Claim Missing Document
Check
Articles

PEMANFAATAN LIMBAH CAIR INDUSTRI TAHU UNTUK PRODUKSI BIOMASSA MIKROALGA Nannochloropsis Sp SEBAGAI BAHAN BAKU BIODIESEL Widayat Widayat; H Hadiyanto
Reaktor Volume 15 No.4 Oktober 2015
Publisher : Dept. of Chemical Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (359.691 KB) | DOI: 10.14710/reaktor.15.4.253-260

Abstract

Indonesia is one of one of productive tofu producer both for industry or home made scale. Tofu industries contribute wastewater up to 20 millions cubic meter (m3) per year. Currently, tofu waste water was treated by anaerobic and aerobic methods which reveal some disadvantages. To overcome the disadvantages of both methods, wastewater of tofu industry was used as a medium for the cultivation of microalgae. Nannochloropsis sp is one of microalgae species which has high content of lipid and thus can be converted to biodiesel. This study examined the growth rate, biomass productivity, reduced organic levels of COD and BOD, and total lipid of microalgae Nannochloropsis sp which cultivated in tofu wastewater medium. The optimum growth of Nannochloropsis sp was found at 20% vol of liquid waste water which produce lipids of 34.25 % and also can reduce COD up to 77.40 %. The optimum nutrients of NaHCO3 was showed at the composition of 70 mg / L which decrease COD up to 78.81 % and produce lipids 16.841 %. The addition of nutrition every 4 days was able to reduce the COD up to 81.835 % and produce 14.195 % yield of lipids.  Keywords: tofu wastewater, Nannochloropsis sp., biodiesel, COD & BODAbstrak Indonesia merupakan salah satu negara penghasil tahu yang cukup produktif baik skala industri maupun rumahan. Industri tahu menyumbang limbah cair mencapai 20 juta meter kubik (m3) per tahun. Pada saat ini pengolahan limbah tahu cair dilakukan dengan metode anaerobik maupun aerobik. Akan tetapi kedua metode tersebut memiliki beberapa kelemahan. Untuk mengatasi kelemahan kedua metode tersebut, limbah tahu cair dapat dimanfaatkan sebagai media kultivasi mikroalga. Nannochloropsis sp merupakan  mikroalga yang mampu menghasilkan lipid  yang besar tersebut dapat dikonversi menjadi salah satu energi alternative biodiesel. Dalam penelitian ini dikaji laju pertumbuhan, produktivitas biomassa, penurunan kadar organik COD dan BOD, dan total lipid mikroalga jenis Nannochloropsis sp yang dikultivasi pada medium limbah tahu cair. Pertumbuhan Nannochloropsis sp. optimum pada medium 20% volume limbah tahu cair yang menghasilkan lipid sebanyak 34,25% dan dapat menurunkan COD hingga 77,40%.  Penambahan nutrisi NaHCO3optimum pada komposisi 70 mg/l yang mampu menurunkan COD sebesar 78,81% dan menghasilkan lipid sebanyak 16,841%. Waktu penambahan nutrisi setiap 4 hari sekali mampu menurunkan COD sebesar 81,835% dan menghasilkan lipid sebesar 14,195%. Keywords: limbah tahu, Nannochloropsis sp., biodiesel, COD & BOD
Kinetic Study of Kapok Seed Oil Esterification using BMIM-PF6 Catalyst Bagus Agang Sudrajat; Widayat Widayat; Ngurah Widiantara; Hantoro Satriadi; Maria Siahaan; Wira Pinem
Reaktor Volume 20 No.3 September 2020
Publisher : Dept. of Chemical Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.164 KB) | DOI: 10.14710/reaktor.20.3.138-149

Abstract

Biodiesel offers better combustion efficiency, lower sulfur content and aromatic compounds, higher cetane numbers than diesel fuel, biodegradable and renewable properties that are not possessed by conventional fuels such as diesel fuel. This study aims to study the modeling of esterification process of Kapok seed oil using 3 % liquid ionic catalyst 1-Butyl-3-MethydidazoliumHexafluorophosphate (BMIM-PF6). The validation results of reaction kinetic models for experiments and simulations provide an adjacent correlation value, that is R2 = 0.99526, with the rate constant value (k) based on experimental data are 0.003815 L/mol.s and 0.0038 L/mol.s for the simulation data. Based on the simulation results, the proper reaction order for this esterification reaction is the first order reaction equation with a value of R2 = 0.99526, while the second order reaction gives the value R2 = 0.89453. The reaction kinetics parameters obtained from the experimental results are A = 0.012 L/mol.s and -Ea = -0.437 kJ/mol, while the reaction parameters of the simulation are A = 1.0384 L/mol.s and -Ea = -89.5 kJ/mol.Keywords: Esterification, Ionic Liquid Catalyst, Kinetic
Biofiksasi CO2 Oleh Mikroalga Chlamydomonas sp dalam Photobioreaktor Tubular Hadiyanto Hadiyanto; W Widayat
Reaktor Volume 15, No.1, APRIL 2014
Publisher : Dept. of Chemical Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (75.288 KB) | DOI: 10.14710/reaktor.15.1.37-42

Abstract

Mikroalga memiliki potensi dalam membiofiksasi CO2 dan dapat dimanfaatkan untuk mengurangi kadar CO2 dalam gas pencemar. Pertumbuhan mikroalga sangat dipengaruhi oleh konsentrasi gas CO2 di dalam gas pencemar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeetahui kemampuan mikroalga Chlamydomonas sp yang dikultivasi dalam photobioreaktor tubular dalam penyerapan gas CO2 serta untuk mengetahui konsentrasi maksimum gas CO2 dalam umpan untuk memproduksi biomasa mikroalga yang optimal. Percobaan dilakukan dnegan memvariasi laju alir dari 0.03 -0.071 L/menit dan konsentrasi CO2 dalam umpan 10-30%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biomasa mikroalga dapat diproduksi dengan maksimal dengan konsentrasi gas CO2 20% dengan laju alir 0.07 L/min. Semakin tinggi laju alir maka produksi biomasa alga semakin besar. Kecepatan pertumbuhan alga maksimum terjadi pada 0.31 /hari. Pada konsentrasi gas CO2 30%, terjadi substrate inhibition yang disebabkan carbon dalam bentuk ion bicarbonate tidak dapat dikonsumsi lagi di dalam kultur alga. Kata kunci : Mikroalga, chlamydomonas sp, biofiksasi CO2, biogas Abstract Microalgae have a potential for CO2 biofixation and therefore can be used to reduce the CO2 concentration in the gas pollutants. Moreover, microalgae growth is strongly affected by the concentration of CO2 in the exhaust gas pollutants. The objective of this research was to investigate the ability of microalgae Chlamydomonas sp which was cultivated in a tubular photobioreactor for CO2 absorption as well as to determine the maximum concentration of CO2 in the feed gas to obtain optimum microalgae biomass. The experiments were performed by varying the gas flow rate of 0.03 -0.071 L / min and the concentration of CO2 in the feed of 10-30%. The results showed that the maximum biomass of microalgae can be produced with CO2 concentration of 20% vol with a flow rate of 0.07 L / min. The result also showed that increasing the gas flow rate, the greater of the production of algal biomass and the maximum algae growth rate occurred at 0.31 / day. At a concentration of 30% CO2 gas, it occurs a substrate inhibition due to inefficient of bicarbonate use by algae culture.
Diethyl Ether Production Process with Various Catalyst Type Widayat Widayat; Achmad Roesyadi; Muhammad Rachimoellah
International Journal of Science and Engineering Vol 4, No 1 (2013)
Publisher : Chemical Engineering Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1712.041 KB) | DOI: 10.12777/ijse.4.1.6-10

Abstract

Several H-zeolite and HZSM-5 catalysts was preparated and their characters have also been investigated. H-zeolit Catalyst was preparated from Natural Zeolite that obtained from Malang District and Gunung Kidul District. Diethyl ether was produced by Ethanol with concentration of 95%. This research use fixed bed reactor that 1 gram of catalyst as bed catalyst, atmospheric pressure and temperature 140oC as the operating condition. Ethanol vapor from vaporization tank was driven by 200 ml/min Nitrogen stream. The responds in this research is liquid product concentration; diethyl ether, ethanol, methanol and water concentration. The results showed that the largest ethanol conversion was produced by the use of 56.44% HZSM-5 and the largest yield of diethyl ether diethyl was produced by the use of alumina and H-zeolite catalyst. The larger ratio between natural zeolite with HCl solvent will produce the larger surface area of catalyst and ethanol conversion. The largest ethanol conversion was produced at reactan ratio 1:20. [Keywords:  catalyst; ethanol conversion; dehydration process; yield of diethyl ether; natural zeolite].
UJI KARAKTERISTIK PADA PREPARASI KATALIS Zn/ZEOLIT Suroso Agus Saputro; Enda Merizki br Ginting; Widayat Widayat
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2015): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 6 2015
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Upaya yang dapat dilakukan untuk memaksimalkan kerja dari zeolit yakni dengan melakukan proses aktivasi dan modifikasi sebagai bahan pengemban logam aktif atau yang biasa disebut dengan impregnasi. Modifikasi zeolit dengan impregnasi menggunakan logam Zinc didasarkan pada upaya memperbaiki kinerja katalis logam murni, karena memiliki stabilitas termal rendah, mudah mengalami penurunan luas permukaan dan terjadi sintering (penggumpalan) serta tingginya harga dan biaya pemakaian. Perlakuan pengemban logam pada padatan zeolit melalui impregnasi akan menjadikan logam dalam zeolit sebagai katalis bersifat bifungsional. Zeolit disentesa terlebih dahulu dari waterglass dan  Al2(SO4)3.18H2O. Modifikasi zeolit sintesa dimulai dengan proses aktivasi dengan cara dikalsinasi pada suhu 800oC selama 5 jam. Penambahan logam Zinc pada zeolit digunakan larutan ZnSO4.7H2O  dengan konsentrasi 2%; 3%; 4%; 5%, dan 6%. Zeolit modifikasi dikarakterisasi kristalinitasnya dengan analisis XRD. Untuk luas permukaan dianalisa dengan BET. Analisa morfologi permukaan digunakan SEM dan untuk mengetahui kandungan unsur digunakan XRF. Hasil karakterisasi menggunakan XRD menunjukkan zeolit sintesa menghasilkan kristalinitas sebesar 15,95% . Luas permukaan dari analisa BET dari hasil impregnasi logam Zn 2%; 3%; 4%,5%, dan 6% secara berurutan adalah 0,402; 0,631; 1,027; 0,887 dan 0,801 m2/g. Analisis SEM menunjukkan morfologi yang sama setelah dilakukan impregnasi dengan berbagai konsentrasi. Kata kunci : impregnasi,  logam Zn, Difraksi sinar-X, luas permukaan
PROSES EKSTRAKSI MINYAK DARI LIMBAH PADAT BIJI KARET BERBANTU GELOMBANG MIKRO Achmad Wildan; Indah Hartati; Widayat Widayat
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 10, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v10i1.954

Abstract

Karet  (Hevea  brasiliensis  Muell.  Arg)  merupakan  salah  satu  hasil  pertanian yang  banyak menunjang  perekonomian  Negara.  Selain  menghasilkan  lateks, perkebunan  karet  juga menghasilkan biji karet. Biji karet mempunyai kandungan minyak yang sangat tinggi.  Minyak biji karet mengandung asam asam lemak yang bermanfaat dan bernilai ekonomi tinggi seperti stearat,  oleat,  linoleat  dan  linolenat.  Pada  metode  mekanik  atau  pengepresan,  diperoleh rendemen  minyak  biji  karet  sekitar  20  hingga  30%.  Padahal  kandungan  minyak  dalam  biji karet adalah sekitar 50 – 60%. Dengan demikian kandungan minyak yang tersisa dalam dalam limbah padat biji karet masih banyak. Proses pengambilan minyak dari limbah padat biji karet dapat   dilakukan  dengan  metode  ekstraksi  berbantu  gelombang  mikro.  Tujuan  penelitian  ini adalah  penggunaan  beberapa  variabel  proses  untuk  mendapatkan  jumlah  rendeman  minyak limbah  padat  biji  karet  yang  optimum  dengan  beberapa  pelarut  menggunakan  metode ekstraksi berbantu gelombang mikro   serta analisa sifat fisika kimia dari minyak limbah padat biji  karet  tersebut.  Penelitian ini  menggunakan  pelarut  n-heksana,  etil  asetat  dan  etanol. Variabel  yang  digunakan  adalah  jumlah  sirkulasi   serta  perbandingan  bahan  dan  pelarut. Hasil penelitian kadar optimum rendemen minyak dari limbah padat biji karet diperoleh 38, 98 % dengan menggunakan pelarut n-heksana, dengan jumlah sirkulasi 30 kali dan perbandingan bahan dan pelarut = 1 : 20 dan ukuran partikel 1mm. Hasil analisa fisika kimia  untuk  minyak dengan  kondisi  optimum  tersebut  diperoleh  antara  lain  viskositas   56,4261  cp,  bobot  jenis 0,9298, indeks bias  1,468  , bilangan iod  148,5670    mg/g, bilangan penyabunan  178,0487  mg KOH/g, bilangan asam 38,6246 mg/g.Keyword : ekstraksi, biji karet, gelombang mikro, limbah padat
PENGARUH KONSENTRASI UMPAN DAN TEMPERATUR AWAL PADA REAKSI TRANSESTERIFIKASI BIODIESEL BERBANTUKAN ULTRASONIK DARI MINYAK GORENG SECARA KONTINU Haris Nu’man Aulia; Widayat Widayat; Setia Budi Sasongko
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 9, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v9i1.850

Abstract

Penelitian ini bertujuan mempelajari kelakuan dinamika proses transesterifikasi dari minyak goreng bekas berbantukan gelombang ultrasonik. Persamaan kinetika reaksi transesterifikasi diperoleh dari penelitian Aulia,  et al  (2012). Reaksi dijalankan dalam Reaktor Tangki Berpengaduk Aliran Kontinyu (CSTR), dimana reaktor ini memainkan peranan penting dalam industri kimia. Proses simulasi dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak SIMULINK-MATLAB. Dinamika yang dipelajari meliputi konsentrasi reaktan, produk dan  temperatur. Dinamika konsentrasi meliputi minyak, metanol, biodiesel ,dan gliserol. Dinamika temperatur meliputi temperatur reaktor dan pendingin. Dari hasil penelitian menunjukan bahwa semakin tinggi konsentrasi awal umpan minyak semakin  cepat  waktu  mencapai  steady state pada produk  biodiesel.  Semakin tinggi temperatur awal reaktor semakin cepat waktu untuk mencapai steady state. Waktu untuk mencapai steady state pada jaket pendingin tidak dipengaruhi kondisi suhu awal reaktor.   Kata kunci: dinamika, transesterifikasi,  ultrasonic, konsentrasi umpan, temperature umpan, simulink
PROSES PENGAMBILAN MINYAK DARI LIMBAH PADAT BIJI KARET DENGAN METODE EKSTRAKSI BERPENGADUK Achmad Wildan; Devina Ingrid A.; Indah Hartati; Widayat Widayat
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 9, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v9i1.841

Abstract

Karet (Hevea brasiliensis Muell. Arg) merupakan salah satu komoditas pertanian yang penting untuk Indonesia dan lingkup Internasional.  Indonesia adalah negara produsen karet alam terbesar ke dua di dunia setelah Thailand,  karet merupakan salah satu hasil pertanian yang banyak menunjang perekonomian Negara. Selain menghasilkan lateks, perkebunan karet juga menghasilkan biji karet. Biji karet mempunyai kandungan minyak yang sangat tinggi. Pada metode mekanik atau pengepresan, diperoleh rendemen minyak biji karet  sekitar  20 hingga 30%. Padahal kandungan minyak dalam biji karet adalah sekitar 50 – 60%. Dengan demikian kandungan minyak yang tersisa dalam dalam limbah padat  biji karet masih banyak. Proses pengambilan minyak dari limbah padat biji karet dapat  dilakukan dengan metode ekstraksi berpengaduk. Tujuan penelitian ini adalah penggunaan beberapa variabel proses untuk mendapatkan jumlah rendeman minyak limbah padat  biji karet yang optimum  dengan beberapa pelarut menggunakan metode ekstraksi berpengaduk serta analisa sifat fisika kimia dari minyak limbah padat biji karet tersebut dan komposisi asam lemak bebas dalam minyak tersebut. Penelitian ini menggunakan pelarut n-heksana, dietil eter dan etanol. Variabel yang digunakan adalah jumlah sirkulasi  serta perbandingan  bahan dan pelarut. Hasil penelitian kadar optimum rendemen minyak dari limbah padat biji karet diperoleh  27, 94 % dengan menggunakan pelarut n-heksana, dengan jumlah sirkulasi 30 kali dan  perbandingan bahan dan pelarut = 1 : 20 dan ukuran partikel 1mm. Hasil analisa fisika kimia untuk minyak dengan kondisi optimum tersebut diperoleh  antara lain viskositas   43,4480  cp, bobot jenis 0,9325, indeks bias 1,469  , bilangan iod 145,6379   mg/g, bilangan penyabunan 189,7314 mg KOH/g, bilangan asam 40,0097  mg/g.  Komposisi kandungan asam lemak bebas yang dianalisa menggunakan alat  GC-MS (Gas Chromatography-Mass Spectroscopy) antara lain Asam linoleat, Asam Oleat, Asam Palmitat dan Asam Stearat. Katakunci  :  ekstraksi, limbah padat biji karet, minyak biji karet ,ekstraksi berpengaduk, tanaman karet
OPTIMASI PENGAMBILAN MINYAK DARI LIMBAH PADAT BIJI KARET DENGAN METODE SOKHLETASI A. Wildan; D. Ingrid A; I. Hartati; Widayat Widayat
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 8, No 2 (2012)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v8i2.425

Abstract

Indonesia adalah negara yang kaya akan sumber daya alam nabati. Salah satunya adalah tanaman karet. Tanaman karet selain menghasilkan lateks sebagai hasil utama juga menghasilkan biji karet. Biji Karet menghasilkan minyak biji karet. Pada proses pengambilan minyak dengan metode mekanik atau pengepresan diperoleh rendemen sekitar 30%. Padahal kandungan minyak dalam biji karet adalah sekitar 50 – 60%. Dengan demikian kandungan minyak yang tersisa dalam dalam limbah padat biji karet masih banyak. Proses pengambilan minyak dari limbah padat biji karet dilakukan secara sokhletasi. Tujuan penelitian ini adalah penggunaan beberapa variabel proses untuk mendapatkan jumlah rendeman minyak limbah padat biji karet yang optimum dengan beberapa pelarut menggunakan metode sokletasi serta analisa sifat fisika kimia dari minyak limbah padat biji karet tersebut. Pada penelitian ini digunakan pelarut n-heksana, dietil eter dan etanol. Variabel yang digunakan adalah jumlah sirkulasi, perbandingan bahan dan pelarut serta ukuran partikel limbah padat biji karet. Hasil penelitian kadar optimum rendemen minyak dari limbah padat biji karet diperoleh 33, 44 % dengan menggunakan pelarut n-heksana, dengan jumlah sirkulasi 30 kali, perbandingan bahan dan pelarut = 1 : 20 dan ukuran partikel 1mm. Hasil analisa fisika kimia diperoleh antara lain viskositas 59,4358 cp, bobot jenis 0,9325, indeks bias 1,4803, bilangan iod 189,1730 mg/g, bilangan penyabunan 171,7430 mg KOH/g, bilangan asam 37.1756 mg/g.Kata Kunci : ekstraksi, limbah padat biji karet, minyak biji karet, sokhletasi, tanaman karet
PENGARUH KONSENTRASI KAPANG DAN LAJU ALIR VOLUMETRIK UDARA TERHADAP PROSES FERMENTASI ASAM SITRAT DARI LIMBAH PADAT BUAH NANAS . Widayat; . Abdullah; D. Soetrisnanto; M. Hadi
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 3, No 2 (2007)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v3i2.618

Abstract

Buah nanas mengandung karbohidrat kira-kira 13% yang terdiri dari; glukosa 1-3,2%, fruktosa 0,6-2,3% dan sukrosa 5,9-12%. Buah nanas dan limbah berpotensi sebagai bahan baku dalam pembuatan asam sitrat dengan proses fermentasi. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh konsentrai jamur dan laju alir udara terhadap proses fermentasi asam sitrat. Proses pembuatan asam sitrat yang meliputi tahapan persiapan alat, persiapan kultur Aspergillus niger, persiapan media, proses fermentasi dan analisa hasil. Produk dianalisa konsentrasi asam sitrat, asam oksalat, asam malat dan asam suksinat dengan HPLC. Variabel tetap pada penelitian ini adalah tekanan, temperatur, konsentrasi jus kulit buah nana, pH awal 4, dan nutrien N, P dan K. Variabel berubah yang dipelajari adalah laju alir udara (skala 2, skala 4, skala 6) dan konsentrasi kapang/spora Asergillus niger (1 x 107 spora,  2 x 107 spora). Hasil penelitian menunjukkan. bahwa laju alir udara akan meningkatkan produktifitas asam sitrat maupun asam oksalat dan asam malat dan konsentrasi spora juga akan meningkatkan produktifitas asam sitrat. Untuk laju alir udara volumetrik disarankan pada skala 42,4 cc/detik. Kata kunci :konsentrasi kapang Aspergillus niger, konsentasi asam sitrat,  konsentrasi asam oksalat dan malat, laju aerasi..
Co-Authors A Abdullah A Abdurrakhman Abdullah Abdullah Achmad Roesyadi Achmad Roesyadi Achmad Wildan ADE ARTA, MOCHAMAD ZAINUDIN Adi Darmawan Adit Rizky Wicaksono Afriani, Nurfika Agus Suprihanto Ahmad Juanda Ahmad Ni’matullah, Albaari Aini, Apsari Puspita Aji Baharsyah Aji Prasetyaningrum Aji, Satriyo Akbar Asfar, A.M. Iqbal Al-Baari, Ahmad N Al-Baarri, Ahmad Ni'matullah Al-Baarri, Ahmad Ni’matullah Alfareza, Muhammad Ircham Almaas Salwa, Diah Ayu Andi Friadi Andika Pradifan Andrew Bryano Kermite, Andrew Bryano Andri Cahyo Kumoro Andri Cahyo Kumoro Andrianto, Novian Andry Anggoro Arahim Anggra Widhi Anggra Widhi Anik Sarminingsih, Anik Annisa Metantya Maharani Ari Eko Prasetyo Ari Eko Prasetyo Ariadi, Ariadi Arianti Nuur Annisa Arief Budiman Aris Triwiyatno Arwan, Berriandi Aulia, Haris Nu’man B Budiyono Bacthiar, Hafni Bagus Agang Sudrajat Bakti Jos Bambang Cahyono Banowati, Tria Nita Berkah Fajar Tamtomo kiono Bernike Vemmialia Jonfita Budi Warsito Budianto, Irawan Arief Catur Pramono D. Ingrid A D. Soetrisnanto Dani Puji Utomo Danny Soetrisnanto DENNY SANJAYA Devina Ingrid A. Dita Ayu Sofiati Driastuti, Faradilla Dyah Hesti Wardhani Edward, Leonardo Ela, Hulasoh Elijah Syarief Elysia, Alvina Enda Merizki br Ginting Fauzandy Husna Setyanto Ferdy D, Erbert H Hadiyanto H M Rachimoellah H Satriadi H. Satriadi H. Satriadi Hadiyanto Hadiyanto Hanapi bin Mat Hanapi bin Mat Handung Nuryadi Hanifa Zakiyatul Urbach Hantoro Satriadi Hantoro Satriadi Hantoro Satriado Haris Nu'man Aulia Haris Nu’man Aulia Hasanah, Alfi Hendra Try Ardianto Hendro, Andika Heru Susanto Hesti Rahayu I. Hartati Ika Windrianto K. Handono Indah Hartati Iqbal Mubarak Irawan Arif Budianto Irayani, Indah Jafron Wasiq Hidayat Johnner P Sitompul Khoirun Nisa Kurdianto Kurdianto Kurnia, Atik Kusdiantini, Endang Kusmiyati, K Lukman Hakim Firdaus Luqman Buchori Luqman Buchori M. Djaeni M. Hadi M. Hadi M. Hadi Makrufah Hidayah I Marcelinus Christwardana Maria Siahaan Marta Chandra Anikke Putri Masyhad Masyhad Meiny Suzery Melati, Emilla Mhd. Adithia Perdana Arman Mochamad Arief Budihardjo MSK. Tony Suryo Utomo Muchammad Muchammad Muhammad Farizan Praevia Muhammad Hilmazar Hawari Muhammad Rachimoellah Muhammad Rachimoellah Muhammad Syukri Hasan Muhammad Syukri Hasan Nabilla Salma Listyawijayanti Nasir, Yahya Ndaru Okvitarini Ngadiwiyana M.Si. S.Si. Ngurah Widiantara Ni'matuzahroh Ni'matuzahroh Novianti, Khusnul Rofida Noviyanto, Sigit Nur Rokhati Nurjannah, Rifa Nurul Yaqin Pandapotan, Boris Poltak Prakoso, Satrio Budi Prasetyo, Ahmad Wisnu Pratomo, Shendy Eko Priyosetyoko Priyosetyoko, Priyosetyoko Puja Chrisdianto Manapa Putri, Sylvia Rahmi Rahmania, Yusi Luluk Ratnawati Ratnawati Razak, Habibie Riky Yonas Riky Yonas Riva Amrulloh Roz, Kenny S Suherman S Supriyandi Samudra, Makitta Widi Saudale, Jeanette Mutiara Paula Sekarningtyas, Nazifa Seno, Abdi Setia Budi Sasongko Setia Budi Sasongko Setiadi, Muhammad Irfan Sianturi, Aurelia Genesya Silviana Silviana Silviana, S Siti Nur Khairunisa Aroli Sri Nastiti Andharini Sri Puji Lestari Sri Widodo Agung Suedi Sriatun Sriatun Striadi, H. Sugiyanto - Sulardjaka Sulardjaka Sulardjaka Sulardjaka Sulardjaka, S Sulastri, Cucu Sumiati Sumiati Suroso Agus Saputro Sussatrio, Hardito Syafrudin Syafrudin Syaiful . Sylvia Rahmi Putri Tatang H. Soerawidjaja Taufiq, Akbar Teguh Purnomo, Teguh Tri Winarni Agustini Tri Winarni, Agustini Tutuk Djoko Kusworo Uray Irzandi Uray Irzandi Utama, Bobby Indra Vicky Ramadhani, Vicky widodo, anton sri Wira Pinem Yanuar Rifianto YS Darmanto Yudhy Dharmawan Yuliani, Kristina Wulan Yulita Arni Priastiwi Yuliyandjaja, John Philia Yusi Luluk, Rahmania