Claim Missing Document
Check
Articles

Islam dan Lembaga Negara: Perspektif Tafsir Maudhu'i El-Hakim, Abdul Halim; Kurniawan, Ahmad Arif; Muhyi, Asep Abdul; Gultom, Ayuni Wulan Sari
JISMA: Jurnal Ilmu Sosial, Manajemen, dan Akuntansi Vol 3 No 1 (2024): April 2024
Publisher : Melati Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Islam and state institutions have long been the focus of academic research and popular discussion. Islam is one of the major world faiths, and as such, it has a big impact on the social, legal, and political environments of many countries, especially those where the majority population is Muslim. This article examines the complex relationships between Islam and state institutions, looking at how Islamic values influence the creation and application of laws, regulations, and governmental frameworks. It explores the difficulties of balancing Islamic principles with contemporary state governance through a comparative study of various strategies used by nations with a majority of Muslims population. It also addresses the opportunities and difficulties that arise from the interaction of Islam with state institutions, emphasizing the need to strike a balance between religious observance and democratic ideals as well as the consequences for social justice, human rights, and sustainable development. This essay seeks to advance knowledge of the changing dynamic between Islam and state institutions in modern countries by clarifying these nuances.
HIJAB: ISLAM, CADAR, JILBAB, DAN BURQA (Perspektif Al-Qur’an Analisis Tafsir Maudhu’i) Muhammad Farhan Zein; Didin Nurwahidin; Suci Rahmawati; Sherly Afiyani Nurhidayati; Asep Abdul Muhyi
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 4 No. 3: Mei 2025
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji landasan pemikiran Islam tentang penggunaan cadar, jilbab, dan burqa melalui metode tafsir maudhu'i dengan pendekatan kualitatif berbasis studi pustaka. Hasil analisis terhadap Al-Qur'an, Hadis, dan pandangan ulama menunjukkan bahwa busana-busana tersebut merupakan bentuk ekspresi iman dan identitas dengan dimensi spiritual dan sosial. Di Indonesia, perdebatan mengenai penggunaannya terus berlangsung dalam berbagai sektor. Kajian menyimpulkan pentingnya pemahaman seimbang terhadap fenomena ini, dengan tetap menekankan esensi syariat Islam pada nilai kesopanan, kehormatan, dan perlindungan perempuan untuk menghindari polarisasi yang merugikan hak perempuan Muslim
PLURALISME DALAM PRESPEKTIF AL-QUR’AN: ANALISIS TAFSIR MAUDHUI Putri Sarah Auliya; Muhammad Abdul Jalil; Mar’ah Nur’afifah; Arya Ridwan Alfarisy; Asep Abdul Muhyi
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 4 No. 4 (2025): Juli 2025
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pluralisme agama merupakan isu yang terus menjadi perdebatan dalam dunia Islam kontemporer. Perbedaan penafsiran terhadap makna pluralisme memunculkan spektrum pandangan yang luas, mulai dari penerimaan sebagai bentuk toleransi hingga penolakan karena dianggap relativistik. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis konsep pluralisme dalam Islam melalui pendekatan tafsir maudhui, yakni dengan menelusuri ayat-ayat al-Qur’an yang membahas hubungan antar umat beragama, pengakuan terhadap keragaman, dan prinsip koeksistensi damai. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan tahapan inventarisasi ayat, kajian tematik, serta analisis komparatif terhadap pandangan mufasir klasik dan kontemporer. Hasil kajian menunjukkan bahwa Islam secara normatif mengakui keberagaman agama sebagai bagian dari kehendak Ilahi, namun tetap menegaskan posisi Islam sebagai jalan kebenaran. Dengan demikian, pluralisme dalam Islam tidak berarti penyeragaman keyakinan, melainkan etika hidup berdampingan dalam keadilan dan perdamaian. Kajian ini diharapkan menjadi kontribusi ilmiah dalam membangun pemahaman yang inklusif dan kontekstual terhadap pluralitas agama di tengah masyarakat majemuk
ISLAM DAN HAK ASASI MANUSIA Aliya Fatimatuz Zahra; Guntur Saputra; Mujahid ‘Abid Fadhlullah; Asep Abdul Muhyi
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 4 No. 4 (2025): Juli 2025
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif, meliputi kajian pustaka dan metodologi tafsir maudhu'i (tafsir tematik), untuk mengkaji pengertian Hak Asasi Manusia (HAM) dari perspektif Islam. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengkaji persepsi tentang pertentangan antara syariat Islam dan hak asasi manusia, sekaligus untuk memahami bagaimana Islam memandang hak asasi manusia dan membandingkannya dengan gagasan hak asasi manusia Barat. Maqasid al-syariah, yang melindungi lima aspek hakiki eksistensi manusia, agama (hifz al-din), jiwa (hifz al-nafs), akal (hifz al-aql), keturunan (hifz al-nasl), dan harta (hifz al-mal) merupakan cara Islam memperkenalkan gagasan hak asasi manusia jauh sebelum Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia tahun 1948, menurut temuan kajian ini. Hak asasi manusia dalam Islam bersifat teosentris dan berakar pada wahyu ilahi, berbeda dengan hak asasi manusia Barat yang berasal dari sekuler. Banyak ayat dalam Al-Qur'an dan yang menjunjung tinggi hak asasi manusia yang fundamental, termasuk hak untuk hidup, kebebasan beragama, harga diri, keadilan, dan kesejahteraan sosial. Menurut penelitian ini, kurangnya kontekstualisasi dalam penerapan hukum Islam dan pemahaman yang dangkal terhadap ajaran-ajarannya lebih menjadi penyebab konflik yang dirasakan antara kedua kerangka hukum ini. Islam pada dasarnya konsisten dengan konsep-konsep hak asasi manusia global, menurut para ulama seperti Quraish Shihab, Rasyid Rida, Fazlur Rahman, dan Hamka. Karena didasarkan pada cita-cita ilahi, Islam bahkan menawarkan fondasi yang lebih kuat. Menurut prinsip Islam al-huquq wa al-wajibat, hak selalu disertai dengan kewajiban untuk menjaga keseimbangan antara kepentingan individu dan kolektif
Living Qur'an melalui Praktik Quran Journaling: Studi Netnografi pada Akun Instagram @helmpaperco Al Rifai, Agna Fikri; El-Hakim, Abdul Halim; Azhim, Ahmad Fauzan; Nahilda, Asya Fauzul; Ismail, Ecep; Muhyi, Asep Abdul
Jurnal Penelitian Multidisiplin Ilmu Vol 4 No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Melati Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study explores the practice of Qur’an Journaling on the Instagram account @helmpaperco as a manifestation of Living Qur’an in the digital culture. Utilizing a qualitative approach with etnographic methods, this research finds that digital journaling activities create a reflective and spiritual space that strengthens personal connections with the Qur’an. This practice is characterized by users' emotional and intellectual engagement, as well as thematic and adabi-ruhi interpretations. These findings indicate that social media can serve as an effective medium for contextual and participatory engagement with the values of the Qur’an.
Analisis Media Siber terhadap Konten Tafsir di Instagram: Studi Kasus pada Akun Instagram @tafsiralmishbah.digital Dhea Salsabila, Asy Syifa; Izzani, Alma Ashofi; Gultom, Ayuni Wulan Sari; Subhan, Ahmad; Ismail, Ecep; Muhyi, Asep Abdul
Jurnal Penelitian Multidisiplin Ilmu Vol 4 No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Melati Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi ini mengkaji bagaimana akun Instagram @tafsiralmishbah.digital menyajikan konten tafsir Al-Qur’an dengan menerapkan pendekatan Analisis Media Siber (AMS) yang dikembangkan oleh Rulli Nasrullah. Topik ini dipilih karena meningkatnya tren dakwah melalui media sosial serta pentingnya keabsahan dalam penyebaran tafsir. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi dan wawancara. Penelitian ini menganalisis empat dimensi utama dalam pendekatan Analisis Media Siber: Ruang Media (Media Space), Dokumen Media (Media Archive), Objek Media (Media Object), dan Pengalaman (Experiential Stories). Temuan menunjukkan bahwa akun tersebut memadukan nilai sosial dalam penafsiran (adab al-ijtima’i) dengan penyajian visual dan fitur interaktif Instagram. Respons pengguna menunjukkan adanya pengalaman religius yang mendalam dan komunitas maya yang saling terhubung secara spiritual. Penelitian ini menyoroti pentingnya menghadirkan konten tafsir yang valid, kontekstual, dan edukatif dalam lanskap digital. Hasilnya menjadi acuan bagi pengembangan dakwah berbasis media sosial yang relevan dan bertanggung jawab di era digital.
Kepemimpinan Visioner Kiai Zia Ul Haramein dalam Pengelolaan Pesantren di Era Transformasi Digital Ma’shum, Muhammad Ali; Muhyi, Asep Abdul
Kartika: Jurnal Studi Keislaman Vol. 5 No. 2 (2025): Kartika: Jurnal Studi Keislaman (Agustus)
Publisher : Lembaga Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPT NU) PCNU Kabupaten Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59240/kjsk.v5i2.294

Abstract

This research analyzes the crucial role of KH. Zia Ul Haramein's visionary leadership in integrating digital technology at Pondok Pesantren Darus Sunnah, exploring solutions for digitalization challenges, and identifying supporting and inhibiting factors for its implementation. Employing a qualitative case study method, with data collected through observation, interviews, and document analysis, this study applies Burt Nanus's theory of visionary leadership. The findings indicate that successfully guided the pesantren's digital technology integration through key leadership roles and adaptive human resources support. This research confirms that visionary leadership can be an effective model for managing the digital transformation of traditional educational institutions without sacrificing noble Islamic values.
JARINGAN ULAMA TAFSIR NUSANTARA ABAD KE-19 DARI NUSANTARA KE-HARAMAYN (Telaah Terhadap Jaringan Ulama Kiai Ṣalĩh Darat Abad ke-19) Abdul Muhyi, Asep; Umar, Nasarudin; Thib Raya, Ahmad; Hasan, Hamka
Al-Bayan: Jurnal Studi Al-Qur'an dan Tafsir Vol 8 No 1 (2023): Al-Bayan : Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Quranic and Tafsir studies Programme at Ushuluddin Faculty

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/al-bayan.v8i1.32414

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan adanya hubungan mata rantai antara ulama tafsir Nusantara dengan ulama tafsir Haramayn. Secara spesifik tulisan ini berusaha untuk melacak jaringan keilmuan yang terbentuk di antara ulama tafsir Haramayn dengan Kiai Ṣāliḥ Dārāt terkait proses transformasi keulamaan dan bentuk tradisi tafsir terutama dalam Tafsir Fāidh al-Raḥman karya Kiai Ṣāliḥ Darat, yang merupakan dampak dari transmisi tafsir di Nusantara. Penelitian ini menemukan bahwa transmisi ulama tafsir Nusantara terfokus pada dua poros utama yakni Haramayn dan Mesir. Transmisi yang terbentuk antara ulama tafsir Nusantara dengan ulama tafsir Haramayn dan Mesir bersifat akademik dan membentuk pola vertikal dan horizontal. Transmisi ulama tafsir Nusantara berdampak pada perkembangan tradisi tafsir di Nusantara khususnya pada akhir abad ke19 dan awal abad ke20. Tradisi tafsir madzhab Haramayn dipelopori oleh Kiai Ṣāliḥ Darat sebagaimana terlihat dalam karyanya yang berjudul Tafsīr Fāidh al-Raḥmain. Tradisi tersebut di antaranya tradisi tafsir yang berafiliasi dengan ajaran tasawuf, fiqh (terutama Syafi’I) dan teologi (terutama As’ariyah). Penelitian ini sejalan dengan J.J.G. Jansen dan Ahsin Muhammad, mengenai sejarah dan karakteristik tradisi tafsir Mesir dan tradisi Tafsir Arab (Mekah dan Madinah).  Begitupun dengan Zainul Milal Bizawie tentang keterhubungan sanad ilmu al- Qur’an (tahfidz) dengan ulama-ulama Haramayn, dan Adi Miftahudin terkait hubungan erat ulama nusantara dan ulama Mesir dalam beberapa karyanya. Sementara itu, penelitian ini membantah teori Howard M. Federspiel tentang periodisasi khazanah tafsir al-Qur’an di Nusantara yang menurutnya dimulai sekitar abad ke-20, penelitian ini menunjukkan kontribusi tafsir nusantara sebelum abad ke-20 sebagai embrio tafsir Nusantara. Penelitian ini juga mendukung teori Johanna Pink and Jaunah Binka bahwa tradisi tafsir berpengaruh terhadap penafsiran al-Qur’an baik dari segi metode, corak dan lainya, sehingga akan berdampak pada tipologi tafsir di daerah tertentu.
Ibn Barrajan's Sufistic Tafsir of Surah al-Baqarah and Ali Imran Hafid, Moc; Yunus, Badruzzaman M.; Zulaiha, Eni; Muhyi, Asep Abdul
Hanifiya: Jurnal Studi Agama-Agama Vol. 7 No. 2 (2024): Hanifiya: Jurnal Studi Agama-Agama
Publisher : Program Studi Studi Agama-Agama Pascasarjana UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/hanifiya.v7i2.38305

Abstract

This study aims to know the Sufistic interpretation in Tafsir Tanbih and the characteristics of Tafsir Tanbih, which is focused on Surah al-Baqarah and Surah Ali Imran. Tafsir Tanbih is an eclectic collection/source of various materials collected over the years from various sources, Tafsir Tanbih is a Sufi interpretation of Ibn Barrajan trying to understand the meaning of every divine word with the teachings of Sufism, it can be seen from some interpretations of Surah al-Baqarah lafadz nazala 'alaikal litaaba bil haqqi, interpreted that this verse opens the door to a person's realization in himself through His asma in the lafad al-hayyu and al-Qayyum, someone who ma'rifat is who knows with a strong, perfect substance, and His sublime attributes, and His good names. The characteristics of Tafsir Tanbih are the experience of Mysticism and Spirituality in Tafsir Tanbih, using an Integrative approach in Tafsir Tanbih, there are Moral ideas in Tafsir Tanbih, there is a relationship with Ma'rifah (Divine Knowledge) in Tafsir Tanbih, understanding Mutashabihat Verses in Tafsir Tanbih. And many other characteristics.
LEMBAGA NEGARA DAN PERGULATAN SEJARAH (ANALISIS TAFSIR MAUDHU’I) Nabila Azkiah; Muhammad Abdul Aziz2; Asep Abdul Muhyi
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 3 No. 4: Juli 2024
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kehadiran Islam dalam konteks lembaga negara telah menjadi subjek perdebatan yang berkelanjutan dalam pembangunan institusi-institusi politik di berbagai negara dengan mayoritas Muslim. Artikel ini mengeksplorasi hubungan antara Islam dan lembaga negara, mempertimbangkan bagaimana prinsip-prinsip Islam mempengaruhi struktur dan fungsi lembaga negara serta dinamika interaksi antara otoritas keagamaan dan kekuasaan politik. Melalui pendekatan multidisiplin, penelitian ini juga menganalisis peran Islam dalam pembentukan hukum, kebijakan, dan praktik pemerintahan, serta dampaknya terhadap hak asasi manusia, demokrasi, dan pluralisme dalam konteks negara- negara yang menganut sistem politik berbasis agama. Dengan mempertimbangkan berbagai perspektif dan konteks regional, artikel ini bertujuan untuk menyediakan pemahaman yang lebih mendalam tentang kompleksitas hubungan antara Islam dan lembaga negara dalam dinamika politik kontemporer
Co-Authors Abdan Syakuro Abdul Bari Abdul Bari Abdurrofi Muhammad Zainuri Adhelia Ananta Adila, Priscilla Elsya Adilla Fadila Nasrulloh Adnan Sulaiman Adnin Abdul Majied Afif Arrasyidi Afwan Abdul Hakim KH Agniya Rihadatul Aisy Agung Fauzan Agung Wijaya Agustina, Revalina Nazwa Ahmad Abdus Salam Aura Rusyda Ahmad Affandi Khaerul Fatihin Ahmad Badrul Amin Ahmad Fauzan Azzim Ahmad Fauzi Muslim Noor Sya’ban Ahmad Izzan, Ahmad Ahmad Munawar Ahmad Nurali Shadiqin Ahmad Satria Ahmad Subhan Ahmad Zaki Yamini Aini, Raudotul Aisyah Safitri Al Rifai, Agna Fikri Alfi, Rizki Alfia Nurhayanti Aliya Fatimatuz Zahra Alma Ashofi Izzani Alya Agustina Alya Huriah Assegaff Alya Rohaly Alya Shafira Octaviani Amirul Rasyid Andi M. Arfandi Andini, Puti Anida Farroh Anisa Salsabila Ar Razi, Humaira Ara Farhanul Ibad Arasyid Isnandar Aria Rahman Arya Ridwan Alfarisy Aslaa Nabiilah Asma Sabrina Nurain Asri Muthiyal Haq Asya Noer Izzatin Aulia, Nurfadilah Ayla, Indiana Fithra Azhim, Ahmad Fauzan Azkya Ramadhan, Rifki Azzam, Fariz Abdul Charitsatun Najah Dais Siti Robiah Latifah Damyanti, Nurzannah Dhea Salsabila, Asy Syifa Dida Maulidah Rukoyah Didin Nurwahidin Dinda Hidayatul Dini Fitriyani Dzu Hulwin Dzul Adli Mudzoffar Al Arifi Eca Dwi Yandra El-Hakim, Abdul Halim Elisa sasmita Elshadra Righayatsyah Enny Kusumawati, Enny Evan Raif Fadhil Rahman Utama Fadhilah Ramadhani Arqam, Nurul Fadia Luthfi Riyani Fadly Alanka Fahad Fauzi Fajar Islamy, Mohammad Rindu Fansury, Rafi Ahmad Farhan Bahrul Ulum Farizi, Irgi Ahmat Fatur Rahmat Saifullah Tawil Fauzi, Asep Muhammad Fauziah, Rahmah Fauziah, Salma Fikri Derus Sumawilaga Fitri Andaryani Fitria Fitria Fitriansyah, Ryan Abdurrahman Fuadia, Sabrina Farah Fursan Ruhbani Gea Pramudyah Gery Hummamul Hafid Ghina Mutmainnah Ghina Salsabila Gultom, Ayuni Wulan Sari Guntur Saputra Habibuddin, Wildan Hanif Hafid, Moc Hafizah Irfani Azkiah Hamka Hasan, Hamka Hana Mariatul Qibtiyah Hanifatul Akmila Hanifatul Auliya Hasan Muhammad Alfatih Hasan Muhammad Alfatih Hasna Rafidah Salsabila Hidayat, Aleh Hidayat, Rahman Hikmawan Akbar Huda, Milan Pancadria Nurul Husna Dhiya’ul Ilmi Husna Nabila Ia Aulia Ilham Bastanta Panjaitan Ilham Musthofa AQ Ilma Aulia Ilmi, Riyadil Imam Abdul Aziz Imam Musyaffa Mujahadah Ina Nurseha Inayah Inayah Indi Ariqah Putri Dadi Indra, Muhammad Dzaki Intan Nuraini Iqrimatunnaya Iqrimatunnaya Ismail, Ecep Izzani, Alma Ashofi Jalilah, Dai Jamil, Gita Wahidah Jauharah Khairun Nisa Kaka Reza Abdullah Khalishah Sajidah Khoirunnisa Khoirunnisa Kholid Nurrohman Krisnia, Mia Kumbi, Ramizard Kurniawan, Ahmad Arif Lathifah, Halwa Nur Lazuardy Azra Lidya Maharani Lindiani Nur Fadillah Luthfatul Millah Luthfi Khoirunnisa Fadhila Luthfi Luthfi Miftahul Anwar Luthfi Muhammad Hamdani Luthfiyyah, Nayla Desiyana M. Yunus, Badruzzaman Maknun, Lu’luil Malihah, Nadia Rosikhoh Mar’ah Nur’afifah Masruroh, Intan Ratu Maulana, Farhan Fatih Maulana, Mochammad Royhan MAULANA, MUHAMMAD RIZKA Maulida Fatihatusshofwa Ma’shum, Muhammad Ali Megarani, Kiki Nirmala Mimbar, Asep Saeful mitha ratu apriliani Mohamad Wardan Mud'is, Hasan Mud'is, Maulana Hasan Mud’is, Maulana Hasan Muhammad Abdul Aziz2 Muhammad Abdul Jalil Muhammad Alfatih, Hasan Muhammad Farhan Zein Muhammad Fawwaz Dwizahran Muhammad Haekal Fatahillah Akbar Muhammad Hamzah Nashrullah Muhammad Miftah Fauzi Muhammad Sa’id Muhammad Taufik Faturrahman Muhammad Yazka Mujahid ‘Abid Fadhlullah Muzayyin, Ahmad Nabil Ahmad Solahudin Nabila Azkiah Nafi’, Hisyam Nahilda, Asya Fauzul Nanda Pradana Nasarudin Umar Nasher, Abdurrahman Nasrulloh, Adilla Fadila Nasywa Aulia Akbar Nisrina, Hana Fitri Nugraha, Rofi Nur Zen Hasanah Nur Zen Hasanah Nurafni Alva Prasanti Nurazizah, Sabila Aida Nurfadilah, Muhammad Rifa Nurosidin, Ihsan Nursyahidah, Risma Ayu Nurul Fadhilah Ramadhani Arqam Nurzannah Damyanti Pebriani, Naila Popi Maspupah Prasanti, Nurafni Alva Priscilla Elsya Adila Putra, Daffa Jilbransyah Putri Sarah Auliya Putri, Rahayu Novaliana putrie dewi mayang sari Rafi Ahmad Fansury Rahayu Novaliana Putri Rahmah Fauziah Raka Meirwanto Soba Ramdan, Zamzam Muhamad Ramizard Kumbi Rasihon Anwar Raudotul Aini Rayhan, Muhammad Gilang Ria Rifkiah Rifki Azkya Ramadhan Rifkiah, Ria Righayatsyah, Elshadra Rik’an Mughiry Rosyadi Risma Ayu Nursyahidah Riyadil Ilmi Riyani, Irma Rizki Alfi Rofi Nugraha Rosihon Anwar, Rosihon Rosyadi, Rik’an Mughiry Rudianto, Apip Ryan Abdurrahman Fitriansyah Sabila Aida Nurazizah Sabrina Farah Fuadia Sadewo, Naufal Aisy Safira Intansari Puspareti Haroimain Saif Mujahidin Muhammad Salsabila, Kaisya Samudra, Frio Efkaputra Santoso, Muhammad Iqbal Firdaus Saputra, Muhammad Ragil sari, putrie dewi mayang Sasmita, Elisa Sa’diyah, Khanifatus Sely Suminar Sherly Afiyani Nurhidayati Siswahyudianto Siti Aminah Siti Chodijah Siti Rahmah Soba, Raka Meirwanto Sofia Zahra Thiebaty Sofyan, Muhammad Agil Solahudin, Nabil Ahmad Subhan, Ahmad Subhan Suci Rahmawati Sumawilaga, Fikri Derus Suminar, Sely Supriatna, Kevin Khairurrajwa Surya Maulana Yusuf Syahdani, Azka Aulia Mahara Syakira, Azka Rizqiya Syamil, Al Fikru Syamsuttamreis, Mochammad Thib Raya, Ahmad Thiebaty, Sofia Zahra Wawan Kurniawan Wawan Kurniawan Wawan Kurniawan Yunior, Muhammad Alga Yusri Muhammad Qomalhaq Khoir Zayyan, Firasfatika Zulaiha, Eni