatan, termasuk meningkatnya perlombaan senjata nuklir, modernisasi militer, serta eskalasi terorisme dan aktivitas kelompok militan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak konflik Kashmir terhadap arsitektur keamanan regional Asia Selatan serta mengkaji tantangan dalam upaya resolusi konflik yang telah dilakukan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui studi kepustakaan terhadap berbagai sumber sekunder, seperti artikel ilmiah, buku, laporan lembaga internasional, dan pemberitaan media. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegagalan resolusi konflik, baik melalui mekanisme bilateral, organisasi regional seperti SAARC, maupun intervensi Perserikatan Bangsa-Bangsa, disebabkan oleh sikap politik India dan Pakistan yang saling berseberangan dan tidak kompromistis. Konflik Kashmir hingga saat ini tetap menjadi faktor utama yang mengancam stabilitas keamanan kawasan Asia Selatan.
Diplomasi Kesehatan Global Indonesia Pasca Pandemi COVID-19 Dalam Forum Multilateral: Studi Komparatif G20 dan World Health Organization Balqis, Isha; Alam, Muhammad Dipo; Rohmawari, Aninda Wulan; Subandi, Yeyen
Jurnal Ilmiah Multidisipin Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Ilmiah Multidisiplin, Februari 2026
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/jim.v4i2.1457

Abstract

Diplomasi kesehatan global menjadi semakin krusial pasca pandemi COVID-19 seiring terungkapnya kerentanan sistem kesehatan lintas batas, ketimpangan akses vaksin, serta lemahnya solidaritas global dalam respons awal pandemi. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran diplomasi kesehatan global Indonesia dalam forum multilateral G20 dan World Health Organization (WHO) pasca pandemi COVID-19. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode studi kasus komparatif, yang berfokus pada proses diplomasi, aktor yang terlibat, serta hasil yang dicapai Indonesia di kedua forum tersebut. Data diperoleh melalui studi dokumentasi terhadap dokumen resmi G20, WHO, World Health Assembly (WHA), International Health Regulations (IHR), serta sumber kebijakan dan publikasi terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Indonesia memanfaatkan Presidensi G20 2022 dan partisipasi aktifnya di WHO untuk mendorong penguatan arsitektur kesehatan global, peningkatan akses vaksin yang lebih adil, serta harmonisasi protokol kesehatan bagi negara berkembang. Di G20, Indonesia menjalankan diplomasi yang bersifat presidensial dan cepat melalui agenda ketahanan sistem kesehatan, pembentukan Financial Intermediary Fund (FIF), serta kerja sama transfer teknologi vaksin. Sementara itu, diplomasi Indonesia di WHO berlangsung melalui mekanisme negosiasi yang lebih normatif dan mengikat, tercermin dalam pengesahan Pandemic Agreement dengan 35 pasal serta revisi International Health Regulations. Kombinasi peran Indonesia di kedua forum tersebut berimplikasi pada pemenuhan kepentingan nasional melalui penguatan kapasitas Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), peningkatan produksi farmasi lokal, dan sistem surveilans kesehatan, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai bridge-builder antara negara maju dan berkembang serta aktor penting dalam agenda dekolonisasi kesehatan global pasca pandemi.
Militerisasi Perbatasan dan Dampaknya Terhadap Stabilitas Kawasan: Studi Kasus Thailand-Kamboja Alam, Muhammad Dipo; Rohmawati, Aninda Wulan; Balqis, Isha; Subandi, Yeyen
Jurnal Ilmiah Multidisipin Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Ilmiah Multidisiplin, Februari 2026
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/jim.v4i2.1458

Abstract

Militerisasi perbatasan ialah fenomena yang sering muncul dalam sengketa wilayah antarnegara, terlebih di kawasan yang memiliki sejarah konflik yang panjang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak militerisasi perbatasan melalui studi kasus konflik perbatasan Thailand-Kamboja. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa militerisasi perbatasan bukan hanya sebagai instrumen pertahanan negara, tapi juga memiliki potensi memperbesar eskalasi konflik akibat munculnya security dilemma dan kecurigaan antarnegara. Di sisi lain, peningkatan intensitas militer di wilayah yang disengketakan berdampak negatif terhadap stabilitas kawasan Asia Tenggara dan juga menghambat peran ASEAN dalam penyelesaian konflik secara damai. Penelitian ini menyerukan pentingnya pendekatan keamanan non-militer, diplomasi bilateral, serta penguatan peran ASEAN guna menjaga stabilitas dan perdamaian kawasan.
Upaya Litigasi Dalam Penyelesaian Sengketa Desain Industri antara Crocs, Inc. dan Liberty Shoes Ltd. di India Tahun 2018-2019 Annisa, Nur; Aisyiyah, Siti; Wulandari, Yeni; Subandi, Yeyen
Jurnal Ilmiah Multidisipin Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Ilmiah Multidisiplin, Februari 2026
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/jim.v4i2.1459

Abstract

Penelitian ini menganalisis upaya litigasi dalam penyelesaian sengketa desain industri antara Crocs, Inc. dan Liberty Shoes Ltd. di India pada periode 2018–2019, dengan menyoroti implementasi ketentuan Trade-Related Aspects of Intellectual Property Rights (TRIPs) dalam hukum domestik India. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan kualitatif-deskriptif melalui studi literatur terhadap peraturan perundang-undangan, putusan pengadilan, serta doktrin hukum yang relevan. Kerangka analisis yang digunakan adalah teori dualisme dalam hukum internasional dan konsep TRIPs. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pengadilan Tinggi Delhi menolak gugatan Crocs, Inc. dengan mendasarkan putusannya pada ketentuan The Designs Act 2000, khususnya terkait prinsip kebaruan (novelty), orisinalitas, dan estetika desain industri. Pengadilan menilai bahwa desain yang diklaim Crocs tidak memenuhi persyaratan hukum karena telah dipublikasikan sebelumnya dan bersifat fungsional. Putusan ini mencerminkan penerapan prinsip dualisme oleh India, di mana hukum internasional tidak berlaku secara langsung, melainkan harus diadopsi dan ditransformasikan ke dalam hukum nasional. Penelitian ini menegaskan bahwa meskipun TRIPs menjadi standar internasional, penegakan perlindungan desain industri tetap sangat bergantung pada norma dan mekanisme hukum domestik negara anggota WTO.
Co-Authors Achmad Nurmandi Adrian Roderica Fachrawa Adrianus Juan Sebastio Agustin, Viola Marsela Aisya, Fatika Sinta Rizka Alam, Muhammad Dipo Alisyamsujen, Maulana Amirunnaufal, Mohamad Ananda Dewin Ikhtiarin Ananda Dewin Ikhtiarin Andim, Wensensiana Yasinta Anggraini, Ine Annahar, Na’imullah Anora, Esti Theda Aprianti, Yesi Tri Ardha Restu Fauzi R Ariani, Rahayu Cahya Ariel Nethan Ariel Nethan Arif Hidayat Ayu Munandar Alam Azijah, Izattul Babuno, Renny Novalin Bagus Subekti Nuswantoro Balawanga, Paulina Sriyati Magi Balawangga, Paulina Sriyati Magi Balqis, Isha Bengan, Rosa Raimona Ina Bernadetha Nadeak Bintang, Karin Natasya Pamela Bustamil, Fahrur Rozi Cornellisen, Palmer Wilibald Beking Damayanti, Elok Devi Maryati Cahyaningsih Diansari Solihah Amini Duisa, Hawind Nada Putri Eclesia, Ketrina Antonia Fadhlurrahman, Dzaky Fahrizal, Roni Fangohoi, Anastasia Fathinah, Azzah Gie, Verikson Hady Sofyan Hargen, Dionisius Hartanto, Andrie Husain, Faisal Ida Rosita Ida Rosita Ikhtiarin, Ananda Dewin Imsawati, Auny Vidiyan Joys Merry Gaite Jubba, Hasse Jupita Fatma Sari Kaka, Agrenia Susanti Kalla, Dwi Amelinda Ketrina Antonia Eclesia Khaliza, Sri Nur Khalizah, Sri Nur Khusumasari, Riza Killet, Mai Delfia Klerista, Telma Kokomakingi, Honorius Kia Korbaffo, Yohanes Fresh Putra Korwa, Ana Marsbin Kuang, Eugenius Kurnia Santi Lape, Florentina Maria Iness Oematan Lilosona, Niel Segah Anugrah Mahuze, Alfelyus Babu Manalu, Santa Elisabeth Maria Henderlina Bau Maria Veri Diana B.Y Maria Veri Diana Baun Yue Maria Veri Diana Baun Yuel Maria Veri Diana Baun Yuel Maria Vianey Gunu Gokok Marselina Endah Hiswati Mbali, Chyntya Damayanti Rambu Mohamad Amirunnaufal Mohammad Diqi Muhammad Nuryadin Ash-Shabirin Nauyagir, Jenny Ivana Nethan, Ariel Nila Sari Nope, Lady Imelda Nufninu, Jian Aleyska Nur Annisa Nurgiyanti, Tanti Nurgiyanti, Tanty Nurwantoro, Bagus Subekti Nuswantoro, Bagus Subekti Orocomnal, Alfonsina Melissa Pamungkas, Putra Galang Akbar Pitaloka, Zuria Pote, Eunike Irene Purwaningsih, Titin Rahayu, Lilik Puja Rahmawati, Sherly Widya Ramadani, Nuri Salsa Bella Ramdhoni, Dimas Renleeuw, Jihad Riangtobi, Yohana Damiana Uto Riswandi, Riswandi Riswandi Rohmawari, Aninda Wulan Rohmawati, Aninda Wulan Rosalinda Rosalinda Rosalinda Rosalinda Rumpumbo, Darwin Mezhak Loduwik Sepry Bertus Wahyu Rahaldy Simeon Berakmans Lasol Siti Aisyiyah, Siti Solly Aryza Subekti, Bagus Tamimi, Bintang Nurmaharani Tandirerang, Vanesia Bintang Taneo, Vivi Marlianti Taneo, Vivy Marlianti Tanti Nurgiyani Tanti Nurgiyanti Tanti Nurgiyanti Thahany, Bilqis Salsabila Thahany, Bilqis Salsabilla Tokan, Anastasia E Andinny Goran Tri Hastuti Nur Rochima Tri Septa Nurhantoro, Tri Septa Utami, Cahyaning Bhakti Veronika, Yosefina Villia, Loveryna Gustri Villia, Loveryna Gusty Viola Marsela Agustin Viola Marsela Agustin Vironika, Vira Vitria Wiratma, Harits Dwi Wonda, Nadia Natasya Wulandari, Yeny Yanti, Eka Riski Yeni Wulandari Yuel, Maria Veri Diana Baun Yuyun Fajar Nur Prihatin Zuly Qodir