Claim Missing Document
Check
Articles

PENYULUHAN HIPERTENSI PADA IBU HAMIL DI RSPBA BANDAR LAMPUNG Yulendasari, Rika; Affandi, Muhammad; Soimah, Fitri; Prasetya, Bustamil Ibnu; Ulandari, Putri
Jurnal Perak Malahayati: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 2 (2024): Vol 6 No 2 November 2024
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpm.v6i2.18519

Abstract

Pendahuluan : Hipertensi Dalam Kehamilan (HDK) merupakan komplikasi umum kehamilan dan penyebab utama morbiditas serta mortalitas ibu dan perinatal global, mencakup hipertensi kronis, hipertensi gestasional, preeklampsia/eklampsia, dan superimpose preeklampsia pada hipertensi kronis. Tujuan : Mengevaluasi dampak pengobatan hipertensi selama kehamilan terhadap risiko hipertensi berat ibu dan komplikasi terkait. Metode Penelitian : Metode kegiatan ini dilakukan dengan memberikan penyuluhan menggunakan leaflet dan benner yang nantinya untuk mempermudah klien memahami materi, kegiatan berjalan dengtan baik dan telah dilaksanakan pada tanggal 2 Agustus 2024 di RSPBA, jumlah klien yang mengikuti penyuluhan ini berjumlah 20 orang termasuk pasien,keluarga dan yang menjenguk pasien. Peserta mendapatkan pengetahuan baru tentang penyakit hipertensi pada ibu hamil.. Hasil : Pengobatan hipertensi pada kehamilan dapat menurunkan risiko hipertensi berat tanpa meningkatkan risiko keguguran, perawatan neonatal tingkat tinggi, atau komplikasi ibu. Kesimpulan : Perlunya pendekatan yang lebih baik dalam mengenali dan mengobati hipertensi selama kehamilan. Kata Kunci : Hipertensi, kehamilan, preeklamsi, pedoman, risiko
Penatalaksanaan Relaksasi Otot Progresif Pada Pasien Anemia Dengan Masalah Keperawatan Intoleransi Aktivitas Yulendasari, Rika; Romadon, Ali Tomas; Novikasari, Linawati
Jurnal Perak Malahayati: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2025): Volume 7 Nomor 1 Mei 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpm.v7i1.20776

Abstract

Anemia adalah suatu kondisi dimana jumlah sel darah merah atau konsentrasi hemoglobin di dalamnya lebih rendah dari biasanya. Penyakit ini terutama menyerang perempuan dan anak-anak. Anemia terjadi ketika hemoglobin dalam tubuh tidak cukup untuk membawa oksigen ke organ dan jaringan. Relaksasi adalah upaya untuk mengurangi ketegangan pada pikiran dan tubuh. Ini merupakan teknik yang sangat bermanfaat untuk membuatmu menjadi lebih rileks dan mengurangi stress. Mengetahui Analisis Penatalaksanaan Relaksasi Otot Progresif Pada Pasien Anemia Dengan Masalah Keperawatan Intoleransi Aktivitas Di Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin Tahun 2024. Karya Ilmiah Akhir S1 Keperawatan ini menggunakan jenis rancangan penelitian studi kasus dengan metode deskriptif. Penelitian deskriptif bertujuan mendeskripsikan peristiwaperistiwa penting yang terjadi pada masa kini. Studi kasus merupakan rancangan penelitian deskriptif yang mencakup pengkajian satu unit penelitian secara intensif misalnya dari satu klien, keluarga, kelompok, komunitas, atau institusi. Subjek asuhan pada karya ilmiah akhir ini adalah 1 orang pasien yang berada di RUMAH SAKIT PERTAMINA BINTANG AMIN Lampung. Hasil pengkajian pada tanggal 08 Agustus 2024 pukul 11.00 WIB, dari ruang kenanga (penyakit dalam non infeksius) pasien mengatakan lemas, kliyengan dan mual, pasien mengatakan sudah sering RS sejak 2021 dengan penyakit yang sama. Pasien tampak lemah, konjungtiva anemis, setelah dilakukan pemeriksaan tanda-tanda vital, didapatkan hasil TD : 89/50 mmHg, N : 82 x/menit, RR : 22x/menit, SPO2 : 97%, GCS : 15, E4, V5, M6 kesadaran composmentis, dan rencana transufi FRC 600 cc.Metode kegiatan ini dilakukan dengan memberikan penyuluhan menggunakan media leaflet dan di berikan teknik non farmakologi seperti penerapan relaksasi otot progresif untuk mengurangi anemia. Kegiatan ini berjalan dengan baik dan dilaksanakan pada tanggal 08 Agustus 2024 Di Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin Tahun 2024. Jumlah peserta yang hadir sebanyak 5 orang. Peserta mendapatkan edukasi tentang anemia, tanda dan gejala anemia, bahaya anemia, pencegahan anemia dan pengobatan anemia. Diharapkan kegiatan ini dapat bermanfaat dan memotivasi peserta untuk meningkatkan kesehatan terutama pencegahan terjadinya anemia. Hasil implementasi non farmakologi yang di berikan kepada klien yaitu penerapan relaksasi otot progresif salah satu aktivitas fisik yang terbukti mengurangi anemia.
Edukasi Kesehatan Mengenai Pencegahan Gastroenteritis Akut (GEA) di Rumah Sakit Bintang Amin Rika Yulendasari; Benny Gustian; Vitarostiawati Vitarostiawati; Haris Safari; Andi Apriyansyah; Erin Eca Lorenza; Martina Eka Santi; Insia Insia
Natural: Jurnal Pelaksanaan Pengabdian Bergerak bersama Masyarakat. Vol. 3 No. 3 (2025): August : Natural: Jurnal Pelaksanaan Pengabdian Bergerak bersama Masyarakat
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/natural.v3i3.1559

Abstract

Globally, the World Health Organization (WHO) notes that diarrhea related to acute gastroenteritis (AGE) is the second leading cause of death in children under five years of age, with more than 1.7 billion cases of diarrhea occurring each year. The economic burden due to AGE is substantial, including healthcare costs, loss of productivity, and long-term impacts on nutrition status and child development. Objective: to increase public awareness regarding the prevention of AGE. Method: The health education activities were conducted in the inpatient room of Bintang Amin Hospital using the method of community service by providing education on AGE prevention. The participants of the counseling were patients and their families. Results: This activity was held on Saturday, June 14, 2025, at Bintang Amin Hospital. All respondents were very enthusiastic about the material and demonstrations presented. Conclusion: After the counseling on the prevention of GEA, there was an increase in knowledge among respondents as seen from their responses when asked about the concept of GEA disease.
Asuhan keperawatan komplementer perasan air kunyit untuk mengatasi nyeri pada penderita gastritis Hidayat, Taufiq; Yulendasari, Rika; Chrisanto, Eka Yudha
JOURNAL OF Mental Health Concerns Vol. 3 No. 2 (2024): October Edition 2024
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mhc.v3i1.418

Abstract

Background: Gastritis is inflammation that occurs in the gastric mucosa, which is caused by alcohol, nicotine products, caffeine, foods that are too spicy and sour, coffee, stress, foods with rough textures, very high temperatures and foods that have been contaminated by Helicobacter pylori bacteria ( H. Pylori). which is still a problem in Indonesia, there are 33,580 new cases in 2021 and in Lampung province there are 1,483 sufferers in 2022, especially in Lempasing village in 2022. Purpose: Complementary Therapy Nursing Care with Squeezed Turmeric Juice to Overcome Pain in Gastritis Sufferers in Lempasing Village, Lampung Province in 2024. Method: This writing uses a quasi-experimental method. This research design uses a one group pre test - post test design with 3 respondents. The instruments used were the SOP for applying turmeric juice therapy to reduce pain in gastritis patients, and an observation sheet. Results: based on the data, there was a decrease in the pain scale scores for the three respondents. The results of this research show, among others: Mrs. I, Mrs. B and Mrs. S from the initial assessment with a pain scale value of 06 which decreased to 0 from the seventh implementation. Conclusion: the results of the evaluation of the application of turmeric juice therapy in patients with gastritis within 7 days showed results: acute pain associated with irritated gastric mucosa was resolved   Keywords: Complementary Therapy; Gastritis; Turmeric Juice.   Pendahuluan: Gastritis merupakan inflamasi yang terjadi pada mukosa lambung, yang disebabkan oleh alkohol, produk nikotin, kafein, makanan yang terlalu berbumbu pedas dan asam, kopi, stres, makanan bertekstur kasar, bersuhu sangat tinggi dan makanan yang sudah terkontaminasi oleh bakteri Helicobacter pylori (H. Pylori). yang masih menjadi permasalahan di Indonesia sebanyak 33.580 kasus baru pada th 2021 dan diprovinsi lampung sebanyak 1.483 penderita pada tahun 2022 khususnya di desa lempasing  Pada tahun 2022. Tujuan: asuhan Keperawatan Terapi Komplementer Perasan Air Kunyit Untuk Mengatasi Nyeri Pada Penderita Gastritis Di Desa Lempasing Provinsi Lampung tahun 2024. Metode: Penulisan ini menggunakan metode quasy eksperimental, Desain penelitian ini menggunakan One group pre test – post test desain dengan 3 responden. Instrumen yang digunakan yakni SOP penerapan terapi perasan air kunyit untuk menurunkan nyeri pada pasien gastritis, dan lembar observasi. Hasil:berdasarkan data adanya penurunan nilai skala nyeri pada ke tiga responden. Hasil penelitian ini menunjukkan, antara lain :Ny.I, Ny.B dan Ny.S dari pengkajian awal dengan nilai skala nyeri 06 turun menjadi 0 dari ke tujuh implementasi. Simpulan: hasil evaluasi penerapan terapi perasan air kunyit pada pasien dengan gastritis dalam waktu 7 hari mendapatkan hasil: nyeri akut berhubungan dengan mukosa lambung teriritasi teratasi.
Upaya bersihan jalan napas dengan posisi semi fowler dan teknik batuk efektif pada pasien ISPA di Desa Lempasing Lina, Mia Nurar; Yulendasari, Rika; Chrisanto, Eka Yudha
JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 5 No. 7 (2025): JOURNAL of Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v5i7.1427

Abstract

Background: Acute respiratory infection (ARI) is an infectious disease that affects the upper and lower respiratory tract and can progress to pneumonia, and is transmitted through the air. Globally, ARI causes millions of deaths each year, and Indonesia recorded the highest prevalence in ASEAN, including 35.9% of cases in Lampung Province in 2020. Increased bronchial secretions in ARI patients create nursing problems in the form of ineffective airway clearance, which can be addressed through pharmacological and non-pharmacological interventions such as the semi-Fowler's position and effective coughing to improve respiratory function. Purpose: To determine the effectiveness of the semi-Fowler's position and effective coughing techniques in improving airway clearance in ARI patients, as non-pharmacological efforts that support respiratory function recovery and reduce secretion accumulation. Method: This activity was conducted in Lempasing Village from May 21–26, 2025, with two patients with acute respiratory infections (ARI) as respondents. Nursing interventions, including the semi-Fowler's position and effective coughing, were implemented for three days and analyzed using a case study approach to evaluate improvements in airway clearance. Data on the amount of sputum collected in sputum pots were collected twice: in the morning (9:00 AM - 4:00 PM) and in the afternoon (4:00 PM - 9:00 PM), with sputum volume used as a measure of airway clearance. Sputum volume data was tabulated to observe changes before (pre-test) and after (post-test) the intervention. Results: The total sputum volume of respondent 1 was 140 cc in the pre-test, 115 cc in the post-test, and 70 cc in the post-test. Meanwhile, the total sputum volume of respondent 2 in the pre-test was 120 cc, in post-test 1 it was 80 cc and in post-test 2 it was 60 cc. Conclusion: Applying the semi-Fowler's position combined with effective coughing techniques twice daily for three days significantly reduced sputum volume in patients with acute respiratory infections (ARI), as reflected in a 50% reduction in secretion production in both respondents, thereby increasing the effectiveness of airway clearance. Suggestion: For nursing practice, the semi-Fowler's position and effective coughing should be routinely integrated at least twice daily in patients with acute respiratory infections to support airway clearance. Keywords: Acute respiratory infections (ARI); Airway clearance; Effective cough; Semi-Fowler's position Pendahuluan: Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) merupakan penyakit menular yang menyerang saluran pernapasan atas maupun bawah dan dapat berkembang menjadi pneumonia, dengan penularan melalui udara. Secara global, ISPA menyebabkan jutaan kematian setiap tahun, dan Indonesia mencatat prevalensi tertinggi di ASEAN, termasuk 35.9% kasus di Provinsi Lampung pada tahun 2020. Peningkatan sekret bronkus pada pasien ISPA menimbulkan masalah keperawatan berupa bersihan jalan napas tidak efektif, yang dapat ditangani melalui intervensi farmakologis dan nonfarmakologis seperti posisi semi-fowler, dan batuk efektif untuk memperbaiki fungsi pernapasan. Tujuan: Mengetahui efektivitas posisi semi-fowler dan teknik batuk efektif dalam meningkatkan bersihan jalan napas pada pasien ISPA, sebagai upaya nonfarmakologis yang mendukung pemulihan fungsi pernapasan dan mengurangi akumulasi sekret. Metode: Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Lempasing pada 21–26 Mei 2025 dengan dua pasien ISPA sebagai responden. Intervensi keperawatan berupa posisi semi-fowler dan batuk efektif diterapkan selama tiga hari dan dianalisis menggunakan pendekatan studi kasus untuk mengevaluasi peningkatan bersihan jalan napas. Pengambilan data jumlah sputum yang terkumpul di sputum pot, dilakukan dua kali yaitu periode pagi (09.00 - 16.00) dan sore hari (16.00 - 21.00) dimana volume sputum sebagai data ukur bersihan napas. Data volume sputum ditabulasikan untuk melihat perubahan dari sebelum (pre-test) dan sesudah (post-test) intervensi.. Hasil: Menunjukkan bahwa total volume sputum responden 1 pada pre-test sebanyak 140 cc, pada post-test1 sebanyak 115 cc dan pada post-test2 sebanyak 70 cc. Sedangkan untuk total volume sputum responden 2 pada pre-test sebanyak 120 cc, pada post-test1 sebanyak 80 cc dan pada post-test2 sebanyak 60 cc. Simpulan: Penerapan posisi semi-fowler dipadu teknik batuk efektif dua kali sehari selama tiga hari terbukti secara signifikan menurunkan volume sputum pada pasien ISPA, yang tercermin dari penurunan produksi sekret hingga 50% pada kedua responden, sehingga meningkatkan efektivitas pembersihan jalan napas. Saran: Untuk praktik keperawatan, intervensi posisi semi-fowler dan batuk efektif sebaiknya diintegrasikan secara rutin minimal dua kali sehari pada pasien ISPA guna mendukung bersihan jalan napas.  
Asuhan keperawatan bersihan jalan nafas dengan fisioterapi dada dan batuk efektif pada pasien tuberculosis paru Alam, Rama Rajasa Ferlanda; Yulendasari , Rika; Djamaludin, Djunizar
JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 5 No. 7 (2025): JOURNAL of Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v5i7.1440

Abstract

Background: Pulmonary tuberculosis is a highly contagious disease that most commonly affects the lungs. The Lampung Provincial Health Office estimates that there will be 7,325 cases of pulmonary tuberculosis in 2024, with 5,605 cases treated. Meanwhile, the number of pulmonary tuberculosis cases in Bandar Lampung increased from 2020 to 2022. In 2020, there were 16,753 cases, 21,426 cases in 2021, and 25,403 cases in 2022. The Case Detection Rate (CDR) in Bandar Lampung City was 41% in 2020, 45% in 2021, and 40% in 2022. These figures are still below the national target of 90%. Purpose: To analyze nursing care for pulmonary tuberculosis patients with ineffective airway clearance using chest physiotherapy and effective coughing interventions. Method: A descriptive study using a case study approach to explore the problem of ineffective airway clearance nursing care in pulmonary tuberculosis patients using chest physiotherapy and effective coughing interventions in the community in Pesawaran Regency, Lampung Province. The instruments used were observation sheets, SOPs for chest physiotherapy and effective coughing. The intervention was carried out twice a day (morning and afternoon) for 3 consecutive days. Results: Respondent 1's SpO2 increased from 95% to 98%, while respondent 2's SpO2 remained stable and high, from 99% to 98%. Respondent 1's respiratory rate decreased from 24x/minute to 18x/minute, and respondent 2's respiratory rate decreased from 26x/minute to 20x/minute. Respondents 1 and 2 experienced a decrease in sputum volume to 30 cc. Conclusion: Implementing nursing interventions with chest physiotherapy and effective coughing techniques for three consecutive days effectively addressed the problem of ineffective airway clearance, normalized respiratory frequency, eliminated rhonchi, and kept SpO2 within normal limits, as well as reduced sputum production in patients with pulmonary tuberculosis. Suggestion: Healthcare facilities such as hospitals are expected to increase the routine implementation of chest physiotherapy and effective coughing techniques in the management of patients with pulmonary tuberculosis, especially those experiencing ineffective airway clearance. Keywords: Chest physiotherapy; Effective cough; Nursing care; Pulmonary tuberculosis   Pendahuluan: Penyakit tuberculosis paru merupakan penyakit menular yang sangat berbahaya dan paling sering diserang adalah paru-paru. Dinas Kesehatan Provinsi Lampung mengestimasikan jumlah kasus tuberculosis paru pada tahun 2024, estimasi kasus tuberculosis paru sebanyak 7.325 kasus dan terobati sejumlah 5.605 kasus. Sedangkan jumlah kasus tuberculosis paru di Bandar Lampung mengalami kenaikan dari tahun 2020-2022. Pada tahun 2020 sebesar 16.753 kasus, tahun 2021 sebesar 21.426 kasus dan tahun 2022 sebesar 25.403 dengan angka Case Detection Rate (CDR) di Kota Bandar Lampung tahun 2020 sebesar 41%, tahun 2021 sebesar 45% dan tahun 2022 sebesar 40% angka tersebut masih di bawah target Nasional yaitu 90%. Tujuan: Untuk menganalisis asuhan keperawatan pada pasien tuberculosis paru dengan masalah bersihan jalan napas tidak efektif menggunakan intervensi fisioterapi dada dan batuk efektif. Metode: Penelitian deskriptif dengan pendekatan studi kasus untuk mengeksplorasi masalah asuhan keperawatan bersihan jalan nafas tidak efektif pada pasien tuberculosis paru dengan menggunakan intervensi fisioterapi dada dan batuk efektif pada masyarakat di Kabupaten Pesawaran Provinsi Lampung. Instrumen yang digunakan berupa lembar observasi, SOP fisioterapi dada dan batuk efektif. Intervensi dilakukan 2 kali dalam sehari (Pagi dan sore) selama 3 hari berturut-tururt. Hasil: Menunjukkan bahwa SPO2 pada responden 1 mengalami peningkatan dari 95% menjadi 98%, sedangkan responden 2 mengalami hasil yang stabil dan tinggi dari 99% menjadi 98%. Sedangkan hasil frekuensi pernafasan pada responden 1 turun dari (24x/menit) menjadi (18x/menit) dan responden 2 mengalami penurunan dari (26x/menit) menjadi (20x/menit). Responden 1 dan responden 2 mengalami penurunan volume sputum menjadi 30 cc. Simpulan: Implementasi keperawatan dengan tindakan fisioterapi dada dan teknik batuk efektif selama 3 hari  erturut-turut efektif mampu mengatasi masalah ketidakefektifan bersihan jalan napas, menormalkan frekfensi pernafasan, menghilangkan suara ronchi, SpO2 dalam batas normal dan menurunkan pengeluaran sputum pada pasien tuberculosis paru. Saran: Diharapkan fasilitas pelayanan kesehatan seperti rumah sakit dapat meningkatkan penerapan intervensi fisioterapi dada dan teknik batuk efektif secara rutin dalam penatalaksanaan pasien tuberculosis paru, khususnya yang mengalami masalah bersihan jalan napas tidak efektif
Efektivitas pemberian terapi stretching (Zamathera) pada penderita low back pain (LBP) dengan masalah nyeri akut Muarif, Muhammad Syamsul; Yulendasari, Rika; Isnainy, Usastiawaty C. A. S.
JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 5 No. 7 (2025): JOURNAL of Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v5i7.1457

Abstract

Background: Low back pain (LBP) is a leading cause of disability globally. The high prevalence of low back pain (LBP) impacts patients' quality of life and daily functioning. One non-pharmacological approach that can be used to manage acute pain is Zamathera Stretching therapy. Purpose: To determine the effectiveness of Zamathera stretching therapy in reducing acute pain intensity in low back pain (LBP) sufferers. Method: This study, conducted in 2025, was a quasi-experimental study with a one-group pretest-posttest design. Forty residents of the Nahdlatul Ulama Branch Representative Council (MWC NU) in Bumi Waras District, Bandar Lampung City, participated as respondents. Respondents were residents experiencing acute low back pain. The intervention consisted of providing instructions and practicing Zamathera stretching, a stretching and relaxation therapy. The procedure was performed repeatedly and regularly for 15–30 minutes. Data analysis was carried out using a paired sample t-test to test the significance of the difference in average pain levels between pre-intervention and post-intervention measurements. Results: Before Zamathera therapy, the average low back pain (LBP) pain level among 40 respondents was 3.28 (SD=2.82), with a minimum score of 0 and a maximum score of 9. After therapy, the average pain score decreased to 0.50 (SD=1.21), with a pain range of 0 to 6. A paired sample t-test showed an average pain reduction of 2.78 (SD=2.33), with a t-value of 13.10 and a significance level of 0.000 (p<0.05), indicating a statistically significant reduction in pain. Conclusion: Stretching with Zamathera therapy has strong evidence as a safe and minimally invasive non-pharmacological approach to reducing pain, improving function, and preventing recurrence of musculoskeletal complaints in patients with low back pain. Suggestion: Zamathera stretching therapy can be used as an effective and applicable form of non-pharmacological nursing intervention in the management of patients with low back pain (LBP). This therapy can be an alternative or complement to pharmacological therapy, especially in efforts to minimize long-term medication use that carries the risk of side effects. Keywords: Acute pain; Low back pain; Stretching therapy; Zamathera. Pendahuluan: Nyeri punggung bawah atau low back pain (LBP) merupakan penyebab utama disabilitas secara global. Tingginya prevalensi nyeri punggung bawah (low back pain/LBP) yang berdampak terhadap kualitas hidup dan fungsi aktivitas sehari-hari pasien. Salah satu pendekatan non-farmakologis yang dapat digunakan untuk mengatasi nyeri akut adalah terapi Stretching Zamathera. Tujuan: Untuk mengetahui efektivitas terapi stretching zamathera dalam menurunkan intensitas nyeri akut pada penderita low back pain (LBP). Metode: Kegiatan ini dilaksanakan pada tahun 2025 yang merupakan penelitian quasi experiment dengan rancangan pre-test dan post-test (one group pretest-posttest design). Melibatkan sebanyak 40 orang masyarakat di Wilayah Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Bumi Waras, Kota Bandar Lampung untuk menjadi responden. Responden adalah warga yang mengalami nyeri punggung bawah akut. Intervensi berupa pemberian petunjuk dan praktik stretching zamathera yaitu terapi peregangan dan rileksasi. Tindakan dilakukan ber ulang-ulang dan teratur selama 15 – 30 menit. Analisis data dilakukan dengan uji t berpasangan (paired sample t-test) guna menguji signifikansi perbedaan rata-rata tingkat nyeri antara pengukuran pra-intervensi dan pasca-intervensi. Hasil: Sebelum terapi zamathera, rata-rata tingkat nyeri low back pain (LBP) pada 40 responden adalah 3.28 (SD=2.82), dengan nilai minimum 0 dan maksimum 9. Setelah terapi, rata-rata nyeri turun menjadi 0.50 (SD=1.21), dengan rentang nyeri 0 hingga 6. Uji paired sample t-test menunjukkan penurunan nyeri rata-rata sebesar 2.78 (SD=2.33), dengan nilai t=13.10 dan signifikansi 0.000 (p<0.05), yang berarti penurunan nyeri signifikan secara statistik. Simpulan: Tindakan stretching dengan terapi zamathera memiliki dasar eviden yang kuat sebagai pendekatan non-farmakologis yang aman dan minim risiko dalam mengurangi nyeri, meningkatkan fungsi tubuh, serta mencegah kekambuhan keluhan muskuloskeletal pada penderita low back pain. Saran: Terapi stretching zamathera dapat dijadikan sebagai salah satu bentuk intervensi keperawatan non-farmakologis yang efektif dan aplikatif dalam penanganan pasien dengan keluhan low back pain (LBP). Terapi ini dapat menjadi alternatif atau pelengkap dari terapi farmakologis, terutama dalam upaya meminimalkan penggunaan obat jangka panjang yang berisiko menimbulkan efek samping.
TERAPI NONFARMAKOLOGI INFUSED WATER MENTIMUN UNTUK NYERI KEPALA PADA LANSIA HIPERTENSI: STUDI DI DESA SUKAJAYA 2025 Chrisanto, Eka Yudha; Yulendasari, Rika; Adhani, Neisa
OVUM : Journal of Midwifery and Health Sciences Vol. 5 No. 2 (2025): OVUM : Journal of Midwifery and Health Sciences
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/tdn59644

Abstract

Pendahuluan: Hipertensi merupakan salah satu penyakit degeneratif dengan prevalensi tinggi pada lansia. Secara global, prevalensi lansia usia ?65 tahun meningkat dari 9,3% pada tahun 2020 menjadi 10% pada tahun 2022 dan diproyeksikan mencapai 16% pada tahun 2050. Di Indonesia, prevalensi lansia pada tahun 2023 tercatat usia 60–69 tahun sebesar 63,59%, usia 70–79 tahun 27,76%, dan usia ?80 tahun 8,65%. Sementara itu, prevalensi hipertensi di Provinsi Lampung meningkat dari 7,4% pada tahun 2013 menjadi 15,10% pada tahun 2018 dengan jumlah penderita 130.076 orang. Hipertensi sering disertai nyeri kepala sedang, sehingga diperlukan intervensi non-farmakologi seperti infused water mentimun yang mengandung flavonoid, kalium, dan magnesium. Tujuan: Mengevaluasi kegunaan terapi infused water mentimun sebagai intervensi non-farmakologi untuk menurunkan intensitas nyeri kepala dan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi. Metode: Studi kasus dilakukan pada satu pasien lansia hipertensi dengan keluhan nyeri kepala sedang. Intervensi diberikan berupa infused water mentimun 50gram dalam 250 ml air dingin, dikonsumsi sekali sehari selama tiga hari berturut-turut. Asuhan keperawatan dilakukan melalui tahapan pengkajian, diagnosis, perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Hasil: Setelah tiga hari pemberian terapi, skala nyeri pasien menurun dari 5 menjadi 2, disertai penurunan tekanan darah yang signifikan. Pasien tampak lebih rileks, tidak lagi meringis, dan mampu beraktivitas ringan. Kesimpulan: Terapi infused water mentimun efektif sebagai intervensi non-farmakologi dalam menurunkan nyeri kepala dan tekanan darah pada lansia hipertensi, sehingga dapat menjadi pilihan intervensi pendukung dalam praktik keperawatan gerontik
Hubungan Tingkat Stres dengan Kejadian Hipertensi pada Lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Natar Fitri Julianti; Rika Yulendasari; Eka Yudha Chrisanto
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia Vol. 5 No. 3 (2025): November : Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jikki.v5i3.7939

Abstract

Introduction: Numerous reactions, including behavioral, emotional, cognitive, and physiological ones, are brought on by stress. The hormone adrenaline causes the arteries to tighten (vasoconstriction) and the heart rate to rise in response to stress, which raises blood pressure. Objective: At the Tresna Werdha Natar Social Home in South Lampung Regency, this study is to determine the association between stress levels and the prevalence of hypertension among the elderly in 2025.Method: This type of research uses a quantitative approach with a cross-sectional design. The population in this study is all elderly people in the Tresna Werdha Natar Social Home, South Lampung Regency in 2025 as respondents and stress levels are measured using a validated questionnaire while hypertension status is determined based on measurements. blood pressure according to WHO standards. In this study the sampling techniques used were total sampling and purposive sampling.Results: Based on the results of the study, it shows that out of 30 respondents who did not experience stress were 8 respondents (26.7%), and mild stress with 12 respondents (40.0%), moderate stress with 1 respondent (3.3%), and those who experienced severe stress were 6 respondents (20.0%). and some who experienced very severe stress with 3 respondents (10.0%).And respondents who experienced hypertension level 1 with a total of 18 respondents (60.0%), while hypertension level 2 amounted to 7 people (23.3%) and hypertension level 3 amounted to 5 respondents (16.7%). Stress levels and hypertension in the Tresna Werdha social home are significantly correlated, according to the statistical test results, which showed a p-value of 0.005 <0.05.Conclusion: The prevalence of hypertension among senior citizens at the Tresna Werdha communal home in 2025 is correlated with stress levels.Suggestion: It is hoped that it can increase knowledge about stress prevention, especially in the elder.
Optimalisasi Pengetahuan dan Dukungan Keluarga Pada Keluarga Pasien Hipertensi Terhadap Pengendalian Hipertensi Di Desa Sarampad Kec. Cugenang: Optimalisasi Pengetahuan dan Dukungan Keluarga Pada Keluarga Pasien Hipertensi Terhadap Pengendalian Hipertensi Di Desa Sarampad Kec. Cugenang Ayu, Shinta Arini; Novryanthi, Dhinny; Yulendasari, Rika; Nurhamdan Arif, Idan; Aulia Rahayu, Adiah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Terkini Vol 2 No 1 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Terkini
Publisher : Ruang Ide Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58516/jpmkt.v2i1.62

Abstract

Last November 2022, Cianjur Regency was hit by an earthquake which left deep wounds. Not only causing fatalities, missing people, minor and serious injuries, damage to residential buildings, infrastructure and other public facilities was also badly damaged. Not only that, the post-disaster impact that emerged was on ongoing problem that arose at the evacuation post (tent), namely the emergence of several diseases, one of which was a problem, comorbid disease (hypertension). One of the actions to reduce the incidence of hypertension is to increase knowledge and support of the patient’s family. The purpose of this activity is to increase the knowledge, especially to the family of hypertensive patients whose and result can provide adequate support for controlling reccurence in hypertensive patients. The method used is directing counseling through media, leafleats and flipcharts as well as evaluation in the form of pre and post tests. The results obtained showed that of the 107 participants who received counseling, the participants’ knowledge increased, participants with the good knowledge were 56 (52.33%), participants with sufficient knowledge incrased to 34 (31,77%) and participants with less knowledge decreased to 17 (15.89%) participants. Therefore health education must be carried out regularly within a certain period of time, of course not only knowledge needs to be increased but social support from the family greatly influences hypertensive patients to control their disease.
Co-Authors Adhani, Neisa Affandi, Muhammad Ainur Rahma Aknes Yulyanto Al Khairul Rizwan Alam, Rama Rajasa Ferlanda Alisah Rahmah Hidayah Alisah Rahmah Hidayah Amartya, Salwa Anastasya Andi Apriyansyah Andoko Andoko Andoko Andoko Andoko Andoko Andoko Andoko Andoko Andoko, Andoko Antika Palupi Apriana Wulandari Asep Rahmad Hidayat Asep Rahmat Hidayat Aulia Rahayu, Adiah Ayu, Seftiliani Putri Ayu, Shinta Arini Bambang Hirawan Bayhaqy, Aqsol Benny Gustian Budiarti Budiarti Chelda Ernita Chrisanto, Eka Yudha Cindy Desmonika Crisanto, Eka Yudha Derista Hartati Desi Risnarita Dewi Kusumaningsih Dewi Puspitasari Dhinny Novryanthi Dita Amita Dita Resi Andrianti Djamaludin, Djunizar Djamaludin, Djunizar Djunizar Djamaludin Djunizar Djamaludin Djunizar Djamaludin Djunizar Djamaudin Edita Revine Siahaan Eka Trismiyana Eka Yudha Chrisanto Eka Yudha Chrisanto Elda Warina Elliya, Rahma Emir Fajar Hizrian Erin Eca Lorenza Erpiyana, Refsi Eva Listiyo Putri Eva Maryana Fernalia Fernalia Fitri Julianti Fransisca Melyana Gunawan, M. Ricko Gustini Gustini Haris Safari Helmawati Helmawati Hepi Leo Saputra Herlinda Herlinda Herliza Herliza Hermawan , Dessy Hermawan, Dessy Hesti Wulandari Ida Rahmatika Indah Sari Insia Insia Isnainy, Usastiawaty Cik Ayu Saadiah Jemy Sundoro Kartika Sari Wijayaningsih Keswara, Umi Romayati Khairul Rizwan, Al Khoidar Amirus Kurniasih, Dennti Lia, Melina Eka Lidya Arianti Lina, Mia Nurar Linawati Linawati Linawati Novikasari Lisa Yuliana Sari Lolita Sary M Kelvin Alvaredo M. Arifki Zainaro Mahda Afsani Mahdi Antoni Marlina Agustina Martina Eka Santi Megah Rachmawati Melyana, Fransisca Mia Nurar Lina Muarif, Muhammad Syamsul Muhammad Firdaus Nanda Ferdianto Nirwanto Nirwanto Nova Andriyani Novikasari, Linawati Novikasari, Linawati Nurhamdan Arif, Idan Pradisca, Rima Ary Prasetya, Bustamil Ibnu Prasetyo, Renggo Prima Dian Furqoni Putri Yolanda Utama Rachmawati, Yessy Rahayu Rahayu Rahmah Hidayah, Alisah Redia Indira Putrianti Refsi Erpiyana Renggo Prasetyo Renggo Prasetyo Rilyani Rilyani Rilyani, Rilyani Rima Ary Radisca Riswan Hadi Rita Purnama Rita Purnama Romadon, Ali Tomas RR. Ella Evrita Hestiandari Samsul Mubarok Sari, Lisa Yuliana Sari, Mentari Permata Sastria Handayani Seftiliani Putri Ayu Setiawati Setiawati Setiawati Setiawati Shinta Arini Ayu Silvia, Andi Bunga Slamet Widodo Slamet Widodo Soimah, Fitri Sri Hartati Sumbara Sumbara Taufiq Hidayat Taufiq Sofa Teguh Pribadi Triyono Triyono Triyono Triyono Triyoso, Triyoso Ulandari, Putri Umsani Umsani Umsani, Umsani Vitarostiawati Vitarostiawati Wahid Tri Wahyudi Yessy Rachmawati Yogi Kurniawan, Yogi