Claim Missing Document
Check
Articles

Peningkatan Pengetahuan Terkait Pencegahan Penyakit Stroke di Ruang Bougenvill RSUD DR. H. Abdul Moeloek Rika Yulendasari; Desi Risnarita
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i6.5065

Abstract

ABSTRAK Penyakit yang dapat mengakibatkan kematian paling banyak didunia salah satunya adalah penyakit stroke serta dapat menyebabkan gangguan mobilitas. Penyakit stroke merupakan terbanyak di Indonesia, yang dapat menyebabkan kematian setelah penyakit jantung kanker, serta penyakit asma. Stroke didefinisikan sebagai kondisi dimana terjadi karna adanya penurunan aliran darah dan oksigen ke jaringan serebral sehingga dapat mengakibatkan kerusakan otak yang permanen. Metode awal yang akan digunakan dalam kegiatan ini adalah memberikan penyuluhan kepada pasien dan keluarga pasien di Ruang Bougenvill RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Kegiatan dilakukan mahasiswa S1 Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati. Diharapkan hasil dari kegiatan ini dapat meningkatkan pengetahuan dalam pencegahan penyakit stroke di Ruang Bougenvill RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung. Kata Kunci: Stroke, Ruang Bougenvill, Rumah Sakit  ABSTRACT Stroke is a disease that can cause death in the world and can cause disability (Johnson et al in Alifudin & Ediati, 2019). Stroke is the most common in Indonesia, which can cause death behind heart disease, cancer, and chronic respiratory disease. Stroke is defined as a condition in which there is a decrease in blood flow and oxygen to cerebral tissue which can cause permanent brain damage. The initial method that will be used in this activity is to provide counseling to patients and their families in the Bougenvill Room, RSUD Dr. H. Abdul Moeloek The activity was carried out by undergraduate students in Nursing, Faculty of Medicine, Malahayati University. It is hoped that the results of this activity can increase knowledge in the prevention of stroke in the Bougenvill Room, RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung. Keywords: Stroke, Bougenvill Room, Hospital
Peningkatan Pengetahuan Dan Keterampilan Terkait Pencegahan Kasus Scabies Di Panti.Asuhan Raudatul Aitam Bandar Lampung Rika Yulendasari; Mahda Afsani
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i5.4927

Abstract

ABSTRAK Scabies merupakan penyakit kulit berjangkit yang ditandai dengan kelainan kulit berupa papula, vesikel, urtikaria, dan krista yang disebabkan oleh tungau Sarcoptes scabiei dengan keluhan gatal terutama pada saat malam hari. Penyakit ini ada di masyarakat yang tinggal di tropis negara, seperti Indonesia, terutama pada anak-anak yang tinggal di daerah penduduk yang padat dan lembab seperti di panti asuhan Hasil survei didapatkan prevalensi skabies 25% pada orang dewasa, sedangkan prevalenssi tertinggi terjadi pada anak sekolah yaitu 30-65%. Pendidikan kesehatan adalah untuk mencegah penyakit ini. Tujuan penyuluhan Setelah dilakukan penyuluhan setelah dilakukan penyuluhan sebagian besar / lebih dari 60% peserta sudah mengetahui dan terampil dalam melakukan oencegahan penyakit scabies pada anak di Panti Asuhan Raudatul Aitam Lampung Bandar. Kegiatan yang dilakukan berupa penyuluhan kesehatan dengan menggunakan flip chart dan leaflet. Pengetahuan dan keterampilan pencegahan skabies di Panti Asuhan Bandar Lampung meningkat 80% Kata Kunci: Penyuluhan; Skabies; Anak-anak panti asuhan. ABSTRACT Scabies is an infectious skin disease characterized by skin disorders in the form of papules, vesicles, urticaria, and cristae caused by the mite Sarcoptes scabies with complaints of itching, especially at night. This disease is present in people living in tropical countries, such as Indonesia, especially in children living in densely populated and humid areas such as orphanages. The survey results found that the prevalence of scabies was 25% in adults, while the highest prevalence occurred in school children. Ie 30-65%. Health education is to prevent this disease. The purpose of counseling After counseling after counseling, most / more than 60% of participants already know and are skilled in preventing scabies disease in children at the Raudatul Aitam Orphanage, Lampung Bandar. Activities are carried out in the form of health education using flip charts and leaflets. Knowledge and skills of scabies prevention at the Bandar Lampung Orphanage increased by 80%.Keywords: Counseling, Scabies, Orphanage Children
HUBUNGAN KONDISI SANITASI DASAR DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI KAMPUNG WONOSARI KECAMATAN MESUJI TIMUR Rika Yulendasari
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 11, No 2 (2017)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.177 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v11i2.246

Abstract

Pendahuluan: Di Indonesia, stroke merupakan pembunuh nomor satu. Provinsi Lampung terdiagnosis tenaga kesehatan 5,4‰. Gaya hidup yang tidak sehat seperti mengkonsumsi makanan tinggi lemak dan tinggi kolesterol, kurang aktivitas fisik, dan kurang olahraga, meningkatkan risiko terkena penyakit stroke. Berdasarkan data angka kejadian stroke di RSUD Dr. Hi. Abdul Moeloek Provinsi Lampung selama tahun 2015 terdapat 449 penderita stroke dengan 130 kasus kematian yang diakibatkan stroke. Tujuan dari penelitian ini adalah diketahui hubungan antara aktivitas fisik dan hiperurisemia dengan kejadian stroke di RSUD Dr. Hi. Abdul Moeloek Provinsi Lampung Tahun 2016. Metode: Jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah semua klien di Ruang Bougenvil RSUD Dr. Hi. Abdul Moeloek Provinsi Lampung bulan Januari – Maret 2016 sejumlah 129 klien. Sampel 57 orang. Instrumen pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner dan lembar observasi. Analisa data yang digunakan uji chi square Hasil: Pada penelitian ini menunjukkan distribusi frekuensi responden dengan aktivitas sedang yaitu sebanyak 42 responden (73,7%), kadar ureum normal yaitu sebanyak 37 responden (64,9%), mengalami stroke non hemoragik yaitu sebanyak 34 responden (59,6%). Ada hubungan antara aktivitas fisik (p value 0,001), hiperurisemia (p value 0,012) dengan kejadian stroke di RSUD Dr. Hi. Abdul Moeloek Provinsi Lampung Tahun 2016. Saran dalam penelitian bagi RSUD Dr. Hi. Abdul Moeloek Provinsi Lampung untuk memberikan penyuluhan kesehatan tentang faktor risiko stroke dengan menempelkan poster-poster terkait penyakit stroke dilingkungan rumah sakit seperti di ruang tunggu pasien
PENETAPAN KADAR PROTEIN PADA JANTUNG PISANG KEPOK (Musa acuminata balbisiana colla) YANG DITANAM DI LAMPUNG DENGAN METODE KJELDAHL Aknes Yulyanto; Dessy Hermawan; Rika Yulendasari; Khoidar Amirus
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 8, No 1 (2014)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (139.218 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v8i1.89

Abstract

Aedes Aegepty merupakan salah satu vektor penyakit Demam Berdarah yang disebabkan virus dengue. Pengendalian populasi terhadap terhadap vektor(Ae. Aegepty) telah banyak dilakukan diantara dengan menggunakan insektisida baik terhadap dewasa maupun pradewasa. Secara umum hasilnya memang memuaskan, namun  penggunaan insektisida yang terus menerus dapat merangsang timbulnya kekebalan pada Ae. Aegepty. Salah satu alternatif untuk menanggulangi permasalahan ini adalah dengan pengendalian hayati dengan mengunakan Bacillus Thuringiensis Israelensis (Bti) formula cair. Pentingnya penggunaan   Bti dalam formulasi cair tidak menimbulkan efek samping atau keracunan terhadap manusia maupun organisme yang bukan sasaran lainnya. Kejadian ini disebabkan karena daya racunnya yang spesifik terhadap serangga dan mempunyai spektrum yang sempit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efikasi Bti pada skala lapangan di Kelurahan Tanjung Seneng Kota Bandar Lampung Tahun 2012.Jenis penelitian ini adalah eksperimen dengan rancangan One- Group Pretest-Postest Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh  Rukun Tetangga (RT) di kelurahan Tanjung Seneng, teknik sampel yang digunakan adalah Cluster Sampling dan sampel sampel yang terpilih adalah RT 07 Lingkungan I. Data hasil penelitian di analisa dengan menggunakan uji Chi Sqaure Mc Nemar.Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan secara bermakna sebelum dan sesudah perlakuan terhadap keberadaan larva ( p-value 24 jam pengamatan = 0,000, minggu pertama = 0,000, dan minggu kedua= 0,000). Sedangkan pada minggu ke 3 sampai minggu ke 7 tidak ada perbedaan secara bermakna sebelum dan sesudah perlakuan( p-value minggu ke3=0,077, minggu ke 4=1,000, minggu ke 5=0,163, minggu ke 6=0,505, dan minggu ke 7=0,494l,). Ini menunjukan bahwa efikasi Bti terhadap keberadaan larva hanya sampai pada minggu ke 2 setelah perlakuan.Bagi peneliti selanjutnya disarankan agar melakukan penelitian lanjutan (Longitudinal Research)untuk mengetahuipada minggu keberapa efikasi Bti cair mempunyai efektifitas yang paling tinggi.
Pengaruh teknik massage effleurage terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi M Kelvin Alvaredo; Rika Yulendasari; Djunizar Djamaludin
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 15, No 4 (2021)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v15i4.3517

Abstract

Background: The highest hypertension event data is at Panjang Public Health Center  as many as 12,142 people, Whereas non-pharmacological therapy Effleurage Massage Technique is to help blood circulation and lymph fluid ( lymph fluid ), which helps blood flow in the veins (venous blood) to quickly return to the heart.Purpose: To knowledge effect of effleurage massage techniques to decrease blood pressure in patients with hypertensionMethod: Quantitative research, draft experimental pra research with one group Pretes Post test design approach, population and samples are respondents with 15 respondents high blood pressure who have a history of Hypertension. Sampling techniques using purposive sampling.Results: Average systolic blood pressure 147.33 mmHg  ±  7.988, while at the diastolic blood pressure of 111.33 mmHg  ±  8.338. The average systolic blood pressure of 122.67 mmHg  ±  19.328, while at a diastolic blood pressure of 91.33 mmHg  ±  9.904.The results of data analysis sufficient using Test T-Test obtained the value of P-value 0.000.Conclusion: There is a influence of massage effleurage technique to decrease blood pressure in patients with hypertension. Advice for respondents to patients with hypertension should be able to use the massage effleurage independently and regularly because besides easy to do, this therapy has been proven effective in lowering blood pressureKeywords: Massage effleurage; Blood pressure; HypertensionPendahuluan: Data kejadian hipertensi tertinggi berada di Puskesmas Panjang sebanyak 12.142 orang, Bahwaterapi non farmakologi Teknik Massage effleurage yaitu untuk membantu melancarkan peredaran darah dan cairan getah bening (cairan limpha), yaitu membantu mengalirkan darah di pembuluh balik (darah veneus) agar cepat kembali ke jantung.Tujuan: Diketahui pengaruh teknik massage effleurage terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi.Metode: Penelitian kuantitatif, rancangan penelitian pra eksperimental dengan pendekatan one group pretes post test design, populasi dan sampel adalah responden dengan tekanan darah tinggi sebanyak 15 responden yang memiliki riwayat Hipertensi. Hasil : Rata-rata tekanan darah sistolik 147,33 mmHg ± 7,988, sedangkan pada tekanan darah diastolik 111,33 mmHg ±  8,338. Rata-rata tekanandarah sistolik 122,67 mmHg ± 19,328, sedangkan pada tekanan darah diastolik 91,33 mmHg ± 9,904.Hasil analisa data bivariat menggunakan uji t-tes didapat nilai p-value 0,000 maka dapat ditarik kesimpulan terdapat pengaruh teknik massage effleurage terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi.Simpulan: Ada pengaruh teknik massage effleurage terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi. Saran bagi responden penderita hipertensi sebaiknya dapat menggunakan pijat effleurage secara mandiri dan teratur karena selain mudah dilakukan, terapi ini sudah terbukti efektif menurunkan tekanan darah.
Pengaruh pemberian teknik relaksasi Benson terhadap tekanan darah pada penderita hipertensi Rika Yulendasari; Djunizar Djamaludin
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 15, No 2 (2021)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v15i2.4393

Abstract

Effect of Benson relaxation technique on blood pressure in patients with hypertensionBackground: Hypertension management is classified into non-pharmacological and pharmacological therapy. Non-pharmacological therapy is believed to be safer and has a positive effect. The technique is Benson relaxation, this technique focuses more attention. So it can create a calm environment and can control blood pressure.Purpose: To know effect of Benson's relaxation technique on blood pressure in patients with hypertension at Poncowati Health Center, Central Lampung. Method: Quantitative research with the research design "Quasy Experimental” with using Nonequivalent control group design/non randomized control group pretest posttest design. The research subjects were 32 respondents who were divided into two groups. Data analysis used parametric statistical paired T test and unpaired T test (Independent T Test).Results: There is an effect of Benson relaxation therapy on reducing blood pressure in patients with hypertension, where the average difference in systolic blood pressure between the intervention group and the control group is 8.063 (p-value 0.000) and diastolic blood pressure of 4.188 (p-value 0.003).Conclusion: There is an effect of Benson relaxation therapy on reducing blood pressure in hypertensive patients.Keywords: Benson relaxation; Blood pressure; Patient; HypertensionPendahuluan: Penatalaksanaan hipertensi dikelompokkan menjadi terapi nonfarmakologi dan terapi farmakologi. Terapi nonfarmakologi diyakini lebih aman dan memberikan efek positif. Salah satu tekniknya yaitu  relaksasi benson, teknik ini lebih memusatkan perhatian. Sehingga dapat menciptakan lingkungan yang tenang dan dapat mengontrol tekanan darah.Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh terapi relaksasi Benson terhadap penurunan tekanan darah penderita hipertensi di Puskesmas Poncowati Lampung Tengah.Metode: Eksperimen semu (quasi experiment design) dengan bentuk Nonequivalent control group design/non randomized control group pretest postest design. Subjek penelitian sebanyak 32 responden yang dibagi menjadi dua kelompok.  Analisa data menggunakan statistik parametrik uji T berpasangan (Paired T Test) dan uji T tidak berpasangan (Independent T Test).Hasil: Pengaruh terapi relaksasi Benson terhadap penurunan tekanan darah penderita hipertensi dengan selisih rata-rata tekanan darah sistolik antara kelompok intervensi dengan kelompok kontrol adalah sebesar 8,063 (p-value 0,000) dan diastolik sebesar 4,188 (p-value 0,003).Simpulan: Adanya pengaruh terapi relaksasi Benson terhadap penurunan tekanan darah penderita hipertensi. 
ANALISIS FAKTOR RISIKO YANG BERHUBUNGAN DENGAN KETUBAN PECAH DINI DI RS UMUM DAERAH Dr. H ABDUL MOELOEK PROVINSI LAMPUNG Rika Yulendasari
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 10, No 4 (2016)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.953 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v10i4.286

Abstract

Penggunaan alat kontrasepsi sangat bermanfaat untuk mencegah kehamilan, menjarangkan kehamilan dan menghentikan kehamilan. Kota Bandar Lampung, penguna kontrasepsi jenis IUD mencapai 16.634 akseptor, sedangkan untuk wilayah kerja puskesmas Kemiling, pengguna alat kontrasepsi jenis IUD mencapai 2.416 akseptor. Tujuan dari penelitian ini adalah diketahui hubungan penggunaan alat kontrasepsi dalam Rahim dengan gangguan menstruasi di Puskesmas Kemiling Kota Bandar Lampung Tahun 2015.Jenis penelitian kuantitatif menggunakan rancangan survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah semua ibu akseptor KB di Wilayah Kerja Puskesmas Kemiling Kota Bandar Lampung pada bulan April Tahun 2015 sejumlah 3.820 jiwa. Sampel sejumlah 98 responden. Alat pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah kuesioner. Analisa data yang digunakanujichi square.Hasil penelitian menunjukkan distribusi frekuensi responden yang menggunakan IUD sebanyak 21 responden (21,4%). Mengalami gangguan menstruasi sebanyak 39 responden (39,8%). Ada hubungan penggunaan alat kontrasepsi dalam Rahim dengan gangguan menstruasi di Puskesmas Kemiling Kota Bandar Lampung Tahun 2015 (p value 0,002). Saran bagi Puskesmas penyuluhan tentang risiko perubahan pola menstruasi dan menganjurkan pengguna AKDR untuk dapat mengatasi masalah dengan benar dan tepat, dengan penempelan poster di poli kebidanan, pemberian leaflet, booklet dan lain-lain.
HUBUNGAN ANTARA KEPRIBADIAN TIPE D DAN FAKTOR FISIOLOGI DENGAN VITAL EXHAUSTION PADA PASIEN INFARK MIOKARD Bambang Hirawan; Dessy Hermawan; Rika Yulendasari
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 8, No 2 (2014)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (123.195 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v8i2.670

Abstract

Pemberian terapi intravena diperlukan secara terus menerus dan dalam jangka waktu tertentu sehingga dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya komplikasi dari pemasangan infus, salah satunya adalah flebitis. Insiden flebitis meningkat sesuai dengan lamanya pemasangan jalur intravena, komposisi cairan atau obat, ukuran dan tempat kanula dimasukkan, pemasangan jalur intravena yang tidak sesuai, dan masuknya mikroorganisme pada saat penusukan. Berdasarkan hasil pra survei yang dilakukan terhadap 25 pasien yang terpasang infus lebih dari tiga hari, terdapat 6 pasien (24%) yang mengalami tanda-tanda flebitis, sehingga mengakibatkan bertambahnya masa rawat di Rumah Sakit dibandingkan 19 pasien (76 %) yang tidak mengalami tanda-tanda flebitis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui  hubungan lamanya pemasangan kateter intravena dengan kejadian flebitis di Ruang Penyakit Dalam Rumah Sakit Umum Jend. A. Yani Metro tahun 2013. Penelitian ini menggunakan desain analitik dengan pendekatan cross sectional (potong lintang). Populasi dalam penelitian ini adalah semua pasien yang dirawat di Ruang Penyakit Dalam RSU Jend. A. Yani metro pada bulan November 2013 sejumlah 90 pasien, sedangkan sampel yang diambil  sama dengan jumlah populasi yaitu  berjumlah 90 pasien (sampling jenuh). Analisis bivariat dalam penelitian ini menggunakan uji chi square. Hasil uji statistik dengan menggunakan uji chi square menyimpulkan ada hubungan antara lamanya pemasangan kateter intravena dengan kejadian flebitis di Ruang Penyakit Dalam RSU Jend. A. Yani Metro Tahun 2013 ( Ha diterima ), dengan nilai p value = 0,000 (p-value < 0,05). Faktor lamanya pemasangan kateter intravena sangat berpengaruh terhadap kejadian flebitis, maka hendaknya perawat dapat menerapkan waktu penggantian kateter sebelum 72 jam  dan pihak rumah sakit  agar lebih ketat dalam menerapkan standar operasional prosedur tentang pemberian terapi intravena.
Faktor yang mempengaruhi ibu menyapih anak di bawah usia 2 tahun Rika Yulendasari; Sumbara Sumbara; Redia Indira Putrianti
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 14, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (447.302 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v14i2.1637

Abstract

Practices of breastfeeding and weaning among mothers of children under 2 years old at Bandar Lampung-Indonesia Background: Weaning is a process for stopping breastfeeding gradually or at once. This process can be either because of the child herself wanting to stop breastfeeding or because the mothers desire, or by both of them for many reasons. Data from survey of health demography in Indonesia  in 2017 showed that there were only 54.6% of children were receiving breastfeeding complete until 2 years old.Purpose: Know the factors of practices of breastfeeding and weaning among mothers of children under 2 years oldMethods: A quantitative research by using Cross Sectional approach. Population was all mothers who has children under two years old. Samples were 145 respondents. Data were collected by using questionnaires and anthropometry. Data were analyzed by using Chi-Square Test.Results: There were correlations of occupation (p-value 0.025 < α 0.05) and OR = 2.7, nutrition status (p-value 0.006 < α 0.05) and OR=3.5, and family support (p-value 0.002 < α 0.05) and OR= 3.1 on practices of breastfeeding and weaning among mothers of children under 2 years oldConclusion: There were practices of breastfeeding and weaning among mothers of children under 2 years old. Suggestion to health worker and provider to improve health services especially promotion program and education for essential  of breastfeeding until the children complete 2 years old.Keywords: Practices; Breastfeeding; Weaning; Mothers; Children under 2 years old.Pendahuluan: Menyapih adalah proses berhentinya masa menyusui berangsur-angsur atau sekaligus. Proses itu dapat disebabkan oleh si anak itu sendiri untuk berhenti menyusu atau bisa juga dari sang ibu untuk berhenti menyusui anaknya, atau keduanya dengan berbagai alasan.Berdasarkan data dari Survey Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) di tahun 2017, presentase anak yang mendapatkan ASI sampai usia  2 tahun  hanya sebesar 54,6%.Tujuan: Diketahui faktor - faktor  yang  mempengaruhi ibu menyapih   anak di bawah usia  2 tahun.Metode: Penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah semua ibu yang memiliki anak di bawah usia 2 tahun. Sampel dalam penelitian ini sebesar 145 responden. Instrumen dalam penelitian ini dengan menggunakan lembar kuesioner dan antropometri. Uji statistik yang digunakan adalah  uji Chi-Square.Hasil: Terdapat hubungan pekerjaan dengan penyapihan pada anak dibawah usia 2 tahun (p-value = 0,025 < α = 0,05) serta nilai OR= 2,7, status gizi  (p-value = 0,006 < α = 0,05) nilai OR = 3,5, dan dukungan keluarga (p-value = 0,002 < α = 0,05) dan nilai OR=3,1.                                 Simpulan: Ada hubungan pekerjaan, status gizi, dan dukungan keluarga dengan penyapihan pada anak dibawah usia 2 tahun. Saran bagi petugas kesehatan untuk meningkatkan pelayanan dan memberikan penyuluhan terhadap ibu menyusui mengenai pentingnya pemberian ASI samapai usia anak 2 tahun. 
STUDI FAUNA VEKTOR MALARIA DI DAERAH ENDEMIS MALARIA DESA WAY MULI KABUPATEN LAMPUNG SELATAN Dita Amita; Fernalia Fernalia; Rika Yulendasari
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 12, No 1 (2018)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.218 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v12i1.124

Abstract

THE EFFECT OF DEEP BREATHING RELAXATION ON THE INTENSITY OF PAIN IN POSTOPERATIVE PATIENTS SECTIO CAESAREA AT BENGKULU HOSPITALThis research in purpose to explain the effect of deep breathing relaxation to intensity of pain in postoperative patients sectio caesarea at Bengkulu Hospital. This research use quantitative method with pre eksperimen design without control group. The samples taken with accidental sampling technique with total sample 30 people. Instrument that use intensity of pain scale questionnaire that normative. Result of data analysis indicate that there is a strong effect to intensity of pain (p=0,000) after deep breating relaxation. Recommendation of this study to nursing health service kindly more attention and doing implementation of deep breathing relaxation on patients sectio caesarea.
Co-Authors Adhani, Neisa Affandi, Muhammad Afsani , Mahda Ainur Rahma Aknes Yulyanto Andoko Andoko Andoko Andoko Andoko Andoko Andoko Andoko Andoko Andoko, Andoko Antika Palupi Apriana Wulandari Aulia Rahayu, Adiah Ayu, Seftiliani Putri Ayu, Shinta Arini Bambang Hirawan Bayhaqy, Aqsol Chelda Ernita Chrisanto, Eka Yudha Cindy Desmonika Crisanto, Eka Yudha Derista Hartati Desi Risnarita Dewi Kusumaningsih Dewi Puspitasari Dhinny Novryanthi Dita Amita Dita Resi Andrianti Djamaludin, Djunizar Djamaludin, Djunizar Djunizar Djamaludin Djunizar Djamaludin Djunizar Djamaludin Djunizar Djamaudin Edita Revine Siahaan Eka Trismiyana Eka Yudha Chrisanto Elda Warina Elliya, Rahma Emir Fajar Hizrian Erpiyana, Refsi Eva Listiyo Putri Eva Maryana Fernalia Fernalia Fransisca Melyana Gunawan, M. Ricko Gustini Gustini Hadi, Riswan Helmawati Helmawati Hepi Leo Saputra Herlinda Herlinda Herliza Hermawan, Dessy Hidayat, Asep Rahmad Indah Sari Isnainy, Usastiawaty Cik Ayu Saadiah Jemy Sundoro Kartika Sari Wijayaningsih Keswara, Umi Romayati Khairul Rizwan, Al Khoidar Amirus Kurniasih, Dennti Lia, Melina Eka Lidya Arianti Lina, Mia Nurar Linawati Linawati Linawati Novikasari Lisa Yuliana Sari M Kelvin Alvaredo M. Arifki Zainaro Mahda Afsani Mahdi Antoni Megah Rachmawati Melyana, Fransisca Muarif, Muhammad Syamsul Muhammad Firdaus Nanda Ferdianto Nirwanto Nirwanto, Nirwanto Nova Andriyani Novikasari, Linawati Nurhamdan Arif, Idan Pradisca, Rima Ary Prasetya, Bustamil Ibnu Prasetyo, Renggo Prima Dian Furqoni Rachmawati, Yessy Rahayu Rahayu Rahmah Hidayah, Alisah Rahmatika, Ida Redia Indira Putrianti Renggo Prasetyo Renggo Prasetyo Rilyani, Rilyani Rima Ary Radisca Rita Purnama Rita Purnama Romadon, Ali Tomas RR. Ella Evrita Hestiandari Samsul Mubarok Sari, Lisa Yuliana Sari, Mentari Permata Seftiliani Putri Ayu Setiawati Setiawati Setiawati Setiawati Shinta Arini Ayu Silvia, Andi Bunga Slamet Widodo Soimah, Fitri Sri Hartati Sumbara Sumbara Taufiq Hidayat Teguh Pribadi Triyono Triyono Triyono Triyono Triyoso, Triyoso Ulandari, Putri Umsani Umsani Umsani, Umsani Utama, Putri Yolanda Wahid Tri Wahyudi Yessy Rachmawati Yogi Kurniawan, Yogi