Claim Missing Document
Check
Articles

PENYULUHAN HIPERTENSI PADA IBU HAMIL DI RSPBA BANDAR LAMPUNG Yulendasari, Rika; Affandi, Muhammad; Soimah, Fitri; Prasetya, Bustamil Ibnu; Ulandari, Putri
Jurnal Perak Malahayati: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 2 (2024): Vol 6 No 2 November 2024
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpm.v6i2.18519

Abstract

Pendahuluan : Hipertensi Dalam Kehamilan (HDK) merupakan komplikasi umum kehamilan dan penyebab utama morbiditas serta mortalitas ibu dan perinatal global, mencakup hipertensi kronis, hipertensi gestasional, preeklampsia/eklampsia, dan superimpose preeklampsia pada hipertensi kronis. Tujuan : Mengevaluasi dampak pengobatan hipertensi selama kehamilan terhadap risiko hipertensi berat ibu dan komplikasi terkait. Metode Penelitian : Metode kegiatan ini dilakukan dengan memberikan penyuluhan menggunakan leaflet dan benner yang nantinya untuk mempermudah klien memahami materi, kegiatan berjalan dengtan baik dan telah dilaksanakan pada tanggal 2 Agustus 2024 di RSPBA, jumlah klien yang mengikuti penyuluhan ini berjumlah 20 orang termasuk pasien,keluarga dan yang menjenguk pasien. Peserta mendapatkan pengetahuan baru tentang penyakit hipertensi pada ibu hamil.. Hasil : Pengobatan hipertensi pada kehamilan dapat menurunkan risiko hipertensi berat tanpa meningkatkan risiko keguguran, perawatan neonatal tingkat tinggi, atau komplikasi ibu. Kesimpulan : Perlunya pendekatan yang lebih baik dalam mengenali dan mengobati hipertensi selama kehamilan. Kata Kunci : Hipertensi, kehamilan, preeklamsi, pedoman, risiko
Pengaruh Aktivitas Jalan Kaki terhadap Penurunan Kadar Gula Darah Sewaktu pada Pasien Diabetes Melitus di Puskesmas Panjang Bandar Lampung Hadi, Riswan; Yulendasari, Rika; Andoko, Andoko
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 3 (2025): Volume 7 Nomor 3 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i3.17259

Abstract

ABSTRACT The 2018 Lampung Basic Health Research (RISKESDAS) report shows that the prevalence of diabetes mellitus in Lampung Province is 0.8%. Of the 14 districts/cities, Bandar Lampung itself ranks 5th as the area with the prevalence of diabetes mellitus cases in Lampung Province with a prevalence of diabetes mellitus of 0.9%. The order of prevalence above is Metro City (1.2%), South Lampung (1.1%), Pesawaran (1.0%) and Tulang Bawang (1.0%). And based on the Minimum Service Standards (SPM) report from the Bandar Lampung City Health Service in 2023, it is known that the number of DM sufferers in Bandar Lampung City is 19,100 people and the Panjang Community Health Center is the health center with the highest number of DM sufferers, namely 1,446 people with 68 prolanis participants. Is known the effect of a walking exercise program on blood glucise levels in diabetes mellitus patients at the Panjang Community Health Center, Bandar Lampung City in 2024. This type of research is quantitative research using an analytical design using a quasi-experimental approach. The research design used was a pre-test-posttest with control group design. Based on the research results, it was found that the average blood glucose levels before walking exercise therapy was 270.40 mg/dl with a standard deviation of 73.860 and after being given walking exercise it decreased with a mean of 200.60 mg/dl with a standard deviation of 64.507. The results of the bivariate test analysis using the dependent t-test obtained a p-value of 0.000. There is an influence of the walking exercise program on blood glucose levels during diabetes mellitus patients. Keywords: Diabetes Mellitus, Walking, Blood Sugar Levels  ABSTRAK Laporan hasil Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) Lampung tahun 2018 menunjukan bahwa prevalensi diabetes melitus di Provinsi Lampung sebesar 0,8%. Dari 14 kabupaten/kota, Bandar Lampung sendiri menempati urutan ke-5 sebagai daerah dengan prevalensi kasus diabetes melitus di Provinsi Lampung dengan prevalensi diabetes melitus sebesar 0,9%. Urutan prevalensi di atas adalah Kota Metro (1,2%), Lampung Selatan (1,1%), Pesawaran (1,0%) dan Tulang Bawang (1,0%). Dan berdasarkan laporan Standar Pelayanan Minimal (SPM) Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung tahun 2023 diketahui jumlah penderita DM di Kota Bandar Lampung sejumlah 19.100 jiwa dan Puskesmas Panjang merupakan puskesmas dengan jumlah penderita DM terbanyak yaitu sebanyak 1.446 jiwa dengan peserta prolanis sejumlah 68 orang. Diketahui pengaruh program latihan jalan kaki terhadap kadar gula darah sewaktu pada pasien diabetes melitus di Puskesmas Panjang Kota Bandar Lampung Tahun 2024. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan rancangan analisis dengan menggunakan pendekatan quasi eksperimen. Desain penelitian yang digunakan adalah desain pre-test-posttest with control group design. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan rata-rata kadar gula sebelum dilakukan terapi latihan jalan kaki adalah 270,40 mg/dl dengan standar deviation 73,860 dan setelah diberikan latihan jalan kaki mengalami penurunan dengan mean 200,60 mg/dl dengan standar deviation 64,507. Hasil analisa uji bivariat menggunakan uji t-dependen didapatkan nilai p-value 0,000. Terdapat pengaruh program latihan jalan kaki terhadap kadar gula darah sewaktu pada pasien diabetes melitus. Kata Kunci: Diabetes Melitus, Jalan Kaki, Kadar Gula Darah
Penatalaksanaan Relaksasi Otot Progresif Pada Pasien Anemia Dengan Masalah Keperawatan Intoleransi Aktivitas Yulendasari, Rika; Romadon, Ali Tomas; Novikasari, Linawati
Jurnal Perak Malahayati: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2025): Volume 7 Nomor 1 Mei 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpm.v7i1.20776

Abstract

Anemia adalah suatu kondisi dimana jumlah sel darah merah atau konsentrasi hemoglobin di dalamnya lebih rendah dari biasanya. Penyakit ini terutama menyerang perempuan dan anak-anak. Anemia terjadi ketika hemoglobin dalam tubuh tidak cukup untuk membawa oksigen ke organ dan jaringan. Relaksasi adalah upaya untuk mengurangi ketegangan pada pikiran dan tubuh. Ini merupakan teknik yang sangat bermanfaat untuk membuatmu menjadi lebih rileks dan mengurangi stress. Mengetahui Analisis Penatalaksanaan Relaksasi Otot Progresif Pada Pasien Anemia Dengan Masalah Keperawatan Intoleransi Aktivitas Di Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin Tahun 2024. Karya Ilmiah Akhir S1 Keperawatan ini menggunakan jenis rancangan penelitian studi kasus dengan metode deskriptif. Penelitian deskriptif bertujuan mendeskripsikan peristiwaperistiwa penting yang terjadi pada masa kini. Studi kasus merupakan rancangan penelitian deskriptif yang mencakup pengkajian satu unit penelitian secara intensif misalnya dari satu klien, keluarga, kelompok, komunitas, atau institusi. Subjek asuhan pada karya ilmiah akhir ini adalah 1 orang pasien yang berada di RUMAH SAKIT PERTAMINA BINTANG AMIN Lampung. Hasil pengkajian pada tanggal 08 Agustus 2024 pukul 11.00 WIB, dari ruang kenanga (penyakit dalam non infeksius) pasien mengatakan lemas, kliyengan dan mual, pasien mengatakan sudah sering RS sejak 2021 dengan penyakit yang sama. Pasien tampak lemah, konjungtiva anemis, setelah dilakukan pemeriksaan tanda-tanda vital, didapatkan hasil TD : 89/50 mmHg, N : 82 x/menit, RR : 22x/menit, SPO2 : 97%, GCS : 15, E4, V5, M6 kesadaran composmentis, dan rencana transufi FRC 600 cc.Metode kegiatan ini dilakukan dengan memberikan penyuluhan menggunakan media leaflet dan di berikan teknik non farmakologi seperti penerapan relaksasi otot progresif untuk mengurangi anemia. Kegiatan ini berjalan dengan baik dan dilaksanakan pada tanggal 08 Agustus 2024 Di Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin Tahun 2024. Jumlah peserta yang hadir sebanyak 5 orang. Peserta mendapatkan edukasi tentang anemia, tanda dan gejala anemia, bahaya anemia, pencegahan anemia dan pengobatan anemia. Diharapkan kegiatan ini dapat bermanfaat dan memotivasi peserta untuk meningkatkan kesehatan terutama pencegahan terjadinya anemia. Hasil implementasi non farmakologi yang di berikan kepada klien yaitu penerapan relaksasi otot progresif salah satu aktivitas fisik yang terbukti mengurangi anemia.
Asuhan keperawatan komplementer perasan air kunyit untuk mengatasi nyeri pada penderita gastritis Hidayat, Taufiq; Yulendasari, Rika; Chrisanto, Eka Yudha
JOURNAL OF Mental Health Concerns Vol. 3 No. 2 (2024): October Edition 2024
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mhc.v3i1.418

Abstract

Background: Gastritis is inflammation that occurs in the gastric mucosa, which is caused by alcohol, nicotine products, caffeine, foods that are too spicy and sour, coffee, stress, foods with rough textures, very high temperatures and foods that have been contaminated by Helicobacter pylori bacteria ( H. Pylori). which is still a problem in Indonesia, there are 33,580 new cases in 2021 and in Lampung province there are 1,483 sufferers in 2022, especially in Lempasing village in 2022. Purpose: Complementary Therapy Nursing Care with Squeezed Turmeric Juice to Overcome Pain in Gastritis Sufferers in Lempasing Village, Lampung Province in 2024. Method: This writing uses a quasi-experimental method. This research design uses a one group pre test - post test design with 3 respondents. The instruments used were the SOP for applying turmeric juice therapy to reduce pain in gastritis patients, and an observation sheet. Results: based on the data, there was a decrease in the pain scale scores for the three respondents. The results of this research show, among others: Mrs. I, Mrs. B and Mrs. S from the initial assessment with a pain scale value of 06 which decreased to 0 from the seventh implementation. Conclusion: the results of the evaluation of the application of turmeric juice therapy in patients with gastritis within 7 days showed results: acute pain associated with irritated gastric mucosa was resolved   Keywords: Complementary Therapy; Gastritis; Turmeric Juice.   Pendahuluan: Gastritis merupakan inflamasi yang terjadi pada mukosa lambung, yang disebabkan oleh alkohol, produk nikotin, kafein, makanan yang terlalu berbumbu pedas dan asam, kopi, stres, makanan bertekstur kasar, bersuhu sangat tinggi dan makanan yang sudah terkontaminasi oleh bakteri Helicobacter pylori (H. Pylori). yang masih menjadi permasalahan di Indonesia sebanyak 33.580 kasus baru pada th 2021 dan diprovinsi lampung sebanyak 1.483 penderita pada tahun 2022 khususnya di desa lempasing  Pada tahun 2022. Tujuan: asuhan Keperawatan Terapi Komplementer Perasan Air Kunyit Untuk Mengatasi Nyeri Pada Penderita Gastritis Di Desa Lempasing Provinsi Lampung tahun 2024. Metode: Penulisan ini menggunakan metode quasy eksperimental, Desain penelitian ini menggunakan One group pre test – post test desain dengan 3 responden. Instrumen yang digunakan yakni SOP penerapan terapi perasan air kunyit untuk menurunkan nyeri pada pasien gastritis, dan lembar observasi. Hasil:berdasarkan data adanya penurunan nilai skala nyeri pada ke tiga responden. Hasil penelitian ini menunjukkan, antara lain :Ny.I, Ny.B dan Ny.S dari pengkajian awal dengan nilai skala nyeri 06 turun menjadi 0 dari ke tujuh implementasi. Simpulan: hasil evaluasi penerapan terapi perasan air kunyit pada pasien dengan gastritis dalam waktu 7 hari mendapatkan hasil: nyeri akut berhubungan dengan mukosa lambung teriritasi teratasi.
Upaya bersihan jalan napas dengan posisi semi fowler dan teknik batuk efektif pada pasien ISPA di Desa Lempasing Lina, Mia Nurar; Yulendasari, Rika; Chrisanto, Eka Yudha
JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 5 No. 7 (2025): JOURNAL of Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v5i7.1427

Abstract

Background: Acute respiratory infection (ARI) is an infectious disease that affects the upper and lower respiratory tract and can progress to pneumonia, and is transmitted through the air. Globally, ARI causes millions of deaths each year, and Indonesia recorded the highest prevalence in ASEAN, including 35.9% of cases in Lampung Province in 2020. Increased bronchial secretions in ARI patients create nursing problems in the form of ineffective airway clearance, which can be addressed through pharmacological and non-pharmacological interventions such as the semi-Fowler's position and effective coughing to improve respiratory function. Purpose: To determine the effectiveness of the semi-Fowler's position and effective coughing techniques in improving airway clearance in ARI patients, as non-pharmacological efforts that support respiratory function recovery and reduce secretion accumulation. Method: This activity was conducted in Lempasing Village from May 21–26, 2025, with two patients with acute respiratory infections (ARI) as respondents. Nursing interventions, including the semi-Fowler's position and effective coughing, were implemented for three days and analyzed using a case study approach to evaluate improvements in airway clearance. Data on the amount of sputum collected in sputum pots were collected twice: in the morning (9:00 AM - 4:00 PM) and in the afternoon (4:00 PM - 9:00 PM), with sputum volume used as a measure of airway clearance. Sputum volume data was tabulated to observe changes before (pre-test) and after (post-test) the intervention. Results: The total sputum volume of respondent 1 was 140 cc in the pre-test, 115 cc in the post-test, and 70 cc in the post-test. Meanwhile, the total sputum volume of respondent 2 in the pre-test was 120 cc, in post-test 1 it was 80 cc and in post-test 2 it was 60 cc. Conclusion: Applying the semi-Fowler's position combined with effective coughing techniques twice daily for three days significantly reduced sputum volume in patients with acute respiratory infections (ARI), as reflected in a 50% reduction in secretion production in both respondents, thereby increasing the effectiveness of airway clearance. Suggestion: For nursing practice, the semi-Fowler's position and effective coughing should be routinely integrated at least twice daily in patients with acute respiratory infections to support airway clearance. Keywords: Acute respiratory infections (ARI); Airway clearance; Effective cough; Semi-Fowler's position Pendahuluan: Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) merupakan penyakit menular yang menyerang saluran pernapasan atas maupun bawah dan dapat berkembang menjadi pneumonia, dengan penularan melalui udara. Secara global, ISPA menyebabkan jutaan kematian setiap tahun, dan Indonesia mencatat prevalensi tertinggi di ASEAN, termasuk 35.9% kasus di Provinsi Lampung pada tahun 2020. Peningkatan sekret bronkus pada pasien ISPA menimbulkan masalah keperawatan berupa bersihan jalan napas tidak efektif, yang dapat ditangani melalui intervensi farmakologis dan nonfarmakologis seperti posisi semi-fowler, dan batuk efektif untuk memperbaiki fungsi pernapasan. Tujuan: Mengetahui efektivitas posisi semi-fowler dan teknik batuk efektif dalam meningkatkan bersihan jalan napas pada pasien ISPA, sebagai upaya nonfarmakologis yang mendukung pemulihan fungsi pernapasan dan mengurangi akumulasi sekret. Metode: Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Lempasing pada 21–26 Mei 2025 dengan dua pasien ISPA sebagai responden. Intervensi keperawatan berupa posisi semi-fowler dan batuk efektif diterapkan selama tiga hari dan dianalisis menggunakan pendekatan studi kasus untuk mengevaluasi peningkatan bersihan jalan napas. Pengambilan data jumlah sputum yang terkumpul di sputum pot, dilakukan dua kali yaitu periode pagi (09.00 - 16.00) dan sore hari (16.00 - 21.00) dimana volume sputum sebagai data ukur bersihan napas. Data volume sputum ditabulasikan untuk melihat perubahan dari sebelum (pre-test) dan sesudah (post-test) intervensi.. Hasil: Menunjukkan bahwa total volume sputum responden 1 pada pre-test sebanyak 140 cc, pada post-test1 sebanyak 115 cc dan pada post-test2 sebanyak 70 cc. Sedangkan untuk total volume sputum responden 2 pada pre-test sebanyak 120 cc, pada post-test1 sebanyak 80 cc dan pada post-test2 sebanyak 60 cc. Simpulan: Penerapan posisi semi-fowler dipadu teknik batuk efektif dua kali sehari selama tiga hari terbukti secara signifikan menurunkan volume sputum pada pasien ISPA, yang tercermin dari penurunan produksi sekret hingga 50% pada kedua responden, sehingga meningkatkan efektivitas pembersihan jalan napas. Saran: Untuk praktik keperawatan, intervensi posisi semi-fowler dan batuk efektif sebaiknya diintegrasikan secara rutin minimal dua kali sehari pada pasien ISPA guna mendukung bersihan jalan napas.  
Efektivitas pemberian terapi stretching (Zamathera) pada penderita low back pain (LBP) dengan masalah nyeri akut Muarif, Muhammad Syamsul; Yulendasari, Rika; Isnainy, Usastiawaty C. A. S.
JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 5 No. 7 (2025): JOURNAL of Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v5i7.1457

Abstract

Background: Low back pain (LBP) is a leading cause of disability globally. The high prevalence of low back pain (LBP) impacts patients' quality of life and daily functioning. One non-pharmacological approach that can be used to manage acute pain is Zamathera Stretching therapy. Purpose: To determine the effectiveness of Zamathera stretching therapy in reducing acute pain intensity in low back pain (LBP) sufferers. Method: This study, conducted in 2025, was a quasi-experimental study with a one-group pretest-posttest design. Forty residents of the Nahdlatul Ulama Branch Representative Council (MWC NU) in Bumi Waras District, Bandar Lampung City, participated as respondents. Respondents were residents experiencing acute low back pain. The intervention consisted of providing instructions and practicing Zamathera stretching, a stretching and relaxation therapy. The procedure was performed repeatedly and regularly for 15–30 minutes. Data analysis was carried out using a paired sample t-test to test the significance of the difference in average pain levels between pre-intervention and post-intervention measurements. Results: Before Zamathera therapy, the average low back pain (LBP) pain level among 40 respondents was 3.28 (SD=2.82), with a minimum score of 0 and a maximum score of 9. After therapy, the average pain score decreased to 0.50 (SD=1.21), with a pain range of 0 to 6. A paired sample t-test showed an average pain reduction of 2.78 (SD=2.33), with a t-value of 13.10 and a significance level of 0.000 (p<0.05), indicating a statistically significant reduction in pain. Conclusion: Stretching with Zamathera therapy has strong evidence as a safe and minimally invasive non-pharmacological approach to reducing pain, improving function, and preventing recurrence of musculoskeletal complaints in patients with low back pain. Suggestion: Zamathera stretching therapy can be used as an effective and applicable form of non-pharmacological nursing intervention in the management of patients with low back pain (LBP). This therapy can be an alternative or complement to pharmacological therapy, especially in efforts to minimize long-term medication use that carries the risk of side effects. Keywords: Acute pain; Low back pain; Stretching therapy; Zamathera. Pendahuluan: Nyeri punggung bawah atau low back pain (LBP) merupakan penyebab utama disabilitas secara global. Tingginya prevalensi nyeri punggung bawah (low back pain/LBP) yang berdampak terhadap kualitas hidup dan fungsi aktivitas sehari-hari pasien. Salah satu pendekatan non-farmakologis yang dapat digunakan untuk mengatasi nyeri akut adalah terapi Stretching Zamathera. Tujuan: Untuk mengetahui efektivitas terapi stretching zamathera dalam menurunkan intensitas nyeri akut pada penderita low back pain (LBP). Metode: Kegiatan ini dilaksanakan pada tahun 2025 yang merupakan penelitian quasi experiment dengan rancangan pre-test dan post-test (one group pretest-posttest design). Melibatkan sebanyak 40 orang masyarakat di Wilayah Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Bumi Waras, Kota Bandar Lampung untuk menjadi responden. Responden adalah warga yang mengalami nyeri punggung bawah akut. Intervensi berupa pemberian petunjuk dan praktik stretching zamathera yaitu terapi peregangan dan rileksasi. Tindakan dilakukan ber ulang-ulang dan teratur selama 15 – 30 menit. Analisis data dilakukan dengan uji t berpasangan (paired sample t-test) guna menguji signifikansi perbedaan rata-rata tingkat nyeri antara pengukuran pra-intervensi dan pasca-intervensi. Hasil: Sebelum terapi zamathera, rata-rata tingkat nyeri low back pain (LBP) pada 40 responden adalah 3.28 (SD=2.82), dengan nilai minimum 0 dan maksimum 9. Setelah terapi, rata-rata nyeri turun menjadi 0.50 (SD=1.21), dengan rentang nyeri 0 hingga 6. Uji paired sample t-test menunjukkan penurunan nyeri rata-rata sebesar 2.78 (SD=2.33), dengan nilai t=13.10 dan signifikansi 0.000 (p<0.05), yang berarti penurunan nyeri signifikan secara statistik. Simpulan: Tindakan stretching dengan terapi zamathera memiliki dasar eviden yang kuat sebagai pendekatan non-farmakologis yang aman dan minim risiko dalam mengurangi nyeri, meningkatkan fungsi tubuh, serta mencegah kekambuhan keluhan muskuloskeletal pada penderita low back pain. Saran: Terapi stretching zamathera dapat dijadikan sebagai salah satu bentuk intervensi keperawatan non-farmakologis yang efektif dan aplikatif dalam penanganan pasien dengan keluhan low back pain (LBP). Terapi ini dapat menjadi alternatif atau pelengkap dari terapi farmakologis, terutama dalam upaya meminimalkan penggunaan obat jangka panjang yang berisiko menimbulkan efek samping.
Hubungan Bahaya Paparan Asap Rokok dengan Kejadian TB Paru Pada Anak di RSUD DR. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung Rahmatika, Ida; Novikasari, Linawati; Yulendasari, Rika
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 10 (2025): Volume 7 Nomor 10 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i10.17139

Abstract

ABSTRACT Bandar Lampung City is the city/district that has the highest prevalence of pediatric TB cases in Lampung Province, namely 790 cases. In 2022, the coverage of TB case detection in children will be 59.4% and this coverage is higher than in 2021, namely 35.1%. Based on medical record data that researchers conducted at RSUD Dr. H. Abdul Moeloek, Lampung Province, it is known that the incidence of pulmonary TB in children in 2023 from January to September is 61 cases. It is known that there is a relationship between the dangers of exposure to cigarette smoke and the incidence of pulmonary TB in children. This type of research is quantitative research with an Analytical Survey research design with a Case Control approach. The total sample was 94 respondents using Purposive Sampling Technique. And analysis uses the Chi Square test. Analysis of the frequency distribution of exposure to cigarette smoke found 52 (55.3%) in the category not exposed to cigarette smoke. And as many as 42 (44.7%) were exposed to cigarette smoke. Analysis of the frequency distribution of history of pulmonary TB: 47 (50.0%) were in the category of not having pulmonary TB and 47 (50.0%) had pulmonary TB. Chi Square analysis test on the relationship between exposure to cigarette smoke and the incidence of pulmonary TB in children, obtained a significant p-value of 0.000 (< 0.05). This shows that there is a relationship between the dangers of exposure to cigarette smoke and the incidence of pulmonary TB in children. It is hoped that parents will keep their children away from cigarette smoke so that they are not exposed to cigarette smoke which will result in pulmonary TB in children. Keywords: Cigarette Smoke, Pulmonary TB, Children  ABSTRAK Kota Bandar Lampung adalah Kota/Kabupaten yang memiliki prevalensi dengan penemuan kasus TB anak tertinggi di Provinsi Lampung yaitu sebesar 790 kasus. Pada tahun 2022, cakupan penemuan kasus TB pada anak sebesar 59,4% dan cakupan ini lebih tinggi dibandingkan tahun 2021 yaitu sebesar 35,1%. Berdasarkan data rekam medik yang peneliti lakukan di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung, diketahui bahwa angka kejadian TB paru pada anak di tahun 2023 mulai periode bulan Januari sampai dengan September sebanyak 61 kasus. Diketahui hubungan antara bahaya paparan asap rokok dengan kejadian TB paru pada anak. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian Survei Analitik pendekatan Case Control. Jumlah sampel 94 responden dengan Teknik Purposive Sampling. Dan analisis menggunakan uji Chi Square. Analisis distribusi frekuensi paparan asap rokok terdapat 52 (55,3%) dalam kategori tidak terpapar asap rokok. Dan sebanyak 42 (44,7%) mengalami terpapar asap rokok. Analisis distribusi frekuensi riwayat TB paru 47 (50,0%) dalam kategori tidak terkena TB paru dan sebanyak 47 (50,0%) mengalami TB paru. Uji analisis Chi Square pada hubungan antara paparan asap rokok dengan kejadian TB paru pada anak, didapatkan nilai signifikan p-value 0,000 (< 0,05). Hal ini menunjukkan bahwa ada hubungan antara bahaya paparan asap rokok dengan kejadian TB paru pada anak. Diharapkan orang tua menjauhkan anak dari asap rokok agar tidak terpapar asap rokok yang akan mengakibatkan kejadian TB paru pada anak. Kata Kunci: Asap Rokok, TB Paru, Anak
TERAPI NONFARMAKOLOGI INFUSED WATER MENTIMUN UNTUK NYERI KEPALA PADA LANSIA HIPERTENSI: STUDI DI DESA SUKAJAYA 2025 Chrisanto, Eka Yudha; Yulendasari, Rika; Adhani, Neisa
OVUM : Journal of Midwifery and Health Sciences Vol. 5 No. 2 (2025): OVUM : Journal of Midwifery and Health Sciences
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/tdn59644

Abstract

Pendahuluan: Hipertensi merupakan salah satu penyakit degeneratif dengan prevalensi tinggi pada lansia. Secara global, prevalensi lansia usia ?65 tahun meningkat dari 9,3% pada tahun 2020 menjadi 10% pada tahun 2022 dan diproyeksikan mencapai 16% pada tahun 2050. Di Indonesia, prevalensi lansia pada tahun 2023 tercatat usia 60–69 tahun sebesar 63,59%, usia 70–79 tahun 27,76%, dan usia ?80 tahun 8,65%. Sementara itu, prevalensi hipertensi di Provinsi Lampung meningkat dari 7,4% pada tahun 2013 menjadi 15,10% pada tahun 2018 dengan jumlah penderita 130.076 orang. Hipertensi sering disertai nyeri kepala sedang, sehingga diperlukan intervensi non-farmakologi seperti infused water mentimun yang mengandung flavonoid, kalium, dan magnesium. Tujuan: Mengevaluasi kegunaan terapi infused water mentimun sebagai intervensi non-farmakologi untuk menurunkan intensitas nyeri kepala dan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi. Metode: Studi kasus dilakukan pada satu pasien lansia hipertensi dengan keluhan nyeri kepala sedang. Intervensi diberikan berupa infused water mentimun 50gram dalam 250 ml air dingin, dikonsumsi sekali sehari selama tiga hari berturut-turut. Asuhan keperawatan dilakukan melalui tahapan pengkajian, diagnosis, perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Hasil: Setelah tiga hari pemberian terapi, skala nyeri pasien menurun dari 5 menjadi 2, disertai penurunan tekanan darah yang signifikan. Pasien tampak lebih rileks, tidak lagi meringis, dan mampu beraktivitas ringan. Kesimpulan: Terapi infused water mentimun efektif sebagai intervensi non-farmakologi dalam menurunkan nyeri kepala dan tekanan darah pada lansia hipertensi, sehingga dapat menjadi pilihan intervensi pendukung dalam praktik keperawatan gerontik
Optimalisasi Pengetahuan dan Dukungan Keluarga Pada Keluarga Pasien Hipertensi Terhadap Pengendalian Hipertensi Di Desa Sarampad Kec. Cugenang: Optimalisasi Pengetahuan dan Dukungan Keluarga Pada Keluarga Pasien Hipertensi Terhadap Pengendalian Hipertensi Di Desa Sarampad Kec. Cugenang Ayu, Shinta Arini; Novryanthi, Dhinny; Yulendasari, Rika; Nurhamdan Arif, Idan; Aulia Rahayu, Adiah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Terkini Vol 2 No 1 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Terkini
Publisher : Ruang Ide Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58516/jpmkt.v2i1.62

Abstract

Last November 2022, Cianjur Regency was hit by an earthquake which left deep wounds. Not only causing fatalities, missing people, minor and serious injuries, damage to residential buildings, infrastructure and other public facilities was also badly damaged. Not only that, the post-disaster impact that emerged was on ongoing problem that arose at the evacuation post (tent), namely the emergence of several diseases, one of which was a problem, comorbid disease (hypertension). One of the actions to reduce the incidence of hypertension is to increase knowledge and support of the patient’s family. The purpose of this activity is to increase the knowledge, especially to the family of hypertensive patients whose and result can provide adequate support for controlling reccurence in hypertensive patients. The method used is directing counseling through media, leafleats and flipcharts as well as evaluation in the form of pre and post tests. The results obtained showed that of the 107 participants who received counseling, the participants’ knowledge increased, participants with the good knowledge were 56 (52.33%), participants with sufficient knowledge incrased to 34 (31,77%) and participants with less knowledge decreased to 17 (15.89%) participants. Therefore health education must be carried out regularly within a certain period of time, of course not only knowledge needs to be increased but social support from the family greatly influences hypertensive patients to control their disease.
Terapi Relaksasi Benson Terhadap Penurunan Nyeri Pada Pasien Post Operasi Apendiktomi di Ruang Bedah RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Kurniawan, Yogi; Yulendasari, Rika; Hermawan, Dessy
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i9.15698

Abstract

ABSTRAK Apendisitis  adalah  peradangan  yang  terjadi  pada  apendiks vermiformis, dan merupakan penyebab abdomen akut yang paling sering. Menurut World Health di Amerika Serikat apendisitis merupakan kedaruratan bedah abdomen yang paling sering dilakukan, dengan jumlah penderita pada tahun 2017 sebanyak 734.138 orang dan meningkat pada tahun 2018 yaitu 739.177 orang. Mengetahui Asuhan Keperawatan Terapi Relaksasi Benson Terhadap Penurunan Nyeri Pada Pasien Post Operasi Apendiktomi di Ruang Bedah RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung Tahun 2024. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dan metode quasy eksperimental. Desain penelitian menggunakan One group pre test – post test desain tanpa kelompok control dimana desain penelitian ini termasuk dalam penelitian pre-eksperimental. Dalam asuan keperawatan ini terdapat 3 pasien yang mengalami tingkat nyeri derajat berat, setelah dilakukan teknik relaksasi Benson kurang lebih 3x pertemuan /hari selama 3 hari didapatkan hasil adanya penurunan tingkat nyeri pada Tn.S dan, Tn.M dan Ny.R yang semula tingkat nyeri berat menjadi tingkat nyeri ringan. Asuhan keperawatan yang dilakukan terhadap Tn.S dan, Tn.M dan Ny.R yaitu memberikan terapi teknik  relaksasi Benson untuk menurunkan tingkat nyeri yang dialami oleh klien sehingga tingkat nyeri dapat menurun. Kata Kunci: Terapi Relaksasi Benson, Nyeri, Post Op Appendiktomi  ABSTRACT Appendicitis is inflammation that occurs in the vermiform appendix, and is the most common cause of acute abdominal pain. According to World Health in the United States, appendicitis is the most frequently performed abdominal surgical emergency, with the number of sufferers in 2017 amounting to 734,138 people and increasing in 2018 to 739,177 people. Knowing Benson Relaxation Therapy Nursing Care for Reducing Pain in Post-Appendectomy Patients in the Surgical Room at RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Lampung Province in 2024. This research uses quantitative research and quasi-experimental methods. The research design uses a One group pre test – post test design without a control group, where this research design is included in pre-experimental research. In this treatment, there were 3 patients who experienced severe levels of pain. After using the Benson relaxation technique approximately 3 times per day for 3 days, the results showed a reduction in pain levels in Mr. S and, Mr. M and Mrs. R, to their original levels. severe pain to mild pain level. The treatment provided to Mr.S and Mr.M and Mrs.R was to provide Benson relaxation technique therapy to reduce the level of pain experienced by the client so that the level of pain could decrease. Keywords: Benson Relaxation Therapy, Pain, Post Op Appendectomy
Co-Authors Adhani, Neisa Affandi, Muhammad Afsani , Mahda Ainur Rahma Aknes Yulyanto Andoko Andoko Andoko Andoko Andoko Andoko Andoko Andoko Andoko Andoko, Andoko Antika Palupi Apriana Wulandari Aulia Rahayu, Adiah Ayu, Seftiliani Putri Ayu, Shinta Arini Bambang Hirawan Bayhaqy, Aqsol Chelda Ernita Chrisanto, Eka Yudha Cindy Desmonika Crisanto, Eka Yudha Derista Hartati Desi Risnarita Dewi Kusumaningsih Dewi Puspitasari Dhinny Novryanthi Dita Amita Dita Resi Andrianti Djamaludin, Djunizar Djamaludin, Djunizar Djunizar Djamaludin Djunizar Djamaludin Djunizar Djamaludin Djunizar Djamaudin Edita Revine Siahaan Eka Trismiyana Eka Yudha Chrisanto Elda Warina Elliya, Rahma Emir Fajar Hizrian Erpiyana, Refsi Eva Listiyo Putri Eva Maryana Fernalia Fernalia Fransisca Melyana Gunawan, M. Ricko Gustini Gustini Hadi, Riswan Helmawati Helmawati Hepi Leo Saputra Herlinda Herlinda Herliza Hermawan, Dessy Hidayat, Asep Rahmad Indah Sari Isnainy, Usastiawaty Cik Ayu Saadiah Jemy Sundoro Kartika Sari Wijayaningsih Keswara, Umi Romayati Khairul Rizwan, Al Khoidar Amirus Kurniasih, Dennti Lia, Melina Eka Lidya Arianti Lina, Mia Nurar Linawati Linawati Linawati Novikasari Lisa Yuliana Sari M Kelvin Alvaredo M. Arifki Zainaro Mahda Afsani Mahdi Antoni Megah Rachmawati Melyana, Fransisca Muarif, Muhammad Syamsul Muhammad Firdaus Nanda Ferdianto Nirwanto Nirwanto, Nirwanto Nova Andriyani Novikasari, Linawati Nurhamdan Arif, Idan Pradisca, Rima Ary Prasetya, Bustamil Ibnu Prasetyo, Renggo Prima Dian Furqoni Rachmawati, Yessy Rahayu Rahayu Rahmah Hidayah, Alisah Rahmatika, Ida Redia Indira Putrianti Renggo Prasetyo Renggo Prasetyo Rilyani, Rilyani Rima Ary Radisca Rita Purnama Rita Purnama Romadon, Ali Tomas RR. Ella Evrita Hestiandari Samsul Mubarok Sari, Lisa Yuliana Sari, Mentari Permata Seftiliani Putri Ayu Setiawati Setiawati Setiawati Setiawati Shinta Arini Ayu Silvia, Andi Bunga Slamet Widodo Soimah, Fitri Sri Hartati Sumbara Sumbara Taufiq Hidayat Teguh Pribadi Triyono Triyono Triyono Triyono Triyoso, Triyoso Ulandari, Putri Umsani Umsani Umsani, Umsani Utama, Putri Yolanda Wahid Tri Wahyudi Yessy Rachmawati Yogi Kurniawan, Yogi