Claim Missing Document
Check
Articles

Lecturer Resilience as a Key Factor in Enhancing Academic Performance: The Influence of Personal Factors, Work Environment, and Institutional Support on Lecturer Productivity in Health Higher Education Institutions Isnainy, Usastiawaty Cik Ayu Saadiah; Zainaro, M. Arifki
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 9, No 1 (2024): March 2024
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30604/jika.v9i1.2229

Abstract

This article discusses resilience as a key factor in enhancing academic performance among lecturers in higher education institutions. In facing increasing professional demands, lecturers often experience pressures that impact their physical and mental well-being. Resilience, defined as the ability to recover and positively adapt to stress, has been shown to contribute to stable and high-quality performance. This study aims to explore the relationship between lecturers' resilience levels and their performance in teaching, research, and clinical service. Using a quantitative approach with data analysis conducted through Structural Equation Modeling (SEM), the research involved 200 lecturers from various health higher education institutions. The results indicate a significant positive relationship between resilience and lecturer performance, with a regression coefficient of 0.613. Factors influencing lecturers' resilience include social support, a conducive work environment, and institutional support. These findings highlight the importance of educational institutions designing support programs that can strengthen lecturers' resilience, thereby enhancing their productivity and well-being. Thus, this article provides insights into how resilience can affect lecturers' performance and emphasizes the need to create supportive environments to improve educational quality. Efforts to bolster lecturers' resilience are expected to contribute to their professional development and career sustainability in the academic world.
Pendidikan Kesehatan tentang Spiritual Emosional Freedom Technique (SEFT) dan dampaknya terhadap Penderita Stroke Utomo, Budi Setia; Zainaro, M. Arifki; Isnainy, Usastiawaty Cik Ayu Saadiah
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i10.15991

Abstract

ABSTRAK Spiritual emotional freedom technique (SEFT) merupakan salah satu teknik pengobatan alternatif yang telah cukup lama dikenal. Teknik ini merupakan pengembangan dari teknik lain yang diperkenalkan oleh anak bangsa. SEFT termasuk tehnik relaksasi, merupakan salah satu bentuk pengobatan alternatif yang lebih mudah dan aman dibandingkan akupuntur dan akupresur. Karena sifatnya yang mudah dan murah maka penyebarluasan teknik ini lebih mudah untuk dilakukan, salah satunya pada warga Dusun GG. salak II, kemiling permai, kec,kemiling permai, kab. bandar lampung. Warga Dusun GG. salak II, kemiling permai, kec,kemiling permai, kab. bandar lampung yang telah memperoleh informasi tentang metode ini dapat menggunakannya sebagai pengobatan alternatif dan terapi SEFT (spiritual emotional freedom technique) adalah terapi dengan menggunakan gerakan sederhana yang dilakukan untuk membantu menyelesaikan masalah permasalahan sakit fisik maupun psikis, meningkatkan kinerja dan prestasi, meraih kedamaian dan prestasi serta kebermaknaan hidup. Kata Kunci: SEFT,Terapi SEFT, Stroke  ABSTRACT Spiritual emotional freedom technique (SEFT) is an alternative medicine technique that has been known for a long time. This technique is a development of other techniques introduced by the nation's children. SEFT, including relaxation techniques, is a for-m of alternative treatment that is easier and safer than acupuncture and acupressure. Because it is easy and cheap, it is easier to disseminate this technique, one of which is to the residents of GG Hamlet. salak II, kemiling permai, kec, kemiling permai, kab. Bandar Lampung. Residents of GG Hamlet. salak II, kemiling permai, kec, kemiling permai, kab. Bandar Lampung who have received information about this method can use it as an alternative treatment and SEFT therapy (spiritual emotional freedom technique) is a therapy using simple movements that is carried out to help solve problems of physical and psychological pain, improve performance and achievement, achieve peace and achievement. and the meaning of life. Keyword: Seft, Seft Therapy,Stroke
Asuhan Keperawatan untuk masalah Keperawatan Pola Nafas Tidak Efektif Pasien Tuberculosis Paru dengan menggunakan Penerapan Posisi Orthopnea di Rs Pertamina Bintang Amin Nopriani, Nopriani; Gunawan, M. Ricko; Isnainy, Usastiawaty Cik Ayu Saadiah
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i8.15524

Abstract

ABSTRAK Menurut Groenewald (2014), tuberkulosis masih menjadi masalah kesehatan serius yang menyerang masyarakat di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Lebih dari 99% populasi dunia dan kasus TBC dilaporkan di 202 negara dan wilayah, menurut data WHO. Indonesia merupakan salah satu dari lima negara di dunia yang mempunyai kasus tuberkulosis aspirasi (TB) terbanyak. Berdasarkan Profil Kesehatan Indonesia, terdapat lebih dari 724.000 kasus baru tuberkulosis paru pada tahun 2022 dan 809.000 kasus pada tahun 2023. Untuk RS Pertamina Binang Amin Lampung pada tahun 2023 terdapat 127 pasien yang dirawat di ruang paru yang mengalami kendala kebutuhan oksigen, khususnya TBC, dengan keluhan sesak nafas. Melaksanakan asuhan keperawatan pada penderita TBC paru di RS Pertamina Bintang Amin dengan menerapkan posisi orthopnea. Data program pengendalian TBC tahun 2015 yang diberitahukan sebanyak 330.812 kasus TBC baru, Pemeriksaan ini merupakan bentuk ekspresif eksplorasi dengan pendekatan investigasi kontekstual. Subjek dalam pemeriksaan ini adalah dua orang responden penderita tuberkulosis paru yang berada di ruang aspirasi di Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin. Pada pasien TBC, penerapan posisi ortopnea memberikan efek mengurangi sesak napas. Penerapan tindakan keperawatan pada posisi ortopnea yang penulis lakukan selama tiga hari kurang efektif dalam mengatur pola pernafasan. Klien Bapak membuktikan bahwa masalah pola pernafasan tidak efektif pada pasien TBC, dimana permasalahan kedua klien teratasi. Ny. K dan Klien bekerja sama selama prosedur kedua dan memiliki laju pernapasan normal. Kata Kunci: Lansia, TB Paru, Orthopniea  ABSTRACT  According to Groenewald. (2014), tuberculosis is still a serious health issue that affects people all over the world, including Indonesia. More than 99% of the world's population and TB cases are reported in 202 countries and territories, according to WHO data. Indonesia is one of the five nations on the planet that has the most instances of aspiratory tuberculosis (TB). According to Indonesia's Health Profile, there were more than 724,000 new cases of pulmonary tuberculosis in 2022 and 809,000 cases in 2023. For Pertamina Binang Amin Lampung Hospital in 2023, 127 patients were treated in the lung room who experienced problems with their oxygen needs, specifically tuberculosis, with complaints of shortness of breath.Carry out nursing care for pulmonary tuberculosis sufferers at Pertamina Bintang Amin Hospital by applying the orthopnea position.The 2015 Tuberculosis control program data that was notified was 330,812 new TB cases, This examination is a kind of expressive exploration with a contextual investigation approach. The subjects in this examination were two respondents experiencing pneumonic tuberculosis who were in the aspiratory ongoing room at Pertamina Bintang Amin Medical clinic.. In TB patients, applying the orthopnea position had the effect of reducing shortness of breath. Implementing nursing actions in the orthopnea position, which the author carried out for three days, was ineffective in managing breathing patterns. The client Mr. proved that the problem of breathing patterns was ineffective in TB patients, where both clients' issues were resolved. Mrs. K and The client cooperates during the second procedure and has a normal respiratory rate. Keywords: Elderly, Pulmonary TB, Orthopnea
Kemandirian pada pasien lanjut usia dalam aktivitas sehari-hari dengan resiko jatuh Riyanto, Eko; Zainaro, M. Arifki; Isnainy, Usastiawaty C.A.S; Kusumaningsih, Dewi
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 5 No 6 (2025): November Edition 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v5i6.1429

Abstract

Background: Aging is a natural process that causes a decline in physical and cognitive function in older adults, such as impaired balance, vision, hearing, and muscle strength, which increases the risk of falls. Falls in older adults can have serious consequences, including injury, disability, and even death. Activities of daily living (ADL) are an important indicator for assessing the level of independence in older adults, which can influence the risk of falls. Purpose: To determine the relationship between independence in daily activities and the risk of falls in older adults. Method: This quantitative study used an observational cross-sectional design. The sample size for this study was 138 respondents, drawn using a random sampling technique. The research instrument used a questionnaire, and the results were tested using the chi-square statistical test. Results: Statistical tests using SPSS yielded a p-value of 0.008 with an odds ratio of 2.9. Conclusion: There is a relationship between independence in daily activities and the risk of falls in older adults.   Keywords: Elderly; Fall Risk; Independence.   Pendahuluan: Penuaan merupakan proses alami yang menyebabkan penurunan fungsi fisik dan kognitif pada lansia, seperti gangguan keseimbangan, penglihatan, pendengaran, dan kekuatan otot yang berisiko meningkatkan kejadian jatuh. Jatuh pada lansia dapat menimbulkan dampak serius seperti cedera, kecacatan, hingga kematian. Aktivitas kehidupan sehari-hari (ADL) menjadi salah satu indikator penting untuk menilai tingkat kemandirian lansia yang dapat memengaruhi risiko jatuh. Tujuan: Untuk mengetahui  hubungan kemandirian dalam aktivitas sehari hari dengan resiko jatuh pada lanjut usia . Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain observasional melalui pendekatan cross-sectional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 138 responden dengan teknik pengambilan sampel random sampling. Instrumen penelitian menggunakan lembar kuesioner dan hasil penelitian ini diuji dengan uji statistik chi-square. Hasil: Uji statistic menggunakan SPSS didapatkan p-value sebesar 0.008 dengan Odd Ratio sebesar 2.9. Simpulan: Ada hubungan kemandirian dalam aktivitas sehari hari dengan resiko jatuh pada lanjut usia.   Kata Kunci: Kemandirian; Lanjut Usia; Resiko Jatuh.
Pengaruh pemberian edukasi menggunakan media video terhadap pengetahuan keluarga dalam penanganan kegawatdaruratan kejang demam Dani, Kharisma Wulan; Zainaro, M.Arifki; Isnainy, Usastiawaty C.A.S.
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 5 No 6 (2025): November Edition 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v5i6.1550

Abstract

Background: In North Lampung, the incidence of febrile seizures in children reached 110 cases in 2023. At the Ketapang Community Health Center, there were 23 cases, while in Gedung Ketapang Village, there were 8 cases. Of these, 100% of families in Gedung Ketapang Village were unaware of the home-based management of febrile seizures. Therefore, it is necessary to improve family knowledge regarding the management of febrile seizures in children. Purpose: To determine the effect of providing educational materials using video media on family knowledge in emergency management of febrile seizures. Method: Quantitative research with a quasi-experimental design, one group pre-test-post-test. The population was all families with children aged 0-5 years in Gedung Ketapang Village, totaling 76 children. The sample size was determined using 40 respondents using simple random sampling. The instrument used was a questionnaire, and the statistical test used was the t-test. Results: The average pre-test knowledge score was 7.03 and the average post-test knowledge score was 15.55. The t-test results obtained a p-value of 0.0001. Conclusion: There is an effect of providing education using video media on family knowledge in emergency management of febrile seizures in children with a p-value of 0.0001.   Keywords: Education; Febrile Seizures; Video Media.   Pendahuluan: Lampung Utara angka kejadian kejang demam pada anak tahun 2023 mencapai 110 kasus dan pada Puskesmas Ketapang terdapat 23 kasus kejang demam sedangkan di Desa Gedung Ketapang terdapat 8 kasus kejang demam dan 100% tersebut keluarga di Desa Gedung Ketapang belum mengetahui tentang kejang demam terkait penanganan di rumah. Maka dari itu perlu meningkatkan pengetahuan keluarga dalam penanganan kejang demam pada anak. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh pemberian edukasi menggunakan media  video terhadap pengetahuan keluarga dalam penanganan kegawatdaruratan kejang demam. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain quasi eksperimen one group Pre-test – Post-test dengan populasi adalah seluruh keluarga yang mempunyai anak umur 0-5 tahun yang berada di Desa Gedung Ketapang yang berjumlah 76 anak. Penetapan jumlah sampel dengan menggunakan sebanyak 40 responden dengan teknik sampling yang digunakan adalah simple random sampling. Instrumen menggunakan kuesioner dan uji statistic yang digunakan  uji t test. Hasil: Rata-rata nilai pengetahuan pre test sebesar 7.03 dan rata-rata nilai pengetahuan post test sebesar 15.55. Hasil Uji t-test diperoleh p value 0.0001. Simpulan: Ada pengaruh pemberian edukasi menggunakan media video terhadap pengetahuan keluarga dalam penanganan kegawatdaruratan kejang demam pada anak dengan p value 0.0001.   Kata Kunci: Edukasi; Kejang Demam; Media Video.
Hubungan pelaksanaan discharge planning dengan motivasi keluarga dalam merawat pasien resiko jatuh Rohmah, Eis Ainun; Kusumaningsih, Dewi; Gunawan, M.Ricko; Isnainy, Usastiawaty C.A.S.
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 5 No 6 (2025): November Edition 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v5i6.1631

Abstract

Background: Discharge planning is a crucial process for patients at risk of falling. Patient safety is a primary concern in hospitals, given that falls can result in serious injury and prolong recovery time. Families play a crucial role in supporting patients during discharge, making family motivation in caring for patients a crucial factor. Purpose: To determine the relationship between discharge planning implementation and family motivation in caring for patients at risk of falling. Method: This quantitative study used an analytical survey design with a cross-sectional approach. The population in this study were respondents at risk of falling at Bintang Amin Hospital in March 2025. A total sampling technique was used for 72 patients. Data analysis used univariate and bivariate analyses using the chi-square test. Results: The majority of discharge planning implementation was categorized as poor (42 respondents (58.3%). The majority of motivation to care for patients at risk of falling was categorized as moderate (40 respondents (55.6%), with a chi-square test result of p-value = 0.013 < 0.05). Conclusion: There is a relationship between discharge planning implementation and family motivation in caring for patients at risk of falling.   Keywords: Discharge Planning; Fall Risk; Family Motivation.   Pendahuluan: Discharge planning merupakan proses penting dalam pasien dengan risiko jatuh. Keselamatan pasien menjadi perhatian utama di rumah sakit, mengingat insiden jatuh dapat mengakibatkan cedera serius dan memperpanjang waktu pemulihan. Keluarga memiliki peran krusial dalam mendukung pasien selama masa pemulangan, sehingga motivasi keluarga dalam merawat pasien menjadi faktor yang sangat penting. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan pelaksanaan discharge planning dengan motivasi keluarga dalam merawat pasien resiko jatuh. Metode: Jenis penelitian kuantitatif menggunakan desain Survei Analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah responden dengan resiko jatuh di RS Bintang Amin yaitu bulan Maret Tahun 2025 sebanyak terdapat 72 pasien menjadi sampel dengan menggunakan teknik total sampling. Analisa data menggunakan univariat dan bivariat menggunakan uji chi square. Hasil: Sebagian besar pelaksanaan discharge planning dengan kategori kurang baik sebanyak 42 responden (58.3%). Sebagian besar motivasi merawat pasien resiko jatuh dengan kategori sedang sebanyak 40 responden (55.6%) dengan hasil uji chi square dengan p-value = 0.013 < 0.05. Simpulan: Terdapat hubungan pelaksanaan discharge planning dengan motivasi keluarga dalam merawat pasien resiko jatuh.   Kata Kunci: Discharge Planning; Motivasi Keluarga; Resiko Jatuh.
Efektifitas terapi air rebusan daun kelor terhadap penurunan kadar glukosa darah pada keluarga dengan diabetes melitus tipe II Putri Indaman; Umi Romayati Keswara; Usastiawaty Cik Ayu Saadiah Isnainy
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 6 No 3 (2026): March Edition 2026
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v6i3.1267

Abstract

Background: Type II Diabetes Mellitus is one of the most prevalent non-communicable diseases both globally and in Indonesia. Diabetes is characterized by elevated blood glucose levels due to impaired insulin utilization in the body. Apart from pharmacological treatment, glucose control can also be assisted through complementary or non-pharmacological therapies, such as consuming Moringa leaf decoction (Moringa oleifera). Purpose: To determine the effectiveness of consuming boiled moringa leaf water in type II diabetes mellitus sufferers. Method : This research used a case study approach to determine the outcomes of thr moringa leaf decoction intervention. The sample consisted of 2 adult participants who met the inclusion. Results :After providing family nursing care with Moringa leaf decoction therapy for 5 consecutive days, with one serving per day, both participants experienced a decrease in blood glucose levels. Participant 1's blood glucose levels decreased from 281 mg/dl to 205 mg/dl, while Participant 2's levels decreased from 167 mg/dl to 94 mg/dl. Conclusion : The Moringa leaf decoction intervention showed an effect in lowering blood glucose levels in type II diabetes mellitus patients.   Keywords: Moringa Leaf; Non-Pharmacological Therapy; Type II Diabetes Mellitus.   Pendahuluan: Diabetes Melitus tipe II merupakan salah satu penyakit tidak menular dengan prevalensi tinggi di dunia dan Indonesia. Penyakit ini ditandai oleh peningkatan kadar glukosa darah akibat gangguan penggunaan insulin oleh tubuh. Pengendalian kadar gula darah tidak hanya dilakukan secara farmakologis, tetapi juga dapat melalui terapi non-farmakologis (komplementer), salah satunya adalah penggunaan air rebusan daun kelor (Moringa oleifera). Tujuan: Untuk mengetahui efektifitas konsumsi air rebusan daun kelor pada penderita diabetes melitus tipe II. Metode: Jenis penelitian ini menggunakan studi kasus untuk mengetahui hasil penerapan intervensi air rebusan daun kelor.Sampel menggunakan 2 orang dewasa yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil: Setelah dilakukan asuhan keperawatan keluarga dengan terapi air rebusan daun kelor selama 5 hari dengan 1 kali intervensi didapatkan adanya penurunan kadar glukosa darah pada kedua responden dengan hasil dari masing-masing responden 1 kadar glukosa darah 281 mg/dl menjadi 205 mg/dl. Responden 2 kadar glukosa darah 167 mg/dl menjadi 94mg/dl. Simpulan: Ada pengaruh terapi air rebusan daun kelor untuk menurunkan kadar glukosa darah pada penderita diabetes melitus tipe II.   Kata Kunci: Daun Kelor; Diabetes Melitus tipe II; Terapi Non-Farmakologis.
Faktor-faktor Gaya Kepemimpinan yang Berhubungan dengan Motivasi Perawat Pelaksana Diruang Rawat Inap Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin Ni Wayan Oktavia Anjani; Usastiawaty C. A. S. Isnainy; Dewi Kusumanignsih
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 12 (2024): Volume 6 Nomor 12 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i12.16950

Abstract

ABSTRAK Decline in work motivation in health service workers has a negative impact on the quality of services provided by health workers, one of which is nurses. One of the factors that affect the low motivation of nurses is leadership, Leadership style is a method used in the leadership process, which is carried out through the leadership behavior of the head of the room to influence nurses to act according to the desire to achieve goals. The aim of this research is to determine the leadership style factors that are related to the work motivation of implementing nurses in the inpatient room at Pertamina Bintang Amin Hospital. Type of research used is quantitative where the design in this research uses an analytical survey with a cross sectional approach. The population in this study included nurses in pediatrics, surgery, internal medicine, 3rd floor and 4th floor, totaling 59 respondents. The sampling technique in this research is total sampling. Research shows that there is a relationship between democratic leadership style and work motivation. The result is a p-value of 0.001, where the p-value is 0.05, Odd-Ratio 37.500(7.219-194.796).There is a relationship between the democratic leadership style of the head of the room and the work motivation of implementing nurses at Pertamina Bintang Amin Hospital  Keywords: Leadership Style, Democratic, Authoritarian, Participative, Motivational  ABSTRAK Menurunnya motivasi kerja pada tenaga pelayanan kesehatan berdampak negatif terhadap kualitas pelayanan yang  diberikan oleh tenaga kesehatan salah satu nya perawat. Salah satu faktor yang mempengaruhi rendahnya motivasi perawat adalah kepemimpinan, Gaya kepemimpinan adalah suatu cara yang digunakan dalam proses kepemimpinan, yang dilakukan melalui perilaku kepemimpinan kepala ruangan untuk mempengaruhi perawat agar bertindak sesuai dengan keinginan untuk mencapai tujuan. Tujuan penelitian ini adalah diketahui faktor-faktor gaya kepemiminan yang berhubungan dengan motivasi kerja perawat pelaksana di ruang rawat inap Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dimana rancangan dalam penelitian ini menggunakan survey analitik dengan pendekatan cross sectional. populasi dalam penelitian ini ada perawat pelaksana di ruang anak, bedah,penyakit dalam, lantai 3 dan lantai 4 yang berjumlah 59 responden. Teknik sampling dalam penelitian ini adalah total sampling. pada penelitian ini terdapat hubungan antara gaya kepemimpinan demokratis dengan motivasi kerja diperoleh hasil p-value 0,001 dimana nilai p-value 0,05 , dengan Odd-Ratio 37.500(7.219-194.796). Adanya hubungan antara gaya kepemimpinan demokratis kepala ruangan dengan motivasi kerja perawat pelaksana di Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin. Kata Kunci: Gaya Kepemimpinan, Demokratis, Otoriter, Partisipatif, Motivasi
Dampak Sosial Value Terhadap Trust Preseptor Mahasiswa Keperawatan M. Arifki Zainaro; Usastiawaty Cik Ayu Saadiah Isnainy
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 2 (2024): Volume 6 Nomor 2 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i2.12623

Abstract

ABSTRACT Trust can be formed through social values which provide a significant and measurable contribution to the effectiveness of student learning in carrying out their duties. The research aims to determine the influence of social values on trust—quantitative research method with SEM data analysis. The results of the social value research influenced -0.83. When receptors do not understand and cannot implement Social Value, it will hurt building Trust. This research contributes to developing human resources and developing student skills, maintaining and developing social values and trust in carrying out their professional duties. Preceptors to increase competency to improve preceptor performance. For higher education quality assurance management is planning and developing human resources for health workers, especially nursing preceptors. Keywords: Learning Effectiveness, Skills Improvement, Resource Development ABSTRAK Trust bisa terbentuk melalui social value yang memberikan kontribusi signifikan dan terukur terhadap efektivitas pembelajaran mahasiswa dalam menjalankan tugasnya. Tujuan penelitian unutk mengetahui pengaruh social value terhadap trust. Metode penelitian kuantitatif dengan analisis data SEM. Hasil penelitian social value berpenagruh sebesar -0,83. Ketika preseptor tidak paham dan tidak mampu mengimplementasikan Social Value, maka akan berdampak buruk terhadap terbangunnya Trust. Penelitian ini berkontribusi kepada pembinaan sumber daya manusia dan pengembangan keterampilan mahasiswa, menjaga dan menumbuh kembangkan nilai sosial dan trust dalam menjalankan tugas profesinya. Para preseptor dalam rangka meningkatkan kompetensi untuk meningkatkan kinerja preseptor. Untuk manajemen penjamin mutu Perguruan Tinggi sebagai perencanaan dan pengembangan SDM tenaga Kesehatan khususnya preseptor keperawatan. Kata Kunci: Efektivitas Pemebelajaran, Peningkatan Keterampilan,  Pembinaan                   Sumber Daya
Efektivitas Pendidikan Kesehatan Bantuan Hidup Dasar (BHD) dengan Metode Simulasi terhadap Pengetahuan Siswa SMA N 1 Gading Rejo Fidela Ferisca; Usastiawaty C.A.S Isnainy; M. Arifki Zainaro; M. Ricko Gunawan
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 12 (2025): Volume 7 Nomor 12 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i12.21986

Abstract

ABSTRACT An emergency this situation requires appropriate support, including providing basic life support (BLS), not only to healthcare workers but also to students, as this is rarely addressed in emergencies regardless of age or location. This study aimed to determine the effectiveness of simulated BLS health education on students' knowledge at SMA Negeri 1 Gading Rejo. This research methodology was quantitative, using a quasi-experimental design, and a One Group Pre- and Post-Test Design. The study population was 1,179 students enrolled at SMA Negeri 1 Gading Rejo in 2025. The sample size was 30 respondents. The sampling technique used was probability sampling, i.e., random sampling. Sixty percent of students experienced an increase in knowledge, 30% experienced no change, and 10% experienced a decrease, indicating a significant difference between knowledge before and after the intervention. BHD health education using simulation methods is effective in improving student knowledge at SMA Negeri 1 Gading Rejo. This method provides hands-on learning experiences that significantly improve student understanding. Keywords: Basic Life Support, Simulation, Knowledge, Students.  ABSTRAK Gawat darurat hal ini memerlukan dukungan yang tepat untuk menghadapi keadaan ini yaitu pemberian pendidikanbantuan hidup dasar (BHD), bukan hanya kepada tenaga kesehatan pemberikan pendidikan kesehatan pada siswa perlu di berikan karena hal ini sangat jarang menjadi perhatian padahal keadaan kegawatdaruratan tidak mengenal usia dan tempat. Diketahui efektivitas pendidikan kesehatan BHD metode simulasi pada siswa SMA Negeri 1 Gading Rejo terhadap pengetahuannya. Metodologi penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, rancangan metode quasi-eksperiment dan rancangan One Group Pre And Post Test Design. Populasi penelitian yang terdaftar di SMA Negeri 1 Gading Rejo pada tahun 2025, yaitu sebanyak 1179 orang. Sampel pada penelitian ini adalah 30 responden. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik probability sampling yaitu Teknik random sampling.Sebanyak 60% siswa mengalami peningkatan pengetahuan, 30% tidak mengalami perubahan, dan 10% mengalami penurunan.), yang menandakan adanya perbedaan yang signifikan antara pengetahuan sebelum dan sesudah intervensi. Pendidikan kesehatan BHD dengan metode simulasi efektif dalam meningkatkan pengetahuan siswa di SMA Negeri 1 Gading Rejo. Metode ini memberikan pengalaman belajar langsung yang mampu meningkatkan pemahaman siswa secara signifikan. Kata Kunci: Bantuan Hidup Dasar, Simulasi, Pengetahuan, Siswa
Co-Authors Afdilah Mianda Putri Agung Aji Perdana Agustina, Respa Alberta Rika Pratiwi Albet Maydiyantoro Alfabet Oktristyan Fakuriza andhika satria Andoko Andoko Andri Nugraha Arini, Mutiara Ariyanti Wardiyah Aryanti Wardiyah Asri Mutiara Putri Chrisanto, Eka Yudha Dani, Kharisma Wulan Deny Eka Liasari Desti Rosalia Destiana Rosa Devy Annieza Zahra Dewi Kusumanignsih Dewi Kusumaningsih Dewi Kusumaningsih Dewi Kusumaningsih Dewi Lutfianawati Dewi Novalina Dhiny Easter Yanti Djamaludin, Djunizar Djunizar Djamaludin Djunizar Djamaludin Dwi Oktaviyani Dwiky Dermawan Santari Eka Sartika Eka Trismiana Eka Trismiyana Eka Yuhda Chrisanto Elliya, Rahma Emir Fajar Hizrian Erlina Wati Fajar Septriwanti Faradisa, Ratih Mary Fatmawati, Iin Fidela Ferisca Firmansyah, Maulid Elang Furqoni, Prima Dian Ghina Aliya Mufidah Gunawan, M. Ricko Gunawan, M.Ricko Hadi, Riswan Hanisa Aprilia Putri Harkina, Prida Heki Febrianto Heri Prasetya Herizon Herizon Herlinda Herlinda Hermawan, Dessy Iin Fatmawati Indah Rohmafresha Berly Indah Sari Indah Wahyuninsih Indriana, Nova Jemy Sundoro Karbito Karbito Kaulani, Sirfia Keswara, Umi Romayati Kiramah Wati Larasati Eka Setia Leni Hartati Leni Sari Asdi Lensi, Yufia Liasari, Deny Eka Lidya Arianti Lidya Arianti Lidya Ariyanti Lidya Ariyanti Lilis Marlia Listiana Listiana Lolita Sary M. Arifki Zainaro M. Ricko Gunawan M. Ricko Gunawan Made Novita Sari Mimin Septi Wahyuni Muarif, Muhammad Syamsul Muhammad Yanuar Rianto Mukayin Asisifa Mutia Ade Dea Ni Wayan Oktavia Anjani Nida Nafisah nopriani, nopriani Nova Indriana Nova Muhani Novikasari, Linawati Nugraha, Rezha Wahyu Nur Hidaya Tulaisyah Octa Reni Setiawati Pradisca, Rima Ary Prima Dian Furqoni Putri Indaman Qori Anisa Putri Rafika Anjarsari Rahma, Reka Putri Reka Putri Rahma Rendi Kurniawan Respa Agustina Rias Tusianah Ridwan Ridwan Ridwan Ridwan Rika Yulendasari Riska Wandini, Riska Riyanto, Eko Rizwan, Al Khairul Rohmah, Eis Ainun Rostika Januar Rudi Winarno Samino Samino Sandi Esa Prayoga Satria Wijaya Seftiliani Putri Ayu Sekardhyta Ayuning Tias Setiawati Setiawati Setiawati Sri Sakinah Sri Yuliani Sugiyatno Sugiyatno Syafik Arisandi Teguh Pribadi Triyoso Triyoso Tubagus Ali Rachman Puja Kesuma, Tubagus Ali Rachman Puja Usastiawaty Usastiawaty Utomo, Budi Setia Wahyuninsih, Indah Widia Afira Yessi Aprianti Yopita Sari Yufia Lensi Yustika, Reny