Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Hubungan Pola Asuh Orangtua Dengan Perkembangan Emosi Anak Usia Pra Sekolah Di Tk Rohmatul Magfiroh Desa Pakisaji Kecamatan Pakisaji Kabupaten Malang Windarwati, Heni Dwi; Melani, Asti; Yustita, Rika
Journal of Holistic Nursing Science Vol 1 No 1 (2014)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (53.652 KB)

Abstract

Abstrak Anak usia pra sekolah (4-6 tahun) perlu mendapatkan stimulus dan pola asuh yang positif untuk mengembangkankan fungsi motorik, kognitif dan afeksi. Bentuk perkembangan afeksi adalah perkembangan emosi negatif dan positif yang diakibatkan dari pemberian pola asuh orangtua (authoritarian, permissive, authoritative). Tujuan penelitian ini untuk melihat hubungan antara pola asuh orangtua dengan perkembangan emosi anak usia pra sekolah. Desain penelitian yang digunakan adalah observational analitik dengan pendekatan cross sectional studi. Sampel dipilih dengan menggunakan total sampling berjumlah 49 orangtua (ibu) anak usia pra sekolah dan 49 anak usia pra sekolah di TK Rohmatul Magfiroh Desa Pakisaji Kecamatan Pakisaji Kabupaten Malang. Hasil penelitian ini menunjukkan 35 (71,4%) orangtua (ibu) anak usia pra sekolah menerapkan pola asuh demokratis dan 36 (73,5%) anak memiliki perkembangan emosi positif. Uji statistik Chi Square penelitian ini menunjukkan hubungan pola asuh orangtua dengan perkembangan emosi anak usia pra sekolah, dengan nilai hitung ≥ tabel (9,698 > 5,991) dan memiliki nilai p < 0,05 (0,008 < 0,05). Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai rekomendasi untuk penelitian selanjutnya mengenai pengaruh budaya terhadap perkembangan emosi.
CYBERBULLYING BEHAVIOR IN ADOLESCENTS A SOCIAL MEDIA USER Windarwati, Heni Dwi; Saragih, Desi Christin; Merdikawati, Ayut; PH, Livana
Jurnal Ners Widya Husada Vol 7, No 2 (2020): JULI
Publisher : Universitas Widya Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33666/jnwh.v7i2.367

Abstract

Social media is a communication tool through online media to facilitate individuals to carry out social processes. The positive impact of social media can be very beneficial and bring good to its users, but if users are not controlled in using social media, users can harm themselves and other users, such as conducting cyberbullying to other social media users. The most social media users are adolescents. The research aims to find out the description of cyberbullying behavior in adolescents as social media users. Research with descriptive analytic type has been conducted on 126 adolescents in grade 10 senior high school in Malang. Data were collected using a cyberbullying behavior questionnaire consisting of 25 questions with a purposive sampling technique. Data were analyzed in a frequency distribution, the results showed 42.9% of respondents with high cyberbullying behavior and 57.1% of respondents with low cyberbullying behavior. This type of cyberbullying that is very often done in adolescents is sending harsh words to someone on social networks or chat rooms.
Hubungan Pola Asuh Orangtua Dengan Perkembangan emosi Anak Usia Pra Sekolah Di TK Rohmatul Magfiroh Desa Pakisaji Kecamatan Pakisaji Kabupaten Malang Heni Dwi Windarwati; Asti Melani A.; Rika Yustita
FIKkeS Vol 3, No 1 (2010): Jurnal Keperawatan
Publisher : FIKkeS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (920.994 KB)

Abstract

Anak usia pra sekolah (4-6 tahun) perlu mendapatkan stimulus dan pola asuh yang positif untuk mengembangkan fungsi motorik, kognitif dan afeksi. Bentuk perkembangan afeksi adalah perkembangan emosi negatif dan positif yang diakibatkan dari pemberian pola asuh orangtua (authoritarian, permissive, authoritative). Tujuan penelitian ini untuk melihat hubungan antara pola asuh orangtua dengan perkembangan emosi anak usia pra sekolah. Desain penelitian yang digunakan adalah observational analitik dengan pendekatan cross sectional studi. Sampel dipilih dengan menggunakan total sampling berjumlah 49 orangtua (ibu) anak usia pra sekolah dan 49 anak usia pra sekolah di TK Rohmatul Magfiroh Desa Pakisaji Kecamatan Pakisaji Kabupaten Malang. Hasil penelitian ini menunjukkan 35 (71,4%) orangtua (ibu) anak usia pra sekolah menerapkan pola asuh demokratis dan 36 (73,5%) anak memiliki perkembangan emosi positif. Uji statistik Chi Square penelitian ini menunjukkan hubungan pola asuh orangtua dengan perkembangan emosi anak usia pra sekolah, dengan nilai x2 hitung >x2 tabel (9,698>5,991) dan memiliki nilai p < 0,05 (0,008<0,05). Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai rekomendasi untuk penelitian selanjutnya mengenai pengaruh budaya terhadap perkembangan emosi.
Pengaruh Terapi Relaksasi Otot Progresif Jenis Tension Relaxation Terhadap Penurunan Skor Depresi pada Lansia Di UPT Pelayanan Sosial Lanjut Usia Pandaan Kabupaten Pasuruan Heni Dwi Windarwati; A Chusnul Qhuluq Ar; Genga Nurina Putri
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2011: PROSEDING SEMINAR NASIONAL KEPERAWATAN PPNI JATENG
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Betakang-Depresi merupakan salah satu gangguan mental yang dimungkinkan muncul pada lansia, ketika lansia tidak dapat segera beradaptasi dengan berbagai perubahan yang terjadi akibat proses penuaan. Salah satu pendekatan yang dapat dilakukan dalam menurunkan skor depresi lansia adalah melalui psikoterapi dengan menggunakan terapi relaksasi otot progresif jenis Tension Relaxation. Tujuan-Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi relaksasi otot progresif jenis tension relaxation terhadap penurunan skor depresi lansia. Metode-Desain penelitian yang digunakan adalah dengan Quasi-experimental dengan Rancangan Rangkaian Waktu (Times Series Design). Sarnpel penelitian ini adalah lansia dengan depresi di UPT Pelayanan Sosial Lanjut Usia Pandaan. Sampel dipilih menggunakan teknik pengambilan sampel non probability sampling dengan cara total sampling. Jumlah sampel yang diambil sebanyak 10 orang lansia. Hasil-Penelitian ini menunjukkan adanya penurunan pada nilai mean skor depresi lansia, dimana diperoleh mean pretest sebesar 10,9 sedangkan mean posttest I dan 2 menurun menjadi 6,4 dan 5,7. ierdasarkan uji hipotesa menggunakan uji repeated ANOVA (parametrik) dengan tingkat kepercayaan 95% didapatkan nilai signifikansi 0,000 (p<0,05), sehingga dapat diartikan bahwa terapi relaksasi otot progresif berpengaruh secara signifikan terhadap terjadinya penurunan skor depresi lansia di UPT Pelayanan Sosial Lanjut Usia Pandaan. Rekomendasi-Peneliti menyarankan kepada instansi tersebut untuk dapat menggunakan terapi relaksasi otot progresif pada lansianya yang mengalami gangguan depresi. Kata kunci-Relaksasi otot progresif, tension relaxation, depresi, lansia.
Pengalaman Perawat Dalam Merawat Pasien Perilaku Kekerasan Yang Disebabkan Halusinasi Di Ruang Melati Rsj Dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang Sulistyono Sulistyono; Indah Winarni; Heni Dwi Windarwati
coba Vol 2 No 2 (2014): Mei 2014
Publisher : Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6.098 KB) | DOI: 10.32831/jik.v2i2.37

Abstract

The high numbers of patients with an angry expression of asertif with a history of violent behavior that average caused hallucinations, need to get attention and serious handling for all parties concerned especially the nurse on duty in rsj dr. Radjiman wediodiningrat lawang. This is because the patients in acute conditions as mentioned above. may harm or threaten the safety of the patient or the safety of others. Research purposes which is to dig experience nurse in giving an orphanage nursing in patients behavior violence caused hallucinations in melati room rsj dr. Radjiman wediodiningrat lawang. The method of this research is to use qualitative research designs with descriptive phenomenology of approach. Participants who participated in this research as many as four people room nurse melati rsj dr. Radjiman wediodiningrat lawang. The result of analisi with the methods colaizzi against the transcript verbatim produce three themes the steps the preformance of the process of nursing, self-awareness, and empathy. A conclusion that obtained from the results of this research is a nurse in to treating a patient behavior violence caused hallucinations there has been a cycle is turning which is that of self- awareness, empathy, and carry out steps in the process of nursing. The institution clinic should increase the capability of perawatnya especially in treating patients in the condition of acute or crisis Key words: patients with violent behavior, nurse experience, qualitative
Peningkatan Kesehatan Mental Mahasiswa Pasca Pandemi Covid-19 melalui Deteksi Dini dan Pelatihan Manajemen Stres Windarwati, Heni Dwi; Nova, Renny; Sunarto, Muhammad; Ati, Niken Asih Laras; Kusumawati, Mira Wahyu; Hummaya, Atin; Wahyuni, Ida; Selena, Irhamnaa Nias
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 6 No 1 (2024): Jurnal Peduli Masyarakat: Maret 2024
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v6i1.2582

Abstract

Mahasiswa merupakan kelompok yang terdampak COVID-19 dan rentan memiliki kesehatan mental yang lebih buruk akibat tingginya stresor. Pandemi dan kondisi pasca pandemi COVID-19 berpotensi menyebabkan masalah kesehatan mental pada mahasiswa sehingga perlu tindakan untuk mengelola stres melalui pelatihan manajemen stres. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan pada tanggal 29 September 2022 sampai 15 November 2022 berlokasi di Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Brawijaya Malang dengan sasaran mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Brawijaya sebanyak 147 mahasiswa. Kegiatan ini bertujuan mengidentifikasi masalah kesehatan jiwa melalui deteksi dini dan pelatihan manajemen stres. Deteksi dini dilaksanakan menggunakan Masclah Burn Out Inventory-Student dan Self Reporting Questionaire (SRQ-29). Hasil deteksi dini menunjukkan bahwa peserta pengabdian masyarakat berusia rata – rata 22 tahun dan 33.3% memiliki pendapatan dibawah UMR. Sebanyak 23.8% mahasiswa pernah terkonfirmasi positif COVID-19 dan 32.7% mahasiswa memiliki tingkat burnout yang tinggi. Dalam hal kesehatan mental, sebanyak 46.9% peserta memiliki masalah kesehatan mental, dimana 42.9% mahasiswa dan 63.3% terindikasi memiliki gangguan psikotik dan memiliki PTSD (Post-Traumatic Stress Disorder). Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilanjutkan pelatihan manajemen stres selama dua hari. Pandemi COVID-19 memberikan dampak signifikan pada kesehatan mental mahasiswa.
Apakah Masalah Psikososial Berhubungan dengan Kesehatan Jiwa, Burnout Akademik, dan Kecanduan Smartphone pada Remaja? Windarwati, Heni Dwi; Lestari, Retno; Hidayah, Ridhoyanti; Ati, Niken Asih Laras; Kusumawati, Mira Wahyu; Wulandari, Rany Agustin; Boyke, Benny
Jurnal Keperawatan Vol 16 No 1 (2024): Jurnal Keperawatan: Maret 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/keperawatan.v16i1.1891

Abstract

Remaja merupakan kelompok rentan dengan risiko masalah kesehatan mental dan psikososial yang kompleks seperti stres, ansietas, depresi, dan risiko bunuh diri. Masalah Kesehatan mental yang banyak terjadi antara lain stress, ansietas, depresi dan gangguan perilaku. Masalah tersebut dapat disebabkan karena kecanduan game online, hubungan sosial dan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara masalah psikososial pada remaja berhubungan dengan kesehatan jiwa, burnout akademik, dan kecanduan smartphone pada remaja sekolah menengah atas. Penelitan ini menggunakan Desain deskriptif analitik dengan pendekatan crossectional. Penelitian di lakukan di Wilayah Kabupaten Bondowoso pada populasi siswa Sekolah Menengah Atas. Iinstrumen yang digunakan Pediatric Symptoms Checklist (PSC), Strength and Difficulties Questionnaire (SDQ), Maslah Burnout Inventory Student Survey (MBI SS) dan Smartphone Addiction Scale-Short Version (SAS SV). Hasil penelitian ini menunjukkan masalah psikososial remaja dengan kesulitan remaja menunjukkan bahwa masalah psikososial remaja berhubungan signifikan dengan kesulitan pada remaja (p-value = 0,000; r: 0,574), masalah psikososial pada remaja berhubungan positif dan signifikan dengan burnout akademik siswa (p-value = 0,001; r: 0,170) dan kecanduan smartphone (p-value = 0,000; r: 0,223). Risiko masalah psikososial remaja berhubungan dengan kesehatan jiwa remaja domain kesulitan, burnout akademik remaja, dan kecanduan smartphone.
Psikoterapi sebagai Intervensi Peningkatan Perkembangan Emosi Remaja: A Systematic Review Septiansyah, Dhimas Anggi; Windarwati, Heni Dwi; Hariyanti, Tita
Jurnal Keperawatan Vol 17 No 2 (2025): Jurnal Keperawatan: Juni 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/keperawatan.v17i2.3221

Abstract

Remaja berisiko mengalami perubahan emosional yang signifikan dan membutuhkan dukungan yang tepat untuk mengelola perkembangan emosi. Psikoterapi merupakan metode intervensi yang efektif dalam meningkatkan kemampuan remaja menghadapi tantangan emosional. Metode psikoterapi terdiri dari berbagai intervensi yang perlu identifikasi efektivitasnya untuk meningkatkan perkembangan emosi serta kesejahteraan mental remaja. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau secara sistematis efektivitas berbagai intervensi yang menggunakan metode psikoterapi untuk meningkatkan kemampuan perkembangan emosi remaja. Penelitian ini menggunakan PRISMA Flowchart untuk seleksi artikel pada 3 Database yaitu Science Direct, Pubmed, dan Proquest dengan kriteria artikel terbit pada tahun 2019 – 2024. Sebanyak 5183 artikel dilakukan proses seleksi dengan menggunakan PRISMA Flow Chart dan sebanyak 10 artikel memenuhi kriteria inklusi. Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat tujuh metode intervensi psikoterapi yang secara efektif mampu meningkatkan perkembangan emosi remaja. Metode intervensi psikoterapi tersebut yaitu (1) psikoterapi berbasis kognitif, (2) psikoterapi berbasis kognitif dan relaksasi, (3) psikoterapi berbasis perilaku, (4) psikoterapi berbasis kognitif dan perilaku, (5) psikoterapi berbasis aktivitas fisik, (6) psikoterapi berbasis ketahanan, dan (7) psikoterapi berbasis sistem informasi keperawatan. Hasil tinjauan sistematis ini menunjukkan bahwa bentuk intervensi psikoterapi secara signifikan efektif dalam meningkatkan kemampuan perkembangan emosi remaja, serta berkontribusi positif terhadap kesehatan jiwa mereka. 
Kualitas Hidup dan Hubungannya dengan Masalah Psikologis pada Mahasiswa Profesi Keperawatan: Studi Cross-Sectional Windarwati, Heni Dwi; Lestari, Retno; Ati, Niken Asih Laras; Kusumawati, Mira Wahyu; Kurniawati, Victoria Maya
Jurnal Keperawatan Vol 17 No 2 (2025): Jurnal Keperawatan: Juni 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/keperawatan.v17i2.3544

Abstract

Pendidikan profesi keperawatan menimbulkan stresor yang dapat menimbulkan masalah kesehatan mental pada mahasiswa profesi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara masalah psikologis dengan kualitas hidup mahasiswa profesi keperawatan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional pada 275 mahasiswa profesi keperawatan yang diseleksi dengan menggunakan convenience sampling. Self- Reporting Questionnaire digunakan untuk mengukur Masalah psikologis dan WHO-QOLBREF digunakan untuk mengukur kualitas hidup pada mahasiswa profesi keperawatan. Data pada penelitian ini dianalisis dengan menggunakan Uji Spearman-Rank. Penelitian ini menunjukkan bahwa sebanyak 29.1% mahasiswa profesi keperawatan memiliki risiko masalah psikologis dan sebagian besar mahasiswa memiliki kualitas hidup yang baik (81.8%). Hasil analisa korelasi dengan Spearman Rank menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara masalah psikologis dengan kualitas hidup mahasiswa profesi keperawatan (p-value < 0.01; r-value= -668). Selain itu, terdapat hubungan negatif dan signifikan antara domain kesehatan fisik (p-value < 0.01; r-value= -620), domain kesehatan psikologis (p-value < 0.01; r-value= -609), domain hubungan sosial (p-value < 0.01; r-value= -490), dan domain lingkungan (p-value < 0.01; r-value= -336) dengan masalah psikologis mahasiswa profesi keperawatan. Penelitian ini menunjukkan bahwa semakin rendah masalah psikologis mahasiswa profesi keperawatan semakin tinggi kualitas hidup mahasiswa.
Decoding the Cognitive Footprint of Autism: Unveiling the Nexus between Autism Spectrum Disorder and Cognitive Abilities in Children with Special Needs Windarwati, Heni Dwi; Lestari, Retno; Hidayah, Ridhoyanti; Hasan, Haliza; Kusumawati, Mira Wahyu; Ati, Niken Asih Laras; Selena, Irhamna Nias; Dumar, Bergita; Rahayu, Gemi; Maharani, Asri
Sawwa: Jurnal Studi Gender Vol. 19 No. 2 (2024): October
Publisher : Pusat Studi gender dan Anak (PSGA) Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/sa.v19i2.19934

Abstract

Children with special needs experience disruptions in their physical, mental, and cognitive development and socialization, causing their daily activities to differ from other children. One classification of children with special needs was Autism Spectrum Disorder (ASD), in which the status and severity of ASD symptoms are related to cognitive abilities. This study aimed to determine the relationship between autism status in children with special needs and their cognitive abilities. This study employs a quantitative design with a cross-sectional method and involves 55 children with special needs in Malang City, East Java Province, Indonesia. The study was conducted on 55 children with special needs in Malang City in East Java Province, Indonesia. The Autism Spectrum Quotient (AQ-10) questionnaire was used to measure autism status, and cognitive abilities were measured using the Autism Treatment Evaluation Checklist (ATEC). This study showed that as many as 85.5% of children with special needs have characteristics that lead to autism. Most children lived with siblings (72.8%), and 21.8% had siblings with the same condition. The Spearman-Rho analysis indicated a significant relationship between autism status and cognitive abilities (coefficient: 0.425; p-value=0.001). Our study found that children with special needs tend to have ASD status, so children with ASD need to get cognitive therapy according to their abilities. Therefore, parents and special needs schools must collaborate to enhance the cognitive abilities, quality of life, and overall health of special needs students through therapy focused on child's abilities to help them achieve independence and productivity.