Claim Missing Document
Check
Articles

KELAYAKAN USAHA NELAYAN JARING INSANG DI PULAU KOSONG KOTA JAYAPURA Tuhumena, Lolita Constantia; Warpur, Maklon; Rumahorbo, Basa T; Ayer, Popi Ida Laila; Titalessy, Pisi Bethania; . Risakotta, Tesalonika K
PAPALELE (Jurnal Penelitian Sosial Ekonomi Perikanan dan Kelautan) Vol 8 No 1 (2024): PAPALELE: Jurnal Penelitian Sosial Ekonomi Perikanan dan Kelautan
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/papalele.2024.8.1.15

Abstract

Productive fishing gear for catch small pelagic fish and demersal is set gillnet that use by fisherman in empty island. Effort that wrestled with this need to know the income for development, because great income wii not give profit and welfare to fisherman or ship owner in Empty Island, if capital and out cost greater than income. For that purpose researched are describe net capture equipment, analyze income and analyze feasibility of gillnet fisherman in society. The study was conducted for 6 months from June till November 2023 with use primary and secondary data, then used analyze income and investment criteria. Based on the results for research that fisherman of gillnet in empty island is Rp 207.246.667,-/year. Investment criteria obtained value NPV>1,(475.200.000-),IRR> discount rate(11%) dan Net B/C ratio >1 (4.980,-) indicating that fisherman of gillnet in empty island is a well run.
Strategi Penanganan Risiko Bencana Abrasi di Kawasan Pesisir Pantai Holtekamp Kota Jayapura Heri Purnomo; Janviter Manalu; Johnson Siallagan; Auldry F. Walukow; Maklon Warpur
JURAL RISET RUMPUN ILMU TEKNIK Vol. 4 No. 3 (2025): Desember : Jurnal Riset Rumpun Ilmu Teknik
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurritek.v4i3.6294

Abstract

Holtekamp Beach is a coastal area in Jayapura City that is very prone to abrasion due to sea waves because it is located directly opposite the Pacific Ocean. Abrasion and environmental damage on the coast of Holtekamp Beach are influenced by several interconnected factors that can have an impact on environmental problems. The research aims to analyze the impact of abrasion on the Holtekamp coastal area using survey and interview methods. Furthermore, data analysis is carried out by utilizing SWOT Analysis. This research was conducted from May to June 2025. The results showed that there are 4 (four) priority strategies that can be used as a basis for developing a strategy for Abrasion Disaster Risk Management Strategy in the Holtekamp Coastal Area of Jayapura City, namely; a) Increasing cooperation & coordination between stakeholders, namely the community and local government in achieving abrasion disaster management programs in the Holtekamp Coastal Area of Jayapura City; b) Optimizing supervision of development development/tourist lodges in the coastal area of Holtekamp Beach; c) Community participation is needed to maintain infrastructure that has been built and increase their awareness of environmental issues.d) Construction of wave breakers that function to reduce waves.
Ketangguhan Wilayah Distrik Sorong Timur terhadap Bencana Banjir Suharyadi Suharyadi; Janviter Manalu; Auldry F. Walukow; Johnson Siallagan; Maklon Warpur
JURAL RISET RUMPUN ILMU TEKNIK Vol. 4 No. 3 (2025): Desember : Jurnal Riset Rumpun Ilmu Teknik
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurritek.v4i3.6360

Abstract

Floods are one of the most common natural disasters and have a significant impact on the social, economic, and environmental aspects of society. This is particularly evident in the community of East Sorong District. East Sorong District is one of the areas frequently affected by floods, and this inevitably leads to numerous risks and consequences. There are several causes of flooding in the Sorong Timur District, including extreme rainfall, inadequate drainage systems due to trash blockages, uncontrolled land use changes resulting in overpopulation, and the loss of forest areas or green spaces that could function as water absorption zones. Additionally, the lack of flood control systems and weak oversight of development in flood-prone areas can exacerbate flood disaster risks. This study aims to analyze and measure the resilience of the Sorong Timur District in facing flood disasters through an evaluation approach focusing on infrastructure, service facilities, socio-economic factors, community capacity and preparedness, and institutional aspects. It was concluded that the infrastructure variable is still moderate, while the socio-economic variable, basic capacity, and community preparedness, as well as institutional capacity, are still low. Meanwhile, service facilities are also low. Overall, it can be concluded that the resilience of the Sorong Timur district in facing hydrometeorological disasters is weak.
Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Melalui Usaha Ternak Sapi di Kampung Dorba - Betaf II, Distrik Pantai Timur, Kabupaten Sarmi Rumahorbo, Basa T.; Warpur, Maklon; Tuhumena, Lolita; Ayer, Popi Ida Laila; Wanimbo, Efray
Sipakaraya : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4 No 2 (2026): Sipakaraya : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/sipakaraya.v4i2.5783

Abstract

Program pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui usaha ternak sapi di Kampung Dorba–Betaf II, Distrik Pantai Timur, Kabupaten Sarmi bertujuan meningkatkan kesejahteraan peternak melalui optimalisasi potensi lokal. Kegiatan dilakukan dengan metode pelatihan langsung (on-job training) dan demonstrasi plot (demplot) yang berfokus pada peningkatan pengetahuan dan keterampilan peternak dalam manajemen nutrisi, reproduksi, serta pemanfaatan pakan alternatif berupa Urea Molasses Block (UMB). Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan peternak dalam pembuatan dan penggunaan UMB, yang berdampak pada peningkatan konsumsi pakan, efisiensi pencernaan, dan produktivitas ternak. Program ini juga mendorong pemanfaatan limbah ternak menjadi pupuk organik sehingga mendukung keberlanjutan usaha. Dengan demikian, penerapan teknologi UMB berkontribusi terhadap peningkatan pendapatan peternak dan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Pelatihan Pembuatan Kripik Ikan Tuna Daun Kelor Pada Ibu-Ibu Rumah Tangga RT 03 Kampung Buton Kelurahan Yabansai Distrik Heram Warpur, Maklon; Paulangan, Yunus P.; Mandey, Vera Kostansie; Ayer, Popi Ida Laila; Tuhumena, Lolita; Rumbiak, Kristoporus; Wanimbo, Efra; Rejau, Korinus
Sipakaraya : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4 No 2 (2026): Sipakaraya : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/sipakaraya.v4i2.6217

Abstract

Pemberdayaan masyarakat merupakan strategi penting untuk meningkatkan kualitas hidup, khususnya dalam memperkuat ketahanan ekonomi rumah tangga. Perempuan, terutama ibu rumah tangga, memiliki peran strategis dalam mengelola ekonomi keluarga dan pemenuhan kebutuhan gizi anak. Potensi ini dapat dimaksimalkan melalui pengembangan ide kreatif dan inovatif dalam pengolahan produk pangan berbasis sumber daya lokal. Kesadaran akan pentingnya gizi seimbang bagi anak-anak, terutama pada masa pertumbuhan, perlu ditingkatkan. Data Kementerian Kesehatan dan Poltekkes Jayapura (2024) menunjukkan bahwa kelompok balita usia 12–59 bulan merupakan salah satu yang paling rentan terhadap masalah gizi. Penelitian ini fokus pada pemanfaatan sumber daya lokal seperti daun kelor dan ikan tuna yang melimpah di wilayah ini namun belum dimanfaatkan secara optimal sebagai bahan produk pangan. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah melatih ibu rumah tangga di RT 03 Kampung Buton, Kelurahan Yabansai, untuk mengolah sumber daya tersebut menjadi produk pangan bergizi dan inovatif seperti kripik ikan tuna daun kelor, yang dapat meningkatkan pendapatan keluarga dan mendukung ketahanan pangan serta gizi masyarakat.
Model Dinamika Sistem Pengelolaan Hutan Lindung Berbasis Causal Loop Diagram Widiastuty, Wiwid; Walukow, Auldry F.; Siallagan, Johnson; Manalu, Janviter; Warpur, Maklon
Jurnal Inovasi Global Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Inovasi Global
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jig.v4i4.529

Abstract

Protected forest management is a complex issue because it is influenced by the interaction of interrelated social, economic, and environmental factors. Sectoral approaches are often not able to explain the cause-and-effect relationship comprehensively, so a dynamic systems approach is needed. This research aims to analyze the management system of protected forests using a causal loop diagram (CLD) approach in Mamberamo Tengah Regency. The research employed a mixed-method approach, including questionnaires, interviews, and land cover change analysis. The results indicate that forest management is influenced by the interaction of social, economic, and environmental factors. Reinforcing loops are dominated by economic dependency and forest exploitation, leading to increased forest degradation. Meanwhile, balancing loops are formed through improved knowledge, awareness, and government support, which promote conservation and forest protection. Key leverage points include alternative economic development, community education, institutional strengthening, and control of external exploitation. The model highlights the importance of a system dynamics approach for sustainable forest management.
Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Melalui Usaha Ternak Sapi di Kampung Dorba - Betaf II, Distrik Pantai Timur, Kabupaten Sarmi Basa T. Rumahorbo; Maklon Warpur; Lolita Tuhumena; Popi Ida Laila Ayer; Efray Wanimbo
Sipakaraya : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026): Sipakaraya : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/sipakaraya.v4i2.5783

Abstract

Program pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui usaha ternak sapi di Kampung Dorba–Betaf II, Distrik Pantai Timur, Kabupaten Sarmi bertujuan meningkatkan kesejahteraan peternak melalui optimalisasi potensi lokal. Kegiatan dilakukan dengan metode pelatihan langsung (on-job training) dan demonstrasi plot (demplot) yang berfokus pada peningkatan pengetahuan dan keterampilan peternak dalam manajemen nutrisi, reproduksi, serta pemanfaatan pakan alternatif berupa Urea Molasses Block (UMB). Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan peternak dalam pembuatan dan penggunaan UMB, yang berdampak pada peningkatan konsumsi pakan, efisiensi pencernaan, dan produktivitas ternak. Program ini juga mendorong pemanfaatan limbah ternak menjadi pupuk organik sehingga mendukung keberlanjutan usaha. Dengan demikian, penerapan teknologi UMB berkontribusi terhadap peningkatan pendapatan peternak dan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Pelatihan Pembuatan Kripik Ikan Tuna Daun Kelor Pada Ibu-Ibu Rumah Tangga RT 03 Kampung Buton Kelurahan Yabansai Distrik Heram Maklon Warpur; Yunus P. Paulangan; Vera Kostansie Mandey; Popi Ida Laila Ayer; Lolita Tuhumena; Kristoporus Rumbiak; Efray Wanimbo; Korinus Rejau
Sipakaraya : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026): Sipakaraya : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/sipakaraya.v4i2.6217

Abstract

Pemberdayaan masyarakat merupakan strategi penting untuk meningkatkan kualitas hidup, khususnya dalam memperkuat ketahanan ekonomi rumah tangga. Perempuan, terutama ibu rumah tangga, memiliki peran strategis dalam mengelola ekonomi keluarga dan pemenuhan kebutuhan gizi anak. Potensi ini dapat dimaksimalkan melalui pengembangan ide kreatif dan inovatif dalam pengolahan produk pangan berbasis sumber daya lokal. Kesadaran akan pentingnya gizi seimbang bagi anak-anak, terutama pada masa pertumbuhan, perlu ditingkatkan. Data Kementerian Kesehatan dan Poltekkes Jayapura (2024) menunjukkan bahwa kelompok balita usia 12–59 bulan merupakan salah satu yang paling rentan terhadap masalah gizi. Penelitian ini fokus pada pemanfaatan sumber daya lokal seperti daun kelor dan ikan tuna yang melimpah di wilayah ini namun belum dimanfaatkan secara optimal sebagai bahan produk pangan. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah melatih ibu rumah tangga di RT 03 Kampung Buton, Kelurahan Yabansai, untuk mengolah sumber daya tersebut menjadi produk pangan bergizi dan inovatif seperti kripik ikan tuna daun kelor, yang dapat meningkatkan pendapatan keluarga dan mendukung ketahanan pangan serta gizi masyarakat.
Strategy for Implementing the Tiatiki Concept in Conservation Resource Amida Laurita Snahan; Basa T. Rumahorbo; Yanviter Manalu; Maklon Warpur; Johnson Sialagan
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 10 No 4 (2024): April
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v10i4.7074

Abstract

Strategy is a plan that is intended to achieve the desired goal, or in other words, Strategy is a long-term plan that is prepared to lead to the achievement of certain goals and targets, while the Coastal area is a transition area between land and sea ecosystems which is influenced by changes on land and sea. Research on strategies for implementing the Tiatiki concept in coastal resource conservation in Tabla Supa Depapre village, Jayapura Regency was carried out in August-October 2023 using survey and interview methods. Next, data analysis can be carried out using SWOT analysis. The results of data analysis show that there are 5 strategies for conserving coastal resources in Tabla Supa Village, Depapre District, Jayapura Regency: Developing tourism by involving the community and local wisdom, Increasing community capacity in managing coastal and marine resources in a sustainable manner based on local wisdom, Utilizing local wisdom through the Tabla Supa village community institution in minimizing the negative impacts of using coastal resources that are not environmentally friendly, managing coastal area resources with an integrated system based on community-based management and involving the community and increasing community understanding, especially the younger generation, about the values of local wisdom including Tiatiki by Village community organizations.
Struktur Vegetasi Hutan Mangrove dan Pemanfaatannya di Kampung Ababiaidi Distrik Supiori Selatan Kabupaten Supiori Maklon Warpur
Jurnal Biodjati Vol 1 No 1 (2016): Jurnal Biodjati, Volume I, Nomor 1, November 2016
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/biodjati.v1i1.1040

Abstract

Abstrak. Ekosistem hutan mangrove merupakan suatu vegetasi yang tumbuh di lingkungan estuaria pantai yang dapat ditemukan pada garis pantai tropika dan subtropika yang memiliki fungsi secara ekologi, biologi, ekonomi dan  sosial  budaya, namun  saat ini keberadaannya telah mengalami degradasi akibat pemanfaatan yang kurang tepat, dan/atau mengalami perubahan fungsi. Penelitian tentang struktur vegetasi hutan mangrove di kampong Ababiaidi Distrik Supiori Selatan Kabupaten Supiori dilakukan pada bulan November 2015 dengan tujuan untuk mengetahui struktur vegetasi hutan mangrove dan pemanfaatannya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan ekologi/biologi dan pendekatan antropologi. Dari hasil analisis vegetasi, ditemukan sebanyak 12 jenis tumbuhan mangrove.  Rhizophora apiculata merupakan jenis yang dominan pada tingkat pohon dengan nilai kerapatan 809,34 individu/Ha dengan indeks nilai penting (INP) 51,98  kemudian diikuti Rhizophora stylosa dengan nilai kerapatan 721,67 individu/Ha dengan dengan indeks nilai penting (INP) 44,01. Pada tingkat belta Rhizophora stylosa merupakan jenis yang dominan dengan nilai kerapatan 488,33 individu/Ha dengan dengan indeks nilai penting (INP) 63,26 kemudian Rhizophora apiculata dengan nilai kerapatan 416,67 individu/ Ha dengan dengan indeks nilai penting (INP) 49,32. Pada tingkat semai Rhizophora stylosa  merupakan jenis dominan dengan nilai kerapatan 916,67 individu/Ha dengan dengan indeks nilai penting (INP)  33,07 dan Rhizophora apiculata dengan nilai kerapatan 800 individu/Ha dengan  dengan indeks nilai penting (INP) 29,47. Berdasarkan hasil wawancara dari 12 jenis tumbuhan mangrove yang ditemukan dalam plot pengamatan 9 jenis dimanfaatkan sebagai bahan bangunan, 11 sebagai sumber kayu bakar, 3 jenis sebagai obat-obatan dan 4 jenis untuk keperluan lainnya.Kata kunci: Hutan mangrove, kampung AbabiaidiAbstract. Mangrove forest is a vegetation that grows in the estuary beaches can be found on the shoreline tropical and subtropical who has the function of ecological, biological, economic and social culture, but now its existence has been degraded by the use of a less appropriate, and / or changing function. Research on the structure of mangrove forest vegetation in the village Ababiaidi Supiori District of Southern District Supiori conducted in November 2015 with the aim to determine the structure of mangrove forest vegetation and utilization. The method used in this research is the approach of ecological / biological and anthropological approach. From the analysis of vegetation, found as many as 12 species of mangrove plants. Rhizophora apiculata is the dominant species on the level of a tree with a density value of 809.34 individuals / ha with an important value index (IVI) 51.98 followed Rhizophora stylosa with a density value of 721.67 individuals / ha with the important value index (IVI) 44 01. At the level of Rhizophora belta stylosa is the dominant species with a density value of 488.33 individuals / ha with the important value index (IVI) 63.26 then Rhizophora apiculata with a density value of 416.67 individuals / ha with the important value index (IVI) 49 , 32. At the seedling stage Rhizophora stylosa a dominant species with a density value of 916.67 individuals / ha with the important value index (IVI) 33.07 and Rhizophora apiculata had density of 800 individuals / ha with the important value index (IVI) 29.47. Based on interviews of 12 mangrove species found in the observation plot 9 species used as building material, 11 species as a source of firewood, 3 species as drugs and 4 species for other purposes.Keywords: mangrove forests, Ababiaidi villages.
Co-Authors Aditya Krishar Karim Aditya Krishar Karim Agamawan, Lalu Panji I. Albida Rante Tasak, Albida Rante Amida Laurita Snahan Auldry Fransje Walukouw Ayomi, Erna Ferderika Baigo Hamuna Baigo Hamuna Baigo Hamuna Baransano, Natan Bara’padang, Barnabas Barnabas Barapadang Barnabas Barapadang Basa T Rumahorbo Berlian Yonanda Andrianto Efray Wanimbo Ervina Indrayani Finnyalia Napitupulu Floriana Kabelen Floriana Kabelen Helena G Burok Helena G. Burok Helena G. Burok, Helena G. Heri Purnomo Himawan Himawan Hisya, Muhammad Ign Joko Suyono Indrayani, Elvina Izaac, Fransina A. John D Kalor Johnson Sialagan Johnson Siallagan JOHNSON SIALLAGAN Johnson Siallagan Kainama, Tamara Louraine Jeanette Kalep Segenil Kalvin Paiki Kalvin Paiki Kedebak, Novita Korinus Rejau Korinus Rejauw Korinus Rejauw Kristhopholus Rumbiak Kristhopolus K. Rumbiak Kristoporus Rumbiak Krithopolus Rumbiak Lalu Panji Imam Agamawan Linus Y. Chrystomo Linus Y. Chrystomo Linus Y. Chrystomo Lisiard Dimara Liyatin Gea Lolita Tuhumena Manalu, Janviter Manalu, Khristhoper Aris Arianto Mandey, Vera Kostansie Mantayborbir, Vyona Misbach, Imam Muhammad Hisyam Natan Baransano Natan Baransano Pakpahan, Marianti Merry Paulangan, Yunus P. Paulangan, Yunus Pajanjan Pisi Bethania Titalessy Popi Ida Laila Ayer Ramba, Fitria Yunia Rejau, Korinus Rejauw, Korinus Riando, Kopanye Risakotta, Tesalonika Kezia Rosye H.R. Tanjung Roy Salinding Rumahorbo, Basa Tunggul Rumbiak, Kristoporus Saramuke, Dina Mathilda Suharyadi Suharyadi Syamsuddin, Indri Hapsari Tamara Kainama Tangkelayuk, Herman Tatang Sutarman Tomasila, Leopold Arthur Tonapa, Veronika Gina Umbekna, Sara Walukouw, Auldry F Wambrauw, Daniel Wanimbo, Efra Wanimbo, Timiron Widiastuty, Wiwid Yanviter Manalu Yenusi, Tien Nova B. Yuliana H. Rumsarwir Yunus P. Paulangan Yunus Pajanjan Paulangan Yunus Pajanjan Paulangan Yusak Maryunianta