p-Index From 2021 - 2026
13.636
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan JPK (Jurnal Pendidikan Khusus) Psikologika : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi Jurnal Psikologi Jurnal Psikologi Media Kesehatan Masyarakat Indonesia JURNAL PSIKOLOGI UDAYANA CALYPTRA : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya Intuisi Jurnal Psikologi Pendidikan dan Konseling Jurnal Pamator : Jurnal Ilmiah Universitas Trunojoyo Madura Psikodimensia: Kajian Ilmiah Psikologi JIP (Jurnal Intervensi Psikologi) Psikohumaniora: Jurnal Penelitian Psikologi Jurnal Psikologi Integratif Jurnal Psikologi Perseptual INSAN Jurnal Psikologi dan Kesehatan Mental Jurnal Sains Psikologi MEDIAPSI Inquiry: Jurnal Ilmiah Psikologi Jurnal Psikologi Talenta Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia JURNAL DIVERSITA Motiva: Jurnal Psikologi GUIDENA: Jurnal Ilmu Pendidikan, Psikologi, Bimbingan dan Konseling Jurnal Studia Insania Jurnal Ilmu Perilaku Journal of Urban Sociology Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS) Jurnal Ilmu Keperawatan Jiwa Psikostudia : Jurnal Psikologi Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Journal Psikogenesis Jurnal Ilmiah Psikologi Mind Set Psibernetika Jurnal Psikologi : Jurnal Ilmiah Fakultas Psikologi Universitas Yudharta Pasuruan Psychocentrum Review Jurnal Ilmiah Psyche ANIMA Indonesian Psychological Journal PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat Jurnal Ners Jurnal Psimawa : Diskursus Ilmu Psikologi dan Pendidikan Bulletin of Counseling and Psychotherapy SOSIOEDUKASI : JURNAL ILMIAH ILMU PENDIDIKAN DAN SOSIAL Jurnal Penelitian Pendidikan, Psikologi Dan Kesehatan (J-P3K) Keluwih: Jurnal Kesehatan dan Kedokteran Journal of Health and Behavioral Science Psyche: Jurnal Psikologi Keluwih: Jurnal Sosial dan Humaniora Jurnal Cahaya Mandalika Psikoborneo : Jurnal Ilmiah Psikologi Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Jurnal Penelitian dan Pengukuran Psikologi: JPPP Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan Personifikasi: Jurnal Ilmu Psikologi Jurnal Social Library Psyche 165 Journal Jurnal Psikologi Pendidikan dan Konseling Psycho Idea Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan Politik (JIHHP) Makara Human Behavior Studies in Asia JIP (Jurnal Intervensi Psikologi) Jurnal Dinamika Sosial dan Sains Journal of Global Research in Public Health Kesmas: Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional (National Public Health Journal)
Claim Missing Document
Check
Articles

Personality does not Determine Internet Addiction: A Meta-Analysis Astarini, Nadia; Yudiarso, Ananta
Makara Human Behavior Studies in Asia Vol. 24, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Internet addiction (IA) is the disruption of a person's life because of the excessive use of the Internet. Severe IA can contribute to relationship conflicts, poor well-being, and low productivity. Research has found that IA can be attributed to maladaptive thinking and specific personality traits and with the Big Five in particular. However, the results of previous studies have been somewhat inconsistent, with previous meta-analytical research showing insignificant correlations. This study was a replication of a previous meta-analytic study and sought to improve the accuracy and the reliability of previous findings using different and larger samples. A total of 11 studies with 16 correlations and 8,481 participants were examined for this study. It was found that the Big Five had insignificant correlations (r = −0.233–0.061) with medium to high heterogeneity (I2 = 70.7% to 96.8%) and no publication bias (E = 0.725), which was consistent with previous meta-analytical studies and implied that personality gave only a small contribution to IA behavior. Instrumental differences in the measurement of IA and personality (Big Five) and the participant sample characteristics were the main weaknesses in this meta-analysis.
Meta Analisis Korelasi Antara Depresi dan Kualitas Hidup Marcel Aurelius Wirahadi Prasadhana; Ananta Yudiarso
Jurnal Online Psikogenesis Vol 10, No 1 (2022): Juni
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jps.v10i1.2336

Abstract

Kualitas hidup merupakan hal yang harus diperhatikan pada tiap individu. Beberapa faktor negatif dari rendahnya kualitas hidup adalah terganggunya kesehatan mental. Kesehatan mental yang terganggu, salah satunya dapat menyebabkan depresi. Penelitian ini memiliki tujuan mengetahui hubungan dari depresi dan kualitas hidup menggunakan metode penelitian meta analisis. Penelitian meta analisis ini menggunakan 14 literatur (2017 - 2021) dengan total n = 3.952. Berdasarkan hasil dari analisa meta analisis dapat diketahui bahwa adanya effect size korelasi antara depresi dan kualitas hidup yang digolongkan ke dalam medium effect size ( r = 0,462, p = 0,0001, 95% CI = -0,7227 - -0,2023).
Studi Meta Analisis: Gratitude Therapy untuk Meningkatkan Subjective Well-being Marsantia Julista Papilaya; Ananta Yudiarso
Jurnal Psikologi TALENTA Vol 8, No 2 (2023): Maret
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/talenta.v8i2.22716

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat efektivitas dari Gratitude Therapy terhadap peningkatan Subjective Well-being. Metode yang digunakan adalah meta analisis dengan Jamovi 1.6.11. Penelitian ini melibatkan 11 jurnal eksperimen mengenai Gratitude Therapy dan Subjective Well-being (total n eksperiment group = 410; total n control group = 390). Berdasarkan pengelolahan data M, SD, dan N ditemukan nilai effect size yang diperoleh dari random effect model, yaitu sebesar 0.42 (95% Cl = -0.71 sampai -0.14) dengan I2 = 72.54%. Tidak terdapat bias publikasi dalam penelitian ini (Egger’s Regression p = 0.657). Moderator jenis kelamin kurang berpengaruh terhadap effect size. Dapat disimpulkan bahwa Gratitude Therapy memiliki efektifitas yang rendah terhadap peningkatan Subjective Well-being.
Effects of Self-Efficacy in the Life of Student Academic Procrastination Yuniva Dwi Indah Lestari; Ananta Yudiarso
Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 11, No 1 (2023): Volume 11, Issue 1, Maret 2023
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikoborneo.v11i1.10214

Abstract

In psychology, the phenomenon of procrastination is called procrastination. Procrastination or procrastinating work that occurs in the academic area is commonly called academic procrastination. Academic procrastination is a frequent procrastinatory behavior in schools and universities that results in negative student performance. Procrastination behavior causes negative effects of anxiety or stress and rarely has a positive behavioral impact. The effect of procrastination behavior is the emergence of anxiety about fear of failure and decreased self-motivation. Another impact of procrastination behavior is lower academic self-esteem and lower learning effectiveness. Several studies have shown that there is a correlation between self-efficacy and academic procrastination. Therefore, this meta-analysis study serves to test the effect of size self-efficacy on academic procrastination.  This study used 15 journals with a total of 2580 respondents. All of these journals describe the results of research with a negative correlation between self-efficacy and academic procrastination. This study also obtained random effect size results of -0.08 (95% CI= -0.38 to 0.22) with I2 (inconcruency) = 98.25% and egger regression of P=0.584. Calculations using moderates in the categories of self-efficacy measurement tools, academic procrastination measuring instruments and research areas showed that there was no publication bias. Based on the results of the meta-analysis analysis, it can be seen that self-efficacy is only slightly correlated with academic procrastination, which means the low influence between self-efficacy and academic procrastination. Therefore, it is expected that the research will contribute to further researchers in further studying the problem of academic procrastination. Dalam dunia psikologi, fenomena menunda-nunda disebut dengan prokrastinasi. Prokrastinasi atau menunda-nunda pekerjaan yang terjadi pada area akademik biasa disebut dengan prokrastinasi akademik. Prokrastinasi akademik merupakan perilaku penundaan yang sering terjadi di sekolah dan di Universitas yang mengakibatkan hal negatif pada kinerja siswa. Perilaku prokrastinasi menimbulkan dampak negatif yakni kecemasan atau stres dan jarang memberikan dampak perilaku positif. Pengaruh dari perilaku prokrastinasi tersebut adalah timbulnya kecemasan terhadap ketakutan akan kegagalan dan motivasi dalam diri yang menurun. Dampak lain dari perilaku prokrastinasi adalah harga diri akademik yang lebih rendah dan efektivitas belajar yang lebih rendah. Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa terdapat korelasi antara self-efficacy dan prokrastinasi akademik. Maka dari hal itu studi meta analisis ini  berfungsi untuk menguji tentang effect size self-efficacy terhadap prokrastinasi akademik.  Studi ini memakai 15 jurnal dengan jumlah responden 2580 orang. Ke semua jurnal tersebut memaparkan tentang hasil penelitian dengan korelasi negatif antara self-efficacy dan prokrastinasi akademik. Penelitian ini juga mendapatkan hasil random effect  size sebesar -0,08 ( 95% CI= -0,38 sampai 0,22) dengan I2 (inconcruency) = 98,25%  dan egger regression sebesar P=0,584. Perhitungan menggunakan moderator kategori alat ukur self-efficacy, alat ukur prokrastinasi akademik dan wilayah penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat bias publikasi. Berdasarkan hasil analisa meta analisis dapat diketahui bahwa self-efficacy hanya sedikit berkorelasi dengan prokrastinasi akademik, yang artinya rendahnya pengaruh antara  self-efficacy terhadap prokrastinasi akademik. Oleh sebab itu diharapkan dari penelitian memberikan sumbangsih terhadap para peneliti selanjutnya dalam mengkaji lebih lanjut mengenai permasalahan prokrastinasi akademik.
Studi Meta-analisis: Welas Diri dan Kecemasan Clarissa Firanda Polii; Ananta Yudiarso
Jurnal Psikologi Integratif Vol 11, No 1 (2023): Psikologi Integratif
Publisher : UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jpsi.v11i1.2736

Abstract

Anxiety is defined as a physiological response to the possibility of problems arising in individuals. Anxiety is known to have a relationship with other variables, one of which is self-compassion. Individual self-compassion will be able to influence the level of anxiety. Individuals who have self-compassion will tend to avoid negative emotions that cause anxiety. This meta-analytic study aims to look at the relationship between anxiety and self-compassion in the last five years of research from 2018 to 2023 with a total of 10,489 respondents. The results of the study found that self-compassion had a moderate effect size (-0.55) with heterogeneity (I 2 ) of more than 88.81%, so this study used a random effects size. Therefore, self-compassion is interpreted as having a moderate effect that is negatively correlated with levels of anxiety. Kecemasan didefinisikan sebagai respon secara fisiologis dari kemungkinan munculnya permasalahan pada individu. Kecemasan diketahui memiliki kaitan dengan variabel lain salah satunya welas diri. Welas diri yang dimiliki individu akan mampu mempengaruhi tingkat kecemasan. Individu yang memiliki welas diri akan cenderung terhindar dari emosi negatif yang menyebabkan kecemasan. Studi meta-analisis ini bertujuan untuk melihat hubungan antara kecemasan dan welas diri dalam penelitian lima tahun terakhir dari tahun 2018 hingga 2023 dengan total responden sebanyak 10.489 orang. Hasil penelitian menemukan bahwa welas diri memiliki medium effect size (-0,55) dengan heterogenitas (I 2 ) lebih dari 88,81%, sehingga penelitian ini menggunakan random effects size. Oleh karena itu, welas diri diartikan memiliki efek sedang yang berkorelasi secara negatif pada tingkat kecemasan.
META-ANALISIS PENGARUH INTERVENSI VIRTUAL REALITY THERAPY UNTUK MENURUNKAN SOCIAL ANXIETY DISORDER Jocelyn Faustina Santoso; Ananta Yudiarso
Jurnal Psikologi Vol 16, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/psi.2023.v16i1.7522

Abstract

This study aims to see the effectiveness of appropriate virtual reality therapy methods to reduce level of social anxiety disorder in individuals. This research method is a meta-analysis based on the PRISMA-P 2020 procedure. This research involved 7 previous experimental studies that used virtual reality therapy as an intervention in reducing social anxiety disorder. The result of this study is that the virtual reality therapy method has a large effect size in reducing individual social anxiety disorder. Virtual reality therapy should be combined with other interventions such as cognitive behavior therapy (CBT) or mindfulness-based warm-ups and individuals are encouraged to do self-reflection to reduce the level of social anxiety disorder they experience.
Meta-analisis CBT Online dan Tatap Muka (Luring) Untuk Meningkatkan Self-Esteem Jelite Prenggo Putri; Ananta Yudiarso
Jurnal Psikologi Perseptual Vol 8, No 1 (2023): Jurnal Psikologi Perseptual
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/perseptual.v8i1.7407

Abstract

This study uses a meta-analysis review method from 18 research journals from 2011 to 2021. The purpose of this meta-analysis is to measure the effectiveness of Cognitive Behavior Therapy (CBT) to increase self-esteem by moderating the type of CBT given to participants with online and face-to-face methods. The participants are 1,587 include of 810 control groups and 777 experimental groups. Results based on the data processing Mean (M), Standard Deviation (SD), and the number of participants (N) then found the value of effect size hedge's g = 0.729 (95% CI -1.214 to 2.673) with I^2 (inconsistency) = 97.63 % and Egger bias P = 0.112. The results show a large effect size and no publication bias. Thus, it can be show that Cognitive Behavior Therapy (CBT) with online and face-to-face Cognitive Behavior Therapy (CBT) as a moderator has a large effect size so that can be told that effective for increasing self-esteem in individuals.Penelitian ini menggunakan metode meta-analisis melalui review dari 18 jurnal penelitian dari tahun 2011 hingga 2021. Tujuan dari meta-analisis ini yaitu untuk mengukur efektivitas Terapi Perilaku dan Kognitif untuk meningkatkan harga diri dengan moderator jenis Terapi Perilaku dan Kognitif (CBT) yang diberikan kepada partisipan dengan metode online dan tatap muka. Partisipan yang digunakan sebanyak 1.587 yang terdiri dari 642 kelompok kontrol dan 731 kelompok eksperimen. Berdasarkan hasil dari pengolahan data Mean (M), Standard Deviation (SD), dan jumlah partisipan (N) kemudian ditemukan nilai effect size hedge’s g= 0.729 (95% CI -1.214 to 2.673) dengan I2 (inconsistency) = 97.63% dan Egger bias P = 0.112. Hasil penelitian menunjukkan effect size large dan tidak ada bias publikasi. Secara keseluruhan, disimpulkan yaitu Terapi Perilaku dan Kognitif (CBT) dengan moderator jenis Terapi Perilaku dan Kognitif (CBT) online dan tatap muka memiliki large effect size sehingga dapat dikatakan efisien untuk meningkatkan harga diri individu.
The Effect of Internet-Based Psychoeducation on Decreasing Academic Cheating in High School Students Rohimatus Syahadah Muslimah; Ananta Yudiarso
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 12, No 2 (2023): Volume 12, Issue 2, Juni 2023
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v12i2.9331

Abstract

Academic cheating is an educational problem in Indonesia today. Almost every student in every educational institution commits fraud in the form of cheating, taking small notes on exams, copying, and pasting from the internet, and other cheating practices either by themselves or by friends. Therefore, there is a need for serious handling of this problem. One effort that can be made is to provide psychoeducation to students. The purpose of this study was to determine whether the provision of Internet-based psychoeducation can reduce instances of academic cheating, the effectiveness of various teacher monitoring methods, and the causes that lead to cheating. 11 students from four different regions participated in this experiment aged around 16-18 years. An online survey of students served as the instrument. Descriptive statistics are used for the analytical method. This study shows that engaging in online conversations about academic cheating can change participants' perceptions of this practice, thereby reducing their tolerance for it. The results of the average decrease between the pre-test and post-test were 91,818 and after psychoeducational interventions were 90,273, indicating that after engaging in online discussions, students were better able to understand and defend the central idea of the discussion that academic cheating is an unethical activity. Participants gain a deeper understanding of why any kind of academic cheating is wrong and how to prevent it. Therefore, it is important for all educators and parents to prevent and overcome academic fraud committed by students at school.Kecurangan akademik menjadi masalah pendidikan di Indonesia saat ini. Hampir setiap siswa di setiap lembaga pendidikan melakukan kecurangan dalam bentuk menyontek, membuat catatan kecil saat ujian, menyalin dan menempel dari internet, dan praktik menyontek lainnya baik oleh diri sendiri maupun teman. Oleh karena itu, perlu adanya penanganan yang serius mengenai permasalahan ini. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan memberikan psikoedukasi pada siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah pemberian psikoedukasi berbasis internet dapat mengurangi contoh kecurangan akademik, efektivitas berbagai metode pemantauan guru, dan penyebab yang mengarah pada kecurangan. 11 siswa dari empat daerah berbeda berpartisipasi dalam eksperimen ini usia sekitar 16-18 tahun. Sebuah survei online siswa berfungsi sebagai instrumen. Statistik deskriptif digunakan untuk metode analisis. Studi ini menunjukkan bahwa terlibat dalam percakapan online tentang kecurangan akademik dapat mengubah persepsi peserta tentang praktik ini, sehingga mengurangi toleransi mereka terhadapnya. Hasil penurunan rata-rata antara pre-test dan post-test sebesar 91.818 dan sesudah intervensi psikoedukasi sebesar 90.273, sehingga menunjukkan bahwa setelah terlibat dalam diskusi online, siswa lebih mampu memahami dan mempertahankan ide sentral diskusi bahwa menyontek akademik adalah kegiatan yang tidak etis. Para peserta memperoleh pemahaman yang lebih dalam tentang mengapa segala jenis kecurangan akademik itu salah dan bagaimana mencegahnya. Oleh karena itu, penting bagi seluruh tenaga pendidik dan orang tua untuk mencegah dan mengatasi adanya kecurangan akademik yang dilakukan oleh siswa di sekolah.
Korelasi Antara Grit dan Kepuasan Kerja : Studi Meta-Analisis Citha Kusuma Anindhyta; Ananta Yudiarso
Psycho Idea Vol 20, No 2 (2022): Psycho Idea
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.82 KB) | DOI: 10.30595/psychoidea.v20i2.12697

Abstract

Kepuasan kerja adalah salah satu aspek yang penting dalam keberlangsungan perusahaan. Namun tidak semua pegawai merasakan adanya kepuasan ketika bekerja, sehingga dapat berdampak pada tingginya stres kerja, menurunnya performa kerja, hingga turnover. Berbagai penelitian menyatakan bahwa grit merupakan salah satu aspek kepribadian yang dapat memprediksi adanya kepuasan bekerja pada pegawai. Tujuan dari penelitian ini untuk menjelaskan korelasi grit terhadap kepuasan kerja melalui metode meta-analisis. Penelitian mengunakan 9 jurnal yang melibatkan 2.692 responden yang relevan untuk dilakukan melalui uji statistik. Hasil dari penelitian ini adalah nilai effect size yaitu sebesar 0,293 (95% CI = 0,166 – 0,42), p<0,001. Heterogenitas (I2) yaitu sebesar 90.72% dan egger bias pada meta- sebesar 0,919 sehingga tidak ada bias publikasi. Grit memiliki small effect size terhadap kepuasan kerja. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa terdapat variabel-variabel lain selain grit  yang lebih berkorelasi dengan dengan kepuasan kerja. Terbatasnya jumlah studi yang digunakan dan penggunaan alat ukur yang berbeda berpengaruh terhadap hasil korelasi dari penelitian ini, sehingga perlu berhati-hati dalam proses mengaplikasikan hasil penelitian. Penelitian selanjutnya sebaiknya mempertimbangkan penggunaan alat ukur yang serupa dalam mengukur kedua variabel.
META ANALISIS: EFEKTIVITAS PENGARUH GUIDED IMAGERY THERAPY UNTUK KECEMASAN Dayangku Fanny Padillah; Ananta Yudiarso
Jurnal Ilmu Keperawatan Jiwa Vol. 6 No. 2 (2023): Mei 2023
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to see the effectiveness of providing guided imagery therapy interventions to reduce anxiety in individuals. The research used the meta-analysis method according to the PRISMA-P 2020 procedure. Seven experimental studies were examined in this study using guided imagery therapy as an intervention that had a large effect size in reducing anxiety. The results of this study indicate that guided imagery therapy is effective in reducing anxiety in individuals with a medium to large effect size.
Co-Authors Adityo Rohman Hafid Supratikno Aguslina Kirtishanti Aguslina Kirtishanti Aisyah, Farras Fajrina Alicia ALISHA Alisha Rahmadaniar Ilahude Alvina Prameswari Alzouabi, Kousay Amelia Lorensia Amiruddin, Jemmi Halil Anasta Putri, Ni Made Wulan Widyaswari Andika, Bryan Angelica, Karina Anggara Martha Pratama Anissa Cessarea Annisah Nurul Azizah Aprilianto, Khoifulloh Aprillia, Christine Ardhiani, Ista Wirya Ardiyanto, Farrel Arghita, Venya Alya Arisudana, Made Arviyenna, Sandra Astarini, Nadia Auliya Diah Safitri Auliya', Eldiana Putri Aurellya, Ciptari Dhienda Ayu, Desak Ulan Sukmaning Bakti, Aileen Belinda Herina Putri Chanafi, Alfi Rossi Chrissamary Husodo Cindy Avia Rizqullah Citha Kusuma Anindhyta Clarissa Firanda Polii Cynthia Vivian Purwanto Dandachi, Abdulkader Dayangku Fanny Padillah Dedi Nasruddin Della Widasuari Dendy Maulana Rahman Devano Ramadhan, Rendhika Dewi, Luh Putu Lidya Sofhya Dewi, Ni Putu Laksmi Diadiningrum, Jihan Rahma Dwi Hardani Oktawirawan Eka, Grace Eldiana Putri Auliya Elisabeth, Mary P. Evy Tjahjono Febiano, Rikardus Ebed Suhartantiyo Febrianthi, Adinda Nasha Ayu Febriswari, Desak Ayu Noordiandra Fernando M S, Manuel Gabriella, Evelyn Garren, Joel Gloryana, Gavrila Gunanto, Yovita S. Hadinata, Desyria Anggraini Harefa, Glory Vanni Tanida Hasanah, Mufidetul Hastuti, Fajar Ayu Inderasari, Annisa Puspita Islameidina, Amalia Ratri Jelite Prenggo Putri Jesseline, Anastasia Jessica, Alicia Jocelyn Faustina Santoso johana Junaid Ridha Akbar Kanzaki, Mami Katuuk, Fermanda Fransesca Stevani Kenzo Kristlyna, Eileen Kumowal, Redualita Christy Kurniawan, Alexander Bhirowo Putra Kusuma, Sylviana Putri Kusuma, Yushi Rachmita Larantukan, Agatha Maria Febriani Laurentia Verina Halim S. Lestari, Devi Damar Lidia Junita Lidia Junita Linggani Linggani Linggani Linggani Lisuallo, Damayanti Litmantoro, Stefani Lusia M. FAIRUZ ABADI, M. FAIRUZ Made Juliana Suksma W. Mami, Kanzaki Maranatha, Daniel Marcel Aurelius Wirahadi Prasadhana Maria Leyn Blaong Karangora Maria, Hana Marsantia Julista Papilaya Marselius Sampe Tondok Marthy Meliana Ariyanti Jalmav Meidy Christianty Soesanto Moza, Benazir Mufidetul Hasanah Muhamad Latifun Nadzif Mustika, John Sebastian Nada Sherafim Latreia Krishi Nauraliefia, Dinda Nabila Novianti, Abigail Christine Nugroho, Marcellino Alvin Nur Fadillah Pau, Amalia Syafira Ludji Pertiwi, Lucia Citra Prastika Prima Nugraheni Pratama, Daniel Yoga Pratama, Petrick Prawira, Michelle Angela Prayudi, Satrio Dhiaputra Puput Makarti Purwanto, Cynthia Vivian Putra, Timothy Quinn Hartono Putri Purnamasari Putri, Erlavianda Tarita Putri, Grace Angeline Nikita Putri, Ni Putu Rahayu Eka Putri, Stefani Devina Arie Putu Ayu Onik Pratidina Putu Nitya Sarahdevina Rachmad Poedyo Armanto Rahim, Fatmawati Rahma, Lili Retalista, Nova Rizkha, Nabilla Aulia Rizki Sakinah Dewi Rizkia Arrahmah Rohimatus Syahadah Muslimah Sasmita, Jonathan Selvia Agustina Selvia Agustina Setiono, Daniel Silitonga, Bunga Meiuliwati Siti Yunia Mazdafiah Soesanto, Meidy Christianty Stefany Livia Prajogo Sugiarto, Amanda Anyza Sugoto, Srisiuni Surya, Roy Sutjipto, Sari Dewi Teresna Anindhita, I Gusti Agung Istri Theodora, Evonne Treshinta Putri Dhamayanti Tresna, I Dewa Ayu Ning Tunggawan, Ingrid Utami, Yasmin Adlina Heraputri Vecolitha, Olivia Watimena, Ferry Yohannes Widiana, Luh Bella Elistya Widodo Setya Budi, Fransiscus William, Kevin Wiratama, Michelle Joanne Yuliana Arisanti Yuniva Dwi Indah Lestari Yusof, Aminuddin Mohd. Yusti Probowati Rahayu Yuwono, Albertus Christian