Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search
Journal : Science Techno Health Journal

Peran Kader dalam Deteksi Dini Stunting pada Balita Di Desa Tunah dan Ngino Wilayah Kerja Puskesmas Wire Rosanti, Yulia; Retna P, Teresia; Wahyurianto, Yasin
Science Techno Health Journal Vol. 1 No. 1 (2023): Science Techno Health Journal
Publisher : Science Techno Health Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stuntingmasih menjadi masalah gizi prioritas. Pemerintah menargetkan prevelensi stunting di Indonesia Tahun 2024yakni dibawah 14 %. Masih tingginya kejadian stunting di wilayah kerja puskesmas wire sebanyak 24,43%. Angkatersebut ada di atas provinsi yaitu 23,5% dan nasional 24,4%. Peran kader kesehatan sangat penting untuk pencegahanterjadinya stunting dengan melakukan deteksi dini antara lain melakukan pendataan balita,pengukuran antropometridan mencatat dalam Kartu Menuju Sehat (KMS). Tujuan penelitian mendreskripsikan peran kader dalam deteksi dinistunting pada balita di desa tunah dan ngino wilayah kerja puskesmas wire kabupaten tuban. Desain Penelitian inideskriptif, pendekatan dengan crosssectional . Populasinya seluruh kader yang ada di desa tunah dan ngino yangberjumlah 40 kader. Besar sampel 40 kader. Teknik sampling yang diguna kan adalah Total sampling. Variabelpenelitiannya peran kader dalam deteksi dini stunting . Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan observasi. Datadi analisa dengan menggunakan tabel distribusi frekuensi. Hasil penelitian menujukkan sebagian kecil (25%) balitamengalami stunting. sebagian kecil (5%) peran kader kurang dalam pendataan balita, Sebagian kecil ( 2%) peran kaderkurang dalam pengukuran antropometri, sebagian kecil ( 7%) pera n kader kurang dalam pengisian KMS. Hal inimenunjukkan bahwa peran kader dalam deteksi dini stunting sebagian kecil masih kurang namun masih perluditingkatkan agar peran kader yang kurang dapat lebih optimal sehingga da pat mengurangi angka kejadian stuntingpada balita.
Faktor Niat Ibu d engan Upaya Pencegahan Kejadi an Stunting Pada Balita Di Desa Tunah Wilayah Kerja Puskesmas Wire Lumansik, Silvana Maharani; Retna , Teresia; Wahyurianto, Yasin
Science Techno Health Journal Vol. 1 No. 1 (2023): Science Techno Health Journal
Publisher : Science Techno Health Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di Indonesiastunting menjadi masalah gizi prioritas. Pemerintah menargetkan prevalensi stunting di Indonesia turunmenjadi di bawah 14% pada 2024. Dimasyarakat terdapat persepsi stunting disebabkan faktor yang dibawa dari lahirdan tidak bisa diubah. Kesalahpahaman tersebut membuat orangtua bersikap pasif. Individu akan melakukan sesuatuji ka ia menginginkannya, untuk itu individu membentuk niat. Sedangkan niat diasumsikan sebagai penangkapmotivasi yang mempengaruhi perilaku. Tujuan penelitian mengetahui hubungan faktor niat ibu dengan upayapencegahan kejadian stunting pada balita didesa tunah wilayah kerja puskesmas wire. Desain penelitian analitikkolerasi dengan pendekatan Crossectional. Populasi penelitian s eluruh ibu yang memliki balita sebanyak 380 ibudengan sampel 195 ibu. Teknik sampling yang digunakan purposive sampling. Variabel Independen faktor niat ibudan variabel dependen upaya pencegahan kejadian stunting. Cara pengambilan data dengan kuesioner kemudiandilakukan pengolahan data dan diuji menggunakan uji korelasi “ chi square” Hasil penelitian didapatkan sebagiankecil (10%) ibu memiliki niat kurang, sebagian besar (54%) memiliki niat ba ik dan sebagian kecil (9%) upayapencegahan kejadian stunting kurang, sebagian besar (54%) upaya pencegahan kej adian stunting cukup. Pada balitasebagian kecil (23%) stunting, dan hampir seluruhnya (77%) tidak stunting. hasil uji korelasi “ chi square” didapatkanp = 0,000 < 0,05 terdapat hubungan antara antara faktor niat ibu dengan upaya pencegahan kejadian stuntingPeningkatan upaya pencegahan stunting dapat dilakukan dengan evaluasi atau pemantauan konsumsi tablet tambahdarah melalui kelas ibu hamil setiap satu bulan sekali oleh bidan desa, pendidikan kesehatan upaya pencegahankejadian stunting pada ibu hamil yang mengalami kekurangan energi kronis dengan kunjungan rumah satu bulan seka lioleh petugas kesehatan.
Faktor Dukungan Keluarga dengan Upaya Pencegahan Kejadian Stunting pada Balita di Desa Tunah Wilayah Kerja Puskesmas Wire Tafara Lakhsita Grisella; Teresia Retna; Yasin Wahyurianto
Science Techno Health Journal Vol. 1 No. 1 (2023): Science Techno Health Journal
Publisher : Science Techno Health Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah gizi pada anak masih menjadi prioritas. Salah satu yang sedang dihadapi adalah stunting atau tubuh pendek.Keluarga berperan penting dalam mencegah stunting di semua tahap kehidupan. Mulai dari janin dalam kandungan, bayi, balita, remaja, orang yang sudah menikah, ibu hamil. Hal ini mendukung upaya pemerintah untuk memerangi stunting di Indonesia. Tujuan penelitian mengetahui hubungan antara faktor dukungan keluarga dengan upaya pencegahan stunting pada balita di Desa Tunah wilayah kerja Puskesmas Wire. Desain penelitian analitik kolerasi dengan pendekatan Crossectional. Populasi penelitian adalah seluruh Ibu yang memiliki balita di Desa Tunah yang berjumlah 380 ibu.Besar sampel sebanyak 195 ibu.Teknik sampling yang digunakan adalan Simple Random Sampling.Variabel independen adalah faktor dukungan keluarga. Variabel dependen adalah upaya pencegahan kejadian stunting.Cara pengambilan data dengan kuesioner dan observasi kemudian dilakukan pengolahan data dan diuji menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar (67%) dukungan keluarga yang kurang memiliki upaya pencegahan yang cukup, dan hampir seluruhnya (86%) dukungan keluarga yang baik memiliki upaya pencegahan yang baik.Setelah dilakukan uji Chi-Square antara dukungan keluarga dengan upaya pencegahan kejadian stunting pada balita didapatkan nilai P-value = 0,00 dimana nilai P-value < α (0,05) . Hal ini menunjukkan bahwa ada hubungan antara dukungan keluarga dengan upaya pencegahan kejadian stunting pada balita. Upaya untuk membantu menurunkan angka kejadian stunting yang dapat dilakukan petugas kesehatan dengan memberikan penyuluhan rutin setiap satu bulan sekali saat posyandu mengenai pentingnya memantau pertumbuhan dan perkembangan balita terutama tinggi badan dan berat badan.Keluarga balita teratur membawa balitanya ke posyandu dan memantau asupan gizi balitanya
Faktor Penyebab Gastritis Pada Remaja Di SMAN 3 Tuban Putri Sekar Wangi; Teresia Retna; Yasin Wahyurianto
Science Techno Health Journal Vol. 1 No. 1 (2023): Science Techno Health Journal
Publisher : Science Techno Health Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banyak orang percaya bahwa gastritis adalah penyakit yang umum dan wajar sehingga dianggap remeh. Namun, dari 100 ribu orang yang menderita penyakit ini, 4 dari 12 orang meninggal karena gastritis. Tujuan penelitian ini mendeskripsikan faktor penyebab gastritis pada remaja di SMAN 3 Tuban. Desain penelitian ini deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini seluruh siswa kelas XII IPA SMAN 3 Tuban tahun ajaran 2022 berjumlah 134 siswa dengan sample 100 siswa. Metode pengambilan sample menggunakan probability sampling dengan teknik simple random sampling. Variabel penelitian ini Faktor Penyebab Gastritis pada Remaja di SMAN 3 Tuban. Cara pengambilan data dengan membagikan kuesioner kemudian dilakukan pengolahan data. Hasil penelitian menunjukkan hamper seluruhnya (80%) berusia 18 tahun, sedangkan jenis kelamin sebagian besar (64%) perempuan. Faktor pola makan hampir seluruhnya (85%) memiliki pola makan yang kurang baik. Faktor stres sebagian kecil (1%) remaja mengalami stres sangat berat, sebagian kecil (13%) remaja dalam kondisi stres berat. Faktor konsumsi kopi sebagian kecil(5%) remaja mengkonsumsi kopi ≥ 3 gelas/hari. Faktor kebiasaan merokok sebagian kecil (5%) remaja mempunyai kebiasaan merokok 1-9 batang/hari. Faktor pola tidur sebagian besar (64%) remaja pola tidurnya kurang dari 8 jam. Faktor aktivitas/kegiatan sebagian besar (75%) remaja melakukan aktivitas berat. Hampir setengahnya (35%) remaja SMAN 3 Tuban mengalami penyakit gastritis. Pihak sekolah melalui program UKS sekolah secara rutin setiap bulan mengadakan edukasi kepada remaja tentang faktor terjadinya gastritis untuk menambah pengetahuan remaja terkait masalah gastritis dan meningkatkan kegiatan UKS dengan deteksi dini masalah gastritis.
Family Support and Diet Compliance for Elderly Hypertension at Prolanis Semanding Tuban Health Center Shovia Mei Sanggar Wati; Teresia Retna Puspitadewi; Yasin Wahyurianto; Binti Yunariyah
Science Techno Health Journal Vol. 2 No. 1 (2024): Science Techno Health Journal
Publisher : Science Techno Health Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit yang tidak menular yang saat ini menjadi fokus utama dalam bidang kesehatan global adalah hipertensi yang disebut sebagai the silent killer disease. Keberhasilan dalam mengontrol hipertensi sangat dipengaruhi oleh kepatuhan penderita dalam menjalankan diet hipertensi. Tujuan : Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran dukungan keluarga dan kepatuhan diet hipertensi lansia di PROLANIS Puskesmas Semanding Tuban Metode : Desain penelitian menggunakan deskriptif dengan populasi seluruh lansia yang hipertensi dan aktif mengikuti PROLANIS sejumlah 40 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dukungan keluarga dan kepatuhan diet. Hasil : Berdasarkan hasil penelitian menunjukan sebagian besar lansia hipertensi yang aktif mengikuti kegiatan PROLANIS mendapatkan dukungan baik dan sebagian besar dalam kategori cukup patuh. Sebagian besar lansia dengan dukungan keluarga baik memiliki kepatuhan diet yang cukup patuh dan sebagian besar lansia dengan dukungan keluarga kurang memiliki kepatuhan diet tidak patuh. Kesimpulan : Dukungan keluarga sangat penting diberikan kepada lansia yang mengalami hipertensi. Adanya dukungan terhadap lansia dapat menyebabkan ketenangan batin dan perasaan yang senang dalam diri lansia. Selain itu dukungan berdampak pada kemudahan lansia untuk melakukan diet hipertensi, karena diet ini merupakan salah satu metode pengendalian yang tanpa menyebabkan efek samping dan bersifat alami.
Factors Causing the Risk of Diabetes Mellitus in Pregnant Women at The Semanding Community Health Center Khusnul Maisaroh; Teresia Retna Puspitadewi; Yasin Wahyurianto; Titik Sumiatin
Science Techno Health Journal Vol. 2 No. 1 (2024): Science Techno Health Journal
Publisher : Science Techno Health Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Rasio kematian ibu secara global mengalami penurunan, meskipun begitu hal tersebut belum mencapai angka Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG’s). Kasus kematian ibu di dunia disebabkan oleh komplikasi selama dan setelah kehamilan dan persalinan, salah satunya diabetes mellitus gestasional. Diabetes mellitus gestasional masih sering terjadi pada ibu hamil karena adanya faktor risiko tertentu yang dapat meningkatkan risiko terjadinya kondisi tersebut. Tujuan : Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan faktor penyebab risiko diabetes mellitus pada ibu hamil di Puskesmas Semanding Kabupaten Tuban. Metode : Desain penelitian menggunakan deskriptif dengan populasi ibu hamil yang melakukan pemeriksaan periode Januari hingga Maret 2024 sejumlah 60 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah simple random sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner faktor penyebab risiko dan kejadian diabetes mellitus gestasional. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan hampir seluruhnya ibu hamil berisiko mengalami diabetes mellitus gestasional dengan faktor penyebab risiko yaitu sebagian kecil ibu hamil memiliki riwayat abortus spontan berulang, tidak ada satupun ibu hamil memiliki riwayat melahirkan bayi besar, tidak ada satupun ibu hamil memiliki riwayat melahirkan bayi mati yang tidak diketahui penyebabnya dengan jelas, sebagian kecil ibu hamil memiliki riwayat preeklampsi dan eklampsi, tidak ada satupun ibu hamil memiliki riwayat polihidramnion saat hamil, sebagian kecil ibu hamil berusia di atas 30 tahun, sebagian kecil ibu hamil memiliki riwayat diabetes mellitus ibu hamil atau keluarga, sebagian kecil ibu hamil mengalami kelebihan berat badan, tidak ada satupun ibu hamil memiliki riwayat infeksi saluran kemih berulang selama hamil, sebagian kecil ibu hamil memiliki riwayat hipertensi, dan sebagian kecil ibu hamil memiliki riwayat berat badan lahir ibu di atas 4000-4500 gram. Kesimpulan : Ibu hamil dengan diabetes mellitus hampir tidak pernah mengalami keluhan yang jelas, sehingga penting untuk dilakukan pemeriksaan. Pemeriksaan awal pada ibu hamil bisa meningkatkan kesejahteraan ibu selama dan sesudah kehamilan.
Family Support and Diet Compliance for Elderly Hypertension at Prolanis Semanding Tuban Health Center Shovia Mei Sanggar Wati; Teresia Retna Puspitadewi; Yasin Wahyurianto; Binti Yunariyah
Science Techno Health Journal Vol. 2 No. 2 (2024): Science Techno Health Journal
Publisher : Science Techno Health Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia is currently experiencing a double burden of disease, namely infectious and non-communicable diseases. One of the non-communicable diseases that is currently a priority in global health is hypertension, which is known as the silent killer disease. Success in controlling hypertension is greatly influenced by patient compliance in following a hypertension diet. Objective : The aim of this research is to determine the description of family support and diet compliance for elderly hypertension at PROLANIS Semanding Tuban Health Center. Method : The research design used descriptive research with a population of 40 elderly people who were hypertensive and actively participating in PROLANIS. The sampling technique used was total sampling. The research instrument used a family support and diet compliance questionnaire. Results : Based on the research results show that the majority of hypertensive elderly who actively participate in PROLANIS activities receive good support and most are in the fairly compliant category. Most of the elderly with good family support had fairly compliant diet compliance and the majority of elderly with poor family support have non-compliant diet compliance Discussion : Family support is very important to give to elderly people who experience hypertension. Having support for the elderly can lead to inner peace and happy fealings in the elderly. Apart from that, support has an impacton making it easier for elderly people o follow a hypertension diet, because this diet is a control method that does not cause side effects and is natural.
Quality of Life of Chronic Kidney Failure Patients Treated at Dr. R. Koesma Tuban Nadilla Shofiatul Ummah; Ummah1Teresia Retna Puspitadewi; Yasin Wahyurianto; Wahyuningsih Triana Nugrahaeni
Science Techno Health Journal Vol. 2 No. 2 (2024): Science Techno Health Journal
Publisher : Science Techno Health Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Introduction: Chronic kidney failure (CKD) is a significant health problem throughout the world. The quality of life of a chronic kidney failure patient can decrease due to experiencing obstacles in carrying out activities. As a result, chronic kidney failure patients will withdraw from their environment and activities. Objective: The aim of this study is to describe the quality of life of chronic kidney failure patients treated at RSUD dr. R. Koesma Tuban. Method: Descriptive research design with a cross-sectional approach. The study population was patients with chronic kidney failure at RSUD dr. R. Koesma Tuban numbered 31 people, with a sample size of 31 people. The sampling technique used was total sampling. Research variables for quality of life in chronic kidney failure patients. Data was collected using a questionnaire and descriptive data analysis was carried out using frequency and percentage distribution tables. Results: The results of the study showed that all Chronic Kidney Failure patients treated at RSUD dr. R. Koesma Tuban, most (51.6%) aged 46-55 years, most (51.6%) male, almost half (35.40%), high school education level, most (61, 2%) do not work and the majority (58%) suffer <1 year. So chronic kidney failure patients have a very good quality of life. Almost all physical health domains are very good (80.6%), psychological health is mostly good (61.2%), social relationships are mostly good (61.2%), and relationships with the environment are mostly good (61.2% ). Conclusion: Efforts to improve patient quality of life by providing various interventions including education, prevention, early detection and appropriate management. Among other things, by providing appropriate education, providing comprehensive support, ensuring access to necessary care, health workers play an important role in reducing the incidence of CKD.
Kualitas Gizi Makanan Keluarga dan Resiko Anemia pada Remaja Putri Di SMAN 5 Tuban Sekar Difa Ahwal Respati; Teresia Retna Puspita Dewi; Yasin Wahyurianto; Su’udi
Science Techno Health Journal Vol. 2 No. 2 (2024): Science Techno Health Journal
Publisher : Science Techno Health Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anemia merupakan pencerminan keadaan suatu penyakit atau gangguan fungsi tubuh dimana tubuh kekurangan jumlah hemoglobin untuk mengangkut oksigen ke jaringan. Namun pada faktanya angka kejadian anemia pada remaja putri masih tinggi. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan kualitas gizi makanan keluarga dan resiko anemia pada remaja putri Di SMAN 5 Tuban. Desain pada penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh remaja putri kelas XI Di SMAN 5 Tuban berjumlah 167 siswi dengan sampel 118 siswi. Teknik sampling yang digunakan adalah Simple Random Sampling. Variabel penelitian yaitu kualtias gizi makanan keluarga dan resiko anemia pada remaja putri. Cara pengambilan data dengan kuesioner google formulir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sebagian besar remaja putri di SMAN 5 Tuban memiliki kualitas gizi baik tidak beresiko anemia dengan jumlah 60 siswi (59,4%). Hal ini terjadi karena banyak remaja putri yang mengkonsumsi makanan dengan baik dan mendapatkan kualitas gizi makanan keluarga dengan optimal. Bagi remaja putri agar tetap memperhatikan kualitas gizi makanan dan asupan nutrisi sebagaimana pada masa remaja putri asupan nutrisi harus lebih dikarenakan remaja putri akan mengalami haid pada satu bulan sekali. Dan jangan lupa untuk selalu minum Tablet Tambah Darah(TTD) dengan dosis yang tepat yaitu 1 kali sehari selama haid dan di sertai dengan mengkonsumsi buah-buahan sebagai upaya dalam pencegahan resiko anemia.
Perilaku Makan Remaja Putri dan Kejadian Anemia Di MTS Hidayatush Shubyan Cendoro Kec. Palang Meylia Ilma Muta’adiyah; Teresia Retna P; Yasin Wahyurianto; Wahyuningsih Triana Nugraheni
Science Techno Health Journal Vol. 2 No. 2 (2024): Science Techno Health Journal
Publisher : Science Techno Health Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada remaja putri dan Wanita usia subur dikatakan anemia jika kadar hemogoblin <12 gram/dL. Program pemerintah Kesehatan dengan pemberian TTD akan tetapi masih ditemukan anemia di puskesmas sumurgung dikarenakan kurangnya kebutuhan zat besi. Faktor penyebabnya dikarenakan tingginya kebutuhan zat gizi termasuk zat besi pada masa pertumbuhan, banyaknya kehilangan darah saat siklus menstruasi, remaja putri melakukan diet ketat, mengonsumsi makanan nabati sehingga kebutuhan zat besi tidak terpenuhi dan asupan gizinya tidak seimbang. Tujuan penelitiannya untuk mengetahui gambaran perilaku makan remaja putri dan kejadian anemia Di MTS Hidayatush Shibyan Cendoro Kec. Palang. Desain penelitian deskriptif dengan pendekatan waktu cross sectional, Populasinya seluruh siswi kelas 7 Di MTS Hidayatush Shibyan Cendoro yang berjumlah 71 Siswi, sampel sebesar 71 siswi, Tehnik sampling yang digunakan total sampling. Variabel penelitian yaitu Perilaku Makan Remaja Putri Dan Kejadian Anemia, instrument penelitian menggunakan kuesioner. Data dianalisa secara deskriptif ditampilkan dalam bentuk tabel distribusi frekwensi. Hasil Penelitian hampir setengahnnya (39%) remaja putri memiliki perilaku makan kurang, sebagian besar (50.7%) remaja putri anemia, seluruhnya perilaku makan remaja putri yang baik tidak beresiko anemia (100%) dan hampir seluruhnya perilaku makan remaja putri yang kurang berisiko anemia (85,7%). Perilaku makan dapat mempengaruhi keadaan gizi, karena kuantitas dan kualitas makanan yang dikonsumsi akan mempengaruhi asupan gizi yang akan mempengaruhi kesehatan individu dan masyarakat Anemia yang terjadi pada remaja putri sebagian besar disebabkan oleh kurangnya zat besi akibat pola makan yang kurang baik, di perlukan adanya dukungan baik dari keluarga, lingkungan sekitar, diri sendiri agar kebutuhan gizi dan perilaku makan pada remaja putri sesuai kebutuhannya.
Co-Authors 1Titin Nur Indah Sari Adi Prayoga, Adi agustin, sefentina Alza, Yessi Amalia Mutiara Fadhila Ambo Dalle Apriliana, Wulan Ayu Firnanda, Devi Azuwin, Putri Riza Baharuddin Bahtiar Bahtiar Bintang Aurellion Dianny Binti Yunariyah Bunga Salamatan Vidya Akhiroh Christi Sanjaya, Ade Clara Felicia Regina Fortunata Davis Khoirul Akmal Devi Nilna Muna Dharmawan, Rio Lucky Dina Palayukan Singkali Dwi Lestari Eko Saputro, Ervanda Fioriantika, Barena Andyana Fitria, Vila Ana Friska Tifani Yunanda Haura Ilma Nafi’a Heru Santoso Wahito Nugroho Hidayah, Arinal ilyas - ibrahim Isa Zaqi, Faiz Jerry Rian Ardiansyah Juliana Christyaningsih Kema Azzahra KHOIRUNNISA Khusnul Maisaroh Koekoeh Hardjito Krisnawati, Ririn Lailatunnuriyah, Lailatunnuriyah Larissa Eka Afianti Laura Azhira Ladya Sheril Lellu, Amos Lestaluhu, Kasman Lumansik, Silvana Maharani Lutfatul Khoiriyah Lutfiya Dwinanda Mamluatun Ni’mah Meylia Ilma Muta’adiyah Moh. Akmal Inzaki Muflihatul Maisah Muhammad Fredy Hardiansyah Muhammad Iqbal Tawakal Muhammad Iqbal Tawakal Muhammad Kamalul Kahfi muhammad saleh Nabila Nur Cahyani Nadilla Shofiatul Ummah Nendyo Yogiisworo, Ilham Neng Esti Wibowo Nirwana Prapti, Tri Nur Wahyu Noviatul Nurjanah Nugraheni, Wahyuningsih Triana Nur Farisa, Lutfi Ervita Nurarifah Nurarifah Nurul Hindaryani Nurvita, Dwi P, Teresia Retna Puspita Aliffia Puspita, Devi Andra Puspitadewi, Teresia Retna Putri Sekar Wangi Retna , Teresia Retna P, Teresia Retna P., Teresia Retna P.D, Teresia Retna Puspitadewi, Teresia Retna Puspitadewi, Teresia Retna, Teresia Retno Puspitadewi, Teresia Rony A. Latumenasse Rosanti, Yulia Roudlotul Jannah ROUDLOTUL JANNAH Sainuddin Sainuddin Sari, Farah Hanis Dwi Kartika Satria Jesicka Kurnia Dini Sekar Difa Ahwal Respati Setyaningsih . Shafira Salsa Adinda Shovia Mei Sanggar Wati Siti Kistimbar Sri Angriani SRI UTAMI Sunarto, Sunarto Suparji Suparji Su’udi Su’udi, Su’udi Tafara Lakhsita Grisella Teresia Retna Teresia Retna Teresia Retna P Teresia Retna PD Teresia Retna Puspita Dewi Titik Sumiatin Tri Ningsih, Wahyu Ummah, Nadilla Shofiatul Ummah1Teresia Retna Puspitadewi Utami Utami Vega, Afina Dela Vera Feriska A Vincentius Supriyono vivin Nor Zahro Wahyu Tri Ningsih Wahyuningsih Triana N Wahyuningsih Triana Nugrahaeni Wardhani, Salsabiela Bunga Yanita, Happy April Yenti Fitri, Yenti Zahra Aulia Sari Zahra, Jiesa Zayyina