Claim Missing Document
Check
Articles

Indek Ekologi Diatom (Bacillariophyceae) Di Perairan Delta Wulan Demak Jawa Tengah Widianingsih Widianingsih; Annisa Khusnul Khotimah; Ria Azizah Tri Nuraini
Journal of Marine Research Vol 13, No 4 (2024): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v13i4.44049

Abstract

Bacillariophyceae atau diatom adalah kelas dari divisi Chromophyta. Bacillariophyceae merupakan spesies yang paling mendominasi di perairan laut. Bacillariophyceae berperan penting dalam ekosistem perairan, yaitu sebagai sumber makanan dalam rantai makanan bagi organisme perairan. Bacillariophyceae memiliki daya adaptasi tinggi terhadap perairan dengan kondisi yang extrim atau tercemar. Spesies ini menggambarkan kondisi kualitas air di suatu perairan. Jumlah Bacillariophceae yang berlebihan juga akan menyebabkan Blomming Algae, sehingga dapat menyebabkan kandungan oksigen terlarut menjadi rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui indeks ekologi kelas Bacillariophyceae di Perairan Delta Wulan. Metode penelitian yang digunakan adalah eksploratif dengan pendekatan deskriptif. Penentuan lokasi sampling menggunakan metode purposive sampling. Hasil dari penelitian ini ditemukan 48 spesies berbeda dari spesies kelas Bacillariophyceae. Kelimpahan Bacillariophyceae di Perairan Delta Wulan berkisaran 146.658- 322.499 sel/m³. Indeks Keanekaragaman Bacillariophyceae termasuk kategori sedang hingga tinggi (2,43-3,12), Indeks Keseragaman Bacillariophyceae termasuk kategori tinggi (0,66-0,83) dan Indeks Dominansi Bacillariophyceae termasuk rendah (0,06-0,15). Berdasarkan nilai indek ekologi, maka ekosistem perairan Delta Wulan cukup stabil bagi kehidupan fitoplankton khususnya kelas Bacillariophyceae Bacillariophyceae or diatoms is a class of the Chromophyta division. Bacillariophyceae is the most dominant species in the marine ecosystem. Bacillariophyceae play an important role in marine ecosystems, namely as a food source in the food chain for marine organisms. Bacillariophyceae have high adaptability to waters with extreme or polluted conditions. This species describes the water quality conditions in a body of water. Excessive amounts of Bacillariophceae will also cause Blomming Algae, which can cause the dissolved oxygen content to become low or depleted. This research aims to determine ecological indexes of the Bacillariophyceae class. The research method used is exploratory with a descriptive approach. Determining the sampling location uses the purposive sampling method. Bacillariophyceae class data was analyzed to measure abundance, diversity index, uniformity, and dominance. The results of this research found 48 different species from the Bacillariophyceae class. The abundance of Bacillariophyceae in the Wulan Delta waters ranges from 146,658- 322,499 cells/m³. The Bacillariophyceae Diversity Index is in the medium to high category (2.43-3.12), the Bacillariophyceae Uniformity Index is in the high category (0.66-0.83), and the Bacillariophyceae Dominance Index is in the non-dominant type (0.06-0.15). According to the ecology index value, the ecosystem in the Delta Wulan is stable for living Phytoplankton especially class Bacillariophyceae.
Kajian Pertumbuhan Biji Lamun (Enhalus acoroides) Berdasarkan Perbedaan Substrat dan Wadah Tanam Zulfikar Zulfikar; Ita Riniatsih; Widianingsih Widianingsih
Journal of Marine Research Vol 14, No 2 (2025): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v14i2.44052

Abstract

Kondisi kesehatan padang lamun mengalami penurunan hampir di seluruh perairan dunia. Tekanan yang terjadi pada ekosistem padang lamun menjadi penyebab penurunan kondisi padang lamun. Tekanan ini dapat dating dari adanya perubahan kualitas perairan hingga aktivitas manusia di sekitar pesisir. Kegiatan restorasi merupakan bentuk penanggulangan permasalahan terkait penurunan kondisi kesehatan padang lamun. Metode alternatif terkait upaya restorasi padang lamun diperlukan guna meingkatkan keberhasilan kegiatan restorasi. Penumbuhan bibit lamun menjadi salah satu alternatif yang dapat digunakan dalam upaya restorasi padang lamun. Penelitian terkait penumbuhan semaian biji lamun   dilakukan untuk mengetahui pengaruh antara perbedaan jenis substrat serta perbedaan jenis wadah media tanam dalam skala laboratorium. Suhu, salinitas, pH dan kandungan nutrien dalam substrat menjadi bagian dari faktor pembatas pertumbuhan lamun dalam penelitian ini. Kegiatan penumbuhan semaian biji lamun Enhalus acoroides dilakukan di Laboratorium Basah, FPIK, Universitas Diponegoro pada bulan Juni hingga Agustus 2023. Penelitian dilakukan menggunakan dua jenis substrat yang berbeda (Pasir Laut dan Pasir Kuarsa) serta dua jenis wadah media tanam yang berbeda (Wadah Besek dan Wadah Ijuk) yang ditempatkan pada akuarium percobaan beserta sistem sirkulasi oksigen. Perbedaan jenis substrat berbeda nyata (p<0,05) terhadap laju pertumbuhan lebar dan jumlah daun lamun E. acoroides. Grafik laju pertumbuhan lamun E. acoroides menunjukkan nilai yang lebih tinggi pada semaian biji lamun yang tumbuh pada substrat pasir laut dibandingkan dengan substrat pasir kuarsa.  The health of seagrasses has declined in nearly all waters worldwide. The pressure that occurs in seagrass ecosystems is the cause of the decline in seagrass conditions. This pressure can come from changes in water quality to human activities around the coast. Restoration activities are a form of overcoming problems related to the decline in seagrass health conditions. Alternative methods are needed to enhance the success of seagrass restoration efforts. Seagrass seedlings are one alternative that can be used in seagrass restoration efforts. Research related to seagrass seedling growth was conducted to determine the effect of different types of substrates and other types of planting media containers on a laboratory scale. Temperature, salinity, pH and nutrient content in the substrate are part of the limiting factors for seagrass growth in this study. The activity of growing seagrass seedlings of Enhalus acoroides was carried out at the Wet Laboratory, FPIK, Diponegoro University, from June to August 2023. The study was conducted using two different types of substrates (Sea Sand and Quartz Sand) and two different types of planting media containers (Besek Container and Ijuk Container) placed in an experimental aquarium along with an oxygen circulation system. The difference in substrate type was significantly different (p<0.05) on the growth rate of width and number of leaves of seagrass E. acoroides. The graph of the growth rate of seagrass E. acoroides showed higher values in seagrass seedlings grown on marine sand substrate compared to quartz sand substrate.
Komposisi dan Struktur Vegetasi Lamun di Pantai Prawean dan Pantai Marina, Kabupaten Jepara Sifra Ann Hanania Sarumaha; Ita Riniatsih; Widianingsih Widianingsih
Journal of Marine Research Vol 14, No 4 (2025): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v14i4.49127

Abstract

Ekosistem lamun merupakan salah satu ekosistem utama di wilayah pesisir yang berperan penting bagi biota laut dan keseimbangan lingkungan perairan.  Namun, saat ini kondisi ekosistem lamun mengalami penurunan luasan akibat adanya pengaruh dari aktivitas manusia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi vegetasi lamun secara ekologis, mencakup komposisi jenis lamun, kerapatan dan penutupan vegetasi lamun, serta kondisi lingkungan perairan. Metode penelitian yang digunakan dalam penentuan lokasi adalah purposive sampling, dengan menetapkan dua stasiun.  Pengamatan dilakukan dengan menggunakan metode line transect dan transek kuadran 50x50 cm yang mengacu pada buku Panduan Monitoring Padang Lamun dari LIPI. Hasil penelitian di kedua lokasi ditemukan enam jenis lamun yaitu Enhalus acoroides, Thalassia hemprichii, Oceana serrulata, Cymodocea rotundata, Halodule uninervis, dan Syringodium isoetifolium. Persentase tutupan lamun pada Pantai Prawean memiliki nilai 45,98% dan pada Pantai Marina 30,55% yang tergolong sedang. Kerapatan jenis bervariasi antara 34–634 ind/m², kerapatan tertinggi pada jenis Thalassia hemprichii dan kerapatan terendah pada jenis Syringodium isoetifolium. Pantai Prawean didominasi substrat pasir berlumpur dan Pantai Marina didominasi substrat pasir dan pecahan karang. Parameter perairan di kedua lokasi penelitian masih berada dalam kategori baik untuk keberlangsungan ekosistem lamun. 
Kondisi Meteorologi Laut Terhadap Suhu Permukaan Laut Di Perairan Kota Surabaya Tahun 2019 – 2021 Ramadani Putri Windi Hastuti; Widianingsih Widianingsih; Ria Azizah Tri Nuraini
Journal of Marine Research Vol 13, No 4 (2024): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v13i4.43227

Abstract

Wilayah Perairan Laut Jawa sangat dipengaruhi oleh siklus muson, angin dan arus dari arah timur (muson barat) serta angin dan arus dari arah barat (muson timur. Perubahan suhu permukaan laut dipengaruhi oleh kondisi cuaca, iklim, fenomena upwelling dan downwelling, serta kondisi meteorologinya. Penelitian ini dilakukan dengan melalui tahap pengambilan data di BMKG Maritim Tanjung Perak Kota Surabaya. Metode pengambilan data suhu permukaan laut dilakukan dengan menggunakan citra NOAA, sedangkan untuk data meteorologinya menggunakan data hasil observasi BMKG Maritim Kota Surabaya. Hasil penelitian menunjukkan perubahan suhu permukaan laut di Perairan Utara Jawa Timur tahun tahun 2019 – 2021 berkisar antara 27,5oC – 30oC. Hasil rata rata intensitas curah hujan Kota Surabaya pada tahun tahun 2019 berkisar antara 0 – 13,6 mm, pada tahun 2020 kisaran 0 – 16,4 mm, Tahun 2021 mencapai 17,3 mm. Nilai rata rata untuk lama penyinaran matahari tahun 2019 berlangsung selama 4,9 – 8,9 jam, pada tahun 2020 penyinaran matahari berlangsung selama 3,3 – 8,3 jam, pada tahun 2021 mengalami penurunan rata rata penyinaran matahari yaitu selama 3,1 – 7,9 jam. Dalam penelitian ini nilai korelasi antar suhu permukaan laut dengan curah hujan harian tahun tahun 2019 sebesar 0,04 dan nilai korelasi data curah hujan bulanan sebesar 0,40. Tahun 2020 korelasi untuk data harian dan bulanan sebesar 0,19 dan 0,51. Tahun 2021 nilai korelasi data harian dan bulanan sebesar - 0,18 dan – 0,39. Nilai korelasi antara lama penyinaran matahari dengan suhu permukaan laut untuk data harian dan data bulanan tahun tahun 2019 yaitu – 0,18 dan – 0,47. Tahun 2020 yaitu – 0,21 dan – 0,51. Tahun 2021 nilai korelasinya sebesar 0,09 dan 0,27. Nilai korelasi antara suhu udara dengan suhu permukaan laut untuk data harian dan data bulanan tahun tahun 2019 sebesar 0,57 dan 0,75. Tahun 2020 nilai korelasi menunjukkan hasil sebesar 0,22 dan 0,63. Tahun 2021 nilai korelasinya yaitu 0,46 dan 0,70.The Java Sea water area is strongly influenced by the monsoon cycle, winds and currents from the east (west monsoon) and winds and currents from the west (east monsoon. Changes in sea surface temperature are influenced by weather conditions, climate, upwelling and downwelling phenomena, as well as conditions meteorology. This research was carried out through the data collection stage at the Tanjung Perak Maritime BMKG, Surabaya City. The sea surface temperature data collection method was carried out using NOAA imagery, while the meteorological data used observation data from the Surabaya City Maritime BMKG. The results of the research showed changes in sea surface temperature in the Northern Waters of East Java in 2019 – 2021 it ranges between 27.5oC – 30oC. The average rainfall intensity for Surabaya City in 2019 ranges from 0 – 13.6 mm, in 2020 it ranges from 0 – 16.4 mm, In 2021 it reached 17.3 mm. The average value for the duration of solar radiation in 2019 was 4.9 – 8.9 hours, in 2020 the solar radiation lasted for 3.3 – 8.3 hours, in 2021 the average decreased The average sun exposure is 3.1 – 7.9 hours. In this study, the correlation value between sea surface temperature and daily rainfall in 2019 was 0.04 and the correlation value for monthly rainfall data was 0.40. In 2020, the correlation for daily and monthly data was 0.19 and 0.51. In 2021, the daily and monthly data correlation values are - 0.18 and – 0.39. The correlation value between the duration of sunlight and sea surface temperature for daily data and monthly data for 2019 is – 0.18 and – 0.47. In 2020, it is – 0.21 and – 0.51. In 2021 the correlation values are 0.09 and 0.27. The correlation value between air temperature and sea surface temperature for daily data and monthly data for 2019 is 0.57 and 0.75. In 2020, the correlation values showed results of 0.22 and 0.63. In 2021 the correlation values are 0.46 and 0.70. 
Karakteristik Bio-fisik Pantai Sebagai Lokasi Peneluran Penyu Lekang (Lepidochelys olivacea) Di Konservasi Penyu Nagaraja, Cilacap Muhammad Rafi Tsaqif; Retno Hartati; Widianingsih Widianingsih; Jumawan Jumawan
Journal of Marine Research Vol 14, No 4 (2025): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v14i4.49113

Abstract

Penyu lekang (L. olivacea) merupakan salah satu spesies yang terancam punah sehingga membutuhkan habitat pantai yang sesuai untuk keberlangsungan siklus hidupnya, salah satunya ialah ancaman hilangnya habitat peneluran penyu, Lokasi penelitian ini adalah Kawasan Konservasi Penyu Nagaraja, Cilacap di ketiga lokasi pantai yaitu Pantai Sodong; Pantai Widarapayung; dan Pantai Sidaurip. Pantai ini merupakan salah satu pantai yang menjadi tempat pendaratan beberapa penyu lekang. Penelitian ini dilaksanakan pada Bulan Juli-Agustus 2024, dimana fase Bulan akhir dari peneluran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik Bio-fisik pantai tempat peneluran penyu dan mengetahui perbandingan jumlah telur sarang alami peneluran di Kawasan Konservasi Penyu Nagaraja, Cilacap. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif eksploratif, pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi langsung di lapangan dengan pengamatan sarang alami penyu. Hasil penelitian menunjukkan ditemukan 2 sarang alami peneluran berjumlah 259 telur di Pantai Sodong, 3 sarang alami peneluran yang berjumlah 229 telur, 6 sarang alami peneluran yang berjumlah 624 telur. Berdasarkan hasil parameter bio-fisik meliputi suhu pasir, dalam sarang berkisar antara 27-29oC. Kelembaban 68-82%. Lebar pantai 36-64 meter, kemiringan pantai 1,8o-10o. Komposisi sedimen Pantai Sodong pasir kasar; Pantai Widarapayung dan Pantai Sidaurip adalah pasir sedang. 
Co-Authors Abda Abda Abdul Hadi Abdullah Afif Abidin Nur II Achmad Muhajir Adi Santoso Agus Indarjo Agus Subagio Agus Trianto Aini, Salsabila Quratu Aldhian Triatmojo Aldi Rivaldy Maulana Ali Djunaedi Ali Djunaedi Altysia Putriany Ambariyanto , Ambariyanto Ambariyanto Anak Agung Istri Sri Wiadnyani Annisa Fadillah Annisa Khusnul Khotimah Antonius Budi Susanto Anuwat Nateewathana Apriliani, Seka Indah Ari B Abdulah Aris Ismanto Arumning T. Fauziah Azhari Nourma Dewi Bagus Enggal Prakoso Broto Wisnu RTD Broto, R. T.D Wisnu Cantika Elistyowati Andanar Chamidy, Ardian Nurrasyid Chrisna Adhi Suryono Christin Manulang Cristiana Manullang Cristiana Manullang Cristiana Manullang Dedi Nugroho Deki Lukman Wicaksono Delianis Pringgenies Denny Nugroho Sugianto Donna Nur&#039;Aurelya Mahardhika Dwi Haryanti Eddy Yusuf, Eddy Edy Supriyo Edy Supriyo Edy Supriyo ELza Lusia Agus Emia Sayniri Sembiring Endah Sari Endang Supriyantini Ervia Yudiati Farmasita B, Rizky Farmasita Budiastuti, Rizky Fathorrahman Fauzan, Rianda Febriana Banun Fitrianti Fitri Kurniawati Fitri Kurniawati Fitriyan, Jodhi Kusumayudha Frijona Fabiola Lokollo Ginzel, Fanny Iriany H. Endrawati Hadi Endrawati Hayati, Amaliya Tsiqotul Hendrik Surya Bahar Hermawan Hermawan Hermawan Hermawan Hermin Pancasakti Kusumaningrum Hilal M Ibnu Pratikto Imam Misbach Imam Mishbach Indras Marhaendrajaya Irma Kusumadewi Irwani Irwani Ita Riniatsih Ita Widowati Jelita Rahma Hidayati Johannes Hutabarat Jumawan Jumawan Jusup Suprijanto Ken Suwartimah Kurnia, Andine Rizki La Nina Gunaswara Samudera Mada Triandala Sibero Mahfud Mahfud Meitri Bella Puspa Melinda Sri Asih Mirsa Septiana Mutik Mostafa Imhmed Ighwerb Muchammad Miftahul Ulum Muchammad Miftahul Ulum Muhammad Helmi Muhammad Iskandar Zulkarnain Muhammad Rafi Tsaqif Muhammad Yusuf Muhammad Zainuri Muhammad Zainuri Muhammad Zainuri Muhammad Zainuri Munana, Nila Munasik Munasik Munnaffaroh, Mufasihatul Mutia Hanie Mu’alimah Hudatwi Nando Arta Gusti Pamungkas Nila Munana Njurumana, Steven Nggiku Nopratilova Nopratilova Nur Taufiq Nur Taufiq-Spj Nurhabibah, Prabawati Ony Ilham Pradiksa Pradina Purwati Prakoso, Bagus Enggal Pratiwi, Wukir Berliana Primaswatantri Permata Puji Norbawa Putri Sakinah Mayani, Putri Sakinah Putri, Ni Putu Purba Nava Vidyadhari Raden Ario Rafsanjani A. Karim Rafsanjani A. Karim Ramadani Putri Windi Hastuti Ranny Ramadhani Yuneni Retno Hartati Retno Murwani Ria Azizah Ria Azizah Tri Nuraini Rianda Fauzan Rico Adi Setyanto Rifandi Septiadi Ompusunggu Robertus Triaji Mahendrajaya Robertus Triaji Mahendrajaya Robertus Triaji Mahendrajaya Robertus Triaji Mahendrajaya Robin Robin Rudhi Pribadi Sabila, Ahda Samudera, La Nina Gunaswara Saputra Giri Wicaksono Saputra Giri Wicaksono Saputri, Noviyani Sari Budi Moria Septiyani, Fenny Seto Haryoardyantoro Siagian, Cristiani Sifra Ann Hanania Sarumaha Sri Redjeki Sri Turni Hartati Sri Turni Hartati Sri Yulina Wulandari Subagiyo Subagiyo Sugiyanto, Nenden Rose Sunaryo Sunaryo Sunaryo Sunaryo Surbakti, Fitriani Suryono Suryono Sutrisno Anggoro Theresia Claudia Lasmarito Theresia Pradiani Triatmojo, Aldhian Ulfah Nurjanah, Ulfah Valentina R Iriani Valentina R. Iriani W.L. Saputra Wahyu Adi Wahyu Dewi Utari Haryanti Wilis Ari Setyati Wisnu Dewanto Wita Kristianty Sirait Wukir Berliana Pratiwi Yulia Ulfah Yulia Ulfah Yuvita Muliastuti Zulfikar Zulfikar