Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

REVIEW: GREEN ANALYTICAL CHEMISTRY: SOLID PHASE MICROEXTRACTION (SPME) DAN PRESSURIZED FLUID EXTRACTION (PFE) UNTUK PENENTUAN POLSIKLIK AROMATIK HIDROKARBON (PAH) wati, Rina
Analit : Analytical and Environmental Chemistry Vol. 2, No. 01 April (2017) Analit : Analytical and Environmental Chemistry
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/aec.v2i1.2017.p

Abstract

Konsep Green Analytical Chemistry (GAC) berasal dari konsep Green Chemistry yang mengutamakan metode analisis dengan meminimalkan penggunaan pelarut,  waktu, energi, biaya, toksisitas dan limbah yang dihasilkan.  Selama ini untuk menganalisis polisiklik aromatik hidrokarbon (PAH) di perairan dilakukan dengan teknik ekstraksi cair-cair, sedangkan untuk menganalisis PAH di sedimen dilakukan dengan teknik ekstraksi soklet. Hasil ekstraksi kemudian dimurnikan dengan menggunakan kolom kromatografi, dipekatkan, diuapkan, dan diidentifikasi dengan alat khromatografi gas. Kedua metode preparasi sampel ini  memerlukan jumlah pelarut yang banyak dan proses preparasi yang lama sehingga berpotensi menimbulkan pencemaran dan hilangnya analit selama analisis. Teknik ekstraksi Solid Phase Microextraction (SPME) dan Pressurized Fluid Extraction (PFE) merupakan teknik ekstraksi yang dikembangkan untuk memenuhi kaidah GAC dengan cara mengurangi jumlah pelarut, biaya dan waktu ekstraksi sehingga menjadi lebih ramah lingkungan.  Kedua jenis ekstraksi tersebut telah diterapakan untuk menentukan profil PAH pada sampel perairan pemukiman di pesisir  Teluk Lampung dan sedimen yang berasal dari Teluk Jakarta.
PENENTUAN KANDUNGAN ZAT PADAT (TOTAL DISSOLVE SOLID DAN TOTAL SUSPENDED SOLID)DI PERAIRAN TELUK LAMPUNG wati, Rina; Hidayat, Diky; Suprianto, R.; Dewi, Putri Sari
Analit : Analytical and Environmental Chemistry Vol. 1, No. 01 October (2016) Analit : Analytical and Environmental Chemistry
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/aec.v1i1.2016.p

Abstract

Penelitian tentang penentuan kadar Total Dissolve Solid (TDS) dan Total Suspended Solid (TSS) pada air laut telah dilakukan di sekitar perairan Teluk Lampung.  Penentuan kadar TDS dan TSS ditentukan dengan menggunakan metode gravimetri. Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi TDS berada pada rentang 27.868 ppm sampai dengan 36.642 ppm, sedangkan konsentrasi TSS berada pada rentang 64 ppm sampai dengan 118 ppm.  Konsentrasi TSS pada sebagian besar lokasi sampling telah melebihi baku mutu berdasarkan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No 51 Tahun 2004 yang menunjukkan tingginya zat padat yang masuk ke perairan sehingga dapat menjadi indikator awal adanya pencemaran di perairan Teluk Lampung.
Rancang Bangun Sistem Informasi Akademik Berbasis Microservices Wati, Rina; Andriyani, Novita; Priyono, Priyono; Susilowati, Tri
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4006

Abstract

Sistem Informasi Akademik (SIA) merupakan komponen penting dalam mendukung proses akademik di perguruan tinggi, mulai dari pengelolaan data mahasiswa hingga pengolahan nilai. Seiring meningkatnya jumlah pengguna dan kompleksitas layanan, sistem berbasis arsitektur monolitik sering mengalami kendala performa, skalabilitas, dan pemeliharaan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun Sistem Informasi Akademik berbasis arsitektur microservices guna meningkatkan kinerja dan stabilitas sistem. Arsitektur microservices diterapkan dengan memecah sistem ke dalam beberapa layanan independen yang saling berkomunikasi melalui REST API. Metode penelitian yang digunakan meliputi analisis kebutuhan, perancangan arsitektur microservices, implementasi layanan, serta pengujian performa. Implementasi dilakukan menggunakan Laravel sebagai framework backend, Docker sebagai teknologi containerization, MySQL sebagai basis data, dan Nginx sebagai API Gateway. Pengujian performa dilakukan menggunakan Apache Benchmark dengan tiga skenario beban, yaitu 100, 500, dan 1000 request, serta direplikasi sebanyak tiga kali untuk memperoleh hasil yang konsisten. Parameter yang diukur meliputi waktu respons, throughput, dan tingkat error. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem berbasis microservices memiliki waktu respons yang lebih cepat, throughput yang lebih tinggi, dan stabilitas layanan yang lebih baik dibandingkan sistem monolitik. Pada beban tinggi, microservices mampu mengurangi waktu respons secara signifikan dan tidak menunjukkan adanya error, sementara sistem monolitik mengalami penurunan performa. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa arsitektur microservices efektif diterapkan pada Sistem Informasi Akademik dan berpotensi meningkatkan kualitas layanan akademik. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi institusi pendidikan dalam mengadopsi arsitektur sistem yang lebih skalabel dan berkelanjutan.