Claim Missing Document
Check
Articles

Implementasi Strategi Pendidikan Islam Multikultural dalam Membangun Etika dan Moral Generasi Milenial di SMA Negeri 4 Tualang : Penelitian Suhada; Ary Asy’ari; M. Rizkoni Salis; Devi Fatwanti; Devfy Kartikasari; Fatoni Achmad; Syaiful Dinata
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.5050

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menemukan strategi, langkah-langkah strategis, dan model pembangunan etika serta moral generasi milenial di SMA Negeri 4 Tualang dalam perspektif pendidikan Islam multikultural. Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif dengan jenis participatory action research (PAR). Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan metode kualitatif oleh Spradley, yang mencangkup empat tahap utama, yakni analisis domain, analisis taksonomi, analisis komponensial, dan identifikasi tema-tema budaya. Hasil dari penelitian ini mengungkapkan bahwa: Mahasiswa memahami etika dan moral, tetapi menghadapi tantangan globalisasi. Kejujuran, tanggung jawab, toleransi, dan kepedulian sosial berkembang, namun masih ada kasus plagiarisme dan kurangnya partisipasi sosial. Pembangunan etika dan moral dilakukan melalui strategi integrasi kurikulum dan keteladanan guru, langkah penguatan dialog lintas budaya serta pengabdian masyarakat, serta penerapan model pendidikan integratif dan experiential learning untuk meningkatkan kesadaran serta praktik moral siswa dalam kehidupan sehari-hari.
Think Tank: Peran dalam dunia pendidikan Islam Sungkowo, Andri; Khotimah, Husnul; Wahib, Ahmad; Habibi, Surya; Hasani, Salman; Achmad, Fatoni; Dinata, Syaiful
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/itjmie.v7i1.22902

Abstract

This study aims to analyze the role of Think Tanks in the development of Islamic education, particularly in policy formulation, strengthening governance and management, and transforming the Islamic education system in the era of globalization and technological disruption. This study uses a qualitative approach with library research methods through critical analysis of various scientific sources such as reputable journals, academic books, and relevant policy documents. Data analysis techniques are carried out through data reduction, data presentation, and systematic drawing of conclusions. The results show that Think Tanks have a strategic role as centers for knowledge production, policy analysis, and advocacy based on empirical research that can produce adaptive, contextual, and sustainable Islamic education policies. Think Tanks also contribute significantly to strengthening strategic planning, visionary leadership, human resource management, quality assurance, and the digitalization of Islamic education management. In addition, Think Tanks act as agents of transformation that encourage the integration of Islamic values with 21st-century competencies, digital literacy, and the strengthening of moderate character. This study confirms that strengthening the role of Think Tanks is an urgent need in building a holistic, innovative, and globally competitive Islamic education system without losing its Islamic identity. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Think Tank dalam pengembangan pendidikan Islam, khususnya dalam formulasi kebijakan, penguatan tata kelola dan manajemen, serta transformasi sistem pendidikan Islam di era globalisasi dan disrupsi teknologi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research) melalui analisis kritis terhadap berbagai sumber ilmiah berupa jurnal bereputasi, buku akademik, serta dokumen kebijakan yang relevan. Teknik analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan secara sistematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Think Tank memiliki peran strategis sebagai pusat produksi pengetahuan, analisis kebijakan, dan advokasi berbasis riset empiris yang mampu menghasilkan kebijakan pendidikan Islam yang adaptif, kontekstual, dan berkelanjutan. Think Tank juga berkontribusi signifikan dalam penguatan perencanaan strategis, kepemimpinan visioner, pengelolaan sumber daya manusia, penjaminan mutu, serta digitalisasi manajemen pendidikan Islam. Selain itu, Think Tank berperan sebagai agen transformasi yang mendorong integrasi nilai-nilai keislaman dengan kompetensi abad ke-21, literasi digital, dan penguatan karakter moderat. Penelitian ini menegaskan bahwa penguatan peran Think Tank merupakan kebutuhan mendesak dalam membangun sistem pendidikan Islam yang holistik, inovatif, dan berdaya saing global tanpa kehilangan identitas keislamannya..
Pemikiran Pendidikan Islam Ibnu Rusyd dalam Bingkai Filsafat Rasional Aidil Fitri; Diana; Mukhtar Zaini Dahlan; Hatta; Mar’atun Sholiha; Fatoni Achmad
Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 5 No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Contemporary Islamic education still faces an epistemological problem in the form of a dichotomy between religious knowledge and rational knowledge, which has resulted in a weak tradition of critical and integrative thinking among students. This condition demands an effort to reconstruct the paradigm of Islamic education that is able to integrate reason and revelation harmoniously. This study aims to analyze Ibn Rushd's Islamic educational thought within the framework of rational philosophy and its relevance to the development of contemporary Islamic education. This study uses a qualitative approach through document study with primary data sources in the form of Ibn Rushd's works and secondary sources in the form of books, journal articles, theses, and relevant proceedings. Data collection techniques were carried out through systematic literature searches, while data analysis uses content analysis methods to examine the educational concepts contained in Ibn Rushd's thought. The results of the study indicate that Ibn Rushd's concept of Islamic education is built on the foundation of integration between reason and revelation as two complementary sources of knowledge. Education is seen as a process of developing rational, spiritual, and moral potential in a balanced manner, with the aim of forming individuals who are knowledgeable, moral, and critical thinkers. In terms of curriculum, Ibn Rushd emphasized orientation toward religious goals, the formation of noble morals, and the strengthening of systematic and rational academic reasoning. Meanwhile, the educational methods he developed were based on a demonstrative approach (burhānī), dialogue, discussion, and the use of inductive and deductive methods. These findings confirm that Ibn Rushd's thinking has strategic relevance in formulating an integrative, rational, and contextual paradigm for Islamic education, in order to address the challenges of education in the modern era.