Claim Missing Document
Check
Articles

Faktor-faktor yang berhubungan dengan pemberian susu formula pada bayi usia 0-6 bulan Rika Yulendasari; Muhammad Firdaus
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 13, No 4 (2019)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (379.043 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v13i3.1891

Abstract

Maternal factors relating to milk formula feeding on infants aged 0-6 months in Lampung-IndonesiaBackground: Many parents assume that breastmilk only would not be sufficient to fulfil baby’s nutrition need, so that baby need to feed with complementary feeding. The administration of complementary feeding like formula milk has been a common practice for some parents with reasons including less breastmilk production, maternal busy activities, less maternal knowledge concerning breastmilk feeding, saving time, being attracted by offered formula milk. Most parents administer formula milk with amount almost similar to breastmilk to fulfil the baby’s need.  Purpose: Knowing factors of formula feeding for infants 0-6 months.Methods: This was a quantitative analytic research by using cross sectional approach. Population was 220 babies of 0-6 months old in Waykandis public health centre working area from January to April 2019. 142 respondent samples were taken by using proportional random sampling.Results: The statistic test result showed that there were correlations of maternal occupation (p-value 0.016; OR 2.485), maternal education (p-value 0.004; OR 2.886), maternal knowledge (p-value 0.000; OR 0.089) to formula milk administration.Conclusion: There were factors of formula feeding for infants 0-6 months. The researcher expects the public health centre to create a schedule list for complementary feeding besides breast milk administration according to the children fewer than five needs, and to be always active in providing health education especially concerning the importance of formula milk knowledge.Keywords: Maternal; Formula Feeding; Infants 0-6 MonthsPendahuluan : Banyak orang tua menganggap bahwa kebutuhan nutrisi bayi tidak cukup hanya dengan ASI, sehingga bayi perlu dibantu dengan memberikan makanan pendamping ASI. Pemberian makanan pendamping ASI berupa susu formula sudah menjadi hal yang biasa, dengan berbagai alasan yang diberikan seperti ASI yang keluar sedikit, kesibukan ibu, kurangnya pengetahuan ibu tentang pemberian ASI, hemat waktu, tergiur dengan kandungan susu formula yang ditawarkan. Kebanyakan orang tua menilai pemberian susu formula hampir setara dengan ASI dan dapat mencukupi kebutuhan gizi bayinya. Tujuan  : Diketahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pemberian susu formula pada bayi usia 0-6 bulan.Metode : Jenis penelitian kuantitatif. Rancangan menggunakan analitik, dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian seluruh bayi usia 0-6 bulan di wilayah kerja Puskesmas Waykandis dari bulan Januari sampai dengan bulan April 2019 yaitu sebanyak 220 orang. Sampel berjumlah 142 responden dengan teknik Proportional Random Sampling.Hasil : Berdasarkan hasil uji statistik, terdapat hubungan antara faktor pekerjaan dengan pemberian susu formula (p-value 0,016) nilai OR 2,485, terdapat hubungan antara faktor pendidikan dengan pemberian susu formula (p-value 0,004) nilai OR 2,886, terdapat hubungan antara faktor pengetahuan dengan pemberian susu formula (p-value 0,000) nilai OR 0,089.Simpulan : Ada hubungan antara faktor pekerjaan, pendidikan dan pengetahuan terhadap pemberian susu formula pada bayi 0-6 bulan. Diharapkan tenaga kesehatan dapat membuat daftar menu pemberian MP-ASI sesuai dengan kebutuhan balita, selalu aktif memberikan penyuluhan kesehatan pentingnya pengetahuan tentang susu formula. 
Pengaruh latihan range of motion (ROM) ankle terhadap pencegahan terjadinya neuropati dan angiopati pada klien diabetes melitus Djunizar Djamaludin; Setiawati Setiawati; Rika Yulendasari
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 13, No 3 (2019)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (350.605 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v13i3.1941

Abstract

The effect of range motion (ROM) ankle exercise on prevention of neuropathy and angiopathy in patient with diabetes mellitusBackground: Based on data from Basic Health Research (2013) conducted by the Indonesian Ministry of Health in a way to obtain the proportion of DM at the age of 15 years and over, confirmed / checked whether or not they suffer from DM or not.It was found that Lampung Province was ranked as the 8th largest DM person from 33 provinces throughout Indonesia, with DM patients with 38,923 lives and 5,560 people. One complication that needs attention is diabetes foot injury and it can cause amputation. The most common cause of diabetes foot injury is peripheral neuropathy which includes damage to sensory, autonomic and motor nerves.Purpose: The purpose of this study was to determine the effect of Range of Motion (ROM) ankle exercise on prevention of neuropathy and angiopathy on diabetes patients.Methods: A quasi experimental pre and post- test with control group study design was employed. The purposive sampling with 26 participants (13 respondents intervention group and 13 respondents control group) were recruited. The interventions groups performed ROM ankle exercise in their own respective training programs for 4 weeks, whereas no training was done in the control group. Both groups intervention and control, before and after the exercise program were measured with monofilament test for neuropathy and Venous Doppler for angiopathy. The data analysis was using t-test.Results: In the intervention group there were a significant improvements after ROM ankle exercise on prevention of neuropathy with p Value 0.000 and for angiopathy with p Value 0.000. There were significant different between intervention group and control group for neuropathy (p: .004) and angiopathy (p: .031).Conclusion: To prevent neuropathy and angiopathy on diabetes patients a home exercise program with Range of Motion (ROM) ankle could be implementedKeywords: Range of Motion; Neuropathy; Angiopathy; Diabetes MellitusPendahuluan: Berdasarkan Riskesdas tahun 2013 oleh Kemenkes RI dengan melakukan wawan cara untuk mendapatkan proporsi DM pada usia 15 tahun keatas yaitu proporsi penduduk yang terdiagnosis menderita DM dan penduduk yang belum pernah didiagnosis menderita DM. Provinsi Lampung menduduki peringkat ke – 8 penyandang DM terbesar dari 33 Provinsi diseluruh Indonesia, 38.923 jiwa dan 5.560 jiwa . Salah satu komplikasi yang harus mendapat perhatian yaitu luka kaki diabetes karena dapat mengakibarkan amputasi. Penyebab terbanyak dari luka kaki diabetes yaitu neuropati perifer yang meliputi kerusakan syaraf sensorik, otonom dan motorik.Tujuan: Diketahui pengaruh Range Of Motion (ROM) Ankle terhadap pencegahan terjadinya Neuropati dan Angiopati pada pasien Diabetes Melitus.Metode: Penelitian ini mengunakan desain quasi eksperimen pre post test dengan kelompok control dan intervensi..Sampel diambil dengan menggunakan tehnik Purposive Sampling dengan jumlah sampel yaitu 26 responden. Instrument penelitian ini  menggunakan 10 gr semmens weinstein monofilament untuk  mendeteksi  Neuropati dan  Venous Doppler  Ultrasound untuk  mendeteksi angiopati. Hasil: Menunjukkan adanya pengaruh latihan Range of Motion (ROM) Ankle terhadap pencegahan neuropati dengan p Value 0.000 dan angiopati dengan p Value 0.000. Terdapat perbedaan bermakna antara kelompok intervensi dan control untuk neuropati (p: .004) dan  angiopati  (p: .031).Simpulan: Untuk mencegah terjadinya neuropati dan angiopati pada penderita DM untuk dapat melakukan latihan Range of Motion (ROM) Ankle  dirumah
PERANAN CELEBRITY ENDORSER DAN CITRA MEREK PRODUK WARDAH KOSMETIK TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN KONSUMEN DI BANDAR LAMPUNG Rika Yulendasari; Shinta Arini Ayu
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 10, No 2 (2016)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v10i2.226

Abstract

Pendahuluan: Masalah yang sering terjadi pada BBLR yang harus disetujui ASI. BBLR yang kecil, kurang energi, lemah, lambungnya kecil dan tidak dapat dihisap. Kondisi ini terkadang membuat keluarga menjadi bingung. Penatalaksanaan bayi BBLR perlu didukung dengan pengetahuan yang baik, dari pengetahuan ini akan mendukung penatalaksanaan yang berkualitas dan aman terhadap bayi BBLR. Tujuan penelitian ini adalah mempelajari hubungan ibu dengan teknik menyusui pada bayi lahir rendah (BBLR) di Ruang Perinatologi RSUD Dr. Hi. Abdul Moeloek Provinsi Lampung 2016.Metode: Jenis penelitian kuantitatif dengan penelitian cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu dengan BBLR di Ruang Perinatologi RSUD Rd. Hai. Abdul Moeloek Provinsi Lampung pada bulan Januari 2016 berjumlah 34 orang. Sampel berjumlah 34 orang. Instrumen pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner. Analisis data yang digunakan uji Chi Square.Hasil: Penelitian menunjukkan sebagian besar responden yang memiliki pengetahuan baik yaitu sebanyak 22 responden (64,7%), dan teknik pengambilan yang tepat yaitu sebanyak 21 responden (61,8%). Ada hubungan pengetahuan ibu dengan teknik menyusui pada bayi lahir rendah (BBLR) di Ruang Perinatologi RSUD Dr. Hi. Abdul Moeloek Provinsi Lampung 2016 (nilai p 0,025, OR = 6,8). Saran tentang petugas kesehatan yang diharapkan dapat lebih tentang informasi tentang perawat dan cara merawat yang benar dengan cara yang disetujui melalui media leaflet atau poster.
PENYULUHAN KESEHATAN TENTANG DIARE DI SMA KEMALA BHAYANGKARI KOTABUMI-LAMPUNG Teguh Pribadi; Usastiawaty Cik Ayu Saadiah Isnainy; Rika Yulendasari; Lidya Arianti
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 2 Nomor 1 April 2019
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v2i1.1017

Abstract

Sampai saat ini penyakit diare masih menjadi masalah kesehatan dunia terutama dinegara berkembang. Besarnya masalah tersebut terlihat dari tingginya angka kesakitan dan kematian akibat diare. Dari tahun ketahun diare tetap menjadi salah satu penyakit yang menyebabkan mortalitas dan malnutrisi pada anak. Tujuan dari penyuluhan kesehatan ini yaitu agar sejak dini mereka diberikan pendidikan kesehatan agar tidak jajan sembarangan, sehingga tidak terkena bakteri atau virus yang menyebabkan penyakit diare. Peserta hadir sebanyak 65 orang terdiri dari laki-laki dan perempuan.  Tempat yang digunakan sudah sesuai dengan rencana yang telah dibuat dan menggunakan perlengkapan selama penyuluhan seperti alat prokyektor, laptop dan pengeras suara.  Kegiatan ini dibantu mahasiswa ilmu keperawatan dari universitas malahayati Bandar Lampung serta di fasilitasi oleh pihak pendidikan dalam hal ini pihak SMA Kemala Bhayangkari. Pembagian peran dan tugas telah ditetapkan mencakup penanggung jawab, moderator, notulen, observer, fasilitator dan dokumentasi. Hasil kegiatan ini dapat meningkatkan pengetahuan siswa-siswi tentang diare dan cara pencegahannya. Saran pada pihak sekolah untuk membantu menyediakan tempat bagi pihak penyedia jasa makanan dan memperhatikan kebersihan dan kualitas makanan yang disediakan.ABSTRACTUntil now diarrhea diseases are still a world health problem, especially in developing countries. The magnitude of the problem can be seen from the high rates of morbidity and mortality from diarrhea. From year to year diarrhea remains one of the diseases that cause mortality and malnutrition in children. The purpose of this health education is that from the outset they are given health education so as not to snack carelessly, so that they are not exposed to bacteria or viruses that cause diarrheal disease. Participants attended as many as 65 people consisting of men and women. The place used is in accordance with the plans that have been made and uses equipment during counseling such as projector for presentation, laptops and loudspeakers. This activity was assisted by nursing science students from the universities of Bandar Lampung and facilitated by the School department of  the Kemala Bhayangkari (Senior High School). The division of roles and tasks has been determined including the person in charge, moderator, minutes, observers, facilitator and documentation. The results of this activity can increase students' knowledge about diarrhea and how to prevent it. Advice to the school to help provide a place for food service providers and pay attention to the cleanliness and quality of food providedKeywords: Diarrhea, Students, Health education
Peningkatan Pengetahuan Dan Keterampilan Terkait Pencegahan Dan Pengelolaan Kasus Hipertensi Di Kelurahan Tanjung Harapan Kotabumi Derista Hartati; Rika Yulendasari
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v4i5.4933

Abstract

ABSTRAK Prevalensi hipertensi mengalami peningkatan dari tahun 2013 yaitu sebanyak 25,8% menjadi 34,1% pada tahun 2018. Dari seluruh prevalensi hipertensi sebesar 34,1% pada tahun 2018, hanya sebesar 8,8% pasien yang terdiagnosis hipertensi dengan 13,3% pasien tidak minum obat serta 32,3% pasien tidak rutin minum obat. Tujuan setelah dilakukan penyuluhan diharapkan masyarakat dapat mengetahui pencegahan dan pengelolaan hipertensi khususnya masyarakat di Kelurahan Tanjung Harapan Kotabumi. Kegiatan dilakukan dengan penyuluhan mengenai hipertensi menggunakan media pamflet dan leaflet. Setelah dilakukan tanya jawab dua arah dengan masyarakat Kelurahan Tanjung Harapan Kotabumi terdapat peningkatan pengetahuan mengenai pencegahan dan pengelolaan hipertensi. Kata Kunci: Hipertensi, Pencegahan, Pengelolaan  ABSTRACT The prevalence of hypertension has increased from 2013 which was 25.8% to 34.1% in 2018. Of the total hypertension prevalence of 34.1% in 2018, only 8.8% of patients were diagnosed with hypertension with 13.3% patients do not take medication and 32.3% of patients do not take medication regularly. The goal after the counseling is expected that the community can know the prevention and management of hypertension, especially the community in Tanjung Harapan Village, Kotabumi. The activity was carried out with counseling about hypertension using pamphlets and leaflets as media. After a two-way question and answer session with the people of Tanjung Harapan Kotabumi Village, there was an increase in knowledge about the prevention and management of hypertension. Keywords: Hypertension, Prevention, Management
PENYULUHAN BAHAYA DIARE PADA ANAK DI DESA SEKINCAU WILAYAH KERJA PUSKESMAS SEKINCAU LAMPUNG BARAT Andoko Andoko; Eka Yudha Chrisanto; Rika Yulendasari; Samsul Mubarok
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 1 Nomor 1 April 2018
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v1i1.23

Abstract

ABSTRACT Diarrheal is still the leading cause of death in the world, about 5-10 million deaths/year. Morbidity and mortality rate caused by diarrhea still high. World Health Organization estimates 4 billion cases worldwide and 2.2 million are dead, and most children are under 5 years old. The purpose of the activity is to increase people knowledge about diarrhea in children, and using public health of Sekincau. The education was done at Saturday, December 16, 2017. Methods using education among mothers about diarrhea in the work area public  health center Sekincau West Lampung Barat. There was significant influence on mother's knowledge before and after education. Provision of education to people Keywords: Diarrhea, Children, Knowledge.
Pemberian Akupresur Untuk Menurunkan Nyeri Dan Kadar Asam Urat Pada Klien Asam Urat Di Poncowarno Kecamatan Kalirejo Lampung Tengah Teguh Pribadi; Ainur Rahma; Rika Yulendasari
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 4 Nomor 3 Juni 2021
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v4i3.2842

Abstract

ABSTRAKPada tahun 2018, prevalensi penyakit sendi di Lampung berada pada urutan ke-12 di Indonesia yaitu sebesar 7,2%. Terapi nonfarmakologi untuk mempercepat proses penyembuhan pada pasien hiperurisemia yaitu terapi herbal, hemeopati, akupuntur, akupresur, terapi nutrisi, refleksologi, terapi garam, dan yoga. Akupresur merupakan salah satu teknik pengobatan tradisional Cina ang dapat digunakan untuk menurunkan nyeri, mengobati penyakit dan cidera. Tujuan setelah penyuluhan dan demonstrasi, diharapkan pemberian akupresur dapat untuk menurunkan kadar asam urat dan rasa nyeri pada klien Asam urat tinggi. Adapun kegiatan yang dilakukan berupa penyuluhan menggunakan leaflet dan demonstrasi akupresur. Terdapat penurunan kadar asam urat dan nyeri pada klien asam urat tinggi setelah pemberian akupresur selama 7 hari di Poncowarno Kecamatan Kalirejo, Lampung Tengah. Dengan demikian, pemberian akupresur pada klien asam urat sangat efektif dalam menurunkan kadar asam urat dan nyeri. Kata Kunci: Nyeri, Akupresur, Asam Urat ABSTRACTIn 2018, the prevalence of joint disease Lampung ranks 12th at Indonesia (7.2%). Nonpharmacological therapy to accelerate the healing process in hyperuricemia's patients that is herbal therapy, hemeopathy, acupuncture, acupressure, nutritional therapy, reflexology, salt therapy, and yoga. Acupressure is one of the traditional Chinese medicine techniques which can be used to reduce pain, treat illnesses and injuries. The purpose after counseling and demonstration, it is expected that the provision of acupressure can reduce uric acid levels and pain in high uric acid's client. The activities carried out in the form of counseling using leaflets and acupressure demonstrations. There was a decrease in uric acid levels and pain in high uric acid's clients after giving acupressure for 7 days at Poncowarno, Kalirejo District, Central Lampung. Thus, giving acupressure to uric acid clients is very effective in reducing uric acid levels and pain. Keywords: Pain, Acupressure, Gout
Pengabdian Kepada Masyarakat Tentang Komprehensif Cyber Bulliying Nanda Ferdianto; Nova Andriyani; Prima Dian Furqoni; Wahid Tri Wahyudi; Teguh Pribadi; Rika Yulendasari; Dewi Kusumaningsih
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v3i2.3336

Abstract

Internet telah merubah cara dalam berinteraksi, terutama pada remaja. Internet memiliki peran penting dan memiliki hal positif, akan tetapi remaja tidak sepenuhnya menggunakan internet secara positif, karena ada peluang remaja juga menggunakan internet untuk mengakses konten yang negatif. Salah satu dampak negatif akibat penggunaan internet pada remaja yaitu munculnya fenomena perundungan siber. tujuan penelitian ini dimaksudkan untuk meningkatkan pengetahuan terhadap jenis-jenis dan dampak dari Cyber Bullying dan cara mengatasinya. Kegiatan ini dilakukan dengan metode penyuluhan. Sebelum dimulai penyuluhan, terlebih dahulu menyampaikan maksud dan tujuan kedatangan pelaksana penyuluhan. dibuka dengan perkenalan dilanjutkan dengan penyampaian materi berupa edukasi dan penyuluhan.  Setelah dilakukan penyuluhan ini sekitar 85% peserta memahami apa itu Cyber Bullying dan Cyber Control , jenis-jenis , dampak dari Cyber Bullying dan cara mengatasinya. Peserta tampak senang dengan kegiatan penyuluhan kesehatan ini. Kata Kunci : Cyber Bullying, Remaja, Sekolah  ABSTRACT The internet has changed the way we interact, especially in adolescents. The internet has an important role and has positive things, but teenagers do not fully use the internet positively, because there are opportunities for teenagers to also use the internet to access negative content. One of the negative impacts of using the internet on adolescents is the emergence of the phenomenon of cyber bullying. The purpose of this research is to increase knowledge of the types and impacts of cyber bullying and how to overcome them. This activity is carried out by extension methods. Before starting outreach, first convey the intent and purpose of the arrival of the extension agent. opened with an introduction followed by the delivery of material in the form of education and counseling. After this counseling was carried out, around 85% of participants understood what Cyber Bullying and Cyber Control were, the types, impacts of Cyber Bullying and how to overcome them. Participants seemed happy with this health education activity. Keywords: Cyber Bullying, Youth, School
PENYULUHAN KESEHATAN TENTANG DIARE DI PANTI ASUHAN BUSSAINA BANDAR LAMPUNG Rika Yulendasari; Usastiawaty Cik Ayu Saadiah Isnainy; Umi Romayati Keswara; Eka Yudha Chrisanto
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 2 Nomor 2 Oktober 2019
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v2i2.2078

Abstract

ABSTRAKBadan Kesehatan Dunia (Who) Diare Membunuh Dua Juta Anak Di Dunia Setiap Tahunnya Diare merupakan salah satu penyebab utama kesakitan dan kematian hampir dseluruh daerah geografis di dunia dan semua kelompok usia dapat terserang. Diare menjadi salah satu penyebab utama mordibitas dan mortalitas pada anak di negara berkembang. SetiapTahun Di Indonesia Diare Merupakan Salah Satu Penyebab Kematian Kedua Terbesar Pada Balita Dan Urutan Ketiga Bagi Bayi Serta Urutan Ke Lima Untuk Semua Umur. Tujuan Setelah Penyuluhan, Diharapkan Dapat Meningkatkan Pengetahuan Anak-Anak  Panti Asuhan Bussaina Bandar Lampung Tentang Penyakit Diare. Adapun Kegiatan Yang Dilakukan Berupa Penyuluhan Menggunakan Leaflet Dan Lembar Balik. Terdapat Peningkatan Pengetahuan Pada Anak-Anak Panti Asuhan Bussaina Bandar Lampung Terhadap Pencegahan Serta Perawatannya. Dengan Demikian, Pemberian Penyuluhan Pada Siswa Tentang Pencegahan Serta Perawatan Penyakit Diare Sangat Efektif. Kata Kunci : Diare, Anak-Anak, Penyuluhan  ABSTRACTWorld Health Organization (WHO) Diarrhea Kills Two Million Children in the World Each Year Diarrhea is one of the main causes of morbidity and mortality in almost all geographical regions of the world and all age groups can be attacked. Diarrhea is one of the main causes of mordibitas and mortality in children in developing countries. Every Year In Indonesia Diarrhea Is One Of The Biggest Causes Of Second Death In Toddlers And Third Order For Infants And Fifth Order For All Ages. Purpose After Counseling, It Is Expected To Increase Knowledge Of Children Of Bussaina Bandar Lampung Orphanage About Diarrhea. As for the activities carried out in the form of counseling using leaflets and flip sheets, there is an increase in knowledge in children of the Bussaina Bandar Lampung orphanage against prevention and care. Thus, the provision of counseling for children about prevention and treatment of diarrhea is very effective. Keywords: Diarrhea, Children, Extension
Peningkatan Pengetahuan Terkait Vaksinasi Covid-19 Di Panti Asuhan Raudatul Aitam Bandar Lampung Rika Yulendasari; Rahayu Rahayu
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Volume 4 Nomor 6 Desember 2021
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v4i6.4922

Abstract

ABSTRAKBerawal dari munculnya kasus pneumonia di Wuhan, China yang belum diketahui penyebabnya. Kasus ini terjadi pada akhir tahun 2019, tepatnya pada bulan Desember. Menurut hasil epidemiologi, kasus pneumonia yang terjadi terkait dengan pasar ikan di wilayah Wuhan. WHO menetapkan penyakit ini diberi nama Coronavirus disease 2019 atau bisa juga disebut COVID-19. Tujuan setelah penyuluhan kesehatan adalah untuk menambah pengetahuan terkait vaksinasi COVID-19 dan partisipan penyuluhan dapat mengikuti program vaksinasi yang diselenggarakan oleh pemerintah. Ada juga kegiatan yang dicoba berupa penyuluhan kesehatan dengan menggunakan flip chart dan leaflet. Terjadi peningkatan pengetahuan hingga 80% terkait vaksinasi COVID-19 pada partisipan penyuluhan di panti asuhan Raudatul Aitam.Kata kunci: Pengetahuan; Vaksinasi; COVID-19; Panti Asuhan Anak ABSTRACTStarting from the emergence of cases of pneumonia in Wuhan, China whose cause is not yet known. This case occurred at the end of 2019, precisely in December. According to epidemiological results, the pneumonia cases that occurred were related to a fish market in the Wuhan area. WHO has determined this disease to be named Coronavirus disease 2019 or it can also be called COVID-19. The goal after health education is to increase knowledge regarding COVID-19 vaccination and counseling participants can take part in vaccination programs organized by the government. There are also activities that are tried in the form of health education using flip charts and leaflets. There was an increase in knowledge of up to 80% related to COVID-19 vaccination among counseling participants at the Raudatul Aitam orphanage. Keywords: Knowledge; Vaccinations; COVID-19; Children's Orphanage
Co-Authors Adhani, Neisa Affandi, Muhammad Afsani , Mahda Ainur Rahma Aknes Yulyanto Andoko Andoko Andoko Andoko Andoko Andoko Andoko Andoko Andoko Andoko, Andoko Antika Palupi Apriana Wulandari Aulia Rahayu, Adiah Ayu, Seftiliani Putri Ayu, Shinta Arini Bambang Hirawan Bayhaqy, Aqsol Chelda Ernita Chrisanto, Eka Yudha Cindy Desmonika Crisanto, Eka Yudha Derista Hartati Desi Risnarita Dewi Kusumaningsih Dewi Puspitasari Dhinny Novryanthi Dita Amita Dita Resi Andrianti Djamaludin, Djunizar Djamaludin, Djunizar Djunizar Djamaludin Djunizar Djamaludin Djunizar Djamaludin Djunizar Djamaudin Edita Revine Siahaan Eka Trismiyana Eka Yudha Chrisanto Elda Warina Elliya, Rahma Emir Fajar Hizrian Erpiyana, Refsi Eva Listiyo Putri Eva Maryana Fernalia Fernalia Fransisca Melyana Gunawan, M. Ricko Gustini Gustini Hadi, Riswan Helmawati Helmawati Hepi Leo Saputra Herlinda Herlinda Herliza Hermawan, Dessy Hidayat, Asep Rahmad Indah Sari Isnainy, Usastiawaty Cik Ayu Saadiah Jemy Sundoro Kartika Sari Wijayaningsih Keswara, Umi Romayati Khairul Rizwan, Al Khoidar Amirus Kurniasih, Dennti Lia, Melina Eka Lidya Arianti Lina, Mia Nurar Linawati Linawati Linawati Novikasari Lisa Yuliana Sari M Kelvin Alvaredo M. Arifki Zainaro Mahda Afsani Mahdi Antoni Megah Rachmawati Melyana, Fransisca Muarif, Muhammad Syamsul Muhammad Firdaus Nanda Ferdianto Nirwanto Nirwanto, Nirwanto Nova Andriyani Novikasari, Linawati Nurhamdan Arif, Idan Pradisca, Rima Ary Prasetya, Bustamil Ibnu Prasetyo, Renggo Prima Dian Furqoni Rachmawati, Yessy Rahayu Rahayu Rahmah Hidayah, Alisah Rahmatika, Ida Redia Indira Putrianti Renggo Prasetyo Renggo Prasetyo Rilyani, Rilyani Rima Ary Radisca Rita Purnama Rita Purnama Romadon, Ali Tomas RR. Ella Evrita Hestiandari Samsul Mubarok Sari, Lisa Yuliana Sari, Mentari Permata Seftiliani Putri Ayu Setiawati Setiawati Setiawati Setiawati Shinta Arini Ayu Silvia, Andi Bunga Slamet Widodo Soimah, Fitri Sri Hartati Sumbara Sumbara Taufiq Hidayat Teguh Pribadi Triyono Triyono Triyono Triyono Triyoso, Triyoso Ulandari, Putri Umsani Umsani Umsani, Umsani Utama, Putri Yolanda Wahid Tri Wahyudi Yessy Rachmawati Yogi Kurniawan, Yogi