Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search
Journal : JURNAL EDUCATION AND DEVELOPMENT

PENGEMBANGAN BAHAN AJAR GEOMETRI BERBASIS RME (REALISTIC MATHEMATIC EDUCATION) DI STKIP TAPANULI SELATAN Harahap, Muhammad Syahril
JURNAL EDUCATION AND DEVELOPMENT Vol 7 No 5 (2017): Vol.7. No. 5. Nopember 2017
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1015.309 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui validitas, kepraktisan dan efektivitas Bahan Ajar Geometri berbasis RME (Realistic Mathematic Education) di STKIP Tapanuli Sealatan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan dengan menggunakan modifikasi antara Model pengembangan  4-D. Tahapan penelitian ini adalah tahap pendefenisian (define), tahap perancangan (design), tahap pengembangan (develop) dan tahap penyebaran (disseminate). Ujicoba dilakukan pada mahasiswa  semester III Pendidikan Matematika STKIP Tapanuli Selatan. Hasil penelitian ini menunjukkan: 1) Validitas Bahan Ajar geometri berbasis RME semester III Pendidikan Matematika STKIP Tapanuli Selatan adalah sangat valid; 2) Kepraktisan Bahan Ajar geometri berbasis RME semester III Pendidikan Matematika STKIP Tapanuli Selatan adalah praktis digunakan. 3) Bahan ajar geometri berbasis RME semester III Pendidikan Matematika STKIP Tapanuli Selatan efektif digunakan. Hal ini terlihat dari hasil tes kemampuan pemecahan masalah matematik mahasiswa setelah pembelajaran dengan menggunakan Bahan Ajar ini tuntas karena  80%  dari subjek uji coba memenuhi ketuntasan belajar dengan rata-rata skor lebih dari KKM 75 serta adanya aktivitas yang positif dari mahasiswa.
PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERBASIS WEB Harahap, Muhammad Syahril; Fauzi, Rahmad
JURNAL EDUCATION AND DEVELOPMENT Vol 4 No 5 (2017): Vol.4. No. 5. Januari 2017
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (797.666 KB)

Abstract

Learning to use the module has several characteristics, which are self instruction, recognition of individual differences, includes learning objectives / competence, their associations, structures and uurutan knowledge, the use of a variety of multi-media, the active participation of students, their reinforcement directly to the response of the students, their evaluation of the student mastery over the learning results. In developing the modules need to pay attention to the techniques and components required, such as: components of a review of subjects, introduction, learning activities, exercises, summaries, formative tests and answer keys formative tests and follow-up. While the technique of developing modules include strarting from scratch, repackaging information, and compilation. Utilization of the module in the learning process sector in the class can be done on individual learning systems and classical. paper entitled Development of Web-Based Learning Module aims: 1) to produce web-based learning modules, 2) determine students attitude towards web-based learning modules, 3) Knowing student results after participating in learning to use the web-based learning modules. It can be concluded that learning to use the learning module further web-based social statistics have been classified in either category even very good. Competency develop teaching materials especially modules need to be owned by teachers, considering the teaching materials will further streamline and mengefiensiensikan learning process. Besides, it also has an important role of teaching materials for teachers and students, the learning is done individually, and classical groups.  
Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis dengan Penggunaan Bahan Ajar RME (Realistic Mathematic Education) Harahap, Muhammad Syahril
JURNAL EDUCATION AND DEVELOPMENT Vol 3 No 2 (2018): Vol.3 No.2 Januari 2018
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1258.26 KB)

Abstract

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, manusia dituntut memiliki kemampuan berpikir kritis, sistematis, logis, kreatif, bernalar, dan  bekerjasama  secara  efektif sehingga dapat berkembang maju di masa globalisasi ini. Salah satu hal yang menjadi fokus adalah pemecahan masalah. Peningkatan kemampuan pemecahan masalah dapat dilaksanakan dengan menggunakan suatu bahan ajar yang mendukung kemampuan tersebut. Sehingga, peneliti menggunakan  bahan ajar yang dibasiskan dengan RME (Realistic Mathematic Education) untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah mahasiswa. Penelitian ini melihat seberapa jauh dampak peningkatan pemecahan masalah mahasiswa dengan bahan ajar berbasis RME dibandingkan dengan konvensional.
Pengambangan Soal Matematika tipe PISA berkonteks Budaya Lokal Harahap, Muhammad Syahril
JURNAL EDUCATION AND DEVELOPMENT Vol 6 No 2 (2018): Vol. 6. No.2 Oktober 2018
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1391.592 KB)

Abstract

Kemampuan komunikasi siswa SMP di Indonesia masih rendah terlebih di kota padangsidimpuan terlihat dari pelaksanaan OM-BL (Olimpiade Matematika Berbasis Literasi) 2017 pada tanggal 16 Mret 2017. Terkait hal tersebut maka penting mengembangkan soal yang dapat mengukur kemampuan tersebut dan yang dirasa paling sesuai adalah soal tipe PISA yang dikontekskan kepada budaya lokal. Pengembangan soal tipe PISA ini penting disebabkan semakin besarnya tuntutan pada siswa agar lebih berliterasi yang tidak mustahil jika tidak dilakukan akan mengakibatkan peringkat kemampuan siswa semakin merosot dari yang sekarang sudah memprihatinkan. Berangkat dari fenomena tersebut, target khusus yang ingin dicapai adalah ingin menyumbang pemikiran tentang bagaimana menciptakan soal tipe PISA yang valid dan praktis untuk mengukur kemampuan komunikasi matematis. Sehingga,  dengan adanya soal tipe PISA berkonteks budaya lokal ini siswa akan terbantu dalam mengasah kemampuan komunikasinya dan terbiasa mengerjakan soal soal bertipe PISA yang masuk dalam kategori pemikiran tingkat tinggi (High Order Thinking). Metode yang digunakan adalah penelitian pengembangan model 4-D, yang terdiri dari 4 tahap pengembangan, yaitu define, design, develop, dan dessimenate.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR GEOMETRI BERBASIS RME (REALISTIC MATHEMATIC EDUCATION) DI STKIP TAPANULI SELATAN Muhammad Syahril Harahap
Jurnal Education and Development Vol 7 No 5 (2017): Vol.7. No. 5. Nopember 2017
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1015.309 KB) | DOI: 10.37081/ed.v7i5.92

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui validitas, kepraktisan dan efektivitas Bahan Ajar Geometri berbasis RME (Realistic Mathematic Education) di STKIP Tapanuli Sealatan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan dengan menggunakan modifikasi antara Model pengembangan 4-D. Tahapan penelitian ini adalah tahap pendefenisian (define), tahap perancangan (design), tahap pengembangan (develop) dan tahap penyebaran (disseminate). Ujicoba dilakukan pada mahasiswa semester III Pendidikan Matematika STKIP Tapanuli Selatan. Hasil penelitian ini menunjukkan: 1) Validitas Bahan Ajar geometri berbasis RME semester III Pendidikan Matematika STKIP Tapanuli Selatan adalah sangat valid; 2) Kepraktisan Bahan Ajar geometri berbasis RME semester III Pendidikan Matematika STKIP Tapanuli Selatan adalah praktis digunakan. 3) Bahan ajar geometri berbasis RME semester III Pendidikan Matematika STKIP Tapanuli Selatan efektif digunakan. Hal ini terlihat dari hasil tes kemampuan pemecahan masalah matematik mahasiswa setelah pembelajaran dengan menggunakan Bahan Ajar ini tuntas karena 80% dari subjek uji coba memenuhi ketuntasan belajar dengan rata-rata skor lebih dari KKM 75 serta adanya aktivitas yang positif dari mahasiswa.
PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERBASIS WEB Muhammad Syahril Harahap; Rahmad Fauzi
Jurnal Education and Development Vol 4 No 5 (2017): Vol.4. No. 5. Januari 2017
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (797.666 KB) | DOI: 10.37081/ed.v4i5.153

Abstract

Learning to use the module has several characteristics, which are self instruction, recognition of individual differences, includes learning objectives / competence, their associations, structures and uurutan knowledge, the use of a variety of multi-media, the active participation of students, their reinforcement directly to the response of the students, their evaluation of the student mastery over the learning results. In developing the modules need to pay attention to the techniques and components required, such as: components of a review of subjects, introduction, learning activities, exercises, summaries, formative tests and answer keys formative tests and follow-up. While the technique of developing modules include strarting from scratch, repackaging information, and compilation. Utilization of the module in the learning process sector in the class can be done on individual learning systems and classical. paper entitled Development of Web-Based Learning Module aims: 1) to produce web-based learning modules, 2) determine students' attitude towards web-based learning modules, 3) Knowing student results after participating in learning to use the web-based learning modules. It can be concluded that learning to use the learning module further web-based social statistics have been classified in either category even very good. Competency develop teaching materials especially modules need to be owned by teachers, considering the teaching materials will further streamline and mengefiensiensikan learning process. Besides, it also has an important role of teaching materials for teachers and students, the learning is done individually, and classical groups.
Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis dengan Penggunaan Bahan Ajar RME (Realistic Mathematic Education) Muhammad Syahril Harahap
Jurnal Education and Development Vol 3 No 2 (2018): Vol.3.No.2.2018
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1258.26 KB) | DOI: 10.37081/ed.v3i2.227

Abstract

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, manusia dituntut memiliki kemampuan berpikir kritis, sistematis, logis, kreatif, bernalar, dan bekerjasama secara efektif sehingga dapat berkembang maju di masa globalisasi ini. Salah satu hal yang menjadi fokus adalah pemecahan masalah. Peningkatan kemampuan pemecahan masalah dapat dilaksanakan dengan menggunakan suatu bahan ajar yang mendukung kemampuan tersebut. Sehingga, peneliti menggunakan bahan ajar yang dibasiskan dengan RME (Realistic Mathematic Education) untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah mahasiswa. Penelitian ini melihat seberapa jauh dampak peningkatan pemecahan masalah mahasiswa dengan bahan ajar berbasis RME dibandingkan dengan konvensional.
Validitas dan Kepraktisan Soal Matematika tipe PISA berkonteks Budaya Lokal Muhammad Syahril Harahap; Roslian Lubis
Jurnal Education and Development Vol 6 No 2 (2018): Vol.6.No.2.2018
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1391.592 KB) | DOI: 10.37081/ed.v6i2.687

Abstract

Kemampuan komunikasi siswa SMP di Indonesia masih rendah terlebih di kota padangsidimpuan terlihat dari pelaksanaan OM-BL (Olimpiade Matematika Berbasis Literasi) 2017 pada tanggal 16 Mret 2017. Terkait hal tersebut maka penting mengembangkan soal yang dapat mengukur kemampuan tersebut dan yang dirasa paling sesuai adalah soal tipe PISA yang dikontekskan kepada budaya lokal. Pengembangan soal tipe PISA ini penting disebabkan semakin besarnya tuntutan pada siswa agar lebih berliterasi yang tidak mustahil jika tidak dilakukan akan mengakibatkan peringkat kemampuan siswa semakin merosot dari yang sekarang sudah memprihatinkan. Berangkat dari fenomena tersebut, target khusus yang ingin dicapai adalah ingin menyumbang pemikiran tentang bagaimana menciptakan soal tipe PISA yang valid dan praktis untuk mengukur kemampuan komunikasi matematis. Sehingga, dengan adanya soal tipe PISA berkonteks budaya lokal ini siswa akan terbantu dalam mengasah kemampuan komunikasinya dan terbiasa mengerjakan soal soal bertipe PISA yang masuk dalam kategori pemikiran tingkat tinggi (High Order Thinking). Metode yang digunakan adalah penelitian pengembangan model 4-D, yang terdiri dari 4 tahap pengembangan, yaitu define, design, develop, dan dessimenate.
PENERAPAN FLIPPED CLASSROM BERBASIS YOUTUBE DI PRODI MATEMATIKA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MAHASISWA Muhammad Syahril Harahap; Sartika Rati Asmara Nasution
Jurnal Education and Development Vol 7 No 3 (2019): Vol.7.No.3.2019
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (126.993 KB) | DOI: 10.37081/ed.v7i3.1023

Abstract

Rendahnya kemampuan pemecahan masalah di Institut Pendidikan Tapanuli Sealatan Program Studi Pendidikan Matematika telah terlihat secara kuantitatif saat observasi kelas di IPTS. Sehubungan dengan keterkaitan tersebut maka penting mengembangkan pembelajaran yang efektif untuk kemampuan pemecahan masalah matematis. Pemecahan masalah matematis disini adalah pemecahan masalah soal soal tidak biasa (Non Routine) guna bekal dalam persaingan global. Salah satu pembelajaran yang sesuai jika ditelusuri secara teoritis adalah pembelajaran Flipped Classroom sebab pembelajaran ini akan memberikan sentuhan baru berupa variasi mengajar menggunakan media pembelajaran berupa video pembelajaran online. Dalam hal ini youtube menjadi aplikasi pilihan yang tepat. Berangkat dari fenomena tersebut, target khusus yang ingin dicapai adalah ingin menyumbang pemikiran tentang bagaimana menciptakan pembelajaran yang efektif dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis mahasiswa yang masuk dalam kategori pemikiran tingkat tinggi (High Order Thinking). Metode yang digunakan adalah quasi eksperimen semu. Dengan hasil observasi penerapan model pembelajaran flipped classroom oleh peneliti di prodi matematika IPTS telah dilaksanakan sebesar 3,8 yang jika dikategorikan adalah sangat baik. Kemudian kemampuan pemecahan masalah mahasiswa juga ikut meningkat dengan meningkatan dari rata rata 51.6 menjadi 81,6 serta banyaknya aktifitas-aktifitas positif yang terjadi setelah dilaksanakannya model pembelajaran ini.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR TEMATIK BERBASIS PROJECT BASED LEARNING YANG VALID UNTUK SISWA KELAS IV SD Sartika Rati Asmara Nasution; Muhammad Syahril Harahap
Jurnal Education and Development Vol 7 No 3 (2019): Vol.7.No.3.2019
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (585.822 KB) | DOI: 10.37081/ed.v7i3.1196

Abstract

Abstrak Hasil studi pendahuluan tampak siswa dan guru disibukkan kedalam muatan materi yang terdapat pada buku sehingga kurang memberikan pengalaman langsung pada siswa, Proses pembelajaran mengunakan pendekatan saintifik dan kurang memadukan dengan model lain. Sehingga Proses pembelajaran sebatas pemberian informasi semata, kurang memberikan masalah diawal pembelajaran, sehingga pembelajaran kurang bermakna sehingga diharapkan perbaikan pembelajaran dengan mengembangakan sebuah bahan ajar tematik terpadu berbasis Model Project Based Learning. Pengembangan bahan ajar ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan berpikir siswa dan keterampilan memecahkan masalah dari apa yang mereka alami dalam upaya menciptakan pembelajaran yang bermakana bagi siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan (research and development). Model pengembangan yang digunakan adalah model pengembangan Plomp. Plomp yang terdiri dari tiga tahapan yaitu (1) preliminary research atau analisis pendahuluan, (2) prototyping phase atau tahap perancangan, dan (3) assesment phase atau tahap penilaian”. Tahap preliminary research dilakukan untuk menentukan masalah dasar yang dibutuhkan dalam pembelajaran. Pada tahap ini dilakukan analisis kurikulum dan analisi karakteristik siswa. Selanjutnya pada tahap prototyping phase bertujuan untuk melakukan Evaluasi formatif dilakukan pada setiap prototipe yang dihasilkan. Protoyping phase terdiri atas prototipe 1, prototipe 2, prototipe 3, prototipe 4 yang merupakan hasil dari evaluasi formatif. Selanjutnya tahap assesment phase dilakukan untuk mengetahui efektivitas dari produk yang dihasilkan. Aspek efektivitas yang diamati dalam proses pembelajaran menggunakan bahan ajar tematik terpadu berbasis Project Based Learning (PjBL) adalah aktivitas siswa dan hasil belajar siswa kelas IV SD.
Co-Authors ., Rahmatika Elindra Ahmad Marzuki Aisyah Rizky Harahap Aiza Fatin Anggi Anggraini Nasution Anggi Angraini Nasution Anggina Fitria Khairani Ani Fitri Siregar Anni Holila ARDIANA, NUNIK Arini Hutagalung Azkiya, Muhammad Azkal Darwin . Darwin Darwin Dedes Asriani Siregar Deliana Rambe Diniyah, Fima Shifa Dosmika Ria Simanjuntak Elindra, Rahmatika Elis Sanriani Elisa Karolina Elsa Putri Simatupang Eva Yanti Siregar Fadli, Veri Pramudia Fatin, Aiza Febriani Hastini Nasution Febriani Hastini Nasution Febriani Hastini Nst Fitriani Fitriani Frendi, Rhyco Freski Detra Silaban Gusman, Yesi Hanifah Nur Nasution Harahap, Latifa Harahap, Miranda Harahap, Musafran Harahap, Nuriah Sri Rohma Harahap, Pangadilan Armawi Harahap, Sinar Depi Harputra, Yuswin Hasibuan, Hamzah Hasibuan, Yenni Lala Hayati Hasrida Hutabarat Helmi Saleha Siregar Hutagalung, Roviana Indri Isnayanti Jamaris Jamaris Karolina, Elisa Katmiasih Katmiasih Khoirun Nisa Yanita Khomeni, Ayatollah Kristin Pardede Lili Asmindah Harahap lubis, ilham sahdi Lubis, Nenni Faridah Lubis, Roslian Lubis, Roslian Marwa Harahap Marzuki Ahmad Marzuki Ahmad Mei Kristina Situmorang Meita Dwirani Mhd Nau Ritonga Mhd. Nau Ritonga Mhd. Rinanda Misbatul Khairah Pohan Muhammad Akbar Apriadi Mutmainnah Mutmainnah Nanda Sri Alfina Nasution Nasution, Febriani Hastini Nasution, Hanifah Nur Nasution, Nurhidaya Fithriah Nasution, Nurhidayah Fithriyah Nasution, Sari Wahyuni Rozi Nasution, Zakiya Maimunah Nelli Rambe Nina Anriani Pulungan Nunik Ardiana NUNIK ARDIANA nur samsiah Nurbaiti Nurhalima Tambunan Nurhidaya Fithriyah Nasution Nurjakiah Nurjakiah Nurlintan Hutabarat Perima Simbolon Pia Paramita Tarihoran Popy Vera Yanti Pranata, M. Rendi Priti Amelia Pulungan, Holija Putri, Hesti Dwiana Rahel Situmeang Rahmad Fauzi Rahmad Fauzi Rahmad Fauzi Rahman Budi Setiawan rahmat swandi siregar Rahmatika Elidra Rahmatika Elindra Ramadhani, Yulia Rizki Rambe, Latifah Hannum Rapika Hafsyah Nasution Riska Indah Rizal Usman, Muhammad Rizky Qomariah Lubis Roni, Roni Roslian Lubis Rosnelli Royani Tumanggor RR. Ella Evrita Hestiandari SABUNGAN SIREGAR Sari Wahyuni Rozi Sari Wahyuni Rozi Nasution Sari Wahyuni Rozi Nasution SARTIKA RATI ASMARA NASUTION siagian, Januar arifin Sianturi, Helmi Sihombing, Gonti Doli Simamora, Josua Simamora, Rona Uli Simbolon, Mudrika Mashuri Sintiya Mayuni Lumbantobing Sipahutar, Renita Siregar, Dedes Asriani Siregar, Eva Yanti Siregar, Nur Jamila Siregar, Rosnida Siregar, Sri Puspa Sitompul, Asma Nadia Solfema Sri Hartini Sri Puspa Siregar Sri Rahmi Tanjung Sucahyo, Eko Syawal Gultom Sylvana Dewi Nasution TATI NURHAYATI Tiarmada Nestoria Tumanggor Triya Putri Ananda Vijay Andreas Manik Viktor Edyward Marbun Wulandari, Alya Zulfadli Nasution Zulfadly Zulfadly