Claim Missing Document
Check
Articles

Improving the Ability to Dance Mokarawo Gorontalo Creative Dance Using Audiovisual Media in 4th Grade Students of SDN 1 Batudaa Pasue, Miftania; Pulukadang, Wiwy Triyanty; Pulukadang, Mimy Astuty; Karlan, La Ode; Husain, Rustam I
Jurnal Kiprah Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Kiprah Pendidikan | January 2026
Publisher : Program Studi Pendididikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33578/kpd.v51.p42-55

Abstract

This study addresses the research question: "Can audiovisual media enhance the Mokarawo creative dance skills of Class IV students at SDN 1 Batudaa, Gorontalo Regency?" The primary objective is to improve these students' dance abilities using audiovisual media. Employing Classroom Action Research (PTK) methodology, data were gathered through observation, tests, and documentation from 20 fourth-grade students at SDN 1 Batudaa, Gorontalo Regency. Results reveal steady progress. In Cycle I, Meeting 1, only 20% (4 students) met the dance competency criteria; by Meeting 2, this rose to 40% (8 students). In Cycle II, Meeting 1 achieved 70% (14 students), and Meeting 2 reached 85% (17 students). In conclusion, audiovisual media significantly boosts Mokarawo's creative dance skills among these students, demonstrating its effectiveness through iterative PTK cycles at SDN 1 Batudaa, Gorontalo Regency.
Improving the Ability to Dance Mokarawo Gorontalo Creative Dance Using Audiovisual Media in 4th Grade Students of SDN 1 Batudaa Pasue, Miftania; Pulukadang, Wiwy Triyanty; Pulukadang, Mimy Astuty; Karlan, La Ode; Husain, Rustam I
Jurnal Kiprah Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Kiprah Pendidikan | January 2026
Publisher : Program Studi Pendididikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33578/kpd.v51.p42-55

Abstract

This study addresses the research question: "Can audiovisual media enhance the Mokarawo creative dance skills of Class IV students at SDN 1 Batudaa, Gorontalo Regency?" The primary objective is to improve these students' dance abilities using audiovisual media. Employing Classroom Action Research (PTK) methodology, data were gathered through observation, tests, and documentation from 20 fourth-grade students at SDN 1 Batudaa, Gorontalo Regency. Results reveal steady progress. In Cycle I, Meeting 1, only 20% (4 students) met the dance competency criteria; by Meeting 2, this rose to 40% (8 students). In Cycle II, Meeting 1 achieved 70% (14 students), and Meeting 2 reached 85% (17 students). In conclusion, audiovisual media significantly boosts Mokarawo's creative dance skills among these students, demonstrating its effectiveness through iterative PTK cycles at SDN 1 Batudaa, Gorontalo Regency.
PENGEMBANGAN E-MODUL BERBASIS FLIPBOOK MATERI ASAL USUL NENEK MOYANG ORANG GORONTALO KELAS IV SD Duawulu, Miqdad; Pulukadang, Wiwy Triyanty; Husain, Rusmin; Monoarfa, Fidyawati; Katili, Sukri
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i1.9606

Abstract

This study was motivated by the limitations of Indonesian language teaching materials in elementary schools, which are still conventional and do not optimize digital technology. The focus of this study is the low level of student engagement and motivation in learning local history narrative material because learning resources are limited to printed textbooks without interactive media variations. The purpose of this study is to develop a Flipbook-based E-Module on the Origin of the Gorontalo Ancestors for fourth-grade students at SDN 19 Limboto. The research method used was Research and Development (R&D) with the ADDIE development model, which includes five important stages: needs analysis, product design using Canva and Heyzine, product development through expert validation, implementation on 23 students, and final evaluation. Data collection instruments included validation sheets and response questionnaires for teachers and students. The results showed that expert validation of the material, language, and media gave an average score of 92.91%, which is categorized as “Very Suitable.” In the practicality test, 96.87% of teachers and 96.71% of students responded that it was “Very Practical.” The main conclusion of this study is that the Flipbook-based E-Module on the Origin of the Gorontalo Ancestors has been tested for feasibility and practicality, making it highly relevant for use as an innovative learning medium to improve the quality of literacy based on local wisdom in elementary schools. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keterbatasan bahan ajar Bahasa Indonesia di sekolah dasar yang masih bersifat konvensional dan belum mengoptimalkan teknologi digital. Fokus masalah dalam penelitian ini adalah rendahnya keterlibatan dan motivasi belajar siswa pada materi narasi sejarah lokal karena sumber belajar yang hanya terpaku pada buku teks cetak tanpa variasi media interaktif. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan E-Modul berbasis Flipbook pada materi Asal Usul Nenek Moyang Orang Gorontalo untuk siswa kelas IV SDN 19 Limboto. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE yang meliputi lima tahapan penting: analisis kebutuhan, perancangan produk menggunakan Canva dan Heyzine, pengembangan produk melalui validasi ahli, implementasi pada 23 siswa, serta evaluasi akhir. Instrumen pengumpulan data meliputi lembar validasi serta angket respon guru dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa validasi ahli materi, bahasa dan media memberikan nilai rata-rata 92,91% dengan kategori "Sangat Layak". Pada uji kepraktisan, diperoleh persentase sebesar 96,87% dari respon guru dan 96,71% dari respon siswa, yang keduanya termasuk dalam kategori "Sangat Praktis". Simpulan utama penelitian ini adalah E-Modul berbasis Flipbook materi Asal Usul Nenek Moyang Orang Gorontalo telah teruji kelayakan dan kepraktisannya, sehingga sangat relevan digunakan sebagai media pembelajaran inovatif untuk meningkatkan kualitas literasi berbasis kearifan lokal di sekolah dasar.    
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS KARANGAN DESKRIPSI MELALUI MEDIA AMPLOP MISTERI PADA MURID KELAS IV SEKOLAH DASAR Reyhani, Delia Putri; Husain, Rusmin; Pulukadang, Wiwy Triyanty; Monoarfa, Fidyawati; Katili, Sukri
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i1.9871

Abstract

ABSTRACT Language learning in elementary schools is closely related to the development of writing skills, one of which is the ability to compose descriptive essays. Field observations indicate that there are still students who are not yet able to develop and express their ideas optimally in written form. A similar condition was also found among fourth-grade students at SDN 1 Batudaa, Gorontalo Regency, where the students’ ability to write descriptive essays has not yet developed optimally. Efforts to improve students’ ability to write descriptive essays therefore became the main focus of this study, which was carried out through the implementation of the Mystery Envelope learning media in the classroom. This study employed a Classroom Action Research (CAR) approach conducted through two cycles of action. Each cycle consisted of the stages of planning, action implementation, observation, and reflection, which aimed to improve the learning process. The research subjects consisted of 20 fourth-grade students. To obtain the research data, the researcher used several data collection techniques, namely observation, interviews, tests, and documentation. The students’ ability to write descriptive essays showed gradual improvement along with the implementation of actions in each research cycle. In Cycle I, the number of students who achieved mastery increased from 4 students (20%) at the first meeting to 10 students (50%) at the second meeting. In Cycle II, the number of students achieving mastery increased from 14 students (70%) at the first meeting to 17 students (85%) at the second meeting. The implementation of the Mystery Envelope media in learning demonstrated positive results, namely an improvement in the ability of fourth-grade students at SDN 1 Batudaa, Gorontalo Regency, to write descriptive essays. ABSTRAK Pembelajaran bahasa di sekolah dasar tidak terlepas dari pengembangan kemampuan menulis, salah satunya melalui keterampilan menyusun karangan deskriptif. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa masih terdapat siswa yang belum mampu mengembangkan serta menyampaikan gagasan mereka secara optimal dalam bentuk tulisan. Pada siswa kelas IV SDN 1 Batudaa Kabupaten Gorontalo juga ditemukan kondisi yang serupa, yaitu kemampuan menulis karangan deskripsi yang masih belum berkembang secara optimal. Upaya peningkatan kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi menjadi fokus utama dalam penelitian ini, yang dilaksanakan melalui penerapan media Amplop Misteri dalam pembelajaran. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan melalui dua siklus tindakan. Setiap siklus meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi yang bertujuan untuk memperbaiki proses pembelajaran. Subjek penelitian berjumlah 20 siswa kelas IV. Untuk memperoleh data penelitian, peneliti menggunakan beberapa teknik pengumpulan data, yaitu observasi, wawancara, tes, serta dokumentasi. Kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi menunjukkan perkembangan yang semakin baik seiring dengan pelaksanaan tindakan pada setiap siklus penelitian. Pelaksanaan Siklus I menunjukkan adanya peningkatan jumlah siswa yang mencapai ketuntasan, dari 4 siswa (20%) pada pertemuan pertama menjadi 10 siswa (50%) pada pertemuan kedua. Pelaksanaan Siklus II memperlihatkan peningkatan jumlah siswa yang mencapai ketuntasan, yaitu dari 14 siswa (70%) pada pertemuan pertama menjadi 17 siswa (85%) pada pertemuan kedua. Penerapan media Amplop Misteri dalam pembelajaran menunjukkan hasil yang positif, yaitu meningkatnya kemampuan siswa kelas IV SDN 1 Batudaa Kabupaten Gorontalo dalam menulis karangan deskripsi.
MENINGKATKAN KREATIVITAS SISWAMENGGUNAKAN METODE BERMAIN PERAN PADA PEMEBELAJARAN SBDP DI KELAS III SD Saputri, Nurhayati Eka; Pulukadang, Wiwy Triyanty; Pulukadang, Mimy Astuty; Husain, Rustam; Katili, Sukri
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i2.9696

Abstract

The problem addressed in this study is whether the role-playing method can improve students’ creativity in SBdP (Arts, Culture, and Crafts) learning in Grade III at SDN 2 Kabila Bone, Bone Bolango Regency. The purpose of this study is to improve students’ creativity through the application of the role-playing method in SBdP learning in Grade III at SDN 2 Kabila Bone, Bone Bolango Regency. This study employed classroom action research (CAR). Data collection techniques included tests, observation, and documentation. Based on observations conducted on January 20, 2024, during the pre-study phase at SDN 2 Kabila Bone, students’ creativity was found to be relatively low. This was evident during the learning process, as some students required considerable assistance from the teacher to complete activities, while others were unable to express their own ideas without guidance from the teacher, and still others were reluctant and shy when asked to come to the front of the class. The findings of Cycle I’s first meeting indicated that the predetermined assessment indicators had not yet been achieved, as overall student performance remained low: of the 22 students, only 4 (18%) met the criteria, while 18 (82%) did not. In Cycle I, the second meeting, students’ creativity, as measured by the role-playing method, increased, with 9 students (41%) meeting the criteria and 13 students (59%) not yet meeting the criteria. Furthermore, in Cycle II, the first meeting, there was a further improvement, with 13 students (59%) meeting the criteria and 9 students (41%) not meeting the criteria. Based on the findings of the actions in Cycle II, the second meeting, it can be concluded that students’ creativity, as measured through the use of the role-playing method in SBdP learning in Grade III at SDN 2 Kabila Bone, Bone Bolango Regency, improved and reached the targeted level. ABSTRAK Masalah dalam penelitian ini, apakah metode bermain peran dapat meningkatkan kreativitas siswa pada pembelajaran SBDP di kelas III SDN 2 Kabila Bone Kabupaten Bone Bolango? Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan Kreativitas Siswa Menggunakan Metode Bermain Peran Pada Pemebelajaran SBdP Di Kelas III SDN 2 Kabila Bone Kabupaten Bone Bolango. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini diantaranya tes, observasi, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan pada tanggal 20 Januari 2024 saat pra penelitian di SDN 2 Kabila Bone, dimana daya kreativitas anak masih rendah. Hal ini dapat di lihat saat proses pembelajaran ada sebagian anak yang melakukan kegiatan harus banyak dibantu oleh guru, sebagian anak belum bisa mengungkapkan idenya sendiri kalau tidak dibantu oleh guru, dan sebagian anak masih malu-malu saat guru meminta untuk maju kedepan kelas. Dari hasil siklus I pertemuan pertama bahwa indikator penilaian yang telah direncanakan belum tercapai dilihat dari kemampuan siswa secara keseluruhan masih kurang yakni dari 22 siswa yang mampu hanya 4 atau 18% siswa dan yang belum mampu 18 atau 82% siswa.Pada siklus I pertemuan kedua kreativitas siswa menggunakan metode bermain peran meningkat dari 22 siswa yang mampu 9 dan 41% siswa dan yang belum mampu 13 atau 59% siswa. Selanjutnya pada siklus II pertemuan pertama juga mengalami peningkatan dari 22 siswa yang mampu 13 atau 59% siswa dan yang belum mampu sebanyak 9 atau 41% siswa. Berdasarkan hasil tindakan pada siklus II pertemuan kedua maka dapat disimpulkan bahwa peningkatan kreativitas siswa dengan menggunakan metode bermain peran pada pembelajaran SBDP di kelas III SDN 2 Kabila Bone Kabupaten Bone Bolango telah meningkat atau mencapai tareget.  
Pengembangan dan Validasi Media LONTAR (Ludo Bangun Datar) ada Pembelajaran Matematika Siswa Sekolah Dasar Materi Luas dan Keliling Bangun Datar Ni Luh Ray Satya Nanda; Wiwy Triyanty Pulukadang; Nur Sakinah Aries; Andi Marshanawiah; Ade Mahniar
Cokroaminoto Journal of Primary Education Vol. 9 No. 1 (2026): Januari - Maret 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/cjpe.9.1.2026.8260

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya minat siswa terhadap mata pelajaran matematika khususnya berkaitan dengan topik menghitung luas dan keliling bangun datar. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran berbasis  permainan bernama Media LONTAR (Ludo Bangun Datar) guna membantu guru menunjang pembelajaran secara lebih menarik serta membantu siswa memahami  konsep luas dan keliling bangun datar secara lebih konkret. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE yang terdiri dari 5 tahap yakni, Analysis, Design, Development, Implementation dan Evaluation. Teknik pengumpulan data yang digunakan yakni wawancara, angket dan dokumentasi. Jenis instrumen dalam penelitian ini berupa lembar validasi ahli media, materi dan pengguna, serta angket respon guru dan siswa kelas 5. Teknik analisis data yang digunakan yakni uji kelayakan dan kepraktisan guna meninjau kualitas media yang dikembangkan. Hasil  uji kelayakan menunjukkan bahwa media LONTAR termasuk kategori sangat layak dengan skor kelayakan rata-rata sebesar 93,75%. Selain itu, hasil uji kepraktisan juga menunjukkan media tergolong sangat praktis dengan skor 97,5% dari penilaian guru dan 97,13% dari siswa kelas V.  Temuan ini membuktikan bahwa media LONTAR merupakan media yang layak dan praktis untuk menarik minat serta mendukung pemahaman siswa terkait konsep penyelesaian masalah yang berkaitan dengan luas dan keliling bangun datar.
Pengembangan dan Validasi Media Pecaria (Pecahan Ceria dan Interaktif Anak) pada Materi Pecahan Sederhana di Sekolah Dasar Jesica Amellia; Wiwy Triyanty Pulukadang; Nur Sakinah Aries; Andi Marshanawiah; Ade Mahniar
Cokroaminoto Journal of Primary Education Vol. 9 No. 1 (2026): Januari - Maret 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/cjpe.9.1.2026.8261

Abstract

Urgensi penelitian ini terletak pada kebutuhan akan media pembelajaran inovatif yang interaktif dan kontekstual untuk membantu siswa sekolah dasar memahami konsep pecahan sederhana secara lebih mudah dan bermakna. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya pemahaman peserta didik sekolah dasar terhadap konsep pecahan sederhana yang bersifat abstrak, khususnya pada peserta didik kelas rendah. Kondisi tersebut disebabkan oleh keterbatasan penggunaan media pembelajaran konkret dan interaktif dalam proses pembelajaran matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran PECARIA (Pecahan Ceria dan Interaktif Anak) serta menguji tingkat kelayakan dan kepraktisannya dalam membantu peserta didik memahami konsep pecahan sederhana secara konkret. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan model pengembangan ADDIE yang meliputi tahap Analyze, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Penelitian dilaksanakan di SDN 16 Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo, pada semester genap tahun ajaran 2025/2026 dengan subjek penelitian berupa 28 peserta didik kelas II dan seorang guru wali kelas. Instrumen pengumpulan data meliputi pedoman wawancara, lembar validasi ahli materi dan ahli media, lembar observasi, serta angket respon guru dan peserta didik. Teknik analisis data dilakukan menggunakan skala Likert untuk menghitung persentase kelayakan dan kepraktisan media. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media PECARIA memperoleh skor kelayakan sebesar 97,5% dengan kategori sangat layak, serta skor kepraktisan sebesar 95% dari guru dan 90% dari peserta didik dengan kategori sangat praktis. Dengan demikian, media PECARIA dinyatakan layak dan praktis digunakan sebagai media pembelajaran matematika pada materi pecahan sederhana di kelas II sekolah dasar.
Meningkatkan Kemampuan Menjumlah Pecahan melalui Model Pembelajaran Cups pada Siswa Kelas V di SD N Minanga Kabupaten Banggai Laut Sulawesi Tengah Harsia Mollobi; Wiwy Triyanty Pulukadang; Nur Sakinah Aries
Riwayat: Educational Journal of History and Humanities Vol 8, No 3 (2025): July
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jr.v8i3.46766

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan Menjumlah Pecahan Melalui Model Pembelajaran Conseptual Understanding Procedures (CUPS) Pada siswa kelas V di SDN Minanga Kabupaten Banggai Laut. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan subjek penelitian 10 siswa. Dilihat dari hasil tes belajar siswa, kemampuan siswa dari siklus 1 sampai siklus II melakukan peningkatan hal tersebut dapat dibuktikan mulai dari hasil kemampuan belajar siswa pada pembelajaran siklus 1 dengan hanya 5 orang siswa atau 50% yang tuntas atau memenuhi (KKM) yaitu 75, sedangkan 5 orang siswa atau 50% tidak tuntas atau belum memenuhi (KKM) yaitu 75 dalam menjumlahkan pecahan berbeda penyebut di kelas V SDN Minanga Kabupaten Banggai Laut dengan nilai tertinggi 83 dan nilai terendah 25 dengan jumlah kehadiran siswa 10 orang. Sedangkan jika kita bandingan dengan hasil kemampuan belajar siswa pada siklus II yaitu ada 9 orang siswa atau 90% yang tuntas atau memenuhi (KKM) yaitu 75, dan hanya 1 orang siswa atau 10% tidak tuntas atau belum memenuhi (KKM) yaitu 75 dalam materi menjumlahkan pecahan berbeda penyebut di kelas V SDN Minanga Kabupaten Banggai Laut, nilai tertinggi siswa mencapai 92 dan nilai terendah 67 dengan jumlah kehadiran siswa 10 orang. Hasil kemampuan belajar siswa dari siklus 1 sampai siklus II mengalami peningkatan sebesar 40% dan hasil yang diperoleh pada siklus II sebesar 80%. Berdasarkan hasil penerapan model pembelajaran Conseptual Understanding Procedures (CUPs) yang telah dilaksanakan terdapat peningkatan kemampuan menjumlahkan pecahan berbeda penyebut dengan tepat pada siswa dalam proses pembelajaran.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGGUNAKAN CANGKANG KERANG MATERI SENI RUPA PADA SISWA KELAS V SDN 24 DUNGINGI Shinta Oktavia; Wiwy Triyanty Pulukadang; Rustam I Husain; Rusmin Husain; Fidyawati Monoarfa
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 No. 2, Juni 2026 Publish
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.46768

Abstract

This study aims to analyze the effectiveness of using seashells as a learning medium in improving the ability of fifth-grade students to create visual art at SDN 24 Dungingi, Gorontalo City. The main problem addressed in this research is the low level of students’ creativity and skills in producing art works. The research employed a Classroom Action Research (CAR) method conducted in two cycles, with data collection techniques including observation, interviews, documentation, and creativity tests. The research subjects were fifth-grade students of SDN 24 Dungingi. The results of the study indicate a significant improvement in students’ ability to create visual art after the implementation of seashell-based learning media. In the first cycle, 11 students achieved the Minimum Mastery Criteria (KKM), representing 59%. In the second cycle, the number increased to 18 students, equivalent to 95%. These findings suggest that the use of natural materials such as seashells provides contextual learning experiences, enhances students’ creativity, and encourages active participation in the learning process. Therefore, the use of seashells as a learning medium is proven to be effective in improving students’ learning outcomes in visual arts.
Enhancing Fourth-Grade Students’ Dance Skills through Kabela Traditional Dance Using Audiovisual Media Kono, Putri Cintia; Pulukadang, Wiwy Triyanty; Pulukadang, Mimy Astuty; Aya Ragab
Solo International Collaboration and Publication of Social Sciences and Humanities Vol. 4 No. 01 (2026): Solo International Collaboration and Publication of Social Sciences and Humani
Publisher : Walidem Institute and Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61455/sicopus.v4i01.492

Abstract

Objective:  This research aimed to improve fourth-grade students' ability to perform the traditional Kabela dance at SD Laboratorium Universitas Negeri Gorontalo using audio-visual media. Theoretical framework: The study is based on multimodal learning, particularly multimedia learning theory, which suggests that combining visual and auditory elements enhances understanding and coordination, especially in kinesthetic activities like dance. Literature review:  Previous studies highlight the effectiveness of audio-visual media in teaching dance by providing clear visual models, improving movement replication, and fostering engagement. It also emphasizes the importance of cultural competence in dance education. Methods: A classroom action research design was employed with two cycles, each consisting of two meetings. Data were collected through observations, performance tests, and documentation, assessing students' skills in movement, rhythm, and expression. Results: The results revealed a significant improvement in students’ performance in the Kabela dance after the implementation of audio-visual media. In the first cycle, only 8 students (44%) achieved satisfactory performance. However, in the second cycle, 16 students (89%) demonstrated mastery of the dance movements. The use of audio-visual media was shown to be an effective tool in enhancing students' understanding, coordination, and expression in performing the Kabela dance. Implications: The study suggests that audio-visual media is an effective tool for teaching traditional dance and improving students' cultural and artistic competence, especially in Seni Budaya dan Prakarya (SBDP) subjects. Novelty: This research introduces the use of audio-visual media to teach the Kabela dance, showing its potential to enhance dance learning outcomes and cultural appreciation in primary education.
Co-Authors Abubakar, Nurfadila Ade Mahniar Afidah, Nurul Ahmad, Nakir T Amna Limonu Andi Marshanawiah Annisa Fahmi Mannassai Arif, Rifda Mardian Aya Ragab Bouato, Nur Fratiwi Budiman, Jihan Larasati Candra Cuga Caru, Anggriani Darwis, Friskawaty Duawulu, Miqdad Dumbela, Suci Rahmawati Eato, Meisti Fani Emmy Tirta Aviqi Fadilla, Dwi Badriyatul Fidyawati Monoarfa Framesti, Tiyas Ayu Gamar Abdullah Gobel, Shelly Marcelina Halik, Sintiya Harsia Mollobi Hasan, Annisa Septianingrum Hasan, Trianita Hasim, Evi Hendrayanto, Hendrayanto Husain, Fauzia Putri Meylan Ibrahim, Yuniar Marhamah S. Ismail, Reska Putri Jesica Amellia Karim, Amna Kono, Putri Cintia La Ode Karlan La Ode Karlan Latif, Nurjana Lestari, Priscya Ayu Lukman A. R. Laliyo Lumayo, Ifana MAHMUD, PUTRI MAHMUD, SRI NOVITA Mimy Astuty Pulukadang Moh. Dehiyo, Sofiyanti Mokoagow, Nurchalis Mokobela, Mifta Monoarfa , Fidyawati Monoarfa, Fidiawati Monoarfa, Fidyawati Monoarfa, Fidyawaty Ngabito, Siti Nur Rahayu K. Ni Luh Ray Satya Nanda Niken Ayu, Niken Novita Abdullatief Nur Sakinah Aries Nur Sakinah Aries Nur, Rizka Rafiastika S. Nurainun Nurfadila Abubakar Pasue, Miftania Pobela, Mawarda Poiyo, Gita Triputri Danial Pratiwi, Ni Putu Citra PUPUNG PUSPA ARDINI RAHMA MODEONG, LUSIANA Rahmatia Tulenan Regita Halid RENALDY BULANGO, MOHAMAD Reyhani, Delia Putri Rusmin Husain Rustam I. Husain Salma Halidu Samsi Pomalingo, Samsi Saputri, Nurhayati Eka Shinta Oktavia Simbala, Alivia Adenia Sitti Rahmatia Y. Hilumalo Sukri Katili Sukri Katili Suratinoyo, Sri Ningsih Thalib, Sri Amelia Tolinggi, Yolanda Umama, Niawati Usman, Fadilah S WAYAN RUSMINI, NI Yusuf, Ismiawati U.