Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Pemberian Jus Tomat Terhadap Tekanan Darah Lansia Penderita Hipertensi Di Puskesmas Kotabumi 2 Kecamatan Kotabumi Selatan Kabupaten Lampung Utara Eka Trismiyana; Usastiawaty Cik Ayu Saadiah Isnainy; Herizon Herizon
Malahayati Nursing Journal Volume 2 Nomor 4 Tahun 2020
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (155.264 KB) | DOI: 10.33024/manuju.v2i4.3048

Abstract

ABSTRACT: THE EFFECT OF TOMATO JUICE CONSUMPTION TOWARD BLOOD PRESSURE DECREASE ON HYPERTENSIVE ELDER PATIENTS AT KOTABUMI 2 HEALTH CENTER OF KOTABUMI SELATAN SUBDISTRICT OF LAMPUNG UTARA REGENCY  Introduction: Hypertension is a blood vessel disruption causing deficiency of oxygen and nutrition brought blood hampered to reach the target tissues. Based on the SP2TP of Kotabumi 2 Health Center of Kotabumi Selatan Sub district of Lampung Utara Regency, the health center placed the first rank for the hypertension number in the regency with 2,998 cases. Objective: This study was to identify the effect of tomato juice consumption toward blood pressure decrease on hypertensive elder patients at Kotabumi 2 Health Center of Kotabumi Selatan Sub district of Lampung Utara Regency in 2019. Method: This was a quantitative study with quasi experiment design and one group pretest and posttest approach. The population of the study consisted of 143 elder people complaining hypertension. The sampling technique was accidental sampling that resulted 30 respondents. The independent variable was giving tomato juice while the dependent variable was blood pressure decrease. The study was conducted at Kotabumi 2 Health Center of Kotabumi Selatan Sub district of Lampung Utara Regency. The data analysis was through univariate and bivariate (T-Test). Result: the result of the study found that the mean score of blood pressure before given intervention was 152.83 with 5.279 deviation standard. After the intervention was undertaken, the blood pressure average score was 133.00 with 5.072 deviation standard. It implied that there was an effect of tomato juice towards blood pressure decrease on elder patients at Kotabumi 2 Health Center of Kotabumi Selatan Sub district of Lampung Utara Regency in 2019 (t-test > t table, 19.833 > 4.197 p value = 0.000 (p value <α =0.05)). Conclusion: There was an effect of tomato juice towards blood pressure decrease on elder patients at Kotabumi 2 Health Center of Kotabumi Selatan Sub district of Lampung Utara Regency in 2019. The health practitioners at the health center should implement the non-pharmacologic management on hypertension patients by promoting tomato juice as an alternative.  Keywords: hypertension, tomato juiceINTISARI: PENGARUH PEMBERIAN JUS TOMAT TERHADAP TEKANAN DARAH LANSIA PENDERITA HIPERTENSI DI PUSKESMAS KOTABUMI 2 KECAMATAN KOTABUMI SELATAN KABUPATEN LAMPUNG UTARA  Pendahuluan : Hipertensi merupakan suatu gangguan pada pembuluh darah yang mengakibatkan suplai oksigen dan nutrisi yang dibawa oleh darah terhambat sampai ke jaringan tubuh yang membutuhkanya. Berdasarkan data SP2TP Puskesmas Kotabumi 2 Kecamatan Kotabumi Selatan Kabupaten Lampung Utara merupakan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama yang memiliki kunjungan penyakit Hipertensi terbanyak, yaitu berjumlah 2.988 kasus.Tujuan Penelitian : diketahui pengaruh jus tomat terhadap tekanan darah lansia penderita hipertensi di puskesmas kotabumi 2 kecamatan kotabumi selatan kabupaten lampung utara tahun 2019Metode Penelitian : Jenis penelitian kuantitatif dengan rancangan quasy eksperimen dengan pendekatan one group pre dan post test design, Populasi seluruh lansia penderita hipertensi  berjumlah 143 lamsia dengan sampel 30 responden teknik sampling accidental samplingvariabel independen pemberian jus tomat dan variabel dependen penurunan tekanan darah. dilakukan di Puskesmas Kotabumi 2 Kecamatan Kotabumi Selatan Kabupaten Lampung Utara. analisa data univariat dan bivariate (uji t-test)Hasil Penelitian : Dari hasil penelitian diketahui Rata-rata tekanan darah sebelum dilakukan intervensi  adalah 152,83 dengan standar deviasi 5,279), dan setelah dilakukan intervensi 133,00 dengan standar deviasi 5,072. Bahwa ada pengaruh jus tomat terhadap tekanan darah lansia penderita hipertensi di Puskesmas Kotabumi 2 Kecamatan Kotabumi Selatan Kabupaten Lampung Utara tahun 2019 (t-test > t tabel, 19,833> 4,197 p-value = 0,000 (p-value < α = 0,05).Kesimpulan : Ada pengaruh jus tomat terhadap tekanan darah lansia penderita hipertensi di Puskesmas Kotabumi 2 Kecamatan Kotabumi Selatan Kabupaten Lampung Utara tahun 2019. Saran bagi petugas kesehatan puskesmas dapat menerapkan penatalaksanaan penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi dengan cara non farmakologis yaitu dengan pemberian terapi jus tomat Kata kunci        : hipertensi, jus tomat
HUBUNGAN POLA ASUH IBU DALAM PRAKTIK PEMBERIAN MAKAN DENGAN STATUS GIZI BALITA USIA 6 – 24 BULAN DI KAMPUNG TEMPURAN KECAMATAN TRIMURJO TAHUN 2012 M. Arifki Zainaro; Usastiawaty Cik Ayu Saadiah Isnainy; Prima Dian Furqoni; Kiramah Wati
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 11, No 4 (2017)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.953 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v11i4.130

Abstract

Pendahuluan: Sumber daya manusia (SDM) merupakan faktor penting dalam suatu Institusi. Oleh sebab itu suatu institusi perlu mengembangkan pegawainya agar memiliki pegawai yang profesional dan ahli dibidangnya. Pegawai yang mempunyai keahlian dan kemampuan akan bekerja dengan baik dan termotivasi melakukan semua pekerjaannya. Kinerja menurut Supriyanto dan Ratna, 2007 (dalam Nursalam, 2014) adalah effort (upaya atau aktivitas) ditambah achievements (hasil kerja atau pencapaian hasil upaya). Kinerja merupakan gambaran pencapaian pelaksanaan suatu program kegiatan perencanaan strategis dan operasional organisasi oleh seseorang atau kelompok orang dalam suatu organisasi baik secara kualitas dan kuantitas sesuai dengan kewenangan dan tugas tanggung jawabnya, legal dan tidak melanggar hukum, etika dan moral. Kinerja sendiri merupakan penjabaran visi, misi, tujuan dan strategi organisasi.Metode: Tujuan penelitian adalah diketahuinya pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja perawat pelaksana di Ruang Rawat Inap RSUD Alimuddin Umar Kabupaten Lampung Barat tahun 2017. Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah seluruh perawat di ruang rawat inap RSUD Alimuddin Umar Kabupaten Lampung Barat yang berjumlah 60 orang dan sampel sebanyak 60 orang, teknik sampling yang digunakan adalah total populasi. Analisa bivariat menggunakan Chi Square.Hasil: Pada penelitian ini menunjukkan sebagian besar motivasi kerja perawat pelaksana di Ruang Rawat Inap RSUD Alimuddin Umar Kabupaten Lampung Barat kurang baik yaitu sebanyak 32 orang (53,3%). Sebagian besar kinerja perawat pelaksana di Ruang Rawat Inap RSUD Alimuddin Umar Kabupaten Lampung Barat kurang baik yaitu sebanyak 34 orang (56,7%). Ada hubungan antara motivasi kerja terhadap kinerja perawat pelaksana di Ruang Rawat Inap RSUD Alimuddin Umar Kabupaten Lampung Barat dengan p-value = 0,000 dan OR = 16,200. Hendaknya pimpinan dapat mempertahankan motivasi kepada perawat, agar perawat selalu memiliki kinerja yang tinggi yaitu dengan memberikan insentif atau bonus kepada perawat yang bekerja lembur atau memiliki kinerja yang bagus. Diharapkan kepada Pimpinan RSUD Alimuddin Umar Kabupaten Lampung Barat untuk dapat mempertahankan pemberian imbalan kepada tenaga kesehatan di RSUD Alimuddin Umar Kabupaten Lampung Barat dimana mereka sudah merasa sangat puas dengan pemberian tersebut sehingga tenaga kesehatan dapat mempertahankan kinerja yang baik.
Hubungan efikasi diri dengan ketaatan minum Obat Anti Tuberkulosis (OAT) pada penderita tuberkulosis paru Usastiawaty Cik Ayu Saadiah Isnainy; Sri Sakinah; Heri Prasetya
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 14, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (440.599 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v14i2.2845

Abstract

Self efficacy and treatment adherence of anti-TB drugs (ATD's) on patient with pulmonary tuberculosisBackground : Tuberculosis is a chronic disease with a long time treatment of 6 months or more, self-efficacy in patients is needed routinely to taking medicine which will achieve healing more over it can prevent the transmission of the disease. Patient should have self-efficacy, which is individual's belief in managing certain behaviors to achieve their healing. Adherence is the attitude of the patient to carrying out treatment methods and behaviors suggested by his doctor or medical care providerPurpose : To determine the correlation between Self efficacy and treatment adherence of anti-TB drugs (ATD's) on patient with pulmonary tuberculosisMethod: The study was conducted in May-June 2019 using the Cross Sectional method. There were 36 respondents in Banjar Agung public health centre. Data collection was done by direct interview. The questionnaire was used the Self-Efficacy Questionnaire to assess self-efficacy levels and adherence questionnaire to assess respondent's medication adherence.Results: Chi-Square analysis showed a significant correlation of self-efficacy and medication adherence to TB patients in Banjar Agung public health centre (p = 0,001).Conclusion: There was a correlation of self-efficacy and medication adherence to  TB patients in Banjar Agung public health CentreKeywords: Self efficacy; Treatment adherence; Anti-TB drugs (ATD's); Pulmonary tuberculosisPendahuluan: Tuberkulosis adalah salah satu penyakit kronis dengan waktu pengobatan selama 6 bulan atau lebih, maka diperlukan adanya efikasi diri dalam diri pasien bahwa dengan rutin minum obat akan mencapai kesembuhan sehingga dapat mencegah penularan penyakit. Penderita harus memiliki efikasi diri, yaitu keyakinan individu dalam mengelola perilaku tertentu untuk mencapai kesembuhan. Kepatuhan adalah tingkat pasien melaksanakan cara pengobatan dan perilaku yang disarankan oleh dokternya ataupun petugas pelayan kesehatan..Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara efikasi diri terhadap kepatuhan minum obat anti TB (OAT) di Puskesmas Rawat Inap Banjar Agung Kecamatan Jati Agung Kabupaten Lampung Selatan.Metode: Penelitian dilakukan pada Mei-Juni 2019 dengan menggunakan metode Cross Sectional. Terdapat 36 responden di Puskesmas Rawat Inap Banjar Agung. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara langsung. Kuesioner yang digunakan adalah Kuisioner Efikasi Diri untuk menilai tingkat efikasi diri dan Kuisioner Ketaatan untuk menilai kepatuhan minum obat responden.Hasil : Melalui analisis Chi-Square diperoleh nilai p=0,001 terhadap efikasi diri dengan kepatuhan minum obat pasien TB di Puskesmas Rawat Inap Banjar AgungSimpulan: Terdapat hubungan yang bermakna antara efikasi diri dengan kepatuhan minum obat terhadap pasien TB di Puskesmas Rawat Inap Banjar Agung
Pengaruh posisi condong kedepan dan terapi pursed lips breathing terhadap derajat sesak napas penderita Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) Usastiawaty Cik Ayu Saadiah Isnainy; Sekardhyta Ayuning Tias
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 13, No 4 (2019)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.646 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v13i4.1670

Abstract

Pursed lips breathing and an forward leaning posture to reduce dyspnea in Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD) patients.Background: An in-depth personal interview in December 2019 with nurses of Dr. H. Abdul Moeloek Hospital of Lampung Province where the hospital is one of the referred hospitals for COPD in Lampung Province found that the COPD patient number increased every day. In average, there were 20 COPD patients registered every day with mostly having complaint of heavy breathless and recurring out of breath seizures. In total, in 2018, there were 491 COPD patients recorded at medical record indicating the increase compared with 237 patients in the previous year.Purpose: Knowing the effect of forward leaning posture and pursed lips breathing in respiratory rate on COPD.Methods: A quantitative study with quasi experimental one group pretest – posttest approach. The population of the study involved 93 people. The purposive sampling of 17 respondent. The statistical analysis was through T-Dependent.Result: The mean score of the breathing condition of the COPD patients before given FLP and PLB interventions was 86.71 with deviation standard 1.649, error standard 00.400 and min-max score 85 – 90. After the FLP and PLB interventions, the mean score was 92.82 with 2.856 standard deviation, 0.693 error standard, and min-max scores 88 – 97. The T-dependent statistical test found P value 0.000 (α<0.05).Conclusion: There was the effect of forward leaning posture and pursed lips breathing in respiratory rate on COPD. This research can be used as a recommendation for setting operational standard in the management of COPD patients in order to improve the caring quality of the nurses, particularly on handling FLP and PLB therapy. Keywords: Pursed Lips Breathing; Forward Leaning Posture; Dyspnea; COPDPendahuluan: Hasil wawancara personal dengan perawat di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung, dimana rumah sakit tersebut merupakan salah satu rumah sakit rujukan wilayah Lampung, pada Desember 2018 didapatkan informasi bahwa jumlah penderita PPOK setiap harinya meningkat. Rata-rata dalam sehari terdapat 20 penderita dengan PPOK yang dirawat dengan keluhan sesak nafas yang sangat berat dan sebagian besar dari mereka adalah pasien yang datang dengan serangan sesak nafas berulang. Sedangkan berdasarkan data rekam medik sebanyak 491 pasien dengan PPOK pada tahun 2018, kejadian ini mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya, yaitu sebanyak 237 pasien mengalami PPOK pada tahun 2017.Tujuan: Diketahui pengaruh posisi CKD dan PLB terhadap tingkat sesak nafas pada pasien PPOK.Metode: Jenis penelitian Kuantitatif dengan rancangan penelitian menggunakan Quasi Eksperimental dengan pendekatan one group pretest – posttest design. Populasi sebanyak 93 dan sampel yang digunakan sebanyak 17 orang, pengambilan sampel pada penelitian adalah purposive sampling. Uji statistik menggunakan uji t-dependen.Hasil : Rata-rata posisi kondisi pernafasan pasien PPOK sebelum diberikan terapi CKD Dan PLB dengan mean 86,71 standar deviasi 1,649 standar eror 00,400 dan nilai min-max 85-90, dan setelah diberi intervensi mean 92,82 standar deviasi 2,856 standar eror 0,693 dan nilai min-max 88-97. Hasil uji statistik menggunakan t-dependen didapat nilai p-value 0.000 (α<0.05).Simpulan : Hasil penelitian ini terdapat pengaruh posisi CKD Dan PLB Terhadap Tingkat Sesak Nafas Pada Pasien PPOK.Saran: Dapat dijadikan standar operasional penatalaksanaan pasien dengan PPOK sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas asuhan keperawatan dengan cara memberikan posisi CKD dan PLB.
Pengaruh simulasi pelatihan bantuan hidup dasar (BHD) terhadap pengetahuan dan motivasi siswa tentang penanganan kejadian kecelakaan lalu lintas Made Novita Sari; Eka Yudha Chrisanto; Usastiawaty Cik Ayu Saadiah Isnainy
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 15, No 3 (2021)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v15i3.4754

Abstract

The effect of basic life support training simulation on knowledge and motivation of first aid in road traffic accidents among high school students Background: Basic Life Support is the main foundation used to save someone who is  experiencing cardiac arrest. Accidents are events that can cause injury or even cause  death. Based on a survey at the South Lampung Police, there were 295 accident data in  2020. Purpose: To know the effect of basic life support training simulation on knowledge and motivation of first aid in road traffic accidents among high school studentsMethod: A quantitative, using a quasi-experimental design, and two-group (intervention group and control group) pretest-posttest design was carried out at Yadika Natar High School, Lampung on 08 May 2021 - 09 June 2021. The population of all students with a sample of 32 participants. Collecting data using a questionnaire distributed to participants. Data analysis by univariate (frequency distribution) and bivariate (Wilcoxson test).Results: Finding that most of the participants' knowledge and motivation before the simulation was 6 (37.5%) for knowledge and motivation less than 8 (50.0%). After a  simulation of the knowledge level of 16 (100%) participants with 16 (100%) participants having prime motivation. There is a relationship between the basic life support training simulation on increasing knowledge and motivation about handling traffic accidents with a P-value of 0.001 for knowledge and a P-value of 0.000 for participants' motivation.Conclusion: There is a relationship between the basic life support training simulation with increasing students' knowledge and motivation about handling traffic accidents at Yadika  Natar High School South Lampung in 2021 with an M±SD value before the simulation of  5.56±1.711 for participant knowledge and 47.06±9.657 for participant motivation. Meanwhile, after the simulation, the M±SD value was 7.88±1.408 for participant knowledge and 67.94±3.586 for participant motivation. The researcher hopes that the school can cooperate with the trainers to provide health education and counseling regularly to students about first aid measures in the event of a traffic accident.Keywords: Basic life support training;  Simulation; Knowledge; Motivation; First aid; Road traffic accidents; High school studentsPendahuluan: Bantuan hidup dasar merupakan pondasi utama yang digunakan untuk  menyelamatkan seseorang yang sedang mengalami serangan jantung. Kecelakaan adalah  suatu kejadian yang dapat menyebabkan cedera atau bahkan menyebabkan  kematian. Berdasarkan survei di Polres Lampung Selatan, terdapat 295 data kecelakaan  pada tahun 2020. Tujuan: Pengaruh simulasi pelatihan bantuan hidup dasar (BHD) terhadap pengetahuan dan motivasi siswa tentang penanganan kejadian kecelakaan lalu lintasMetode: Penelitian kuantitatif, menggunakan desain quasi-experimental, dan  rancangan two group pretest-posttest, dilakukan di SMA Yadika Natar Lampung  Selatan bulan 08 mei 2021 - 09 juni 2021. Partisipannya sebanyak 32 yang di bagi dalam 2 kelompok yaitu kelompok intervensi dan kelompok kontrol dengan masing- masing kelompok sebanyak 16 partisipan. Pengambilan  sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel 32 partisipan. Pengambilan data menggunakan kuesioner yang dibagikan  ke partisipan. Analisis data secara univariat (distribusi frekuensi) dan bivariat (uji  wilcoxon). Hasil: Diketahui pada kelompok intervensi sebagian besar pengetahuan dan motivasi partisipan sebelum simulasi  adalah 6 (37.5%) untuk pengetahuan dan motivasi kurang dari 8 (50.0%). Setelah  dilakukan simulasi tingkat pengetahuan baik sebanyak 16 (100%) partisipan dengan 16  (100%) partisipan memiliki motivasi tinggi. Ada hubungan antara simulasi pelatihan  bantuan hidup dasar terhadap peningkatan pengetahuan dan motivasi siswa tentang  penanganan kecelakaan lalu lintas dengan nilai P value sebesar 0.001 untuk pengetahuan  dan nilai P value sebesar 0.000 untuk motivasi partisipan. Simpulan: Ada hubungan antara simulasi pelatihan bantuan hidup dasar dengan  peningkatan pengetahuan dan motivasi siswa tentang penanganan kecelakaan lalu lintas  di SMA Yadika Natar Lampung Selatan tahun 2021 dengan nilai M±SD sebelum  simulasi sebesar 5.56±1.711 untuk pengetahuan partisipan dan 47.06±9.657 untuk  motivasi partisipan. Sedangkan setelah dilakukan simulasi didapatkan nilai M±SD  sebesar 7.88±1.408 untuk pengetahuan partisipan dan 67.94±3.586 untuk motivasi  partisipan. Peneliti berharap pihak sekolah dapat bekerjasama dengan para pelatih untuk  memberikan penyuluhan dan pendidikan kesehatan secara berkala kepada siswa tentang  tindakan pertolongan pertama pada saat terjadi kecelakaan lalu lintas.  
Hubungan sikap perawat dengan penerapan patient safety pada masa pandemi Covid 19 Usastiawaty Cik Ayu Saadiah Isnainy; M Ricko Gunawan; Rafika Anjarsari
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 14, No 4 (2020)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v14i4.3850

Abstract

Clinical nurses' attitude toward patient safety: application and results during Covid 19 pandemicBackground: Patient safety is an effort to reduce unnecessary injuries associated with health care to the minimum acceptable level. Patient safety incident report in Indonesia in 2009 were 114, 103 incident in 2010, 34 incident in 2011. The number of adverse events was 10.5% and a near miss incident  was 6.15%.Purpose: known that relationship between nurses' attitude with patient safety application during the Covid-19 pandemic at public health center Pesawaran district in 2020.Method: A quantitative study by survey analytical with cross-sectional design. The sampling technique using a questionnaire and taken by total sampling. The respondents of 40 clinical nurses at public health centre.Results: Respondents who had positive attitudes were 32 (80%), and who had negative attitudes was 8 (20%). Respondents who had behavior of patient safety standard application with good categories were of 20 (50%), and respondent with a poor category was of 20 (50%) and based on the statistical result of (p value 0,008; OR=15,000).Conclusion: There are relationship between clinical nurses' attitude toward patient safety: application and results during COVID-19 pandemic at the health center. Suggestions for health centre management to pay attention for patient during covid-19 pandemic and all staff nurses to follow the health protocol for Covid.Keyword : Clinical nurses; Attitude; Patient safety; Application; Covid-19 pandemicPendahuluan: Keselamatan pasien merupakan sebuah upaya menurunkan cedera yang tidak perlu yang berhubungan dengan pelayanan kesehatan hingga ke tingkat minimum yang dapat diterima. Laporan insiden keselamatan pasien di Indonesia tahun 2009 sebanyak 114, tahun 2010 sebanyak 103, tahun 2011 sebanyak 34. Angka Kejadian Tidak Diharapkan (KTD) sebesar 10,5% dan Kejadian Nyaris Cedera (KNC) sebesar 6,15%.Tujuan: Diketahui hubungan sikap perawat dengan penerapan patient safety pada masa pandemic covid 19 di UPT Puskesmas Rawat Inap Kabupaten Pesawaran Tahun 2020.Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian Survey Analitik dengan menggunakan rancangan cross-sectional. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan lembar kuesioner. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perawat puskesmas rawat inap yang berjumlah 40 responden.Hasil: Responden yang mempunyai sikap positif sejumlah 32 (80%) dan responden dengan sikap negatif sejumlah 8 (20%). Responden yang mempunyai perilaku penerapan standar keselamatan pasien dengan kategori baik sejumlah 20 (50%) dan responden dengan tingkat perilaku tidak baik sejumlah 20 (50%). Uji penelitian yang dilakukan menggunakan uji chi square dengan hasil (p value 0,008; OR=15,000).Simpulan: Ada hubungan sikap dengan penerapan patient safety pada masa pandemi covid 19 di UPT Puskesmas Rawat Inap Kabupaten Pesawaran tahun 2020. Saran dari peneliti ini diharapkan untuk selalu menerapkan standar keselamatan pasien dalam pelayanan.
HUBUNGAN FAKTOR PENGETAHUAN, PELATIHAN DAN KETERSEDIAAN FASILITAS ALAT PELINDUNG DIRI DENGAN KEPATUHAN PERAWAT DALAM PENERAPAN KEWASPADAAN UNIVERSAL DI RUMAH SAKIT BHAYANGKARA BANDAR LAMPUNG TAHUN 2014 Sugiyatno Sugiyatno; Eka Trismiana; Linawati Novikasari; Usastiawaty Cik Ayu Saadiyah Isnaini
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 8, No 2 (2014)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (138.731 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v8i2.206

Abstract

Tenaga perawat merupakan tenaga kesehatan secara langsung berhadapan dengan pasien dalam melakukan tindakan invasif dengan resiko terkena darah dan cairan tubuh lainnya dari pasien. Penerapan Kewaspadaan Standar oleh petugas kesehatan khususnya perawat masih belum optimal. Hal ini didasarkan masih ditemukannya laporan kejadian 3 perawat  yang mengalami perlukaan akibat tertusuk jarum suntik selama tahun 2012. Tujuan dari penelitian ini adalah diketahui hubungan pengetahuan, pelatihan dan ketersediaan fasilitas dengan  kepatuhan perawat dalam penerapan Kewaspadaan Universal di Rumah Sakit Bhayangkara Bandar Lampung tahun 2014.Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh perawat fungsional yang berdinas di Rumah Sakit Bhayangkara Bandar Lampung yaitu sebanyak 33 (tiga puluh tiga) orang perawat, sampel adalah total populasi. Pengumpulan data dengan menggunakan lembar observasi. Analisa data yang digunakan adalah uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan kepatuhan perawat dalam penerapan Kewaspadaan Universal/ Kewaspadaan Standar (p value 0,697). Ada hubungan yang signifikan antara pelatihan dan ketersediaan fasilitas dengan kepatuhan perawat dalam penerapan Kewaspadaan Universal/ Kewaspadaan Standar (p value 0,003 OR 13,75). Saran pada petugas kesehatan hendaknya selalu menerapkan Kewaspadaan Universal/ Kewaspadaan Standar sebagai upaya pencegahan infeksi nosokomial baik pada diri sendiri atau pada orang orang lain.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP PASIEN DIABETES MELITUS DENGAN KEPATUHAAN DIET DIABETES MELITUS TIPE 2 DI RSUD SUKADANA TAHUN 2012 Usastiawaty Cik Ayu Saadiah Isnainy; Andri Nugraha
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 12, No 4 (2018)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (502.206 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v12i4.647

Abstract

REWARD, JOB SATISFACTION, MOTIVATION AND JOB PERFORMANCE AMONG NURSING STAFF Background: Nurse performance is the activity of the nurses in implementing their authority, duties and responsibilities as well as possible. From the results of prasurvey, obtained the result of temporary analysis the low performance of nurses was suspected due to job satisfaction, reward system, motivation of the nurse.Purpose: These study to known the influence of Reward and Job Satisfaction To Motivation and Performance of Nurses at Pertamina Bintang Amin Hospital Bandar Lampung.Methods: This was quantitative study with analytical design and cross sectional approach. This research was conducted since February to March 2018. Data analysis was done trough path analysis (Path Analysis).Results: showed there is significant influence of reward (p-value:0.048), job satisfaction (p-value:0.001) and motivation (p-value:0.000) to nurse performance. Value of coefficient beta reward ( 0.105), nurse satisfaction (0.311) and motivation (0.609) to nurse performance.Conclusion: Hospital institutions need to increase nurses motivation, so nurses always have good performance by providing intensive to nurses who work overtime and have good performance, facilitating the need for nurses to create job satisfaction, as well as providing support to continue education.Pendahuluan: Kinerja perawat adalah aktivitas perawat dalam mengimplementasikan sebaik–baiknya suatu wewenang, tugas dan tanggung jawabnya. Dari hasil prasurvey didapatkan hasil  analisis sementara rendahnya kinerja perawat diduga  terletak pada kepuasan kerja, sistem penghargaan, motivasi kerja perawat tersebut. Tujuan: Diketahui pengaruh Reward dan Kepuasan Kerja Terhadap Motivasi dan Kinerja Perawat di Rumah Sakit Pertamina Bintang  Amin Bandar Lampung.Metode: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan rancangan analitik pendekatan cross sectional, dan telah dilaksanakan pada bulan Februari sampai Maret 2018. Analisa data menggunakanan alisis jalur (Path Analysis).Hasil: ada pengaruh signifikan antara Reward (p-value:0.048), Kepuasan Kerja (p-value:0.001), dan Motivasi (p-value:0.000) terhadap Kinerja perawat. Diketahui ada pengaruh positif antara Reward (beta:0.105), Kepuasan Kerja (beta:0.311) dan Motivasi (0.609) terhadap Kinerja.Kesimpulan: Institusi pelayanan keperawatan di Rumah Sakit melalui bidang keperawatan bekerjasama dengan pihak manajemen rumah sakit perlu meningkatkan motivasi kepada perawat, agar perawat selalu memiliki kinerja yang baik. Memfasilitasi kebutuhan perawat agar bisa menciptakan kepuasan kerja, serta mendukung perawat pelaksana melanjutkan pendidikan. 
Kompres Hangat Untuk Menurunkan Disminore Di Desa Padang Tambak Kecamatan Way Tenong Kabupaten Lampung Barat Usastiawaty Cik Ayu Saadiah Isnainy; Yopita Sari; Umi Romayati Keswara
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 4 Nomor 3 Juni 2021
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v4i3.2827

Abstract

ABSTRAKMenstruasi adalah proses meluluhnya jaringan endometrium karena tidak adanya telur matang yang dibuahi oleh sperma. Menstruasi adalah keadaan yang wajar dan alami sehingga dapat di katakan semua wanita normal pasti akan mengalami proses menstruasi, akan tetapi kenyataannya banyak wanita yang mengalami masalah menstruasi, diantaranya adalah nyeri Dismenorea, Disminore merupakan karakteristik kram yang terjadi pada abdomen bagian bawah yang menjalar kepunggung bawah hingga kepaha, biasanya kram ini terjadi selama atau sebelum menstruasi, serta mencapai puncaknya dalam waktu 24 jam, namun setelah 2 hari akan menghilang. Pengobatan non parmakologi untuk nyeri disminor adalah dengan kompres hangat. Tujuan setelah penyuluhan dan demostrasi, diharapkan pemberian kompres hangat Pada Klien Disminore menurunkan nyeri disminore. Adapun kegiatan yang dilaukan berupa penyuluhan menggunakan leaflet dan demostrasi cara melakukan kompres hangat. Terdapat penurunan nyeri setelah melakukan Kompres Hangat pada Penderita Nyeri Disminore di Desa Padang Tambak Kecamatan Waytenong Kabupaten Lampung Barat. Dengan demikian, pemberian Kompres Hangat sangat efektif dalam menyurunkan nyeri disminore. Kata Kunci: Kompres Hangat, Nyeri Disminore  ABSTRACTMenstruation is the process of melting endometrial tissue due to the absence of mature eggs fertilized by sperm. Menstruation is a natural and natural condition so that it can be said that all normal women will definitely experience menstrual processes, but in reality many women experience menstrual problems, including dysmenorrhoea pain, dysminorrhea is a characteristic of cramps that occur in the lower abdomen that radiates the lower back to the lower back thigh, usually this cramps occur during or before menstruation, and reaches a peak within 24 hours, but after 2 days will disappear. Non-pharmacological treatment for pain is a warm compress. The goal after health education and demonstration, is expected to give a warm compress to the Disminore Client to reduce the pain of disminore. The activities carried out in the form of health education using leaflets and demonstrations how to do warm compresses. There is a decrease in pain after a Warm Compress in Disminore Pain Patients in Padang Tambak Village, Waytenong District, West Lampung Regency. Thus, the administration of Warm Compress is very effective in reducing disminore pain. Keywords:  Warm Compress, Disminorhea
PENYULUHAN KESEHATAN TENTANG DIARE DI SMA KEMALA BHAYANGKARI KOTABUMI-LAMPUNG Teguh Pribadi; Usastiawaty Cik Ayu Saadiah Isnainy; Rika Yulendasari; Lidya Arianti
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 2 Nomor 1 April 2019
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v2i1.1017

Abstract

Sampai saat ini penyakit diare masih menjadi masalah kesehatan dunia terutama dinegara berkembang. Besarnya masalah tersebut terlihat dari tingginya angka kesakitan dan kematian akibat diare. Dari tahun ketahun diare tetap menjadi salah satu penyakit yang menyebabkan mortalitas dan malnutrisi pada anak. Tujuan dari penyuluhan kesehatan ini yaitu agar sejak dini mereka diberikan pendidikan kesehatan agar tidak jajan sembarangan, sehingga tidak terkena bakteri atau virus yang menyebabkan penyakit diare. Peserta hadir sebanyak 65 orang terdiri dari laki-laki dan perempuan.  Tempat yang digunakan sudah sesuai dengan rencana yang telah dibuat dan menggunakan perlengkapan selama penyuluhan seperti alat prokyektor, laptop dan pengeras suara.  Kegiatan ini dibantu mahasiswa ilmu keperawatan dari universitas malahayati Bandar Lampung serta di fasilitasi oleh pihak pendidikan dalam hal ini pihak SMA Kemala Bhayangkari. Pembagian peran dan tugas telah ditetapkan mencakup penanggung jawab, moderator, notulen, observer, fasilitator dan dokumentasi. Hasil kegiatan ini dapat meningkatkan pengetahuan siswa-siswi tentang diare dan cara pencegahannya. Saran pada pihak sekolah untuk membantu menyediakan tempat bagi pihak penyedia jasa makanan dan memperhatikan kebersihan dan kualitas makanan yang disediakan.ABSTRACTUntil now diarrhea diseases are still a world health problem, especially in developing countries. The magnitude of the problem can be seen from the high rates of morbidity and mortality from diarrhea. From year to year diarrhea remains one of the diseases that cause mortality and malnutrition in children. The purpose of this health education is that from the outset they are given health education so as not to snack carelessly, so that they are not exposed to bacteria or viruses that cause diarrheal disease. Participants attended as many as 65 people consisting of men and women. The place used is in accordance with the plans that have been made and uses equipment during counseling such as projector for presentation, laptops and loudspeakers. This activity was assisted by nursing science students from the universities of Bandar Lampung and facilitated by the School department of  the Kemala Bhayangkari (Senior High School). The division of roles and tasks has been determined including the person in charge, moderator, minutes, observers, facilitator and documentation. The results of this activity can increase students' knowledge about diarrhea and how to prevent it. Advice to the school to help provide a place for food service providers and pay attention to the cleanliness and quality of food providedKeywords: Diarrhea, Students, Health education
Co-Authors Agustina, Respa Alberta Rika Pratiwi Albet Maydiyantoro Alfabet Oktristyan Fakuriza andhika satria Andoko Andoko Andri Nugraha Anjani, Ni Wayan Oktavia Aprilia Putri, Hanisa Arini, Mutiara Ariyanti Wardiyah Aryanti Wardiyah Chrisanto, Eka Yudha Deny Eka Liasari Desti Rosalia Dewi Kusumaningsih Dewi Kusumaningsih Dewi Kusumaningsih Dewi Novalina Djamaludin, Djunizar Djunizar Djamaludin Djunizar Djamaludin Dwiky Dermawan Santari Eka Trismiana Eka Trismiyana Eka Yudha Chrisanto Elliya, Rahma Emir Fajar Hizrian Erlina Wati Fajar Septriwanti Faradisa, Ratih Mary Fatmawati, Iin Ferisca, Fidela Firmansyah, Maulid Elang Furqoni, Prima Dian Gunawan, M. Ricko Hadi, Riswan Heki Febrianto Heri Prasetya Herizon Herizon Herlinda Herlinda Hermawan, Dessy Indah Sari Indriana, Nova Jemy Sundoro Kaulani, Sirfia Keswara, Umi Romayati Kiramah Wati Kusumanignsih, Dewi Leni Sari Asdi Lensi, Yufia Liasari, Deny Eka Lidya Arianti Lidya Arianti Lidya Ariyanti Lidya Ariyanti Lilis Marlia Lolita Sary M. Arifki Zainaro Made Novita Sari Mimin Septi Wahyuni Muarif, Muhammad Syamsul Muhammad Yanuar Rianto Mutia Ade Dea nopriani, nopriani Novikasari, Linawati Nugraha, Rezha Wahyu Nur Hidaya Tulaisyah Pradisca, Rima Ary Prima Dian Furqoni Rafika Anjarsari Rahma, Reka Putri Reka Putri Rahma Rendi Kurniawan Respa Agustina Rias Tusianah Ridwan Ridwan Ridwan Ridwan Riska Wandini, Riska Riyanto, Eko Rizwan, Al Khairul Rudi Winarno Sandi Esa Prayoga Seftiliani Putri Ayu Sekardhyta Ayuning Tias Setiawati Setiawati Sri Sakinah Sugiyatno Sugiyatno Teguh Pribadi Triyoso Triyoso Tubagus Ali Rachman Puja Kesuma, Tubagus Ali Rachman Puja Utomo, Budi Setia Wahyuninsih, Indah Widia Afira Yessi Aprianti Yopita Sari Yufia Lensi Yulendasari, Rika Yustika, Reny Zainaro, Muhamad Arifki