Bambang Wirjatmadi
Department Of Nutrition, Faculty Of Public Health, Universitas Airlangga, Surabaya, Indonesia ; Department Of Clinical Nutrition, Airlangga University Hospital, Surabaya, Indonesia & Department Of Clinical Nutrition, PHC Hospital, Surabaya, Indonesia

Published : 85 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Pemberian Zinc Pada Ibu Hamil Kek Trimester III Terhadap Kadar Zinc Dan Retinol Serum Saat Nifas Di Kabupaten Bojonegoro D.A. Liona Dewi; Bambang Wirjatmadi; Merryana Adriani
JURNAL WIDYA MEDIKA Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS KATOLIK WIDYA MANDALA SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jwm.v1i1.834

Abstract

Defisiensi zinc pada ibu hamil telah dikaitkan dengan berbagai kondisi pada bayi baru lahir, antara lain bayi dengan berat badan lahir rendah. Suplementasi zinc pada ibu hamil dapat meningkatkan kadar zinc serum dan vitamin A dosis tinggi dapat meningkatkan kadar retinol serum. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh suplementasi zinc pada ibu hamil KEK trimester ketiga kehamilan terhadap kadar zinc serum dan retinol serum saat nifas. Populasi penelitian adalah seluruh ibu hamil trimester ketiga di lokasi penelitian. Terdapat 32 wanita hamil trimester ketiga dengan KEK berdasarkan kriteria lingkar lengan atas < 23,5 cm. Data dikumpulkan melalui kuesioner, food recall, food frequency questionnaire, antropometri, pengambilan sampel darah, dan tes laboratorium. Sampel diambil dari populasi berdasarkan kriteria inklusi. Sampel dibagi dalam 2 kelompok dengan alokasi random. Hasil penelitian ini menemukan bahwa ada perbedaan yang signifikan pada kadar serum zinc p = 0,000 < α (0,05) dan tidak ada perbedaan yang signifikan pada kadar serum retinol (p = 0,624 > α (0,05) pada kelompok perlakuan. Kadar zinc serum meningkat, namun terdapat penurunan kadar retinol serum setelah suplementasi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah suplementasi zinc dapat meningkatkan kadar zinc serum tetapi diperlukan asupan protein yang cukup untuk meningkatkan kadar retinol serum.
Asupan Protein, Lemak, Karbohidrat dan Lama Hari Rawat Pasien Demam Tifoid di RSUD Dr. Moh. Soewandhie Surabaya Anisah Khoirul Umah; R. Bambang Wirjatmadi
JURNAL WIDYA MEDIKA Vol. 2 No. 2 (2014)
Publisher : FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS KATOLIK WIDYA MANDALA SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jwm.v2i2.850

Abstract

Diet menjadi hal yang penting dalam proses penyembuhan penyakit demam tifoid karena bila asupan makanan kurang akan menurunkan keadaan umum dan gizi penderita sehingga proses penyembuhan akan semakin lama. Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan asupan nutrisi berupa asupan protein, lemak dan karbohidrat selama perawatan dengan lama hari rawat pasien demam tifoid Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain kohort prospektif. Variabel bebas dalam penelitian adalah asupan protein, lemak dan karbohidrat, sementara variabel terikat adalah lama hari rawat pasien. Sampel penelitian sebagian pasien rawat inap demam tifoid di RSUD Dr. Moh. Soewandhie Surabaya yang telah memenuhi kriteria inklusi sebanyak 26 pasien, dengan rincian 13 pasien dengan lama hari rawat ideal (4 hari). Analisis data menggunakan uji Chi Square untuk uji hubungan antar variabel. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar pasien demam tifoid berusia 5-12 tahun, berjenis kelamin perempuan dan berstatus gizi normal. Rerata asupan nutrisi adalah energi 825,9 kkal, protein 35,3 gram, lemak 23,38 gram dan karbohidrat 103,27 gram. Uji hubungan menunjukkan bahwa asupan energi (p=0,007), protein (p=0,00) dan karbohidrat (0,03) berhubungan dengan lama hari rawat, sementara asupan lemak (p=0,3) tidak terdapat hubungan. Perlu adanya peningkatan asupan nutrisi berupa energi, protein dan karbohidrat pada pasien dengan demam tifoid untuk mempercepat proses penyembuhan sehingga mempersingkat lama hari rawat.
Hubungan Ketepatan Diet dan Kejadian Obesitas dengan Kadar Gula Darah Puasa Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 dengan Komplikasi Vidya Noermalawati; R. Bambang Wirjatmadi
JURNAL WIDYA MEDIKA Vol. 2 No. 2 (2014)
Publisher : FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS KATOLIK WIDYA MANDALA SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jwm.v2i2.851

Abstract

Diabetes Melitus merupakan penyakit gangguan metabolisme akibat kelainan sekresi insulin, kerja insulin, dan/atau kombinasi keduanya, dengan ciri khas kadar gula yang berlebih dalam darah. Tujuan umum penelitian adalah mempelajari hubungan ketepatan diet dan kejadian obesitas dengan kadar gula darah puasa pasien Diabetes Melitus tipe 2 dengan komplikasi di Poli Penyakit Dalam Instalasi Rawat Jalan RSUD dr. Moh. Soewandhie Surabaya. Penelitian dilakukan secara survei analitik dalam studi korelasi dengan desain cross sectional. Sampel penelitian adalah pasien dengan komplikasi makrovaskuler yang dibedakan menurut kadar gula darah puasa terkontrol dan tidak terkontrol, yakni masing-masing sebanyak 25 orang secara simple random sampling. Analisis data menggunakan uji Chi-Square dengan α = 0,05. Hasil penelitian dan analisis statistik menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan ketepatan jadwal diet (p=0,44) dengan kadar gula darah puasa, namun terdapat hubungan antara ketepatan diet jumlah (p=0,00) dan jenis (p=0,00), serta kejadian obesitas (p=0,00) dengan kadar gula darah puasa. Perlu adanya peningkatan kualitas pola diet jumlah, jadwal, dan, jenis untuk memperoleh ketepatan diet dalam upaya kontrol kadar gula darah. Selain itu, diperlukan adanya perbaikan dan pemeliharaan berat badan diabetisi menuju berat badan ideal melalui pemantauan kegiatan olahraga dan aktivitas fisik.
PROSES ASUHAN GIZI TERSTANDAR PADA PASIEN BRONKOPNEUMONIA DAN PANSITOPENIA : DIET TKTP Pratama, Dafa Azhari; Wirjatmadi, Bambang
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i2.29571

Abstract

Pasien bronkopneumonia, pansitopenia, dan dispepsia memerlukan pertimbangan asuhan gizi khusus yang mungkin timbul akibat kondisi kesehatan yang kompleks, terutama pada kebutuhan nutrisi yang mencukupi, keseimbangan nutrisi khususnya protein untuk pemulihan jaringan tubuh yang rusak dan memperkuat sistem kekebalan tubuh, serta menghindari makanan yang memperparah kondisi pasien, seperti makanan berlemak tinggi, makanan pedas, makanan asam dan makanan yang menyebabkan alergi atau intoleransi. Untuk itu pasien diberikan diet tinggi kalori, tinggi protein, dan tinggi zat besi. Tujuan untuk mengetahui implementasi proses asuhan gizi terstandar dan pemberian diet tinggi kalori, tinggi protein, dan tinggi zat besi pada pasien anak dengan diagnosa bronkopneumonia, pansitopenia, dan dyspepsia. Studi kasus ini berlangsung selama 3 hari yang dilaksanakan pada tangal 22 September 2023 sampai 24 September 2023 pada pasien rawat inap di RS X Surabaya dengan pendekatan Nutrition Care Proscess dan metode observasi. Terdapat beberapa aspek yang dinilai, seperti asupan yang dilihat dari 9 kali makan menggunakan food recall 24h, aspek antropometri untuk mengetahui status gizi pasien, aspek fisik untuk mengetahui kondisi fisik pasien melalui wawancara, aspek biokimia yang dapat diihat dari hasil rekam medis, dan aspek food waste menggunakan visual comstock. Kondisi pasien mulai membaik setelah pemberian intervensi gizi selama 3 hari berturut-turut yang ditandai dengan asupan telah memenuhi target (>80%), kondisi fisik klinis pasien membaik ditandai dengan kondisi tampak bugar dan tidak ada keluhan, data biokimia pasien mengalami penurunan pada nilai leukosit dan trombosit.
HUBUNGAN TINGKAT STRES DAN SUMBANGAN TINGKAT KONSUMSI FAST FOOD TERHADAP STATUS GIZI REMAJA PUTRI SMAN 1 GRESIK Kusuma, Anindita; Wirjatmadi, Bambang
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.30199

Abstract

Gizi lebih termasuk salah satu masalah gizi yang banyak dialami oleh remaja di Indonesia. Gizi lebih disebabkan ketidakseimbangan energi yang masuk dengan energi yang keluar dari tubuh. Hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti tingkat stres dan pola makan. Pola makan remaja saat ini mengalami pergerseran dimana cenderung suka konsumsi makanan cepat saji (fast food). Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan tingkat stres dan sumbangan tingkat konsumsi fast food dengan status gizi pada remaja putri SMA Negeri 1 Gresik. Jenis penelitian ini observasional analitik dengan desain case control. Sampel terdiri dari 44 siswi yang terbagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok status gizi overweight dan status gizi normal. Sampel dipilih dengan acak menggunakan simple random sampling. Analisis penelitian menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat konsumsi energi makanan total (p=0,000), tingkat konsumsi lemak makanan total (p=0,001), dan tingkat konsumsi karbohidrat makanan total (p=0,011) dengan status gizi. Sementara itu, tidak ada hubungan antara tingka stres (p=0,160), tingkat konsumsi protein makanan total (p=0,329), sumbangan energi fast food (p=0,620), sumbangan protein fast food (p=0,917), sumbangan lemak fast food (0,820), dan sumbangan karbohidrat fast food (p=0,367) dengan status gizi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah berlebihnya asupan energi, lemak, dan karbohidrat dapat menyebabkan peningkatan status gizi pada remaja putri. Sebaiknya remaja putri memiliki batasan dalam konsumsi fast food serta menerapkan pola hidup sehat sesuai dengan pedoman gizi seimbang.
THE BAJAKAH (SPATHOLOBUS LITTORALIS HASSK.) STEM PLANT EXTRACT EFFECT ON THE BLOOD GLUCOSE OF STREPTOZOTOCIN-INDUCED WISTAR MALE RATS Wirjatmadi, Bambang; Isaura, Emyr Reisha
The Indonesian Journal of Public Health Vol. 19 No. 1 (2024): THE INDONESIAN JOURNAL OF PUBLIC HEALTH
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/ijph.v19i1.2024.81-93

Abstract

Introduction: Health practitioners have tried to reduce the prevalence of diabetes mellitus, which increases globally every year, but the result has not been optimal yet. Meanwhile, the indigenous people of the Dayak tribe from Borneo Island of Indonesia believe that the Bajakah plant (Spatolobus littoralis Hassk) can treat many diseases, including reducing blood glucose. However, the effect of the Bajakah stem plant extract on blood glucose regulation is still vague. Aims: Therefore, our animal-experimental research aimed to test the effect of the Bajakah stem plant extract using streptozotocin-induced Wistar male rats. Methods: We grouped the rats into K1, K2 (negative and positive control groups, respectively), P1, P2, and P3 (with additional Bajakah stem extract 50, 100, and 150 mg/kg body weight, respectively), with each group consisted of five rats. We collected blood glucose and insulin level at baseline (T1) and end of the intervention (T2). Results: This study found the highest mean ± standard deviation of insulin level was in the C2 group (5.10±0.84 µU/mL) and the lowest value in the X3 group (3.65±0.41 µU/mL). However, we found a significant difference in the blood glucose level at baseline and the end of the intervention (p<0.001). The highest reduction means value on blood glucose level was in the X3 group (T1: 471.40±89.24 mg/dL; T2: 122.80±12.50 mg/dL). Conclusion: The Bajakah stem plant's extract intervention affects the blood glucose level of Wistar male rats, possibly through the free radical's protection effect on the target cell receptor that binds to insulin and glucose.
Formulasi Mie Substitusi Tepung Kelapa untuk Meningkatkan Kadar Serat Nuraini, Sekarsari; Wirjatmadi, Bambang
Media Gizi Kesmas Vol 13 No 1 (2024): MEDIA GIZI KESMAS (JUNE 2024)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mgk.v13i1.2024.30-35

Abstract

Background: Non-communicable diseases can be prevented with dietary modifications, but major dietary changes are difficult for most people. One alternative that can be done is to add important nutrients in the form of a familiar diet menu, such as noodles. One of the nutrients that can help is fiber. One of the sources of fiber in Indonesia is coconut flour, which is a by-product of coconut oil and coconut milk. Objectives: This study aims to determine the effect of coconut flour substitution on the acceptability of noodles and the fiber content of substituted noodles. Methods: This study used a factorial design with Completely Randomized Design. The study was conducted with 30 untrained adult as panelists. Acceptability was measured by a preference test on 3 formulas consisting of a control formula without coconut flour substitution (F0), a substitution formula with a ratio of wheat flour to coconut flour 85%:15% (F1), a formula with a ratio of wheat flour to coconut flour 80% :20% (F2). Results: The substitution of wheat flour with coconut flour in noodles F1 and F2 percent increased the fiber composition in noodles from 1.99g/100g to 5.98g/100g and 7.31g/100g. Substitution did not have a significant effect on the parameters of taste and aroma, but it did affect the decrease in the panelists' preference for the parameters of the color and elasticity of the noodles. Conclusions: The conclusion obtained is that the substitution of coconut flour in noodles increases the fiber content in the substituted noodle formula and decreases the acceptability in terms of the elasticity and color of the substituted noodles. F1 formula appears to be the best formula, which has the highest acceptability among substitution formula 
Hubungan Jenis dan Frekuensi Makan serta Kecukupan Energi dengan Kejadian Gizi Lebih pada Mahasiswi Penikmat Drama Korea (Studi pada Mahasiswi S1 Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga) Ayuningtyas, Septiadeti Hidayati; Wirjatmadi, Bambang
Media Gizi Kesmas Vol 13 No 1 (2024): MEDIA GIZI KESMAS (JUNE 2024)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mgk.v13i1.2024.142-148

Abstract

Background: Watching activity is one of the monotonous activities that is included in a form of sedentary lifestyle. Irregular eating patterns can be in the form of eating schedules that are not in accordance with the time and large portions of food have a role in increasing the risk of obesity. Objectives: The purpose of this study was to see the relationship between the type and frequency of eating as well as energy adequacy with the incidence of excess nutrition in female Korean drama connoisseurs in the Undergraduate Program of Nutrition, Universitas Airlangga. Methods: The type of research used in this study was analytic observational with a case-control study design with excess nutrition as the dependent variable and type, frequency, and energy adequacy as independent variables. The number of samples used in this study were 64 female students, namely 32 female students for the case group and 32 female students for the control group. In this study, the data collected was primary data which included data on the respondents' age, weight, height, and food consumption patterns. Results: The results of this study indicate that there is a relationship between energy adequacy and the incidence of overweight in women who enjoy Korean dramas in the Undergraduate Program of Nutrition. Meanwhile, the variables of type and frequency of eating have no relationship with the incidence of obesity in female Korean drama connoisseurs in the Undergraduate Program of Nutrition. Conclusions: The conclusion of this study is that most of the respondents who are overweight are included in the normal energy adequacy category and most of the others are included in the excess energy adequacy category. Therefore, it is expected that respondents can participate in regular nutritional status control activities so that the nutritional status of respondents/students is more controlled.
Hubungan Body Image dan Eating Disorder dengan Status Gizi pada Remaja Perempuan Usia 15-18 Tahun Zahirah, Fildza; Wirjatmadi, Bambang
Media Gizi Kesmas Vol 13 No 1 (2024): MEDIA GIZI KESMAS (JUNE 2024)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mgk.v13i1.2024.397-403

Abstract

Background: Adolescent girls tend to have thinner bodies. Dissatisfaction with body shape can affect daily eating behavior. Misperception of body image can lead to a desire to thin out and to misbehave in diet to have an eating disorder. Bad eating behavior that lasts a long time will affect the nutritional status of adolescents. Objectives: This study aims to analyze the correlation between body image and eating disorders with the nutritional status of adolescents aged 15-18 years. Methods: This method is observational analytical research with a case-control design on 34 teenage girls in classes X and XI at Semen Gresik High School with a sampling technique using Simple Random Sampling. The instrument for measuring body image uses the Body Shape Questionnaire-34 (BSQ–34) and to assess the tendency to have eating disorders using the Eating Disorder Diagnostic Scale (EDDS). Statistical test analysis between variables uses Fisher’s exact test. Results: The results showed that there were 15 girl students (88.2%) with normal nutritional status who had a positive body image, one girl student (5.9%) who had poor nutritional status had a negative body image, along with 14 girl students (82.4%) who had normal nutritional status not tended to have eating disorders, and many as two girl students (11.8%) with underweight nutritional status tended to have eating disorders. The results of statistical test analysis show that there is no corellation between body image (p = 1,000) and eating disorders (p = 1,000) with nutritional status. Conclusions: This study concludes that no significant correlation exists between body image and eating disorders and the nutritional status of adolescent girls aged 15-18 years.
Hubungan Status Gizi dan Asupan Mineral Kalsium terhadap Kejadian Dismenore pada Siswi MAN 3 Tulungagung Kurniasari, Nadya Putri; Wirjatmadi, Bambang
Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi Vol 24, No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/jiubj.v24i1.4622

Abstract

Dysmenorrhea is a health disorder in the form of pain that often occurs in women. The prevalence of dysmenorrhea according to WHO is 90%. Based on previous research, there are several factors that cause dysmenorrhea such as nutritional status and calcium mineral intake level. MAN 3 Tulungagung is an educational institution in Tanen village, precisely on Supriyadi Street, Tanen village, Kec. Rejotangan, Kab. Tulungagung, East Java. Based on a survey that was conducted, 57 female students (67%) experienced dysmenorrhea. Through this study, researcher wanted to know the relationship between nutritional status and calcium mineral intake with the incidence of dysmenorrhea in female students of MAN 3 Tulungagung. This study uses a case control design. Subjects who participated in this study were 40 female students with 20 female students in each group. Data analysis used the chi square test. Result based on the analysis that has been done, there is a significant relationship with the incidence of primary dysmenorrhea in female students of MAN 3 Tulungagung with a p-value = 0.034 or <0.05, OR=7.364; CI:1.337-40.548. Then, there is a significant relationship between the level of calcium consumption and the incidence of primary dysmenorrhea in female students of MAN 3 Tulungagung with a p-value of 0.028* or <0.05, OR=6.000; CI:1.082-33.274. Adolescents should improve food intake and physical activity to improve nutritional status and calcium intake. This is important so that dysmenorrhea can be avoided and a better quality of life.
Co-Authors Ade Saputra Nasution Adelina Elsa Damayanti Adriani, Meriyana Adriani, Merriyana Ahmad Nur Huda Alifia Auliannisaa Amelia Dyah Kartika Sari Anak Agung Gede Sugianthara Andriani, Merryana Anindya Mar’atus Sholikhah Anisah Khoirul Umah Annisa Rizka Oktavianita Aprilia Nurcahyaning Rahayu Arinda Lironika Suryana Arwati, Niluh Astuti, Nanik Dwi Aulia, Kharina Ayuningtyas, Septiadeti Hidayati Bambang Purwanto Bambang Purwanto Cindy Claudia Nurulita Civana Dea Alnanda Cut Athira Sauma D.A. Liona Dewi Desy Prasetya Desy Prasetya, Desy Dhea Sukma Kirana Diana Rizqi Fauziyah Dini Setiarsih Dwi Martha Nur Aditya Dwi Putra, Kartika Wahyu Dwi Winarni Eganda Garwahusada Emi Nur Cholidah Erliza Anggraini Firdaus Etha Rambung Fara Disa Durry Fatifa Asmarani Fatifa Asmarani, Fatifa Hadiar Huriyah Rahma Haqqelni Nur Rosyidah Harisma Harisma Himaya Himaya Ikanov Safitri INDROPO AGUSNI Isaura, Emyr Reisha Jayanthi Petronela Janggu Jujuk Proboningsih, Jujuk Kadek Tresna Adhi Kartika Indaswari Dewi Kartika Wahyu Dwi Putra Kharina Aulia Khoiroh, Ummul Kuntoro Kuntoro Kuntoro Kuntoro Kurniasari, Nadya Putri Kusuma, Anindita M. Dodi F Priaminda M., Soenarnatalina Mangestuti Agil Maria Widijanti Sugeng Meirna Dewita Sari Merryana Adriani Merryana Adriyani Merryana Andriani Merryna Adriani Minarni Wartiningsih Mohammad Z. Rahfiludin Mudita Lestari Utami Nabilla Siti Hawa Fatimah Nanik Dwi Astuti Novera Herdiani, Novera Novita Eka Hardini Nur Nashriana Jufri Nuraini, Sekarsari Oktovina Rizky Oktovina Rizky, Oktovina Ovin Brilian Khoirunisa Pratama, Dafa Azhari Priaminda, M Dodi F Pudji Astutik, Pudji Purwanto, Bambang Raharja, Kristian Triatmaja Rahayu, Aprilia Nurcahyaning Rahmi Syarifatun Abidah Rahmi Syarifatun Abidah, Rahmi Syarifatun Retno Larasati Retno Larasati Rifka Laily Mafaza Rina Wasesa Aprilia Lazulfa Rinda Istiqumilaily Rivan Virlando Suryadinata Rivan Virlando Suryadinata Ryu Okiku Christina Gunawan Sari, Yulianti Wulan Setiarsih, Dini Setyaningtyas, Stefani Widya Sholikhah, Anindya Maratus` Sholikhah, Desty Muzarofatus Soenarnatalina M. Soenarnatalina Meilanani Sri Hartiningsih Sri Hartiningsih Sri Hartiningsih Sri Sumarmi Sri Sumarmi Stefania W Setyaningtyas Supriyadi Supriyadi Suryadinata, Rivan Virlando Susanti, Yuyun Erlina Vidya Noermalawati Vyatri Pricilya Wardani, Karmila Ayu Yoes P. Dahlan Yunita Satya Pratiwi Yuyun Erlina Susanti Zahirah, Fildza Zolla Gracia Amardiani