Claim Missing Document
Check
Articles

Islam dan Demokrasi Perspektif Al-Qur’an: Analisis Tafsir Maudhu’i Ilham Bastanta Panjaitan; Ilma Aulia; mitha ratu apriliani; Asep Abdul Muhyi
AlMaheer: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 2 No. 01 (2024): AlMaheer: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Al-Azami Cianjur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63018/jpi.v2i01.31

Abstract

Dari sudut pandang Al-Qur’an, demokrasi adalah penerapan prinsip-prinsip Islam yang telah diajarkan, terutama yang berkaitan dengan ide syura. Al-Qur’an tidak secara khusus menyebutkan “demokrasi”, tetapi ayat-ayat yang menekankan nilai keadilan, diskusi, dan kasih sayang dalam pengambilan keputusan memberikan petunjuk yang relevan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian pendekatan kualitatif dan deskriptif dengan menggunakan data sekunder dari berbagai sumber. Ayat-ayat seperti Al-Baqarah:233, Ali Imran:159, dan Asy-Syura:38 menegaskan urgensi musyawarah dan prinsip-prinsip demokratis dalam kerangka nilai-nilai Islam. Hasilnya menunjukkan pentingnya musyawarah dalam pengambilan keputusan, baik di ranah privat maupun publik, dan mengutip Nabi Muhammad sebagai contoh orang yang menerapkannya dalam kegiatan sehari-hari. Ada upaya untuk menciptakan sintesis kritis antara Islam dan demokrasi dengan mengakui cita-cita etis yang saling menguntungkan, terlepas dari keragaman pendapat tentang masalah ini. Oleh karena itu, penelitian ini sampai pada kesimpulan bahwa demokrasi Islam merupakan penerapan prinsip-prinsip yang diberikan dalam ajaran Islam, khususnya yang berkaitan dengan keadilan, musyawarah, dan kebaikan dalam pengambilan keputusan, dan bukan sesuatu yang berbeda atau bertentangan. Dengan demikian, memahami hubungan antara Islam dan tatanan demokrasi akan sangat terbantu dengan pemahaman yang lebih mendalam tentang sikap Al-Qur’an terhadap demokrasi.
Islam dan Lembaga Negara: Perspektif Tafsir Maudhu'i El-Hakim, Abdul Halim; Kurniawan, Ahmad Arif; Muhyi, Asep Abdul; Gultom, Ayuni Wulan Sari
JISMA: Jurnal Ilmu Sosial, Manajemen, dan Akuntansi Vol 3 No 2 (2024): Juni 2024
Publisher : Melati Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Islam and state institutions have long been the focus of academic research and popular discussion. Islam is one of the major world faiths, and as such, it has a big impact on the social, legal, and political environments of many countries, especially those where the majority population is Muslim. This article examines the complex relationships between Islam and state institutions, looking at how Islamic values influence the creation and application of laws, regulations, and governmental frameworks. It explores the difficulties of balancing Islamic principles with contemporary state governance through a comparative study of various strategies used by nations with a majority of Muslims population. It also addresses the opportunities and difficulties that arise from the interaction of Islam with state institutions, emphasizing the need to strike a balance between religious observance and democratic ideals as well as the consequences for social justice, human rights, and sustainable development. This essay seeks to advance knowledge of the changing dynamic between Islam and state institutions in modern countries by clarifying these nuances.
ISLAM DAN LIBERALISME Ahmad Fauzi Muslim Noor Sya’ban; Ahmad Munawar; Alma Ashofi Izzani; Asep Abdul Muhyi
MUSHAF JOURNAL: Jurnal Ilmu Al Quran dan Hadis Vol. 4 No. 2 (2024): Agustus
Publisher : CV. Adiba Aisha Amira

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Islam and liberalism are two paradigms of thought that have different origins, values and principles. Conflicts between Islam and liberalism often arise in various political, social and religious contexts, due to differences in views on religious authority, individual freedom, the role of the state and social values. However, the relationship between Islam and liberalism also reflects the complexity of social and political dynamics involving interaction, dialogue and cooperation between the two paradigms of thought. The study of Islam and liberalism shows the importance of understanding the history, context, and variations of thought in modern Muslim societies. Thus, efforts to achieve better understanding and harmony between Islam and liberalism require an approach that is inclusive, critical, and based on cross-cultural and religious dialogue.
ISLAM DAN FUNDAMENTALISME Abdan Syakuro; Alfia Nurhayanti; Amirul Rasyid; Asep Abdul Muhyi
MUSHAF JOURNAL: Jurnal Ilmu Al Quran dan Hadis Vol. 4 No. 2 (2024): Agustus
Publisher : CV. Adiba Aisha Amira

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to investigate the phenomenon of fundamentalism spread in society as part of the discussion on contemporary issues in Islam, using the Maudhu'i approach of tafsir in the Qur'an. A qualitative approach was used to collect references from accredited journals and other reliable sources. The thematic interpretation method was applied to interpret the verses,by searching for words related to fundamentalism, identifying the implied themes, and interpreting them with the help of Maudhu'i tafsir. This research highlights the problem of Islamic societies that still adhere to fundamentalist thinking, close themselves to other views, and tend to follow religious teachings rigidly without considering relevant social and historical contexts.
Ibn Barrajan's Sufistic Tafsir of Surah al-Baqarah and Ali Imran Hafid, Moc; Yunus, Badruzzaman M.; Zulaiha, Eni; Muhyi, Asep Abdul
Hanifiya: Jurnal Studi Agama-Agama Vol 7, No 2 (2024): Hanifiya: Jurnal Studi Agama-Agama
Publisher : Program Studi Studi Agama-Agama Pascasarjana UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/hanifiya.v7i2.38305

Abstract

This study aims to know the Sufistic interpretation in Tafsir Tanbih and the characteristics of Tafsir Tanbih, which is focused on Surah al-Baqarah and Surah Ali Imran. Tafsir Tanbih is an eclectic collection/source of various materials collected over the years from various sources, Tafsir Tanbih is a Sufi interpretation of Ibn Barrajan trying to understand the meaning of every divine word with the teachings of Sufism, it can be seen from some interpretations of Surah al-Baqarah lafadz nazala 'alaikal litaaba bil haqqi, interpreted that this verse opens the door to a person's realization in himself through His asma in the lafad al-hayyu and al-Qayyum, someone who ma'rifat is who knows with a strong, perfect substance, and His sublime attributes, and His good names. The characteristics of Tafsir Tanbih are the experience of Mysticism and Spirituality in Tafsir Tanbih, using an Integrative approach in Tafsir Tanbih, there are Moral ideas in Tafsir Tanbih, there is a relationship with Ma'rifah (Divine Knowledge) in Tafsir Tanbih, understanding Mutashabihat Verses in Tafsir Tanbih. And many other characteristics.
Analisis Tematik Ayat Jilbab, Cadar dan Burqa dalam Al-Qur'an Lathifah, Halwa Nur; Syamsuttamreis, Mochammad; Muhyi, Asep Abdul
Jurnal Penelitian Multidisiplin Ilmu Vol 3 No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Melati Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di era modern yang memakai hijab, niqab dan burqa sudah menjadi hal yang biasa. Trend fashion semakin kekinian dan berbagai bentuk model yang menjadikan Masyarakat semangat untuk menutup aurat. Disisi lain hal ini menjadi perbincangan, yaitu tentang batas-batas aurat yang harus di tutup dan sering dikaitkan dengan kelompok ekstrim dan radikal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberi pemahaman terkait ayat-ayat tentang fenomena jilbab, cadar, dan burqa di era modern, beserta tafsir maudhu’i yang menjadi fokus kajian ini, Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan pengumpulan data melalui studi pustaka (library research). Kemudian dikembangkan dengan analisis deskriptif untuk menjelaskan suatu makna lebih lanjut. Hasil penelitian ini yaitu ada tiga ayat Al-Qur’an yang menjelaskan tentang penutup aurat yaitu lafadz Khimar (???? ), lafadz Jilbab (????? ) dan lafadz Hijab ( ???? ). Dan disimpulkan bahwa Cadar menutupi bagian wajah wanita dari pangkal hidung hingga bawah mata, jilbab adalah kain yang menutupi kepala dari atas hingga bawah dengan panjang tertentu, dan burqa adalah selembar kain transparan segi empat yang dipakai di bawah mata dan menutupi sebagian besar wajah.
ISLAM DAN FUNDAMENTALISME: ANALISIS AYAT AL-QUR’AN TENTANG FUNDAMENTALISME DALAM ISLAM: (Kajian Tafsir Maudhu’i) Krisnia, Mia; Yunior, Muhammad Alga; Rayhan, Muhammad Gilang; Maulana, Muhammad Rizka; Muhyi, Asep Abdul
BASHA'IR: JURNAL STUDI AL-QUR'AN DAN TAFSIR Vol 3 No 1 (2023): Basha'ir: Jurnal Studi Al-Quran dan Tafsir
Publisher : Prodi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47498/bashair.v3i1.2054

Abstract

This study intends to examine the understanding of fundamentalism that exists in society as one of the discussions on contemporary issues in the Islamic religion using the perspective of maudhu'i interpretation in the Koran. The research method that we used in writing this research is a qualitative method, namely by collecting accredited journals to serve as references and reading material and taking references to several reliable sources. To interpret the verse we use the thematic interpretation method, namely by searching for the word to be interpreted, then looking for the intended theme of the verse and presenting the verse and its translation and writing the asbabun nuzul and its interpretations. Beginning with choosing words in the Koran that are in accordance with meanings that are close to fundamentalism, then studied and examined using maudhu'i interpretations. This research presents and describes the problems of Muslims who still use fundamentalism and do not want to open themselves to other than their group, as well as people who understand religion rigidly and are fixated on texts alone.
DISKURSUS AYAT-AYAT PELARANGAN RADIKALISME DAN TERORISME DALAM ISLAM Masruroh, Intan Ratu; Maknun, Lu’luil; Maulana, Mochammad Royhan; Muhyi, Asep Abdul
BASHA'IR: JURNAL STUDI AL-QUR'AN DAN TAFSIR Vol 4 No 1 (2024): Basha'ir: Jurnal Studi Al-Quran dan Tafsir
Publisher : Prodi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47498/bashair.v4i1.2975

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep-konsep radikalisme dan terorisme dalam Islam melalui pendekatan tafsir Maudhu'i terhadap ayat-ayat Al-Qur'an yang relevan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitis, mengutamakan Al-Qur'an sebagai sumber utama dan literasi dari berbagai sumber sebagai data sekunder. Melalui analisis terhadap ayat-ayat Al-Qur'an, penelitian ini menyoroti makna radikalisme yang terkait dengan kata "ghuluw" dan terorisme yang terkait dengan kata "irhab", serta mencoba untuk menghindari penafsiran yang keliru atas kedua konsep tersebut. Untuk menafsirkan ayat, menggunakan metode penafsiran tematik, yaitu dengan mencari kata yang akan ditafsirkan, kemudian mencari tema yang dimaksud dari ayat tersebut serta menyajikan ayatnya dan terjemahannya serta menuliskan asbabun nuzul dan penafsiran-penafsirannya. Diawali dengan memilih kata dalam Al-Qur’an yang sesuai dengan makna yang mendekati fundamentalisme, kemudian dikaji dan ditelaah menggunakan tafsir Maudhu’i. Penelitian ini menekankan pentingnya pemahaman yang tepat terhadap konteks sejarah dan interpretasi yang benar dalam menangani fenomena radikalisme dan terorisme dalam konteks keagamaan Islam. Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi dalam merespons tantangan radikalisme dan terorisme dengan meningkatkan pemahaman umat Islam terhadap ajaran agama.
MENEGAKKAN KEADILAN DALAM ISLAM: PENDEKATAN TAFSIR AL-QUR'AN TERHADAP HAK ASASI MANUSIA Nafi’, Hisyam; Farizi, Irgi Ahmat; Salsabila, Kaisya; Muhyi, Asep Abdul
BASHA'IR: JURNAL STUDI AL-QUR'AN DAN TAFSIR Vol 4 No 1 (2024): Basha'ir: Jurnal Studi Al-Quran dan Tafsir
Publisher : Prodi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47498/bashair.v4i1.2981

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hak asasi manusia dalam Islam melalui pendekatan tafsir Al-Qur'an. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitis, dengan Al-Qur'an sebagai sumber utama dan literatur dari berbagai sumber sebagai data sekunder. Penelitian ini menyoroti pentingnya menegakkan keadilan mutlak dalam Islam, tanpa dipengaruhi oleh faktor-faktor dunia seperti cinta atau kebencian. Melalui metode tafsir tematik, penelitian ini mengidentifikasi ayat-ayat yang berkaitan dengan hak asasi manusia dan menganalisisnya dengan pemahaman tulisan tentang ayat tersebut. Untuk menafsirkan ayat, menggunakan metode penafsiran tematik, yaitu dengan mencari kata yang akan ditafsirkan, kemudian mencari tema yang dimaksud dari ayat tersebut serta menyajikan ayatnya dan terjemahannya serta menuliskan asbabun nuzul dan penafsiran-penafsirannya. Penelitian ini menekankan bahwa hak asasi manusia dalam Islam didasarkan pada ketaatan kepada Allah dan menjaga hubungan yang baik dengan-Nya. Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi dalam meningkatkan pemahaman umat Islam terhadap konsep hak asasi manusia dalam Islam dan pentingnya menegakkannya dalam kehidupan sehari-hari.
ISLAM, TRIAS POLITICA, LEMBAGA NEGARA INDONESIA DALAM AL-QUR’AN Supriatna, Kevin Khairurrajwa; Huda, Milan Pancadria Nurul; Inayah, Inayah; Muhyi, Asep Abdul
BASHA'IR: JURNAL STUDI AL-QUR'AN DAN TAFSIR Vol 4 No 1 (2024): Basha'ir: Jurnal Studi Al-Quran dan Tafsir
Publisher : Prodi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47498/bashair.v4i1.3034

Abstract

Studi ini menyelidiki bagaimana konsep negara dalam Al-Qur'an terkhususnya pemerintahan Indonesia. Di Indonesia, konsep lembaga negara didasarkan pada prinsip Trias Politica, yang membagi kekuasaan antara lembaga legislatif, eksekutif, dan yudikatif. Al-Qur'an tidak memberikan penjelasan rinci tentang konsep pemerintahan yang harus diterapkan oleh umat Islam, terutama di Indonesia. Meski demikian, Prinsip-prinsip lembaga negara yang mewakili antara legislatif eksekutif dan yudikatif tetap dietemukan dalam ayat-ayat Al-Qur'an yang relevan. Metode kualitatif berjenis studi pustaka dengan analisis tafsir maudhu’i digunakan dalam penelitian ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperbaharui pemahaman kita tentang konsep-konsep tentang pemerintahan dan lembaga negara sesuai dengan pedoman Al-Qur’an yang relevan dengan keadaan pemerintahan Indonesia saat ini. Hal ini penting untuk ditafsirkan dan berkaitan dengan struktur pemerintahan Indonesia saat ini. Studi ini menggunakan metodologi tafsir maudhu'i dan mempertimbangkan aspek linguistik serta perspektif para ulama terdahulu. Diharapkan hasil penelitian ini dapat memberikan solusi untuk masalah umat dan memberikan arahan pemerintahan yang sesuai dengan Al-Qur'an.
Co-Authors Abdan Syakuro Abdul Bari Abdurrofi Muhammad Zainuri Adhelia Ananta Adila, Priscilla Elsya Adnan Sulaiman Adnin Abdul Majied Afif Arrasyidi Afwan Abdul Hakim KH Agniya Rihadatul Aisy Agung Fauzan Agung Wijaya Agustina, Revalina Nazwa Ahmad Abdus Salam Aura Rusyda Ahmad Affandi Khaerul Fatihin Ahmad Badrul Amin Ahmad Fauzan Azzim Ahmad Fauzi Muslim Noor Sya’ban Ahmad Munawar Ahmad Nurali Shadiqin Ahmad Satria Ahmad Subhan Ahmad Zaki Yamini Aini, Raudotul Aisyah Safitri Al Rifai, Agna Fikri Alfi, Rizki Alfia Nurhayanti Aliya Fatimatuz Zahra Alma Ashofi Izzani Alya Agustina Alya Huriah Assegaff Alya Rohaly Alya Shafira Octaviani Amirul Rasyid Andi M. Arfandi Andini, Puti Anida Farroh Anisa Salsabila Ar Razi, Humaira Ara Farhanul Ibad Arasyid Isnandar Aria Rahman Arya Ridwan Alfarisy Aslaa Nabiilah Asma Sabrina Nurain Asri Muthiyal Haq Asya Noer Izzatin Aulia, Nurfadilah Ayla, Indiana Fithra Azhim, Ahmad Fauzan Azkya Ramadhan, Rifki Azzam, Fariz Abdul Charitsatun Najah Dais Siti Robiah Latifah Damyanti, Nurzannah Dhea Salsabila, Asy Syifa Dida Maulidah Rukoyah Didin Nurwahidin Dinda Hidayatul Dini Fitriyani Dzu Hulwin Dzul Adli Mudzoffar Al Arifi Eca Dwi Yandra El-Hakim, Abdul Halim Enny Kusumawati, Enny Evan Raif Fadhil Rahman Utama Fadhilah Ramadhani Arqam, Nurul Fadia Luthfi Riyani Fadly Alanka Fahad Fauzi Fajar Islamy, Mohammad Rindu Fansury, Rafi Ahmad Farhan Bahrul Ulum Farizi, Irgi Ahmat Fatur Rahmat Saifullah Tawil Fauzi, Asep Muhammad Fauziah, Rahmah Fauziah, Salma Fitri Andaryani Fitria Fitria Fitriansyah, Ryan Abdurrahman Fuadia, Sabrina Farah Fursan Ruhbani Gea Pramudyah Gery Hummamul Hafid Ghina Mutmainnah Ghina Salsabila Gultom, Ayuni Wulan Sari Guntur Saputra Habibuddin, Wildan Hanif Hafid, Moc Hafizah Irfani Azkiah Hamka Hasan, Hamka Hana Mariatul Qibtiyah Hanifatul Akmila Hanifatul Auliya Hasan Muhammad Alfatih Hasna Rafidah Salsabila Hidayat, Aleh Hidayat, Rahman Hikmawan Akbar Huda, Milan Pancadria Nurul Husna Dhiya’ul Ilmi Husna Nabila Ia Aulia Ilham Bastanta Panjaitan Ilham Musthofa AQ Ilma Aulia Ilmi, Riyadil Imam Abdul Aziz Imam Musyaffa Mujahadah Ina Nurseha Inayah Inayah Indi Ariqah Putri Dadi Indra, Muhammad Dzaki Intan Nuraini Iqrimatunnaya Iqrimatunnaya Ismail, Ecep Izzani, Alma Ashofi Jalilah, Dai Jamil, Gita Wahidah Jauharah Khairun Nisa Kaka Reza Abdullah Khalishah Sajidah Khoirunnisa Khoirunnisa Kholid Nurrohman Krisnia, Mia Kumbi, Ramizard Kurniawan, Ahmad Arif Lathifah, Halwa Nur Lazuardy Azra Lidya Maharani Lindiani Nur Fadillah Luthfatul Millah Luthfi Khoirunnisa Fadhila Luthfi Luthfi Miftahul Anwar Luthfi Muhammad Hamdani Luthfiyyah, Nayla Desiyana M. Yunus, Badruzzaman Maknun, Lu’luil Malihah, Nadia Rosikhoh Mar’ah Nur’afifah Masruroh, Intan Ratu Maulana, Farhan Fatih Maulana, Mochammad Royhan MAULANA, MUHAMMAD RIZKA Maulida Fatihatusshofwa Ma’shum, Muhammad Ali Megarani, Kiki Nirmala Mimbar, Asep Saeful mitha ratu apriliani Mohamad Wardan Mud’is, Maulana Hasan Muhammad Abdul Aziz2 Muhammad Abdul Jalil Muhammad Alfatih, Hasan Muhammad Farhan Zein Muhammad Fawwaz Dwizahran Muhammad Haekal Fatahillah Akbar Muhammad Hamzah Nashrullah Muhammad Haris Muhammad Miftah Fauzi Muhammad Sa’id Muhammad Taufik Faturrahman Muhammad Yazka Mujahid ‘Abid Fadhlullah Muzayyin, Ahmad Nabil Ahmad Solahudin Nabila Azkiah Nafi’, Hisyam Nahilda, Asya Fauzul Nanda Pradana Nasarudin Umar Nasher, Abdurrahman Nasrulloh, Adilla Fadila Nasywa Aulia Akbar Nisrina, Hana Fitri Nugraha, Rofi Nur Zen Hasanah Nurazizah, Sabila Aida Nurfadilah, Muhammad Rifa Nurosidin, Ihsan Nursyahidah, Risma Ayu Pebriani, Naila Popi Maspupah Prasanti, Nurafni Alva Putra, Daffa Jilbransyah Putri Sarah Auliya Putri, Rahayu Novaliana Ramdan, Zamzam Muhamad Rasihon Anwar Rayhan, Muhammad Gilang Rifkiah, Ria Righayatsyah, Elshadra Riyani, Irma Rosihon Anwar, Rosihon Rosyadi, Rik’an Mughiry Rudianto, Apip Sadewo, Naufal Aisy Safira Intansari Puspareti Haroimain Saif Mujahidin Muhammad Salsabila, Kaisya Samudra, Frio Efkaputra Santoso, Muhammad Iqbal Firdaus Saputra, Muhammad Ragil sari, putrie dewi mayang Sasmita, Elisa Sa’diyah, Khanifatus Sely Suminar Sherly Afiyani Nurhidayati Siti Aminah Siti Chodijah Siti Rahmah Soba, Raka Meirwanto Sofia Zahra Thiebaty Sofyan, Muhammad Agil Solahudin, Nabil Ahmad Subhan, Ahmad Subhan Suci Rahmawati Sumawilaga, Fikri Derus Suminar, Sely Supriatna, Kevin Khairurrajwa Surya Maulana Yusuf Syahdani, Azka Aulia Mahara Syakira, Azka Rizqiya Syamil, Al Fikru Syamsuttamreis, Mochammad Thib Raya, Ahmad Thiebaty, Sofia Zahra Wawan Kurniawan Wawan Kurniawan Yunior, Muhammad Alga Yusri Muhammad Qomalhaq Khoir Zayyan, Firasfatika Zulaiha, Eni