Claim Missing Document
Check
Articles

Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis dengan Penggunaan Bahan Ajar RME (Realistic Mathematic Education) Muhammad Syahril Harahap
Jurnal Education and Development Vol 3 No 2 (2018): Vol.3.No.2.2018
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1258.26 KB) | DOI: 10.37081/ed.v3i2.227

Abstract

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, manusia dituntut memiliki kemampuan berpikir kritis, sistematis, logis, kreatif, bernalar, dan bekerjasama secara efektif sehingga dapat berkembang maju di masa globalisasi ini. Salah satu hal yang menjadi fokus adalah pemecahan masalah. Peningkatan kemampuan pemecahan masalah dapat dilaksanakan dengan menggunakan suatu bahan ajar yang mendukung kemampuan tersebut. Sehingga, peneliti menggunakan bahan ajar yang dibasiskan dengan RME (Realistic Mathematic Education) untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah mahasiswa. Penelitian ini melihat seberapa jauh dampak peningkatan pemecahan masalah mahasiswa dengan bahan ajar berbasis RME dibandingkan dengan konvensional.
Validitas dan Kepraktisan Soal Matematika tipe PISA berkonteks Budaya Lokal Muhammad Syahril Harahap; Roslian Lubis
Jurnal Education and Development Vol 6 No 2 (2018): Vol.6.No.2.2018
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1391.592 KB) | DOI: 10.37081/ed.v6i2.687

Abstract

Kemampuan komunikasi siswa SMP di Indonesia masih rendah terlebih di kota padangsidimpuan terlihat dari pelaksanaan OM-BL (Olimpiade Matematika Berbasis Literasi) 2017 pada tanggal 16 Mret 2017. Terkait hal tersebut maka penting mengembangkan soal yang dapat mengukur kemampuan tersebut dan yang dirasa paling sesuai adalah soal tipe PISA yang dikontekskan kepada budaya lokal. Pengembangan soal tipe PISA ini penting disebabkan semakin besarnya tuntutan pada siswa agar lebih berliterasi yang tidak mustahil jika tidak dilakukan akan mengakibatkan peringkat kemampuan siswa semakin merosot dari yang sekarang sudah memprihatinkan. Berangkat dari fenomena tersebut, target khusus yang ingin dicapai adalah ingin menyumbang pemikiran tentang bagaimana menciptakan soal tipe PISA yang valid dan praktis untuk mengukur kemampuan komunikasi matematis. Sehingga, dengan adanya soal tipe PISA berkonteks budaya lokal ini siswa akan terbantu dalam mengasah kemampuan komunikasinya dan terbiasa mengerjakan soal soal bertipe PISA yang masuk dalam kategori pemikiran tingkat tinggi (High Order Thinking). Metode yang digunakan adalah penelitian pengembangan model 4-D, yang terdiri dari 4 tahap pengembangan, yaitu define, design, develop, dan dessimenate.
PENERAPAN FLIPPED CLASSROM BERBASIS YOUTUBE DI PRODI MATEMATIKA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MAHASISWA Muhammad Syahril Harahap; Sartika Rati Asmara Nasution
Jurnal Education and Development Vol 7 No 3 (2019): Vol.7.No.3.2019
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (126.993 KB) | DOI: 10.37081/ed.v7i3.1023

Abstract

Rendahnya kemampuan pemecahan masalah di Institut Pendidikan Tapanuli Sealatan Program Studi Pendidikan Matematika telah terlihat secara kuantitatif saat observasi kelas di IPTS. Sehubungan dengan keterkaitan tersebut maka penting mengembangkan pembelajaran yang efektif untuk kemampuan pemecahan masalah matematis. Pemecahan masalah matematis disini adalah pemecahan masalah soal soal tidak biasa (Non Routine) guna bekal dalam persaingan global. Salah satu pembelajaran yang sesuai jika ditelusuri secara teoritis adalah pembelajaran Flipped Classroom sebab pembelajaran ini akan memberikan sentuhan baru berupa variasi mengajar menggunakan media pembelajaran berupa video pembelajaran online. Dalam hal ini youtube menjadi aplikasi pilihan yang tepat. Berangkat dari fenomena tersebut, target khusus yang ingin dicapai adalah ingin menyumbang pemikiran tentang bagaimana menciptakan pembelajaran yang efektif dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis mahasiswa yang masuk dalam kategori pemikiran tingkat tinggi (High Order Thinking). Metode yang digunakan adalah quasi eksperimen semu. Dengan hasil observasi penerapan model pembelajaran flipped classroom oleh peneliti di prodi matematika IPTS telah dilaksanakan sebesar 3,8 yang jika dikategorikan adalah sangat baik. Kemudian kemampuan pemecahan masalah mahasiswa juga ikut meningkat dengan meningkatan dari rata rata 51.6 menjadi 81,6 serta banyaknya aktifitas-aktifitas positif yang terjadi setelah dilaksanakannya model pembelajaran ini.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR TEMATIK BERBASIS PROJECT BASED LEARNING YANG VALID UNTUK SISWA KELAS IV SD Sartika Rati Asmara Nasution; Muhammad Syahril Harahap
Jurnal Education and Development Vol 7 No 3 (2019): Vol.7.No.3.2019
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (585.822 KB) | DOI: 10.37081/ed.v7i3.1196

Abstract

Abstrak Hasil studi pendahuluan tampak siswa dan guru disibukkan kedalam muatan materi yang terdapat pada buku sehingga kurang memberikan pengalaman langsung pada siswa, Proses pembelajaran mengunakan pendekatan saintifik dan kurang memadukan dengan model lain. Sehingga Proses pembelajaran sebatas pemberian informasi semata, kurang memberikan masalah diawal pembelajaran, sehingga pembelajaran kurang bermakna sehingga diharapkan perbaikan pembelajaran dengan mengembangakan sebuah bahan ajar tematik terpadu berbasis Model Project Based Learning. Pengembangan bahan ajar ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan berpikir siswa dan keterampilan memecahkan masalah dari apa yang mereka alami dalam upaya menciptakan pembelajaran yang bermakana bagi siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan (research and development). Model pengembangan yang digunakan adalah model pengembangan Plomp. Plomp yang terdiri dari tiga tahapan yaitu (1) preliminary research atau analisis pendahuluan, (2) prototyping phase atau tahap perancangan, dan (3) assesment phase atau tahap penilaian”. Tahap preliminary research dilakukan untuk menentukan masalah dasar yang dibutuhkan dalam pembelajaran. Pada tahap ini dilakukan analisis kurikulum dan analisi karakteristik siswa. Selanjutnya pada tahap prototyping phase bertujuan untuk melakukan Evaluasi formatif dilakukan pada setiap prototipe yang dihasilkan. Protoyping phase terdiri atas prototipe 1, prototipe 2, prototipe 3, prototipe 4 yang merupakan hasil dari evaluasi formatif. Selanjutnya tahap assesment phase dilakukan untuk mengetahui efektivitas dari produk yang dihasilkan. Aspek efektivitas yang diamati dalam proses pembelajaran menggunakan bahan ajar tematik terpadu berbasis Project Based Learning (PjBL) adalah aktivitas siswa dan hasil belajar siswa kelas IV SD.
LESSON STUDY BERBASIS POINT SYSTEM TERHADAP KEAKTIFAN MAHASISWA Muhammad Syahril Harahap; Rahmad Fauzi; Sari Wahyuni Rozi Nasution; Hanifah Nur Nasution
Jurnal Education and Development Vol 8 No 1 (2020): Vol.8.No.1.2020
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (443.422 KB) | DOI: 10.37081/ed.v8i1.1525

Abstract

Kunci suatu pembelajaran yang baik itu adalah dengan meningkatnya prestasi belajar. Prestasi belajar akan baik jika suasana pembelajaran dapat mengaktifkan mahasiswa. Saat siswa berfikir aktif mulai dari bertanya, berdiskusi, mencatat, memahami dan lainnya saat itu akan sangat berdampak pada prestasi peserta didik. Salah satu hal yang dapat meningkatkan aktifitas mahasiswa adalah pemberian poin (point system) dalam pembelajaran. Dengan system point akan memicu timbulnya aktifitas-aktifitas yang positif dalam pembelajaran. Dalam kajian ini dilaksanakan dengan Penelitian Tindakan Kelas dengan hasil peningkatkan aktifitas mahasiswa ke kategori tinggi. Sehingga, prestasi mahasiswa juga mengalami peningkatan per siklusnya.
PENGARUH PROMOSI PERGURUAN TINGGI TERHADAP PENINGKATAN PELUANG KERJA PADA WARGA DESA SAMPEAN Sari Wahyuni Rozi Nasution; Hanifah Nur Nasution; Rahmad Fauzi; Muhammad Syahril Harahap
Jurnal Education and Development Vol 8 No 2 (2020): Vol.8.No.2.2020
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (471.261 KB) | DOI: 10.37081/ed.v8i2.1564

Abstract

Telah kita ketahui bahwa dunia Pendidikan sekarang semakin hari semakin menurun kualitas dalam Pendidikan, dan menyebabkan peluang kerja semakin sempit, dan menimbulkan banyak pengangguran. Oleh sebab itu, peran promosi perguruan tinggi disini sangatlah dibutuhkan untuk kemajuan dan peningkatan peluang kerja yang ditimbulkan oleh masyarakat itu sendiri. Promosi perguruan tinggi disini menyampaikan keadaan, kondisi maupun keuntungan dalam melanjutkan Pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
PENGEMBANGAN VIDEO PEMBELAJARAN DIGITAL MATA KULIAH FISIKA DASAR DALAM PEMBELAJARAN BERBASIS E-LEARNING DI INSTITUT PENDIDIKAN TAPANULI SELATAN Sari Wahyuni Rozi Nasution; Muhammad Syahril Harahap
Jurnal Education and Development Vol 8 No 4 (2020): Vol.8.No.4.2020
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.255 KB) | DOI: 10.37081/ed.v8i4.2032

Abstract

Masa Digital Era atau yang sangat erat kaitannya dengan Era Revolusi 4.0 adalah masa yang menuntut kepraktisan, mobilitas serta kecepatan dalam setiap segi kehidupan. Termasuk dalam segi pendidikan, dimana pendidikan saat ini dituntut lebih canggih dan lebih bisa menyesuaikan. Munculnya Pembelajaran e-learning (pembelajaran online) salah satunya adalah karena masa revolusi 4.0. Pembelajaran online membuat pembelajaran lebih luas, membuat peserta didik bisa mengembangkan kemampuannya. Namun fakta dilapangan e-learning ini belum maksimal termasuk di Program Studi Fisika Institut Pendidikan Tapanuli Selatan. Pembelajaran hanya dilakukan secara konvensional. Akibatnya hasil belajar mahasiswa menjadi rendah contoh mata kuliah yang rata-rata hasil belajar mahasiswanya rendah adalah Fisika dasar dengan skor 5,67 kategori kurang. Para pendidik beralasan bahwa penerapan memerlukan keahlian dalam teknologi, bahan ajar harus dipersiapkan dalam bentuk digital bahkan ada yang beralasan pendidik belum mampu menggunakan aplikasi e-learning sama sekali. Untuk menanggulangi maka dikembangkan media pembelajaran digital berbasis e-learning. Metode yang digunakan adalah penelitian pengembangan model 4-D, yang terdiri dari 4 tahap pengembangan, yaitu define, design, develop, dan dessimenate. Hasilnya menunjukkan bahwa Video Pembelajaran Digital Sisika Dasar yang dikembangkan Valid dengan skor 90,07, kepraktisan juga kategori praktis dengan skor 85,4 kategori baik serta telah meningkatkan hasil belajar mahasiswa yang rata-rata hasil belajarnya mencapai skor 78,53 dengan ketuntasan 81 % diukur secara ketuntasan klasikal dan kategorinya tuntas.
PENGARUH PENERAPAN PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH TERHADAP HASIL BELAJAR MAHASISWA PADA MATA KULIAH STRATEGI PEMBELAJARAN Nurhidaya Fithriyah Nasution; Febriani Hastini Nasution; Muhammad Syahril Harahap
Jurnal Education and Development Vol 10 No 2 (2022): Vol. 10 No. 2. 2022
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.602 KB) | DOI: 10.37081/ed.v10i2.3741

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahu apakah terdapat pengaruh yang signifikan penerapan pembelajaran berbasis masalah terhadap hasil belajar mahasiswa pada Mata Kuliah Strategi Pembelajaran di Institut Pendidikan Tapanuli Selatan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari sampai dengan Maret 2021 di Institut Pendidikan Tapanuli Selatan. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Semester II Institut Pendidikan Tapanuli Selatan. Sampel yang diambil dalam penelitian ini berjumlah 30 mahasiswa. Sampel penelitian ini diambil atau ditentukan dengan teknik Total Sampling. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuasi eksperimen dengan menggunakan desain one group pre test-post test design. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa tes essay. Berdasarkan analisis deskriptif, nilai rata-rata penerapan pembelajaran berbasis masalah adalah 3,00 dengan kategori “baik”. Adapun nilai rata-rata hasil belajar sebelum diterapkan pembelajaran berbasis masalah adalah 55,13 berkategori “cukup” dan nilai rata-rata hasil belajar setelah diterapkan pembelajaran berbasis masalah adalah 75,5 berkategori “baik”. Berdasarkan analisis statistik inferensial dengan menggunakan uji t untuk menguji hipotesis, diperoleh thitung = 14,86 dan ttabel = 1,70 pada taraf kesalahan 5%. Hal ini terlihat dari thitung lebih besar dari ttabel (14,86>1,70). Artinya hipotesis alternatif diterima. Dengan kata lain, ada pengaruh yang signifikan penerapan pembelajaran berbasis masalah terhadap hasil belajar mahasiswa pada mata kuliah strategi pembelajaran.
SURVEY KARAKTER KEPEMIMPINAN EFEKTIF DALAM BUDAYA BATAK (STUDI EKSPLORASI DI RUMAH SAKIT GRANDMED LUBUK PAKAM) Viktor Edyward Marbun; Muhammad Syahril Harahap; Darwin Darwin
Jurnal Education and Development Vol 10 No 2 (2022): Vol. 10 No. 2. 2022
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (384.556 KB) | DOI: 10.37081/ed.v10i2.3773

Abstract

Kemampuan dan keterampilan dari seorang pimpinan adalah faktor penting dalam memotivasi pegawainya agar lebih bekerja dengan baik. Rujukan dalam memimpin ini sangatlah banyak termasuk kepemimpinan etnik seperti budaya batak. Misalnya kepala suku, ada pula sistem kerajaan seperti sultan, raja Sistem kepemimpinan masyarakat batak Toba, berdasar kepada stratifikasi sosial yang diwarisi secara turun temurun. Selain itu, secara khusus, aspek kepemimpinan dalam budaya batak biasanya diurai melalui unsur pantun atau umpasa dalam budaya batak. Pemimpin otentik adalah pemimpin nyata dirasakan rakyat dalam perikehidupannya sehari-hari. Bukan hanya sekadar nama tanpa peran nyata melindungi, mengayomi, mengarahkan, menginspirasi, menularkan spirit optimisme, serta memberi rasa aman dan nyaman bagi yang dipimpin. Karena pentingnya melihat bagaimana pemimpin di RS Grandmed Lubuk Pakam yang menjadikan RS ini sebagai salah satu RS tereksis di Lubuk Pakam Bahkan Sumatera Utara. Studi ini menggunakan metode penelitian kualitatif pendekatan fenomenologi untuk menjawab pertanyaan penulis melalui cara mencari, mengumpulkan, mengolah dan menganalisis data hasil penelitian tersebut. Yang menjadi informan adalah orang yang benar-benar sudah memahami betul karakter pemimpin di RS ini. Kemudian dianalisis dengan proses Redusi Data, Penyajian Data dan Verifikasi Data. Dengan hasil kepemimpinan LT,KG dan PH di RS Grandmed Lubuk pakam sangat kental penekanan tiga prinsip batak yaitu: 1) Dijolo siihuthonon yang menekankan pemimpin yang berkarakter menjadi contoh untuk setiap anggota. 2) dipudi sipaimaon bermakna dibeakang ditunggu, pada konsepnya seorang pemimpin harus memiliki sifat selalu di nantikan oleh para anggotanya. dan 3) ditonga-tonga siharungguon bermakna ditengah dikerumuni yang menekankan untuk berbaiklah kepada sesama manusia. Konsep karakteristik kepemimpinan ditonga-tonga siharungguon berarti untuk merumuskan suatu hal harus berdasaran diskusui bersama dan pemimpin menjadi pusatnya.
Peningkatan Kemampuan Spasial Siswa Melalui Penggunaan Model Auditory Intellectually Repetition (AIR) di SMP NEGERI 1 PINANGSORI Arini Hutagalung; Muhammad Syahril Harahap
JURNAL MathEdu (Mathematic Education Journal) Vol 1 No 1 (2018): Vol.1. No.1. Maret 2018
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk Meningkatkan Kemampuan Spasial Siswa Melalui Penggunaan Model Auditory Intellectually Repetition (AIR) di SMP Negeri 1 Pinangsori. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) menggunakan model siklus. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII C SMP Negeri 1 Pinangsori. Penelitian tindakan kelas ini dilakukan dalam dua siklus. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan tes, angket, lembar observasi, dan dokumentasi. Instrumen dalam penelitian ini adalah silabus, RPP, tes, angket, dan lembar observasi. Analisis data yang digunakan adalah deskriptif. Hasil penelitian dari dua siklus menunjukkan adanya peningkatan kemampuan spasial siswa. Hal ini dapat dilihat dari hasil tes kemampuan spasial siswa, dimana pada Siklus I nilai rata-rata yang diperoleh siswa yang mencapai ketuntasan klasikal sebesar 48,72% dengan rata-rata skor 73,51. Sedangkan pada Siklus II menunjukkan peningkatan yang cukup tinggi dengan nilai rata-rata yang diperoleh siswa yang mencapai ketuntasan klasikal sebesar 87,18% dengan rata-rata skor 79,14.\Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penggunaan model pembelajaran Auditory Intellectually Repetition (AIR) dapat meningkatkan kemampuan spasial siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Pinangsori.
Co-Authors ., Rahmatika Elindra Ahmad Marzuki Aisyah Rizky Harahap Aiza Fatin Anggi Anggraini Nasution Anggi Angraini Nasution Anggina Fitria Khairani Ani Fitri Siregar Anni Holila ARDIANA, NUNIK Arini Hutagalung Azkiya, Muhammad Azkal Darwin . Darwin Darwin Dedes Asriani Siregar Deliana Rambe Diniyah, Fima Shifa Dosmika Ria Simanjuntak Elindra, Rahmatika Elis Sanriani Elisa Karolina Elsa Putri Simatupang Eva Yanti Siregar Fadli, Veri Pramudia Fatin, Aiza Febriani Hastini Nasution Febriani Hastini Nasution Febriani Hastini Nst Freski Detra Silaban Hanifah Nur Nasution Harahap, Latifa Harahap, Musafran Harahap, Nuriah Sri Rohma Harahap, Pangadilan Armawi Harahap, Sinar Depi Harputra, Yuswin Hasibuan, Hamzah Hasibuan, Yenni Lala Hayati Hasrida Hutabarat Helmi Saleha Siregar Indri Isnayanti Jamaris Jamaris Karolina, Elisa Katmiasih Katmiasih Khoirun Nisa Yanita Khomeni, Ayatollah Kristin Pardede Lili Asmindah Harahap lubis, ilham sahdi Lubis, Nenni Faridah Lubis, Roslian Lubis, Roslian Marwa Harahap Marzuki Ahmad Marzuki Ahmad Mei Kristina Situmorang Meita Dwirani Mhd Nau Ritonga Mhd. Nau Ritonga Mhd. Rinanda Misbatul Khairah Pohan Muhammad Akbar Apriadi Mutmainnah Mutmainnah Nanda Sri Alfina Nasution Nasution, Febriani Hastini Nasution, Hanifah Nur Nasution, Nurhidayah Fithriyah Nasution, Sari Wahyuni Rozi Nasution, Zakiya Maimunah Nelli Rambe Nina Anriani Pulungan NUNIK ARDIANA Nunik Ardiana Nurbaiti Nurhalima Tambunan Nurhidaya Fithriyah Nasution Nurjakiah Nurjakiah Nurlintan Hutabarat Perima Simbolon Pia Paramita Tarihoran Popy Vera Yanti Pranata, M. Rendi Priti Amelia Pulungan, Holija Putri, Hesti Dwiana Rahel Situmeang Rahmad Fauzi Rahmad Fauzi Rahmad Fauzi Rahman Budi Setiawan rahmat swandi siregar Rahmatika Elidra Rahmatika Elindra Ramadhani, Yulia Rizki Rambe, Latifah Hannum Rapika Hafsyah Nasution Riska Indah Rizal Usman, Muhammad Rizky Qomariah Lubis Roslian Lubis Rosnelli Royani Tumanggor RR. Ella Evrita Hestiandari SABUNGAN SIREGAR Sari Wahyuni Rozi Sari Wahyuni Rozi Nasution Sari Wahyuni Rozi Nasution SARTIKA RATI ASMARA NASUTION siagian, Januar arifin Sianturi, Helmi Sihombing, Gonti Doli Simamora, Josua Simamora, Rona Uli Simbolon, Mudrika Mashuri Sintiya Mayuni Lumbantobing Sipahutar, Renita Siregar, Dedes Asriani Siregar, Eva Yanti Siregar, Nur Jamila Siregar, Rosnida Siregar, Sri Puspa Sitompul, Asma Nadia Solfema Sri Hartini Sri Puspa Siregar Sri Rahmi Tanjung Sucahyo, Eko Syawal Gultom Sylvana Dewi Nasution TATI NURHAYATI Tiarmada Nestoria Tumanggor Triya Putri Ananda Vijay Andreas Manik Viktor Edyward Marbun Wulandari, Alya Zulfadli Nasution Zulfadly Zulfadly