Claim Missing Document
Check
Articles

Intervensi Asing Terhadap Gerakan Separatis KKB (Kelompok Kriminal Bersenjata) Papua Pada Tahun 2015-2022 Cornellisen, Palmer Wilibald Beking; Subandi, Yeyen
Jurnal Ilmiah Multidisipin Vol. 3 No. 12 (2025): Jurnal Ilmiah Multidisiplin, Desember 2025
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/jim.v3i12.1358

Abstract

Gerakan separatis Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua merupakan konflik berkepanjangan yang tidak hanya berdampak pada stabilitas keamanan domestik, tetapi juga mengalami internasionalisasi melalui keterlibatan aktor-aktor eksternal. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara sistematis bentuk dan dinamika intervensi asing terhadap gerakan separatis KKB Papua pada periode 2015–2022 serta implikasinya terhadap kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh dari literatur ilmiah, laporan pemerintah, dokumen organisasi internasional, publikasi lembaga non-profit, dan sumber daring kredibel yang diseleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi tertentu. Analisis dilakukan melalui sintesis tematik dengan menggunakan perspektif keamanan non-tradisional dalam kajian Hubungan Internasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intervensi asing terhadap isu Papua bersifat non-tradisional, meliputi tekanan diplomatik, dukungan politik transnasional, dan pemanfaatan isu hak asasi manusia di forum internasional, yang secara tidak langsung berkontribusi terhadap penguatan eksistensi gerakan separatis KKB. Penelitian ini menyimpulkan bahwa dinamika intervensi asing tersebut menimbulkan tantangan serius bagi pemerintah Indonesia dalam menjaga stabilitas dan kedaulatan nasional. Oleh karena itu, diperlukan strategi penanganan yang komprehensif melalui pendekatan keamanan, dialog inklusif, dan penghormatan terhadap hak asasi manusia guna meredam eskalasi konflik serta mencegah meluasnya pengaruh aktor eksternal.
Upaya United Nasions Joint Program On HIV/AIDS (UNAIDS) Dalam Mencegah Penyebaran HIV/AIDS Terhadap Remaja Perempuan di Afrika Selatan Pada Tahun 2022 Killet, Mai Delfia; Duisa, Hawind Nada Putri; Nurgiyanti, Tanti; Subandi, Yeyen
Jurnal Ilmiah Multidisipin Vol. 3 No. 12 (2025): Jurnal Ilmiah Multidisiplin, Desember 2025
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/jim.v3i12.1359

Abstract

Penelitian ini membahas tentang peran organisasi internasional UNAIDS dalam mencegah penyebaran HIV/AIDS pada remaja perempuan di Afrika Selatan. Afrika Selatan merupakan negara dengan jumlah penderita HIV/AIDS tertinggi di dunia, dan remaja perempuan usia 15-24 tahun termasuk kelompok yang paling rentan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan mengkaji berbagai sumber pustaka seperti laporan resmi, jurnal ilmiah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa UNAIDS tidak hanya memberikan pengobatan, tetapi juga melakukan upaya pencegahan yang menyeluruh. Program-program UNAIDS mencakup edukasi tentang kesehatan seksual, penyediaan obat HIV, pemberdayaan remaja perempuan, dan perlindungan terhadap kekerasan berbasis gender. UNAIDS juga bekerja sama dengan pemerintah, sekolah, dan organisasi masyarakat untuk menyampaikan informasi dan layanan yang mudah diakses oleh remaja. Pendekatan ini bertujuan agar remaja perempuan bisa terlindungi dari HIV dan memiliki akses yang adil terhadap layanan kesehatan.
Perlindungan Hak Pencari Suaka Dalam Uni Eropa Melalui Putusan Court of Justice of the European Union (CJEU) Pada Kasus Zimir C-662/23 Rumpumbo, Darwin Mezhak Loduwik; Subandi, Yeyen
Jurnal Ilmiah Multidisipin Vol. 3 No. 12 (2025): Jurnal Ilmiah Multidisiplin, Desember 2025
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/jim.v3i12.1395

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Court of Justice of the European Union (CJEU) dalam memperkuat perlindungan hak pencari suaka di Uni Eropa melalui Putusan Zimir C-662/23. Fokus kajian diarahkan pada penegasan kewajiban negara anggota dalam mematuhi batas waktu prosedural pemeriksaan permohonan suaka sebagaimana diatur dalam kerangka Common European Asylum System (CEAS). Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan studi kasus, yang didukung oleh analisis putusan pengadilan serta literatur hukum Uni Eropa dan hak asasi manusia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Putusan Zimir C-662/23 menegaskan bahwa alasan administratif tidak dapat dijadikan dasar untuk menunda prosedur pemeriksaan permohonan suaka di luar batas waktu yang telah ditetapkan hukum Uni Eropa. Putusan ini memperkuat kepastian hukum sebagai bagian integral dari perlindungan hak asasi pencari suaka serta menegaskan prinsip supremasi hukum Uni Eropa atas kebijakan nasional negara anggota. Selain itu, putusan tersebut mencerminkan peran strategis CJEU sebagai aktor supranasional dalam membatasi diskresi negara anggota dan mendorong harmonisasi penerapan standar prosedural suaka di seluruh Uni Eropa. Dari perspektif human security, putusan Zimir berkontribusi dalam mengurangi ketidakpastian hukum yang berpotensi menimbulkan kerentanan sosial dan psikologis bagi pencari suaka, sehingga menempatkan individu sebagai referen utama keamanan. Meskipun demikian, efektivitas putusan ini sangat bergantung pada implementasi di tingkat nasional, yang masih menghadapi tantangan kapasitas administratif dan dinamika politik domestik. Oleh karena itu, diperlukan penguatan mekanisme pengawasan serta solidaritas antarnegara anggota untuk memastikan perlindungan hak pencari suaka terwujud secara efektif dalam praktik kebijakan Uni Eropa.
Peran Pemerintah Indonesia Dalam Menanggulangi Kasus Penyebaran HIV/AIDS di Provinsi Papua Pada Tahun 2024-2025 Orocomnal, Alfonsina Melissa; Subandi, Yeyen
Jurnal Ilmiah Multidisipin Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Multidisiplin, Januari 2026
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/jim.v4i1.1411

Abstract

Provinsi Papua menghadapi kondisi darurat HIV/AIDS dengan angka penularan tertinggi di Indonesia, di mana tren penyebaran kini telah merambah populasi umum seperti remaja dan ibu rumah tangga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pemerintah pusat dan pemerintah daerah Provinsi Papua dalam menanggulangi penyebaran HIV/AIDS pada periode 2024-2025. Menggunakan metode kualitatif deskriptif, penelitian ini menelaah implementasi berbagai regulasi dan program strategis di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemerintah pusat berperan dalam menetapkan strategi nasional "Ending AIDS 2030", menjamin ketersediaan obat Antiretroviral (ARV) gratis, dan menyediakan kerangka hukum melalui Peraturan Menteri Kesehatan. Sementara itu, Pemerintah Provinsi Papua menjadikan penanganan HIV/AIDS sebagai program prioritas melalui Perda Nomor 8 Tahun 2010, penguatan layanan di Puskesmas sebagai garda terdepan, serta inisiasi edukasi melalui muatan lokal di sekolah. Meskipun kolaborasi multisektor dan layanan medis telah diperluas, tantangan besar tetap ada pada tingginya angka kasus baru di Kota Jayapura yang mencapai 1.200 kasus pada tahun 2025, yang dipicu oleh aktivitas prostitusi daring dan hambatan geografis serta stigma sosial.
Upaya Pemerintah Daerah Dalam Menangani Konflik Perang Suku Antara Suku Mee dan Suku Moni di Kabupaten Nabire, Papua Tengah Pada Tahun 2023-2025 Tamimi, Bintang Nurmaharani; Nufninu, Jian Aleyska; Subandi, Yeyen
Jurnal Ilmiah Multidisipin Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Multidisiplin, Januari 2026
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/jim.v4i1.1418

Abstract

Konflik sosial berbasis identitas suku masih menjadi tantangan serius bagi stabilitas keamanan dan kohesi sosial di wilayah Papua, khususnya di daerah otonomi baru seperti Provinsi Papua Tengah. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis peran pemerintah daerah melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Nabire dalam menangani konflik perang suku antara Suku Mee dan Suku Moni yang terjadi pada periode 2023–2024. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan dengan pendekatan kualitatif, memanfaatkan data sekunder yang bersumber dari jurnal ilmiah, dokumen resmi pemerintah, serta pemberitaan media daring yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kesbangpol berperan strategis melalui pendekatan mediasi, komunikasi persuasif berbasis kearifan lokal, serta koordinasi lintas sektor dengan aparat keamanan dan tokoh adat. Upaya tersebut terbukti mampu meredam eskalasi konflik, memulihkan kepercayaan masyarakat, dan mendorong terciptanya perdamaian yang relatif berkelanjutan. Penanganan konflik yang mengedepankan dialog dua arah dan musyawarah adat menjadi kunci keberhasilan resolusi konflik di Kabupaten Nabire.
Analisis Kegagalan Komunikasi dan Resiliensi Warga Dalam Konflik Tambang Wadas Pada Tahun 2021–2022 Duisa, Hawind Nada Putri; Killet, Mai Delfia; Subandi, Yeyen
Jurnal Ilmiah Multidisipin Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Multidisiplin, Januari 2026
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/jim.v4i1.1424

Abstract

Konflik tambang andesit di Desa Wadas, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, pada periode 2021–2022 merupakan contoh nyata benturan antara kebijakan pembangunan nasional dan hak warga atas lingkungan hidup yang berkelanjutan. Penetapan Desa Wadas sebagai lokasi pengambilan material untuk Proyek Strategis Nasional Bendungan Bener memicu penolakan warga akibat kekhawatiran terhadap kerusakan ekologis, hilangnya sumber mata air, meningkatnya risiko longsor, serta ancaman terhadap mata pencaharian warga agraris. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kegagalan komunikasi pemerintah serta bentuk resiliensi warga dalam menghadapi konflik tersebut. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi pustaka, menggunakan data sekunder berupa dokumen kebijakan, laporan lembaga advokasi, hasil pemantauan Komnas HAM, serta pemberitaan media dan literatur akademik. Analisis dilakukan dengan mengaitkan kasus Wadas pada teori Green Policy dan pendekatan Environmental Justice. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi pemerintah yang bersifat top-down dan minim partisipasi bermakna menjadi faktor utama eskalasi konflik. Di sisi lain, warga Desa Wadas menunjukkan resiliensi multi-strategi melalui pembentukan organisasi GEMPADEWA, advokasi hukum, mobilisasi sosial, serta penguatan jaringan solidaritas dengan organisasi warga sipil. Penelitian ini juga menemukan adanya pergeseran penyelesaian konflik dari tuntutan keadilan ekologis menuju pendekatan kompromi finansial, yang berimplikasi pada fragmentasi sosial dan pengabaian prinsip keberlanjutan lingkungan serta keadilan antar generasi. Studi ini menegaskan pentingnya kebijakan pembangunan yang partisipatif, komunikatif, dan berwawasan lingkungan guna mencegah konflik serupa di masa mendatang.
Evaluasi Peran ASEAN Dalam Menangani Konflik antara Thailand dan Kamboja Tahun 2025 Tokan, Anastasia E Andinny Goran; Lape, Florentina Maria Iness Oematan; Subandi, Yeyen
Jurnal Ilmiah Multidisipin Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Multidisiplin, Januari 2026
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/jim.v4i1.1430

Abstract

Konflik bersenjata antara Thailand dan Kamboja pada tahun 2025 sekali lagi menyoroti kerentanan situasi keamanan di Asia Tenggara, khususnya mengingat sengketa perbatasan yang berakar pada sejarah kolonial dan klaim teritorial yang belum terselesaikan. Eskalasi konflik ini tidak hanya merusak hubungan bilateral antara kedua negara tetapi juga menyebabkan krisis kemanusiaan dan secara serius menantang kredibilitas ASEAN sebagai sebuah organisasi perdamaian regional. Studi ini meneliti bagaimana peran ASEAN dalam mengelola konflik Thailand-Kamboja pada tahun 2025 dengan menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Analisis yang dilakukan menggunakan pendekatan teoretis neoliberal dan teori resolusi konflik milik Johan Galtung untuk menilai efektivitas mekanisme ASEAN dalam mempromosikan de-eskalasi dan resolusi konflik. Temuan menunjukkan bahwa ASEAN memainkan peran penting sebagai fasilitator dialog, mediator diplomatik, dan pendukung gencatan senjata melalui mekanisme ASEAN Way dan penempatan tim pengamat. Namun, peran ini masih terbatas pada pembentukan perdamaian sosial dan belum mampu mengatasi secara komprehensif penyebab struktural konflik. Studi ini menyimpulkan bahwa meskipun ASEAN tetap berupaya secara relevan sebagai aktor keamanan regional, penguatan kapasitas kelembagaan dan mekanisme respons konflik diperlukan untuk memastikan bahwa ASEAN mampu membangun perdamaian yang lebih berkelanjutan di masa depan.
Dampak Krisis Air Bersih Terhadap Penyebaran Penyakit Kolera: Studi Kasus Masyarakat Yaman Tahun 2023 Lape, Florentina Maria Iness Oematan; Tokan, Anastasia E Andinny Goran; Subandi, Yeyen
Jurnal Ilmiah Multidisipin Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Multidisiplin, Januari 2026
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/jim.v4i1.1432

Abstract

Krisis air bersih merupakan salah satu permasalahan kemanusiaan paling serius yang dihadapi Yaman akibat konflik bersenjata yang berkepanjangan, degradasi lingkungan, serta lemahnya sistem pelayanan publik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak krisis air bersih terhadap penyebaran penyakit kolera di Yaman pada tahun 2023 dengan menggunakan pendekatan keamanan kemanusiaan, khususnya pada dimensi keamanan kesehatan dan keamanan lingkungan. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur (library research) dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data diperoleh dari sumber sekunder berupa laporan organisasi internasional, dokumen resmi Perserikatan Bangsa-Bangsa, UNICEF, WHO, serta artikel jurnal ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kehancuran infrastruktur air dan sanitasi akibat konflik bersenjata telah membatasi akses masyarakat Yaman terhadap penggunaan air bersih dan aman. Kondisi ini memaksa masyarakat menggunakan sumber air yang terkontaminasi, sehingga meningkatkan risiko penularan bakteri Vibrio cholerae penyebab kolera. Dari perspektif keamanan kesehatan, wabah kolera mencerminkan kegagalan perlindungan hak dasar masyarakat atas kesehatan dan layanan publik yang memadai. Sementara itu, dari sudut pandang keamanan lingkungan, degradasi sistem air, pencemaran sumber air, dan buruknya pengelolaan limbah menciptakan lingkungan yang sangat rentan terhadap penyebaran penyakit berbasis air. Penelitian ini menyimpulkan bahwa krisis air bersih dan wabah kolera di Yaman merupakan ancaman multidimensi terhadap keamanan kemanusiaan, sehingga memerlukan penanganan komprehensif yang mencakup pemulihan infrastruktur air dan sanitasi, perlindungan lingkungan, serta penguatan sistem kesehatan masyarakat.
Optimalisasi Penggunaan Digital Untuk Kesehatan Mental Mahasiswa: Studi Inovatif Tahun 2025 Kaka, Agrenia Susanti; Villia, Loveryna Gustri; Subandi, Yeyen
Jurnal Ilmiah Multidisipin Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Multidisiplin, Januari 2026
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/jim.v4i1.1443

Abstract

Kemajuan teknologi digital membuka peluang strategis dalam upaya peningkatan kesehatan mental mahasiswa di tengah meningkatnya tekanan akademik dan sosial. Mahasiswa sebagai kelompok usia transisi rentan mengalami gangguan kesehatan mental yang dapat memengaruhi prestasi belajar, relasi sosial, dan kualitas hidup. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana ekosistem digital dapat dioptimalkan dalam mendukung ketahanan mental mahasiswa, menilai efektivitas layanan kesehatan mental berbasis digital yang telah tersedia, serta mengidentifikasi pendekatan inovatif yang terintegrasi dengan dukungan sosial dan spiritual. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi pustaka dengan menelaah berbagai sumber ilmiah, laporan penelitian, dan dokumen resmi yang relevan. Hasil analisis menunjukkan bahwa pemanfaatan platform digital seperti aplikasi kesehatan mental, konseling daring, chatbot psikologis, dan komunitas pendukung berbasis media sosial terbukti meningkatkan akses layanan, deteksi dini, serta pencegahan gangguan kesehatan mental. Integrasi teknologi digital dengan kebijakan kampus, dukungan sosial, dan nilai-nilai spiritual menjadi faktor kunci dalam membangun ekosistem kesehatan mental mahasiswa yang efektif, inklusif, dan berkelanjutan. Penelitian ini merekomendasikan penguatan sinergi antara institusi pendidikan, pengembang teknologi, dan mahasiswa dalam menciptakan inovasi digital yang ramah, aman, dan holistik guna meningkatkan kesejahteraan mental mahasiswa di era digital.
Dampak Konflik Laut Natuna Utara Terhadap Stabilitas Keamanan Indonesia Pada Tahun 2021–2023 Villia, Loveryna Gusty; Kaka, Agrenia Susanti; Subandi, Yeyen
Jurnal Ilmiah Multidisipin Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Multidisiplin, Januari 2026
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/jim.v4i1.1444

Abstract

Konflik di Laut Natuna Utara merupakan salah satu tantangan strategis bagi stabilitas keamanan maritim Indonesia, khususnya akibat klaim sepihak Republik Rakyat China (RRC) melalui nine-dash line yang bertabrakan dengan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia berdasarkan UNCLOS 1982. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika konflik Laut Natuna Utara selama periode 2021–2023 serta dampaknya terhadap stabilitas keamanan nasional Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus, yang didukung oleh data sekunder berupa dokumen resmi pemerintah, laporan organisasi internasional, artikel jurnal ilmiah, dan pemberitaan media. Analisis dilakukan dengan menggunakan teori realisme dalam hubungan internasional untuk memahami respons negara dalam sistem internasional yang bersifat anarkis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik di Laut Natuna Utara tidak hanya bersifat simbolik, tetapi telah berkembang menjadi ketegangan maritim yang berpotensi mengancam kedaulatan dan keamanan nasional Indonesia. Peningkatan kehadiran kapal penjaga pantai dan kapal nelayan RRC di wilayah ZEE Indonesia mendorong pemerintah Indonesia untuk merespons melalui penguatan patroli militer, diplomasi tegas, serta peningkatan kerja sama pertahanan regional dan internasional. Temuan ini menegaskan bahwa strategi Indonesia mencerminkan prinsip realisme, khususnya konsep self-help dan balancing, dalam menjaga kedaulatan wilayah dan stabilitas keamanan nasional. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kombinasi antara kekuatan militer, diplomasi, dan keterlibatan aktor domestik menjadi kunci utama dalam menghadapi konflik maritim di Laut Natuna Utara secara berkelanjutan.
Co-Authors Achmad Nurmandi Adrian Roderica Fachrawa Adrianus Juan Sebastio Alam, Muhammad Dipo Alisyamsujen, Maulana Amirunnaufal, Mohamad Ananda Dewin Ikhtiarin Ananda Dewin Ikhtiarin Andim, Wensensiana Yasinta Anggraini, Ine Annahar, Na’imullah Anora, Esti Theda Aprianti, Yesi Tri Ardha Restu Fauzi R Ariel Nethan Ariel Nethan Arif Hidayat Astri Wulandari Ayu Munandar Alam Azijah, Izattul Babuno, Renny Novalin Bagus Subekti Nurwantoro Bagus Subekti Nuswantoro Balawanga, Paulina Sriyati Magi Balawangga, Paulina Sriyati Magi Balqis, Isha Bengan, Rosa Raimona Ina Bernadetha Nadeak Bintang, Karin Natasya Pamela Bustamil, Fahrur Rozi Cornellisen, Palmer Wilibald Beking Damayanti, Elok Devi Maryati Cahyaningsih Diansari Solihah Amini Duisa, Hawind Nada Putri Eclesia, Ketrina Antonia Fadhlurrahman, Dzaky Fahrizal, Roni Fangohoi, Anastasia Gie, Verikson Hady Sofyan Hargen, Dionisius Hartanto, Andrie Husain, Faisal Ida Farhanisa Ida Rosita Ida Rosita Imsawati, Auny Vidiyan Joys Merry Gaite Jubba, Hasse Jupita Fatma Sari Kaka, Agrenia Susanti Kalla, Dwi Amelinda Ketrina Antonia Eclesia Khaliza, Sri Nur Khalizah, Sri Nur Khusumasari, Riza Killet, Mai Delfia Klerista, Telma Kokomakingi, Honorius Kia Korbaffo, Yohanes Fresh Putra Korwa, Ana Marsbin Kuang, Eugenius Kurnia Santi Lape, Florentina Maria Iness Oematan Leni Cahyani Lilosona, Niel Segah Anugrah Mahuze, Alfelyus Babu Manalu, Santa Elisabeth Maria Henderlina Bau Maria Veri Diana B.Y Maria Veri Diana Baun Yue Maria Veri Diana Baun Yuel Maria Veri Diana Baun Yuel Maria Vianey Gunu Gokok Marselina Endah Hiswati Mbali, Chyntya Damayanti Rambu Mohamad Amirunnaufal Mohammad Diqi Muhammad Nuryadin Ash-Shabirin Nauyagir, Jenny Ivana Nila Sari Nope, Lady Imelda Nufninu, Jian Aleyska Nur Annisa Nurgiyanti, Tanti Nurgiyanti, Tanty Nuswantoro, Bagus Subekti Orocomnal, Alfonsina Melissa Pamungkas, Putra Galang Akbar Pitaloka, Zuria Pote, Eunike Irene Purwaningsih, Titin Rahayu, Lilik Puja Rahmawati, Sherly Widya Ramadani, Nuri Salsa Bella Ramdhoni, Dimas Ratna Rintaningrum Renleeuw, Jihad Riangtobi, Yohana Damiana Uto Riswandi, Riswandi Riswandi Rohmawari, Aninda Wulan Rohmawati, Aninda Wulan Rosalinda Rosalinda Rosalinda Rosalinda Rumpumbo, Darwin Mezhak Loduwik Sepry Bertus Wahyu Rahaldy Simanullang, Sanco Simeon Berakmans Lasol Siti Aisyiyah, Siti Subekti, Bagus Tamimi, Bintang Nurmaharani Tandirerang, Vanesia Bintang Taneo, Vivi Marlianti Taneo, Vivy Marlianti Tanti Nurgiyani Tanti Nurgiyanti Tanti Nurgiyanti Thahany, Bilqis Salsabila Thahany, Bilqis Salsabilla Tokan, Anastasia E Andinny Goran Tri Hastuti Nur Rochima Tri Septa Nurhantoro, Tri Septa Utami, Cahyaning Bhakti Veronika, Yosefina Villia, Loveryna Gustri Villia, Loveryna Gusty Viola Marsela Agustin Viola Marsela Agustin Vironika, Vira Vitria Wiratma, Harits Dwi Wonda, Nadia Natasya Wulandari, Yeny Yanti, Eka Riski Yeni Wulandari Yuyun Fajar Nur Prihatin Zuly Qodir