Claim Missing Document
Check
Articles

Lecturer Resilience as a Key Factor in Enhancing Academic Performance: The Influence of Personal Factors, Work Environment, and Institutional Support on Lecturer Productivity in Health Higher Education Institutions Isnainy, Usastiawaty Cik Ayu Saadiah; Zainaro, M. Arifki
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 9, No 1 (2024): March 2024
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30604/jika.v9i1.2229

Abstract

This article discusses resilience as a key factor in enhancing academic performance among lecturers in higher education institutions. In facing increasing professional demands, lecturers often experience pressures that impact their physical and mental well-being. Resilience, defined as the ability to recover and positively adapt to stress, has been shown to contribute to stable and high-quality performance. This study aims to explore the relationship between lecturers' resilience levels and their performance in teaching, research, and clinical service. Using a quantitative approach with data analysis conducted through Structural Equation Modeling (SEM), the research involved 200 lecturers from various health higher education institutions. The results indicate a significant positive relationship between resilience and lecturer performance, with a regression coefficient of 0.613. Factors influencing lecturers' resilience include social support, a conducive work environment, and institutional support. These findings highlight the importance of educational institutions designing support programs that can strengthen lecturers' resilience, thereby enhancing their productivity and well-being. Thus, this article provides insights into how resilience can affect lecturers' performance and emphasizes the need to create supportive environments to improve educational quality. Efforts to bolster lecturers' resilience are expected to contribute to their professional development and career sustainability in the academic world.
Pendidikan Kesehatan tentang Spiritual Emosional Freedom Technique (SEFT) dan dampaknya terhadap Penderita Stroke Utomo, Budi Setia; Zainaro, M. Arifki; Isnainy, Usastiawaty Cik Ayu Saadiah
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i10.15991

Abstract

ABSTRAK Spiritual emotional freedom technique (SEFT) merupakan salah satu teknik pengobatan alternatif yang telah cukup lama dikenal. Teknik ini merupakan pengembangan dari teknik lain yang diperkenalkan oleh anak bangsa. SEFT termasuk tehnik relaksasi, merupakan salah satu bentuk pengobatan alternatif yang lebih mudah dan aman dibandingkan akupuntur dan akupresur. Karena sifatnya yang mudah dan murah maka penyebarluasan teknik ini lebih mudah untuk dilakukan, salah satunya pada warga Dusun GG. salak II, kemiling permai, kec,kemiling permai, kab. bandar lampung. Warga Dusun GG. salak II, kemiling permai, kec,kemiling permai, kab. bandar lampung yang telah memperoleh informasi tentang metode ini dapat menggunakannya sebagai pengobatan alternatif dan terapi SEFT (spiritual emotional freedom technique) adalah terapi dengan menggunakan gerakan sederhana yang dilakukan untuk membantu menyelesaikan masalah permasalahan sakit fisik maupun psikis, meningkatkan kinerja dan prestasi, meraih kedamaian dan prestasi serta kebermaknaan hidup. Kata Kunci: SEFT,Terapi SEFT, Stroke  ABSTRACT Spiritual emotional freedom technique (SEFT) is an alternative medicine technique that has been known for a long time. This technique is a development of other techniques introduced by the nation's children. SEFT, including relaxation techniques, is a for-m of alternative treatment that is easier and safer than acupuncture and acupressure. Because it is easy and cheap, it is easier to disseminate this technique, one of which is to the residents of GG Hamlet. salak II, kemiling permai, kec, kemiling permai, kab. Bandar Lampung. Residents of GG Hamlet. salak II, kemiling permai, kec, kemiling permai, kab. Bandar Lampung who have received information about this method can use it as an alternative treatment and SEFT therapy (spiritual emotional freedom technique) is a therapy using simple movements that is carried out to help solve problems of physical and psychological pain, improve performance and achievement, achieve peace and achievement. and the meaning of life. Keyword: Seft, Seft Therapy,Stroke
Asuhan Keperawatan untuk masalah Keperawatan Pola Nafas Tidak Efektif Pasien Tuberculosis Paru dengan menggunakan Penerapan Posisi Orthopnea di Rs Pertamina Bintang Amin Nopriani, Nopriani; Gunawan, M. Ricko; Isnainy, Usastiawaty Cik Ayu Saadiah
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i8.15524

Abstract

ABSTRAK Menurut Groenewald (2014), tuberkulosis masih menjadi masalah kesehatan serius yang menyerang masyarakat di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Lebih dari 99% populasi dunia dan kasus TBC dilaporkan di 202 negara dan wilayah, menurut data WHO. Indonesia merupakan salah satu dari lima negara di dunia yang mempunyai kasus tuberkulosis aspirasi (TB) terbanyak. Berdasarkan Profil Kesehatan Indonesia, terdapat lebih dari 724.000 kasus baru tuberkulosis paru pada tahun 2022 dan 809.000 kasus pada tahun 2023. Untuk RS Pertamina Binang Amin Lampung pada tahun 2023 terdapat 127 pasien yang dirawat di ruang paru yang mengalami kendala kebutuhan oksigen, khususnya TBC, dengan keluhan sesak nafas. Melaksanakan asuhan keperawatan pada penderita TBC paru di RS Pertamina Bintang Amin dengan menerapkan posisi orthopnea. Data program pengendalian TBC tahun 2015 yang diberitahukan sebanyak 330.812 kasus TBC baru, Pemeriksaan ini merupakan bentuk ekspresif eksplorasi dengan pendekatan investigasi kontekstual. Subjek dalam pemeriksaan ini adalah dua orang responden penderita tuberkulosis paru yang berada di ruang aspirasi di Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin. Pada pasien TBC, penerapan posisi ortopnea memberikan efek mengurangi sesak napas. Penerapan tindakan keperawatan pada posisi ortopnea yang penulis lakukan selama tiga hari kurang efektif dalam mengatur pola pernafasan. Klien Bapak membuktikan bahwa masalah pola pernafasan tidak efektif pada pasien TBC, dimana permasalahan kedua klien teratasi. Ny. K dan Klien bekerja sama selama prosedur kedua dan memiliki laju pernapasan normal. Kata Kunci: Lansia, TB Paru, Orthopniea  ABSTRACT  According to Groenewald. (2014), tuberculosis is still a serious health issue that affects people all over the world, including Indonesia. More than 99% of the world's population and TB cases are reported in 202 countries and territories, according to WHO data. Indonesia is one of the five nations on the planet that has the most instances of aspiratory tuberculosis (TB). According to Indonesia's Health Profile, there were more than 724,000 new cases of pulmonary tuberculosis in 2022 and 809,000 cases in 2023. For Pertamina Binang Amin Lampung Hospital in 2023, 127 patients were treated in the lung room who experienced problems with their oxygen needs, specifically tuberculosis, with complaints of shortness of breath.Carry out nursing care for pulmonary tuberculosis sufferers at Pertamina Bintang Amin Hospital by applying the orthopnea position.The 2015 Tuberculosis control program data that was notified was 330,812 new TB cases, This examination is a kind of expressive exploration with a contextual investigation approach. The subjects in this examination were two respondents experiencing pneumonic tuberculosis who were in the aspiratory ongoing room at Pertamina Bintang Amin Medical clinic.. In TB patients, applying the orthopnea position had the effect of reducing shortness of breath. Implementing nursing actions in the orthopnea position, which the author carried out for three days, was ineffective in managing breathing patterns. The client Mr. proved that the problem of breathing patterns was ineffective in TB patients, where both clients' issues were resolved. Mrs. K and The client cooperates during the second procedure and has a normal respiratory rate. Keywords: Elderly, Pulmonary TB, Orthopnea
Kemandirian pada pasien lanjut usia dalam aktivitas sehari-hari dengan resiko jatuh Riyanto, Eko; Zainaro, M. Arifki; Isnainy, Usastiawaty C.A.S; Kusumaningsih, Dewi
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 5 No 6 (2025): November Edition 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v5i6.1429

Abstract

Background: Aging is a natural process that causes a decline in physical and cognitive function in older adults, such as impaired balance, vision, hearing, and muscle strength, which increases the risk of falls. Falls in older adults can have serious consequences, including injury, disability, and even death. Activities of daily living (ADL) are an important indicator for assessing the level of independence in older adults, which can influence the risk of falls. Purpose: To determine the relationship between independence in daily activities and the risk of falls in older adults. Method: This quantitative study used an observational cross-sectional design. The sample size for this study was 138 respondents, drawn using a random sampling technique. The research instrument used a questionnaire, and the results were tested using the chi-square statistical test. Results: Statistical tests using SPSS yielded a p-value of 0.008 with an odds ratio of 2.9. Conclusion: There is a relationship between independence in daily activities and the risk of falls in older adults.   Keywords: Elderly; Fall Risk; Independence.   Pendahuluan: Penuaan merupakan proses alami yang menyebabkan penurunan fungsi fisik dan kognitif pada lansia, seperti gangguan keseimbangan, penglihatan, pendengaran, dan kekuatan otot yang berisiko meningkatkan kejadian jatuh. Jatuh pada lansia dapat menimbulkan dampak serius seperti cedera, kecacatan, hingga kematian. Aktivitas kehidupan sehari-hari (ADL) menjadi salah satu indikator penting untuk menilai tingkat kemandirian lansia yang dapat memengaruhi risiko jatuh. Tujuan: Untuk mengetahui  hubungan kemandirian dalam aktivitas sehari hari dengan resiko jatuh pada lanjut usia . Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain observasional melalui pendekatan cross-sectional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 138 responden dengan teknik pengambilan sampel random sampling. Instrumen penelitian menggunakan lembar kuesioner dan hasil penelitian ini diuji dengan uji statistik chi-square. Hasil: Uji statistic menggunakan SPSS didapatkan p-value sebesar 0.008 dengan Odd Ratio sebesar 2.9. Simpulan: Ada hubungan kemandirian dalam aktivitas sehari hari dengan resiko jatuh pada lanjut usia.   Kata Kunci: Kemandirian; Lanjut Usia; Resiko Jatuh.
Pengaruh pemberian edukasi menggunakan media video terhadap pengetahuan keluarga dalam penanganan kegawatdaruratan kejang demam Dani, Kharisma Wulan; Zainaro, M.Arifki; Isnainy, Usastiawaty C.A.S.
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 5 No 6 (2025): November Edition 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v5i6.1550

Abstract

Background: In North Lampung, the incidence of febrile seizures in children reached 110 cases in 2023. At the Ketapang Community Health Center, there were 23 cases, while in Gedung Ketapang Village, there were 8 cases. Of these, 100% of families in Gedung Ketapang Village were unaware of the home-based management of febrile seizures. Therefore, it is necessary to improve family knowledge regarding the management of febrile seizures in children. Purpose: To determine the effect of providing educational materials using video media on family knowledge in emergency management of febrile seizures. Method: Quantitative research with a quasi-experimental design, one group pre-test-post-test. The population was all families with children aged 0-5 years in Gedung Ketapang Village, totaling 76 children. The sample size was determined using 40 respondents using simple random sampling. The instrument used was a questionnaire, and the statistical test used was the t-test. Results: The average pre-test knowledge score was 7.03 and the average post-test knowledge score was 15.55. The t-test results obtained a p-value of 0.0001. Conclusion: There is an effect of providing education using video media on family knowledge in emergency management of febrile seizures in children with a p-value of 0.0001.   Keywords: Education; Febrile Seizures; Video Media.   Pendahuluan: Lampung Utara angka kejadian kejang demam pada anak tahun 2023 mencapai 110 kasus dan pada Puskesmas Ketapang terdapat 23 kasus kejang demam sedangkan di Desa Gedung Ketapang terdapat 8 kasus kejang demam dan 100% tersebut keluarga di Desa Gedung Ketapang belum mengetahui tentang kejang demam terkait penanganan di rumah. Maka dari itu perlu meningkatkan pengetahuan keluarga dalam penanganan kejang demam pada anak. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh pemberian edukasi menggunakan media  video terhadap pengetahuan keluarga dalam penanganan kegawatdaruratan kejang demam. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain quasi eksperimen one group Pre-test – Post-test dengan populasi adalah seluruh keluarga yang mempunyai anak umur 0-5 tahun yang berada di Desa Gedung Ketapang yang berjumlah 76 anak. Penetapan jumlah sampel dengan menggunakan sebanyak 40 responden dengan teknik sampling yang digunakan adalah simple random sampling. Instrumen menggunakan kuesioner dan uji statistic yang digunakan  uji t test. Hasil: Rata-rata nilai pengetahuan pre test sebesar 7.03 dan rata-rata nilai pengetahuan post test sebesar 15.55. Hasil Uji t-test diperoleh p value 0.0001. Simpulan: Ada pengaruh pemberian edukasi menggunakan media video terhadap pengetahuan keluarga dalam penanganan kegawatdaruratan kejang demam pada anak dengan p value 0.0001.   Kata Kunci: Edukasi; Kejang Demam; Media Video.
Hubungan pelaksanaan discharge planning dengan motivasi keluarga dalam merawat pasien resiko jatuh Rohmah, Eis Ainun; Kusumaningsih, Dewi; Gunawan, M.Ricko; Isnainy, Usastiawaty C.A.S.
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 5 No 6 (2025): November Edition 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v5i6.1631

Abstract

Background: Discharge planning is a crucial process for patients at risk of falling. Patient safety is a primary concern in hospitals, given that falls can result in serious injury and prolong recovery time. Families play a crucial role in supporting patients during discharge, making family motivation in caring for patients a crucial factor. Purpose: To determine the relationship between discharge planning implementation and family motivation in caring for patients at risk of falling. Method: This quantitative study used an analytical survey design with a cross-sectional approach. The population in this study were respondents at risk of falling at Bintang Amin Hospital in March 2025. A total sampling technique was used for 72 patients. Data analysis used univariate and bivariate analyses using the chi-square test. Results: The majority of discharge planning implementation was categorized as poor (42 respondents (58.3%). The majority of motivation to care for patients at risk of falling was categorized as moderate (40 respondents (55.6%), with a chi-square test result of p-value = 0.013 < 0.05). Conclusion: There is a relationship between discharge planning implementation and family motivation in caring for patients at risk of falling.   Keywords: Discharge Planning; Fall Risk; Family Motivation.   Pendahuluan: Discharge planning merupakan proses penting dalam pasien dengan risiko jatuh. Keselamatan pasien menjadi perhatian utama di rumah sakit, mengingat insiden jatuh dapat mengakibatkan cedera serius dan memperpanjang waktu pemulihan. Keluarga memiliki peran krusial dalam mendukung pasien selama masa pemulangan, sehingga motivasi keluarga dalam merawat pasien menjadi faktor yang sangat penting. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan pelaksanaan discharge planning dengan motivasi keluarga dalam merawat pasien resiko jatuh. Metode: Jenis penelitian kuantitatif menggunakan desain Survei Analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah responden dengan resiko jatuh di RS Bintang Amin yaitu bulan Maret Tahun 2025 sebanyak terdapat 72 pasien menjadi sampel dengan menggunakan teknik total sampling. Analisa data menggunakan univariat dan bivariat menggunakan uji chi square. Hasil: Sebagian besar pelaksanaan discharge planning dengan kategori kurang baik sebanyak 42 responden (58.3%). Sebagian besar motivasi merawat pasien resiko jatuh dengan kategori sedang sebanyak 40 responden (55.6%) dengan hasil uji chi square dengan p-value = 0.013 < 0.05. Simpulan: Terdapat hubungan pelaksanaan discharge planning dengan motivasi keluarga dalam merawat pasien resiko jatuh.   Kata Kunci: Discharge Planning; Motivasi Keluarga; Resiko Jatuh.
Pengaruh edukasi pencegahan risiko jatuh pada lansia terhadap pengetahuan keluarga Aprilia Putri, Hanisa; Isnainy, Usastiawaty Cik Ayu Saadiah; Gunawan, M. Ricko
JOURNAL OF Tropical Medicine Issues Vol. 3 No. 1 (2025): Edition December 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/tmi.v3i1.1853

Abstract

 Background: The impact of falls on the elderly is very serious, and can lead to injuries such as bone fractures, head injuries, and even death. The risk of falling refers to the possibility of a person falling due to individual and environmental factors that can cause physical injury. An estimated 646.000 fall incidents occur every year. This research aims to examine the extent to which education can increase family knowledge in preventing the risk of falls in the elderly. Purpose: To determine the effect of education on increasing family knowledge in preventing the risk of falls in the elderly. Method: A quantitative analytic design with a quasi-experimental approach through a one group pretest-posttest design. The population in this study is families who have elderly members in Gedong Meneng Baru village, with a sample size of 30 families. Sampling was done using purposive sampling technique. Data analysis was conducted using a dependent (paired) t-test. Results: The average family knowledge score before education was 9.67, and after education, it increased to 15.27. The results of the paired t-test showed a significant value of 0.0001 or P < 0.005. Conclusion: Education on fall risk prevention influences the increase in knowledge of elderly families. Keywords: Education; Elderly; Fall Risk; Knowledge.   Pendahuluan: Dampak dari jatuh pada lansia sangat serius, dapat menyebabkan cedera seperti patah tulang, cedera kepala, bahkan kematian. Risiko jatuh merujuk pada kemungkinan seseorang mengalami jatuh akibat faktor individu maupun lingkungan yang dapat menyebabkan cedera fisik. Diperkirakan 646.000 insiden jatuh terjadi setiap tahunnya. Penelitian ini bertujuan mengkaji sejauh mana edukasi dapat meningkatkan pengetahuan keluarga dalam mencegah risiko jatuh pada lansia. Penelitian ini penting sebagai dasar penyusunan intervensi yang tepat di tingkat komunitas untuk meningkatkan keselamatan lansia dan kualitas hidup keluarga. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh edukasi terhadap peningkatan pengetahuan keluarga dalam upaya pencegahan risiko jatuh pada lansia di Kelurahan Gedong Meneng Baru. Metode: Desain analitik kuantitatif dengan rancangan quasi eksperimental melalui pendekatan one group pretest-posttest. Populasi dalam penelitian ini adalah keluarga yang mempunyai lansia di kelurahan gedong meneng baru, dengan jumlah sampel 30 keluarga. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data menggunakan uji dependent (paired t-test). Hasil: Rata-rata pengetahuan keluarga sebelum diberikan edukasi adalah 9.67, dan sesudah edukasi meningkat menjadi 15.27. Hasil uji paired t-test diperoleh nilai signifikan 0.0001 atau P < 0.005. Simpulan: Edukasi pencegahan risiko jatuh berpengaruh terhadap peningkatan pengetahuan keluarga lansia. Kata Kunci: Edukasi; Lansia; Pengetahuan; Risiko Jatuh.
Pelatihan Manajemen Waktu Pada Mahasiswa Putri, Asri Mutiara; Harkina, Prida; Lutfianawati, Dewi; Setiawati, Octa Reni; Zainaro, M Arifki; Isnainy, Usastiawaty Cik Ayu Saadiah; Wijaya, Satria; Putri, Afdilah Mianda; Oktaviyani, Dwi; Mufidah, Ghina Aliya; Setia, Larasati Eka; Putri, Qori Anisa; Berly, Indah Rohmafresha
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 2 (2026): Volume 9 Nomor 2 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i2.23465

Abstract

ABSTRAK Individu pada masa dewasa awal menghadapi berbagai tuntutan perkembangan seperti kemandirian emosional, sosial, dan finansial yang memerlukan kemampuan manajemen waktu yang baik. Namun, banyak individu pada tahap ini mengalami kecenderungan prokrastinasi yang berdampak negatif terhadap produktivitas dan kesejahteraan psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pelatihan manajemen waktu dalam meningkatkan keterampilan mengatur waktu pada mahasiswa usia 18–21 tahun. Pelatihan dilaksanakan dengan metode partisipatif dan experiential learning yang terdiri atas lima sesi: pengantar, penetapan tujuan, teknik manajemen waktu, kontrol diri, dan penutup. Peserta berjumlah 15 mahasiswa semester 1–3 Universitas Malahayati. Pengukuran dilakukan menggunakan kuesioner manajemen waktu sebanyak 33 pernyataan melalui pre-test dan post-test. Hasil paired samples statistics menunjukkan adanya peningkatan rerata skor dari 97,92 menjadi 99,54, meskipun tidak signifikan secara statistik (t = -0,586; p = 0,569 0,05). Korelasi antara skor pre dan post-test cukup kuat (r = 0,668; p = 0,012). Secara kualitatif, peserta menunjukkan peningkatan keterlibatan, kesadaran diri, dan kemampuan penerapan strategi pengelolaan waktu dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, pelatihan ini dinilai efektif dalam meningkatkan kesadaran dan keterampilan manajemen waktu pada mahasiswa dewasa awal, serta berpotensi mengurangi perilaku prokrastinasi melalui penguatan regulasi diri. Kata Kunci: Manajemen Waktu, Prokrastinasi, Efikasi Diri, Dewasa Awal, Mahasiswa.  ABSTRACT Individuals in early adulthood face various developmental demands, including emotional, social, and financial independence, which require effective time management skills. However, many at this stage tend to procrastinate, negatively affecting their productivity and psychological well-being. This study aims to examine the effectiveness of time management training in improving students’ ability to manage time effectively. The training employed a participatory and experiential learning approach consisting of five sessions: introduction, goal setting, time management techniques, self-control, and closing. Participants included 15 undergraduate students aged 18–21 from Malahayati University. Data were collected using a 33-item time management questionnaire administered in pre-test and post-test sessions. The paired samples analysis showed an increase in mean scores from 97.92 to 99.54, although the improvement was not statistically significant (t = -0.586; p = 0.569 0.05). The correlation between pre- and post-test scores was moderately strong (r = 0.668; p = 0.012). Qualitative findings revealed increased engagement, self-awareness, and practical application of time management strategies in daily life. Therefore, the program was effective in enhancing time management awareness and skills among early adults, potentially reducing procrastination through strengthened self-regulation. Keywords: Time Management, Procrastination, Self-Efficacy, Early Adulthood, University Students.
Pembedayaan Masyarakat Kesiapsiagaan Bencana Alam Gempa Bumi di Perum Harmonia Estate Hajimena Natar Sartika, Eka; Zainaro, M Arifki; Isnainy, Usastiawaty Cik Ayu Saadiah
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 4 (2026): Volume 9 Nomor 4 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i4.15978

Abstract

ABSTRAK Bencana merupakan suatu ancaman yang sifatnya tidak terduga, merugikan dan sulit dihindari. Pemberdayaan masyarakat dalam kesiapgiagaan bencana alam di perum harmonia estate hajimena natar perlu dilakukan, mengingat daerah ini memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap terjadinya bencana terutama bencana banjir yang sudah melanda daerah ini beberapa bulan terakhir ini, dan tentunya gempa bumi tidak menutup kemungkinan terjadi karena lampung mempunyai gunung api yang aktif dan berpotensi. Peristiwa tersebut memicu kegiatan pengabdian masyarakat, sebagai respon cepat dan efektif dalam upaya percepatan pemulihan situasi tanggap daruarat. Tujuan pemberdayaan masyarakat adalah untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam menghadapi bencana gempa bumi dan banjir di perum harmonia estate hajimena natar. Metode pelaksanaan pengabdian ini yaitu melalui (1) Survey melalui pengamatan, wawancara, (2) Kajian literatur, (3) Penyuluhan dan simulasi tanggap bencana, (4) Pre test and post test. Hasil dari program ini adalah bertambahnya pengetahuan dan keterampilan masyarakat mengenai kesiapsiagaan bencana serta dapat melatih pengendalian diri dari rasa takut bencana untuk dapat mengurangi korban bencana, Program ini pun diharapkan dapat memfasilitasi masyarakat informasi dan keterampilan dalam kesiapsiagaan terhadap bencana.Kata Kunci: Pemberdayaan Masyarakat, Kesiapsiagaan Bencana.  ABSTRACT Disaster is a threat that is unexpected, detrimental and difficult to avoid. Community empowerment in natural disaster preparedness at perum harmonia estate hajimena natar needs to be done, considering that this area has a high level of vulnerability to disaster, especially floods which have hit this area in the last few months, and of course earthquakes do not rule out the possibility of them occurring because lampung has mountains active and potential fires. This incident triaggered community service activities, as a quick and effective response in an effort to accelerate recovery from the emergency response situation. The aim of community empowerment is to increase the community’s ability to face earthquake and flood disaster at perum harmonia estate hajimena natar. The method for implementing this service is through (1) Survery throught pbservation, interviews, (2) literature review, (3) Disaster response counseling and simulation, (4) Pre test dan post test. The result of this program is increasing people’s knowledge and skills regarding disaster preparedness and being able to train themselves to control themselves from fear of disasters in order to reduca disaster victims. This program is also ecpected to be able to facilitate the community’s information and skills in disaster preparedness.Keywords: Community Empowerment, Disater Preparedness.
Edukasi Faktor Lingkungan Rumah yang Mempengaruhi Penyakit Asma pada Pasien dan Keluarga yang Terkena Penyakit Asma Asisifa, Mukayin; Zainaro, M Arifki; Isnainy, Usastiawaty Cik Ayu Saadiah
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 4 (2026): Volume 9 Nomor 4 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i4.15981

Abstract

ABSTRAK Sebanyak 235 juta orang di dunia hidup dengan asma. Negara dengan penghasilan rendah dan menengah ke bawah prevalensi kematian akibat asma mencapai lebih dari 80%. Asma merupakan penyakit yang tidak dapat disembuhkan, sampai saat ini belum ditemukan obatnya. Dengan manajemen asma yang baik dapat meningkatkan kualitas hidup pada penderitanya. Asma adalah salah satu kondisi kronis yang paling umum terjadi dengan tingkat prevalensi tertinggi di kalangan masyarakat. Hal ini terkait dengan morbiditas yang signifikan, pemanfaatan layanan kesehatan dan hilangnya produktivitas . Meskipun ada kemajuan dalam terapi asma dan perluasan asuransi kesehatan ; lingkungan biologis, fisik dan psikososial masih dapat mempengaruhi aktivitas penyakit asma . Memahami faktor-faktor yang berpengaruh dalam lingkungan biologis, fisik, dan psikososial, penderita asma merupakan bagian integral dalam penanganan asma. Kata Kunci: Edukasi Asma, Pengaruh Lingkungan Penyakit Asma, Asma.  ABSTRACT As many as 235 million people in the world live with asthma. In countries with low and lower middle income, the prevalence of deaths due to asthma reaches more than 80%. Asthma is an incurable disease, so far no cure has been found. With good asthma management, sufferers can improve the quality of life.Asthma is one of the most common chronic conditions with the highest prevalence rate among the population. It is associated with significant morbidity, healthcare utilization and loss of productivity . Despite advances in asthma therapy and expansion of health insurance ; the biological, physical and psychosocial environment can still influence asthma disease activity . Understanding the influencing factors in the biological, physical and psychosocial environment of asthma sufferers is an integral part of treating asthma. Keywords: Asthma Education, Environmental Influences on Asthma, Asthma.
Co-Authors Agustina, Respa Alberta Rika Pratiwi Albet Maydiyantoro Alfabet Oktristyan Fakuriza andhika satria Andoko Andoko Andri Nugraha Aprilia Putri, Hanisa Arini, Mutiara Ariyanti Wardiyah Aryanti Wardiyah Asisifa, Mukayin Berly, Indah Rohmafresha Chrisanto, Eka Yudha Dani, Kharisma Wulan Deny Eka Liasari Desti Rosalia Destiana Rosa Devy Annieza Zahra Dewi Kusumaningsih Dewi Kusumaningsih Dewi Kusumaningsih Dewi Lutfianawati, Dewi Dewi Novalina Djamaludin, Djunizar Djunizar Djamaludin Djunizar Djamaludin Dwiky Dermawan Santari Eka Sartika, Eka Eka Trismiana Eka Trismiyana Eka Yudha Chrisanto Elliya, Rahma Emir Fajar Hizrian Erlina Wati Fajar Septriwanti Faradisa, Ratih Mary Fatmawati, Iin Firmansyah, Maulid Elang Furqoni, Prima Dian Gunawan, M. Ricko Gunawan, M.Ricko Hadi, Riswan Harkina, Prida Heki Febrianto Heri Prasetya Herizon Herizon Herlinda Herlinda Hermawan, Dessy Indah Sari Indah Wahyuninsih Indriana, Nova Jemy Sundoro Kaulani, Sirfia Keswara, Umi Romayati Kiramah Wati Leni Sari Asdi Lensi, Yufia Liasari, Deny Eka Lidya Arianti Lidya Arianti Lidya Ariyanti Lidya Ariyanti Lilis Marlia Listiana Listiana Lolita Sary M. Arifki Zainaro Made Novita Sari Mimin Septi Wahyuni Muarif, Muhammad Syamsul Mufidah, Ghina Aliya Muhammad Yanuar Rianto Muhani, Nova Mutia Ade Dea nopriani, nopriani Nova Indriana Novikasari, Linawati Nugraha, Rezha Wahyu Nur Hidaya Tulaisyah Oktaviyani, Dwi Pradisca, Rima Ary Prima Dian Furqoni Putri Indaman Putri, Afdilah Mianda Putri, Asri Mutiara Putri, Qori Anisa Rafika Anjarsari Rahma, Reka Putri Reka Putri Rahma Rendi Kurniawan Respa Agustina Rias Tusianah Ridwan Ridwan Ridwan Ridwan Rika Yulendasari Riska Wandini, Riska Riyanto, Eko Rizwan, Al Khairul Rohmah, Eis Ainun Rostika Januar Rudi Winarno Samino Samino Sandi Esa Prayoga Seftiliani Putri Ayu Sekardhyta Ayuning Tias Setia, Larasati Eka Setiawati Setiawati Setiawati, Octa Reni Sri Sakinah Sugiyatno Sugiyatno Teguh Pribadi Triyoso Triyoso Tubagus Ali Rachman Puja Kesuma, Tubagus Ali Rachman Puja Utomo, Budi Setia Wahyuninsih, Indah Widia Afira Wijaya, I Gusti Ngurah Satria Yanti, Dhiny Easter Yessi Aprianti Yopita Sari Yufia Lensi Yustika, Reny