Claim Missing Document
Check
Articles

Faktor-faktor Gaya Kepemimpinan yang Berhubungan dengan Motivasi Perawat Pelaksana Diruang Rawat Inap Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin Anjani, Ni Wayan Oktavia; Isnainy, Usastiawaty C. A. S.; Kusumanignsih, Dewi
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 12 (2024): Volume 6 Nomor 12 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i12.16950

Abstract

ABSTRAK Decline in work motivation in health service workers has a negative impact on the quality of services provided by health workers, one of which is nurses. One of the factors that affect the low motivation of nurses is leadership, Leadership style is a method used in the leadership process, which is carried out through the leadership behavior of the head of the room to influence nurses to act according to the desire to achieve goals. The aim of this research is to determine the leadership style factors that are related to the work motivation of implementing nurses in the inpatient room at Pertamina Bintang Amin Hospital. Type of research used is quantitative where the design in this research uses an analytical survey with a cross sectional approach. The population in this study included nurses in pediatrics, surgery, internal medicine, 3rd floor and 4th floor, totaling 59 respondents. The sampling technique in this research is total sampling. Research shows that there is a relationship between democratic leadership style and work motivation. The result is a p-value of 0.001, where the p-value is <0.05, Odd-Ratio 37.500(7.219-194.796).There is a relationship between the democratic leadership style of the head of the room and the work motivation of implementing nurses at Pertamina Bintang Amin Hospital  Keywords: Leadership Style, Democratic, Authoritarian, Participative, Motivational  ABSTRAK Menurunnya motivasi kerja pada tenaga pelayanan kesehatan berdampak negatif terhadap kualitas pelayanan yang  diberikan oleh tenaga kesehatan salah satu nya perawat. Salah satu faktor yang mempengaruhi rendahnya motivasi perawat adalah kepemimpinan, Gaya kepemimpinan adalah suatu cara yang digunakan dalam proses kepemimpinan, yang dilakukan melalui perilaku kepemimpinan kepala ruangan untuk mempengaruhi perawat agar bertindak sesuai dengan keinginan untuk mencapai tujuan. Tujuan penelitian ini adalah diketahui faktor-faktor gaya kepemiminan yang berhubungan dengan motivasi kerja perawat pelaksana di ruang rawat inap Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dimana rancangan dalam penelitian ini menggunakan survey analitik dengan pendekatan cross sectional. populasi dalam penelitian ini ada perawat pelaksana di ruang anak, bedah,penyakit dalam, lantai 3 dan lantai 4 yang berjumlah 59 responden. Teknik sampling dalam penelitian ini adalah total sampling. pada penelitian ini terdapat hubungan antara gaya kepemimpinan demokratis dengan motivasi kerja diperoleh hasil p-value 0,001 dimana nilai p-value <0,05 , dengan Odd-Ratio 37.500(7.219-194.796). Adanya hubungan antara gaya kepemimpinan demokratis kepala ruangan dengan motivasi kerja perawat pelaksana di Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin. Kata Kunci: Gaya Kepemimpinan, Demokratis, Otoriter, Partisipatif, Motivasi
Penyuluhan kesehatan tentang dukungan keluarga dan diit pasien dengan gangguan ginjal kronik Djamaludin, Djunizar; Zainaro, M. Arifki; Isnainy, Usastiawaty Cik Ayu Saadiah; Rahma, Reka Putri; Agustina, Respa; Liasari, Deny Eka; Lensi, Yufia
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 2 No. 3 (2022): Penatalaksanaan Diabetes Melitus Tipe 2
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v2i3.201

Abstract

Pendahuluan: Gagal ginjal  kronik   adalah suatu   proses patofisiologis  dengan  etiologi yang beragam, mengakibatkan penurunan fungsi ginjal yang progresif, dan pada umumnya berakhir dengan gagal ginjal. Gagal ginjal merupakan suatu keadaan klinis yang ditandai dengan menurunnya fungsi ginjal yang bersifat irreversible, dan memerlukan terapi pengganti ginjal yaitu berupa dialisis atau transplantasi ginjal. Tujuan: Responden dapat mengetahui dan memahami tentang prilaku hidup sehat pasien gagal ginjal kronik (GGK) Metode: Pelaksanaan metode      yang      digunakan      dalam pengabdian     masyarakat     ini     dilakukan dengan 2 tahap, yaitu pertama mahasiswa profesi ners menjelaskan tentang prilaku hidup sehat pasien gagal ginjal kronik (GGK) dan ke dua setelah diberikan penyuluhan responden diberikan tanya jawab tentang prilaku hidup sehat pasien gagal ginjal kronik (GGK) Hasil: Responden memahami tentang bantuan keluarga dan diit pasien gagal ginjal kronik (GGK). Simpulan: responden dapat mengerti bantuan keluarga dan diit pasien gagal ginjal kronik (GGK)
Analysis of the Preceptors' Role in Holistically Shaping Students' Clinical Competence Zainaro, M. Arifki; Isnainy, Usastiawaty Cik Ayu Saadiah
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 9, No 2 (2024): September
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30604/jika.v9i2.2461

Abstract

This study examines the effectiveness of preceptor roles in supporting the development of clinical competence among nursing students in Indonesia. The research background highlights the low pass rates of nursing competency examinations, which underscore challenges within the nursing education system and the need for enhanced preceptor guidance. The study aims to analyze the role of preceptors in holistically shaping clinical competence, identify factors affecting the effectiveness of preceptor roles, and explore obstacles encountered in clinical mentoring. The research methodology used surveys and statistical analysis of preceptor evaluation data across several performance components, including evaluation (KPE), planning (KPP), and implementation (KPI). The results indicate that preceptors play a positive role in supporting students' competency development, with high average scores in the KPE component, though differences in evaluation aspects require improvement. Preceptors' Major challenges include limited time, experience constraints, and the lack of clear evaluation guidelines. Supporting factors such as ongoing training, institutional support, and technology use can enhance the quality of mentoring. The implications of this research suggest that by addressing these challenges and leveraging available support factors, preceptors can improve their contribution to holistically shaping students' clinical competence. In conclusion, optimizing the role of preceptors is crucial for supporting the more comprehensive development of clinical competence in nursing students. ABSTRAK: Penelitian ini meneliti efektivitas peran preseptor dalam mendukung pengembangan kompetensi klinis di antara mahasiswa keperawatan di Indonesia. Latar belakang penelitian menyoroti rendahnya tingkat kelulusan ujian kompetensi keperawatan, yang menggarisbawahi tantangan dalam sistem pendidikan keperawatan dan kebutuhan akan bimbingan preseptor yang lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran preseptor dalam membentuk kompetensi klinis secara holistik, mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas peran preseptor, dan mengeksplorasi hambatan yang dihadapi dalam bimbingan klinis. Metodologi penelitian menggunakan survei dan analisis statistik data evaluasi preseptor pada beberapa komponen kinerja, termasuk evaluasi (KPE), perencanaan (KPP), dan pelaksanaan (KPI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa preseptor berperan positif dalam mendukung pengembangan kompetensi mahasiswa, dengan skor rata-rata tinggi pada komponen KPE, meskipun terdapat perbedaan dalam aspek evaluasi yang memerlukan perbaikan. Tantangan utama preseptor meliputi keterbatasan waktu, kendala pengalaman, dan kurangnya pedoman evaluasi yang jelas. Faktor pendukung seperti pelatihan berkelanjutan, dukungan institusi, dan penggunaan teknologi dapat meningkatkan kualitas bimbingan. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa dengan mengatasi tantangan ini dan memanfaatkan faktor pendukung yang tersedia, preseptor dapat meningkatkan kontribusinya dalam membentuk kompetensi klinis mahasiswa secara holistik. Kesimpulannya, mengoptimalkan peran preseptor sangat penting untuk mendukung pengembangan kompetensi klinis yang lebih komprehensif pada mahasiswa keperawatan.
Edukasi Tersedak pada Anak dengan Tehnik Hemlich Manuver di Posyandu Anggrek Desa Sidoharjo Kec,Way Panji Wahyuninsih, Indah; Zainaro, M. Arifki; Isnainy, Usastiawaty Cik Ayu Saadiah
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i5.15955

Abstract

ABSTRAK Tersedak adalah kondisi darurat yang sering terjadi pada anak-anak, terutama mereka yang berusia di bawah lima tahun. Pengetahuan mengenai teknik Heimlich manuver sebagai pertolongan pertama sangat penting untuk mengurangi risiko fatalitas akibat tersedak. Penyuluhan  ini bertujuan untuk mengedukasi orang tua dan  pengasuh,  mengenai teknik Heimlich manuver  melalui penyuluhan. Metode yang digunakan meliputi presentasi materi, demonstrasi langsung, dan latihan praktik dengan anak salah satu peserta. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan keterampilan peserta. Pengapdian Masyarakat  ini menyimpulkan bahwa penyuluhan teknik Heimlich efektif dalam meningkatkan kesiapan menghadapi situasi darurat tersedak pada anak. Kata Kunci: Edukasi, Anak,Tersedak,Tehnik Hemlich Manuver  ABSTRACT Choking is an emergency condition frequently occurring in children, particularly those under five years old. Knowledge of the Heimlich maneuver as a first aid technique is crucial to reduce the risk of fatality from choking. This study aims to educate parents, caregivers, and teachers about the Heimlich maneuver technique through an outreach program. The methods included material presentations, live demonstrations, and hands-on practice with mannequins. The results showed a significant increase in participants' knowledge and skills. This study concludes that Heimlich maneuver training is effective in improving preparedness for choking emergencies in children. Keywords: Education, Child, Choking, Heimlich Maneuver Technique
Edukasi Aktifitas Fisik dan Senam Hipertensi untuk Menurunkan Tekanan Darah pada Lansia dengan Hipertensi Indriana, Nova; Zainaro, M. Arifki; Isnainy, Usastiawaty Cik Ayu Saadiah
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i5.15895

Abstract

ABSTRAK Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang cukup berbahaya hingga mendapat julukan “The silent killer” kerena hipertensi dapat menyerang setiap orang tanpa adanya tanda yang muncul pada tubuh dan berisiko menyebabkan kematian. Hipertensi merupakan suatu keadaan klinis ketika pengukuran sistolik lebih dari 140 mmHg dan diastolik lebih dari 90 mmHg. Seiring meningkatnya usia pada lansia terjadi perubahan pada seluruh sistem, salah satunya perubahan sistem kardiovaskuler. Perubahan tersebut meliputi penurunan elastisitas dinding aorta, penebalan katup jantung dan katup jantung menjadi kaku, penurunan kemampuan jantung memompa darah sehingga dapat menyebabkan hipertensi pada lansia. Pencegahan dan penanggulangan hipertensi dapat dilakukan dengan olahraga teratur atau aktifitas fisik diantaranya berjalan, bersepeda, berenang, melakukan pekerjaan rumah dan senam anti hipertensi. Senam anti hipertensi adalah bagian dari aktifitas fisik yang dapat mengurangi berat badan dan menghilangkan stres, yang menjadi dua faktor tertinggi risiko penyebab hipertensi. Kata Kunci: Edukasi, Senam Hipertensi, Lansia ABSTRACT Hypertension is a non-communicable disease that is dangerous enough to have earned the nickname "The Silent Killer" because hypertension can attack anyone without any signs appearing on the body and has the risk of causing death. Hypertension is a clinical condition when the systolic measurement is more than 140 mmHg and the diastolic measurement is more than 90 mmHg. As the elderly age increases, changes occur in the entire system, one of which is changes in the cardiovascular system. These changes include a decrease in the elasticity of the aortic wall, thickening of the heart valves, stiffening of the heart valves, and a decrease in the heart's ability to pump blood, which can cause hypertension in the elderly. Prevention and management of hypertension can be done with regular exercise or physical activity including walking, cycling, swimming, doing housework and anti-hypertension exercises. Anti-hypertension exercise is part of physical activity that can reduce body weight and eliminate stress, which are the two highest risk factors for hypertension. Keywords: Education, Hypertension Exercise, Elderly
Analisis Masalah Kesehatan Dusun Sukajaya Darat Desa Sukajaya Lempasing Kecamatan Teluk Pandan Kabupaten Pesawaran Sary, Lolita; Isnainy, Usastiawaty Cik Ayu Saadiah; Arini, Mutiara; Faradisa, Ratih Mary; Fatmawati, Iin; Yustika, Reny; Firmansyah, Maulid Elang; Kaulani, Sirfia; Nugraha, Rezha Wahyu; Satria, Andhika
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i8.21271

Abstract

ABSTRAK Menetapkan skala prioritas terhadap permasalahan kesehatan masyarakat serta menentukan prioritas dalam pelaksanaan program intervensi merupakan hal yang sangat penting dilakukan, mengingat keterbatasan sumber daya manusia dan anggaran yang tersedia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui masalah kesehatan masyarakat yang ada di Dusun Sukajaya Darat dan melakukan intervensi. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu Metode Focus Grup Discusion (FGD) bertujuan untuk mendapatkan masalah kesehatan yang harus segera di intervensi dan metode CARL untuk menentukan prioritas masalah. Masalah yang terdapat di desa Sukajaya darat yaitu Pasangan usia subur (PUS) yang tidak ber-KB, Merokok, MP-ASI sebelum 6 bulan, dan tempat sampah rumah tangga terbuka. Berdasarkan hasil analisis prioritas masalah diperoleh bahwa pasangan usia subur yang tidak ber-KB menjadi prioritas masalah. Dalam melakukan intervensi masalah tersebut, maka perlu dilakukan penyuluhan guna meningkatkan pengetahuan dan pemahaman para ibu atau pasangan usia subur mengenai keluarga berencana (KB).  Kata Kunci: Masalah Kesehatan Masyarakat, Prioritas Masalah,KB  ABSTRACT Establishing priority scales for public health problems and determining priorities in the implementation of intervention programs is crucial, considering the limited availability of human resources and budget. This study aims to identify public health problems in Dusun Sukajaya Darat and carry out appropriate interventions. The research methods used include the Focus Group Discussion (FGD) method, which aims to identify health issues that require immediate intervention, and the CARL method to determine problem priorities. The health problems identified in Dusun Sukajaya Darat include couples of childbearing age (PUS) not using family planning (FP), smoking, early introduction of complementary feeding (MP-ASI) before 6 months of age, and open household garbage disposal. Based on the priority analysis, the main issue identified was couples of childbearing age who are not using family planning. To address this issue, it is necessary to conduct counseling sessions to improve the knowledge and understanding of mothers or couples of childbearing age about family planning. Keywords: Public Health Problems, Problem Prioritization, Family Planning
Pendidikan kesehatan dengan media promosi kesehatan untuk mengoptimalkan prilaku konsumsi buah dan sayur Hadi, Riswan; Isnainy, Usastiawaty C. A. S.; Zainaro, Muhamad Arifki
JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 5 No. 7 (2025): JOURNAL of Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v5i7.1404

Abstract

Background : Adequate fruit and vegetable consumption is an important part of a healthy diet and plays a role in preventing various chronic diseases. However, public awareness, especially in rural areas, remains low. Leaflets are an easily accessible and effective educational method for increasing knowledge and fostering healthy behaviors. Purpose: To increase knowledge through health promotion through leaflets, which will influence fruit and vegetable consumption behavior in the community. Methods: This community service activity was conducted on June 10, 2025, at the Integrated Health Service Post (Posyandu) in Dusun 5 Sukajaya Darat, Lempasing, Pesawaran. Fifteen mothers with children who attended the Posyandu were selected using a total sampling technique. The health education activity used lectures and instructions in the form of informative leaflets on fruit and vegetable consumption behavior in children, including presentations, material presentations, and interactive discussions. Data were collected using a questionnaire and analyzed descriptively to determine differences before and after the intervention. Results: The majority of respondents were unemployed (11 respondents, 73.3%), and the majority had a high school education (9 respondents, 60.0%). Based on the accumulation of questionnaire data, it shows that the respondents' pre-test knowledge score got an average score of 75.0 points (SD=4.62) with a range of 70-85 points, while the respondents' post-test knowledge score got an average score of 90.6 points (SD=4.95) with a range of 85-100 points. Conclusion : Health promotion outreach activities increased mothers' knowledge regarding fruit and vegetable consumption behavior. This increased knowledge also positively contributed to mothers' efforts to maintain family health. Suggestion: Health education media can be implemented periodically and routinely as part of the integrated health service post (Posyandu) program. Keywords: Fruit and vegetable consumption; Health promotion media; Optimization Pendahuluan: Konsumsi buah dan sayur yang cukup merupakan bagian penting dari pola makan sehat dan berperan dalam mencegah berbagai penyakit kronis. Namun, kesadaran masyarakat, terutama di wilayah pedesaan, masih rendah. Media leaflet merupakan salah satu metode edukasi yang mudah diakses dan efektif dalam meningkatkan pengetahuan serta membentuk perilaku sehat. Tujuan: Meningkatkan pengetahuan dengan promosi kesehatan melalui media leaflet terhadap perilaku konsumsi buah dan sayur di masyarakat. Metode: Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan pada 10 Juni 2025 di Posyandu Dusun 5 Sukajaya Darat, Lempasing, Pesawaran. Dengan melibatkan 15 ibu yang datang ke posyandu dan memiliki anak, yang dipilih menggunakan teknik total sampling untuk menjadi responden. Kegiatan penyuluhan kesehatan dengan metode ceramah dan petunjuk berupa leaflet informatif mengenai perilaku konsumsi buah dan sayur pada anak yang meliputi kegiatan presentasi, pemaparan materi dan diskusi interaktif. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis secara deskriptif untuk melihat perbedaan sebelum dan sesudah intervensi. Hasil: Menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki status tidak bekerja yaitu sebanyak 11 (73.3%) dan mayoritas status pendidikan responden adalah SMA yaitu sebanyak 9 (60.0%).  Berdasarkan akumulasi data kuesioner menunjukkan bahwa nilai pre-test pengetahuan responden mendapatkan skor rata-rata 75.0 poin (SD=4.62) dengan rentang 70-85 poin, sedangkan nilai post-test pengetahuan responden mendapatkan skor rata-rata 90.6 poin (SD=4.95) dengan rentang 85-100 poin. Simpulan: Kegiatan penyuluhan promosi kesehatan memberikan peningkatan pengetahuan pada ibu terhadap prilaku konsumsi buah dan sayur . Peningkatan pengetahuan ini juga memberikan kontribusi positif bagi para ibu dalam menjaga kesehatan keluarga. Saran: Media edukasi kesehatan dapat dilakukan secara berkala dan rutin sebagai program kegiatan posyandu.
Efektivitas pemberian terapi stretching (Zamathera) pada penderita low back pain (LBP) dengan masalah nyeri akut Muarif, Muhammad Syamsul; Yulendasari, Rika; Isnainy, Usastiawaty C. A. S.
JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 5 No. 7 (2025): JOURNAL of Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v5i7.1457

Abstract

Background: Low back pain (LBP) is a leading cause of disability globally. The high prevalence of low back pain (LBP) impacts patients' quality of life and daily functioning. One non-pharmacological approach that can be used to manage acute pain is Zamathera Stretching therapy. Purpose: To determine the effectiveness of Zamathera stretching therapy in reducing acute pain intensity in low back pain (LBP) sufferers. Method: This study, conducted in 2025, was a quasi-experimental study with a one-group pretest-posttest design. Forty residents of the Nahdlatul Ulama Branch Representative Council (MWC NU) in Bumi Waras District, Bandar Lampung City, participated as respondents. Respondents were residents experiencing acute low back pain. The intervention consisted of providing instructions and practicing Zamathera stretching, a stretching and relaxation therapy. The procedure was performed repeatedly and regularly for 15–30 minutes. Data analysis was carried out using a paired sample t-test to test the significance of the difference in average pain levels between pre-intervention and post-intervention measurements. Results: Before Zamathera therapy, the average low back pain (LBP) pain level among 40 respondents was 3.28 (SD=2.82), with a minimum score of 0 and a maximum score of 9. After therapy, the average pain score decreased to 0.50 (SD=1.21), with a pain range of 0 to 6. A paired sample t-test showed an average pain reduction of 2.78 (SD=2.33), with a t-value of 13.10 and a significance level of 0.000 (p<0.05), indicating a statistically significant reduction in pain. Conclusion: Stretching with Zamathera therapy has strong evidence as a safe and minimally invasive non-pharmacological approach to reducing pain, improving function, and preventing recurrence of musculoskeletal complaints in patients with low back pain. Suggestion: Zamathera stretching therapy can be used as an effective and applicable form of non-pharmacological nursing intervention in the management of patients with low back pain (LBP). This therapy can be an alternative or complement to pharmacological therapy, especially in efforts to minimize long-term medication use that carries the risk of side effects. Keywords: Acute pain; Low back pain; Stretching therapy; Zamathera. Pendahuluan: Nyeri punggung bawah atau low back pain (LBP) merupakan penyebab utama disabilitas secara global. Tingginya prevalensi nyeri punggung bawah (low back pain/LBP) yang berdampak terhadap kualitas hidup dan fungsi aktivitas sehari-hari pasien. Salah satu pendekatan non-farmakologis yang dapat digunakan untuk mengatasi nyeri akut adalah terapi Stretching Zamathera. Tujuan: Untuk mengetahui efektivitas terapi stretching zamathera dalam menurunkan intensitas nyeri akut pada penderita low back pain (LBP). Metode: Kegiatan ini dilaksanakan pada tahun 2025 yang merupakan penelitian quasi experiment dengan rancangan pre-test dan post-test (one group pretest-posttest design). Melibatkan sebanyak 40 orang masyarakat di Wilayah Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Bumi Waras, Kota Bandar Lampung untuk menjadi responden. Responden adalah warga yang mengalami nyeri punggung bawah akut. Intervensi berupa pemberian petunjuk dan praktik stretching zamathera yaitu terapi peregangan dan rileksasi. Tindakan dilakukan ber ulang-ulang dan teratur selama 15 – 30 menit. Analisis data dilakukan dengan uji t berpasangan (paired sample t-test) guna menguji signifikansi perbedaan rata-rata tingkat nyeri antara pengukuran pra-intervensi dan pasca-intervensi. Hasil: Sebelum terapi zamathera, rata-rata tingkat nyeri low back pain (LBP) pada 40 responden adalah 3.28 (SD=2.82), dengan nilai minimum 0 dan maksimum 9. Setelah terapi, rata-rata nyeri turun menjadi 0.50 (SD=1.21), dengan rentang nyeri 0 hingga 6. Uji paired sample t-test menunjukkan penurunan nyeri rata-rata sebesar 2.78 (SD=2.33), dengan nilai t=13.10 dan signifikansi 0.000 (p<0.05), yang berarti penurunan nyeri signifikan secara statistik. Simpulan: Tindakan stretching dengan terapi zamathera memiliki dasar eviden yang kuat sebagai pendekatan non-farmakologis yang aman dan minim risiko dalam mengurangi nyeri, meningkatkan fungsi tubuh, serta mencegah kekambuhan keluhan muskuloskeletal pada penderita low back pain. Saran: Terapi stretching zamathera dapat dijadikan sebagai salah satu bentuk intervensi keperawatan non-farmakologis yang efektif dan aplikatif dalam penanganan pasien dengan keluhan low back pain (LBP). Terapi ini dapat menjadi alternatif atau pelengkap dari terapi farmakologis, terutama dalam upaya meminimalkan penggunaan obat jangka panjang yang berisiko menimbulkan efek samping.
Kepatuhan Minum Obat pada Penderita Penyakit TB Pratiwi, Rika; Zainaro, M Arifki; Isnainy, Usastiawaty Cik Ayu Saadiah
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i10.15976

Abstract

ABSTRAK TB paru adalah penyebab utama morbiditas dibanyak negara, oleh karena itu pemahaman mengenai dampaknya terhadap keadaan umum dan kepatuhan minum obat dari pasien TB paru. Kualitas hidup merupakan aspek kesehatan yang luas, sehingga kepatuhan bukan satu-satunya faktor yang dapat mempengaruhi kualitas hidup pasien TB paru. Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit serius bukan hanya di Indonesia tetapi di Dunia.Kepatuhan minum obat adalah indikator keberhasilan yang sangat penting untuk kesembuhan pasien TB selama 6-9 bulan dimana pasien harus minum obat non stopTuberkulosis paru merupakan penyakit menular yang disebabkan Mycobacterium tuberculosis. Penularan terjadi ketika penderita TBC paru BTA positif batuk atau bersin dan tanpa disengaja penderita menyebarkan kuman ke udara dalam bentuk percikan dahakenyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Kata Kunci: Kepatuhan Minum Obat TB, Pengertian TB, Cara Penularan TB. ABSTRACT Pulmonary TB is a major cause of morbidity in many countries, therefore, understanding its impact on the general condition and medication adherence of pulmonary TB patients is crucial. Quality of life is a broad aspect of health, so compliance is not the only factor that can influence the quality of life of pulmonary TB patients. Tuberculosis (TB) is a serious disease not only in Indonesia but also globally. Medication adherence is a crucial indicator of success for TB patients' recovery. Patients must take medication non-stop for 6-9 months, during which patients must take medication. Pulmonary tuberculosis is an infectious disease caused by Mycobacterium tuberculosis. Transmission occurs when a patient with AFB-positive pulmonary TB coughs or sneezes, accidentally releasing the germs into the air in the form of sputum droplets. This is an infectious disease caused by the Mycobacterium tuberculosis bacteria. Keywords: TB Medication Adherence, Definition of TB, Mode of TB Transmission.
Motivation and Workload of Nurses with Nurse Performance in Handling Events of Corona Virus (Covid-19) M Arifki Zainaro; Ridwan Ridwan; Usastiawaty Cik Ayu Saadiah Isnainy
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 6, No 4: December 2021
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (642.116 KB) | DOI: 10.30604/jika.v6i4.688

Abstract

Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) is a new type of disease that has never been previously identified in humans. The virus that causes COVID-19 is called Sars-CoV-2. As part of the front line in dealing with COVID-19 cases, many health care workers experience fatigue both physically and mentally. Their high workload in handling COVID-19 cases, the scarcity of Personal Protective Equipment (PPE) facilities and insufficient nutritional needs, decrease their immunity, so the risk of contracting the virus increases. To determine the relationship between motivation and workload of nurses and the performance of nurses in handling the coronavirus (COVID-19) incident at Pertamina Bintang Amin Hospital, Bandar Lampung. This type of research is a quantitative, research design analytic survey with a cross-sectional approach. The population and sample of this study were all nurses who served in the inpatient room of Pertamina Bintang Amin Hospital, Bandar Lampung, with as many as 58 respondents. Results Of the 58 respondents, the motivation and workload that were said to be poor with the performance of nurses were 21 respondents (36.2%), while the motivation and workloads that were said to be good with the performance of nurses were 37 respondents (63.8%). The results of statistical tests showed that the p-value = 0.003 was smaller than the alpha value (p less than 0.05). There is a significant relationship together between motivation and workload with the performance of nurses in handling the coronavirus (COVID-19) incident at Pertamina Bintang Amin Hospital, Bandar Lampung. It is hoped that the hospital management will continue to maintain the level of motivation for health workers, especially nurses, to get additional incentives for nurses and workloads to take time off for nurses who work during working hours and the performance of nurses in carrying out actions in accordance with the SOP for patients suffering from Covid 19.
Co-Authors Agustina, Respa Alberta Rika Pratiwi Albet Maydiyantoro Alfabet Oktristyan Fakuriza andhika satria Andoko Andoko Andri Nugraha Anjani, Ni Wayan Oktavia Aprilia Putri, Hanisa Arini, Mutiara Ariyanti Wardiyah Aryanti Wardiyah Berly, Indah Rohmafresha Chrisanto, Eka Yudha Deny Eka Liasari Desti Rosalia Dewi Kusumaningsih Dewi Kusumaningsih Dewi Kusumaningsih Dewi Lutfianawati, Dewi Dewi Novalina Djamaludin, Djunizar Djunizar Djamaludin Djunizar Djamaludin Dwiky Dermawan Santari Eka Trismiana Eka Trismiyana Eka Yudha Chrisanto Elliya, Rahma Emir Fajar Hizrian Erlina Wati Fajar Septriwanti Faradisa, Ratih Mary Fatmawati, Iin Ferisca, Fidela Firmansyah, Maulid Elang Furqoni, Prima Dian Gunawan, M. Ricko Hadi, Riswan Harkina, Prida Heki Febrianto Heri Prasetya Herizon Herizon Herlinda Herlinda Hermawan, Dessy Indah Sari Indaman, Putri Indriana, Nova Jemy Sundoro Kaulani, Sirfia Keswara, Umi Romayati Kiramah Wati Kusumanignsih, Dewi Leni Sari Asdi Lensi, Yufia Liasari, Deny Eka Lidya Arianti Lidya Arianti Lidya Ariyanti Lidya Ariyanti Lilis Marlia Lolita Sary M. Arifki Zainaro Made Novita Sari Mimin Septi Wahyuni Muarif, Muhammad Syamsul Mufidah, Ghina Aliya Muhammad Yanuar Rianto Mutia Ade Dea nopriani, nopriani Novikasari, Linawati Nugraha, Rezha Wahyu Nur Hidaya Tulaisyah Oktaviyani, Dwi Pradisca, Rima Ary Prima Dian Furqoni Putri, Afdilah Mianda Putri, Asri Mutiara Putri, Qori Anisa Rafika Anjarsari Rahma, Reka Putri Reka Putri Rahma Rendi Kurniawan Respa Agustina Rias Tusianah Ridwan Ridwan Ridwan Ridwan Riska Wandini, Riska Riyanto, Eko Rizwan, Al Khairul Rudi Winarno Sandi Esa Prayoga Seftiliani Putri Ayu Sekardhyta Ayuning Tias Setia, Larasati Eka Setiawati Setiawati Setiawati, Octa Reni Sri Sakinah Sugiyatno Sugiyatno Teguh Pribadi Triyoso Triyoso Tubagus Ali Rachman Puja Kesuma, Tubagus Ali Rachman Puja Utomo, Budi Setia Wahyuninsih, Indah Widia Afira Wijaya, I Gusti Ngurah Satria Yessi Aprianti Yopita Sari Yufia Lensi Yulendasari, Rika Yustika, Reny Zainaro, Muhamad Arifki