Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

PEMIKIRAN IBNU AL-QAYYIM TENTANG PENDIDIKAN KRISTOLOGI (Studi Terhadap Kitab Hidāyah al-Hayārā fī Ajwibah al-Yahūd wa al-Nashārā) Ahmad Hariyadi; Muhajir Musa; Moh. Solehuddin; Reviandari Widyatiningtyas
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 1 No. 02 (2012): Jurnal Edukasi Islami - Juli 2012
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v1i02.23

Abstract

Perbedaan konsepsi di antara agama-agama yang ada adalah sebuah realitas, satu kenyataan yang tidak dapat dipungkiri oleh siapapun. Perbedaan –bahkan benturan konsepsi– itu terjadi pada hampir semua aspek dalam agama, baik bidang konsepsi tentang Tuhan maupun konsepsi sistem pengaturan kehidupan. Sejak munculnya manusia di muka bumi, mulailah perbedaan itu muncul. Manusia dikarunia akal dengan kadar kemampuan dan jenis serta jumlah informasi yang berbeda, sehingga berkemungkinan memahami sesuatu dengan berbeda pula. Itu hal yang alami dalam kehidupan manusia. Sumber-sumber informasi yang dialami setiap manusia juga berbeda. Belum lagi sikap apriori atau fanatisme –karena berbagai faktor– yang menyebabkan munculnya perbedaan pandangan dan sikap. Perbedaan pendapat dan konsepsi keagamaan tidaklah otomatis memunculkan konflik pada level praktis. Sepanjang sejarah, kehidupan damai dan harmonis lebih banyak dijalani umat beragama, dibandingkan periode-periode konflik. Setidaknya, demikianlah titik tolak dan landasan bagi sebuah telaah (perbandingan) atau bahkan dialog sekalipun.
IMPLEMENTATION OF QUR'AN MEMORIZATION ACTIVITIES AT MAN 2 PALEMBANG Muhamad Yahya; Febriyanti Febriyanti; Lalu Surya Jagat; Indah Rahayu; Ahmad Hariyadi
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 11 No. 02 (2022): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v11i02.4131

Abstract

This study aimed to determine the implementation of memorizing the Al-Qur'an at MAN 2 Palembang. The type of qualitative writing approach used in this study uses a qualitative descriptive approach, meaning that the data collected is not in the form of numbers but instead in the form of interview scripts, field notes, and pictures. The authors use data collection methods like observation, interviews, and documentation to obtain accurate data. The writing analysis used by the writer is data reduction, data presentation, and conclusion drawing. Based on the results of the research conducted, it is known that the implementation of Al-Qur'an memorization activities at MAN 2 Palembang is quite good, which is reflected in indicators 1) the implementation process is adjusted to the abilities of students; 2) good in terms of material; 3) method, so that it does not become a psychological burden for students during the process of memorizing activities carried out to completion. Supporting factors for memorizing the Qur'an at MAN 2 Palembang, namely 1) Physical and good psychological students; 2) awards or certificates given to students when they complete their memorization; 3) facilities, such as MP3 murotal, memorization cards, and others; and 4) maximum attention from the teacher and the facilities provided by the school are adequate. While the inhibiting factors are 1) students' laziness; 2) students are given little time to deposit memorization by the school; 3) lack of attention from parents to supervise student memorization; 4) the influence of the less supportive environment.
PELATIHAN PENULISAN KARYA ILMIAH DENGAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING SECARA DARING Agus Darmuki; Ahmad Hariyadi; Nur Alfin Hidayati
Joong-Ki : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 3: September 2022
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/joongki.v1i3.828

Abstract

Kompetensi professional guru sangat penting untuk selalu ditingkatkan salah satunya melalui Penelitian Tindakan kelas (PTK). Guru selalu dituntut untuk meningkatkan pembelajaran di kelas melalui berbagai cara salah satunya penggunaan model pembelajaran. Pelatihan ini bertujuan membekali guru untuk menulis karya ilmiah dan publikasi karya tulis ilmiah. Pelatihan penulisan karya ilmiah ini dilakukan dengan model Problem Based Learning (PBL). Model PBL diperlukan agar memberi kesempatan kepada peserta menulis karya tulis ilmiah berupa artikel untuk jurnal. Kegiatan pelatihan penulisan karya ilmiah dengan model PBL secara daring ini secara umum dikatakan berjalan dengan baik dari aspek jumlah peserta, ketercapaian target luaran juga baik, penguasaan materi juga kategori baik. Faktor pendukung kegiatan pelatihan ini tersedianya tenaga dosen yang membimbing, antusiasme peserta guru MGMP sekabupaten Rembang, dukungan kepala sekolah melalui MoU dengan UMK, dukungan dana dari Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP UMK sehingga dapat terlaksanakan dengan baik.
The Development of Digital Teaching to Improve the Quality of Student Learning in the Revolution 4.0 Era at Warmadewa University I Wayan Parwata; Suwarni; Ahmad Hariyadi; Zulkarnaini; Mochamad Heru Riza Chakim
Jurnal Iqra' : Kajian Ilmu Pendidikan Vol. 8 No. 1 (2023): Jurnal Iqra' : Kajian Ilmu Pendidikan
Publisher : Institut Agama Islam Ma'arif NU (IAIMNU) Metro Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25217/ji.v8i1.3199

Abstract

To complete the answers to the research on the topic of producing digital learning to enhance the quality of student learning in the technological revolution 4.0 era at the University of Warmadewa, the researchers have gathered various materials that respond to research questions. Similarly, to collect primary data, the researchers interviewed 30 academics (students and lecturers) at the University of Warmadewa to learn about their perspectives and experiences in developing digital-based teaching to improve student learning outcomes during regular and throughout education. Hence, it reviewed different data sets, both in the form of secondary source data from various publications connected to Technology and instruction and data that the researchers questioned academics to find answers to. The researchers could simplify the development of digital teaching to improve the quality of student learning in the Revolution 4.0 era at Warmadewa University. It has resulted several new understandings, such as Technology has innovated the learning process as the digital application have helped academics in solving learning challenge and bring more benefits. It hopes these findings bring new insights into learning in higher education and policy-making uses. Keywords: Development Digital Teaching, Improving Students’ Quality, Learning Revolution
Desain Inovatif Kuliah Berbasis Proyek: Model Perkuliahan Evaluasi Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia Muhlis Fajar Wicaksana; Dewi Kusumaningsih; Ahmad Hariyadi; La Ino; Dwi Wahyu Candra Dewi; Daroe Iswatiningsih
Aksara Vol 37, No 1 (2025): AKSARA, EDISI JUNI 2025
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v37i1.4802.199-209

Abstract

This research aims to design a lecture model for Indonesian learning evaluation as a compulsory course for project-based study programs that can encourage the development of critical thinking in the academic environment of students. The research method used is research development (R&D), through the stages of Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation (ADDIE). Data collection techniques are carried out through interviews, observations, and document analysis. Data analysis techniques in the development of learning evaluation models are carried out during product trials and expert assessments through FGD. During the product trial, data analysis was used through the t-test. The learning evaluation lecture model developed integrates Project Based Learning (PjBL). The results of the study show that the application of this model can increase student involvement in the learning process and strengthen students' analytical, synthesis, and critical reasoning skills. These findings confirm the importance of designing learning evaluation activities that not only focus on the assessment of the final results, but also encourage students' critical and reflective thinking processes. This model can be recommended as a lecture development strategy in the Indonesian Language and Literature Education study program, which is a program course. The implications of this study emphasize the importance of learning evaluation that is not only oriented to the final outcome, but also to the student's in-depth thinking process. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk merancang model perkuliahan evaluasi pembelajaran bahasa Indonesia sebagai mata kuliah wajib untuk program studi berbasis proyek yang dapat mendorong pengembangan berpikir kritis di lingkungan akademik mahasiswa. Metode penelitian yang digunakan adalah pengembangan penelitian (R&D), melalui tahapan Analisis, Perancangan, Pengembangan, Pelaksanaan, dan Evaluasi (ADDIE). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen. Teknik analisis data dalam pengembangan model evaluasi pembelajaran dilakukan pada saat uji coba produk dan penilaian ahli melalui FGD. Pada saat uji coba produk analisis data yang digunakan melalui Uji t (t-test). Model perkuliahan evaluasi pembelajaran yang dikembangkan mengintegrasikan Project Based Learning (PjBL). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model ini dapat meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran dan memperkuat kemampuan analitis, sintesis, dan penalaran kritis siswa. Temuan ini menegaskan pentingnya merancang kegiatan evaluasi pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada penilaian hasil akhir, melainkan juga mendorong proses berpikir kritis dan reflektif mahasiswa. Model ini dapat direkomendasikan sebagai strategi pengembangan perkuliahan di program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, yang menjadi mata kuliah keprodian. Implikasi dari penelitian ini menekankan pentingnya evaluasi pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada hasil akhir, tetapi juga pada proses berpikir mahasiswa secara mendalam.