Claim Missing Document
Check
Articles

Pengetahuan tentang pencegahan covid-19 dan kepatuhan dalam menjalankan protokol kesehatan pada penderita diabetes melitus Eva Listiyo Putri; Rika Yulendasari; Eka Trismiyana
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 16, No 7 (2022)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v16i7.8155

Abstract

Background:  Covid-19 is a new beta-coronavirus that has a single-stranded positive sense RNA genome with a diameter of 65-125 nm. The spread of the corona virus can occur through droplets, transmission of aerosols released from the nose or mouth of an infected person when talking, coughing, or sneezing. Covid-19 is more likely to infect older people and people who have underlying chronic diseases such as diabetes. The current handling of COVID-19 is done by changing people's behavior to comply with the Covid-19 prevention protocol.Purpose:  Knowing the relationship between knowledge about Covid-19 prevention and protocol compliance among patients people with diabetes mellitusMethod: Quantitative with analytic cross-sectional design. The population was patients with diabetes mellitus, the sample size was 73 people, the sampling technique used was purposive sampling. Analysis using chi square test.Results: Finding that 67.1% of people with diabetes mellitus had good knowledge and 57.5% were obedient in carrying out the covid-19 prevention protocol. The results of the analysis obtained p-value 0.030 (p<0.05).Conclusion: There is a relationship between knowledge and adherence to diabetes mellitus patients in carrying out the Covid-19 prevention protocol. Patients with diabetes mellitus should be able to apply the Covid-19 prevention protocol in accordance with the standards set by the government so that the risk of being exposed to the Covid-19 virus can be avoided.Keywords: Knowledge; Compliance; Covid-19; Health protocolPendahuluan: Covid-19 merupakan beta-corona virus baru yang memiliki genom RNA sense positif beruntai tunggal dengan diameter 65-125 nm. Penyebaran virus corona dapat terjadi melalui percikan droplet, transmisi aerosol yang dikeluarkan dari hidung atau mulut orang yang terinfeksi saat berbicara, batuk, atau bersin. Covid-19 lebih mudah menginfeksi orang yang berusia lanjut dan orang yang memiliki penyakit kronis yang mendasari seperti diabetes. Penanganan covid-19 saat ini dilakukan dengan mengubah perilaku masyarakat agar mematuhi protocol pencegahan covid-19.Tujuan: Mengetahui hubungan antara pengetahuan tentang pencegahan Covid-19 dengan kepatuhan protokol pada pasien penderita diabetes melitus.Metode: Penelitian kuantitatif, dengan desain analitik rancangan cross sectional. Populasinya penderita diabetes mellitus dengan besar sampel yang diambil sebanyak 73 orang, teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Analisis menggunakan uji chi square.Hasil: Didapatkan bahwa bahwa 67,1% penderita diabetes mellitus memiliki pengetahuan baik dan 57,5%  patuh  dalam  menjalankan  protocol  pencegahan  covid-19.  Hasil  analisis  didapatkan  p-value  0,030 (p<0,05).Simpulan: Terdapat hubungan antara pengetahuan terhadap kepatuhan penderita diabetes mellitus dalam menjalankan  protocol  pencegahan  covid-19.  Bagi  penderita  penderita  diabetes  mellitus  hendaknya  dapat menerapkan protocol  pencegahan covid-19 sesuai  dengan standar  yang  telah  ditetapkan oleh  pemerintah sehingga resiko terpapar virus covid-19 dapat dihindari.
Efektivitas Teknik Bobath terhadap Masalah Keseimbangan pada Pasien Lansia Pasca Stroke Non Hemoragik di Lempasing Pesawaran Cindy Desmonika; Rika Yulendasari; Eka Yudha Chrisanto
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i2.8125

Abstract

ABSTRACT Stroke each year, about 12 out of 100,000 people in the United States have a stroke, so the disease is listed as the number three death after heart disease and cancer. Conducting studies, diagnoses, interventions, implementation and evaluation of comprehensive nursing care using the bobath technique against balance problems in non-hemorrhagic post-stroke patients in Lempasing Pesawaran in 2022. Student oral case analysis (SOCA) design uses case study design in the form of application by approaching according to descriptive methods, this method is to collect data first, analyze data and then draw data conclusions. The units that are the case are further analyzed and given a therapeutic action. Based on the results of the widespread evalusion carried out, there is a disturbance of balance in the sebbakan due to nerve disconnection in the brain and even though it has been done laiha bobath diving for 1 week the balance disorder cannot be immediately overcome because storke must be treated properly and correctly. The result that there are insignificant changes, this is due to the fact that the problem of stroke cannot or cannot be completely cured if from the patient himself does not pay attention to the pattern of food, rest and activity at regular intervals. Keywords: Non Hemorrhagic Stroke, Bobath Therapy, Balance, Comprehensive Nursing Care  ABSTRAK Stroke setiap tahunnya, sekitar 12 dari 100.000 orang di Amerika serikat mengalami stroke, sehingga penyakit ini tercatat sebagai pebunuh nomor tiga setelah penyakit jantung dan kanker. Melakukan pengkajian, diagnosa, intervensi, implementasi dan evaluasi  asuhan keperawatan komprehensif dengan menggunakan teknik bobath terhadap masalah keseimbangan pada pasien pasca stroke non hemoragik di Lempasing Pesawaran Tahun 2022. Desain student oral case analysis (SOCA) menggunakan desain studi kasus dalam bentuk  penerapan dengan cara pendekatan sesuai metode deskriptif, metode ini bersifat mengumpulkan data terlebih dahulu, menganalisis data lalu menarik kesimpulan data. Unit yang menjadi kasus tersebut secara lebih jauh dianalisis dan diberikan suatu tindakan terapi. Berdasarkan hasil evaluas yang dilakukan adanya maslah gangguan keseimbangan di sebbakan karena terputusnya syaraf pada otak dan meskipun sudah dilakukan laiha bobath selam 1 minggu gangguan keseimbangan tidak bisa langsung diatasi karena storke harus di obati dengan baik dan benar. Hasil bahwa adanya perubahan yang tidak signifikan, ini disebabkan karena masalah stroke tidak bisa atau belum bisa di sembuhkan secara total jika dari pasiennya sendiri tidak memperhatikan pola makanan, istirahat dan aktivitas secara berkala. Kata Kunci: Stroke Non Hemoragik, Terapi Bobath, Keseimbangan, Asuhan Keperawatan Komprehensif
Asuhan keperawatan komprehensif pada klien cedera kepala sedang dengan terapi komplementer murottal Andoko Andoko; Rika Yulendasari; Yessy Rachmawati
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 1 No. 3 (2021): Terapi Komplementer Dalam Keperawatan
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (514.089 KB) | DOI: 10.56922/phc.v1i3.88

Abstract

  Pendahuluan: Cedera kepala merupakan salah satu penyebab utama kematian dan kematian di dunia. Al-Qur'an memberikan kedamaian pada sistem dan elemen tubuh manusia. Murottal Al-Qur'an adalah bacaan Al-Qur'an yang dibacakan oleh Qori' atau Qori'ah sesuai dengan tartil dan tilawah yang mengalir dikemas dengan indah dalam media audio seperti kaset, CD atau data digital. Tujuan: Sakit Kepala dengan Terapi Pelengkap Murottal di Ruang Igd RSud Abdul Moeloek Tahun 2021 Metode:Metode Rasakan naik turunnya pelafalan ayat-ayat Al-Qur'an yang dibunyikan. Dengarkan murottal sampai selesai selama kurang lebih 22 menit. Terapi music murottal surah Ar-Rahman memiliki durasi 11 menit 19 detikdengan tempo 79,8 denyut per menit (bpm). Tempo 79,8 bpm adalah tempo lambat. Setelah 20 menit, bukamata Anda dan tarik napas lagi melalui hidung dan hembuskan melalui mulut Anda Hasil :Setelah dilakukan pengkajian pada Klien hipertensi didapatkan Pada Klien dengan keluhan utama nyeri cidera kepala. Diagnosa 1000 yang muncul pada kasus nyata berdasarkan kondisi dan respons . Adapun diagnosa 2000 yang muncul psebagai berikut: Nyeri kepala sedang. Rencana Asuhan Keperawatan Komprehensif Pada Klien Cedera Kepala Sedang Dengan Terapi Komplementer. Pelaksanaan Asuhan Keperawatan Komprehensif Pada Klien Cedera Kepala Sedang Dengan Terapi Komplementer Murottal yang dilakukan sesuai SOP.Evaluasi pada klien dengan masalah nyeri pasien cedera kepala teratasi dengan terapi murottal dengan hasil efektif.Dokumentasi Dilakukan dengan mengdokumentasikan semua kegiatan dan hasilnya, mulai dari pengkajian hingga ke dalam catatan perawat yang ada dalam status klie sebagai bukti tanggung jawab dan tanggung jawab dikemudian hari. Simpulan : Evaluasi klien dengan masalah nyeri cedera kepala teratasi dengan terapi murottal dengan hasil yang efektif.
Penyuluhan kesehatan tentang manajemen nyeri Rika Yulendasari; Renggo Prasetyo; Seftiliani Putri Ayu
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 2 No. 1 (2022): Promosi Kesehatan Pada Remaja
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (528.431 KB) | DOI: 10.56922/phc.v2i1.173

Abstract

Pendahuluan: Nyeri merupakan pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat adanya kerusakan atau ancaman kerusakan jaringan. Nyeri sering sekali dijelaskan dan istilah destruktif jaringan seperti ditusuk-tusuk,panas terbakar, melilit, seperti emosi, pada perasaan takut, mual dan mabuk. Terlebih,setiap perasaan nyeri dengan intensitas sedang sampai kuat disertai oleh rasa cemas dan keinginan kuat untuk melepaskan diri dari atau meniadakan perasaan itu. Tujuan: Responden dapat mengetahui dan memahami tentang manajemen nyeri. Metode: Pelaksanaan metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan 2 tahap, yaitu pertama mahasiswa profesi ners menjelaskan tentang manajemen nyeri dan ke dua setelah diberikan penyuluhan manajemen nyeri menggunakan lembar bolak balik, responden diberikan Tanya jawab tentang manajemen nyeri Hasil: Responden memahami tentang manajemen nyeri Simpulan: responden dapat mengetahui tentang manajemen nyeri
Penyuluhan kesehatan tentang perilaku sehat pasien gagal ginjal kronik (GGK) Eka Yudha Crisanto; Djunizar Djamaludin; Rika Yulendasari; Rita Purnama; Triyono Triyono; Umsani Umsani
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 2 No. 2 (2022): Penatalaksanaan Hipertensi Pada Lansia
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (638.494 KB) | DOI: 10.56922/phc.v2i2.187

Abstract

Pendahuluan: Gagal ginjal  kronik   adalah suatu   proses patofisiologis  dengan  etiologi yang beragam, mengakibatkan penurunan fungsi ginjal yang progresif, dan pada umumnya berakhir dengan gagal ginjal. Gagal ginjal merupakan suatu keadaan klinis yang ditandai dengan menurunnya fungsi ginjal yang bersifat irreversible, dan memerlukan terapi pengganti ginjal yaitu berupa dialisis atau transplantasi ginjal. Tujuan: Responden dapat mengetahui dan memahami tentang prilaku hidup sehat pasien gagal ginjal kronik (GGK) Metode: Pelaksanaan metode      yang      digunakan      dalam pengabdian     masyarakat     ini     dilakukan dengan 2 tahap, yaitu pertama mahasiswa profesi ners menjelaskan tentang prilaku hidup sehat pasien gagal ginjal kronik (GGK) dan ke dua setelah diberikan penyuluhan responden diberikan tanya jawab tentang prilaku hidup sehat pasien gagal ginjal kronik (GGK) Hasil: Responden memahami tentang prilaku hidup sehat pasien gagal ginjal kronik (GGK). Simpulan: responden dapat menerapakan prilaku hidup sehat pasien gagal ginjal kronik (GGK)
Penyuluhan kesehatan tentang tuberculosis (TB paru) Rika Yulendasari; Renggo Prasetyo; Indah Sari; Lisa Yuliana Sari; Fransisca Melyana
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 2 No. 3 (2022): Penatalaksanaan Diabetes Melitus Tipe 2
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (439.051 KB) | DOI: 10.56922/phc.v2i3.202

Abstract

Background: Pulmonary tuberculosis is a disease caused by Mycobacterium tuberculosis, which is an aerobic bacteria that can live mainly in the lungs or in various other organs of the body that have high partial pressure of oxygen. These germs also have a high fat content in their cell membranes, causing these bacteria to become resistant to acids and the growth of these germs takes place slowly. Purpose: Respondents can know and understand about pulmonary tuberculosis (pulmonary TB). Methods: The implementation of the method used in this community service is carried out in 2 stages, namely the first nursing professional student explaining about pulmonary tuberculosis (pulmonary TB) and secondly after being given counseling, respondents are given questions and answers about pulmonary tuberculosis (pulmonary TB). Result: Respondents know about pulmonary tuberculosis (pulmonary TB). Conclusion: Respondents can understand about pulmonary tuberculosis (pulmonary TB).   Pendahuluan: Tuberkulosis Paru adalah penyakit yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis, yakni kuman aerob yang dapat hidup terutama di paru atau diberbagai organ tubuh yang lainnya  yang mempunyai tekanan parsial oksigen yang tinggi. Kuman ini juga mempunyai kandungan lemak yang tinggi pada membran selnya sehingga menyebabkan bakteri ini menjadi tahan terhadap asam dan pertumbuhan dari kumannya berlangsung dengan lambat. Tujuan:Responden dapat mengetahui dan memahami tentang tuberculosis paru (TB paru). Metode:Pelaksanaan metode      yang      digunakan      dalam pengabdian     masyarakat     ini     dilakukan dengan 2 tahap, yaitu pertama mahasiswa profesi ners menjelaskan tentang tuberculosis paru (TB paru) dan ke dua setelah diberikan penyuluhan, responden diberikan tanya jawab tentang tuberculosis paru (TB paru) Hasil: Responden mengetahui tentang tuberculosis paru (TB paru). Simpulan: Responden dapat memahami tentang tuberculosis paru (TB paru).
Penerapan terapi kompres aloevera untuk menurunkan suhu tubuh pada pasien hipertermi Mahda Afsani; Rika Yulendasari; Eka Yudha Chrisanto
THE JOURNAL OF Mother and Child Health  Concerns Vol. 3 No. 1 (2023): Peningkatan Status Gizi Balita Melalui Kegiatan Pos Gizi
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mchc.v3i1.367

Abstract

Background: According to WHO in 2018 there were 65 million cases of fever in children with different types of disease and 62% of cases of illness accompanied by fever symptoms, with a presentation rate of 33% and most cases were in Southeast Asia as well as South Asia. Purpose: To make a report on family nursing care by applying aloevera compress therapy to reduce body temperature in hyper thermic patients. Method: This writing uses the case study method with the Family Nursing Care approach with 2 respondents. The instruments used are SOPs for applying aloevera compress therapy to reduce body temperature in hyper thermic patients, observation sheets, and body temperature measuring devices. The study was conducted from 8 May to 10 May 2023 with the method of applying aloevera compress therapy to lower body temperature in hyper thermic patients. Results: body temperature before the intervention was 38.5º C, it became 37.5º C. Conclusion: The results of evaluating the application of aloevera compresses to patient An. F and An. H with fever within 3 days got the results: Hyperthermia associated with the disease process is resolved.   Keywords: Hyperthermia, Aloevera Compress Therapy; Lowering Body Temperature   Pendahuluan: Menurut WHO tahun 2018 terdapat 65 juta kejadian kasus demam pada anak dengan jenis penyakit yang berbeda serta 62% jumlah kasus penyakit yang disertai gejala demam, dengan tingkat presentasi kematian 33% dan kasus terbanyak terdapat di Asia Tenggara juga Asia Selatan. Tujuan: Untuk membuat laporan asuhan keperawatan keluarga dengan penerapan terapi kompres aloevera untuk menurunkan suhu tubuh pada pasien hipertermi. Metode: Penulisan ini menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan Asuhan Keperawatan Keluarga dengan 2 responden. Instrumen yang digunakan yakni SOP penerapan terapi kompres aloevera untuk menurunkan suhu tubuh pada pasien hipertermi, lembar observasi , dan alat pengukur suhu tubuh.. Penelitian dilakukan dari 8 mei hingga 10 mei 2023 dengan metode penerapan penerapan terapi kompres aloevera untuk menurunkan suhu tubuh pada pasien hipertermi. Hasil: suhu tubuh sebelum diberkan intervensi 38,5 o C, menjadi 37,5o C. Simpulan: Hasil evaluasi penerapan kompres aloevera pada pasien An. F dan An. H dengan demam dalam kurun waktu 3 hari mendapat hasil: Hipertermi berhubungan dengan proses penyakit teratasi.
Analisis asuhan keperawatan pada penderita diabetes mellitus dengan intervensi keperawatan terapi senam kaki di lapas perempuan kelas II-A Bandar Lampung Sari, Mentari Permata; Yulendasari, Rika; Andoko, Andoko
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 3 No 1 (2023): Penanganan Kecemasan Pasien Menjelang Operasi
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v3i1.352

Abstract

Background: Diabetes mellitus (DM) is a world health problem. Data from the World Health Organization (WHO) in 2020 states that the number of diabetes mellitus patients has affected more than 500 million people, this number is expected to increase to 642 million (55%). In Indonesia, DM is the third largest case of death at 6.7% after stroke and CHD. DM control can be done with physical activity (diabetic foot exercise), because the permeability of the membrane to glucose increases when the muscles contract because muscle contractions have insulin-like properties. Objective: To determine nursing care for people with diabetes mellitus with foot exercise therapy nursing interventions at Class II-A Women's Prison Bandar Lampung. Method: The design of this scientific paper uses a descriptive design. The data collection method in this scientific paper uses interviews, observation and the application of foot exercises to patients managed by Mrs M and Mrs H. Results: It was found that diabetic foot exercise can reduce blood glucose levels where Mrs M with current blood sugar pretest was 320 mg/dl and decreased to 120 mg/dl in the posttest. Whereas in Mrs H with current blood sugar pretest 240 mg/dl decreased to 120 mg/dl in the posttest. Conclusion: Diabetic foot exercise can reduce blood glucose levels. Suggestion: It is hoped that the results of this study can increase the knowledge of people with diabetes mellitus about foot exercises in reducing and controlling blood glucose levels. Keywords: Foot Exercise Therapy; Patients with Diabetes Mellitus; Lowering Blood Glucose Levels Pendahuluan: Diabetes mellitus (DM) merupakan salah satu masalah kesehatan dunia. Data dari World Health Organization (WHO) tahun 2020 menyatakan jumlah pasien diabetes melitus telah menyerang lebih dari 500 juta orang, jumlah ini diperkirakan meningkat menjadi 642 juta (55%). Di Indonesia sendiri DM menjadi kasus kematian terbesar ketiga sebesar 6,7% setelah stroke dan PJK. Pengendalian DM dapat dilakuakan dengan aktivitas fisik (senam kaki DM), karena permeabilitas membran terhadap glukosa meningkat saat otot berkontraksi karena kontraksi otot memiliki sifat seperti insulin. Tujuan: Untuk mengetahui asuhan keperawatan pada penderita diabetes mellitus dengan intervensi keperawatan terapi senam kaki di Lapas Perempuan Kelas II-A Bandar Lampung. Metode: Design karya tulis ilmiah ini menggunakan design deskriptif. Metode penggumpulan data pada karya tulis ilmiah ini menggunakan wawancara, observasi dan penerapan senam kaki pada pasien kelolaan Ny M dan NY H. Hasil: Didapatkan pemberian senam kaki diabetes dapat menurunkan kadar glukosa dalam darah dimana pada Ny M GDS pretest 320 mg/dl dan menurun menjadi 120 mg/dl pada posttest. Sedangkan pada Ny H GDS pretest 240 mg/dl menurun menjadi 120 mg/dl pada posttest. Simpulan: Senam kaki diabetes dapat menurunkan kadar glukosa darah. Saran: Diharapkan hasil penelitian ini dapat menambah pengetahuan penderita diabetes mellitus tentang senam kaki dalam menurunkan serta mengendalikan kadar glukosa darah.
Asuhan keperawatan pada pasien chronic kidney disease (CKD) on HD terhadap ansietas menggunakan terapi relaksasi genggam jari Erpiyana, Refsi; Yulendasari, Rika; Chrisanto, Eka Yudha; Ayu, Shinta Arini
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 4 No 1 (2024): Edisi Juli 2024
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v4i1.408

Abstract

Background: Chronic Kidney Disease (CKD) is a progressive and irreversible kidney function disorder where the body cannot maintain metabolism, cannot maintain fluid and electrolyte balance, resulting in increased urea levels. In 2015, WHO said that CKD in the world reached 10% of the population, while the prevalence of CKD on HD reached around 1.5 million people in the world. The incidence rate is estimated to increase by 8% every year. Purpose: Providing Nursing Care to Chronic Kidney Disease (CKD) Patients on HD Against Anxiety Using Finger Hold Relaxation Therapy at Abdul Moeloek Regional Hospital, Bandar Lampung City in 2024. Method: This research uses quantitative research and quasi-experimental methods. The research design uses a One group pretest–posttest design without a control group where this research design is included in pre-experimental research. Results: In this nursing care, 2 patients experienced a moderate level of anxiety. After carrying out the finger-hold relaxation technique approximately 3 times a day for 2 days, the results showed a decrease in the level of anxiety in Mr.D and Mrs R mild level of anxiety. Conclusion: Nursing care provided to Mr.D and Mrs.R namely providing finger-hold relaxation technique therapy to reduce the level of anxiety experienced by the client so that the level of anxiety can decrease.  Keyword: Anxiety; CKD; Finger Grip Therapy. Pendahuluan: Chronic Kidney Disease (CKD) merupakan gangguan yang terjadi pada fungsi ginjal yang progresif dan irreversible dimana tubuh tidak dapat mempertahankan metabolisme, tidak dapat menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit, sehingga terjadi peningkatan kadar ureum. Pada tahun 2015 WHO mengatakan CKD didunia mencapai 10% dari penduduk, sedangkan prevalensi CKD on HD mencapai sekitar 1,5 juta orang di dunia. Angka kejadiannya diperkirakan meningkat 8% setiap tahunnya. Tujuan: Melakukan Asuhan Keperawatan Pada Pasien Chronic Kidney Disease (CKD) On HD Terhadap Ansietas Menggunakan Terapi Relaksasi Genggam Jari Di RSUD Abdul Moeloek Kota Bandar Lampung Tahun 2024. Metode: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dan metode quasy eksperimental. Desain penelitian menggunakan One group pretest – posttest desain tanpa kelompok control dimana desai penelitian ini termasuk dalam penelitian pre-eksperimental. Hasil: Dalam asuan keperawatan ini terdapat 2 pasien yang mengalami tingkat kecemasan derajat sedang, setelah dilakukan teknik relaksasi genggam jari kurang lebih 3x pertemuan /hari selama 2hari didapatkan hasil adanya penurunan tingkat kecemasan pada Tn.D dan Ny.R yang semula tingkat kecemasan sedang menjadi tingkat kecemasan ringan. Simpulan: Asuhan keperawatan yang dilakukan terhadap Tn.D dan Ny.R yaitu memberikan terapi teknik  relaksasi genggam jari untuk menurunkan tingkat kecemasan yang dialami oleh klien sehingga tingkat kecemasan dapat menurun.
Hubungan Kecerdasan Spiritual dengan Tingkat Kecemasan Pasien Gagal Ginjal Kronik yang Menjalani Hemodialisa di Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin Bandar Lampung Lina, Mia Nurar; Yulendasari, Rika; Nirwanto, Nirwanto
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 10 (2024): Volume 6 Nomor 10 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i10.16302

Abstract

ABSTRACT Chronic kidney failure is a condition that slowly damages kidney function, resulting in the kidneys' inability to maintain fluid and electrolyte balance in the body. Patients with chronic illnesses generally have feelings of anxiety about their condition in the future. Many factors can influence anxiety in patients with chronic illnesses, one of which is spiritual intelligence. Spiritual intelligence is the intelligence to face and solve life's problems, namely the intelligence to place behavior and life in a broader life context. It is known that there is a relationship between spiritual intelligence and the level of anxiety in chronic kidney failure patients undergoing hemodialysis at Pertamina Bintang Amin Hospital, Bandar Lampung. The type of research used is quantitative. The design in this study used a cross-sectional approach. The population in this study were all chronic kidney failure patients undergoing hemodialysis at Pertamina Bintang Amin Hospital Bandar Lampung with a total of 104 respondents. The sampling technique in this research is Simple Random Sampling. This research proves that the majority of respondents (51.8%) have low spiritual intelligence and the majority of patients have severe levels of anxiety (33.7%) and very severe (33.7%), the results of the Chisquare test obtained a p-value 0.000 (<0.05) which means there is a relationship between spiritual intelligence and the patient's anxiety level. Based on the results of the research, there is a relationship between spiritual intelligence and the anxiety level of chronic kidney failure patients undergoing hemodialysis at Pertamina Bintang Amin Hospital, Bandar Lampung City. Keywords: Spiritual intelligence, Anxiety Level, Chronic Kidney Failure.  ABSTRAK Gagal ginjal kronik adalah kondisi secara perlahan-lahan merusak fungsi ginjal, yang mengakibatkan ketidakmampuan ginjal untuk menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit dalam tubuh. Pasien dengan penyakit kronik pada umumnya memiliki perasaan yang cemas akan kondisinya dikemudian hari, banyak faktor yang dapat mempengaruhi kecemasan pada pasien dengan penyakit kronik, salah satunya adalah kecerdasan spiritual. Kecerdasan spiritual adalah kecerdasan untuk menghadapi dan memecahkan masalah hidup, yaitu kecerdasan untuk menempatkan perilaku dan hidup dalam konteks hidup yang lebih luas. Diketahui hubungan kecerdasan spiritual dengan tingkat kecemasan pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa di Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin Bandar Lampung. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif. Rancangan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan cross- sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa di Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin Bandar Lampung dengan jumlah 104 responden. Teknik sampling dalam penelitian ini adalah Simple Random Sampling. Hasil dari penelitian maka ada hubungan antara kecerdasan spiritual dengan tingkat kecemasan pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa di Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin Kota Bandar Lampung. Kata Kunci: Kecerdasan spiritual, Kecemasan, Gagal Ginjal Kronik.
Co-Authors Adhani, Neisa Affandi, Muhammad Afsani , Mahda Ainur Rahma Aknes Yulyanto Andoko Andoko Andoko Andoko Andoko Andoko Andoko Andoko Andoko Andoko, Andoko Antika Palupi Apriana Wulandari Aulia Rahayu, Adiah Ayu, Seftiliani Putri Ayu, Shinta Arini Bambang Hirawan Bayhaqy, Aqsol Chelda Ernita Chrisanto, Eka Yudha Cindy Desmonika Crisanto, Eka Yudha Derista Hartati Desi Risnarita Dewi Kusumaningsih Dewi Puspitasari Dhinny Novryanthi Dita Amita Dita Resi Andrianti Djamaludin, Djunizar Djamaludin, Djunizar Djunizar Djamaludin Djunizar Djamaludin Djunizar Djamaludin Djunizar Djamaudin Edita Revine Siahaan Eka Trismiyana Eka Yudha Chrisanto Elda Warina Elliya, Rahma Emir Fajar Hizrian Erpiyana, Refsi Eva Listiyo Putri Eva Maryana Fernalia Fernalia Fransisca Melyana Gunawan, M. Ricko Gustini Gustini Hadi, Riswan Helmawati Helmawati Hepi Leo Saputra Herlinda Herlinda Herliza Hermawan, Dessy Hidayat, Asep Rahmad Indah Sari Isnainy, Usastiawaty Cik Ayu Saadiah Jemy Sundoro Kartika Sari Wijayaningsih Keswara, Umi Romayati Khairul Rizwan, Al Khoidar Amirus Kurniasih, Dennti Lia, Melina Eka Lidya Arianti Lina, Mia Nurar Linawati Linawati Linawati Novikasari Lisa Yuliana Sari M Kelvin Alvaredo M. Arifki Zainaro Mahda Afsani Mahdi Antoni Megah Rachmawati Melyana, Fransisca Muarif, Muhammad Syamsul Muhammad Firdaus Nanda Ferdianto Nirwanto Nirwanto, Nirwanto Nova Andriyani Novikasari, Linawati Nurhamdan Arif, Idan Pradisca, Rima Ary Prasetya, Bustamil Ibnu Prasetyo, Renggo Prima Dian Furqoni Rachmawati, Yessy Rahayu Rahayu Rahmah Hidayah, Alisah Rahmatika, Ida Redia Indira Putrianti Renggo Prasetyo Renggo Prasetyo Rilyani, Rilyani Rima Ary Radisca Rita Purnama Rita Purnama Romadon, Ali Tomas RR. Ella Evrita Hestiandari Samsul Mubarok Sari, Lisa Yuliana Sari, Mentari Permata Seftiliani Putri Ayu Setiawati Setiawati Setiawati Setiawati Shinta Arini Ayu Silvia, Andi Bunga Slamet Widodo Soimah, Fitri Sri Hartati Sumbara Sumbara Taufiq Hidayat Teguh Pribadi Triyono Triyono Triyono Triyono Triyoso, Triyoso Ulandari, Putri Umsani Umsani Umsani, Umsani Utama, Putri Yolanda Wahid Tri Wahyudi Yessy Rachmawati Yogi Kurniawan, Yogi