Claim Missing Document
Check
Articles

Upaya Meningkatkan Kewirausahaan Siswa melalui Penerapan Kantin Pembelajaran Berbasis Digital di SDN Ngagelrejo 1/396 Surabaya Kurnia, Andine Rizki; Widianingsih, Widianingsih; Aini, Salsabila Quratu; Septiyani, Fenny; Munnaffaroh, Mufasihatul; Nurhabibah, Prabawati
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 4 No. 3: April 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v4i3.8992

Abstract

Upaya pengenalan dan peningkatan jiwa kewirausahaan pada siswa sekolah dasar sudah dilakukan SDN 1 Ngagelrejo 1 melalui penerapan kantin pembelajaran berbasis digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan kasir digital di SDN Ngagelrejo 1 dalam meningkatkan pemahaman siswa mengenai konsep transaksi keuangan, manajemen usaha kecil, serta pengelolaan keuangan sederhana. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik observasi dan wawancara terhadap siswa, guru, serta pengelola kantin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan kasir pembelajaran berbasis digital memberikan pengalaman belajar yang lebih interaktif dan bermakna bagi siswa. Selain itu, sistem ini juga membantu meningkatkan transparansi dan efisiensi dalam pengelolaan keuangan kantin. Dengan adanya inovasi ini, siswa tidak hanya memahami aspek teknologi dalam jual beli, tetapi juga memperoleh wawasan tentang kewirausahaan secara langsung.
Identifikasi Dan Kelimpahan Famili Acartiidae (Copepoda) Di Perairan Banggai, Sulawesi Tengah Fitriyan, Jodhi Kusumayudha; Widianingsih, Widianingsih; Widowati, Ita; Hartati, Retno; Riniatsih, Ita
Jurnal Kelautan Tropis Vol 28, No 2 (2025): JURNAL KELAUTAN TROPIS
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jkt.v28i2.26774

Abstract

Perairan Banggai merupakan salah satu laut yang memiliki upwelling atau fenomena kenaikan massa air pada periode tertentu. Peristiwa ini menyebabkan meningkatnya kandungan nutrien pada perairan disebabkan adanya proses pengadukkan massa air menuju kolom atas perairan yang mempengaruhi kelimpahan produsen primer dan produsen sekunder, salah satunya zooplankton dari Famili Acartiidae. Penelitian mengenai keberadaan dan kelimpahan spesies zooplankton belum banyak dilakukan di perairan bagian timur, terutama studi mengenai spesies-spesies dari Famili Acartiidae. Berdasarkan keterangan di atas, perlu adanya pengkajian keberadaan dan kelimpahan Acartiidae. Sampel zooplankton diperoleh dari proses pengambilan  di 35 stasiun secara aktif vertikal menggunakan plankton net. Pengamatan dan pengambilan foto spesies plankon dilakukan di bawah Mikroskop Stereo Olympus SZ61 yang disesuaikan dengan ukuran zooplankton dengan perbesaran 30x sampai 45x. Hasil pencacahan diolah menggunakan Ms. Office Excel 2016 (Excel 16) untuk mengetahui jumlah keberadaan dan kelimpahan Famili Acartiidae. Terdapat 7 spesies famili Acartiidae dari genus Acartia dan Acartiella yang didapatkan di Perairan Banggai, Sulawesi Tengah, yaitu Acartia clausi, Acartia longiremis, Acartiella faoensis, Acartiella gravelyi, Acartiella minor, Acartiella natalensis, dan Acartiella tortaniformis. Spesies dengan sebaran distribusi terbesar atau memiliki kemunculan terbanyak adalah dari genus Acartia dengan Acartia clausi muncul di 14 stasiun. Total keberadaan famili Acartiidae di Perairan Banggai sebanyak 41 individu, meliputi 35 betina dan 6 jantan dengan rata-rata di semua stasiun penelitian sebanyak 2 individu.
Analisis Kesesuaian Perairan untuk Budidaya Ikan Kerapu Macan (E. fuscoguttatus) di Sekitar Perairan P. Menjangan Besar dan Menjangan Kecil Karimunjawa Nurjanah, Ulfah; Widianingsih, Widianingsih; Helmi, Muhammad; Nuraini, Ria Azizah Tri
Buletin Oseanografi Marina Vol 13, No 2 (2024): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/buloma.v13i2.54666

Abstract

Industri perikanan budidaya dengan sistem keramba jaring apung di era modern ini telah berkembang menjadi salah satu industri pangan yang memiliki pertumbuhan tercepat di dunia. Keterbatasan informasi mengenai lokasi yang berpotensi untuk kegiatan budidaya menjadi faktor yang mempengaruhi perkembangan industri ini. Perairan Pulau Menjangan Besar dan Menjangan Kecil memiliki potensi untuk pengembangan kegiatan budidaya perikanan. Ikan kerapu macan (E. fuscoguttatus) menjadi salah satu komoditas yang dapat dibudidayakan dengan teknologi keramba jaring apung. Penentuan lokasi yang sesuai untuk kegiatan budidaya ikan kerapu macan dengan keramba jaring apung sangat diperlukan untuk mendukung efektivitas budidaya. Beberapa parameter yang perlu dipertimbangkan dalam penentuan lokasi yaitu parameter suhu permukaan laut, salinitas, pH, oksigen terlarut, kedalaman perairan, kecerahan perairan, arus dan gelombang. Parameter kualitas perairan tersebut berperan penting dalam kehidupan organisme perairan. Penelitian ini dilakukan melalui survei pada 35 titik stasiun dengan metode purposive sampling. Pemodelan arus dan gelombang juga dilakukan untuk mengetahui kecepatan arus dan ketinggian gelombang pada lokasi penelitian. Pemodelan arus dan gelombang dilakukan untuk mewakili setiap musim. Analisis data dilakukan melalui modifikasi pada matriks kriteria kesesuaian. Hasil setiap parameter yang diperoleh kemudian diintegrasikan melalui Sistem Informasi Geografis dengan menggunakan ArcGIS 10.8. Berdasarkan hasil integrasi diperoleh luas area perairan yang tergolong sangat sesuai seluas untuk kegiatan budidaya ikan kerapu macan seluas 56.15 ha.  The aquaculture industry using floating net cage systems in the modern era has developed into one of the fastest-growing food industries in the world. Limited information regarding potential locations for cultivation activities is a factor influencing the development of this industry. The waters of Menjangan Besar and Menjangan Kecil Islands have the potential for developing fisheries cultivation activities. Tiger grouper (E. fuscoguttatus) is one of the commodities that can be cultivated using floating net cage technology. Determining a suitable location for tiger grouper cultivation activities using floating net cages is crucial to support the effectiveness of cultivation. Several parameters that need to be considered in determining the location are sea surface temperature, salinity, pH, dissolved oxygen, water depth, water brightness, currents, and waves. These water quality parameters play an important role in the life of aquatic organisms. This research was conducted through a survey at 35 stations using a purposive sampling method. Current and wave modeling was also carried out to determine the current speed and wave height at the research location. Current and wave modeling is carried out to represent each season. Data analysis was carried out through modifications to the conformity criteria matrix. The results of each parameter obtained were then integrated through the Geographic Information System using ArcGIS 10.8. Based on the integration results, it was obtained that the water area classified as very suitable for tiger grouper cultivation activities was 56.15 ha.
EVALUASI PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN PENYAKIT GAGAL GINJAL KRONIK DI RAWAT INAP RS X DI TANGERANG Siagian, Cristiani; Yusuf, Eddy; Nopratilova, Nopratilova; Farmasita B, Rizky; Sabila, Ahda; Widianingsih, Widianingsih
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 8, No 1 (2025)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v8i1.16916

Abstract

-
Kelimpahan Gastropoda di Padang Lamun Pulau Menjangan Besar dan Pulau Kemujan, Karimunjawa Hayati, Amaliya Tsiqotul; Nuraini, Ria Azizah Tri; Riniatsih, Ita; Widianingsih, Widianingsih
Jurnal Kelautan Tropis Vol 28, No 3 (2025): JURNAL KELAUTAN TROPIS
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jkt.v28i3.28792

Abstract

Gastropods are a group of fauna commonly found in association with seagrass beds. However, increasing anthropogenic activities have led to significant declines in seagrass ecosystems across Indonesia. The degradation of seagrass has become evident in recent years in the Karimunjawa Islands, particularly at Menjangan Besar Island (due to tourism activities) and Kemujan Island (due to residential and boating activities). This situation is concerning, as it may affect the presence of gastropods inhabiting these areas. This study aims to determine the abundance of gastropods and its relationship with seagrass density at Menjangan Besar and Kemujan Islands. Data collection was carried out in October 2024 using the transect-quadrat method to assess gastropod abundance and seagrass density. Furthermore, correlation and simple linear regression analyses were employed to examine the relationship between gastropod abundance and seagrass density at the study sites. The results indicated that total gastropod abundance at Menjangan Besar Island (10.42 ind/m²) was higher than at Kemujan Island (5.33 ind/m²). Similarly, total seagrass density at Menjangan Besar Island (79.15 ind/m²) was higher compared to Kemujan Island (37.33 ind/m²). The correlation between gastropod abundance and seagrass density at both locations was strong and positive, indicating that seagrass significantly influences gastropods in these ecosystems.   Gastropoda merupakan kelompok fauna yang umum ditemukan berasosiasi dengan padang lamun, namun seiring bertambahnya aktivitas antropogenik, padang lamun di Indonesia mengalami banyak penurunan. Penurunan kondisi lamun ini terlihat di beberapa tahun terakhir di Kepulauan Karimunjawa khususnya di Pulau Menjangan Besar (aktivitas pariwisata) dan Pulau Kemujan (aktivitas pemukiman dan kapal warga). Sehingga dikhawatirkan kondisi ini dapat mempengaruhi keberadaan gastropoda yang hidup di dalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelimpahan gastropoda serta hubungannya dengan kerapatan lamun di Pulau Menjangan Besar dan Pulau Kemujan. Pengambilan data dilakukan pada bulan Oktober 2024 di Pulau Menjangan Besar dan Pulau Kemujan menggunakan metode transek kuadran untuk mendapatkan data kelimpahan gastropoda serta kerapatan lamun. Selain itu analisis korelasi sederhana juga digunakan untuk mengetahui hubungan kelimpahan gastropoda dan kerapatan lamun di lokasi penelitian. Hasil kelimpahan total gastropoda di Pulau Menjangan Besar (10,42 Ind/m2) lebih besar dibandingkan nilai kelimpahan Gastropoda di Pulau Kemujan (5,33 Ind/m2). Sedangkan total kerapatan lamun di Pulau Menjangan Besar (79,15 Ind/m2) juga lebih besar dibandingkan dengan total kerapatan lamun di Pulau Kemujan (37,33 Ind/m2). Hubungan antara kelimpahan gastropoda dengan kerapatan lamun di kedua lokasi menunjukkan korelasi kuat dengan nilai positif, sehingga keberadaan lamun sangat mempengaruhi gastropoda yang hidup di dalamnya. 
Kesesuaian Lahan Untuk Transplantasi Lamun di Pantai Ujung Piring dan Pantai Blebak, Jepara Rifandi Septiadi Ompusunggu; Ita Riniatsih; Widianingsih Widianingsih
Journal of Marine Research Vol 14, No 1 (2025): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v14i1.42611

Abstract

Pantai Ujung Piring dan Pantai Blebak memiliki ekosistem lamun yang kurang sehat (<29%) dengan total penutupan lamun pada sub stasiun Blebak I adalah 20,77%, pada sub stasiun Blebak II adalah 14,91%, pada sub stasiun Ujung Piring I 19,96%, sedangkan pada sub stasiun Ujung Piring II tidak ada lamun. Aktivitas manusia memberikan dampak negatif terhadap vegetasi lamun. Berbagai upaya telah dilakukan untuk memperbaiki fungsi ekologis ekosistem padang lamun, salah satunya yaitu melalui metode transplantasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik ekosistem padang lamun yaitu kerapatan, penutupan dan kondisi ekologis yang selanjutnya digunakan untuk menilai indeks kesesuaian lahan dalam penentuan prioritas sumber bibit dan donor dalam transplantasi lamun. Metode yang digunakan dalam pemilihan titik stasiun adalah survey eksplorasi. Metode lamun berdasarkan life strategy lamun dan disesuaikan dengan karakteristik padang lamun di Pantai Ujung Piring dan Pantai Blebak. Pada stasiun Pantai Blebak ditemukan 3 jenis lamun, yaitu T. hemprichii, C. rotundata, dan O. serrulata, sedangkan stasiun Pantai Ujung Piring ditemukan 3 jenis lamun, yaitu T. hemprichii, C. rotundata, dan E. acoroides. Hasil analisis PTSI sub stasiun Pantai Ujung Piring I, sub stasiun Pantai Blebak I dan Blebak II mendapat skor 0, sedangkan sub stasiun Pantai Ujung Piring II mendapat skor 8, sehingga sub stasiun Pantai Ujung Piring II sesuai sebagai lokasi transplantasi jenis T. hemprichii dan bibit lamun dapat diambil dari sub stasiun Pantai Ujung Piring I, sub stasiun Pantai Blebak I dan Blebak II.
Pola Pertumbuhan Kerang Hijau (Perna viridis) yang Didaratkan di TPI Cilincing, Jakarta Utara Mutia Hanie; Widianingsih Widianingsih; Ria Azizah Tri Nuraini
Journal of Marine Research Vol 14, No 4 (2025): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v14i4.53737

Abstract

Kerang hijau (Perna viridis) adalah salah satu komoditas perikanan yang banyak dipasarkan di TPI Cilincing, Jakarta Utara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik morfometrik dan pola pertumbuhan kerang hijau berdasarkan hubungan panjang dan berat, serta indeks kondisi. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pengambilan sampel sebanyak 150 individu selama Januari–Maret 2025. Parameter yang diukur meliputi panjang total, berat total, dan berat daging yang dianalisis menggunakan regresi logaritmik dan analisis indeks kondisi. Hasil menunjukkan bahwa pola pertumbuhan kerang hijau bersifat alometrik negatif dengan nilai b < 3 pada seluruh bulan pengamatan, yaitu Januari (b = 2,29), Februari (b = 2,32), dan Maret (b = 2,22), serta nilai R² berkisar antara 0,6861 hingga 0,9204. Indeks kondisi rata-rata berada dalam kategori kurus (<40), mengindikasikan bahwa kerang hijau belum mencapai kondisi pertumbuhan yang optimal pada bulan Januari sampai Maret 2025. Penelitian ini menunjukkan bahwa pertumbuhan kerang hijau lebih dominan pada aspek panjang dibandingkan berat.  
Distribusi Klorofil-a dan Suhu Permukaan Laut terhadap Kelimpahan Ikan Cephalopholis argus dan Cephalopholis miniata Di Pulau Pieh, Sumatera Barat Rianda Fauzan; Widianingsih Widianingsih; Hadi Endrawati
Journal of Marine Research Vol 13, No 2 (2024): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v13i2.43988

Abstract

Kawasan Konservasi Perairan Pulau Pieh, Sumatera Barat memiliki produktivitas primer yang tinggi dan menandakan kesuburan perairan. Salah satu indicator kesuburan perairan adalah kandungan klorofil-a dan suhu permukaan laut. Tujuan penelitian ini untuk melihat hubungan kandungan klorofil-a dan suhu permukaan laut terhadap kelimpahan ikan Cephalopholis argus dan Cephalopholis miniata. Periode waktu yang digunakan adalah tahun 2019 – 2023. Data klorofil-a dan suhu permukaan laut diolah menggunakan perangkat lunak ArcGIS 10.8 dan hubungan antar variable dianalisis menggunakan analisis regresi linier berganda. Hasil menunjukkan bahwa hubungan Cephalopholis miniata dengan suhu permukaan laut linier dengan nilai signifikansi < 0,05 yaitu 0,044. Akan tetapi hubungan antar variable lainnya tidak signifikan secara statistik karena memiliki nilai > 0,05. The Pieh Island Marine Conservation Area, West Sumatra has high primary productivity and indicates the fertility of the waters. One of  indicators of water fertility is the chlorophyll-a content and sea surface temperature. The aim of this research is to investigate the relationship between chlorophyll-a content and sea surface temperature on fish abundance Cephalopholis argus and Cephalopholis miniate. The time period used is 2019 – 2023. Chlorophyll-a and sea surface temperature data were processed using ArcGIS 10.8 software and the relationship between variables was analyzed using multiple linear regression analysis. The results show that the relationship Cephalopholis miniate with linear sea surface temperature with a significance value <0.05, namely 0.044. However, the relationship between other variables is not statistically significant because it has a value > 0.05.
Indek Ekologi Diatom (Bacillariophyceae) Di Perairan Delta Wulan Demak Jawa Tengah Widianingsih Widianingsih; Annisa Khusnul Khotimah; Ria Azizah Tri Nuraini
Journal of Marine Research Vol 13, No 4 (2024): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v13i4.44049

Abstract

Bacillariophyceae atau diatom adalah kelas dari divisi Chromophyta. Bacillariophyceae merupakan spesies yang paling mendominasi di perairan laut. Bacillariophyceae berperan penting dalam ekosistem perairan, yaitu sebagai sumber makanan dalam rantai makanan bagi organisme perairan. Bacillariophyceae memiliki daya adaptasi tinggi terhadap perairan dengan kondisi yang extrim atau tercemar. Spesies ini menggambarkan kondisi kualitas air di suatu perairan. Jumlah Bacillariophceae yang berlebihan juga akan menyebabkan Blomming Algae, sehingga dapat menyebabkan kandungan oksigen terlarut menjadi rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui indeks ekologi kelas Bacillariophyceae di Perairan Delta Wulan. Metode penelitian yang digunakan adalah eksploratif dengan pendekatan deskriptif. Penentuan lokasi sampling menggunakan metode purposive sampling. Hasil dari penelitian ini ditemukan 48 spesies berbeda dari spesies kelas Bacillariophyceae. Kelimpahan Bacillariophyceae di Perairan Delta Wulan berkisaran 146.658- 322.499 sel/m³. Indeks Keanekaragaman Bacillariophyceae termasuk kategori sedang hingga tinggi (2,43-3,12), Indeks Keseragaman Bacillariophyceae termasuk kategori tinggi (0,66-0,83) dan Indeks Dominansi Bacillariophyceae termasuk rendah (0,06-0,15). Berdasarkan nilai indek ekologi, maka ekosistem perairan Delta Wulan cukup stabil bagi kehidupan fitoplankton khususnya kelas Bacillariophyceae Bacillariophyceae or diatoms is a class of the Chromophyta division. Bacillariophyceae is the most dominant species in the marine ecosystem. Bacillariophyceae play an important role in marine ecosystems, namely as a food source in the food chain for marine organisms. Bacillariophyceae have high adaptability to waters with extreme or polluted conditions. This species describes the water quality conditions in a body of water. Excessive amounts of Bacillariophceae will also cause Blomming Algae, which can cause the dissolved oxygen content to become low or depleted. This research aims to determine ecological indexes of the Bacillariophyceae class. The research method used is exploratory with a descriptive approach. Determining the sampling location uses the purposive sampling method. Bacillariophyceae class data was analyzed to measure abundance, diversity index, uniformity, and dominance. The results of this research found 48 different species from the Bacillariophyceae class. The abundance of Bacillariophyceae in the Wulan Delta waters ranges from 146,658- 322,499 cells/m³. The Bacillariophyceae Diversity Index is in the medium to high category (2.43-3.12), the Bacillariophyceae Uniformity Index is in the high category (0.66-0.83), and the Bacillariophyceae Dominance Index is in the non-dominant type (0.06-0.15). According to the ecology index value, the ecosystem in the Delta Wulan is stable for living Phytoplankton especially class Bacillariophyceae.
Kajian Pertumbuhan Biji Lamun (Enhalus acoroides) Berdasarkan Perbedaan Substrat dan Wadah Tanam Zulfikar Zulfikar; Ita Riniatsih; Widianingsih Widianingsih
Journal of Marine Research Vol 14, No 2 (2025): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v14i2.44052

Abstract

Kondisi kesehatan padang lamun mengalami penurunan hampir di seluruh perairan dunia. Tekanan yang terjadi pada ekosistem padang lamun menjadi penyebab penurunan kondisi padang lamun. Tekanan ini dapat dating dari adanya perubahan kualitas perairan hingga aktivitas manusia di sekitar pesisir. Kegiatan restorasi merupakan bentuk penanggulangan permasalahan terkait penurunan kondisi kesehatan padang lamun. Metode alternatif terkait upaya restorasi padang lamun diperlukan guna meingkatkan keberhasilan kegiatan restorasi. Penumbuhan bibit lamun menjadi salah satu alternatif yang dapat digunakan dalam upaya restorasi padang lamun. Penelitian terkait penumbuhan semaian biji lamun   dilakukan untuk mengetahui pengaruh antara perbedaan jenis substrat serta perbedaan jenis wadah media tanam dalam skala laboratorium. Suhu, salinitas, pH dan kandungan nutrien dalam substrat menjadi bagian dari faktor pembatas pertumbuhan lamun dalam penelitian ini. Kegiatan penumbuhan semaian biji lamun Enhalus acoroides dilakukan di Laboratorium Basah, FPIK, Universitas Diponegoro pada bulan Juni hingga Agustus 2023. Penelitian dilakukan menggunakan dua jenis substrat yang berbeda (Pasir Laut dan Pasir Kuarsa) serta dua jenis wadah media tanam yang berbeda (Wadah Besek dan Wadah Ijuk) yang ditempatkan pada akuarium percobaan beserta sistem sirkulasi oksigen. Perbedaan jenis substrat berbeda nyata (p<0,05) terhadap laju pertumbuhan lebar dan jumlah daun lamun E. acoroides. Grafik laju pertumbuhan lamun E. acoroides menunjukkan nilai yang lebih tinggi pada semaian biji lamun yang tumbuh pada substrat pasir laut dibandingkan dengan substrat pasir kuarsa.  The health of seagrasses has declined in nearly all waters worldwide. The pressure that occurs in seagrass ecosystems is the cause of the decline in seagrass conditions. This pressure can come from changes in water quality to human activities around the coast. Restoration activities are a form of overcoming problems related to the decline in seagrass health conditions. Alternative methods are needed to enhance the success of seagrass restoration efforts. Seagrass seedlings are one alternative that can be used in seagrass restoration efforts. Research related to seagrass seedling growth was conducted to determine the effect of different types of substrates and other types of planting media containers on a laboratory scale. Temperature, salinity, pH and nutrient content in the substrate are part of the limiting factors for seagrass growth in this study. The activity of growing seagrass seedlings of Enhalus acoroides was carried out at the Wet Laboratory, FPIK, Diponegoro University, from June to August 2023. The study was conducted using two different types of substrates (Sea Sand and Quartz Sand) and two different types of planting media containers (Besek Container and Ijuk Container) placed in an experimental aquarium along with an oxygen circulation system. The difference in substrate type was significantly different (p<0.05) on the growth rate of width and number of leaves of seagrass E. acoroides. The graph of the growth rate of seagrass E. acoroides showed higher values in seagrass seedlings grown on marine sand substrate compared to quartz sand substrate.
Co-Authors Abda Abda Abdul Hadi Abdullah Afif Abidin Nur II Achmad Muhajir Adi Santoso Agus Indarjo Agus Subagio Agus Trianto Aini, Salsabila Quratu Aldhian Triatmojo Aldi Rivaldy Maulana Ali Djunaedi Altysia Putriany Ambariyanto Ambariyanto Anak Agung Istri Sri Wiadnyani Annisa Fadillah Annisa Khusnul Khotimah Antonius Budi Susanto Anuwat Nateewathana Apriliani, Seka Indah Ardinta Panjer Palupi Ari B Abdulah Aris Ismanto Arumning T. Fauziah Azhari Nourma Dewi Bagus Enggal Prakoso Broto Wisnu RTD Broto, R. T.D Wisnu Cantika Elistyowati Andanar Chamidy, Ardian Nurrasyid Chrisna Adhi Suryono Christin Manulang Cristiana Manullang Cristiana Manullang Cristiana Manullang Dedi Nugroho Deki Lukman Wicaksono Delianis Pringgenies Denny Nugroho Sugianto Donna Nur&#039;Aurelya Mahardhika Dwi Haryanti Eddy Yusuf, Eddy Edy Supriyo Edy Supriyo Edy Supriyo ELza Lusia Agus Emia Sayniri Sembiring Endah Sari Endang Supriyantini Ervia Yudiati Farmasita B, Rizky Farmasita Budiastuti, Rizky Fauzan, Rianda Febriana Banun Fitrianti Fitri Kurniawati Fitri Kurniawati Fitriyan, Jodhi Kusumayudha Frijona Fabiola Lokollo Galuh Yuanita Maira Ginzel, Fanny Iriany H. Endrawati Hadi Endrawati Hayati, Amaliya Tsiqotul Hendrik Surya Bahar Hermawan Hermawan Hermawan Hermawan Hermin Pancasakti Kusumaningrum Hilal M Ibnu Pratikto Imam Misbach Imam Mishbach Indras Marhaendrajaya Irene Jeneri Sukmadani Damanik Irma Kusumadewi Irwani Irwani Ita Riniatsih Ita Widowati Jelita Rahma Hidayati Johannes Hutabarat Jumawan Jumawan Jusup Suprijanto Ken Suwartimah Kurnia, Andine Rizki La Nina Gunaswara Samudera Mada Triandala Sibero Mahfud Mahfud Meitri Bella Puspa Melinda Sri Asih Mirsa Septiana Mutik Mostafa Imhmed Ighwerb Muchammad Miftahul Ulum Muchammad Miftahul Ulum Muhammad Helmi Muhammad Iskandar Zulkarnain Muhammad Rafi Tsaqif Muhammad Yusuf Muhammad Zainuri Muhammad Zainuri Muhammad Zainuri Muhammad Zainuri Munana, Nila Munasik Munasik Munnaffaroh, Mufasihatul Mutia Hanie Mu’alimah Hudatwi Nando Arta Gusti Pamungkas Nila Munana Njurumana, Steven Nggiku Nopratilova Nopratilova Nur Taufiq Nur Taufiq-Spj Nurhabibah, Prabawati Ony Ilham Pradiksa Pradina Purwati Prakoso, Bagus Enggal Pratiwi, Wukir Berliana Primaswatantri Permata Puji Norbawa Putri Sakinah Mayani, Putri Sakinah Putri, Ni Putu Purba Nava Vidyadhari Raden Ario Rafsanjani A. Karim Rafsanjani A. Karim Ramadani Putri Windi Hastuti Ranny Ramadhani Yuneni Retno Hartati Retno Murwani Ria Azizah Ria Azizah Tri Nuraini Rianda Fauzan Rico Adi Setyanto Rifandi Septiadi Ompusunggu Robertus Triaji Mahendrajaya Robertus Triaji Mahendrajaya Robertus Triaji Mahendrajaya Robertus Triaji Mahendrajaya Robin Robin Rudhi Pribadi Sabila, Ahda Samudera, La Nina Gunaswara Saputra Giri Wicaksono Saputra Giri Wicaksono Saputri, Noviyani Sari Budi Moria Septiyani, Fenny Seto Haryoardyantoro Siagian, Cristiani Sifra Ann Hanania Sarumaha Sri Redjeki Sri Turni Hartati Sri Turni Hartati Sri Yulina Wulandari Subagiyo Subagiyo Sugiyanto, Nenden Rose Sunaryo Sunaryo Sunaryo Sunaryo Surbakti, Fitriani Suryono Suryono Sutrisno Anggoro Theresia Claudia Lasmarito Triatmojo, Aldhian Ulfah Nurjanah, Ulfah Valentina R Iriani Valentina R. Iriani W.L. Saputra Wahyu Adi Wahyu Dewi Utari Haryanti Wilis Ari Setyati Wisnu Dewanto Wita Kristianty Sirait Wukir Berliana Pratiwi Yulia Ulfah Yulia Ulfah Yuvita Muliastuti Zulfikar Zulfikar